cover
Contact Name
Pepi Sugianto Umar
Contact Email
pepisugianto@poltekkesgorontalo.ac.id
Phone
+6282394946611
Journal Mail Official
pepisugianto@poltekkesgorontalo.ac.id
Editorial Address
Jalan Taman Pendidikan No. 36 Kel. Moodu Kec. Kota Timur Kota Gorontalo
Location
Kab. gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS
ISSN : 24078484     EISSN : 25497618     DOI : -
Jurnal Health and Nutritions adalah terbitan berkala yang memuat artikel penelitian ilmiah di bidang gizi dan kesehatan. Jurnal Health and Nutritions diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovasi ilmiah di bidang gizi dan kesehatan kepada para praktisi di bidang gizi, baik yang bergerak di bidang pendidikan gizi maupun yang bergerak di bidang pelayanan gizi di rumah sakit dan puskesmas, serta para praktisi gizi di dinas kesehatan maupun institusi-institusi lain. Jurnal Health and Nutritions diterbitkan 2 kali dalam setahun (bulan Februari dan Agustus) oleh Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Jurnal ini merupakan jurnal peer-reviewed dan open access journal yang berfokus pada ilmu gizi dan kesehatan.
Articles 188 Documents
ISU TERKINI DALAM PENDIDIKAN GIZI Talibo, Sofyawati D.
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 1, No 2 (2015): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.302 KB)

Abstract

Pendidikan gizi didefinisikan sebagai sebuah kombinasi dari desain strategi pendidikan untuk memudahkan konsumen melakukan pemilihan makanan yang berkaitan dengan gizi dan perilaku kesehatan yang baik. Pendidikan gizi ditujukan melalui perilaku dan keterlibatan aktivitas individu, masyarakat dan kebijakan dalam pendidikan gizi. Kombinasi dari strategi pendidikan menekankan banyak faktor yang mempengaruhi perilaku, pendidikan gizi harus menggunakan beberapa strategi pendidikan dan mempelajari pengalaman-pengaruh perilaku tersebut, faktor pemilihan makanan, dan diet untuk memudahkan perubahan diet. Pendidikan gizi fokus pada peningkatan kesehatan dan memudahkan untuk mendapatkan solusi. Ada banyak cara untuk mengetahui makanan bergizi dan cara memperoleh makanan tersebut. Hanya dengan informasi saja tidak cukup. Akan tetapifaktor biologis, budaya dan faktor emosional dan psikologis membantu orang tentang pemilihan makanan yang baik. Pemilihan makanan adalah implikasi dari pendidikan gizi yang berkaitan dengan faktor makanan, manusia dan lingkungan. Kata Kunci : Pendidikan, Gizi
IDENTIFIKASI PENGGUNAAN MINYAK GORENG OLEH PEDAGANG PISANG GORENG DI KECAMATAN KOTA TENGAH KOTA GORONTALO Goi, Misrawatie; Yasin, Yade Kurnia; Mohamad, Zul Ilyas
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 3, No 1 (2017): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.248 KB)

