cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Hubungan Spiritualitas dengan Self Management Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Simpang Tiga Kota Pekanbaru Emul Yani; Gusbakti Gusbakti; Tiarnida Nababan; Daffa Astillah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41987

Abstract

Prevalensi penyakit DM Tipe 2 semakin lama semakin meningkat, dampak dan komplikasi yang ditimbulkan mempengaruhi kualitas hidup penderitanya. Self management dan spiritual penting untuk dikaji agar bisa memberikan arahan tindak lanjut. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan spiritualitas dengan self management pada pasien diabetes melitus tipe 2 Di Puskesmas Simpang Tiga Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain korelasional yang menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 74 responden dengan tehnik sampel adalah Purposive sampling. Instrumen yang di gunakan untuk mengukur self manajement adalah Diabetes Self Management Quistionare (DSMQ) dan instrument mengukur spritualitas menggunakan Spiritual Experience Scale (DSES). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perempuan sebanyak 53 0rang (78%), kategori usia lansia sebagian besar 60 orang (81.1%)Sebagian tidak bekerja 55 orang (74.3%), sebagian besar berpendidikan menengah kebawah 70 orang ( 94.6%), sebagian besar lama menderita 1 – 5 tahun sebanyak 58 orang ( 78.4%), tingkat spiritualitas kategori sedang 34 orang ( 45.9% ), self management kategori cukup 35 orang ( 47.3%). Hasil penelitian menggunakan uji chi square diperoleh hasil p-Value sebesar 0,008 lebih kecil dari nilai α (0,05) sehingga Ho ditolak Ha di terima berarti ada Hubungan Spiritualitas Dengan Self Management Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Simpang Tiga Kota Pekanbaru.
Analisis Implementasi Program Active Case Finding Tuberkulosis di Puskesmas Kebayoran Baru dengan Pendekatan Teori Van Meter Van Horn Naila Falichatul Muannisa; Wahyu Sulistiadi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan deteksi dini Tuberkulosis (TB) di Puskesmas Kebayoran Baru. Dengan menggunakan pendekatan teori Van Meter dan Van Horn, penelitian ini mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada SOP yang mengatur program TB, pencapaian deteksi dini masih jauh dari target dengan hanya 33% tercapai pada triwulan kedua 2024. Sumber daya manusia terbatas, dengan beban kerja tinggi yang berdampak pada kelelahan dan penurunan efektivitas. Pelatihan yang diberikan belum cukup terstruktur dan berkelanjutan. Program ini didanai melalui APBD dan BLUD, dan distribusi logistik berjalan lancar meski tidak ada sistem dashboard yang memungkinkan akses langsung oleh pihak eksternal. Meskipun komunikasi internal cukup baik, koordinasi lintas sektor masih perlu ditingkatkan. Karakteristik agen pelaksana menunjukkan bahwa tidak ada struktur khusus untuk program TB, yang menyebabkan kurangnya koordinasi dengan sektor lain. Disposisi pelaksana cenderung positif meskipun menghadapi banyak tantangan. Faktor sosial seperti stigma dan kondisi ekonomi yang tidak merata berperan dalam keberhasilan deteksi dini, dengan kerjasama bersama PKK dan Dasa Wisma yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat. Untuk meningkatkan efektivitas, diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor, pelatihan berkelanjutan, dan penguatan teknologi informasi untuk mendukung pelaksanaan kebijakan yang lebih baik.
Pengaruh Literasi Digital, Online Resilience dan Peran Orang Tua Terhadap Pencegahan Cyberbullying Pada Remaja SMAN 1 Cijaku di Kabupaten Lebak Tahun 2025 Abela Mayunita; Maemunah Maemunah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42035

