Jurnal Ners
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles
2,415 Documents
Pemanfaatan Limbah Umum Bahan Praktikum Tulang Ikan Parang-Parang (Chirocentrus Dorab) Sebagai Snack Kerupuk Berdasarkan Sifat Fisik Dan Organoleptik: Alternatif Snack Pencegah Stunting
Ambar Wicaksono;
Eri Virmando;
Retno Febrianti
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v7i2.18646
Industrial processing of fish products leaves behind 35% of waste, including fish bone waste (Irawan in Ramdany et al., 1995). Fish bones can be made into flour with rich mineral content, especially calciuum. The fish bone flour can be used to make snacks that are commonly consumed by the consumers. One of the processed products that can be made from fish bone meal is crackers. The aim of this research was to determine the physical and organoleptic properties; as well as the proximate and calcium content of crackers made from Parang-parang (Chirocentrus dorab) fish bones. The research method used an experimental design. This research was carried out from March 2023 to November 2023. The proximate content test in fish bone crackers was carried out in the laboratory and the analysis was carried out using the T test at ?=0.05. The test results on the physical and organoleptic properties of Parang-parang fish bone crackers as a whole, the panel gave Formula-1 a favourable score with an average score of 3.8, while formulas 2 and 3 were depicted as normal with an average score of 3.06 and 3.22. The proximate and calcium test results for Formula-3 were higher than Formulas-1 and Formula-2.
Hubungan Polimorfisme Gen Interleukin 10 - 819 C/T Pada Kejadian Preeklampsia Ibu Hamil di Puskesmas Dalu X B Tanjung Morawa Deli Serdang
Liza Mutia;
Karolina br. Surbakti;
Selamat Riadi
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v7i2.18813
Preeclampsia is one of the disorders during pregnancy, characterized by increased blood pressure and proteinuria, causing an increase in morbidity and mortality in the mother and fetus. Interleukin 10 (IL10) is called a T helper type 2 (Th2) cytokine which is important because it acts as an anti-inflammatory which functions for the maintenance and development of pregnancy and forms immunity to inhibit the secretion of T helper 1 (Th1) cytokines such as IL 6, TNF alpha and INF Gamma. Genotypic variation can provide information about individual differences in the secretion of IL-10 and the tendency to the incidence of preeclampsia. The IL 10 - 819 C/T gene polymorphism is located on chromosome 1q32.2 distal to the promoter area and is a transcription factor of the IL 10 gene. The aim of this study was to determine the relationship between 10-819 C/T Interleukin Gene Polymorphisms in the incidence of preeclampsia in pregnant women. The method used to determine the IL 10 819 C/T polymorphism with RFLP PCR. Results. The distribution of IL 10-819 C/T genotypes in the control group had 5 people (23.73%) of TT genetic variation, 15 people with CT (65.21%) and 3 people with CC genetic variation (13.04%). ). In the Preeclampsia group, there were 7 people (30.43%) with genetic variation of TT and there were 10 people (43.47%) with genetic variation of CT as many as 6 people (26.08%) with CC variation. There was no correlation between interleukin gene polymorphism 10-891 C/T with the incidence of preeclampsia in pregnant women at Dalu X B Health Center Tanjung Morawa, Deli Serdang
ANALISIS KONDISI RUMAH DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA TATANAN RUMAH TANGGA DI DESA BANGUN SARI KECAMATAN KAMPAR KIRI HILIR
Sri Hardianti;
Zurrahmi Z.R;
Dessyka Febria;
Gusman Virgo
Jurnal Ners Vol. 6 No. 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v6i2.19098
Perumahan merupakan bangunan atau rumah yang dibangun sebagai kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi untuk kebutuhan keluarga. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kondisi rumah dan perilaku hidup bersih pada tatanan rumah tangga di Desa Bangun Sari Kecamatan Kampar Kiri Hilir. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah kepala rumah tangga yang tinggal di Desa Bangun Sari Kecamatan Kampar Kiri Hilir yaitu 100 KK. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cara sampel acak sederhana (Simpel Random Sampling). Variabel dependen pada penelitian adalah kondisi rumah dan variable independent pada penelitain ini adalah perilaku hidup bersih dan sehat. Alat pengumpulan data berupa kuisioner. Hasil penelitian yang telah didapatkan menunjukkan bahwa angka PHBS di Desa Bangun Sari Kecamatan Kampar Kiri Hilir masih kategori buruk. Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan terhadap 100 responden masih 17% yang masuk kategori baik sedang 83% lagi masuk kategori buruk. Terdapat 4 indikator PHBS yang nilainya rendah, yaitu mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas, melakukan aktivitas fisik (olahraga) 30 menit perhari, merokok dan mengkonsumsi buah. Peneliti mengharapkan kepada tenaga Kesehatan maupun fasilitas Kesehatan agar dapat memberikan penyuluhan tentang perilaku kesehatan yang baik dan perumahan sehat sesuai persyaratan rumah sehat.
