cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 43 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2 (2026)" : 43 Documents clear
Uji In Vivo Aktifitas Antihiperurisemia Ekstrak Etanol Bunga Melinjo (Gnetum Gnemon L.) Anna Maria Dewajanti; Agus Limanto; Bella N. Wijaya; Erma Mexcorry Sumbayak; Hendrik Kurniawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55409

Abstract

Hiperurisemia merupakan keadaan di mana kadar asam urat di dalam darah tinggi sehingga dapat menimbulkan penyakit gout, kerusakan ginjal, dan komplikasi lain. Dalam beberapa dekade terakhir, peneliti mulai mengembangkan tanaman obat untuk menyembuhkan beberapa penyakit, salah satunya adalah tanaman melinjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antihiperurisemia ekstrak bunga melinjo (Gnetum gnemon L). Desain penelitian eksperimental ini pre-post test control group. Aktivitas antihiperurisemia dinilai melalui pengukuran kadar asam urat plasma darah tikus putih Sprague Dawley yang diinduksi hiperurisemia. Kelompok perlakuan menerima ekstrak dengan dosis 450 mg/kgBB dan 900 mg/kgBB, yang dibandingkan dengan kelompok kontrol positif (allopurinol 90 mg/kgBB) dan negatif (Na- CMC 0,5%). Pemberian ekstrak dosis 450 mg/kgBB dan 900 mg/kgBB secara signifikan menurunkan kadar asam urat darah, dengan nilai p < 0,05 (Uji Wilcoxon), begitu pula dengan allopurinol. Pada analisis antar kelompok, kadar asam urat hari ke-7 berbeda bermakna (uji Kruskal–Wallis), dengan perbedaan terutama antara kontrol negatif dan kelompok perlakuan/kontrol positif (post-hoc Bonferroni). Tidak terdapat perbedaan bermakna antara kontrol positif dan kelompok ekstrak pada hari ke-7. Hasil penelitian ini membuktikan potensi ekstrak bunga melinjo sebagai agen alami dan berperan dalam pengelolaan antihiperurisemia. Temuan ini mendukung pengembangan terapi alternatif berbasis bahan alami dengan risiko efek samping yang lebih rendah
Hubungan Tingkat Sosial Ekonomi Pasien dengan Kepatuhan dalam Menjalani Pengobatan di RSUD I.A Moeis Samarinda Nadya Febriantie; M. Ardan; Nurhasanah Nurhasanah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55416

Abstract

Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan penyakit kronis merupakan faktor penting dalam keberhasilan terapi, namun masih dipengaruhi oleh berbagai determinan, salah satunya tingkat sosial ekonomi. Perbedaan kondisi sosial ekonomi dapat memengaruhi kemampuan pasien dalam mengakses layanan kesehatan, memenuhi kebutuhan pengobatan, serta mempertahankan kepatuhan terapi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat sosial ekonomi pasien dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan di RSUD I.A Moeis Samarinda. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 400 pasien penyakit kronis rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur untuk mengukur tingkat sosial ekonomi dan kepatuhan pengobatan, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat sosial ekonomi yang baik (87,1%) dan tingkat kepatuhan pengobatan yang tinggi (94%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan antara tingkat sosial ekonomi dengan kepatuhan pengobatan, namun dengan kekuatan hubungan yang lemah. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun sosial ekonomi berperan dalam mendukung kepatuhan pasien, faktor lain seperti pengetahuan, motivasi, dukungan keluarga, dan sistem pelayanan kesehatan juga memiliki pengaruh yang lebih dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kepatuhan pengobatan perlu dilakukan melalui pendekatan komprehensif yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada edukasi pasien dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Radiografi Thorax dengan Sangkaan Fraktur Kominutif Costae di Rumah Sakit X di Kota Medan Fitler Aritonang; Manumpan Sihombing; Ismadi Sihombing; Cristanti Sihombing
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55424

Abstract

Radiografi Thorax adalah modalitas pencitraan yang paling umum untuk penyakit paru. Fraktur kominutif costae adalah cedera pada dada akibat benturan keras yang menyebabkan patah tulang rusuk lebih dari satu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi teknik pemeriksaan radiografi thorax pada pasien dengan kondisi umum buruk akibat kecelakaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada satu pasien di RS X di Kota Medan. Teknik pemeriksaan menggunakan proyeksi Antero-Posterior (AP) dengan pengolahan film Digital Radiography (DR). Hasil penelitian menunjukkan adanya fraktur kominutif di os costae 3, 4, 5, 6, 7 posterior kanan serta os costae 3, 4, 9, 10 posterior kiri. Penggunaan teknik High kV (110 kV) efektif dalam mengurangi dosis radiasi dan mengatasi unsharpness movement pada pasien sesak napas.
Prevalencies of Ovarian pregnancy confirmed by Histopathological examination: A rare case Fita Maulina; Purnawan Senoaji; Yuyun Lisnawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55438