Abstract

Teenagers who previously only knew the physical and social world directly are now connected to a virtual world full of opportunities and challenges. However, along with the benefits offered by digital technology, various problems also arise that can affect children's psychological and social development, one of which is cyberbullying. In Indonesia, the phenomenon of cyberbullying is increasing, along with the high level of internet use by teenagers. Based on data from the United Nations International Children Educational Fund (UNICEF), as many as 45 percent of teenagers in Indonesia aged 14-24 years have experienced cyberbullying or online bullying. In the context of preventing cyberbullying, digital literacy is very important so that teenagers can recognize potential threats in cyberspace and know how to deal with them. Apart from digital literacy, online resilience and the role of parents also play an important role in reducing the impact of cyberbullying. This research aims to find out whether there is an influence of digital literacy, online resilience and the role of parents on preventing cyberbullying in teenagers at SMAN Cijaku in Cijaku in 2025. This type of research is analytical descriptive research with hypothesis testing using a cross sectional approach. Data collection was carried out from November 2024 to January 2025. The sampling technique was random sampling, namely randomly from students who had social media at SMAN I Cijaku. Data collection uses a questionnaire instrument. There is an influence of digital literacy with a significance value of 0.001 (<0.05), there is an influence of online resilience with a significance value of 0.001 (<0.05) and there is an influence of the role of parents with a significance value of 0.001 (<0.05) on preventing cyberbullying in adolescents. Cijaku High School in Cijaku in 2025.
Efektifitas Daun Sirsak (Annona Muricata) & Daun Seledri (Apium Graveolens L) Sebagai Terapi Hipetensi Pada Wanita Menopause di Puskesmas Mandala Kabupaten Lebak Dian Priharja Putri; Tati Hartati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42036

Abstract

Hipertensi di Indonesia cenderung lebih tinggi pada kelompok usia di atas 45 tahun, terutama pada wanita yang memasuki masa menopause. Prevalensi hipertensi pada wanita dewasa, termasuk menopause, diperkirakan sekitar 35% hingga 45% dan meningkat seiring bertambahnya usia. Pendekatan komplementer dapat membantu mengurangi ketergantungan pada obat-obatan dan meningkatkan kesejahteraan pada pasien hipertensi. Salah satu pendekatan komplementer yang banyak dipilih adalah menggunakan rebusan dari tanaman. Daun sirsak dan daun seledri mengandung berbagai senyawa aktif yang memiliki potensi untuk menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas rebusan daun sirsak dan rebusan saun seledri sebagai terapi hipertensi pada wanita menopause. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment. Pengambilan data dilakukan pada bulan November 2024 hingga Januari 2025. Jumlah sampel 16 orang pada kelompok yang diberikan rebusan daun sirsak dan 16 orang pada kelompok yang diberikan rebusan daun seledri yang diambil secara random. Rebusan daun sirsak diberikan sebanyak 20 g/BB sedangkan rebusan daun seledri sebanyak 60 g/BB. Pengukuran tekanan darah dilakukan setiap hari selama tujuah hari menggunakan tensi meter kompas merk onemed. Uji hipotesis menggunakan Mann-Whitney Test karena data tidak berditribusi normal. Nilai signifikansi tekanan darah sistolik pada kedua kelompok pada hari ke-1 hingga hari ke-7 lebih besar dari 0,05 yang berarti tidak terdapat perbedaan penurunan tekanan darah sistolik setelah diberikan rebusan daun sirsak dan rebusan daun seledri. Nilai signifikansi tekanan darah diastolik pada kedua kelompok pada hari ke-3 hingga hari ke-7 lebih besar dari 0,05 yang berarti tidak terdapat perbedaan penurunan tekanan darah diastolik setelah diberikan rebusan daun sirsak dan rebusan daun seledri. Rebusan daun sirsak dan daun seledri terbukti efektif sebagai terapi hipertensi pada wanita menopause di Puskesmas Mandala Kabupaten Lebak.
Systematic Review of Research Instruments Measuring Competence of Nursing Clinical Preceptors Hartini Mansyur; Nurfika Asmaningrum; Dodi Wijaya
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42037

Abstract

Clinical preceptors are essential to nursing education because they help students learn clinical skills and develop as professionals. However, assessing preceptor competency can be challenging due to the lack of standardized and reliable tools. While various tools are available to measure multiple aspects of competency, there is no clear agreement on how these tools should be selected or used across clinical settings. The purpose of this systematic review was to identify and evaluate tools measuring competence of nursing clinical preceptor. The review focused on the instruments and their psychometric qualities, how they are used, and how effective they are in improving clinical education. A systematic literature review was conducted to identify existing instruments used to measure the level of competency of nursing clinical preceptors. Science Direct, Google Scholar, Sage Journal, Pubmed, and Springer were the databases selected for this study. Of the 13 eligible articles in this study, 12 different instruments were found. The instruments found included the Clinical Educators' Competence Questionnaire, Clinical Teaching Competence Inventory, Maastricht Clinical Teaching Questionnaire (MCTQ), Preceptors Orientation Competence Instrument (POCI), Preceptors' Competency Domain Guide Tool, Clinical Core Competency of Preceptors (CCCP), Clinical Preceptor Experience Evaluation Tool (CPEET), Competence of Clinical Nurse Educators Instrument, Nursing Clinical Teacher Effectiveness Inventory (NCTEI), Mentors' Competence Instrument (MCI), Mentorship Effectiveness Scale, IMSOC Questionnaire. Although there are several tools available to evaluate nursing clinical preceptor competency, each has its advantages and disadvantages, according to the review's findings. For a thorough evaluation, the suitable instruments must be chosen depending on particular educational circumstances. The results show that these instruments need to be further developed and standardized to increase their applicability and reliability in a variety of healthcare settings. This will ultimately assist successful preceptorships and raise the caliber of nursing education.
Pengaruh Foot Exercise Terhadap Nilai Ankle Brachial Index (ABI) dan Sensitivitas Kaki Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Masni Hayati; Susmiati Susmiati; Esi Afrianti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42101