Abstract

ABSTRACT The usual cooking in the household has a very little effect on the fat content, but long-term heating like frying for several times can cause negative impact.The essential fatty acids will be damaged and toxic polymerase products are formed.The purpose of this study is to determine the type of cooking oil used and the frequency of frying in Kota Tengah, Gorontalo. The research methodology is descriptive research type with Cluster Sampling. The respondents were 7 respondents. The results showed that from 7 respondents a total of 5 respondents (71.4%) use a type of branded and 2 (28,6%) are unbranded. Meanwhile, 6 respondents (85,7%) used cooking oil which does not meet the health requirements (>2 times used). Only 1 respondent (14,3%) used healthy cooking oil. Conclusion: most of respondents used branded cooking oil but do not meet the health requirements. Keywords: type, usage, cooking oil ABSTRAK Pemasakan yang biasa dilakukan pada rumah tangga sedikit sekali berpengaruh terhadap kandungan lemak, tetapi pemanasan dalam waktu lama seperti penggorengan untuk beberapa kali, maka asam lemak esensial akan rusak dan terbentuk produk polymerase yang beracun. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis minyak goreng yang digunakan dan frekuensi penggunaan minyak goring setiap penggantian minyak gorengdi Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo. Metodologi penelitian menggunakan jenis penelitian Deskriptif dan cara pengambilan sampel menggunakan Cluster Sampling. Responden penelitian sebanyak 7 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 7 responden sejumlah 5 responden (71,4%) menggunakan jenis minyak goring bermerek dan yang tidak bermerek sejumlah 2 responden (28,6%). Sedangkan responden yang menggunakan minyak goreng yang tidak memenuhi syarat kesehatan (>2 kali penggoreng) sejumlah 6 orang (85,7%)dan yang memenuhi syarat sejumlah 1 responden (14,3%). Kesimpulan ialah sebagian besar responden menggunakan jenis minyak goreng yang bermerek yaitu sebesar 71,4% dan sebagian besar responden menggunakan minyak yang tidak memenuhi syarat kesehatan yaitu sebesar 85,7%. Kata Kunci: Jenis Minyak Goreng, Aktivitas Penggunaan, Minyak Goreng
PARENTING FAKRORS AND CHILDHOOD OBESITY IN AUSTRALIAN CHILDREN BETWEEN JANUARY 2000 AND JANUARY 2015 Labatjo, Rahma
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 2, No 2 (2016): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PARENTING FAKERS AND CHILDHOOD OBESITY IN AUSTRALIAN CHILDREN BETWEEN JANUARY 2000 AND JANUARY 2015
PERUBAHAN METABOLIK ZAT GIZI PADA PENDERITA MALNUTRISI KANKER DAN UPAYA PERBAIKAN GIZI PASIEN KANKER Yasin, Yade Kurnia
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 1, No 2 (2015): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.595 KB)

Abstract

Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular, dimana sel normal bermutasi menjadi sel kanker dan mengganggu berbagai proses metabolisme di dalam tubuh, salah satunya metabolisme zat gizi. Perubahan metabolik ini tentu berdampak pada sistem imunitas tubuh dan dapat menyebabkan pasien kanker menderita malnutrisi berat,yang dikenal dengan kaheksia, serta kehilangan produktivitasnya. Keadaan malnutrisi ini menjadi penyebab langsung kesakitan menahun dan kematian, sehingga diperlukan upaya untuk pencegahan dan penyembuhan terkait keparahan penyakit melalui perbaikan gizi pasien.
GAMBARAN KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN PADA REMAJA DI SMA MUHAMMADIYAH BATUDAA KABUPATEN GORONTALO Nusi, Fitriani; Arbie, Fitri Yani
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 4, No 2 (2018): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.719 KB)

