cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
educatio@unma.ac.id
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
educatio@unma.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Majalengka Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Educatio FKIP UNMA
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 24599522     EISSN : 25486756     DOI : http://dx.doi.org/10.31949/educatio
Core Subject : Education,
Education curriculum, instruction, learning, policy, preparation of teachers, Learning Media, Development Subject of Education, and Management of Education
Articles 1,180 Documents
Inovasi Dalam Bidang Kurikulum: Merdeka Belajar, Kampus Merdeka dan Penerapannya Hasan Marwiji; Bambang Qomaruzzaman; Qiqi Yuliati Zaqiah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6283

Abstract

Tuntutan perubahan sosial dan budaya serta kebutuhan dunia kerja termasuk dunia industri dengan pesatnya perkembangan teknologi di era industri 4.0, memaksa perguruan tinggi harus berupaya keras agar lulusannya siap menghadapi kondisi tersebut. MBKM terlahir untuk menjawab masalah tersebut di perguruan tinggi agar mempersiapkan para lulusannya untuk dipersiapkan menghadapi perubahan tersebut. penelitian ini betujuan untuk menjelaskan penerapan MBKM pada perguruan tinggi dalam menjawab tantangan peradaban manusia yang berubah. Adapun metode penelitian menggunakan kualitatif dengan menerapkan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa program BMKM diantaranya adalah mahasiswa diwajibkan belajar maksimal 40 SKS untuk belajar di luar kampus, di tambah 20 SKS di luar prodi yang telah diatur dalam panduan kurikulum MBKM. Bentuk kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan di dalam Prodi dan di luar Prodi meliputi: Pertukaran Pelajar, Magang/Praktek Kerja, Asistensi mengajar di satuan pendidikan, Penelitian/riset, Proyek Kemanusiaan, Kegiatan Wirausaha, Studi/Proyek Independen, dan Membangun Desa/Kuliah Kerja Nyata Tematik. Adapun kelebihan dari MBKM adalah menjadikan dunia perkuliahan lebih fleksibel, Memberikan kesempatan mahasiswa untuk mendalami studi yang diambil, memberikan hadiah kepada mahasiswa untuk terjun ke masyarakat, dapat mempersiapkan diri untuk terjun di dunia kerja. Kemudian beberapa kekurangan apabila dari MBKM adalah dinilai belum begitu matang dalam persiapan, pendidikan dan pengajaran yang belum terencana dengan baik, persiapan SDM yang belum terstruktur. Beberapa langkah umum dalam implementasi MBKM pada perguruan tinggi yaitu: penyusunan kebijakan dan rencana strategis, penyusunan kurikulum MBKM, pengembangan kemitraan, pengembangan dosen dan tenaga pengajar, sistem monitoring dan evaluasi, pengembangan infrastruktur dan fasilitas, promosi dan sosialisasi, serta penerapan prinsip merdeka belajar
Student’s Learning Strategies During Pandemic To Get A High Score On TOEIC Test Titin Kustini; Afief Fakhruddin
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6294

Abstract

TOEIC is one indicator for mastery of English language skills. SMKN 1 Kadipaten and SMKN 1 Majalengka are two vocational schools that get the opportunity for a free TOEIC test from Ministry of Education and Culture. This research was conducted to find out how students' learning strategies in the pandemic dealing with the TOEIC test to achieve high scores related to learning situations during the pandemic. The study was conducted on the12th grade students in two vocational schools. Data were obtained from the distribution of questionnaires to students in the two vocational schools, observations and interviews with English teachers. The most of them said they didn’t prepare specially for the test (61,9%). For learning strategy they used, just prepare by browse and look at TOEIC tutorial video (24,2%), discuss with a friend (11%), and 6,6% said they did the exercise from the sources that teacher shared. Only 1,6% who got guidance from teacher by WhatsApp chat, 4,9% by direct explanation, 0,5% by zoom/google meet. In conclusion, they used learning strategy by self-study. The lack of guidance from the teachers caused their TOEIC test score to be low. This is also correlated with their low awareness of the benefits of taking the TOEC test. They said did the test just for experience (51,9%). To improve test results in the future, it is very necessary to have more intensive guidance from teachers and also to growth motivation so that they have the purpose to get the best results.
Determinasi Kepemimpinan Pelayan, Budaya Organisasi, Etos Kerja, dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai di Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng Benediktus Feliks Hatam; I Made Yudana; Kadek Rihendra Dantes
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i1.6297

