cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 1,943 Documents
HUBUNGAN CARING PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RSUD PURI HUSADA TEMBILAHAN APRIZA APRIZA
Jurnal Ners Vol. 2 No. 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v2i1.710

Abstract

Perawat dalam meningkatkan asuhan keperawatan untuk kebutuhan rasa kepuasan pasien hendaknya menerapkan penggunaan caring. Caring merupakan inti atau fokus dalam keperawatan sebagai bentuk praktik keperawatan profesional. Salah satu indikator mutu pelayanan keperawatan adalah kepuasan pasien dan caring perawat menjadi jaminan apakah layanan perawat tersebut bermutu atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan caring perawat dengan kepuasan pasien di RSUD Puri Husada Tembilahan Tahun 2016. Penelitian ini dilaksanakan pada 04 s/d 25 April 2016, bersifat analitik dengan desain cross sectional dengan menggunakan data primer. Tehnik Sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 127 responden yaitu pasien yang dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariatdengan uji chi square. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil univariat menunjukkan bahwa 88 (69%) responden mengatakan caring perawat baik dan 84 (66,1%) responden mengatakan puas. Hasil analisa bivariat diketahui ada hubungan yang bermakna antara caring perawat dengan kepuasan pasien, dibuktikan dengan nilai p value = 0,020 atau p < 0,05. Oleh karena itu diharapkan bagi tenaga kesehatan untuk dapat memasukkan peningkatan perilaku caring perawat dalam pemberian rasa kepuasan ke dalam perencanaan dan tujuan pelayanan keperawatan sekaligus dibuat kebijakan terkait caring dan rasa kepuasan pasien.
EFEKTIFITAS KOMPRES SEREI HANGAT TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI ARTHRITIS RHEUMATOID PADA LANSIA DI DESA NAUMBAI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPAR RIDHA HIDAYAT
Jurnal Ners Vol. 4 No. 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v4i1.715

Abstract

Arthritis rematoid seringkali melibatkan organ tubuh lainnya yang disertai nyeri dan kaku pada system otot dan jaringan ikat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas kompres serai hangat terhadap skala nyeri arthritis rematoid pada lansia di Desa Naumbai Wilayah Kerja Puskesmas Kampar.Metode penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dalam satu kelompok ( one group pre test-pos test design). Populasi adalah seluruh pasien arthritis rheumatoid di Desa Naumbai dengan jumlah 127 orang. Adapun penentuan sampel menggunakan purposive sampling, jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 33 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan Numerical Rating Scale dan Skala nyeri wajah. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariate dengan menggunakan uji T-Dependent. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan secara bermakna antara skala nyeri responden setelah diberikan kompres serai hangat dengan nilai p-value (0,000) < α (0,05). Diharapkan penderita arthritis rheumatoid dengan nyeri dapat mengaplikasikan kompres serai hangat untuk penurunan skala nyeri.
HUBUNGAN TINDAKAN PEMASANGAN INFUS OLEH PERAWAT DENGAN KEJADIAN PHLEBITIS PADA PASIEN DIRUANG RAWAT INAP AULIA HOSPITAL PEKANBARU MUHAMMAD NURMAN; NOVA YANTI SITOMPUL
Jurnal Ners Vol. 3 No. 1 (2019): APRIL 2019
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v3i1.839

Abstract

Angka kejadian infeksi nosokomial tertinggi di rumah sakit Aulia Hospital dan sering terjadi adalah phlebitis dengan nilai presentasi rata-rata lebih dari 1,5%, tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan RI tahun 2008 yaitu sebesar ≤ 1,5%. Tingginya angka phlebitis merupakan resiko yang dapat terjadi akibat tindakan pemasangan infus yang tidak tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tindakan pemasangan infus oleh perawat dengan kejadian phlebitis diruang rawat inap Aulia Hospital Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini seluruh perawat yang berdinas diruang rawat inap. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 43 sampel sesuai dengan kriteria inklusi. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi, kemudian diolah menggunakan komputer program microsof excel dan program statistik (spss) dengan ujia statistik chi-square (p < α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 43 responden yang melakukan tindakan pemasangan infus yang tepat tidak phlebitis sebanyak 21 (80,8%) dan yang tepat tetapi phlebitis sebanyak 5 (19,2%) sedangkan yang melakukan tindakan pemasangan infus yang tidak tepat tidak phlebitis sebanyak 7 (41,2%) dan yang tidak tepat tetapi phlebitis sebanyak 10 (58,8%). Berdasarkan hasil analisa bivariat menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tindakan pemasangan oleh perawat dengan kejadian phlebitis (p = 0,008 < α 0,05). Saran bagi perawat untuk meningkatkan kompetensi dalam tindakan pemasangan infus agar meminimalkan angka phlebitis dan bagi RS agar menyediakan program pelatihan yang mendukung peningkatan kemampuan perawat dalam pencegahan phlebitis.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA TENAGA KERJA BAGIAN KANDANG DI PT CHAROEN POKPHAND JAYA FARM 3 KECAMATAN KUOK INDRAWATI INDRAWATI; KHAIRUN NUFUS
Jurnal Ners Vol. 2 No. 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v2i1.711

