Jurnal Ners
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles
351 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 10 No. 1 (2026)"
:
351 Documents
clear
Pengaruh Edukasi Gizi Pengaruh Edukasi Gizi Audio Visual Terhadap Pengetahuan Gizi dan Persepsi Body Image Siswa SMPN 1 Tilango: Studi Quasi-Eksperimen Pretest–Posttest dengan Kelompok Kontrol
Farlin Usman;
Sunarto Kadir;
Yoyanda Bait
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v10i1.52512
Nutrition education plays a crucial role in improving adolescent nutritional literacy and helping them develop healthier eating patterns. Audio-visual media is considered more effective than traditional methods because it presents information visually and audibly, making the material easier to understand and remember, including in shaping perceptions of body image. This study aimed to measure the effect of audio-visual-based nutrition education on nutritional knowledge and body image perceptions of students at SMP Negeri 1 Tilango. The study used a quantitative approach with a quasi-experimental pretest-posttest and control group design. A total of 60 students were divided into two groups: the intervention group with audio-visual media and the control group with leaflets. Analysis was performed using the Wilcoxon Signed-Rank Test, Paired Sample T-Test, and Mann-Whitney test. The results showed a significant improvement in the audio-visual group, with average nutritional knowledge increasing from 65.3 to 85.7 (p=0.001) and body image perception from 58.4 to 80.2 (p=0.002). The leaflet group also experienced a smaller increase in knowledge, from 64.9 to 75.1 and body image perception from 57.9 to 68.3 (p<0.05). A comparison of the two groups indicated that audiovisual media was more effective in improving nutrition knowledge (p=0.01) and body image perception (p=0.03). This study confirms that audiovisual media is a more engaging and easily understood educational tool, making it suitable for use by schools and health professionals to improve nutrition understanding and body image perception in adolescents. Keywords: Nutrition Education, Audiovisual Media, Nutrition Knowledge, Perception, Body Image
Daun Mantangan Sebagai Kandidat Bahan Baku Obat: Uji Pra-Klinik Sebagai Obat Analgesik
Selfiana Iek;
A. M. Muslihin;
Lukman Hardia
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v10i1.52546
Nyeri merupakan indikator alamiah tubuh yang bekerja dengan mekanisme peningkatan ekskresi dari berbagai mediator nyeri, seperti prostaglandin, histamin, dan bradikin. Penanganan nyeri secara farmakologis melibatkan penggunaan obat-obatan analgesik. Meskipun efektif, penggunaan jangka panjang dari obat-obatan sintetis dapat menimbulkan berbagai efek samping. Hal ini mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya mencari alternatif pengobatan alami yang lebih aman dengan efek samping yang minimal. Salah satu tanaman yang menarik perhatian adalah daun mantangan (Meremia peltata L. Merr.) yang memiliki kandungan flavonoid, saponin, tanin, dan steroid yang diyakini dapat mengatasi masalah nyeri. Tujuan: mengidentifikasi pengaruh ekstrak daun mantangan sebagai obat analgesik. Metode penelitian yaitu kuantitatif dengan desain eksperimental laboratorium pre and post-test with control group design. Data dianalisa menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test. Hasil: mencit (Mus musculus) yang diberi perlakuan ekstrak daun mantangan (Meremia peltata L. Merr.) dosis 26, 58, dan 115 mg/kgBB secara efektif dapat meningkatkan toleransi nyeri secara signifikan (p-value <0,05) jika dibandingkan dengan kontrol negatif yang diberikan suspensi na. cmc, dan berbeda tidak signifikan (p-value >0.05) jika dibandingkan dengan kelompok kontrol positif yang diberikan suspensi na. diklofenak. Kesimpulan: ekstrak daun mantangan (Meremia peltata L. Merr.) memiliki potensi sebagai obat analgesik pada dosis 26, 58, dan 115 mg/kgBB.