Abstract

ABSTRACT Background: Nutritional consumption greatly influences a person's nutritional status which is the main capital for an individual's health. Nutritional intake that is wrong or not in accordance with needs will cause a variety of health problems including adolescents. This study aims to determine energy and protein consumption in adolescents at Batudaa Muhamadiyah High School Gorontalo District Method: This research method is descriptive survey. The study sample was 100 adolescents at Batudaa Muhamadiyah High School, Gorontalo District by recalling energy and protein intake in adolescents for 3 days using food recall. Results: The results of the study were 93% of adolescents had less energy intake and 7% had good energy intake. There were 42% of teenagers having less protein intake, 40% of teenagers having good protein intake, and 18% having more protein intake. Conclusion: The conclusion of the study is that energy and protein consumption in adolescents at Muhammadiyah Batudaa High School in Gorontalo Regency is still categorized as less than the Nutrition Adequacy Rate. Keywords: energy, adolescents, protein ABSTRAK Latar belakang: Konsumsi gizi sangat mempengaruhi status gizi kesehatan seseorang yang merupakan modal utama bagi kesehatan individu. Asupan gizi yang salah atau tidak sesuai dengan kebutuhan akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan termasuk pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsumsi energi dan protein pada remaja di SMA Muhamadiyah Batudaa Kabupaten Gorontalo Metode: Metode Penelitian ini bersifat survei deskriptif. Sampel penelitian sebanyak 100 remaja di SMA Muhamadiyah Batudaa Kabupaten Gorontalo dengan merecall asupan energi dan protein pada remaja dilakukan selama 3 hari meggunakan food recall. Hasil: Hasil penelitian sebanyak 93% remaja memiliki asupan energi kurang dan 7% memiliki asupan energi baik. Terdapat 42% remaja memiliki asupan protein kurang, 40% remaja memiliki asupan protein baik, dan 18% memiliki asupan protein lebih. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian yaitu konsumsi energi dan protein pada remaja di SMA Muhammadiyah Batudaa Kabupaten Gorontalo masih termasuk kategori kurang dari Angka Kecukupan Gizi.
PENANGANAN GIZI PADA CELIAC DISEASE Goi, Misrawatie
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 3, No 2 (2017): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.177 KB)

Abstract

ABSTRACT Celiac disease occurs in 1% of the child and adult population. In adulthood, there are 2-3 times more women than men. The disease is not only known in Europe but also in the Middle East, Asia, America, and Africa. Although many people are exposed to this disease and the incidence rate is increasing, there is still a lot of underdiagnoses, although even in one country in Europe it is reported that there is 1 sufferer to 77 people. In Indonesia until now, the exact number of cases is still not known, but allegedly the number is not far from 1 compared to 100 people. The authors conducted a study on patients with difficulty eating in children who seek treatment at Picky Eaters Clinic Jakarta (Clinic Special Difficulty Eating In Children). Allegedly, about 34% of the population, who is difficult to eat, is children with Celiac disease. The assumption is based on the benefits of gluten-free in those children diet. Celiac disease, is often called gluten intolerance, celiac sprue, non-tropical sprue, endemic sprue, gluten enteropathy or gluten-sensitive enteropathy. Those refer to a disease in which gluten intolerance (a protein) occurs, leading to changes in the small intestine resulting in impaired nutrient absorption and various disorders in the function of the human body. Celiac disease is a long-term and permanent hereditary disease. Keywords: celiac disease, gluten ABSTRAK Celiac disease terjadi pada 1% di antara populasi anak dan dewasa. Pada usia dewasa terdapat 2-3 kali lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki. Penyakit ini tidak hanya dikenal di Eropa tetapi juga di Timur Tengah, Asia, Amerika dan Afrika. Meskipun banyak manusia terkena penyakit ini dan angka kejadian semakin meningkat, tetapi masih banyak terjadi underdiagnosis, meskipun bahkan di salah satu negara di Eropa dilaporkan terjadi 1 penderita pada 77 orang. Di Indonesia sampai sekarang masih belum diketahui pasti angka kejadiannya, tetapi diduga angkanya tidak jauh dari 1 dibandingkan 100 orang. Penulis mengadakan penelitian pada penderita kesulitan makan pada anak yang berobat di Picky Eaters Clinic Jakarta (Klinik Khusus Kesulitan Makan Pada Anak) diduga sekitar 34% dari populasi anak sulit makan tersebut adalah penderita penyakit seliak, karena saat dilakukan penghindaran terhadap diet gluten terdapat perbaikan klinis yang bermakna. Celiac disease atau sering juga disebut gluten intolerance, celiac sprue, nontropical sprue, endemic sprue, gluten enteropathy atau gluten-sensitive enteropathy merupakan suatu penyakit dimana terjadi intoleransi terhadap gluten (sejenis protein), yang menyebabkan perubahan dalam usus halus sehingga terjadi gangguan penyerapan nutrisi yang masuk ke tubuh sehingga menyebabkan berbagai gangguan pada fungsi tubuh manusia. Celiac disease merupakan penyakit keturunan dan permanen yang bersifat jangka panjang. Kata Kunci: celiac disease, gluten
GAMBARAN PERILAKU IBU TENTANG PEMBERIAN MP ASI DINI DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA BONGOIME KECAMATAN TILONGKABILA KABUPATEN BONE BOLANGO Talibo, Sofyawati D.
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 1, No 1 (2015): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.161 KB)