Abstract

Kelelahan kerja cenderung menurunkan prestasi maupun motivasi pekerja. Kelelahan kerja bersifat fisik dan psikis dan lebih banyak kaitannya dengan penurunan kinerja fisik, perasaan lelah, penurunan motivasi, dan penurunan produktivitas kerja. Faktor-faktor yang mepengaruhi kelelahan kerja yaitu faktor pekerjaan terdiri dari waktu kerja, beban kerja, shift kerja, sikap kerja, faktor individu terdiri dari usia kerja, masa kerja, jenis kelamin, status gizi dan faktor lingkungan terdiri dari kebisingan dan pencahayaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan antara masa kerja, waktu kerja, status gizi dengan terjadinya kelelahan kerja pada tenaga kerja bagian kandang di PT. Charoen Pokphand Jaya Farm 3 Kecamatan Kuok tahun 2018. Desain penelitian adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja bagian kandang berjumlah 45 orang, pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data yang diperoleh menggunakan analisis chi-square diperoleh hasil tidak ada hubungan antara masa kerja dengan kelelahan kerja dengan p=value 0,126 ≥ 0,05, ada hubungan antara waktu kerja dengan kelelahan kerja dengan p=value 0,008 ˂ 0,05 dan tidak ada hubungan antara status gizi dengan kelelahan kerja dengan p=value 0,090 ≥ 0,05 pada pekerja Caretaker dan PL. Kandang PT. Charoen Pokphand Jaya Farm 3 Kecamatan Kuok tahun 2018. Direkomendasikan perusahaan dapat memberikan batasan jam kerja maksimal 7 jam/hari, menjalankan program shift kerja dan meningkatkan pengetahuan tentang pengolahan gizi kerja melalui pelatihan tenaga gizi kerja pada pekerja untuk mengurangi terjadinya kelelahan kerja.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DENGAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA BALITA DI POSYANDU DESA BERINGIN LESTARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAPUNG HILIR 1 KABUPATEN KAMPAR TAHUN 2018 GUSMAN VIRGO
Jurnal Ners Vol. 4 No. 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v4i1.716

Abstract

Dalam lampiran Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2015, dinyatakan bahwa untuk mengurangi risiko kesakitan dan kematian pada balita dengan kekurangan Vitamin A, pemerintah menyelenggarakan kegiatan pemberian Vitamin A dalam bentuk kapsul vitamin A biru 100.000 IU bagi bayi usia 6-11 bulan, kapsul vitamin A merah 200.000 IU untuk anak balita usia 12-59 bulan, dan ibu nifas (Kemenkes, 2017). Desa Beringin Lestari berada dibawah target pencapaian yakni hanya 30,60% untuk pemberian vitamin A warna biru dan 43,10% dan 69,03% untuk pemberian vitamin A warna merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa faktor- faktor yang berhubungan dengan pemberian vitamin A pada balita di posyandu Desa Beringin Lestari wilayah kerja Puskesmas Tapung Hilir 1 Kabupaten Kampar Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2018 dengan jumlah sampel 66 orang balita diperoleh dengan menggunakan teknik Systematic Random Sampling. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita (6-59 bulan) yang berkunjung ke posyandu Desa Beringin Lestari wilayah kerja Puskesmas Tapung Hilir 1 Kabupaten Kampar pada bulan Januari – Desember tahun 2017. Teknik pengumpulan data kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariate dengan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan variabel yang berhubungan dengan pemberian vitamin A pada balita adalah variabel pengetahuan ibu nilai (p=0,015) dan variabel keaktifan balita dalam berkunjung ke posyandu nilai (p=0,000). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah peran kader nilai (p=0,203). Kesimpulan terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dan keaktifan balita dalam berkunjung ke posyandu dengan Pemberian Vitamin A pada Balita di posyandu Desa Beringin Lestari wilayah kerja Puskesmas Tapung Hilir 1 Kabupaten Kampar Tahun 2018. Disarankan diadakan penyuluhan secara berkala mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pemberian vitamin A dan meningkatkan peran kader dalam pemberian vitamin A pada balita.
STUDI PERBANDINGAN JUS APEL DAN JUS ALPUKAT TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL PADA ORANG YANG MENGALAM HIPERKOLESTEROLEMIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGKINANG KOTA MUHAMMAD NURMAN; AINUL AFIFAH
Jurnal Ners Vol. 3 No. 2 (2019): OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v3i2.840