Abstract

Ovarian pregnancy is a rare form of ectopic pregnancy with an estimated incidence ranging from 1 in 2,100 to 1 in 7,000 pregnancies, accounting for only 1–3% of all ectopic cases. Despite its rarity, it remains a diagnostic challenge because its clinical presentation closely resembles tubal pregnancy and ultrasound findings are often inconclusive. Therefore, definitive diagnosis is frequently established during surgery and confirmed through histopathological examination. This study aims to report the prevalence of ovarian pregnancy at Persahabatan General Hospital between January 2015 and April 2019. During the study period, 151 cases of ectopic pregnancy were recorded, of which three were confirmed as ovarian pregnancies, resulting in a prevalence of 0.01%. All patients required surgical management with unilateral salpingo-oophorectomy due to their clinical and hemodynamic conditions. The findings highlight the importance of thorough history taking, early antenatal care, and routine first-trimester transvaginal ultrasound to improve early detection. Management decisions should be individualized based on the patient’s hemodynamic stability to prevent complications and ensure optimal outcomes. Keywords: Ovarian pregnancy, Ectopic pregnancy, Viable ovarian pregnancy
Sustainability-Oriented Employee Mindsets as a Foundation for Environmental Health in the Palm Oil Sector Muhammad Reza Aulia; Zulkarnain Lubis; Vivi Gusrini Rahmadani; Darmansyah Siregar; Mehaga Bastanta Sinulingga; Fantashir Awwal Fuqara; Utari Azrani; Cut Salsabila
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55523

Abstract

This study explores employee mindsets and their influence on sustainable agriculture within PTPN III (Persero), a state-owned enterprise in Indonesia’s palm oil sector. Using a qualitative case study design, thirty employees from field, supervisory, and administrative levels participated in semi-structured interviews conducted between January and June 2025. Thematic analysis identified six dominant mindsets: profit-oriented, compliance, growth, innovation, collaborative, and infinite. These represent a continuum from short-term productivity and regulatory adherence to long-term, visionary, and intergenerational commitments to sustainability. The analysis further revealed six traits influencing sustainability behavior: environmental awareness, social responsibility, ethical consciousness, innovation orientation, collaborative spirit, and advancement drive. Employees with higher levels of these traits actively engaged in environmentally responsible practices, while those with lower awareness demonstrated compliance-based behavior. The findings suggest that a sustainability-oriented mindset, characterized by long-term vision, accountability to nature and society, and adaptability to global challenges, is essential for advancing sustainable agriculture in PTPN III. Theoretically, this study contributes to organizational behavior and sustainability research by illustrating how employee mindsets shape sustainability implementation in agribusiness organizations.
Kesiapsiagaan Tatanan Rumah Tangga Dalam Menghadapi Gempa dan Tsunami di Wilayah Zona Merah Kota Padang Ade Ria Nofrianti; Sesmeri Haryani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55533

Abstract

Preparedness efforts aimed to reduce impacts from disasters. Padang City lies between Indo-Australian Plate meeting and Eurasian Plate wich vulnerable to earthquake and tsunami. 65% of population in Padang City live in red zone. This study aims to see household preparedness to face the earthquake and tsunami in the red zone area.This study uses combination method. Sampling data were done with multistage random sampling of 417 respondents, quantitative data were collected through questionnaires and qualitative data obtained by in-depth interview and focus group and discussion. Data were analyzed by univariate, bivariate (chi-square) and multivariate (logistic regression). The result of the research shows that there are correlation between knowledge, attitude, household policy, emergency response plan, disaster warning system, and resource mobilization, with the preparedness of the household order. Emergency response plans are the dominant variables associated with household preparedness. There are several obstacles in improving the preparedness of the household order to face the earthquake and tsunami. It is recommended that the government conduct training and simulation of disaster preparedness on a regular basis and improve the socialization of preparedness by utilizing information technology, preparing emergency response plan as household policy to face the earthquake and tsunami.
Hambatan Kemampuan Individu Dalam Menjalankan Manajemen Diri Pasca Stroke: Studi Kualitatif Rhiana Eviranita Sariani; Reni Prima Gusty; Fitri Mailani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55540

