cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
educatio@unma.ac.id
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
educatio@unma.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Majalengka Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Educatio FKIP UNMA
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 24599522     EISSN : 25486756     DOI : http://dx.doi.org/10.31949/educatio
Core Subject : Education,
Education curriculum, instruction, learning, policy, preparation of teachers, Learning Media, Development Subject of Education, and Management of Education
Articles 1,180 Documents
Analisis Kelancaran Prosedural Matematis Siswa Berdasarkan Kemandirian Belajar Arni Safitri; Karunia Eka Lestari
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 2 (2022): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i2.1979

Abstract

Kelancaran prosedural matematis merupakan aspek penting dan harus dikuasai oleh siswa, yang dari kecakapan matematika yang dibangun di atas pemahaman konseptual, kompetensi strategis, penalaran adaptif, dan pemecahan masalah. Kecakapan prosedural juga terkait dengan aspek sikap seperti kemandirian belajar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelancaran prosedural matematis berdasarkan kemandirian belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini melibatkan 10 orang siswa kelas VIII di salah satu SMP Negeri 1 Kutawaluya Karawang. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif melalui teks analisis. Gambaran mengenai kemandirian belajar siswa serta kaitannya dengan kelancaran prosedural matematis juga dianalisis secara deskriptif melalui tampilan grafis data. Hasil penelitian menunjukkan gambaran umum kelancaran prosedural matematis siswa yang masih tergolong rendah. Meskipun demikian, secara umum siswa menunjukkan sikap positif terhadap kemandirian belajar. Secara keseluruhan hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara kelancaran prosedural matematis dan kemandirian belajar.
Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi dalam Perkembangan Pembelajaran Matematika SMA Peppy Pustiati Noor; Agung Prasetyo Abadi
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 2 (2022): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i2.1986

Abstract

Kemampuan berpikir tingkat tinggi penting dikuasai oleh peserta didik. Namun berdasarkan hasil studi dari PISA tahun 2018, Indonesia berada pada urutan di bawah rata-rata OECD. Rendahnya hasil tes PISA yang didapat oleh Indonesia salah satu penyebabnya yaitu dikarenakan rendahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi. Rendahnya Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi dikarenakan pada proses pembelajaran matematika peserta didik hanya diajarkan untuk menghafal, menulis ulang dan mengerjakan pekerjaan rumah atau latihan saja, tidak dilatih lebih dalam mengenai Kemampuan Berpikir Tingkat Tingginya serta menyelesaikan masalah yang relevan dengan materi yang sedang diajarkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kajian pustaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pembelajaran yang relevan dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Metode penulisan yang digunakan yaitu Kajian Pustaka, yaitu dengan mengkaji jurnal-jurnal terdahulu yang relevan dengan judul serta tujuan penulisan. Dari kajian yang sudah dilakukan terdapat tiga pembelajaran yang sejalan dengan tujuan dari Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi dan dapat meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi yang diantaranya yaitu, Pembelajaran Saintifik, Pendekatan Pembelajaran Problem Posing, dan Pembelajaran Berbasis Masalah.
Analisis Kemampuan Penalaran Siswa SMP pada Materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel Firial Yifa Nabila; Rina Marlina
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 2 (2022): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i2.1988

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kemampuan penalaran matematis pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas VIII dalam mengerjakan soal yang berkaitan dengan materi Sistem Persamaan Liear Dua Variabel. Kemampuan penalaran matematis ini dapat dilihat melalui hasil tes uraian siswa dalam mengerjakan soal yang dibuat berdasarkan indikator penalaran matematis untuk memecahkan masalah pada soal. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen tes yang peneliti gunakan merupakan tes yang berbentuk uraian. Siswa SMP kelas VIII merupakan subjek yang digunakan dalam penelitian ini dengan sampel siswa sebanyak 20 orang yang hasilnya akan dikelompokkan menjadi tiga kategori. Kemampuan penalaran matematis siswa akan ditunjukkan melalui hasil analisis penelitian. Penelitian ini memperoleh hasil analisis bahwa kemampuan penalaran matematis siswa kelas VIII dalam mengerjakan soal yang berkaitan dengan materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel disalah satu SMP di Karawang mendapatkan kategori tinggi sebanyak 25%, sedang 35%, dan rendah sebanyak 45%. Pada materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV), diperoleh siswa yang berada dalam kategori rendah lebih banyak dari kategori lainnya. Siswa terkhusus terdapat pada indikator penalaran matematis dalam menarik kesimpulan dari suatu masalah, menyusun bukti yang relevan, memberikan alasan yang tepat terhadap kebenaran suatu solusi.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VII Pada Materi Himpunan Desy Fitriyana; Sutirna
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 2 (2022): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i2.1990