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinasi parsial dan determinasi simultan kepemimpinan pelayan, budaya organisasi, etos kerja, dan komitmen organisasi terhadap kinerja pegawai di Unika Santu Paulus Ruteng. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 66 orang dan seluruh populasi digunakan sebagai sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner model skala Likert. Analisis data dilakukan dengan teknik regresi sederhana, regresi ganda,dan korelasi parsial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tedapat determinasi dengan sumbangan efektif sebesar 14,17%, (2) terdapat determinasi dengan sumbangan efektif sebesar 9.85%, (3) terdapat determinasi dengan sumbangan efektif sebesar 16.09%, (4) terdapat determinasi dengan sumbangan efektif sebesar 9.59%, dan (5) terdapat determinasi simultan kepemimpinan pelayan, budaya organisasi, etos kerja, dan komitmen organisasi terhadap kinerja pegawai di Unika Santu Paulus Ruteng, dengan nilai determinasi sebesar  49,7%, sedangkan sisanya sebesar 50,3% disebabkan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Pembelajaran Dalam Jaringan dan Motivasi Berprestasi dalam Perspektif Buddhis dan Pengaruhnya Terhadap Tingkat Rasa Percaya Diri Harianti Harianti; Partono Partono; Khie Khiong
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6302

Abstract

Pendidikan memegang peranan krusial dalam kemajuan suatu bangsa, dan rasa percaya diri memiliki peran penting dalam proses pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh kedua faktor tersebut terhadap rasa percaya diri mahasiswa serta menemukan hubungan antara keduanya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik random sampling, melibatkan 105 mahasiswa. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang mengevaluasi pembelajaran daring, motivasi berprestasi, dan tingkat rasa percaya diri. Analisis data menggunakan regresi sederhana dan ganda serta uji koefisien determinasi untuk mengetahui seberapa besar pengaruh masing-masing variabel terhadap rasa percaya diri mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik pembelajaran dalam jaringan maupun motivasi berprestasi dalam perspektif Buddhis memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat rasa percaya diri mahasiswa. Variabel pembelajaran dalam jaringan memberikan sumbangan efektif yang lebih besar (57,1%) daripada motivasi berprestasi (22,25%) terhadap tingkat rasa percaya diri. Ini menegaskan pentingnya implementasi pembelajaran daring yang efektif serta peningkatan motivasi berprestasi dalam membentuk rasa percaya diri mahasiswa. Dalam kesimpulan, penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran dalam jaringan dan motivasi berprestasi memiliki hubungan yang erat dalam membentuk rasa percaya diri mahasiswa. Implementasi pembelajaran daring yang efektif dan peningkatan motivasi berprestasi dapat menjadi strategi penting dalam membentuk rasa percaya diri mahasiswa di konteks pendidikan Buddhis.
Manajemen Strategi Kepala Madrasah Dalam Mengembangkan Budaya Religius Untuk Membentuk Karakter Siswa Muhammad Ainul Yaqin; Sholehudin Sholehudin
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6304

Abstract

Pendidikan memainkan peran penting dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai religius pada peserta didik di lembaga pendidikan. Fokus artikel ini adalah untuk memahami manajemen strategi kepala madrasah dalam mengembangkan budaya religius untuk membentuk karakter siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif, menggabungkan data dari survei, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menyoroti manajemen strategi yang dilakukan oleh kepala madrasah dalam pengembangan budaya religius, penggunaan simbol-simbol keagamaan, serta kegiatan keagamaan yang rutin dilakukan seperti sholat berjamaah, pembacaan al-Qur'an, doa bersama, dan lainnya. Karakter religius peserta didik dijelaskan dalam konteks kegiatan dan norma keagamaan yang diadopsi oleh Madrasah Aliyah Burhanul Abrar, termasuk aspek senyum, salam, doa, pembacaan al-Qur'an, sholat, dan kegiatan ekstrakurikuler yang berbasis agama. Penelitian ini menunjukkan bahwa kepala madrasah memiliki peran signifikan dalam membentuk karakter religius siswa dengan memberikan dedikasi maksimal dalam memandu serta mengikuti kegiatan keagamaan bersama siswa. Pembiasaan karakter menjadi strategi penting dalam memperkuat budaya religius yang diterapkan secara berulang-ulang, yang bertujuan untuk membentuk kecerdasan emosi dan membawa dampak positif pada peserta didik. Kesimpulannya, manajemen strategi kepala madrasah berperan dalam mengembangkan budaya religius sebagai bagian integral dari proses pembentukan karakter siswa. Pembiasaan rutin nilai-nilai keagamaan dan penggunaan simbol-simbol keagamaan menjadi elemen penting dalam membentuk budaya religius yang kuat di Madrasah Aliyah Burhanul Abrar.
Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Abdullah Abdullah; Faizatul Munawwaroh
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i1.6313

