cover
Contact Name
Norsita Agustina
Contact Email
norsita.agustina@gmail.com
Phone
+6282240498865
Journal Mail Official
norsita.agustina@gmail.com
Editorial Address
Ruang Jurnal FKM Lt.3 Gedung C Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Jl. Adhyaksa No. 2 Kayutangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 24424986     EISSN : 24424986     DOI : -
Core Subject : Health,
An-Nadaa adalah publikasi ilmiah sebagai wadah informasi di bidang kesehatan masyarakat berupa hasil penelitian orisinal dalam bahasa Indonesia atau Inggris yang mencakup rumpun ilmu : ? Administrasi Kebijakan Kesehatan ? Biostatistik dan Kependudukan ? Epidemiologi ? Gizi Kesmas ? Kesehatan Kerja ? Kesehatan Lingkungan ? KIA – Kesehatan Reproduksi ? Promosi Kesehatan
Articles 260 Documents
HUBUNGAN SIKAP IBU BERSALIN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NIBUNG KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA Metha Fahriani; Eriyanti Sitorus
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 6, No 1 (2019): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.799 KB) | DOI: 10.31602/ann.v6i1.2574

Abstract

Kementerian Kesehatan dalam dekade terakhir menekankan agar setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan dalam rangka menurunkan kematian ibu dan kematian bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari Hubungan Sikap Ibu bersalin dan dukungan keluarga terhadap pemilihan penolong persalinan di Puskesmas Nibung Kabupaten Musi Rawas Utara. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik dengan rancangan cross sectional, yaitu peneliti mengumpulkan variabel independen (sikap ibu bersalin dan dukungan keluarga) dan variabel dependen (pemilihan penolong persalinan) dalam waktu bersamaan. Teknik pengambilan Sampel di ambil secara accidental sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 60 reponden. Penelitian dilaksanakan pada bulan juli 2018 di Puskesmas Nibung Kabupaten Musi Rawas Utara. Analisa data menggunakan chi-square. Hasil penelitian didapat dari 60 responden didapat 46 orang (76,7%) persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, 37 orang (61,7%) sikap ibu bersalin mendukung persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan dan 35 orang (58,3%) dukungan keluarga mendukung persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan. Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap ibu bersalin dengan pemilihan penolong persalinan dengan kategori hubungan sedang. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan pemilihan penolong persalinan dengan kategori hubungan sedang.
ANALISIS PERMASALAHAN GIZI BURUK BERDASARKAN INDIKATOR NUTRITION COMMITMENT INDEX (NCI) DI KABUPATEN BENGKULU UTARA Veby Fransisca Rozi; Novega Novega
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 5, No 2 (2018): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.591 KB) | DOI: 10.31602/ann.v5i2.1651

Abstract

Hasil Riskesdas Provinsi Bengkulu Tahun 2013, prevalensi Balita gizi buruk tertinggi berada di Kabupaten Bengkulu Utara yaitu 24,1%. Jumlah kasus Balita gizi buruk di Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2015 sebanyak 20 orang. Salah satu indikator untuk mengukur komitmen pemerintah yaitu dengan melihat indikator Nurtition Commitment Index (NCI). NCI adalah indeks untuk mengukur komitmen pemerintah dalam mengatasi kekurangan gizi dengan 12 indikator yang dikelompokkan dalam 3 tema yaitu anggaran, kebijakan program dan regulasi tertulis. Tujuan penelitian untuk menganalisis permasalahan gizi buruk berdasarkan indikator NCI di Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan penelitian studi kebijakan. Informan dalam penelitian berjumlah 5 orang. Hasil penelitian menunjukkan dari 12 skor NC terdapat 7 indikator yang sudah tercapai yaitu indikator cakupan vitamin A, akses air bersih, kondisi program gizi dalam kebijakan daerah, program gizi diprioritaskan dalam perencanaan daerah, koordinasi lintas sektor, target indikator program gizi dan survei gizi dalam 3 tahun terakhir sedangkan 5 indikator yang masih belum tercapai yaitu indikator anggaran, promosi ASI eksklusif, cakupan sanitasi, kunjungan ibu hamil yaitu K1 dan K4 dan indikator hukum. Disarankan Dinas Kesehatan mengadakan koordinasi antar intern Dinas Kesehatan maupun dengan tim penyusunan anggaran agar usulan rencana anggaran program gizi dapat terealisasi secara maksimal.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN BEROBAT GIGI DENGAN TINGKAT KUALITAS PELAYANAN DI POLI GIGI PUSKESMAS KELAYAN DALAM KECAMATAN BANJARMASIN SELATAN M. Febriza Aquarista; Dian Nurlatifah
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 3, No 1 (2016): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.387 KB) | DOI: 10.31602/ann.v3i1.842

