cover
Contact Name
Eldha Sampepana
Contact Email
editorjrti@gmail.com
Phone
+625417771364
Journal Mail Official
editorjrti@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT. Haryono/ Banggeris No.1, Samarinda 75124 Tel.Fax: (0541) 7771364/ 745431 Whatsapp : 0821 5541 4969
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Riset Teknologi Industri
ISSN : 19786891     EISSN : 25415905     DOI : 10.26578
Jurnal Riset Teknologi Industri (JRTI) adalah jurnal ilmiah yang terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Memuat informasi bidang riset Teknologi Industri berupa hasil riset dan Ulasan Ilmiah bidang Perekayasaan Mesin, Pangan, Kimia Industri, Lingkungan dan Teknik Industri. Akreditasi Kemenristekdikti Akreditasi S2 Vol.10 No.1 Tahun 2016 samapi dengan Vol.14 No.2 tahun 2020. p-ISSN : 1978-6891, e-ISSN : 2541-5905.
Articles 306 Documents
Teknologi Mengering Hasil Pertanian Guna Mempertahankan Masa Simpan Jantri Sirait; Sulistyo Prabowo; Miftakhu Rohmah; Anton Rahmadi
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.7221

Abstract

Untuk menghindari kerusakan hasil pertanian pasca panen dianggap perlu penangan hasil pertanian dengan cara pengeringan. Waktu dan suhu pengeringan olahan pangan sangat berpengaruh terhadap mutu olahan pangan, guna meningkatkan nilai tambah dan memperpanjang daya simpan hasil pertanian komoditas hortikultura yang bersifat musiman dan tergolong perishable (mudah rusak). Adapun tipe – tipe pengeringan hasil pertanian seperti  tipe cabinet, tray berputar, tipe putaran drum bervariasi dan tipe rak model teta’17. Rata – rata Suhu ruang pengeringan 400C - 600C dan waktu pengeringan rata – rata 8 – 12 jam sesuai dengan produk yang dikeringkan. Sumber panas yang dapat dipergunakan untuk mengeringkan hasil pertanian antara lain energi matahari, panas bumi, limbah kayu dan lampu inframerah. Biji kakao dikeringkan selama 20 jam dengan berat awal 30 kg dan berat akhir 12,6 kg, cengkeh dengan berat awal 15 kg dan berat akhir 8,04 kg dikeringkan selama 4 jam 20 menit. Lada dikeringkan selama 8 jam pada suhu 400C dengan kadar air akhir 11,99%. Buah pala memiliki kadar air awal sebesar 38,75%, setelah dikeringkan selama 12 jam pada suhu 520C  kadar air akhir 9,70%. Dan kadar air chips mocaf semi kering setelah dikeringkan dengan menggunakan cabinet dryer pada suhu 700C sesuai dengan SNI tepung mocaf No 7622-2011 yaitu ≤ 13%.
Kajian Karakteristik Kimia Asap Cair Cangkang Sawit, Tandan Kosong Sawit sebagai Bahan Antibakteri dan Aplikasinya Fauziati, Fauziati; Eldha Sampepana
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.7294

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman hasil perkebunan yang memiliki limbah padat berupa cangkang sawit dan tandan kosong sawit. Limbah tersebut penanganannya masih sebagian dianggap sebagai sampah namun memiliki beberapa komponen senyawa kimia yang dapat dikelola sebagai asap cair. Tujuan kegiatan ini adalah mengkaji karakteristik senyawa kimia asap cair yang terdapat pada cangkang sawit dan tandan kosong sawit sebagai bahan aktivitas antibakteri dan aplikasinya. Metode yang digunakan yaitu penelusuran pustaka dengan mendiskripsikan karakteristik senyawa kimia asap cair yang ada pada cangkang sawit dan tandan kosong sawit sebagai bahan antibakteri dan aplikasinya. Hasil kajian tersebut menjelaskan bahwa senyawa kimia asap cair cangkang sawit dan tandan kosong sawit yang berfungsi sebagai bahan antibakteri adalah senyawa fenol, senyawa acetic acid, senyawa 2,6- dimethoxyphenol (Syringol) dan dapat diaplikasikan sebagai bahan antibakteri, antioksidan, pengawet makanan, serta penambah rasa pada makanan.
Peruraian Anaerobik Termofilik Limbah Vinasse : Pengaruh Zeolit Alam Teraktivasi Asam dan Basa Terhadap Performa Proses Dwi Joko Prasetyo; Wiratni Budhijanto; Rifki Wahyu Kurnianto; Satriyo Krido Wahono
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.7005

