Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KENAIKAN TEKANAN DARAH PADA PEKERJA BAGIAN STONE CRUSHER DI PT LUTVINDO WIJAYA PERKASA PEKANBARU TAHUN 2015 Aryantiningsih, Dwi Sapta
Sistem Informasi Vol 6 No 01 (2015): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.027 KB)

Abstract

Kenaikan tekanan darah adalah apabila adanya kenaikan tekanan darah sistolik ≥ 30 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 15 mmHg. Kenaikan tekanan darah didiagnosa akan menyebabkan penyakit hipertensi (Garnadi, 2012). World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa hipertensi merupakan penyebab nomor 1 kematian di dunia. Survei pendahuluan pada pekerja di PT Lutvindo Wijaya Perkasa Pekanbaru sebelum dan sesudah bekerja didapatkan 30% pekerja mengalami kenaikan tekanan darah sistolik dan 53% pekerja mengalami kenaikan tekanan darah diastolik setelah bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kenaikan Tekanan Darah Pada Pekerja Bagian Stone Cursher Di PT Lutvindo Wijaya Perkasa Pekanbaru Tahun 2015.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan 08 Juni – 16 Juni 2015 di PT Lutvindo Wijaya Perkasa Pekanbaru Tahun 2015. Populasi yaitu seluruh pekerja dibagian stone crusher yang berjumlah 35 orang dan seluruh pekerja menjadi objek penelitian dengan menggunakan kuesioner. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat.Hasil penelitian ini menunjukkan proporsi pekerja yang mengalami kenaikan tekanan darah yaitu 54,3%. Variabel status merokok (POR=10,929; CI 95%=1,867-63,968), kebisingan (POR=6,250; CI95%=1,399-27,925) yang berhubungan signifikan dengan kenaikan tekanan darah.Kesimpulan yaitu status merokok dan kebisingan berhubungan dengan kenaikan tekanan darah. Oleh karena itu disarankan kepada pihak PT Lutvindo Wijaya Perkasa Pekanbaru untuk dapat memberikan earplug kepada pekerja yang terpapar kebisingan serta meminimalisir tingkat kebisingan di tempat kerja dengan melakukan perawatan mesin berkala sehingga mesih terjaga, dan memberikan penyuluhan kepada pekerja mengenai bahaya rokok terhadap kenaikan tekanan darah
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK PADA BAYI DI DESA PEMATANG TEBIH UJUNGBATU TAHUN 2014 Aryantiningsih, Dwi Sapta
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.343 KB)

Abstract

Imunisasi adalah suatu upaya mendapatkan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan kuman atau kuman yang sudah dilemahkan atau sudah dimatikan (Marimbi,2010). Campak adalah penyakit menular, disebabkan oleh virus Morbili. Pemberian imunisasi campak agar anak mendapatkan kekebalan terhadap penyakit campak secara aktif. Desa Pematang Tebih merupakan desa dengan cakupan imunisasi campak yang paling rendah di Wilayah Kerja Puskemas Ujung Batu dengan pencapaiannya yaitu tahun 2011(100%), tahun 2012 (95,1%) dan tahun 2013 sebesar (91,9%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu dalam pemberian imunisasi campak pada bayi di Desa Pematang Tebih Ujungbatu Tahun 2014. Jenis penelitian yaitu analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasinya yaitu seluruh ibu yang mempunyai bayi yang berumur 9 sampai 12 bulan di Desa Pematang Tebih sejumlah 108 orang dengan teknik proportional stratified random sampling. Pengumpulan data primer dengan menggunakan kuesioner. Analisa data yaitu univariat dan bivariat. Hasil penelitian yaitu ada hubungan antara pendidikan ibu (POR=3,179), status pekerjaan ibu (POR= 0,073), status ekonomi (POR= 11,200), sarana dan prasarana (POR=6,900), dukungan keluarga (POR=6,838) dan dukungan tenaga kesehatan (POR=9,562) dengan pemberian imunisasi campak pada bayi. Disarankan agar petugas kesehatan meningkatkan upaya promotif dalam upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang imunisasi campak pada bayi.
KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HARAPAN RAYA PEKANBARU aryantiningsih, dwi sapta; Silaen, Jesika Br
Jurnal Ipteks Terapan Vol 12, No 1 (2018): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.313 KB) | DOI: 10.22216/jit.2018.v12i1.1483