Model Remunerasi Jasa Pelayanan Yang Berkeadilan Bagi Karyawan Rumah Sakit Pemerintah Daerah
Torry Duet Irianto
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v7i2.19200
Keluhan dari tenaga fungsional baik tenaga Medis, mulai dari Dokter Spesialis, dokter umum, dokter gigi, Perawat, Bidan dan tenaga lainnya di beberapa rumah sakit daerah mengenai remunerasi yang diterimanya dapat berdampak tidak baik terhadap motivasi kerjanya. Sehingga akan berpengaruh tidak baik terhadap pelayanan kesehatan pada Rumah Sakit. Keluhan tersebut karena tidak tepat atau tidak diperhitungkan seperti Pendidikannya, risiko pekerjaan, kinerja serta kemampuan. Sehingga diperlukan upaya berupa jalan keluar untuk mengembangkan Model remunerasi yang sudah berjalan yang melakukan modifikasi terhadap indeks indeksnya atau indikator indikatornya. Dimana Model remunerasi yang dikembangkan ini memiliki indikator indikator yang menyentuh seluruh pekerjan yang dilakukan oleh Karyawan Rumah Sakit. Tujuan penelitian untuk mengembangkan model remunerasi yang digunakan oleh Rumah Sakit Daerah menjadi suatu Model Remunerasi yang berkeadilan bagi karyawan rumah sakit daerah. Penelitian ini merupakan penelitian penelitian kualitatif, dimana penggalian informasi melalui wawancara mendalam dan focus group discussion serta dokumen dokumen yang berkaitan dengan remunerasi melalui observasi partisipasif aktif. Formulasi Model Remunerasi ini dirumuskan dari hasil penggalian informasi melalui Focus Group discussion selanjutnya perumusan dilakukan oleh Tim Perumus yaitu para expert. Penelitian dilaksankan pada bulan juni sampai agustus 2017 di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Hasil penelitian adalah adanya Suatu Model Remunerasi yang Berkeadilan bagi Karyawan Rumah Sakit Daerah, dimana Suatu Model Remunerasi yang merupakan pengembangan dari Remunerasi yang telah dijalankan atau digunakan oleh Rumah Sakit Daerah. Kata Kunci: Model Remunerasi, FGD, Keadilan.
