cover
Contact Name
Eldha Sampepana
Contact Email
editorjrti@gmail.com
Phone
+625417771364
Journal Mail Official
editorjrti@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT. Haryono/ Banggeris No.1, Samarinda 75124 Tel.Fax: (0541) 7771364/ 745431 Whatsapp : 0821 5541 4969
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Riset Teknologi Industri
ISSN : 19786891     EISSN : 25415905     DOI : 10.26578
Jurnal Riset Teknologi Industri (JRTI) adalah jurnal ilmiah yang terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Memuat informasi bidang riset Teknologi Industri berupa hasil riset dan Ulasan Ilmiah bidang Perekayasaan Mesin, Pangan, Kimia Industri, Lingkungan dan Teknik Industri. Akreditasi Kemenristekdikti Akreditasi S2 Vol.10 No.1 Tahun 2016 samapi dengan Vol.14 No.2 tahun 2020. p-ISSN : 1978-6891, e-ISSN : 2541-5905.
Articles 306 Documents
Penyisihan Logam Berat Pb pada Tanah dengan Penambahan Biochar Sekam Padi Aryo Sasmita; Shinta Elystia; Sandra Monica Fajri
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.6942

Abstract

Logam berat yang dihasilkan dari kegiatan perbengkelan, dapat mencemari tanah sehingga membahayakan kehidupan organisme dan lingkungan. Untuk menghindari hal tersebut, perlu adanya usaha pembenahan tanah, salah satunya dengan pemanfaatan biochardarilimbah pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penambahan biochar sekam padi terhadap penyisihan logam berat Pb pada tanah tercemar.Biochardibuat menggunakan mesin pirolisis dengan temperatur pembakaran 500oC selama 1 jam dan diaktivasi dengan ZnCl210%. Variasi dosisbiochar yang ditambahkanke tanah adalah 10%; 12,5%; dan 15% (w/w) dengan lama inkubasi 30 hari. Dari hasil penelitian diketahui bahwa penambahan biochar dari sekam padi pada tanah memberikan pengaruh signifikan terhadap penyisihan logam Pb. Penyisihanlogam berat Pb tertinggi terjadi pada penambahan dosis biochar 15% dengan efisiensi penyisihan 51,71% yang lebih besar daripada tanpa penambahan biochar yang hanya sebesar 0,88%. Kata kunci:biochar, logamPb, sekampadi, tanahtercemar
Potensi Senyawa Aktif Biji Kopi sebagai Imunomodulator (Ulasan) Asma Assa; Dwi Indriana; Andi Nur Amalia; Rahayu Wulandari
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.6602

Abstract

Beberapa dekade terakhir terjadi peningkatan prevalensi infeksi virus, bakteri, dan jamur di seluruh dunia sehingga diperlukan upaya untuk menemukan berbagai obat baru maupun bahan aktif yang dapat meningkatkan fungsi imun tubuh. Imunomodulator atau biological respons modifier adalah berbagai macam bahan baik rekombinan, sintetik, ataupun sistem alamiah yang memperbaiki ketidakseimbangan imun tubuh. Kopi merupakan salah satu bahan alami dengan efek samping minimal yang memiliki efek imonumodulator. Biji kopi kaya akan senyawa aktif polifenol dan alkaloid yaitu asam klorogenat, kafein, trigonelin, dan diterpen yang telah terbukti memiliki efek farmakologi diantaranya sebagai imunomodulator, antivirus, antifungi, antioksidan, antiinflamasi, dan efek antibakteri. Pengobatan atau terapi akibat infeksi virus melalui pemberian rejimen imunomodulator dari bahan alami kopi memiliki efek samping yang minimal dibanding dengan agen sintesis. Review ini akan mengkaji prospek pemanfaatan senyawa aktif biji kopi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai imunomodulator.
Karakteristik Fisikokimia dan Mikrobiologi Modified Cassava Flour (Mocaf) yang Difermentasi Menggunakan Starter Kering Yuniar Khasanah; Rifa Nurhayati; Ardhea Mustikasari; Isnaini Werdi Astuti
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.6674