Abstract

Gangguan aliran vena pada kaki pada penderita diabetes mellitus tipe 2, terutama yang mengalami neuropati, merupakan salah satu ancaman serius yang dapat memperburuk kondisi diabetes mellitus. Gangguan ini memberikan dampak yang cukup besar bagi individu. Foot Exercise Modification (FEM) merupakan serangkaian latihan gerak yang dilakukan pada tungkai bawah dengan variasi tertentu serta memanfaatkan gaya gravitasi secara bertahap dan teratur. FEM ini merupakan modifikasi dari kelebihan dan kekurang pada Buerger Allen Exercise dan senam kaki. FEM memiliki manfaat yang sama dengan Buerger Allen dan senam kaki dimana manfaatnya memperbaiki serta meningkatkan sirkulasi darah perifer ke tungkai bawah. Manfaat tersebut terbukti dengan adanya peningkatan nilai Ankle Brachial Index (ABI) dan sensitivitas kaki. FEM itu sendiri dilakukan selama 12 hari dengan durasi 12-15 menit setiap sesi. Penelitian ini menggunakan metode literatur Review dengan database yang diambil dari PubMed, ScienceDirect dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan meliputi diabetes mellitus tipe 2, Buerger Allen Exercise, Ankle Brachial Index (ABI), sensitivitas kaki serta senam kaki. Dari hasil telaah terhadap 13 artikel ditemukan adanya peningkatan yang signifikan pada nilai Ankle Brachial Index (ABI) dan sensitivitas kaki setelah melakukan Buerger Allen Exercise dan senam kaki.
Pengembangan Radiofarmaka Terlabel Lu-177 Sebagai Agen Radioterapi untuk Pengobatan Metastasis Tulang : Review Magfirah Abdullah; Faradiba Faradiba; Nurmaya Effendi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42124

Abstract

Salah satu dari penyebab dari tingginya angka kematian akibat kanker adalah karena sulitnya diagnosa dini, sehingga pada stadium lanjut kanker telah bermetastasis ke organ-organ lainnya. Hal ini menyebabkan kanker semakin sulit untuk diobati. Metastasis dapat terjadi ketika sel-sel melepaskan diri dari tumor kanker dan melalui aliran darah atau melalui pembuluh getah bening menyebar ke bagian lain dari tubuh. Salah satu agen diagnosis dan terapi yang banyak dikembangkan untuk metastasis termasuk pada metastasis tulang adalah Lu-177. Radionuklida ini semakin banyak dikembangkan dalam berbagai kasus kanker yang telah bermetastasis terutama pada kanker yang bermula dari neuroendokrin dan kanker prostat. Salah satu keunggulan dari radionuklida ini adalah memiliki efek toksisitas yang relatif rendah. Dibandingkan dengan kemoterapi tradisional, terapi dengan menggunakan radionuklida ini hanya akan menimbulkan sedikit kerusakan pada jaringan yang sehat. Ulasan artikel ini akan meninjau beberapa artikel yang terkait dengan penelitian terhadap Lu-177 sebagai agen terapi metastasis tulang, dan diharapkan dapat menjadi referensi serta menambah informasi terkait pengembangan radionuklida tersebut.
Karakteristik dan Pemanfaatan Radioisotop untuk Diagnosis dan Terapi Metastasis Tulang: Review Shafira Shafira; Faradiba Faradiba; Nurmaya Effendi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42132

