cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 351 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2026)" : 351 Documents clear
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Perawat Bangsal Rawat Inap di RSUD. Dr. Moewardi Surakarta Adriana Mardiah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51693

Abstract

Perawat merupakan profesi yang memiliki tugas dalam melakukan penanganan pada perawatan pasien dan asuhan kepada pasien pada rawat jalan, rawat inap, dan pelayanan kegawatdaruratan, kinerja perawat perlu mendapat perhatian agar mutu pelayanan rumah sakit terhadap pasien tetap terjaga. Tujuan penelitian ini untuk menganallisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pada perawat di bangsal rawat inap RSUD Dr. Moewardi. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Variabel independen yaitu pnegaturan jam kerja, kepemimpinan, beban kerja, dan motivasi kerja. Vaiabe dependen adalah kinerja perawat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober-November 2023. Sampel sebanyak 128 perawat dipilih menggunakan random sampling. Kinerja perawat dapat ditingkatkan dengan pengaturan jam kerja non-shift (aOR=0.47; 95%CI= 0.21 hingga 1.04; p=0.063), kepemimpinan yang baik (aOR=2.55; 95% CI=1.12 hingga 5.77;p=0.025). beban kerja tinggi (aOR=0.69; 95% CI=0.32 hingga 1.51;p=0.356) dan motivasi kerja (aOR=1.05; 95% CI=0.74 hingga 3.40; p=0.931). kinerja perawat dapat ditingkatkan dengan kepemimpinan yang baik dan motivasi kerja yang baik, dan dapat menurun dengan pengaturan kerja non-shift, dan beban kerja yang tinggi. Diharapkan rumah sakit Dr.Moewardi dapat meningkatkan kualitas kepemimpinan dan motivasi sehingga dapat meningkatkan kinerja pada perawat.
Educational And Support Group Interventions To Improve Adherence In Hypertensive Patients: A Systematic Review Kartika Milaningrum; Makhfudli Makhfudli; Eka Mishbahatul M. Has
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51698

Abstract

Hypertension is a chronic condition frequently associated with poor treatment adherence, emphasizing the importance of self-care–based intervention strategies. This systematic review aims to assess the effectiveness of educational and support group interventions rooted in self-care theory in enhancing adherence and controlling blood pressure among individuals with hypertension. The review followed the PRISMA 2020 guidelines, with articles retrieved from seven databases (Scopus, PubMed, ProQuest, ScienceDirect, SAGE Journals, Springer Nature, and Cochrane Library) published between January 2020 and December 2025. Eligible studies were randomized controlled trials (RCTs) that evaluated the impact of education or support interventions on adherence and blood pressure outcomes. Methodological quality was assessed using the JBI Critical Appraisal Checklist. Out of 320 identified articles, 9 RCTs met the inclusion criteria, conducted in Indonesia, Iran, Egypt, China, and Turkey, involving a total of 1,011 participants aged 60–74 years. The interventions included structured education sessions, self-directed modules based on self-care theory, group discussions, and peer support activities. Most studies reported improvements in medication adherence and healthy lifestyle behaviors, along with significant reductions in both systolic and diastolic blood pressure. Self-care–based interventions were found effective in increasing patient engagement in hypertension management. However, the diversity in intervention formats and durations highlights the need for standardization. These strategies are feasible for implementation in both community and primary care settings.
Pengaruh Virtual Reality Terhadap Kecemasan anak yang menjalani Tindakan Prosedural Farid Talango; Joey Anung Aninditya Widodo; Adriana Mardiah; Fadma Aji Pramudita
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51703