Abstract

Perbaikan proses mocaf di UMKM penting dilakukan agar menghasilkan mocaf yang berkualitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh varietas ubi kayu (Gambyong, Kuning, Ketan, Boyem, dan Gatotkaca), jenis fermentasi (spontan (O), penambahan starter kering “Starmof” (S)), serta kombinasi keduanya terhadap karakteristik fisik, kimia, dan mikrobiologi mocaf. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dua faktor dan analisis data menggunakan SPSS two-way ANOVA, dilanjutkan dengan uji beda nyata Duncan Multiple Range Test  (DMRT, α : 95%). Hasil menunjukkan bahwa varietas ubi kayu berpengaruh nyata terhadap derajat putih; kadar air; abu, protein, lemak dan karbohidrat. Jenis fermentasi berpengaruh nyata terhadap derajat putih, kadar air, abu, protein. Kombinasi antara varietas dan jenis fermentasi berpengaruh nyata terhadap derajat putih, kadar air, abu, protein, lemak dan karbohidrat. Fermentasi dengan penambahan starter memiliki suhu gelatinisasi dan viskositas balik lebih tinggi serta viskositas puncak dan dingin lebih rendah. Derajat putih mocaf 89,60-90,86% (SNI minimal 87%); kadar air 5,15-6,92% wb (SNI maksimal 13% wb), abu 0,20%-0,46% db atau setara dengan 0,18%-0,43% wb (SNI maksimal 1,5% wb), protein 0,78%-1,21%, lemak 0,37%-0,62%, angka lempeng total 3,6x102-2,7x103 koloni/g (SNI maksimal 1 x 106 Koloni/g), angka kapang/khamir <2,5x102-7,6x102 Koloni/g (SNI maksimal 1 x 104 Koloni/g).  
Review Fitokimia, Aneka Produk dan Manfaat Dari Ekstrak Daun Tahongai (Kleinhovia hospita L.) Suroto Hadi Saputra
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.7281

Abstract

Beragam nama tumbuhan tahongai (Kleinhovia hospital L.) dari beberapa daerah yang ada di Indonesia antara lain timoho (Jawa), Katemaha (Madura), Katimala (Bali), Tangkele (Sunda), Katimahar (Melayu), Mantar (Lampung),  Kadanga (Flores), Kludang (Sumba), Bitanggar (Sulawesi utara), Ngaru (Maluku), Katimaha (Kalimantan Selatan), Tahongai (Kalimantan Timur) dan Paliasa (Makasar). Banyak sudah dilakukan penelitian untuk tumbuhan  K. hospita L. ini dari berbagai institusi namun hasil penelitian masih belum terkumpul informasi yang konfrehensif dalam satu bentuk informasi yaitu artikel ilmiah. Untuk itu perlu dibuat satu artikel review yang memuat informasi Tahongai ini. Artikel ini memberikan informasi ekstrak daun tahongai berupa fitokimia, aneka produk dan aneka manfaat. Hasil review ekstrak daun tahongai menunjukkan ada 27 jenis fitokimia (metabolik sekunder), 5 aneka produk dan 8 manfaat.
Fermentasi Terinduksi Acetobacter aceti dan Saccharomyces cerevisiae untuk Industri Kakao di Kalimantan Timur Anton Rahmadi; Yeni Yunus; Maria Ulfah; Krishna Purnawan Candra; Sony Suwasono
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.6997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan observasi fermentasi kakao di skala petani menggunakan inokulan S. cerevisiae (Sc), A. aceti (Aa), dan kombinasi keduanya yang dilihat dari pengamatan harian angka lempeng total (ALT), populasi total bakteri asam laktat (BAL), populasi total kapang-khamir (Total Yeast-Mold, TYM), pH, total asam, aktivitas antioksidan dan spektrum FTIR. Pengamatan harian dilakukan selama empat hari periode fermentasi. Pengukuran FTIR dilakukan pada hari pertama dan hari terakhir fermentasi.  Aktivitas antioksidan berdasarkan reduksi DPPH diukur setelah proses fermentasi berakhir. Penelitian ini dilakukan selama delapan bulan dengan dua kali pengulangan. Hasil menunjukkan idak terdapat perbedaan signifikan terhadap total bakteri, total BAL, dan total Kapang-Khamir selama hari pengamatan fermentasi. Total asam hasil akhir fermentasi tidak kurang dari 0,08±0,01% dengan pH biji kakao berkisar pada 4,31 hingga 5,92. Aktivitas antioksidan hasil fermentasi kakao yang cukup baik diperoleh dengan inokulan kombinasi S. cerevisiae (1% v/b) dan A. aceti (1% v/b).  Berdasarkan observasi spektrum FTIR pada zona identifikasi, penggunaan kombinasi inokulan menunjukkan hasil yang konsisten mendekati kualitas kakao komersial. Penggunaan gabungan inokulan Sc dan Aa direkomendasikan untuk digunakan dalam upaya meningkatkan kualitas fermentasi kakao oleh petani skala kecil. 
Pembuatan Prototipe Produk Rotary Joint Maulana Furqon; Ari Rahayuningtyas; Dadang Dayat Hidayat; Yatna yuwana Martawirya
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.6956