Pengaruh Latihan Bermain Gasing Terhadap Kekuatan Otot Ekstremitas Atas pada Pasien Stroke : Studi Pre-Eksperimental di Wilayah Kerja Puskesmas Kuranji Padang
Vivi Syofia Sapardi;
Fitria Alisa;
Ria Desnita;
Defrima Oka Surya
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v10i1.52577
Stroke merupakan penyebab utama kecacatan jangka panjang yang sering berdampak pada penurunan kekuatan otot ekstremitas atas sehingga membatasi kemandirian pasien. Intervensi rehabilitasi yang bersifat fungsional dan menyenangkan diperlukan untuk meningkatkan motivasi dan efektivitas latihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan gasing berbasis permainan tradisional terhadap peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke. Desain penelitian menggunakan one group pretest–posttest dengan total sampel 14 pasien stroke yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi latihan gasing dilakukan secara terstruktur dan terarah untuk melatih otot-otot lengan, pergelangan, dan tangan. Hasil penelitian menunjukkan nilai tengah kekuatan otot ekstremitas atas sebelum intervensi adalah 2 dan setelah intervensi meningkat menjadi 3. Hasil uji bivariat dengan Uji Wilcoxon menunjukkan latihan bermain gasing berpengaruh dalam meningkatkan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke (p=0,001). Latihan gasing terbukti mampu meningkatkan repetisi gerakan, memberikan stimulasi motorik yang bermakna, serta mendorong partisipasi aktif pasien melalui elemen permainan yang menyenangkan. Kesimpulannya, latihan gasing dapat menjadi alternatif intervensi rehabilitasi yang efektif, murah, dan mudah diterapkan untuk meningkatkan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke, serta berpotensi diimplementasikan dalam program latihan klinis maupun home based therapy.
Pendidikan Kesehatan Pre- Hospital Stroke Pada Keluarga Dalam Melakukan Pertolongan Kedaruratan Pada Penderita Stroke
Edi Ruhmadi;
Agus Nurdin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v10i1.52580
Manajemen pre- hospital stroke merupakan pelayanan yang diberikan pada saat dan selama korban pertama kali ditemukan, selama proses transportasi hingga pasien tiba di rumah sakit. Penanganan korban selama fase pre-hospital dapat menjadi penentu terhadap kondisi korban selanjutnya. Perawatan pre-hospital yang tepat dan cepat dapat menurunkan angka kecacatan dan kematian akibat dari trauma atau penyakit, Bagaimana kemampuan masyarakat terhadap tindakan pre hospital penderita stroek di RW 02 wilayah kerja Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon. Penelitian ini bersifat observasional dengan metoda one group pretest dan post test design. Subjek peneltian ini berjumlah 30 orang warga RW 02 dan 04. Kelompok umur responden paling banyak di usia antar 61-70 tahun (46,7%). Jenis kelamin responden paling banyak (66,7%) adalah berjenis kelamin wanita. Responden paling banyak berpendidikan SMA (53.3%). Responden paling banyak mendapatkan informasi mengenai penyakit stroke didapatkan dari Tenaga Kesehatan (Nakes) yaitu sebesar 63.3%. Hasil pre test didapatklan bahwa responden paling banyak mempunyai pengetahuan yang kurang yaitu sebesar 86.7%. Hasil post test didapatkan bahwa responden paling banyak mempunyai pengetahuan yang baik yaitu sebesar 83.3%. Berdasarkan pada hasil analisi uji t, dengan tingkat kepercayaan 95% dan alfa <0,00 (0.5%), maka didapatkan hasil “terdapat peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan dengan dilakukannya pendidikan kesehatan di RW.02 kelurahan Argasunya wilayah kerja UPTD Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon dengan nilai Signifikansi 0.000
Pengembangan dan Uji Awal Instrumen Skrining Dini Kesehatan Emosional Anak Usia Pra-Sekolah (ISD-KE)
Zaitun Zaitun;
Ayu Yuliani S;
Lia Herliana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v10i1.52581