Abstract

Kemampuan penalaran yang menentukan saat ini merupakan salah satu sudut pandang yang penting dalam kemajuan individu pada masa berlangsungnya data dan informasi, dimana PBL merupakan suatu teknik pembelajaran yang diperoleh dengan memahami suatu permasalahan dan mengorganisasikan tujuan dari permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari ke dalam kehidupan sehari-hari. mengembangkan langkah lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan mengkaji tentang penerapan problem based learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. adapun metode penelitian yang di gunakan adalah peneliat kualitatif Dengan jenis penyelidikan kontekstual, para ahli berusaha mengungkap keanehan yang terjadi di Mts Azzainiyah 1  yang dapat digunakan untuk mengevaluasi penerapan metode PBL dalam mengembangkan lebih lanjut kemampuan penalaran tegas siswa. Menerapkan pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa berdasarkan temuan penelitian ini. di Mts Azzainiyah 1 yaitu ada sembilan penerapaan antara lain, Pembagian kelompok, Mengorganisikan siswa untuk belajar, Membagi modul kepada siswa, Membimbing dan mengembangkan hasil karya, Orientasi siswa pada masalah actual dan otentik, Mengembangkan dan menyajikan hasil karya diskusi, Menilai keterampilan diskusi dan presentasi, Menganalis proses pemecahan masalah, Menyimpulkan hasil proses belajar. Dengan Adanya Pembelajaran problem based learning siswa telah muncul keberanian untuk mengungkapkan pengetahuannya ada feed back yang baik, siswa jugak mulai aktif bahkan mulai berpikir kritis. Berpikir kritis yang di lakukan oleh siswa Mts Azzainiyah 1 digambarkan dengan mengajukan pertanyaan dan permasalahan yang bermakna, memperkenalkan dengan jelas, mengumpulkan dan menilai data yang relevan, memanfaatkan pemikiran yang dinamis, reseptif, dan menyampaikan secara nyata di dalam kelas dan di luar ruang belajar.
Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Profesionalitas Guru di SMP Bhakti Pertiwi Abu Hasan Agus R; Siti Nadifah; Muhammad Ainul Yaqin
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6361

Abstract

Kepala sekolah merupakan seorang pemimpin di suatu institusi pendidikan yang sangat besar berpengaruh pengaruhnya. Pengaruh tersebut merupakan kunci suksesnya suatu lembaga ada pada kedudukan seorang pemimpin sekolah. Dan dampak besarnya dapat dilihat dari kualitas sekolah maupun guru. Guru yang berkompeten dapat dilihat dari cara bagaimana kepala sekolah memimpin. Implementasi dari tindakan kepala sekolah yang baik upaya mengembangkan profesionalitas guru dan sekolah yang unggul. Menariknya kepala madrasah SMP Bhakti Pertiwi mempunyai cara tersendiri mengembangkan profesional guru, yaitu diukur dengan mengadakan kegiatan-kegiatan sekolah secara mandiri. Penelitian ini dirancang dengan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan data yang bersumber dari artikel jurnal. Subjek penelitian ini kepala sekolah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah SMP Bhakti Pertiwi sudah menerapkan perannya yang berupa kegiatan-kegiatan yang diaplikasikan oleh kepala sekolah training (pelatihan), morning meeting, monitoring, supervisi, dan evaluasi kepada guru. Kegiatan yang dilakukan oleh kepala sekolah SMP Bhakti Pertiwi tersebut sangat memotivasi guru, menambah pengalaman guru, memberikan teladan kepada guru, meningkatkan wawasan guru. Dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah Bhakti Pertiwi sudah mengimplementasikan banyak kegiatan dan keteladanan kepada guru agar mengembangkan profesionalitasnya.
Penerapan Metode Yanbu’a Dalam Meningkatkan Penguasaan Membaca Al- Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Rifqotul Amanatil Qowiyeh; Feriska Listrianti
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i1.6378

