cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 351 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2026)" : 351 Documents clear
Penerapan Art Therapy Menganyam pada Penderita Halusinasi Skizofrenia Alfi Mardiyah; Arif Widodo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53989

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan art therapy dengan menggunakan teknik menganyam sebagai intervensi bagi penderita halusinasi pendengaran pada skizofrenia. Penelitian ini juga bertujuan untuk menilai dampak intervensi ini terhadap pengurangan gejala dan peningkatan kualitas hidup pasien secara keseluruhan. Metode analisis deskriptif diterapkan dengan pendekatan studi kasus, melibatkan dua pasien yang didiagnosis mengalami halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Dr. Arif Zainudin. Data dikumpulkan menggunakan Auditory Hallucinations Rating Scale (AHRS) dan melalui pengamatan langsung selama sesi terapi. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada skor AHRS, di mana responden 1 mengalami penurunan dari 18 menjadi 12, dan responden 2 dari 14 menjadi 11. Penurunan ini menandakan efektivitas teknik menganyam dalam mengurangi gejala halusinasi. Selain itu, penelitian ini menyoroti bagaimana art therapy dapat memfasilitasi ekspresi diri dan memberikan saluran aman bagi pasien untuk mengkomunikasikan pikiran dan perasaan mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa art therapy merupakan alternatif berharga dan efektif dalam pendekatan terapeutik untuk gangguan mental berat. Kata Kunci: Art Therapy, Menganyam, Skizofrenia. Abstract This study aims to explore the application of art therapy utilizing weaving techniques as an intervention for patients experiencing auditory hallucinations in schizophrenia. The research also seeks to assess the impact of this intervention on the reduction of symptoms and the enhancement of the patients' overall quality of life. A descriptive analysis method was employed using a case study approach, involving two patients diagnosed with auditory hallucinations at Dr. Arif Zainudin Mental Hospital. Data were collected using the Auditory Hallucinations Rating Scale (AHRS) and through direct observation during therapy sessions. The results revealed a significant reduction in AHRS scores, with respondent 1 experiencing a decrease from 18 to 12, and respondent 2 from 14 to 11. This reduction indicates the effectiveness of the weaving technique in mitigating hallucination symptoms. Furthermore, the study highlights how art therapy can facilitate self-expression and provide a safe avenue for patients to communicate their thoughts and feelings. These findings suggest that art therapy represents a valuable and effective alternative in the therapeutic approach to severe mental disorders. Keywords: Art Therapy, Menganyam, Skizofrenia.
Peran Kampanye Komunikasi Digital melalui Iklan Edukasi Kesehatan Mental dalam Mengurangi Dampak Psikososial Kekerasan Berbasis Gender Online Ni Putu Sinta Dewi; Edy Chandra; I Gusti Ayu Ratna Pramesti Dasih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.54015

Abstract

Kekerasan berbasis gender online (KBGO) merupakan fenomena komunikasi digital yang berdampak signifikan terhadap kesehatan mental korban. Paparan berulang terhadap pelecehan, intimidasi, dan perundungan berbasis gender di ruang digital berkontribusi pada munculnya kecemasan, stres, depresi, rasa tidak aman, serta penurunan harga diri. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran kampanye komunikasi digital melalui iklan edukasi kesehatan mental dalam mengurangi dampak psikososial kekerasan berbasis gender online. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi peran kampanye dalam membangun kesadaran kesehatan mental dalam membentuk sikap sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan edukasi kesehatan mental berperan penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keterkaitan antara kekerasan digital dan gangguan kesehatan mental. Kampanye komunikasi digital memiliki peran secara masif pada penguatan kesadaran kolektif mengenai tanggung jawab bersama dalam menjaga kesehatan mental di ruang digital. Kesadaran ini menempatkan bahwa keamanan psikologis bukan hanya persoalan individu, tetapi merupakan hasil dari praktik komunikasi yang berlandaskan empati.
Pengaruh Penyuluhan Penerapan Gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Desa Kualu Nenas Kecamatan Tambang Tahun 2025 Rizki Rahmawati Lestari; Dessyka Febria; Zurrahmi Z.R
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.54025

