cover
Contact Name
Eri Hendra Jubhari
Contact Email
webpdgi@gmail.com
Phone
+628124235346
Journal Mail Official
webpdgi@gmail.com
Editorial Address
Ruko Malino A4. Baruga, Antang, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
MDJ (Makassar Dental Journal)
ISSN : 20898134     EISSN : 25485830     DOI : 10.35856/mdj
Core Subject : Health,
The journal receives a manuscript from the following area below Dentistry science and development with interdisciplinary and multidisciplinary approach: Dental Public Health and Epidemiology Oral and Maxillofacial Surgery Dental Conservation and Endodontics Preventive Dentistry Biomedical Dentistry Dental Radiology Pediatric Dentistry Oral Pathology Prosthodontics Traumatology Oral Biology Biomaterials Orthodontics Periodontics
Articles 871 Documents
Prosthodontic rehabilitation of an edentulous maxilla opposing natural mandibular teeth: a preventive approach to Kelly’s Syndrome: Prosthodontic rehabilitation of an edentulous maxilla opposing natural mandibular teeth: a preventive approach to Kelly’s Syndrome Sudarman, Ian Afifah; Polanunu, Siti Magfirah Ali; Ikbal, Muhammad; Jubhari, Eri Hendra
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35856/mdj.v14i3.1430

Abstract

Rehabilitation of an edentulous upper jaw that contacts natural lower jaw teeth poses unique prosthodontic challenges due to uneven load distribution. If not managed properly, this biomechanical imbalance can lead to Kelly Syndrome. A 55-year-old wo-man presented to Hasanuddin University Dental Hospital with the primary complaint of difficulty chewing and reduced self-con-fidence due to extensive tooth loss, but had never used dentures. Intraoral examination revealed total edentulism in the upper jaw and posterior tooth loss in the lower jaw, with teeth 33, 32, 31, 41, 42, and 43 remaining. The posterior alveolar bone of the lo-wer jaw was relatively flat, and there was enlargement of the maxillary tuberosity. The patient reported no relevant systemic disea-ses. The patient sought prosthetic rehabilitation to restore chewing function and improve aesthetics. It was concluded that a com-bination of a metal framework, functional impressions using a modified impression technique, and carefully designed lingual oc-clusion together provide optimal tissue support, stability, and load distribution, as well as prevention against the development of Kelly Syndrome.
Advanced management of separated root canal instruments in mandibular molars: bypass technique combined with diode laser irrigation: Penanganan lanjut dari instrumen saluran akar yang patah pada gigi molar rahang bawah: teknik bypass dikombinasikan dengan irigasi laser diode Hikmah, Noor; Lestari, Dian Bunga
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35856/mdj.v14i3.1433

Abstract

The bypass technique allows for optimal cleaning and shaping of the root canal around the fractured instrument, thereby in-creasing the chances of successful treatment. A 25-year-old woman came to RSGMP Unhas complaining of a lump on her lo-wer right posterior gum and had undergone root canal treatment but it was not yet complete. Intraoral examination of tooth 46 revealed vitality test (-), percussion (-), and palpation (-) with a 3 mm diameter fistula on the lingual side. Radiographic exami-nation of the fractured instrument showed widening of the periodontal ligament at the apical third of the mesial root canal. The initial diagnosis was incomplete therapy accompanied by chronic apical abscess. The patient was scheduled for endodontic treatment using the bypass technique. Root canal preparation was performed using the bypass technique with K-files numbered 8 to 20, followed by preparation using Protaper Gold F4 and disinfection with 5.25% NaOCl, as well as activation using a diode laser for 20 seconds in 3 cycles. Ca(OH)2 was placed as a root canal medication for 2 weeks. Obturation was performed using the hydraulic condensation technique with a bioceramic sealer. The patient showed no symptoms and experienced stable im-provement. Monitoring for 3 months is ongoing. It is concluded that the careful application of the bypass technique, supported by a diode laser, provides a reliable and effective method for addressing the challenge of fractured endodontic instruments.