Abstract

Vinasse merupakan limbah produksi bioetanol dengan kadar chemical oxygen demand (COD) tinggi dan dapat diolah melalui peruraian anaerobik untuk menghasilkan biogas. Optimasi proses dapat dilakukan pada kondisi termofilik (55°C) dengan penambahan zeolit alam terkativasi. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi efek zeolit alam terkativasi asam dan basa terhadap performa proses peruraian anaerobik termofilik vinasse. Proses aktivasi zeolit alam diawali dengan perendaman selama 24 jam pada larutan asam klorida (HCl) 3 M atau natrium hidroksida (NaOH) 3 M, dilanjutkan pengeringan dan kalsinasi. Selanjutnya zeolit alam tanpa aktivasi (NZ), teraktivasi asam (NZA), dan teraktivasi basa (NZB) ditambahkan pada proses peruraian anaerobik termofilik limbah vinasse secara batch dengan inokulum digested vinasse yang diperoleh dari reaktor skala laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan NZB mempercepat puncak produksi gas metana (hari ke9) dibanding NZ (hari ke-12), sedangkan pada NZA tidak terdapat produksi gas metana. Hal ini disebabkan oleh perbedaan pH cairan. Penambahan NZB menyebabkan pH berada pada kisaran nilai optimum sedangkan NZA menyebabkan hasil sebaliknya. Hasil methane yield NZB juga menunjukkan hasil lebih tinggi yakni 84.37 mL-CH4/g-sCOD removal dibanding NZ 73.94 dan NZA 0.07. Oleh karena itu, direkomendasikan penambahan zeolite teraktivasi basa untuk meningkatkan performa process peruraian anaerobik termofilik limbah vinasse.Kata Kunci: aktivasi zeolit alam, kondisi termofilik, limbah vinasse, peruraian anaerobik
Potensi Biogas dari Limbah Padat Industri Kelapa Sawit di Kalimantan Timur Hermanto Hermanto; Eko Heryadi; Arba Susanty
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.7361

Abstract

Kalimantan Timur merupakan provinsi dengan luas terbesar keempat di Indonesia dengan Kelapa Sawit sebagai komoditi perkebunan utama yang menguasai 88,4 dan 99,6% dari total luas areal dan total komoditinya. Potensi yang besar ini akan berdampak besar terutama pada sektor lingkungan yang disebabkan oleh besarnya limbah yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari besaran potensi limbah untuk konversi biogas yang terfokus kepada limbah padat Industri kelapa sawit di provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Dari 10 kabupaten kota penghasil sawit di Kaltim, terdapat total limbah padat sebesar 800 juta ton di tahun 2019. Di Kaltim sudah ada beberapa industry kelapa Sawit yang memiliki biogas plan yang biasanya terintegrasi dengan pengolahan limbah cair. Potensi besar yang masih belum dimanfaatkan secara optimal adalah limbah padat, dimana menguasai 60% dari total limbah yang dihasilkan. Limbah padat ini memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, dan sesuai untuk digunakan sebagai bahan baku di reaktor biogas dengan proses Anaerobik. Limbah padat Industri kelapa sawit berupa TKKS, Serat dan dekanter memiliki potensi menghasilkan 506; 204; dan 41 juta meter kubik metan di tahun 2019. Jika dikonversikan, maka dari ketiga limbah padat tersebut dapat menghasilkan energi sebesar 8 GWatt. 
Rendemen dan Penentuan Kandungan Cemaran Logam Teh Tiwai Berbahan Baku Umbi, Daun Bawang Tiwai Eleutheriana americana Merr) Eldha Sampepana; Sulharman Sulharman; Adhitya Renaldi
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.7503

Abstract

Kandungan logam merupakan salah satu persyaratan yang ditetapkan dalam olahan pangan yaitu minuman teh seduh karena kandungan logam yang tinggi dapat mengakibat buruk terhadap kesehatan dan lingkungan manusia sehingga dilakukanlah kegiatan ini dengan tujuan untuk mengetahui rendemen dan cemaran logam pada teh tiwai berbahan baku umbi dan daun bawang tiwai Umbi dan daun bawang tiwai yang berasal dari IKM Teh Tiwai di Kabupaten Kutai Kartanegara yang telah dibersihkan dan dipotong kemudian dikeringkan dengan menggunakan pengering sinar matahari yang selama 3 hari hingga kering dan pengering alat listrik selama 24 jam dengan suhu 50OC yang dikeringkan secara kontinyu dimana suhu dan kelembabannya terpantau melalui laptop lalu di hitung lalu di hitung rendemen dan menganalisa kadar cemaran logam Pb, Cd dan Fe. Hasil Penelitian diperoleh rendemen teh umbi dan daun tiwai yang dikering dengan pengering listrik lebih besar dbandingkan dengan teh tiwai yang dikeringkan dengan pengeringan sinar matahari. Kadar cemaran logam yang dimiliki teh umbi dan daun tiwai yang dikeringkan dengan sinar matahari dan pengering listrik masih memenuhi batas minumum dalam SNI 7387:2009 tentang batas maksimum cemaran logam berat dalam pangan, SNI 2896 :1998 dan SNI 3836 : 2013 tentang teh kering dalam kemasan.
Model Bisnis Pascapandemi untuk IKM Amplang Deasy Kartika Rahayu Kuncoro; Wara Widyarini Endah Saptaningtyas
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.6920