Abstract

Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk serta mobilitas penduduk yang pesat mengakibatkan bertambahnya volume sampah. Mengolah sampah dengan konsep 3R yaitu reuse reduce dan recycle merupakan cara untuk mengolah sampah rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui “Pengaruh Penyuluhan Penerapan 3R dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Desa Kualu Nenas Kecamatan Tambang Tahun 2025”. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan menggunakan desain one group pretest and posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di Desa Kualu Nenas Kecamatan Tambang yang berjumlah 621 KK dengan sampel sebanyak 62 KK. Alat pengumpulan data yang dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan masyarakat sebelum diberikan penyuluhan yaitu kurang (90,3%). Pengetahuan masyarakat sesudah diberikan penyuluhan yaitu baik (99,4%). Ada pengaruh penyuluhan tentang sampah rumah tangga terhadap pengetahuan masyarakat dengan p value 0,000. Diharapkan Kepada pihak pemerintah daerah perlu adanya kerjasama dengan masyarakat terhadap peningkatan sosialisasi khususnya penanganan sampah rumah tangga melalui penyuluhan.
Analisis Kejadian Berulang TB Paru di Kabupaten Merauke, Papua Selatan Eunike Adonia Laga; Theresia Febriana Christi Tyas Utami; Dhorkas Dhonna Ruth Marpaung
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.54028

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang mendesak di Provinsi Papua, khususnya di Kabupaten Merauke yang mencatat prevalensi tinggi. Kejadian berulang TB Paru di wilayah ini diduga kuat berkaitan erat dengan aspek sosial dan budaya setempat yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh pengobatan tradisional, stigma sosial, dan budaya kumpul keluarga terhadap kejadian berulang TB Paru di Kabupaten Merauke. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study, penelitian ini melibatkan 94 responden penderita TB Paru. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik untuk melihat pengaruh simultan (Uji F) dan parsial (Uji T). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, variabel pengobatan tradisional, stigma sosial, dan budaya kumpul keluarga berpengaruh signifikan terhadap kejadian TB (Sig 0,000). Secara parsial, pengobatan tradisional (p=0,012) dan kebiasaan kumpul keluarga (p=0,000) teridentifikasi sebagai determinan dominan yang meningkatkan risiko kejadian berulang. Sementara itu, stigma sosial ditemukan tidak memiliki pengaruh signifikan (p=0,783). Kesimpulannya, faktor kebiasaan dan budaya masyarakat menjadi pemicu utama masalah ini. Disarankan agar program pengendalian TB di Merauke mengadopsi pendekatan sensitif budaya untuk meminimalkan risiko penularan akibat interaksi sosial yang intens serta menyelaraskan persepsi pengobatan masyarakat.
Faktor Dominan Penyebab Kematian Ibu Berdasarkan Risiko 4T di Kota Bogor Dyah Sari Utami; Tris Eryando
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.54030

Abstract

Latar Belakang: Kematian ibu masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di Kota Bogor. Salah satu pendekatan dalam upaya pencegahan kematian ibu adalah identifikasi faktor risiko kehamilan melalui konsep 4T, yaitu terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering melahirkan, dan terlalu dekat jarak kehamilan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor dominan penyebab kematian ibu berdasarkan faktor risiko 4T di Kota Bogor. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case control dengan pendekatan retrospektif, menggunakan data kematian ibu yang tercatat pada Dinas Kesehatan Kota Bogor tahun 2024. Sampel penelitian adalah kasus kematian ibu 15 responden dan kasus tidak ada kematian ibu 15 responden. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi square, dan multivariat menggunakan regresi logistik untuk menentukan faktor dominan. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa faktor risiko 4T yang paling banyak ditemukan pada kasus kematian ibu adalah terlalu dekat jarak kehamilan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor terlalu dekat jarak kehamilan merupakan faktor paling dominan yang berhubungan dengan kematian ibu (Exp(B)=18,44; p=0,026). Kesimpulan: Faktor risiko 4T masih berperan signifikan terhadap kematian ibu di Kota Bogor. Diperlukan penguatan kebijakan KB pasca persalinan, peningkatan kualitas pelayanan antenatal, serta edukasi kesehatan reproduksi untuk menurunkan angka kematian ibu.
Hubungan Perilaku Caring Perawat dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu Ayu Andini; Supratman Supratman
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.54056