Analisis Efektivitas Teknik Kontraksi-Relaks dalam Mengurangi Spastisitas pada Pasien Pasca Stroke: Studi Saraf Klinis
Ilmi Friyan Maulana
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v7i2.19470
Pasien pasca stroke sering mengalami gangguan motorik, termasuk spastisitas, yang dapat mengganggu kualitas hidup mereka. Meskipun ada berbagai teknik yang telah diterapkan untuk mengurangi spastisitas pada pasien ini, belum ada yang dianggap sebagai metode yang paling efektif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak Teknik Kontraksi-Relaks terhadap tingkat spastisitas pada pasien pasca stroke. Metode penelitian ini melibatkan 20 pasien di RS Petrokimia Gresik yang mengalami spastisitas pada otot bicep brachii. Mereka menjalani Teknik Kontraksi-Relaks sebanyak 9 kali selama periode 3 minggu. Tingkat spastisitas diukur sebelum dan setelah penerapan Teknik Kontraksi-Relaks menggunakan skala Asworth, yang menghasilkan data pre-test dan post-test. Data tersebut kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon untuk menilai perbedaan antara data pre-test dan post-test. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara data pre-test dan post-test (p < 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa Teknik Kontraksi-Relaks memiliki pengaruh positif dalam mengurangi tingkat spastisitas pada pasien pasca stroke. Temuan ini memiliki implikasi penting dalam mengembangkan metode rehabilitasi yang lebih efektif untuk pasien pasca stroke yang mengalami spastisitas, dengan potensi meningkatkan kualitas hidup mereka. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan kontrol yang lebih ketat dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang efektivitas Teknik Kontraksi-Relaks ini dalam manajemen spastisitas pasca stroke.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Nyeri Punggung Bawah pada Pekerja Industri Batu Bata di Desa Cipayung Kecamatan Cikarang Timur
Rini Puspita Dewi
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v7i2.19481
Low back pain is pain that is felt in the lower back area, which is located between the corners of the lowest ribs and the sacrum. Organization (WHO) (2013) has identified that lower back pain is one of three health problems that should be a target for monitoring. Based on a preliminary survey conducted by researchers, it was found that several workers in informal industries complained of experiencing lower back pain when doing work or work. after doing the work. This research was conducted from February to April 2023. The sample in this research consisted of 38 workers in the brick industry spread across Cipayung Village. This research is a type of quantitative research with a cross sectional design. The statistical test used in this research is Chi-Square. The results of the bivariate test using Chi-Square showed that there were 2 variables related to Lower Back Pain, namely Sports Habits with a p-value of 0.028 (p<0.0) and Work Duration with a p-value of 0.006 (p<0, 0.0) 05), while the working period is not related to Low Back Pain with a p-value of 0.6 (p>0.05). Factors that are related to low back pain are duration of work and low back pain, while working time is not related to low back pain.
Faktor Risiko Terjadinya Preeklamsia di RSUD Kolonodale Kabupaten Morowali Utara
Nur Pratiwi Pasaeono;
Asnia Zainuddin;
Juminten Saimin
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v7i2.19635
Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia. Jenis penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif, dengan desain case control study dengan sampel terdiri dari kasus dan control berjumlah 112 sampel. Teknik pengambilan sampel Simple random sampling. Hasil Penelitian ini diketahui Ibu Hamil dengan infeksi beresiko mengalami preeklampsia sebesar 7.50 kali lipat, Ibu hamil dengan umur kehamilan >28 minggu beresiko mengalami preeklampsia sebesar 3.05 kali lipat, Ibu hamil dengan usia < 20 tahun dan di atas 35 tahun beresiko mengalami preeklampsia sebesar 6.44 kali lipat, Ibu hamil dengan paritas 1 dan paritas > 4 beresiko mengalami preeklampsia sebesar 4.41 kali lipat, Ibu hamil dengan memiliki Riwayat komplikasi kehamilan beresiko mengalami preeklampsia sebesar 7.50 kali lipat dan Ibu hamil dengan Graviditas 1 dan > 4 beresiko mengalami preeklampsia sebesar 3.10 kali lipat, dan Variabel Infeksi, Komplikasi Kehamilan dan Umur ibu merupakan variabel atau faktor yang paling berpengaruh dan risiko mengalami preeklampsia di RSUD Kolonodale Kabupaten Morowali Utara. Kesimpulan Penelitian ini yaitu semua variabel independent memiliki korelasi terhadap varaiabel dependen.