Abstract

Peluang pengembangan industri makanan di Indonesia sangat besar. Di Kalimantan Timur, Pemerintah memiliki tiga arah kebijakan pembangunan yakni integrasi produksi hulu hilir, industri pengolahan, dan skala ekonomi untuk meningkatkan ekspor. Transformasi perekonomian pascapandemi membawa para pelaku industri untuk mengubah cara dan kebiasaan dengan beradaptasi sesuai konsep normal baru. Industri amplang sebagai industri makanan di sektor industri pengolahan termasuk yang terdampak oleh pandemi. Amplang merupakan satu jenis makanan tradisional dari olahan ikan di wilayah Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan merancang model bisnis terkait strategi untuk industri amplang agar dapat beradaptasi dan berkembang di masa pascapandemi. Salah satu alat pemetaan dan perancangan model bisnis yang mudah dipahami oleh pelaku usaha adalah Business Model Canvas (BMC). BMC dinilai mampu memberikan perspektif luas dalam menyajikan strategi penguatan kompetensi industri dan usaha. Berdasarkan model BMC yang dibangun, dapat disimpulkan bahwa rekomendasi strategi bisnis berfokus pada konsumen terkait komponen sisi kreatif bisnis industri amplang dimana komponen pertama adalah customer segments, yaitu dengan membuat kelompok target pasar, kedua customer relationship, yaitu dengan menjalin hubungan dan membangun merk yang mengacu pada kelompok target pasar, dan ketiga channels, yaitu dengan menyesuaikan ber
Modifikasi Membran Ultrafiltrasi PVDF dengan Penambahan Aditif DOPA/PEI untuk Aplikasi Penyisihan Asam Humus dalam Air Dicky Rahmadi; Sri Mulyati; Cut Meurah Rosnelly; Syawaliah Syawaliah; Aulia Ambarita; Yanna Syamsuddin
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.6678

Abstract

Polyvinylidene Fluoride (PVDF) telah dikenal sebagai salah satu polimer yang paling umum digunakan sebagai bahan utama membran. Namun, sifat hidrofobik bahan ini masih menjadi kendala besar dalam pengaplikasiannya. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalkan terjadinya fouling dengan memodifikasi membran PVDF dengan aditif dopamine/polietilen imina (DOPA/PEI). Membran dibuat dengan metode inversi fasa dan modifikasi dengan DOPA/PEI dilakukan melalui pelapisan permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan aditif ke dalam larutan polimer membran meningkatkan fluks air murni dan fluks asam humus dibandingkan membran PVDF murni. Modifikasi membran PVDF dengan penambahan aditif DOPA/PEI dengan perbandingan 1 gr:0,5 gr (M4) memberikan hasil yang paling optimal pada penelitian ini. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa DOPA/PEI dapat menjadi aditif yang menjanjikan untuk membran.  
Pengaruh Waktu Hidrolisis terhadap Karakteristik Hidrolisat Protein Ikan Toman (Channa micropeltes) Asal DAS Kalimantan Timur Arba Susanty
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.7462