Abstract

Hiperkolesterol merupakan salahsatu penyakit umum yang diderita oleh masyarakat Indonesia bahkan di dunia. Penyakit ini sangat berdampak besar jika tidak ditangani secara intensif dan bisa berujung kematian. Penyakit hiperkolesterol dapat dikendalikan dengan pengobatan farmakologi dalam mengatasi penurunan kadar kolesterol adalah dengan mengkonsumsi jus apel dan jus alpukat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbandingan efektifitas pemberian jus apel dan jus alpukat terhadap kadar kolesterol pada orang yang mengalami hiperkolesterolemia di Wilayah Kerja Puskesmas Bangkinang Kota Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan rancangan two group pre-test-posttest. Populasi dalam penelitian adalah seluruh orang yang mengalami Hiperkolesterolemia yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Bangkinang Kota pada katagori umur 45-54 tahun yang berjumlah 106 orang, sedangkan sampel yang digunakan yaitu 30 oarang. 15 orang yang mengkonsumsi jus apel dan 15 orang yang mengkonsumsi jus alpukat yang diambil secara purposive sampling. Hasil penelitiannya berdasarkan analisa bivariat dengan uji paired t tes di dapatkan ada pengaruh antara kadar kolesterol sebelum dan sesudah pemberian jus apel dengan p=0,000 mean 78,4 mg/dl dan jus alpukat dengan p=0,000 mean 58,3 mg/dl pada orang yang mengalami hiperkolesterolemia, sehingga dapat disimpulkan bahwa jus apel lebih efektif dari pada jus alpukat dalam menurunkan kadar kolesterolemia. Diharapkan kepada petugas puskesmas dapat untuk mensosialisasikan pentingnya mengkomsumsi jus apel dalam rangka menurunkan angka penyakit hiperkolesterolemia.
HUBUNGAN RESPONSE TIME PELAYANAN INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RSUD BANGKINANG TAHUN 2018 GUSMAN VIRGO
Jurnal Ners Vol. 2 No. 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v2i1.712

Abstract

Salah satu indikator keberhasilan penanggulangan medik penderita gawat darurat adalah kecepatan memberikan pertolongan yang memadai kepada penderita gawat darurat baik pada keadaan rutin sehari-hari atau sewaktu bencana. Keberhasilan waktu tanggap atau response time sangat tergantung kepada kecepatan yang tersedia serta kualitas pemberian pertolongan untuk menyelamatkan nyawa pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan response time pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan tingkat kepuasan pasien di RSUD Bangkinang tahun 2018. Jenis penelitian analitik dengan rancangan cros sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang datang ke IGD dengan jumlah 80 orang yang diambil dengan teknik accidental sampling.alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar respon time perawat IGD adalah lambat (> 5 menit) yaitu 51 orang (63,8%), sebagian besar pasien tidak puas dengan pelayanan IGD yaitu 47 orang (58,8%. Berdasarkan uji statistik ada hubungan Response Time Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Dengan Tingkat Kepuasan Pasien di RSUD Bangkinang tahun 2018 dengan p value 0,002. Diharapkan diharapkan kepada perawat agar menerapkan respon time pada pasien dengan cepat terhadap kegawatdaruratan di Instalasi Gawat Darurat.
PENGARUH SENAM DIABETIK TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DM TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGKINANG KOTA TAHUN 2018 NISLAWATY NISLAWATY
Jurnal Ners Vol. 4 No. 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v4i1.743