Abstract

AbstrakHipertensi yaitu keadaan seseorang yang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal (Susilo & Wulandari, 2011). Di Propinsi Riau kejadian hipertensi mencapai 0,17 % dan di Kota Pekanbaru mencapai 0,15%.  Faktor yang berhubungan dengan hipertensi seperti usia, jenis kelamin, ras, stres, riwayat keluarga, obesitas, aktivitas olahraga, konsumsi garam dan kebiasaan merokok (Palmer,2007). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif analitik dengan desain case control. Penelitian ini dilakukan  di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru. Teknik sampling yaitu Quota Sampling. Responden yaitu pasien yang menderita dan tidak menderita hipertensi sebanyak 58 kasus dan 58 kontrol, dengan menggunakan instrument penelitian kuesioner, sphygmomanometer, timbangan dan microtoise. Analisis data secara univariat dan bivariat.Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia (Pvalue=0,00005), jenis kelamin (Pvalue=0,002), kegemukan (obesitas) (Pvalue=0,010), aktivitas olahraga (Pvalue=0,016), asupan garam (natrium) (Pvalue=0,003), dan kebiasaan merokok (Pvalue=0,00005) dengan kejadian hipertensi dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat keluarga. Kesimpulan yaitu terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, kegemukan, aktivitas olahraga, asupan garam dan kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan program promosi kesehatan tentang  pola hidup sehat dan perlunya pojok gizi dalam memberikan konseling.AbstrackHypertension is the state of someone who is experiencing an increase in blood pressure above normal (Susilo & Wulandari, 2011). The incidence of hypertension in Riau province reached 0.17% and in the city of Pekanbaru reached 0.15%. The factors associated with hypertension, such as age, sex, race, stress, family history, obesity, exercise, salt intake and smoking habits (Palmer, 2007). The purpose of this study was to determine the factors associated with hypertension. This type of research is quantitative analytical case control design. This research was conducted in Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru. Sampling Quota sampling techniques. Respondents are patients who suffer and do not suffer from hypertension were 58 cases and 58 controls, by using a questionnaire research instruments, sphygmomanometer, scales and microtoise. Analysis of univariate and bivariate data.The results of this study showed a significant relationship between age (pvalue = 0.00005), gender (pvalue = 0,002), overweight (obesity) (pvalue = 0,010), leisure activities (pvalue = 0.016), the intake of salt (sodium) ( pvalue = 0.003), and smoking (pvalue = 0.00005) with hypertension and no significant relationship between family history. The conclusion that there is a relationship between age, sex, obesity, exercise, salt intake and smoking and the incidence of hypertension. It is recommended that health workers improve health promotion programs on healthy lifestyles and the need for nutritional corner of providing counseling. 
KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PEKERJA ASPAL MIXING PLANT (AMP) & BATCHING PLANT DI PT. LWP PEKANBARU TAHUN 2015 Dwi Sapta Aryantiningsih; Dewi Husmaryuli
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v10i2.199

Abstract

Kecelakaan mengakibatkan kerugian jiwa, harta benda dan terjadi akibat adanya kontak dengan sumber energi  yang  melebihi ambang  batas atau  struktur.  Data  di  Provinsi Riau  angka kecelakaan kerja  sebanyak 491 kasus3. Data dari PT. LWP Pekanbaru didapatkan peningkatan kasus kecelakaan kerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecelakaan Kerja Pada Pekerja. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi sebanyak 40 pekerja dan seluruhnya menjadi responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis yang dilakukan yaitu univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang pernah mengalami kecelakaan kerja sebanyak 23 orang (57,5%). Variabel yang  berhubungan secara signifikan dengan kecelakaan kerja adalah umur dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Peneliti mengharapkan agar pihak perusahaan dapat memberikan informasi kepada pekerja dan membuat peraturan dalam menggunakan APD dan menyediakan APD yang sesuai di setiap unit produksi. Kata Kunci: Umur, Penggunaan APD, Kecelakaan Kerja
KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HARAPAN RAYA PEKANBARU dwi sapta aryantiningsih; Jesika Br Silaen
Jurnal Ipteks Terapan Vol 12, No 1 (2018): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jit.2018.v12i1.1483