Content of Volume 14 Issue 3 December 2025 MDJ
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35856/mdj.v14i3.1444

Abstract

Content of Volume 14 Issue 3 December 2025
Content of Volume 14 Issue 3 December 2025 Makassar Dental Journal
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Content of Volume 14 Issue 3 December 2025
The consequences of external factors of smoking behaviour on the risk of dental caries among teenage smokers and non-smokers at SMKN 2 Padang: Konsekuensi faktor eksternal perilaku merokok pada risiko karies remaja perokok dan non perokok di SMKN 2 Padang Sabrina Arifah Adriani; Yulia Rahmad; Okmes Fadriyanti
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku merokok pada remaja telah menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kesehatan gigi dan mulut, khususnya dalam meningkatkan risiko karies gigi. Data dari Dinas Kesehatan Kota Padang menunjukkan prevalensi tinggi karies gigi di SMKN 2 Padang. Artikel ini melaporkan hasil penelitian mengenai konsekuensi faktor eksternal perilaku merokok terhadap risiko karies gigi antara remaja perokok dan non perokok di SMKN 2 Padang. Penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional diikuti 68 siswa kelas XI di SMKN 2 Padang. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan rongga mulut menggunakan indeks DMF-T serta kuesioner yang mengevaluasi faktor eksternal seperti pengaruh orang tua, teman sebaya, dan iklan rokok. Analisis data univariat disajikan dalam bentuk tabel dan analisis bivariat menggunakan uji Mann-Whitney. Didapatkan bahwa siswa perokok memiliki tingkat keparahan karies yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa non perokok. Sebanyak 13 siswa (19,12%) perokok mengalami karies gigi tingkat sangat tinggi, sedangkan siswa non perokok 34 siswa tingkat karies giginya 0. Disimpulkan bahwa karies gigi pada perilaku perokok lebih tinggi dan penyebab utama oleh pengaruh dari teman sebaya.
Interprofessional collaboration in aesthetic correction rehabilitation: Kerjasama antar profesi dalam merehabilitasi koreksi estetik Nurul Safira Maulida; Risnawati; Astri Al Hutami; Mohammad Dharma Utama; Edy Machmud
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerjasama tim antar profesi sangat dibutuhkan dalam melakukan suatu tindakan medik agar pelayanan kesehatan dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Pada laporan kasus ini dibahas tentang kerjasama tim di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendididikan Universitas Hasanuddin dalam merehabilitasi suatu kasus yang membutuhkan layanan antar profesi yang saling bekerjasama. Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Klinik Prostodonsia Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Hasanuddin dirujuk dari Departemen Pedodonsia yang telah melakukan perawatan saluran akar akibat gigi depan rahang atas yang fraktur karena kecelakaan lalu lintas. Dilakukan pembuatan mahkota pasak pada gigi 12 fraktur dan veneer bagian anterior rahang atas untuk memperbaiki rotasi dan estetik. Disimpulkan bahwa perawatan dengan pendekatan kerjasama antar profesi dalam merehabilitasi kasus yang membutuhkan koreksi estetik berhasil dilakukan dan pasien merasa puas.
Oral gymnastics as orthodontics interseptive treatments: Senam mulut sebagai perawatan ortodontik interseptif Khusnul Fatimah Azzahra; Wiwik Elnangti Wijaya
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latihan miofungsional orofasial merupakan latihan otot wajah dan bibir yang berperan dalam fungsi orofacial seperti berbicara, mengunyah, dan menelan. Perawatan ortodontik interseptif dilakukan untuk mengurangi keparahan maloklusi, memperbaiki kontur wajah dan meningkatkan kepercayaan diri, menghilangkan kebiasaan buruk, mendorong erupsi gigi normal, dan memperbaiki pola pertumbuhan. Artikel ini menginformasikan bahwa latihan mulut dan orofasial membantu mengurangi keparahan maloklusi, mengontrol kebiasaan mulut yang tidak sehat, dan meningkatkan otot serta kemampuan berbicara sekaligus menjaga keharmonisan fungsi orofasial. Disimpulkan bahwa latihan miofungsional orofasial adalah latihan yang berkaitan dengan otot-otot wajah dan bibir yang berperan dalam fungsi orofasial seperti berbicara, mengunyah, dan menelan, dan dapat membantu mengurangi keparahan maloklusi gigi jika dilakukan sejak dini sebagai bagian dari perawatan ortodontik.