Abstract

Latar Belakang: Tindakan prosedural pada anak sering menimbulkan kecemasan yang berdampak pada peningkatan respons stres dan ketidaknyamanan selama perawatan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang terbukti efektif dalam menurunkan kecemasan adalah penggunaan teknologi Virtual Reality (VR) sebagai metode distraksi visual. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Virtual Reality terhadap kecemasan anak yang menjalani tindakan prosedural. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi- eksperimen one group pretest-posttest dengan jumlah sampel 36 anak berusia 3–12 tahun yang menjalani tindakan prosedur. Intervensi Penggunaan VR selama 5–10 menit sebelum dan selama prosedur berlangsung dan diukur menggunakan Modified Yale Preoperative Anxiety Scale–Short Form (m-YPAS-SF). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Hasil menunjukkan terdapat penurunan signifikan rata-rata skor kecemasan anak dari 46,82 (SD = 11,608) menjadi 26,06 (SD = 3,857) setelah intervensi VR, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). VR efektif menurunkan kecemasan anak selama tindakan prosedural. Simpulan: Virtual Reality terbukti efektif sebagai metode distraksi nonfarmakologis yang dapat menurunkan kecemasan dan meningkatkan kenyamanan anak selama tindakan prosedural. Kata Kunci: Virtual Reality, Kecemasan Anak, Tindakan Prosedural. Abstract Background: Procedural interventions in children often cause anxiety, leading to increased stress responses and discomfort during treatment. One of the non-pharmacological interventions proven effective in reducing anxiety is the use of Virtual Reality (VR) as a visual distraction method. Objective: This study aimed to determine the effect of Virtual Reality on anxiety levels in children undergoing procedural interventions. Methods: This study used a quasi-experimental one-group pretest–posttest design involving 36 children aged 3–12 years who underwent procedural interventions. The intervention consisted of using Virtual Reality for 5– 10 minutes before and during the procedure, and anxiety levels were measured using the Modified Yale Preoperative Anxiety Scale–Short Form (m-YPAS-SF). Data were analyzed using the Wilcoxon test with a significance level of p < 0.05. Results: The findings showed a significant decrease in the mean anxiety score from 46.82 (SD = 11.608) to 26.06 (SD = 3.857) after the VR intervention, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). Virtual Reality (VR) is effective in reducing children’s anxiety during procedural interventions. Conclusion: Virtual Reality has been proven to be an effective non-pharmacological distraction method that can decrease anxiety and enhance comfort in children undergoing procedural treatments
Effectiveness of Psychosocial and Clinical Interventions to Improve Psychological Well-Being in Older Adults: A Systematic Review Desi Novitasari; Retno Indarwati; Rista Fauziningtyas
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51719

Abstract

Introduction: Older adults are prone to decreased psychological well-being due to biological, social, and emotional changes. Non-pharmacological interventions offer alternative approaches to improving mental health in older adults. Methods: This systematic review analysed nine RCTs of intervention studies published between 2022–2024. The study evaluated the effectiveness of various interventions such as mindfulness, reminiscence therapy, virtual reality, and community social support. Results: Most studies (n = 9) eported improvements in psychological well-being, spirituality, and quality of life, as well as a decrease in symptoms of depression and anxiety. Community-based and self-reflective interventions such as life story reviews and Mindfulness-Based Elder Care (MBEC) howed significant results. Social support and psychological empowerment have proven to be important mediators of intervention success. Conclusions: Non-pharmacological interventions have great potential in improving the well-being of older adults. Further comprehensive and ongoing research is needed to ensure long-term effectiveness. Keywords: awareness; memory therapy; non-pharmacological interventions; psychological well-being; social support.
Hubungan Derajat Keparahan Akne Vulgaris dengan Tingkat Kepercayaan Diri pada Mahasiswi Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha Ni Kt. Selma Rigatiani Contana; Ni Putu Dewi Sri Wahyuni; Ni Luh Kadek Alit Arsani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51725

Abstract

Wajah memiliki dampak besar pada penampilan visual, Akne vulgaris dapat mempengaruhi fungsi emosional, sosial, dan psikologis, serta kualitas hidup seseorang. Akne vulgaris merupakan peradangan kronis pada unit pilosebasea ditandai dengan komedo, papula, pustula, dan terkadang nodul atau kista, terutama pada wajah, dada, dan punggung. Di Indonesia, prevalensi akne juga cukup tinggi, terutama pada usia produktif, termasuk mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Akne vulgaris dengan tingkat kepercayaan diri pada mahasiswi. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional study. Responden yang dilibatkan sebagai sampel penelitian adalah 67 orang yang diambil menggunakan metode purposive sampling. Uji statistik menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Dari hasil penelitian ini berdasarkan hasil analisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman, diperoleh nilai koefisien korelasi (rₛ) = -0,311 dengan nilai signifikansi (p) = 0,011 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif dengan kekuatan sedang dan signifikan secara statistik antara derajat akne vulgaris dan tingkat kepercayaan diri pada remaja. Kata Kunci: akne vulgarisi, kepercayaan diri, remaja.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa Keperawatan Lulusan Periode Juni 2024 Universitas Advent Indonesia Venda Angelica Sekerone; Lyna Hutapea
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51736