Abstract

AbstrakHipertensi yaitu keadaan seseorang yang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal (Susilo & Wulandari, 2011). Di Propinsi Riau kejadian hipertensi mencapai 0,17 % dan di Kota Pekanbaru mencapai 0,15%.  Faktor yang berhubungan dengan hipertensi seperti usia, jenis kelamin, ras, stres, riwayat keluarga, obesitas, aktivitas olahraga, konsumsi garam dan kebiasaan merokok (Palmer,2007). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif analitik dengan desain case control. Penelitian ini dilakukan  di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru. Teknik sampling yaitu Quota Sampling. Responden yaitu pasien yang menderita dan tidak menderita hipertensi sebanyak 58 kasus dan 58 kontrol, dengan menggunakan instrument penelitian kuesioner, sphygmomanometer, timbangan dan microtoise. Analisis data secara univariat dan bivariat.Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia (Pvalue=0,00005), jenis kelamin (Pvalue=0,002), kegemukan (obesitas) (Pvalue=0,010), aktivitas olahraga (Pvalue=0,016), asupan garam (natrium) (Pvalue=0,003), dan kebiasaan merokok (Pvalue=0,00005) dengan kejadian hipertensi dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat keluarga. Kesimpulan yaitu terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, kegemukan, aktivitas olahraga, asupan garam dan kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan program promosi kesehatan tentang  pola hidup sehat dan perlunya pojok gizi dalam memberikan konseling.AbstrackHypertension is the state of someone who is experiencing an increase in blood pressure above normal (Susilo & Wulandari, 2011). The incidence of hypertension in Riau province reached 0.17% and in the city of Pekanbaru reached 0.15%. The factors associated with hypertension, such as age, sex, race, stress, family history, obesity, exercise, salt intake and smoking habits (Palmer, 2007). The purpose of this study was to determine the factors associated with hypertension. This type of research is quantitative analytical case control design. This research was conducted in Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru. Sampling Quota sampling techniques. Respondents are patients who suffer and do not suffer from hypertension were 58 cases and 58 controls, by using a questionnaire research instruments, sphygmomanometer, scales and microtoise. Analysis of univariate and bivariate data.The results of this study showed a significant relationship between age (pvalue = 0.00005), gender (pvalue = 0,002), overweight (obesity) (pvalue = 0,010), leisure activities (pvalue = 0.016), the intake of salt (sodium) ( pvalue = 0.003), and smoking (pvalue = 0.00005) with hypertension and no significant relationship between family history. The conclusion that there is a relationship between age, sex, obesity, exercise, salt intake and smoking and the incidence of hypertension. It is recommended that health workers improve health promotion programs on healthy lifestyles and the need for nutritional corner of providing counseling. 
PKM PANTI ASUHAN AS-SALAM “OPTIMALISASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA MELALUI PENDAMPINGAN JACARE (REMAJA CARE)” TAHUN 2021 Dwi Sapta Aryantiningsih; Linda Suryani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 4 No 3 (2021): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v4i3.1820