Potential of Stichopus hermanni as a scaffold material in dental tissue engineering: Potensi Stichopus hermanni sebagai bahan penyangga dalam rekayasa jaringan gigi Asmawati Amin; Alqarama Mahardhika Thalib; Bahruddin Talib; Muhammad Fadil Fauzan; Eser Suryanti Sambara
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengevaluasi Stichopus hermanni sebagai scaffold untuk rekayasa jaringan gigi, dengan fokus pada biokompatibilitas, osteogenesis, angiogenesis, dan imunomodulasi. Dilakukan pencarian pustaka secara sistematis dilakukan melalui PubMed/MEDLINE, Scopus, ScienceDirect, Google Scholar, dan basis data nasional. Studi dipilih menggunakan kerangka PICOS, mencakup penelitian in vitro dan in vivo. Hasilnya scaffold berbasis S.hermanni, baik sendiri maupun dikombinasi dengan hidroksiapatit atau kitosan, menunjukkan biokompatibilitas tinggi, non toksik, peningkatan marker osteogenik (CD44, IL-10, osteokalsin, bFGF), angiogenesis, dan pembentukan tulang anyaman. Scaffold ini juga menurunkan aktivitas osteoklas melalui efek imunomodulasi. Disimpulkan bahwa S.hermanni berpotensi kuat sebagai biomaterial scaffold dalam rekayasa jaringan gigi, mendukung regenerasi jaringan keras dan lunak dengan aman dan efektif.
Extraction of keratinase enzyme from marine Actinomycetes and its antibacterial againts S.aureus: Ekstraksi enzim keratinase dari Actinomycetes laut dan potensi antibakterinya terhadap S.aureus rene Edith Rieuwpassa; Amraida Khusnul Khatimah; Muh. Chaerul Gunawan; Lalu Novan Maulana; Fadhlan Isnan Makkawaru; Salsabyila Wahyuni Sa; Zalzabila M. Amin
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan patogen penting yang sering dikaitkan dengan infeksi serius dan resistensi antibiotik. Dalam upaya mencari alternatif pengobatan, Actinomycetes laut menjadi sumber potensial karena kemampuannya menghasilkan enzim bioaktif, salah satunya keratinase. Selain fungsinya dalam degradasi keratin, enzim ini juga diketahui memiliki potensi sebagai agen antibakteri. Artikel ini mengeksplorasi ekstraksi enzim keratinase dari isolat Actinomycetes laut serta menguji potensi aktivitas antibakterinya terhadap S.aureus, sebagai langkah awal dalam pemanfaatan bioteknologi laut untuk keperluan medis dan farmasi. Systematic review ini disusun berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Hasil pencarian awal sebanyak 135 artikel kemudian dieksklusikan dan diperoleh 4 artikel yang menunjukkan bahwa Actinomycetes laut berpotensi antibakteri terhadap S.aureus. Disimpulkan bahwa ekstraksi enzim keratinase dari Actinomycetes laut menunjukkan aktivitas antibakteri yang signifikan terhadap S.aureus yang berarti potensi keratinase sebagai agen alternatif untuk mengatasi infeksi bakteri gram positif, terutama di tengah meningkatnya resistensi terhadap antibiotik.