Abstract

Kanker adalah penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya melalui proses yang dikenal sebagai metastasis. Tulang adalah salah satu lokasi paling umum untuk metastasis, yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti nyeri, retakan, dan penurunan kualitas hidup pasien. Deteksi dini sangat penting untuk memberikan terapi yang tepat sebelum tumor menyebar lebih jauh. Penggunaan radiofarmaka dalam diagnosis dan terapi metastasis tulang menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan hasil pengobatan dan mengurangi efek samping, dengan penargetan aktif yang mengarahkan radiasi langsung ke sel kanker yang memiliki reseptor tertentu. Dengan demikian, pengembangan strategi pengiriman obat tertarget menjadi krusibel dalam meningkatkan efektivitas terapi kanker dan kualitas hidup pasien. Terdapat beberapa radioisotop yang dapat digunakan untuk diagnosis yaitu, 99-TC, 1 I-123, 68-Ga, 111-In, 18-F, Zr-89 dengan memiliki sifat pemancar sinar gamma sedangkan radioisotop P-32, Sr-89, Sm-153, Lu-177, I-133, Re-186, Re-188 dapat memancarkan sinar gamma dan sinar beta digunakan untuk diagnosis dan terapi metastasis tulang.
Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Section Caesarea (SC) di RS Taman Harapan Baru Tahun 2025 Jamilah Jamilah; Rita Rahmawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42171

Abstract

Caesarean section (CS) often causes pain in the incision area and uterine contractions after birth. Post-CS pain management generally involves medication, which can have side effects. Oxytocin massage, which stimulates the release of the hormone oxytocin, can be an effective non-pharmacological alternative in reducing pain, reducing stress, and supporting smooth breastfeeding. This study aims to examine the effect of oxytocin massage on pain intensity in post-CS patients as a safer and more effective approach to pain management.To determine the effect of oxytocin massage on pain intensity in post-sectio caeserea (SC) patients at Taman Harapan Baru Hospital in 2025.The independent variable in this study is oxytocin massage, the dependent variable is pain intensity in post-sectio caeserea (SC) patients. The total respondents in this study were 30 respondents calculated based on data from mothers giving birth in CS at Taman Harapan Baru Hospital. Data analysis was carried out univariately and bivariately, using a paired sample t test sample t test if normally distributed and if not normally distributed using the Wilcoxon statistical test SPSS version 25.The Wilcoxon statistical test obtained the results that the majority of post-SC patients experienced a decrease in pain intensity, namely negative ranks as many as 30 respondents, so that the study obtained a p value of 0.000 which means that there is a difference before and after oxytocin massage on the pain intensity of post-SC patients.Virtual assistance by medical personnel through health applications to carry out oxytocin massage independently at home, and monitor their progress after therapy.
Perbedaan Terapi Rendaman Air Hangat Campur Garam dan Rendaman Air Hangat Campur Kencur Untuk Penurunan Edema Kaki Pada Ibu Hamil TM III Jamilah Jamilah; Retno Hilmi Suryaningtyas
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42172

Abstract

Edema or swelling of the legs is one of the complaints frequently experienced by pregnant women, especially in the third trimester. If not treated properly, this condition can cause discomfort for pregnant women and, in some cases, risks causing further complications. Traditional healing practices to reduce leg swelling have many methods, one of which is soaking in warm water mixed with salt and warm water mixed with galangal. This study aims to determine the difference between warm water immersion therapy mixed with salt and warm water immersion mixed with galangal to reduce leg edema in TM III pregnant women. This type of research is pre-experiment with one group pretest posttest design. Data collection was carried out using primary data, namely data obtained from observation. The data collection instrument used was an observation sheet. Hypothesis testing uses the Wilcoxon Test and Mann Whitney Test because the data is not normally distributed. The population of this study was 44 TM III pregnant women with leg edema. There were 22 respondents from TM III pregnant women with edema who were treated with warm water baths mixed with salt, while 22 respondents from TM III pregnant women with edema were treated with warm water baths mixed with galangal. Edema of TM III Pregnant Women Before and After Soaking in Warm Water Mixed with Salt and Soaking in Warm Water Mixed with Galangal, there are differences that can be seen starting from day 6 and day 7 with a significance value of 0.001 (< 0.05).TM III pregnant women with edema in the legs experienced a faster reduction in edema by soaking in warm water mixed with galangal than by soaking in warm water mixed with salt.

Page 100 of 242 | Total Record : 2415