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP serta mengetahui kesalahan siswa dalam memecahkan masalah pada materi himpunan berdasarkan indikator pemecahan masalah menurut Polya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengolahan data yaitu dengan menilai jawaban siswa berdasarkan soal indikator kemampuan pemecahan masalah menurut Polya sebanyak 2 soal uraian yang merupakan instrumen tes. Subjek penelitian ini yaitu 20 siswa SMP kelas VII. Kemudian diambil enam orang siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah kategori tinggi, sedang, dan rendah sebagai subjek utama untuk dianalisis. Penelitian ini dilakukan pada semester gasal tahun ajaran 2021. Materi yang diujikan adalah materi himpunan. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan pemecahan masalah matematis siswa tergolong rendah, masih terdapat kesalahan-kesalahan yang ditemukan pada hasil jawaban siswa dalam menyelesaikan masalah, diantaranya: tidak menuliskan apa yang diketahui, ditanyakan, dan tidak menuliskan unsur-unsurnya, tidak memahami permasalahan soal, kekeliruan dalam mendeskripsikan unsur-unsurnya, serta pelaksanaan rencana penyelesaian yang tidak tepat.
Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Kelas VII SMP Pada Materi Himpunan Lora Permatasari; Rina Marlina
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 2 (2022): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i2.1998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan dan menggambarkan bagaimana kemampuan matematis siswa kelas VII pada materi himpunan. Sampel pada penelitian ini adalah 34 siswa kelas VII dari salah satu SMP Negeri yang berada di Kabupaten Karawang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan instrumen berupa tes soal uraian kemampuan penalaran matematis yang berjumlah 5 soal. Dari hasil analisis yang sudah dilakukan, maka diperoleh hasil sebagai berikut: Pada soal 1) Indikatornya mengajukan dugaan diperoleh hasil 48,53% termasuk kriteria cukup, 2) Indikatornya melakukan manipulasi matematis diperoleh hasil 37,50% termasuk kriteria lemah, 3) Indikatornya menyusun bukti serta memberikan alasan terhadap kebenaran diperoleh hasil 22,80% termasuk kriteria lemah, 4) Indikatornya memeriksa kesahihan suatu argument diperoleh hasil 9,55% termasuk kriteria sangat lemah, 5) Indikatornya menarik kesimpulan diperoleh hasil 30,15% termasuk kriteria lemah. Sehingga rata-rata persentase yang diperoleh pada kemampuan penalaran matematis siswa keseluruhannya adalah sebesar 29,71% dimana artinya kemampuan penalaran matematis siswa masih lemah.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau Dari Self-Efficacy Siswa Riska Adetia; Alpha Galih Adirakasiwi
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 2 (2022): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i2.2036

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kemampuan mendasar yang sangat diperlukan terutama dalam pembelajaran matematika. Self-efficacy memiliki peranan penting dalam memecahkan masalah matematika. Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang dibuktikan berdasarkan hasil observasi disalah satu Madrasah Tsanawiyah Negeri di Kabupaten Karawang. Hal ini diduga disebabkan karena siswa memiliki self-efficacy yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari self-efficacy siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskiptif dengan pendekatan kualiatif. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari instrumen tes dan non tes. Adapun teknik pengumpulan data berupa angket skala sikap untuk mengukur self-efficacy siswa, tes tulis untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan wawancara. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu Madrasah Tsanawiyah Negeri di Kabupaten Karawang. Teknik pemilihan subjek dilakukan dengan Purposive sampling. Subjek penelitian ini diambil 5 siswa dari 19 orang siswa kelas VII A yang dipilih berdasarkan tingkat kategori self-efficacy. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa siswa dengan tingkat self-efficacy yang tinggi cenderung mampu menyelesaikan soal dengan sangat baik; Siswa dengan tingkat self-efficacy yang sedang cenderung mampu menyelesaikan soal dengan baik; Siswa dengan tingkat self-efficacy yang rendah cenderung mampu menyelesaikan soal dengan cukup baik; Siswa dengan tingkat self-efficacy sangat rendah cenderung menyelesaikan soal dengan kurang baik.
Kemampuan Pemecahan Masalah Dalam Menyelesaikan Soal Persamaan Kuadrat Serli Silpiani; Alpha Galih Adirakasiwi
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 2 (2022): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i2.2047

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan suatu kemampuan yang seharusnya bisa dikuasai oleh setiap siswa agar proses pembelajarannya berlangsung dengan lancar. Dalam pemecahan masalah diharapkan siswa mempunyai kemampuan memahami konsep dan dapat mengaitkan konsep yang satu sama lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah yang dihadapi oleh setiap siswa dalam,menyelesaiakan soal. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Pemilihan subjek dilakukan dengan metode Purposive Sampling dan didapatkan 6 siswa sebagai subjek peneliti. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan non tes, untuk tes siswa diberikan soal berupa soal persamaan kuadrat dan untuk non tes dilakukan wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa siswa yang masuk kedalam kemampuan pemecahan masalah tinggi hampir menguasai semua indikator kemampuan pemecahan masalah karena hanya ada 1 indikator yang kurang dikuasai yaitu menyelesaikan masalah dengan rencana. Siswa yang masuk kedalam kategori kemampuan pemecahan masalah sedang mampu memahami masalah dan menyusun rencana namun tetap dinilai kurang karena ada beberapa indikator yang kurang dikuasai oleh salah satu siswa yaitu memahami masalah dan menyelesaikan masalah dengan rencana. Siswa yang masuk kedalam kategori kemampuan pemecahan masalah rendah dinilai sangat kurang karena ia kurang menguasai semua indikator.
Analisis Pembelajaran Online pada Masa Pandemi Covid-19 di Program Studi PAK Semester VI IAKN Manado Yehezkiel Situmorang; Hotliong Verawaty; Raven V.W. Neman
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 2 (2022): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i2.2051