Abstract

Stroke merupakan penyakit kronis yang memerlukan manajemen diri berkelanjutan untuk mencegah kekambuhan dan komplikasi lanjutan. kini menjadi salah satu tantangan besar dalam dunia kesehatan. Secara global, terdapat 93,8 juta penyintas stroke dan 11,9 juta kasus baru, dengan 87% di antaranya adalah stroke iskemik (CDC, 2024). Namun, tidak semua pasien pasca stroke mampu menjalankan manajemen diri secara optimal di rumah. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi hambatan kemampuan pasien pasca stroke dalam menjalankan manajemen diri. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan wawancara mendalam semi-terstruktur pada enam pasien pasca stroke rawat jalan di Poli Saraf Rumah Sakit Universitas Andalas. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik Braun & Clarke. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema utama, yaitu hambatan pemahaman manajemen diri, hambatan literasi kesehatan serta hambatan kemampuan fungsional Tubuh dalam melakukan aktifitas fisik. Ketiga hambatan ini memengaruhi kemampuan pasien dalam menjalankan pengobatan, rehabilitasi, modifikasi gaya hidup, dan pencegahan kekambuhan. Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi edukasi dan rehabilitasi berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan manajemen diri pasien pasca stroke di rumah.
Pengaruh Terapi Akupresur Terhadap Mual Muntah pada Orang dengan HIV-AIDS yang Mengkonsumsi Obat Antiretroviral Aulia Mahesa; Emil Huriani; Dally Rahman
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mual dan muntah merupakan efek samping yang sering dialami orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) pengguna antiretroviral (ARV) dan dapat menurunkan kepatuhan pengobatan. Terapi komplementer yang aman dan non-invasif diperlukan sebagai upaya pendukung penatalaksanaan efek samping tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi akupresur terhadap mual muntah pada ODHIV pengguna ARV. Metode penelitian menggunakan desain quasy-experiment dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Penelitian dilakukan pada 3 wilayah kerja puskesmas di Kota Jambi selama 3 hari berturut-turut dengan 42 sampel yang dipilih menggunakan consecutive sampling. Kelompok intervensi diberikan terapi akupresur selama 3 hari dengan pengukuran mual muntah 4 kali, sedangkan kelompok kontrol hanya dilakukan pengukuran mual muntah 4 kali tanpa terapi. Instrumen menggunakan kuesioner Rhodes Index of Nausea, Vomiting, and Retching (INVR). Analisis data menggunakan SPSS versi 25 dengan General Linear Model Repeated Measures. Hasil menunjukkan penurunan signifikan (p-value <0.05) skor mual muntah pada kelompok intervensi di Post-Test 1 (11.57), Post-Test 2 (10.29) dan Post-Test 3 (8.33) dibandingkan dengan kelompok kontrol. Disimpulkan bahwa terapi akupresur efektif sebagai intervensi nonfarmakologi untuk mengurangi mual muntah dan dapat dipertimbangkan dalam praktik keperawatan.
Hubungan Rasio Neutrofil-Limfosit dan Derajat Keparahan Pasien Stroke Iskemik Akut Martina Rentauli Sihombing; Priska Angeline Alang; Sinsanta Sinsanta; Harny Edward
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55659

Abstract

Stroke merupakan penyebab kematian kedua dan disabilitas di dunia. Keterkaitan proses inflamasi pada stroke iskemik menimbulkan kerusakan jaringan yang progresif. Peran Rasio Neutrofil-Limfosit (RNL) sebagai penanda inflamasi akan menilai keterkaitan tersebut dengan luaran klinis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara RNL dengan derajat keparahan pasien stroke iskemik akut. Studi ini menggunakan desain analitik cross-sectional pada pasien stroke iskemik akut yang dirawat di RSUD Prof. Dr. W Z Johannes Kupang yang diambil dengan consecutive sampling. Empat puluh pasien yang mengalami stroke iskemik akut dengan onset <72 jam dilakukan penghitungan RNL. Derajat keparahan dinilai menggunakan National Institute of Health Stroke Scale (NIHSS) saat pasien masuk rumah sakit. Hasil studi menunjukkan terdapat korelasi positif antara Rasio Neutrofil-Limfosit (RNL) dan National Institute of Health Stroke Scale (NIHSS), dengan nilai p = 0.000 dan τ = 0.736. Kesimpulan adalah angka RNL yang meningkat dapat mempresentasikan luaran klinis pasien yang buruk.
Peran Fermentasi Buah Morinda Citrifolia Sebagai Antimikroba Elli Arsita; Calvin Sasongko; Erma Mexcorry Sumbayak
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55665

Abstract

The development of germ resistance cases due to excessive use of antibiotics is rampant and alternatives that are used in replacing the role of antibiotics also vary, one of which is by utilizing plant components or better known as phytotherapy. Morinda citrifolia is an alternative example that can be used as phytotherapy. Morinda citrifolia used are ones that have been fermented for 14 days. Active compounds in Morinda citrifolia have many functions, one of which can be used as an antimicrobial. The aim of this study is to test the efficacy of Morinda citrifolia fruit fermentation as an antimicrobe. The method used in this study is to use a multilevel dilution system of Morinda citrifolia’s fermented liquid which is then followed by the method of discs and broth dilution. On the disc method, 50µl of each tube dilution will be taken, then dropped into the well in culture of Staphylococcus aureus and Escherichia coli. The broth dilution method is done to determine the inhibition and killing zone the minimum in both microbes. The effectivity of Morinda citrifolia fermentation on Staphylococcus aureus and Escherichia coli was proven by 100% concentration on Mueller Hinton media in order to form a inhibition zone of 13.95mm and 11.60mm. Inhibitory zone of 11.04 mm was formed in Staphylococcus aureus only at a concentration of 50%. Meanwhile, In the broth dilution method, Morinda citrifolia fermentation in both microbes has the same minimum killing rate at a concentration of 25%. Conclusion, Morinda citrifolia fruit fermentation is effective as an antimicroba.