Abstract

Data dari Internatonal Diabetes Federatiaon (IDF) tingkat prevalensi global penderita DM tipe II pada tahun 2013 berjumlah 382 juta kasus, pada tahun 2013 penyakit diabetes mellitus berjumlah 387 juta kasus dan pada tahun tahun 2035 jumlah insiden DM DM tipe II akan mengalami peningkatan menjadi 55% (592 juta) di antara usia penderita DM 40-59 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam diabetik terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita DM Tipe II di wilayah kerja Puskesmas Bangkinang Kota tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimet dengan rancangan one group pretest postest. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus Tipe II di wilayah kerja Puskesmas Bangkinang Kota berjumlah 66 orang dengan dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa lembar checklist Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian terdapat pengaruh pemberian senam diabetik terhadap penurunan kadar gula darah di wilayah Kerja Puskesmas Bangkinang kota tahun 2018 dengan p value 0,000. Diharapkan bagi responden untuk selalu menjaga pola makan agar kadar gula darah tetap dalam batas normal dan bagi penderita DM Tipe II agar rutin melakukan senam diabetik untuk menurunkan kadar gula darah.
PENGARUH PEMBERIAN DAUN SERI TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI KELURAHAN BANGKINANG KOTA WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGKINANG KOTA MUHAMMAD NURMAN; REZA MARDIAN
Jurnal Ners Vol. 2 No. 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v2i1.841

Abstract

Ektrak etanol daun seri mampu menurunkan kadar gulukosa darah. penurunan kadar glukosa darah disebabkan oleh adanya senyawa plavonoid yang dapat meningkatkan sensitivitas sel ß-pankreas untuk melepas insulin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh pemberian rebusan daun seri terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita DM tipe II di Kelurahan Bangkinang Kota Wilayah kerja Puskesmas Bangkinang Kota Tahun 2018. Jenis penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest- posttest. Populas dalam penelitian ini adalah penderita Diabetes Mellitus tipe II yang berada di Kelurahan Bangkinang kota yang berjumlah 133 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 15 orang penderita Diaberes Mellitus Tipe II. Tenik pengambulan sampel yang di gunakan yaitu non problilitas dengan metode purposive sampling. Data kadar gula darah dikumpulkan memggunakan glukometer dengan uji strip. Data konsumsi daun seri dikumpul melauli lembar observasi. Analisa data dalam penelitian ini adalah analisa bivariat dan univariat. Hasil dari perbandingan diperoleh dari pemberian rebusan daun sari sebelum pada penderita Diabetes Melitus Tipe II adalah 222.93 dan pemberian rebusan daun sari sesudah pada penderita Diabetes Melitus Tipe II adalah 187.47 dengan selisih mean 35.467. hasil uji statistk di dapati nilai p value 0.000 (≤0.05), Diharapkan bagi Responden hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi masyarakat untuk selalu mengontrol kadar gula darah di Puskesmas, selalu berolahraga dan menjaga makanan yang di konsumsi, menjaga berat badan serta mengupayakan terapi herbal sebagai terapi untuk menurunkan kadar gula darah. Kesimpulan dari pnelitian ini adalah daun seri dapat menurunkan kadar gula darah di Kelurahan Bangkinang Kota Wilayah Kerja Bangkinang Kota Tahun 2018.
HUBUNGAN KEBERSIHAN DIRI (PERSONAL HYGIENE) DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DERMATOFITOSIS DI DESA LERENG WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUOK RIDHA HIDAYAT
Jurnal Ners Vol. 2 No. 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v2i1.713

Abstract

Prevalensi penyakit dermatofitosis di Asia mencapai 35,6%, sedangkan di Indonesia penyakit dermatofitosis mengalami peningkatan sebanyak 65% hal ini disebabkan personal hyegine yang buruk. Insiden dari penyakit dermatofitosis menyatakan 20% orang dari seluruh dunia mengalami infeksi kutaneus dengan infeksi tinea korporis yang merupakan tipe yang paling dominan dan diikuti dengan tinea kruris,tinea pedis, dan onikomikosis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan kebersihan diri (personal hygiene) dengan kejadian penyakit dermatofitosis di desa lereng wilayah kerja puskesmas kuok tahun 2018. Jenis penelitian ini adalahanalitik dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah semua masyarakat usia 46-55 tahun di desa lereng wilayah kerja puskesmas kuok tahun 2018 yang berjumlah 107 orang, adapun sampel berjumlah 85 orang, dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara simple randomsampling. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan kebersihandiri (personal hygiene) dengan kejadian penyakit dermatofitosis di desa lereng wilayah kerja puskesmas kuok tahun 2018 dengan p value 0,010< 0,05. Diharapkan untuk selalu menjaga kebersihan (personal hygiene) sehingga mengurangi kejadian dermatofitosis pada pekerja

Page 7 of 195 | Total Record : 1943