Abstract

Kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan telah bergeser ke arah yang lebih berkualitas. Seiring dengan meningkatnya keadaan sosial masyarakat dimana masyarakat semakin sadar akan kualitas, maka diperlukan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara karakteristik pasien (umur, jenis kelamin, pekerjaan, dan pendidikan) dengan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Kelayan Dalam Kecamatan Banjarmasin Selatan. Penelitian ini adalah peneitian survey analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel adalah Accidental Sampling. Data primer didapatkan dari survey kepada pasien dengan menggunakan alat ukur kuesioner. Metode analisis yang digunakan menggunakan uji chi-square dengan total populasi 626 dan dengan jumlah sampel sebanyak 87 responden. Hasil analisis univariat disimpulkan bahwa sebagian besar responden berumur 26-35 tahun yaitu sebanyak 35,6%, responden jenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 52,9%, responden yang tidak bekerja sebanyak 52,9% dan responden dengan pendidikan dasar yaitu sebanyak 75,9%, dan responden yang merasa pelayanan kesehatan kurang baik di Puskesmas Kelayan Dalam Kecamatan Banjarmasin Selatan yaitu sebanyak 35,6%. Hasil analisis bivariat dengan uji chi-square dapat disimpulkan bahwa secara statistik ada hubungan antara umur (p value 0,017), ada hubungan antara jenis kelamin (p value 0,022), tidak ada hubungan antara jenis pekerjaan (p value 0,442), dan ada hubungan antara pendidikan (p value 0,000) terhadap kualitas pelayanan kesehatan. Peneliti menyarankan agar Puskesmas mampu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terutama dalam hal perlengkapan fasilitas kesehatan, tindakan petugas kesehatan terhadap keluhan pasien dan prosedur pelayanan di Poli Gigi Puskesmas Kelayan Dalam Kota Banjarmasin.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN, UMUR DAN PARITAS IBU DENGAN KEJADIAN PERSALINAN PREMATUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LOKPAIKAT KECAMATAN LOKPAIKAT KABUPATEN TAPIN Ratu Humairah; Hasan Zain; Asrinawaty Asrinawaty
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 2 (2015): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v2i2.2629

Abstract

Persalinan prematur merupakan hal yang berbahaya karena mempunyai dampak yang potensial meningkatkan kematian perinatal, umumnya berkaitan dengan berat badan lahir rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan, umur dan paritas ibu dengan kejadian persalinan prematur di wilayah kerja Puskesmas Lokpaikat Kecamatan Lokpaikat Kabupaten Tapin Tahun 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik melalui pendekatan Cross Sectional dengan sampel 163 orang ibu bersalin. Data diambil dari laporan terintegrasi KIA dan kohort ibu bersalin dan di analisis menggunakan uji statistik korelasi Chi Square dengan α = 0,05. Hasil uji Chi Square dengan α = 0,05, didapatkan nilai ρ tingkat pendidikan = 0,014, ρ umur = 0.008 dan ρ paritas = 0,014 ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan, umur dan paritas ibu dengan kejadian persalinan prematur. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan kepada masyarakat agar melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin serta mengikuti kelas ibu hamil, dan untuk petugas kesehatan agar lebih aktif memberikan pengetahuan kesehatan kepada masyarakat terutama yang berhubungan dengan kehamilan.
ANALISIS BEBAN KERJA TENAGA GIZI DI RSUD BANJARBARU Maidina Aisyah; Aprianti Aprianti
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 5, No 1 (2018): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v5i1.1641