Abstract

Makanan pendamping Air Susu Ibu adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi, yang diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaranperilaku ibu tentang pemberian MP ASI dini dengan status gizi balita di Desa Bongoime Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian yang digunakan survey deskriptif dengan rancangan survey cross sectional. Populasi sebanyak 150 orang dan sampel sebanyak 109responden ibu yang mempunyai anak balita, menggunakan Stratified random sampling. Variabel bebas yaitu perilaku ibu tentang pemberian MP ASI Dinidan variabel terikat yaitu status gizi.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Hasil didapatkan adalahperilakuibu memberikan makanan pendamping ASI pada anaknya kurang dari 6 bulan sejumlah 50 orang (45, 87%), status gizi baik balita baik sejumlah 48 orang (44.04%), dan status gizi kurang balita sejumlah 61 orang (55.96%). Kesimpulan; Sebagian besar ibu memberikan makanan pendamping ASI pada anaknya kurang dari 6 bulan (45,8%) dan status gizi balita sebagian besar kurang (55,96% Kata Kunci: Prilaku, MP-ASI, Status Gizi
GAMBARAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA SEBELUM DAN SESUDAH DIBERI KONSULTASI GIZI PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD dr. M.M DUNDA LIMBOTO Domili, Indra; Ruhmayanti, Nur Ayu; Saputra, Atok
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 3, No 1 (2017): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.847 KB)