Abstract

Perilaku caring merupakan komponen penting dalam pelayanan keperawatan yang berperan dalam meningkatkan kualitas asuhan serta pengalaman pasien selama menjalani perawatan. Caring mencakup empati, perhatian, komunikasi terapeutik, dan kemampuan perawat dalam membangun hubungan interpersonal yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu.Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 36 responden yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner perilaku caring perawat dan kuesioner kepuasan pasien. Analisis data dilakukan menggunakan uji Kendall’s tau_b karena data tidak berdistribusi normal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku caring perawat berada pada kategori baik dengan rata-rata skor 47,53, sedangkan tingkat kepuasan pasien juga berada pada kategori baik dengan rata-rata skor 47,56. Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dan tingkat kepuasan pasien (τ = 0,282; p = 0,021).Kesimpulan penelitian ini adalah semakin baik perilaku caring perawat, semakin tinggi tingkat kepuasan pasien. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kompetensi interpersonal perawat serta penguatan budaya caring guna meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.
Hubungan Kadar Glial Fibrillary Acidic Protein Serum dengan Skor Nihss dan Ich Score pada Pasien Stroke Hemoragik Dicky Lesmana; Syarif Indra; Restu Susanti; Yuliarni Syafrita; Dedi Sutia; Lydia Susanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.54075

Abstract

Hemorrhagic stroke, particularly intracerebral hemorrhage (ICH), is a major cause of mortality and morbidity and is associated with poorer outcomes than ischemic stroke. The severity of ICH is commonly assessed using the National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS) and the ICH score. Glial fibrillary acidic protein (GFAP) is an astrocytic protein released into the circulation as a result of glial tissue injury and is known to be elevated in various types of stroke, with generally higher concentrations in ICH. This study aimed to evaluate the potential of GFAP as an indicator of disease severity and clinical outcomes in ICH. This was an observational analytic study with a cross-sectional design conducted in patients with hemorrhagic stroke hospitalized at RSUP Dr. M. Djamil Padang from February to July 2025. Serum GFAP levels were measured using the ELISA method, while disease severity and mortality were assessed using the NIHSS and ICH score. Statistical analysis was performed using one-way ANOVA or the Kruskal–Wallis test to examine the relationship between GFAP and NIHSS, and Pearson or Spearman correlation tests to evaluate the relationship between GFAP and the ICH score. Most subjects had moderate stroke severity based on the NIHSS (48.57%). The median serum GFAP level was 3.41 ng/mL (1.75–17.7). Analysis showed a significant difference in GFAP levels across the three NIHSS severity categories (p = 0.001), particularly between the mild–severe (p = 0.002) and moderate–severe (p = 0.001) groups. Spearman correlation analysis demonstrated a significant positive correlation between GFAP levels and the ICH score (p = 0.000; r = 0.481). In addition, GFAP levels were significantly higher in patients with hemorrhage volumes >30 cc compared with those ≤30 cc (median 7.29 vs 3.24 ng/mL; p = 0.000). Serum GFAP levels were significantly associated with NIHSS score, ICH score, and hemorrhage volume in patients with hemorrhagic stroke. These findings support the use of GFAP as a biomarker for assessing severity and prognosis in hemorrhagic stroke.
Hubungan Faktor Maternal, Fetal, dan Ketepatan Rujukan dengan Keputusan Sectio Caesarean di Rsud Bangil Periode Januari–Maret 2025 Anis Puji Rahayu; Diadjeng Setya Wardani; Krisjentha Iffah Agustasari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.54098