Abstract

Ketergantungan dalam negeri terhadap produk impor, terutama untuk produk-produk mekanikal masih cukup tinggi, untuk mengurangi ketergantungan tersebut maka rekayasa peniruan (reverse engineering) dipandang penting untuk dilakukan. Pada penelitian ini telah dilakukan rekayasa peniruan pada produk rotary joint. Rotary joint adalah komponen yang digunakan untuk mengalirkan fluida dari jalur suplai stasioneri ke bagian yang berputar pada  berbagai mesin produksi dengan tujuan untuk untuk mendinginkan, memanaskan, dan mentransfer daya pneumatik atau hidraulik. Tahapan Rekayasa peniruan yang dilakukan meliputi pengumpulan informasi produk, analisa fungsi rakitan dan sub rakitan secara komprehensip, pengukuran dan pemodelan geometrik, analisa keberfungsian, keandalan,  pembuatan  produk hasil peniruan dan  pengujian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara teknis rotary joint dapat dibuat di dalam negeri dan hasil uji kinerja rotary joint hasil rekayasa peniruan berfungsi sesuai dengan harapan pada saat digunakan pada mesin Double Drum Dryer dalam proses pembuatan produk makanan instan.
Kajian Mutu Amplang Ikan Pipih, Bandeng dan Tenggiri Ditinjau dari Karakterisasi Sifat Fisikokimia, Mikrobiologi serta Kandungan Logam Paluphy Eka Yustini; Titik Nurwidayati
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.7316

Abstract

Amplang merupakan salah satu makanan khas yang banyak ditemui di wilayah Kalimantan Timur yang berbahan dasar daging ikan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan kajian mutu amplang yang berasal dari ikan pipih, ikan bandeng dan ikan tenggiri yang beredar dipasaran di wilayah Kalimantan Timur. Mutu amplang yang dikaji adalah karakterisasi sifat kimia, mikrobiologi, kandungan logam dan sensori. Sampel amplang diperoleh dari amplang yang beredar dipasaran Kalimantan Timur.  Sampel kemudian diuji sifat kimia terdiri dari kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak dan karbohidrat, sedangkan mutu mikrobiologi yang diamati adalah Angka Lempeng Total, Jumlah Ecoli, Jumlah bakteri. Mutu cemaran logam yang diamati Cd, Pb, As, Fe, Mn, Se, Cu, Hg sedangkan mutu sensori yang diamati adalah kenampakan, bau, rasa dan tekstur. Diperoleh hasil dari ketiga jenis sampel amplang yang diamati amplang ikan pipih dan ikan tenggiri memenuhi semua persyaratan baku mutu dan keamanan pangan amplang ikan. Katakunci : amplang, ikan pipih, ikan bandeng, ikan tenggiri 
Rekayasa dan Uji Unjuk Kerja Alat Penggoreng Amplang Mekanis : Penerapan pada UD. Mawar Sari di Samarinda Sulharman Sulharman
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.7134