Abstract

ABSTRACT Diabetes Mellitus is a collection of symptoms that arise in a person caused by an increase in blood glucose levels due to absolute or relative insulin deficiency.In Gorontalo Province, the prevalence of Diabetes Mellitus is 0.5% and increased to 1.5% in 2013. This study aims to find out the image of fasting blood glucose of patients Type 2 Diabetes Mellitus who was given a nutritional counselling in dr. M.M Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo. This research method includes the quasi-experiment type using Time Series Design approach that is group used for research cannot be chosen at random. Sample are 10 patients. Measured fasting blood glucose levels before and after nutrition counselling. The results of the study found that changes in fasting blood glucose levels in groups given nutritional counselling and who were not decreased from previous examination results. Fasting blood glucose level tends to decrease in group who received nutritional counselling. Conclusion: nutritional counselling has significant impact on lowering the fasting blood glucose level. Keywords: diabetes mellitus, nutrition counselling, fasting blood glucose level ABSTRAK Diabetes Melitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif, di Provinsi Gorontalo prevalensi Diabetes Melitus adalah sebesar 0,5% dan meningkat menjadi 1,5% pada tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambarankadar glukosa darah puasa pasien Diabetes Melitus Tipe 2 yang diberi konsultasi gizi di RSUD dr. M.M Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian ini termasuk jenis quasi eksperimen dengan menggunakan pendekatan Time Series Design yaitu kelompok yang digunakan untuk penelitian tidak dapat dipilih secara random.Sampel sebanyak 10 pasien. Dilakukan pengukuran kadar glukosa darah puasa sebelum dan sesudah konsultasi gizi. Hasil penelitian diperoleh bahwa perubahan kadar glukosa darah puasa pada kelompok yang diberi konsultasi gizi dan yang tidak diberi konsultasi gizi menurun dari hasil pemeriksaan sebelumnya. Pada kelompok yang diberi konsultasi gizi lebih besar penurunan kadar glukosa darah puasa disbanding dengan kelompok yang tidak mendapatkan konsultasi gizi. Kesimpulan penelitian ini penurunan kadar glukosa darah puasa pada kelompok yang diberi konsultasi gizi lebih besar daripada kelompok yang tidak diberi konsultasi gizi. Kata Kunci: diabetes mellitus, konsultasi gizi, kadar glukosa darah puasa
UJI ANGKA LEMPENG TOTAL BAKTERI TERHADAP IKAN CAKALANG ASAP YANG DIRENDAM DENGAN LARUTAN SAYURAN KUBIS Mohamad, Fihrina; Mohamad, Yolanda Pransiska
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 2, No 1 (2016): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Test the Total Plate Number (ALT) and more precisely ALT mesophyll aerobics or anaerobic mesophyll using solid media with the end result in the form of colonies that can be observed visually in the form of numbers in colony (cfu) per ml or per gram or colony / 100ml. Skipjack is one of the mainstay fishery commodities from Maluku waters and is excellent, as indicated by the still low utilization rates, such as the management of small-scale and traditional fisheries. The ensiling process is the result of fermentation of cabbage vegetables using NaCl salt solution (Asnadi 2009). One of the preservation processes that use natural ingredients is the ensiling process. The ensiling process is a process of preserving natural foods (fish, crops, meat, etc.)This study aims to determine the total bacterial plate number of smoked skipjack soaked in cabbage vegetable solution The method used in the study was an experiment with the treatment of boiling cabbage vegetables by testing the total bacterial plate number. The sample used in this study is the fungus caklang fish which are as many as 3 tails. Data analysis used to calculate the number of bacterial cultures that grow on Nutrient Agar media using Coloni Counter. By using the formula: Number of colonies x 1 / diluent factor.Results of the study: there is a difference in the amount of the total number of bacterial plates in smoked skipjack which is soaked in a solution of vegetable cabbage. On immersion treatment for 1 hour. the number of bacteria is 1.7 x 105 CFU / gram. in the treatment of soaking for 2 hours. the number of bacteria was 2.5 x 105 CFU / gram, in the immersion treatment for 3 hours. Obtained from the calculation of the number of bacteria is 2.1 x 105 CFU / gram. In testing the control treatment of smoked skipjack, it was found that the number of bacteria was 8.6 x 102. When viewed from the average number of bacteria in the treatment the overall sample was still below the SNI standard (5 x 102) microbial pollution in smoked food. ABSTRAK Uji Angka Lempeng Total (ALT) dan lebih tepatnya ALT aerob mesofil atau anaerob mesofil menggunakan media padat dengan hasil akhir berupa koloni yang dapat diamati secara visual berupa angka dalam koloni (cfu) per ml atau per gram atau koloni/100ml. Ikan cakalang merupakan salah satu komoditas perikanan andalan dari perairan Maluku dan menjadi primadona, ditunjukkan oleh tingkat pemanfaatan masih rendah, seperti pengelolaan usaha perikanan berskala kecil dan bersifat tradisional. Proses ensiling adalah hasil fermentasi sayuran kubis menggunakan larutan garam NaCl (Asnadi 2009). Salah satu proses pengawetan yang menggunakan bahan alami adalah proses ensiling. Proses ensiling merupakan proses pengawetan pangan alami (ikan, hasil tanaman, daging, dll)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka lempeng total bakteri terhadap ikan cakalang asap yang direndam dengan larutan sayuran kubis Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimen dengan perlakuan pendaman sayuran kubis dengan uji angka lempeng total bakteri. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah ikan caklang asap yang sebanyak 3 ekor. Analisis data yang digunakan Untuk menghitung jumlah biakan bakteri yang tumbuh pada media Nutrient Agar dengan menggunakan Coloni Counter. Dengan menggunakan rumus : Jumlah koloni x 1/faktor pengencer.Hasil penilitan : ada perbedaan jumlah antara jumlah angka lempeng total bakteri pada ikan cakalang asap yang direndam deng larutan sayuran kubis. Pada perlakuan perendaman selama 1 jam. jumlah bakterinya adalah 1,7 x 105 CFU/gram. pada perlakuaan perendaman selama 2 jam. jumlah bakteri adalah 2,5 x 105 CFU/gram, pada perlakuan perendaman selama 3 jam. Diperoleh dari perhitungan jumah bakteri adalah 2,1 x105 CFU/gram. Pada pengujian perlakuan kontrol pada ikan cakalang asap didapati jumlah bakteri 8,6 x 102. Jika dilihat dari rata-rata jumlah bakteri pada perlakuan sampel keseluruhan masih dibawah standar SNI (5 x 102) pencemaran mikroba pada bahan pangan yang diasap.
UJI DAYA TERIMA KONSUMEN TERHADAP COOKIES YANG DISUBSTITUSI TEPUNG BIJI NANGKA Adam, Mariyanti; Arbie, Fitri Yani
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 4, No 2 (2018): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.453 KB)