Abstract

Pembelajaran membaca Al-Qur’an sudah lazim dipelajari disetiap lembaga pendidikan Madrasah Ibtidaiyah. Akan tetapi, terdapat masalah yang dihadapi di suatu lembaga seperti penggunaan metode dalam pengajarannya. Latar belakang dari penelitian ini merupakan minimnya keahlian anak didik dalam membaca Al-Qur’an, setelah itu digunakannya metode Yanbu’ a dalam kesuksesan membaca Al-Qur’an pada cara pembelajaran. Penelitian ini ialah penelitian kualitatif deskriptif, dengan mengutip lokasi di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Sumber Kemuning, Tamanan, Bondowoso. Pengumpulan data didapat dari observasi, wawancara, serta dokumentasi. Tujuan riset ini adalah untuk mengetahui penerapan pembelajaran di Madarasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum dengan menggunakan metode Yanbu’a. Hasil penelitian bahwa penerapan metode Yanbu’a ini di mulai : Pertama, perencaan pembelajaran yaang harus disiapkan oleh guru dan buku panduan bagi siswa. Kedua, proses pelaksanaan pembelajaran dengan diawali pembukaan, kegiatan inti, dan penutup. Ketiga, evaluasi setelah melaksanakan proses pemebelajaran. Berdasarkan hasil penelitian membuktikan jika pemakaian tata cara Yanbu’a dalam pembelajaran memberikan pengaruh besar dan cukup membantu siswa, sehingga siswa mampu menguaasai dan memahami pembelajaran Al-Qur’an dengan fashih dan tepat.
Kesulitan Belajar Siswa Pada Pembelajaran Geografi Melalui Materi Penelitian Geografi Sintia Dwi Apriyani; Indah Meitasari
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kesulitan belajar siswa kelas X SMA Negeri 2 Cileungsi dalam mata pelajaran Penelitian Geografi serta mengeksplorasi upaya yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan belajar tersebut. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum sepenuhnya menguasai materi Penelitian Geografi dan banyak yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Faktor-faktor internal seperti kurangnya perhatian, minat, dan motivasi siswa terhadap materi, bersama dengan faktor eksternal seperti metode pengajaran dan ketersediaan infrastruktur di sekolah, mempengaruhi kesulitan belajar siswa. Guru telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah ini, termasuk menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk menyelaraskan pembelajaran dengan kurikulum, meningkatkan perhatian siswa dengan pertanyaan acak dan tes tak terduga, serta membentuk kelompok belajar untuk mendukung pemahaman siswa. Namun, kesulitan belajar siswa masih terjadi karena kurangnya minat dan fokus siswa serta keterbatasan infrastruktur. Faktor-faktor seperti kebosanan siswa terhadap metode pengajaran, kurangnya minat terhadap materi, dan keterbatasan infrastruktur menjadi hambatan utama dalam mengatasi kesulitan belajar. Meskipun guru telah melakukan upaya, masih diperlukan langkah-langkah lebih lanjut untuk meningkatkan minat, fokus, dan pemahaman siswa terhadap materi Penelitian Geografi.
Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Rahma Nurmalita; Rafiq Zulkarnaen
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i1.6463

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis siswa masih rendah. Hal ini ditunjukkan dengan siswa kurang mampu dalam memahami permasalahan pada soal yang diberikan serta kesulitan dalam mampu dalam mengidentifikasi soal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemmpuan berpikir kritis matematis siswa MTs di satu Kabupaten Karawang dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel. Subjek penelitian ini adalah 30 siswa kelas VIII yang sudah mempelajari materi sistem persamaan linear dua variabel. Instrumen penelitian yang digunakan berbentuk soal uraian sebanyak empat soal, setiap soal mengacu pada empat aspek berpikir kritis yang meliputi: Reason, Situation, Overview dan Inference. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh, kemampuan berpikir kritis siswa pada aspek Reason merupakan aspek dengan persentase tertinggi yaitu siswa mampu memberikan alasan berdasarkan fakta/bukti yang relevan tentang jawaban yang dikemukakan. Dan aspek dengan persetase rendah yaitu aspek Infeence siswa belum mampu dalam memahami permasalahan dengan disertai langkah-langkah penyelesaian, serta belum mampu menuliskan kesimpulan yang masuk akal.

Page 91 of 118 | Total Record : 1180