Determinants that Influence Students Knowledge about Introduction to Midwifery Laboratory Equipment
Rohmatun Karimah;
Arica Arica
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v7i2.19653
The background to this research is that knowledge regarding laboratory equipment has not yet become an important part of the practicum teaching and learning process. The introduction of tools is usually accompanied by the implementation of laboratory practice so that it will influence students' knowledge of the names, functions, and how to operate the tools. The aim of this research is to analyze the determinants that influence students' knowledge regarding the introduction of laboratory equipment. The research method used is qualitative research. Data was collected using a questionnaire with a cross-sectional approach. The research results showed that the variable of current midwifery education level and the variable of obtaining information from reading sources were significantly related to midwifery students' knowledge. The conclusion obtained is that the level of midwifery education greatly influences students' knowledge because the process of introducing midwifery laboratory equipment is getting better with more and more diverse types of equipment being introduced. Apart from that, reading sources needs to be completely available and easily accessible. So in the future, the introduction of midwifery laboratory equipment must start from the first semester and include the introduction of all laboratory equipment
Tingkat Pengetahuan dan Kepatuhan Lima Momen Cuci Tangan Perawat Pelaksana di Rumah Sakit Swasta X Kota Padang Indonesia
Asmawati Asmawati;
Rebbi Permata Sari;
Syalvia Oresti;
Conny Oktizulvia
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v7i2.19658
Healthcare associated infections (HAIs) merupakan salah satu masalah tantangan terbesar dalam pelayanan kesehatan saat ini. Salah satu cara paling sederhana untuk mengurangi kejadian HAIs adalah dengan melakukan kontrol terhadap pelaksanaan lima momen cuci tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang hubungan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan lima momen cuci tangan perawat di rumah sakit swasta X kota Padang. Metode penelitian deskriptif observasional dengan desain cross sectional survey menggunakan teknik observasi secara langsung. Populasi dalam penelitian ini seluruh tenaga perawat yang berjumlah 45 orang dengan pengambilan sampel secara total sampling. Instrumen pengukuran tingkat pengetahuan dan kepatuhan lima momen cuci tangan menggunakan WHO guidelines. Tingkat pengetahuan lima momen cuci tangan perawat di rumah sakit swasta X kota Padang berada pada kategori sangat baik sebesar 60%. Tingkat kepatuhan lima momen cuci tangan perawat di rumah sakit swasta X kota Padang mencapai 73,3%. Tidak terdapat korelasi antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan lima momen cuci tangan. Tingkat pengetahuan momen kedua memiliki korelasi positif dengan kepatuhan lima momen cuci tangan perawat. Manajemen rumah sakit dan komite terkait perlu meningkatkan budaya cuci tangan serta safety climate dengan menerapkan sanksi bagi perawat yang tidak patuh dalam penerapan lima momen cuci tangan.
THE RELATIONSHIP BETWEEN ACADEMIC ANXIETY AND ACADEMIC SELF-MANAGEMENT IN 8th SEMESTER UNDERGRADUATE NURSING STUDENTS IN PREPARING A THESIS
Andhika Lungguh Perceka;
Hasbi Taobah Ramdani;
Herlin Rusyani
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v7i2.19774
More than 1.5 billion students in higher education reported experiencing academic anxiety in April 2020. Personal control is essential to control academic stress, thereby fostering academic achievement. the direction of this research is to define the relationship between academic stress and academic self management in VIII semester undergraduate nursing students. the review study technique uses descriptive quantitative with a cross-sectional approach. The sample used was 79 samples obtained using the technique (total sample). The measurement tools used are Student-life stress inventory (SLSI) and Academic self-management. Data assessment using Rank spearman with a significant level (p-value) 0.05. Results: In the acquisition of research obtained there is no link between academic stress in students with academic self-management of 8th semester, undergraduate nursing students. from the acquisition of data assessment and calculation in this review study it can be concluded that the level of academic stress in final year students at Karsa Husada Health Science College Garut, the majority of informants in the low category, Academic Self-Management of students when preparing a thesis, the majority of informants at a moderate level, and Academic stress levels and academic self-management skills are unrelated in 8th semester undergraduate nursing students writing a thesis