Abstract

ABSTRACT Background: Generally, untapped jackfruit seeds are just wasted and eventually rot into garbage. One handling of the problem of jackfruit seeds is made of jackfruit seed flour as a substitute in making cookies, because cookies are processed foods that are often consumed by the public. The substitution of jackfruit seed flour in cookies on the level of consumer acceptance through organoleptic tests which includes taste, color, aroma and texture with the substitution of 0 grams, 50 grams, 100 grams and 150 grams. Method: The method used in this study is a type of experimental research and organoleptic test with 4 treatments, carried out in a culinary laboratory majoring in nutrition. The statistical analysis used was the effectiveness index test analysis.The purpose of this study is to find out how consumer acceptance of cookies substituted with 0 grams of jackfruit seed flour, 100 grams, 100 grams and 150 grams. Results: showed that the highest level of acceptance was for organoleptic taste test, namely by 100 gram substitution by 45%, color that is by 50 gram substitution by 37.5%, aroma ie by 50 gram substitution of (45%) and texture namely by 50 gram substitution of 55%. Conclusion: based on the test of the effectiveness of the consumer acceptance level of the highest cookies, namely the substitution of 100 grams with the variable weight of 3.798 and the lowest that is the substitution of 50 grams with a variable weight of 3.622. Keywords:organoleptic test, jackfruit seeds flour, cookies. ABSTRAK Latarbelakang: Pada umumnya biji nangka tidak dimanfaatkan hanya terbuang begitu saja dan lama-kelamaan membusuk menjadi sampah.Salah satu penanganan masalah biji nangka yaitu dibuat tepung biji nangka sebagai bahan substitusi dalam pembuatan cookies, karena cookiesmerupakan makanan olahan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Substitusi tepung biji nangka pada cookies terhadap tingkat penerimaan konsumen melalui uji organoleptik yang meliputi rasa, warna, aroma dan tekstur dengan substitusi 0 gram, 50 gram, 100 gram dan 150 gram.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana daya terima konsumen terhadap cookiesyang disubstitusi tepung biji nangka.0 gram, 100 gram, 100 gram dan 150 gram. Metodepenelitian: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen dan uji organolpetik dengan 4 kali perlakuan, yang dilaksanakan di laboratorium kuliner jurusan gizi. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis uji indeks efektivitas. Hasil penelitian: Tingkat penerimaan yang paling tinggi adalah untuk uji organoleptik rasa yaitu dengan substitusi 100 gramsebesar 45%, warna yaitu dengan substitusi 50 gram sebesar 37,5%, aroma yaitu dengan substitusi 50 gram sebesar 45% dan tekstur yaitu dengan substitusi 50 gram sebesar 55%. Kesimpulan, berdasarkan uji efektivitas bahwa tingkat penerimaan konsumen terhadap cookies yang paling tertinggi yaitu pada substitusi 100 gram dengan bobot varabel sebesar 3.798 dan terendah yaitu pada substitusi 50 gram dengan bobot variabel sebesar 3.622. KataKunci:ujiorganoleptik, tepungbijinangka, cookies.

Page 4 of 19 | Total Record : 188