Articles
139 Documents
Pengaruh Kecemasan Matematika terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa di SMA
Fajar Rizki;
Isna Rafianti;
Indiana Marethi
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30656/gauss.v2i2.1750
Penelitian ini dilakukan oleh rendahnya kemampuan siswa di SMA yang dapat disebabkan oleh faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal, seperti metode dan strategi pembelajaran. Faktor internal, seperti emosi siswa atau kecemasan terhadap matematika. Penelitian ini hendak mengetahui bagaimana pengaruh kecemasan matematika terhadap keterampilan pemecahan masalah. Penelitian ini dilakukan di SMAN 2 Kota Serang. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan mengambil 3 kelas sebagai sampel. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) rata-rata keterampilan pemecahan masalah matematika siswa adalah siswa yang memiliki kecemasan rendah memiliki skor yang sama dengan siswa yang memiliki kecemasan sedang, dan siswa yang memiliki kecemasan sedang lebih baik daripada siswa yang memiliki kecemasan tinggi, dan siswa yang memiliki kecemasan rendah memiliki skor lebih baik daripada siswa yang memiliki kecemasan tinggi 2) ada hubungan negatif antara kecemasan dan keterampilan pemecahan masalah 3) semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin rendah keterampilan pemecahan masalah. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan keterampilan pemecahan masalah matematika berdasarkan tingkat kecemasan, ada hubungan antara kecemasan matematika dan keterampilan pemecahan masalah matematika dan ada pengaruh antara kecemasan matematika dan keterampilan pemecahan masalah.
Pengaruh Model Pembelajaran Generatif terhadap Peningkatan Self-Confidence Siswa Ditinjau dari Gaya Kognitif
Sutihat Sutihat;
Hepsi Nindiasari;
Syamsuri Syamsuri
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30656/gauss.v2i2.1761
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran generatif terhadap peningkatan self-confidence siswa ditinjau dari gaya kognitif. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian quasi-eksperimen dengan desain penelitian nonequivalen control group design. Populasi yang digunakan adalah seluruh siswa kelas XI MIPA di MAN 4 Tangerang tahun pelajaran 2018/2019 dengan kelas XI MIPA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 5 sebagai kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diperoleh kesimpulan, (1) peningkatan self-confidence siswa field independent yang memperoleh pembelajaran generatif lebih tinggi dari peningkatan self-confidence siswa field independent yang memperoleh pembelajaran saintifik, (2) peningkatan self-confidence siswa field dependent yang memperoleh pembelajaran generatif lebih tinggi dari peningkatan self-confidence siswa field dependent yang memperoleh pembelajaran saintifik.
Kolaborasi Model Assurance-Relevance-Interest-Assessment-Satisfaction dengan Think-Talk-Write untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
Jaka Wijaya Kusuma;
Hamidah Hamidah
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30656/gauss.v2i2.1777
Penelitian ini merupakan bagian dari laporan penelitian kolaborasi model assurance-relevance-interest-assessment-satisfactiondengan Think-Talk-Write untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan penalaran kreatif matematik serta motivasi berprestasi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain kelompok kontrol pretes-postes yang bertujuan untuk menelaah peranan kolaborasi model assurance-relevance-interest-assessment-satisfaction(ARIAS) dengan Think Talk Write(TTW) terhadap kemampuan berpikir kritis matematik dan motivasi berprestasi siswa SMP. Populasidalampenelitianini adalahseluruhsiswaSMPdi Carenang,dan secarapurposifsampelnyadipilih siswakelasVII darisalahsatuSMPdiCarenang dandipilihdua kelasVIIsecara acakdari kelasVIIyangada. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan: 1) peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa yang memperoleh pembelajaran kolaborasi model ARIAS dengan TTW lebih baik daripada yang memperoleh pembelajaran biasa;2) motivasi berprestasi siswa yang memperoleh pembelajaran kolaborasi model ARIAS dengan TTWlebih baik dari pada yang memperoleh pembelajaran biasa; dan 3) terdapat asosiasi antara motivasi berprestasi dengan kemampuan berpikir kritis matematik siswa.
Penerapan Model Discovery Learning dalam Mengatasi Kecemasan Matematika Siswa SMP
Yayah Umayah
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30656/gauss.v2i2.1778
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kreativitas peserta didik pada konsep bilangan melalui model pembelajaran Discovery Learning dalam mengatasi kecemasan matematika di kelas VII D SMPN 1 Ciruas Kabupaten Serang. Objek penelitian terdiri dari 32 siswa, dan dilaksanakan dengan menjalin kemitraan atau kolaboratif dengan rekan guru lain sebagai observer. Data yang dikumpulkan data kuantitatif dengan pengolahan data statistik sederhana dan data kualitatif dengan menggunakan instrumen kecemasan matematis. Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan Model John Elliot dimana pelaksanaannya dilakukan melalui dua siklus dan setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Discovery Learning dapat menurunkan kecemasan matematis dan meningkatkan kreativitas peserta didik. Hasil belajar siswa yaitu siswa hanya 76% (24 siswa) siswa yang mencapai KKM ≥ 70 pada siklus I sedangkan pada siklus II mencapai KKM ≥ 70 sudah tercapai yaitu 90% (29 siswa). Pada kecemasan matematis siklus I terjadi kecemasan matematis rata-rata masih 71 berdasarkan hasil refleksi dan siklus II terjadi penurunan kecemasan matematis menjadi 65, penurunan kecemasan matematis 8,5 %.