Abstract

Background: In obstetric emergencies, cesarean section (CS) is a crucial surgical intervention to save both mother and baby. Although the WHO recommends an optimal CS rate of 10–15%, the prevalence of CS at Bangil Regional Hospital has risen sharply to 80% in 2024. This marked deviation from the standard prompted a study to analyze the key factors influencing CS decision-making at the hospital.Objective: To analyze the relationship between maternal factors, fetal factors, and referral accuracy with the decision to perform CS at Bangil Regional Hospital. Methods: This quantitative study employed a cross-sectional design involving 202 women who gave birth during the first trimester of 2025, selected through simple random sampling. Secondary data from medical records were analyzed using the Chi-square test to examine the association between maternal, fetal, and referral variables and the likelihood of undergoing CS. Results: The decision to perform CS was significantly associated with a history of previous CS (p = 0.001), comorbid conditions (p = 0.040), other maternal medical indications (p = 0.041), and fetal distress (p = 0.001). In contrast, maternal age, parity, and referral accuracy showed no significant association. These findings indicate that CS decisions are more strongly influenced by maternal and fetal clinical urgency than by demographic or systemic factors. Strengthening risk detection and optimizing maternal–fetal monitoring are therefore essential to reduce morbidity and mortality.
Prediction Model Of Organizational Factors Affecting Medical And Health Care Workers’ Performance At Rsud Jend. Ahmad Yani Metro Ahmad Farizan Radhitya; Bayu Anggileo Pramesona; Susianti Susianti; Betta Kurniawan; Jhons Fatriyadi Suwandi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.54106

Abstract

The performance of medical and health care workers is a crucial indicator of hospital service quality. Performance is influenced by various factors, including individual characteristics, organizational conditions, and psychological and work-environment factors. This study aimed to analyze factors associated with the performance of medical and health care workers at RSUD Jend. Ahmad Yani Metro City and to develop a predictive model of performance based on these factors. This study employed a cross-sectional design and involved 205 medical and health care workers. The variables analyzed included sociodemographic characteristics, work motivation, workload, work stress, leadership style, and remuneration. Data were analyzed using bivariate analysis and multivariate logistic regression. A total of 80% of respondents demonstrated good performance. Bivariate analysis showed significant associations between performance and workload (p < 0.001), work stress (p < 0.001), leadership style (p < 0.001), and remuneration (p < 0.001). The predictive model indicated that respondents exposed to high workload, high work stress, poor leadership style, and low remuneration had a low probability of good performance (5.7%). These findings suggest a cumulative effect of the four factors, which interact and reinforce one another in contributing to decreased performance among medical and health care workers at RSUD Jenderal Ahmad Yani, Metro.
Determinan Kejadian Hipertensi Gestasional Pada Ibu Hamil di Rsia Husada Bunda Kabupaten Kampar Erlinawati Erlinawati; Elvira Harmia
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.54110

Abstract

Gangguan hipertensi merupakan masalah utama pada kehamilan dan penyebab penting morbiditas serta mortalitas ibu dan janin. WHO melaporkan bahwa gangguan hipertensi dalam kehamilan berkontribusi besar terhadap kematian ibu secara global. Hipertensi gestasional ditandai dengan tekanan darah ≥140/90 mmHg yang muncul setelah usia kehamilan 20 minggu. Tujuan peneltian untuk mendeskripsikan determinan kejadian hipertensi gestasional pada ibu hamil. Jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan variabel determinan kejadian hipertensi gestasional pada ibu hamil. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan September-Oktober 2024 di RSIA Husada Bunda Salo tahun 2024. Populasi dan sampel penelitian yaitu ibu hamil dengan usia kehamilan > 20 minggu dengan jumlah 89 orang. Hasil penelitian dari 89 responden di RSIA Husada Bunda Salo, sebagian besar responden berumur <20->35 tahun sebanyak 73 (82,0%) responden, sebagian besar responden berada pada usia kehamilan 28-37 minggu sebanyak 57 (64,0%), sebagian besar responden memilki paritas 1 dan > 3 sebanyak 64 (71,9%), sebagian besar responden tidak memiliki riwayat hipertensi keturunan sebanyak 55 (61,8%), dan sebagian besar responden sebagai IRT sebanyak 52 (58,4%). Kesimpulannya adalah bahwa determinan kejadian hipertensi gestasional pada ibu hamil di RSIA Husada Bunda Salo adalah usia berisiko (<20 dan >35 tahun), usia kehamilan trimester III, paritas berisiko (1 dan >3), tidak memiliki riwayat hipertensi keturunan, dan berstatus sebagai ibu rumah tangga.