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja sangat penting diperhatikan karena akibatnya sangat luas. Salah satu akibat kurang nya remaja memperhatikan kesehatan reproduksi adalah banyak ditemukan remaja yang mengalami infeksi pada organ reproduksi khususnya pada alat kelamin. Hanya 21,6% remaja yang melakukan perilaku personal hygiene dengan benar, dan 28% remaja yang mendapatkan informasi tentang PIK-Remaja (Pusat Informasi dan konseling Remaja) berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Seorang remaja perlu mendapatkan pendampingan supaya mendapatkan informasi yang benar sehingga masalah pada kesehatan seksual dan reproduksi tidak terjadi. Pendidikan teman sebaya akan berdampak terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan tindakan seseorang dalam menjaga kebersihan diri. Adapun tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu agar permasalahan seputar kesehatan reproduksi remaja dapat diatasi dan adanya ruang diskusi dengan teman sebaya yang dikenal dengan remaja care (Jacare) untuk membahas masalah kesehatan reproduksi. Metode pelaksanaan kegiatan PKM secara garis besar meliputi tahapan pelatihan, pembentukan Jacare, pendampingan serta evaluasi. Setelah pemberian edukasi dan pembentukan Jacare sebagai wadah pendampingan bagi anak panti serta proses pendampingan maka diperoleh dampak positif yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan anak Panti As-Salam tentang kesehatan reproduksi. Kegiatan pendampingan yang dilakukan Jacare dapat membantu anak asuh menemukan solusi dari masalah kesehatan yang dihadapi. Oleh karena itu, perlu dilakukan pendampingan berkelanjutan terhadap anak panti untuk mengatasi masalah yang dihadapinya.
Analisis Pelatihan, Motivasi, Ketersediaan Alat Dan Pengawasan Penggunaan APD Pada Laboran Tb Di Puskesmas Kota Pekanbaru Dwi Sapta Aryantiningsih; Ikke Debora Pardosi
HEALTH CARE : JURNAL KESEHATAN Vol 8 No 1 (2019): Health Care : Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKes Payung Negeri Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.214 KB) | DOI: 10.36763/healthcare.v8i1.40

Abstract

Abstrak Tuberkulosis (TB) termasuk penyakit zoonosis, karena penyakit ini dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Penyebab tuberkulosis adalah Mycobacterium tuberculosis (Soedarto, 2009).Berdasarkan Profil Kesehatan di Kota Pekanbaru dari tahun 2015-2017, ditemukan lima Puskesmas dengan kasus Tuberkulosis yang tinggi yaitu Sidomulyo 16% (77,58); Umban Sari 10% (46,63); RI Sidomulyo 6% (29,51); Rumbai Bukit 6% (28,99); dan Lima Puluh 5% (24,64). Dari tingginya data kasus TB yang ada di Kota Pekanbaru juga dapat berdampak pada petugas Laboratorium Puskesmas (Laboran). Menurut Standar Pelayananan Laboratorium Tuberkulosis (2014) Keamanan Kerja di laboratorium biakan dan uji kepekaan harus seusai dengan tata kerja keamanan di fasilitas laboratorium dengan tingkat risiko penularan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelatihan, motivasi, ketersediaan alat, pengawasan dalam pencegahan penularan tuberkulosis pada laboran di Puskesmas Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif, yang dilaksanakan di lima Puskesmas yang ada di Kota Pekanbaru pada Januari s/d Februari 2019. Informan adalah laboran, pimpinan Puskesmas dan Kepala Tata Usaha. Jumlah informan sebanyak 15 orang. Instrumennya berupa panduan wawancara dan lembar observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa laboran telah mendapatkan pelatihan TB, motivasi laboran dalam menggunakan alat perlindungan diri cukup tinggi, tersedianya alat perlindungan diri di laboratorium dan adanya pengawasan yang dilakukan oleh tim mutu Puskesmas terhadap Laboran. Dari hasil penelitian ini, dapat direkomendasikan kepada Pimpinan Puskesmas untuk meningkatkan pelatihan khususnya tentang alat perlindungan diri di Laboratorium.
Kejadian Low Back Pain pada Mekanik Bagian UPT Mekanisasi di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau Kursiah Warti Ningsih; Dwi Sapta; Rudi Fernando
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.71 KB) | DOI: 10.25311/keskom.Vol3.Iss2.106

Abstract

Low Back Pain (LBP) is pain felt in the lower back area, may be a local pain (inflammation), or radicular pain or both. Low back pain is a disease that most experienced workers, where the incidence of lower back pain knows no differences in age, sex, occupation, social status, or level of education / knowledge, can all be affected. More than 70% of people in his life ever experienced lower back pain, with an average peak incidence 35-55 years old. This research was conducted at the Department of Food Crops and Horticulture Riau province in July 2014. The study design was cross-sectional with a number of respondents as many as 32 workers. The data collection is done with low back pain in the form of body mapping instrument checklist, and instrument variables collection of knowledge, work period and age of workers with the questionnaire as a tool in data collection. Analysis of the data using linear regression. These results indicate that there is a significant relationship between the worker's age and years of service with the incidence of low back pain. These results indicate that an increase of 1 point the worker's age there will be an increase of 0,084 points low back pain on workers and an increase of 1 point tenure there will be an increase of 0.097 points low back pain in workers. Suggested to the Department of Food Crops and Horticulture Riau province to hold a morning exercise every week to strengthen bone mass, decrease chronic joint pain in the waist, back and knee recalling the events of low back pain is related to age and work period.
Peran Pengawas Menelan Obat dalam Penanggulangan Tuberkulosis di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Dwi Sapta Aryantiningsih; Ambiyar Ambiyar; Dedy Irfan
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 6 No 3 (2020): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol6.Iss3.634