Abstract

Hidrolisat protein merupakan produk yang dihasilkan dari penguraian protein ikan menjadi senyawa-senyawa rantai pendek. Hidrolisat protein ikan, dapat dikembangkan menjadi produk yang mempunyai sifat fungsional yang tinggi. Hidrolisis secara enzimatis dapat menghasilkan penurunan ukuran peptida sehingga dapat merubah karakteristik fungsional protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu hidrolisis protein ikan toman terhadap karakteristik dan profil asam aminonya. Proses hidrolisat dilakukan secara enzimatis, yaitu menggunakan enzim bromelain dengan perlakuan waktu hidrolisis 3, 4, 5 dan 6 jam. Selanjutnya dianalisis rendemen, derajat hidrolisis dan hasil terbaik dianalisis proksimat dan profil asam aminonya. Hasil penelitian ini menunjukkan hidrolisat protein ikan toman dapat dihasilkan melalui hidrolisis menggunakan enzim bromelain. Rendemen hidrolisat protein ikan toman berkisar 9,14 – 13,25%. Derajat hidrolisis antara 0,274 - 2,602. Hidrolisat protein ikan toman memiliki karakteristik kadar air 6,93 %, kadar abu 2,01%, protein 40,74% dan lemak 0,05%, karbohidrat 44,6%, kalsium 0,88%, magnesium 0,061% dan phosphor 0,136%. Waktu hidrolisis berpengaruh terhadap rendemen dan derajat hidrolisis hidrolisat protein ikan toman. Waktu hidrolisis optimum adalah 4 jam dengan rendemen 9,14% dan derajat hidrolisis 2,602. Hidrolisat protein ikan toman memiliki asam amino jenis serin, asam glutamate, fenilalanin, isoleusin, valin, arginine, glisin, lisin, asam aspartate, leusin, tirosin, prolin, threonine dan histidine 
Penggunaan Garam Berkualitas untuk Peningkatan Mutu Kulit Wetblue Kambing dan Sapi Ageng Priatni; Rihastiwi Setiya Murti; Iwan Fajar Pahlawan; Sudarto sudarto; Yani Kartika Pertiwi
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.7340

Abstract

Garam memiliki peran yang sangat penting dalam proses penyamakan kulit. Selain memudahkan masuknya bahan penyamak ke dalam kulit, garam juga berperan dalam menentukan sifat mekanik dan estetika kulit. Selama ini, industri hanya menggunakan garam krosok dengan kadar NaCl rendah, berwarna putih kusam, dan cenderung mengandung kotoran lebih banyak sehingga mutu kulit yang dihasilkan juga rendah. Oleh karena itu dilakukan penelitian ini dengan tujuan memanfaatkan garam berkualitas untuk meningkatkan mutu kulit wetblue kambing dan sapi. Penelitian ini menggunakan kulit kambing dan sapi yang dipikel dengan garam A, B, dan C (kontrol) pada konsentrasi 7 % dan kemudian disamak dengan penyamak krom dimana semua perlakuan diulang sebanyak 3 (tiga) kali. Kulit samak yang diperoleh selanjutnya di uji suhu kerut, pH dan kadar airnya. Data hasil pengujian kemudian dianalisa secara deskriptif dan dibandingkan dengan SNI 1796:2010 dan SNI 3538:2011 serta garam kontrol. Dari penelitian diperoleh kesimpulan bahwa garam A dan B mampu meningkatkan mutu kulit wetblue kambing dan sapi serta memiliki suhu kerut dan penampang melintang kulit yang lebih baik dibandingkan garam C, kecuali untuk pH, dan kadar air yang cenderung sama.
Pemanfaatan Daun Mangrove Api-Api (Avicennia Marina) Sebagai Antibakteri Pada Ikan Layang Benggol (Decapterus Russelli) Dengan Variasi Konsentrasi Dan Penyimpanan Sumartini Sumartini
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.6932

Abstract

Indonesia memiliki luas hutan mangrove sebesar tiga juta hektar yang tumbuh disepanjang pesisir pantai, salah satunya adalah jenis Avicennia marina. Mangrove jenis ini mengandung senyawa bioaktif antibakteri yang dapat digunakan untuk memperlambat pertumbuhan mikroba pada ikan Layang Benggol (Decapterus russelli) segar. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, terdiri dari perlakuan konsentrasi maserat (15%, 20%, 25%) dan tiga kondisi penyimpanan yaitu suhu ruang (23º-27ºC), suhu dingin (10ºC), suhu beku (0ºC) selama 24 jam dengan tiga kali ulangan. Jumlah koloni dan kadar air pada ikan dianalisis dengan ANOVA dan uji Jarak Nyata Terdekat Duncan (JNTD) pada taraf 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada suhu penyimpanan dan pengaruh tidak signifikan pada konsentrasi maserat terhadap nilai organoleptik, kadar air, total plate count dan E. coli pada proses kemunduran mutu ikan layang benggol. Perlakuan dengan tingkat kesegaran terbaik terdapat pada penyimpanan suhu beku dengan konsentrasi maserat 25% yang menunjukkan nilai organoleptik 7,56 ≤ m ≤ 8,01 pada selang kepercayaan 95%, total mikroba 3,33 × 105 koloni/gram, kadar air 76,73% dan negatif e.coli.