Pengembangan Buku Pembelajaran Matematika Berbasis Problem Posing Kelas VII
Shandra Amalia;
Yogi Wiratomo
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30656/gauss.v2i2.1781
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan suatu bahan ajar berbentuk buku pembelajaran yang efektif untuk memfasilitasi proses pembelajaran matematika peserta didik kelas VII SMP Semester 2. Buku matematika ini dibuat berdasarkan hasil analisis kebutuhan terhadap kompetensi matematika yang seharusnya dimiliki peserta didik kelas VII SMP. Alat pengambilan data berupa angket pertanyaan untuk guru sekolah SMP kelas VII. Proses penelitian diadaptasi dari model pengembangan instruksional (MPI) M. Atwi Suparman yang terdiri dari beberapa langkah, yaitu: (1) mengindentifikasi kebutuhan dan menulis tujuan instruksional, (2) melakukan analisis instruksional, (3) mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal peserta didik, (4) menulis tujuan instruksional khusus, (5) menyusun alat penilaian hasil belajar, (6) menyusun strategi instruksional, (7) mengembangkan bahan instruksional, (8) melakukan evaluasi formatif. Temuan penelitian yaitu dihasilkan bahan ajar berbentuk buku pembelajaran untuk peserta didik kelas VII SMP pada semester 2.
Proses Berpikir Siswa SMA dalam Menyusun Bukti Matematis
Widya Fatmahayati
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30656/gauss.v2i2.1790
Pembelajaran matematika memiliki tujuan diantaranya mengkomunikasikan gagasan, penalaran serta mampu menyusun bukti. Informasi tentang proses berpikir siswa dalam pembuktian dapat membantu guru untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan proses berpikir siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan proses berpikir siswa dalam menyusun bukti matematis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan di SMA LabSchool Unsyiah dengan subjek enam siswa kelas XI. Ada tiga tahapan proses berpikir siswa yang dilihat pada saat siswa menyusun bukti matematika yaitu fase masuk (entry phase), fase menyelesaikan (attack phase), dan fase review (review phase). Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan siswa yang melalui fase masuk (entry phase) sebanyak 66,67%, fase menyelesaikan (attack phase) sebanyak 33,33% , dan fase review (review phase) sebanyak 83,33%.
Penerapan Strategi REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, and Transferring) terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas IV SD
Melati Aini Sukma;
Indhira Asih Vivi Yandari;
Trian Pamungkas Alamsyah
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Serang Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30656/gauss.v3i1.2125
Penelitian ini dilatar belakangi bahwa pembelajaran matematika di sekolah belum memberikan ruang pada siswa untuk mengembangkan kemampuan pemahaman konsep matematis sehingga siswa tidak terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui penerapan strategi REACT dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Populasi yang diteliti adalah seluruh siswa kelas IV SDN Sempu 2 Kota Serang. Sedangkan sampelnya menggunakan purposive sampling dengan kelas IV B sebagai kelas eksperimen dan IV A sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes dan non tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan strategi REACT dengan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan strategi Cooperative Learning dan peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan strategi REACT lebih baik daripada kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan strategi Cooperative Learning.
Pembelajaran Matematika melalui Media Game Quizizz untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika SMP
Sri Mulyati;
Hanif Evendi
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Serang Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30656/gauss.v3i1.2127
Kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi informasi dan komunikasi sebagai salah satu produk perubahan zaman banyak membawa dampak positif bagi kemajuan dunia pendidikan sekarang ini. Era digitalisasi yang disebut era revolusi industri 4.0 membuat perubahan yang sangat cepat. Banyak aplikasi pembelajaran digital yang bisa digunakan secara efektif dan efisien sebagai media penunjang pembelajaran, Penelitian ini membutuhkan inovasi media pembelajaran agar siswa tidak merasa bosan pada saat proses belajar mengajar. Banyak aplikasi pembelajaran digital yang bisa digunakan secara efektif dan efisien sebagai media penunjang pembelajaran Diantaranya game Quizizz pada materi Teorema Pyhtagoras. Tujuan penelitian ini yaitu : mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pengumpulan data dengan menggunakan metode tes, observasi, dan angket. Hasil penelitian ini yaitu; terdapat peningkatan hasil belajar rata – rata hasil belajar 63 pada siklus I dan siklus II sebesar 78.
Efektivitas Model Pembelajaran Assure terhadap Hasil Belajar Siswa
Muhamad Ruslan Layn
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Serang Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30656/gauss.v3i1.2151
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas model pembelajaran ASSURE dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa ditinjau juga dari aktivitas dan respons belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan The Nonequivalent Pretest – Posstest Control Group Design dengan sampel yakni kelas IX E sebagai kelas kontrol dan kelas IX F sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa sebanyak 32 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Skor rata-rata postest siswa secara signifikan lebih dari KKM sebesar 80,625 dengan persentase sebesar 84,375% berada pada kategori tinggi. Adapun persentase aktivitas siswa secara klasikal berada pada kategori aktif yaitu sebesar 62,23%; Skor rata-rata aktivitas guru pada kelas eksperimen berada pada kategori tinggi yaitu 37,3; dan persentase respons siswa berada pada kategori tinggi sebesar 64,06%; serta hasil analisis uji t diperoleh . Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran ASSURE pada pembelajaran matematika memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa dan efektif untuk digunakan pada siswa.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif The Power of Two terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP
Hadi Sutiawan;
Anggi Rahmani
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Serang Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30656/gauss.v3i1.2167
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe the power of two terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa SMP. Penelitian ini dilakukan di SMP Pariskian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen. Teknik sampel yang digunakan yaitu cluster random sampling. Teknik pengumpulan data yaitu tes kemampuan komunikasi matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pencapaian akhir kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran the power of two lebih tinggi daripada siswa yang mendapatkan model pembelajaran ekspositori; (2) Peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran the power of two, lebih tinggi siswa yang mendapatkan daripada siswa yang mendapatkan model pembelajaran ekspositori.