Gangguan emosional pada anak usia prasekolah sering tidak terdeteksi di layanan kesehatan primer karena gejalanya yang halus dan belum adanya instrumen skrining sederhana yang valid dan reliabel, sehingga diperlukan pengembangan alat skrining dini yang sesuai untuk membantu identifikasi masalah secara cepat dan akurat. Tujuan Penelitian ini bertujuan mengembangkan Instrumen Skrining Dini Kesehatan Emosional Anak Usia Prasekolah (ISD-KE) yang dapat digunakan oleh tenaga keperawatan di layanan kesehatan primer. Desain penelitian mengikuti tahapan studi pendahuluan, validitas isi oleh pakar, dan uji coba skala kecil. Tempat Pelaksanaan penelitian dilakukan di Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon. Respondennya 30 anak usia prasekolah dan tenaga keperawatan berpartisipasi dalam uji coba instrumen. Intervensi untuk pengembangan instrumen yang terdiri dari observasi klinis oleh perawat dan laporan orang tua/pengasuh. Metode Uji validitas isi dilakukan oleh empat pakar menggunakan I-CVI dan S-CVI. Uji validitas empiris menggunakan korelasi item-total dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha. Hasilnya adalah validitas isi menunjukkan nilai I-CVI 0,75–1,00 dengan S-CVI/Ave = 0,88. Dari 25 butir yang diuji, 12 butir dinyatakan valid. Reliabilitas butir valid menunjukkan Cronbach’s Alpha = 0,877 yang menandakan konsistensi internal sangat baik. Instrumen terbukti layak digunakan untuk skrining awal masalah emosional anak. Kesimpulannya ISD-KE merupakan instrumen yang valid dan reliabel untuk deteksi dini kesehatan emosional anak prasekolah. Diperlukan uji validitas konstruk dan reliabilitas lanjutan dengan jumlah sampel lebih besar
Modul Edukasi Online terhadap Peningkatan Pengetahuan Kader dalam Deteksi Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Singkawang Utara 1
Marsia Marsia;
Erni Juniartati;
Dwi Sulistyawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v10i1.52587
Stunting remains a major public health issue characterized by chronic malnutrition that affects children’s physical growth, cognitive abilities, and long-term productivity. Limited knowledge and skills among community health cadres in conducting early detection contribute to the persistence of stunting cases in Indonesia. This study aimed to evaluate the effectiveness of an educational module in improving cadres’ knowledge regarding stunting detection in the working area of Puskesmas Singkawang Utara 1. A quasi-experimental design using a pretest–posttest with control group approach was employed. A total of 63 cadres were selected through total sampling and assigned to an intervention group receiving an online educational module and a control group receiving a printed module. Knowledge was assessed before and after the intervention using a structured questionnaire. Normality testing revealed non-normally distributed data; thus, the Wilcoxon test was applied. Results showed a significant increase in knowledge scores from 38.65 to 77.14 after the intervention (p = 0.000). These findings indicate that the educational module, particularly in online form, is effective in enhancing cadres’ understanding of stunting detection and can be integrated into community-based stunting prevention programs..
Efektivitas Promosi Kesehatan oleh Teman Sebaya melalui Modul Edukasi Online terhadap Pengetahuan Remaja Putri tentang Perkawinan Usia Anak untuk Pencegahan Stunting
Lily Yuniar;
Erni Juniartati;
Marsia Marsia
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v10i1.52589
Child marriage is a risk factor contributing to increased stunting prevalence, particularly among adolescent girls with limited knowledge of reproductive health. Adolescents are highly influenced by their environment; therefore, an effective health promotion strategy is crucial. Peer-based education using online learning modules offers interactive features and easier accessibility, making it a promising method to improve adolescent understanding. This study aimed to determine the effectiveness of peer-assisted online educational modules in increasing adolescent girls’ knowledge about child marriage as part of stunting prevention efforts. A quasi-experimental design with a pretest–posttest control group was applied involving 44 adolescent girls selected through probability sampling. The intervention group received an online educational module, while the control group was given a printed module. Study results showed a significant increase in knowledge among the intervention group after receiving the online module, with a p-value of 0.000 (<0.05) based on the Wilcoxon test. These findings indicate that peer-based online educational modules effectively improve adolescents’ understanding of the risks associated with child marriage and the importance of stunting prevention.