Abstract

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) merupakan indikator utama keberhasilan akademik mahasiswa keperawatan. Namun, variasi IPK antar mahasiswa menunjukkan adanya pengaruh faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi IPK mahasiswa S1 Keperawatan Universitas Advent Indonesia lulusan periode Juni 2024. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi terdiri dari 25 mahasiswa dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan data sekunder dari Biro Administrasi Akademik, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,721, artinya 72,1% variasi IPK dijelaskan oleh delapan variabel independen. Uji F menunjukkan pengaruh simultan yang signifikan (Sig. 0,000), sedangkan uji t menunjukkan variabel motivasi belajar, kebiasaan belajar, dukungan keluarga, kualitas pengajaran, serta fasilitas dan sumber belajar berpengaruh signifikan. Disimpulkan bahwa faktor internal dan eksternal berperan penting dalam pencapaian IPK mahasiswa keperawatan.
Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa Pelayanan (Marketing Mix) Terhadap Loyalitas Pasien di Klinik Gigi Family Dental Care Daerah Bandung Wilayah Leuwipanjang, Buah Batu, Cibeureum dan Soreang Ari Munandar; Kosasih Kosasih; Vip Paramarta; Farida Yuliaty; Rukhiyat Syahidin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51745

Abstract

This study aims to analyze the effect of the marketing mix of products, prices, promotions, places, people, processes, and physical evidence on patient loyalty at the Family Dental Care dental clinic in the Bandung area of Leuwipanjang, Buah Batu, Cibeureum, and Soreang. The marketing mix can be used as a marketing strategy to facilitate the clinic's or health service provider's marketing objectives. This study employs a survey method with a descriptive and verifiable approach. The sample used in this study consists of patients who visited the Family Dental Care dental clinic in the Bandung region, specifically in the areas of Leuwipanjang, Buah Batu, Cibeureum, and Soreang, with a total sample size of 384 respondents. The analysis used includes descriptive analysis and verifiable analysis using multiple linear regression. Result. The results of the descriptive analysis, when depicted using a continuum line, show that the marketing mix aspects of product, promotion, people, and physical evidence are rated as “Good to Very Good.” Meanwhile, the marketing mix aspect of place is rated as “Good.” The marketing mix aspects of price, process, and patient loyalty are rated as “Very Good,” which requires improvement and evaluation in order to address the shortcomings that have been identified. Meanwhile, the results of the confirmatory analysis using multiple linear regression analysis obtained from the regression equation are as follows: Y = -0.103 + 0.027X₁ + 0.364X₂ + 0.085X₃ + 0.375X₄ + 0.121X₅ – 0.097X₆ + 0.012X₇. The results of the multiple linear regression analysis indicate that the physical evidence variable contributes the least to patient loyalty compared to the other variables. In contrast, the process variable demonstrates that each increase in patients perception of the process factor leads to a decrease in patient loyalty by –0.097. Conclusion. The results of the hypothesis test using the t-test (paired) found that the product marketing mix and physical evidence variables did not have a significant effect on patient loyalty, while the price, promotion, place, and people marketing mix variables had a positive and significant effect on patient loyalty. Additionally, the process marketing mix variable had a negative and significant effect on patient loyalty. For the F test (simultaneous), the variables of product marketing mix, price, promotion, place, people, process, and physical evidence have a positive and significant effect on patient loyalty with a calculated F value > table F value (390.20 > 2.395).
Faktor Determinan PSN, Karakteristik Individu, dan Lingkungan Terhadap Kejadian DBD di Provinsi Papua Tengah: Analisis Data SKI 2023 Yulinda Lubis; Budi Hartono
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51830