Abstract

Pada proses penggorengan amplang dilakukan secara manual. Dengan cara ini sering terjadi kegosongan amplang sehingga ada yang harus dibuang. Tujuan perekayasaan alat ini untuk mengatasi masalah gosong yang terjadi pada proses penggorengan. Metode penelitian ini dilakukan dengan identifikasi gambar kerja, pembuatan, pengujian awal dan uji unjuk kerja alat. Pengujian unjuk kerja dengan cara ; menimbang adonan lalu memasukkan adonan tersebut ke dalam wajan penggorengan yang telah diisi minyak goreng yang telah dipanasi, setelah itu menghidupkan motor penggerak untuk mengaduk amplang dan mencatat waktu penggorengan. Setelah amplang masak, keluarkan amplang dari wajan penggorengan lalu timbang amplang tersebut. Lakukan pengulangan empat (4) kali dan mengamati secara visual.   Hasil uji dapat disimpulkan bahwa alat dapat mengatasi kegosongan amplang karena  pengadukan  dilakukan oleh motor listrik sehingga merata dan adonan tidak kontak langsung dengan wajan luar yang kontak dengan sumber panas. Tepung yang ada pada permukaan adonan saat digoreng jatuh ke wajan luar sehingga tidak mengotori permukaan amplang. Kapasitas alat penggoreng 12 kg/batch. Rendemen alat penggorengan 70 %. Waktu penggorengan amplang rata-rata 35 menit. Kecepatan pengadukan  dapat diatur putarannya dengan jangkauan yang lebar dari 30  rpm sampai dengan 52,5 rpm tidak mengakibatkan  amplang keluar dari wajan.  
Studi Penurunan Kekeruhan dengan Aplikasi Ekstrak Tapioka sebagai Koagulan Alam pada Pengolahan Air Bersih Eka Prihatinningtyasa; Taofik Jasalesmana
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.6697

Abstract

Salah satu proses penting dalam pengolahan air bersih adalah koagulasi. Keberhasilan proses tersebut sangat ditentukan oleh pemilihan koagulan dan penentuan dosis yang optimal. Tepung tapioka dapat digunakan sebagai koagulan alami dalam menurunkan kekeruhan. Pada penelitian ini digunakan limbah artifisial yang terbuat dari kaolin. Kaolin digunakan sebagai sumber pengkeruh yang merepresentasikan sumber air baku dalam pengolahan air bersih. Uji statistik ANOVA telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh pH (tanpa variasi dosis koagulan), dosis koagulan (tanpa variasi pH) dan kombinasi keduanya terhadap proses koagulasi. Proses koagulasi dilakukan pada kekeruhan 150 NTU dengan variasi dosis koagulan (5, 10, 15, 20, 40, 60, 80 dan 100 ppm) dan 4 variasi pH (3,5,7 dan 9). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p value untuk pH, dosis koagulan dan kombinasi keduanya masing-masing sebesar 0,00. Nilai p value kurang dari 0,05 mengindikasikan bahwa pH, dosis koagulan dan kombinasi keduanya berpengaruh signifikan dalam menurunkan kekeruhan. Fenomena tersebut dibuktikan dengan adanya kenaikan nilai konduktivitas. Kenaikan nilai konduktivitas mengindikasikan terjadinya kenaikan gaya tarik-menarik antara ion-ion koagulan dan kaolin
Karakterisasi Sifat Fisikokimia Serpihan Sereal Beras Menir dengan Penambahan Tepung Pisang Vita Fitriani; Woro Setiaboma; Lasuardi Permana
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.6603

Abstract

Beras menir merupakan salah satu produk samping dari proses penggilingan padi, padahal beras menir masih memiliki nilai gizi yang sama dengan beras utuh. Dalam penelitian ini, beras menir diolah lebih lanjut menjadi produk serpihan sereal dengan penambahan tepung pisang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sifat fisik dan kimia serpihan sereal dari beberapa formulasi tepung beras menir dan tepung pisang pada berbagai kondisi pengeringan. Pembuatan serpihan sereal dalam penelitian ini, menggunakan tiga formulasi tepung beras menir dan tepung pisang, yaitu 1: 3, 1: 1, dan 3: 1, dimana masing-masing formulasi dikeringkan pada suhu 40°C (sampel A); 60 °C (Sampel B), dan 80 °C (Sampel C) selama 3 jam. Bahan baku dan serpihan sereal dianalisis sifat fisik dan sifat kimia. Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa sampel B memiliki nilai hardness terbesar, daya serap air terbaik, dan warna yang paling terang. Kandungan gizi terbesar pada serpihan sereal adalah karbohidrat (>80%). Pengeringan serpihan sereal pada suhu 60°C memiliki nilai hardness terbesar dan warna paling terang. Kadar lemak terendah dan kadar protein tertinggi adalah pada sampel B. Perbedaan suhu pengeringan berpengaruh signifikan (p<0,05) terhadap sifatfisik dan kimia serpihan sereal, sedangkan formulasi bahan baku hanya berpengaruh signifikan pada warna serpihan sereal.Kata kunci: Beras menir, serpihan sereal, tepung pisang, pengeringan