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat aplikasi yang paling banyak digunakan dalam pembelajaran, kendala yang dimiliki mahasiswa, respon terhadap pembelajaran online dan pemahaman mahasiswa terhadap materi yang disampaikan oleh dosen. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menggunakan kuesioner secara online dengan platform google form. Penelitian ini dilaksanakan di Institut Agama Kristen Negeri Manado khususnya mahasiswa semester VI Program Studi Pendidikan Agama Kristen dengan jumlah 74 orang mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan sampel sebanyak 58 orang. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi dan dokumentasi. Uji validitas butir dalam penelitian ini menggunakan uji validitas isi sedangkan uji reliabilitasnya menggunakan teknik test-retest. Penerapan pembelajaran online di IAKN Manado menggunakan aplikasi zoom dengan bentuk pembelajaran dosen memberikan penjelasan materi. Kendala yang dimiliki dalam pembelajaran online di IAKN Manado adalah jaringan internet yang lemah, dikarenakan mayoritas mahasiswa bertempat tinggal di daerah yang susah signal. Akibatnya, mahasiswa memiliki pemahaman yang kurang terhadap materi yang disampaikan oleh dosen. Pembelajaran online ini sangat baik untuk digunakan hanya saja harus didukung infrastruktur yang memadai dan perlu diberikan pelatihan bagi dosen yang tidak mampu mendalami penggunaan teknologi.
Metode Numbered Heads Together Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Pada Materi Program Linear Sipromia Dethan; Wiyun Philipus Tangkin
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 2 (2022): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i2.2054

Abstract

mengaplikasikan konsep untuk menyelesaikan masalah matematika. Namun, fakta yang ditemukan pada siswa kelas XI IPS di salah satu sekolah di Tangerang yaitu: kurangnya penguasaan konsep prasyarat, ketidakmampuan untuk menyatakan ulang masalah program linear ke dalam Sistem Pertidaksamaan Linear (SPL), dan mengarsir daerah penyelesaian dari SPL pada diagram Cartesius. Hal ini mengakibatkan siswa tidak mampu untuk menyelesaikan masalah program linear, dan berdasarkan hasil tes pemahaman konsep ditemukan hanya tiga dari tujuh siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal. Upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah melalui penerapan metode Numbered Heads Together (NHT) dengan dua tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui metode NHT dapat atau tidak dapat meningkatkan pemahaman konsep, dan mengetahui langkah-langkah penerapan metode NHT untuk meningkatkan pemahaman konsep pada materi program linear. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas menurut Robert P. Pelton. Indikator untuk mengukur pemahaman konsep yaitu menyatakan ulang apa yang telah dipelajari, memberi contoh atau kontra contoh dari konsep yang dipelajari, serta menggunakan, memanfaatkan, dan memilih prosedur atau operasi tertentu untuk menentukan penyelesaian masalah. Berdasarkan dua kali penerapan metode NHT, hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada indikator pemahaman konsep dengan persentase jumlah siswa yang lulus pada masing-masing indikator sebesar 14,3%, 85,7%, dan 57,1%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode NHT dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa, dan langkah-langkah metode NHT antara lain penomoran, mengajukan pertanyaan, berpikir bersama, dan menjawab.
Analisis Minat Anak Dalam Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid 19 Subhiya Dwi Astuti; Ika Ari Pratiwi; Siti Masfuah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 2 (2022): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i2.2065

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan minat belajar peserta didik dan mendiskripsikan faktor yang mempengaruhi minat peserta didik dalam pembelajaran daring selama masa pandemi Covid 19. Penelitian ini menggunkan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian lima orang tua dan lima anak sekolah dasar. Penelitian ini telah dilaksankan di Desa Tigajuru Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa selama proses pembelajaran daring siswa tidak bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran. Peran orang tua sebagai Motivator, fasilitator, membimbing, membantu serta mengawasi siswa dalam pelaksanaan pembelajaran dan menciptakan suasana nyaman dan aman bagi siswa serta Guru diharapkan untuk lebih mengembangkan inovasi pembelajaran dengan penggunaan media interaktif. Faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa selama pembelajaran daring yaitu Faktor internal adalah sesuatu yang membuat siswa tertarik, berasal dari dalam diri, seperti perhatian, rasa ingin tahu, motivasi dan kebutuhan siswa. Sedangkan faktor eksternal adalah hal-hal yang membuat siswa tertarik dari luar seperti dorongan wali orang tua/wali, guru dan lingkungan sekitar.

Page 45 of 118 | Total Record : 1180