Abstract

Di Indonesia, Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi. Provinsi Papua Tengah yang merupakan wilayah endemis malaria, tidak luput dari adanya kasus DBD. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi DBD mencapai 3,90%, dengan container index (CI) berkisar 2,56-5,90, sehingga menjadi angka tertinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN), karakteristik individu, kondisi lingkungan rumah tangga memengaruhi kasus DBD di Papua Tengah, dengan menggunakan metode cross-sectional. Data sekunder dari hasil SKI 2023 di Provinsi Papua Tengah, dengan total responden sebanyak 5.408 serta menggunakan analisis univariat, uji chi square untuk bivariat, dan uji regresi logistik untuk model determinan multivariat. Hasil menunjukkan tujuh variabel diidentifikasi memiliki korelasi signifikan dengan DBD: umur, pekerjaan, tempat tinggal, larvasidasi, menutup penampungan air, memusnahkan barang bekas dan ketersediaan air, di mana tempat tinggal menjadi faktor utama, yaitu warga di daerah pedesaan lebih rentan terinfeksi DBD sebanyak 2,84 kali dibandingkan yang tinggal di perkotaan (OR=2,843; 95% CI=1,963–4,116). Kesimpulan penelitian menunjukkan faktor individu, lingkungan, dan perilaku pencegahan, memengaruhi kasus DBD, sehingga diperlukan intervensi PSN 3M Plus yang lebih besar, mencakup pembersihan dan penutupan tempat penampungan air serta daur ulang barang bekas serta meningkatkan partisipasi masyarakat agar risiko penularan DBD dapat berkurang. Kata kunci: Demam Berdarah Dengue, Pemberantasan Sarang Nyamuk, Faktor Risiko
Hubungan Gaya Hidup dengan Risiko Sindroma Metabolik Annissa Niken Larashati; Okti Sri Purwanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51852

Abstract

Sindrom metabolik adalah kelompok gangguan dalam proses metabolisme tubuh, yang mencakup obesitas di area pusat tubuh, kadar gula darah yang tinggi, tekanan darah tinggi, serta ketidakseimbangan kadar lemak dalam darah. Kelompok gangguan ini bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya hidup dengan risiko mengalami sindrom metabolik pada peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) di Puskesmas Kartasura. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 100 orang lansia yang tergabung dalam PROLANIS, dan 80 dari mereka dipilih menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan melalui kuesioner gaya hidup yang ter uji valid dan reliabel dengan nilai Cronbach’s alpha = 0,894, serta pemeriksaan fisik berdasarkan kriteria NCEP-ATP III, yaitu lingkar perut, tekanan darah, kadar HDL, trigliserida, dan kadar gula darah puasa. Hasil analisis dengan uji Chi- square menunjukkan 73,8% responden memiliki gaya hidup sehat, namun 56,3% di antaranya masih berisiko mengalami sindrom metabolik (p = 0,150). Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara gaya hidup dengan risiko sindrom metabolik, karena berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan kondisi biologis juga turut memengaruhi.
Fatherlessness as a Risk Factor for Suicide among Nursing Students in Indonesia: An Attachment Theory Perspective Fatin Karimatunnisa; Meida Laely Ramdani; Suci Ratna Estria; Wahyu Riyaningrum
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51946

Abstract

Suicide is the third leading cause of death among young people worldwide. Contributing  factors including family dysfunction and weak parent–child attachment. One prominent issue is the loss of a father’s role, either physically or emotionally, known as fatherlessness. This condition can hinder emotional regulation and increase vulnerability to mental health problems. Nursing students represent a high-risk group due to academic and clinical pressures. This study aimed to analyze the relationship between the level of fatherlessness and suicide risk among nursing students based on attachment theory. A quantitative cross-sectional design was used with 351 respondents selected through purposive sampling. The instruments included the Nurturant Father Involvement and Reported Father Involvement scales to measure fatherlessness, and the Suicide Behavior Questionnaire Revised (SBQ-R) to assess suicide risk. Results showed a significant relationship between fatherlessness and suicide risk (p < 0.001) with a moderate strength of association (Cramer’s V = 0,273). These findings emphasize that secure attachment as a protective factor for emotional well-being and highlight of paternal involvement as part of preventive efforts to reduce suicide risk among nursing students. Practical implications include educational institutions conducting family-based mental health screenings and educating on fathers’ caregiving importance to prevent suicide

Page 7 of 36 | Total Record : 351