Abstract

Semakin baik pelayanan gizi yang diberikan oleh rumah sakit, maka semakin baik pula standar akreditasi rumah sakit tersebut. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisis beban kerja tenaga gizi di Instalasi Gizi RSUD Banjarbaru. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif kualiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga gizi di RSUD Banjarbaru yang berjumlah 9 orang. Analisis data disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian ini Penggunaan waktu produkif tenaga gizi di ruang rawat inap 60,6% sedangkan di ruang penyelenggaraan 94%, waktu kerja yang tersedia bagi tenaga gizi di ruang rawat inap sebesar 34,25 jam/minggu sedangkan di ruang penyelenggaraan makanan 35 jam/minggu. Standar beban kerja tenaga gizi pertahun menunjukkan setiap kegiatan membutuhkan waktu dalam setiap standar beban kerja sesuai kegiatan dari hari kerja yang tersedia. Proporsi waktu beban kerja tenaga gizi di ruang rawat inap kurang dari standar sedangkan di ruang penyelenggaraan makanan melebihi standar waktu produktif dan waktu kerja yang tersedia tenaga gizi belum sesuai. Diharapkan dapat melanjutkan penelitian selanjutnya untuk menentukan standar kelonggaran dan kebutuhan tenaga kerja di rumah sakit lain atau ditempat lainnya.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA DI KOTA PEKANBARU Dwi Sapta Aryantiningsih
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 1, No 2 (2014): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.079 KB) | DOI: 10.31602/ann.v1i2.214

Abstract

Posyandu lansia merupakan Pos Pelayanan Terpadu terhadap Lansia di tingkat desa/kelurahan dalam wilayah kerja masing-masing Puskesmas. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru triwulan akhir tahun 2012 masih terdapat kunjungan Lansia yang hanya 4,4%, padahal ditargetkan 75%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor–faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Posyandu Lansia di Kota Pekanbaru. Jenis Penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, yang dilaksanakan di Puskesmas di Kota Pekanbaru pada bulan Mei-Juli 2014. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh Lansia yang berumur ≥ 60 Tahun yang ada di wilayah kerja Puskesmas, dengan sampel 364 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan data primer. Pengolahan datanya secara editing, coding, entry, processing, cleaning dan analisa data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian adalah Lansia yang tidak memanfaatkan posyandu yaitu 70,3%, variabel yang berhubungan dengan pemanfaatan posyandu yaitu pengetahuan (CI 95%; POR=1,726 (1,092-2,729)), dukungan keluarga (CI 95%; POR=3,153 (1,972-5,042)), dukungan petugas kesehatan (CI 95%; POR= 2,508(1,579-3,982)) dan variabel yang tidak berhubungan dengan pemanfaatan posyandu yaitu jarak tempat tinggal Lansia. Disarankan untuk memberikan konseling kepada Lansia dan keluarga Lansia tentang manfaat Posyandu Lansia, memberdayakan kader Posyandu Lansia untuk memberikan informasi kepada Lansia tentang Posyandu Lansia, memberikan konseling kepada keluarga Lansia untuk dapat memberikan dukungan kepada Lansia agar memanfaatkan Posyandu Lansia, memotivasi petugas kesehatan memberikan informasi kepada setiap Lansia yang berkunjung ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya dan keluarganya tentang manfaat Posyandu Lansia.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TENTANG PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS JEKAN RAYA PALANGKA RAYA Suryagustina, Suryagustina,; Siti Santy Sianipar,; Lodia Kristin Manipada
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 1 (2017): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.31 KB) | DOI: 10.31602/ann.v4i1.1162

Abstract

Sexually transmitted infections has now become an International problem and in a relatively rapid periods there has been an increase in the number of sufferers in the various of countries. Sexually transmitted infection are diseases arising from transmitted through sexual intercourse. Based on the preliminary results of the survey in the region are almost never receive health education about sexually transmitted infections even though the area is adjacent to the localization. This study aims to determine the effect of Health Education on the Level of Patients Knowledge about the Prevention of Sexually Transmitted Infections in the Working Area at Jekan Raya Health Center. The design of this study is pre-experiment approach one-group pre-post test design. The sampling technique used is accidental sampling, with sample are 30 respondents and analyzed with the Wilcoxon statistical test. The results of analysis by using the Wilcoxon test obtained p-value 0.000 < 0.05, which means Ha accepted that there is an influence of health education on the level of patients' knowledge about the prevention of sexually transmitted infections. It is expected that the results of this study can be used as a source of information for research and improving health care by providing health education not only to those who are at risk but to the general population. Because they also need to know about sexually transmitted infections and their prevention.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PEMILIHAN MAKANAN JAJANAN PADA MURID DI SDN-SN PEMURUS BARU 2 BANJARMASIN Anugrah Agung Rivani; Hasan Zain; Meilya Farika Indah
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 1 (2015): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.984 KB) | DOI: 10.31602/ann.v2i1.2608