Pengaruh Terapi Reminiscence Melalui Permainan “Domino Kenangan” Terhadap Tingkat Kesepian Lansia di Pstw
Guslinda Guslinda;
Defrima Oka Surya
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v10i1.52599
Kesepian merupakan permasalahan psikososial yang umum terjadi pada lansia yang tinggal di panti sosial dan berdampak pada kesehatan mental maupun kualitas hidup mereka. Terapi reminiscence kelompok dikenal efektif menurunkan kesepian, namun integrasi elemen budaya lokal dalam media terapi masih jarang dikembangkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi reminiscence melalui permainan Domino Kenangan berbasis budaya Minangkabau terhadap tingkat kesepian lansia di PSTW Sabai Nan Aluih Sicincin. Penelitian menggunakan desain quasi–eksperimental pre–post test dengan kelompok kontrol dengan total sampel 48 lansia yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi dilakukan dalam dua sesi selama 1 minggu, masing-masing berdurasi 45–60 menit, melibatkan aktivitas permainan domino berpasangan yang memicu diskusi kenangan melalui gambar budaya seperti Rumah Gadang, Rendang, Saluang, dan artefak tradisional lainnya. Tingkat kesepian diukur menggunakan UCLA Loneliness Scale. Analisis menggunakan uji Paired t-test menunjukkan penurunan signifikan tingkat kesepian setelah intervensi (p=0,000) pada kelompok intervensi. Analisis bivariat terhadap selisih skor kesepian sebelum dan sesudah intervensi antara kelompok kontrol dan intervensi menggunakan uji Pooled t-test didapatkan perbedaan yang signifikan (p=0,000). Hasil ini mengindikasikan bahwa terapi reminiscence melalui permainan Domino Kenangan efektif meningkatkan interaksi sosial, memicu memori positif, serta memperkuat sense of belonging lansia sehingga kesepian berkurang secara bermakna. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai program psikososial rutin di panti sosial karena mudah diterapkan, murah, dan relevan secara budaya. Penelitian lanjutan dengan desain acak terkontrol diperlukan untuk menguji efektivitas jangka panjang dan memperluas penerapannya pada berbagai kelompok lansia.
A Minuman Fungsional ‘Monjaredu’ ( Lemon Kunyit, Jahe Sereh Madu) Sebagai Terapi Komplementer Gangguan Reproduksi Pada Wanita Perimenopause Usia Dewasa Tengah
Nina Tresnayanti;
Eka Maulana;
Sri Kubillawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v10i1.52601
Perimenopause is a transitional phase experienced by women approaching menopause, characterized by significant hormonal changes and various physical and emotional symptoms. These symptoms can affect a woman's quality of life. The functional drink ‘Monjaredu’ contains lemon, turmeric, ginger, lemongrass, and honey as herbs known in traditional medicine as natural ingredients that have various health benefits. The purpose of this study was to utilize local herbs available in Indonesia, which were formulated in predetermined doses with a pleasant taste to be given to middle-aged perimenopausal women experiencing reproductive disorders. It is hoped that the Monjaredu drink can be used as a complementary therapy for perimenopausal women experiencing reproductive disorders. Monjaredu can be used as a complementary therapy for perimenopausal women experiencing reproductive disorders. The research method used was a quasi-experiment with a one-group pre- and post-test design. Symptoms were identified by conducting an initial survey (pre-test), and the effect of the intervention was measured using the Greene Climacteric Scale (GCS) symptom assessment scale with a paired t-test. The results showed that the Monjaredu functional beverage was well-received by respondents, with the majority experiencing symptom improvement and a decrease in GCS scores to an average of 19.9. The P-value was 0.01. Conclusion: There is a significant effect of Monjaredu functional beverage (lemon, ginger, turmeric, lemongrass, honey) on the improvement of reproductive disorder symptoms. Recommendations for future researchers include utilizing and promoting Monjaredu beverage as complementary therapy for perimenopausal women experiencing reproductive dysfunction. Keywords: Monjaredu; Perimenopause; reproductive disorders; Greene's Climacteric Scale
Efektivitas Penggunaan Cold Pack Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pasien Fraktur Collum Femur: Studi Kasus
Ayu Adi Novitriana;
Dian Hudiyawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v10i1.52605
Fraktur collum femur sering menyebabkan nyeri hebat yang menghambat mobilisasi pasien. Penanganan nyeri yang efektif, aman, dan minim efek samping sangat diperlukan untuk mendukung proses penyembuhan dan mencegah komplikasi akibat imobilisasi berkepanjangan. Studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas aplikasi cold pack terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien dengan fraktur collum femur. Desain studi kasus deskriptif pada pasien laki-laki 75 tahun dengan fraktur collum femur sinistra. Intervensi cold pack diberikan 20 menit, tiga kali sehari selama tiga hari, dengan penilaian nyeri menggunakan Numerical Rating Scale (NRS). Hasil menunjukkan penurunan nyeri dari NRS 7 menjadi 3, disertai penurunan nadi dari 112 menjadi 84 kali/menit dan tekanan darah dari 158 menjadi 135 mmHg. Hal ini menunjukkan aplikasi cold pack efektif sebagai intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan nyeri dan menstabilkan kondisi fisiologis pada pasien fraktur collum femur