Relation of dental caries with the risk of barodontalgia among professional divers: Hubungan karies gigi dengan resiko baradontalgia pada penyelam profesional Reviana Anggreini Ningrum; M. Aidil Sultan Herdiansyah; Fatimah Azzahra; Muhammad Akira Takashi Dharma
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Barodontalgia adalah rasa sakit pada gigi yang dipicu oleh perubahan tekanan udara saat menyelam, dan merupakan keluhan yang umum di kalangan penyelam profesional. Salah satu faktor risiko utama terjadinya barodontalgia adalah kondisi gigi yang kurang sehat, terutama karies aktif atau restorasi yang tidak sempurna. Artikel ini secara sistematis mengulas bukti ilmiah terkini mengenai hubungan antara karies gigi dan risiko barodontalgia pada penyelam profesional. Penelusuran artikel dilakukan melalui database PubMed, Scopus, dan ScienceDirect. Prevalensi barodontalgia pada penyelam 10,8-56,1%, umumnya disebabkan oleh karies dan restorasi bocor. Disimpulkan bahwa skrining dan perawatan gigi yang menyeluruh perlu menjadi bagian dari protokol medis sebelum penyelaman untuk meminimalkan risiko nyeri gigi dan meningkatkan keselamatan penyelam.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Volume 14 Issue 1 April 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Volume 13 Issue 3 Desember 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Volume 13 Issue 2 Agustus 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Volume 13 Issue 1 April 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Volume 12 Issue 2 Agustus 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Volume 12 Issue 1 April 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Volume 11 Issue 3 Desember 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Volume 11 Issue 2 Agustus 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Volume 11 Issue 1 April 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): Volume 10 Issue 3 Desember 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Volume 10 Issue 2 Agustus 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Volume 10 Issue 1 April 2021 Vol. 9 No. 3 (2020): Volume 9 Issue 3 December 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Volume 9 No 2 Agustus 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Volume 9 No 1 April 2020 Vol. 8 No. 3 (2019): Vol 8 No 3 Desember 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): Vol 8 No 2 Agustus 2019 Vol. 8 No. S - 2 (2019): Volume 8 Suplemen 2 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): Volume 8 No 1 April 2019 Vol. 8 No. S - 1 (2019): Volume 8 Suplemen 1 2019 Vol. 7 No. 3 (2018): Volume 7 No 3 Desember 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Vol 7 No 2 Agustus 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): Vol 7 No 1 April 2018 Vol. 6 No. 3 (2017): Vol 6 No 3 Desember 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Vol 6 No 2 Agustus 2017 Vol. 6 No. S-1 (2017): Vol 6 Suplemen 1 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Vol 6 No 1 April 2017 Vol. 5 No. 3 (2016): Vol 5 No 3 Desember 2016 Vol. 5 No. 2 (2016): Vol 5 No 2 Agustus 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Vol 5 No 1 April 2016 Vol. 5 No. S - 1 (2016): Vol 5 Suplemen 1 2016 Vol. 4 No. 6 (2015): Vol 4 No 6 Desember 2015 Vol. 4 No. 5 (2015): Vol 4 No 5 Oktober 2015 Vol. 4 No. 4 (2015): Vol 4 No 4 Agustus 2015 Vol. 4 No. 3 (2015): Vol 4 No 3 Juni 2015 Vol. 4 No. 2 (2015): Vol 4 No 2 April 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Vol 4 No 1 Februari 2015 Vol. 3 No. 6 (2014): Vol 3 No 6 Desember 2014 Vol. 3 No. 5 (2014): Vol 3 No 5 Oktober 2014 Vol. 3 No. 4 (2014): Vol 3 No 4 Agustus 2014 Vol. 3 No. 3 (2014): Vol 3 No 3 Juni 2014 Vol. 3 No. 2 (2014): Vol 3 No 2 April 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Vol 3 No 1 Februari 2014 Vol. 2 No. 6 (2013): Vol 2 No 6 Desember 2013 Vol. 2 No. 5 (2013): Vol 2 No 5 Oktober 2013 Vol. 2 No. 4 (2013): Vol 2 No 4 Agustus 2013 Vol. 2 No. 3 (2013): Vol 2 No 3 Juni 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Vol 2 No 2 April 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Vol 2 No 1 Februari 2013 Vol. 1 No. 6 (2012): Vol 1 No 6, Desember 2012 Vol. 1 No. 5 (2012): Vol 1 No 5, Oktober 2012 Vol. 1 No. 4 (2012): Vol 1 No 4, Agustus 2012 Vol. 1 No. 3 (2012): Vol 1 No 3, Juni 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Vol 1 No 2, April 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): Vol 1 No 1, Februari 2012 More Issue