Abstract

Perilaku jajan anak dalam memilih makanan yang dibelinya mempunyai dampak positif maupun negatif bagi kesehatan anak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan pemilihan makanan jajanan pada murid di SDN-SN Pemurus Baru 2 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi pada Penelitian ini adalah murid sekolah dasar kelas V dengan jumlah sampel sebanyak 89 orang. Teknik pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan cara total Sampling. Pengolahan dan analisi data menggunakan program SPSS 16.0 dengan menggunakan uji chi square. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan chi-square menunjukkan ada hubungan pengetahuan anak dengan pemilihan makanan jajanan (p-value= 0,014). Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan pengetahuan dengan pemilihan makanan jajanan pada murid di SDN Pemurus Baru 2 Banjarmasin.
HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BABANA KABUPATEN MAMUJU TENGAH Sachrul Romadhan S; Nur Haidah; Pratiwi Hermiyanti
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 6, No 2 (2019): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v6i2.2680

Abstract

Tuberkulosis paru adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Salah satu penyebab terjadinya penyakit tuberkulosis paru pada manusia adalah kondisi fisik rumah yang tidak memenuhi syarat. Tercacat penderita tuberkulosis paru pada tahun 2018–2019 (Data bulan Mei) sebanyak 38 orang pada Puskesmas Babana. Kategori rumah yang tidak memenuhi syarat di wilayah kerja Puskesmas Babana sebanyak 1.378 unit (51,65%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Babana. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain case control menggunakan uji chi-square dengan derajat kesalahan nilai (α) = 0,05. Sampel yang digunakan sebanyak 70 sampel yang terdiri dari kelompok kasus 35 sampel dan kelompok kontrol 35 sampel, teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil uji chi-square, kondisi fisik rumah yang mempunyai hubungan dengan kejadian tuberkulosis paru diwilayah kerja Puskesmas Babana adalah luas ventilasi (p value = 0,048), pencahayaan alami (p value = 0,023), kelembaban udara (p value = 0,022), dan suhu (p value = 0,016). Sedangkan kondisi fisik rumah yang tidak mempunyai hubungan dengan kejadian tuberkulosis paru diwilayah kerja Puskesmas Babana adalah kepadatan hunian (p value =0,550), jenis lantai (p value = 1,000) dan jenis dinding (p value =0,623).
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI (FAST FOOD) PADA MAHASISWA Dede Munasiroh; Diana Oktavia Nurawali; Dina Aulia Rahmah; Fina Suhailah; Iwan Ridwan Yusup
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 6, No 2 (2019): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v6i2.2681

Abstract

Pola pemikiran masyarakat yang serba cepat menyebabkan manusia menginginkan segala sesuatunya menjadi serba instant, sehingga kebiasaan mengkonsumsi makanan cepat saji saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan variabel bebas dan terikat (umur, jenis kelamin, status gizi, pengetahuan, perpindahan penduduk, uang saku, dukungan sosial, sumber informasi dan akses sarana) pada mahasiswa. Jenis Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, dimana pengumpulan data dilakukan pada bulan November 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan pendidikan biologi dengan jumlah 481 mahasiswa. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 61 mahasiswa. Teknik dalam pengambilan data penelitian diperoleh melalui kuesioner. Data hasil penelitian ini diolah dengan menggunakan uji chi square univariat dan bivariat. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumsi makanan cepat saji yaitu status gizi dan dukungan sosial. Sedangkan faktor yang tidak berhubungan yaitu umur, jenis kelamin, pengetahuan, perpindahan penduduk , uang saku , sumber informasi, dan akses sarana. Penelitian ini merekomendasikan untuk mempertahankan perilaku makan agar terhindar dari obesitas, mencegah penyakit dan gizi  buruk.

Page 8 of 26 | Total Record : 260