Abstract

Tuberculosis (TB) is one of the 10 infectious diseases that can cause mortality worldwide. Geographically, the highest TB cases occurred in Southeast Asia (44%). Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. Indonesia is among the 3 countries that account for two-thirds of TB cases in the world is 8%. The case finding rate in Riau Province was only 39% and in Pekanbaru City it was only 37.5%. The cure rate for TB patients in Indonesia reaches 73.2% and in Pekanbaru it is only 59.9%, which is still below the Ministry of Health's target of 85%. Family support is very important to observe patient reports for regular medication during the treatment period until it recovers. This study aims to see the role of family support in TB control efforts. Type of qualitative research. The research subjects were 1 holder of the TB Health Office program, 1 staff, 2 Puskesmas program holders, 2 family. Data collection was carried out by interview and document search. The results showed that the family support involved was the patient's family. Health workers provide health information to family related to modes of transmission, how to take TB drugs, schedule patient re-visits. The role of family support is still needed to be improved to support TB treatment. It is recommended to use information systems such as SMS, Web or YouTube to increase the role of family support and patient compliance to follow TB treatment procedures. Keywords: Family support, drug, Tuberculosis
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KENAIKAN TEKANAN DARAH PADA PEKERJA BAGIAN STONE CRUSHER DI PT LUTVINDO WIJAYA PERKASA PEKANBARU TAHUN 2015 Dwi Sapta Aryantiningsih
Sistem Informasi Vol 6 No 01 (2015): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v6i01.487

Abstract

Kenaikan tekanan darah adalah apabila adanya kenaikan tekanan darah sistolik ≥ 30 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 15 mmHg. Kenaikan tekanan darah didiagnosa akan menyebabkan penyakit hipertensi (Garnadi, 2012). World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa hipertensi merupakan penyebab nomor 1 kematian di dunia. Survei pendahuluan pada pekerja di PT Lutvindo Wijaya Perkasa Pekanbaru sebelum dan sesudah bekerja didapatkan 30% pekerja mengalami kenaikan tekanan darah sistolik dan 53% pekerja mengalami kenaikan tekanan darah diastolik setelah bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kenaikan Tekanan Darah Pada Pekerja Bagian Stone Cursher Di PT Lutvindo Wijaya Perkasa Pekanbaru Tahun 2015.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan 08 Juni – 16 Juni 2015 di PT Lutvindo Wijaya Perkasa Pekanbaru Tahun 2015. Populasi yaitu seluruh pekerja dibagian stone crusher yang berjumlah 35 orang dan seluruh pekerja menjadi objek penelitian dengan menggunakan kuesioner. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat.Hasil penelitian ini menunjukkan proporsi pekerja yang mengalami kenaikan tekanan darah yaitu 54,3%. Variabel status merokok (POR=10,929; CI 95%=1,867-63,968), kebisingan (POR=6,250; CI95%=1,399-27,925) yang berhubungan signifikan dengan kenaikan tekanan darah.Kesimpulan yaitu status merokok dan kebisingan berhubungan dengan kenaikan tekanan darah. Oleh karena itu disarankan kepada pihak PT Lutvindo Wijaya Perkasa Pekanbaru untuk dapat memberikan earplug kepada pekerja yang terpapar kebisingan serta meminimalisir tingkat kebisingan di tempat kerja dengan melakukan perawatan mesin berkala sehingga mesih terjaga, dan memberikan penyuluhan kepada pekerja mengenai bahaya rokok terhadap kenaikan tekanan darah