cover
Contact Name
Yussi Pratiwi
Contact Email
jrskt@unj.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jrskt@unj.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Jakarta
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan
ISSN : 23028467     EISSN : 23030720     DOI : https://doi.org/10.21009/JRSKT.
Core Subject : Science,
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan (JRSKT) is the journal for the publication of original studies and occational reviews in the field of science and applied chemistry. It is published electronically two times a year
Articles 93 Documents
SYNTHESIS OF 1,9-BIS [1-PHENYL-3-METHYL-5-HYDROXY-4-PYRAZOLYL] 1,9 NONANEDIONE AND ITS APPLICATION FOR THE EXTRACTION OF COBALT ( II), NICKEL (II), AND CADMIUM (II) Ucu Cahyana; Bambang Rusdiarso; Narsito Narsito
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 2 No 2 (2012): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 2 Nomor 2 Desember 2012
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.53 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.022.08

Abstract

Synthesis of 1,9-bis [1-phenyl-3-methyl-5-hydroxy-4- pyrazolol)-1,9-nonanedione (HL-7-LH) and its application for the extraction of cobalt (II), nickel (II), and cadmium (II) have been carried out. The HL-7-LH were prepared by treating a dioxane solution of 1-phenyl-3-methyl-5-pyrazolone (H2PMP) containing calcium hydroxide catalyst with azelaoyl dichloride [ClCO(CH2)7C0C1l Purification of the HL-7-LH obtained were done by mean recrystallization in etanoltoluena (9:1) at 70°C. Characterization of the HL-7-LH were done by infrared and nuclear magnetic resonance spectroscopic techniques. The application of the HL-7-LH as extractant in the extraction of cobalt, nickel, and cadmium were performed in chloroform and dichloromethane. It was observed that the effectivity of the extraction increases as the extractant concentration and pH increases. Results show that cobalt, nickel, and cadmium extraction in chloroform wereobtained with the extraction constants (log Keks) = -5,37, -5,44, -5,22 and at dichloromethane were -5,19, - 5,24, and -5,08.Key Word : Synthesis, effectivity of the extraction, the extraction constants
Uji Aktivitas Antidiabetes Fraksi Etil Asetat Daun Pandan Wangi (P. amaryllifolius Roxb.) Dengan Metode Α-Glukosidase Dede Sukandar; La Ode Sumarlin; Hilyatuz Zahroh; Eka Rizki Amelia
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 2 No 1 (2012): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 2 Nomor 1 Juni 2012
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.851 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.021.01

Abstract

Telah dilaporkan hasil penelitian untuk mengetahui aktivitas antidiabetes setiap fraksi dalam ekstrak etil asetat daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) secara in vitro menggunakan metode α-glukosidase. Ekstrak dibuat dengan cara maserasi menggunakan pelarut etil asetat dan pemisahan komponen kimia dengan kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil KLT dengan fase gerak n-heksan:etil asetat (3:1) dan penambahan 3 tetes asam asetat glasial menghasilkan lima fraksi dengan Rf masing-masing sebesar 0,20; 0,30; 0,55; 0,60; dan 0,70. Fraksi 2 memiliki aktivitas antidiabetes tertinggi dengan nilai IC50 relatif 77,57 ppm.Kata kunci : antidiabetes, fraksi etil asetat, daun pandan wangi, α-glukosidase A research to know antidiabetes activity every fraction in ethyl acetate extract of fragrant screw pine leaf (Pandanus amaryllifolius Roxb.) in vitro applies α-glukosidase method has been reported. Extract made by the way of macerate to apply ethyl acetate solvent. Result of thin layer chromatography (TLC) with mobile phase n-heksan:etil acetate (3:1) and addition of 3 acetic acid drip glasial yields five fractions with Rf each of 0,20; 0,30; 0,55; 0,60; and 0,70. Fraction 2 has highest antidiabetic activity with relative IC50 value 77,57 ppm.Keywords : antidiabetes, fraction of ethyl acetate, fragrant screw pine leaf, α-glukosidase
Excitation States of Bose Einstein Condensate Coupled by Time-dependent Potential T. B. Prayitno
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 2 No 1 (2012): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 2 Nomor 1 Juni 2012
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.402 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.021.02

Abstract

Pada makalah ini telah dirumuskan tingkat-tingkat eksitasi dari persamaan Gross-Pitaevskii satu dimensi yang menggambarkan dinamika uap Bose-Einstein dengan mengganggap bahwa persamaan tersebut adalah sebuah persamaan osilator kuantum makroskopik. Dalam kasus ini, kami mengambil persamaan Gross-Pitaevskii yang tergandeng dengan fungsi bergantung waktu yang dianggap sebagai sebuah potensial eksternal. Potensial tersebut menciptakan pengaruh penguatan atau pelemahan dari perambatan pulsa di dalam serat optik nonlinear dan pengaruhnya telah diamati sebagai soliton terang atau gelap melalui hasil simulasi. Di dalam makalah ini, teori perturbasi bergantung waktu telah digunakan untuk mendapatkan tingkat-tingkat eksitasinya dan akan ditunjukkkan pula bahwa tiap-tiap tingkat tersebut mempunyai koreksi energi yang berkaitan dengan potensial eksternal yang bersangkutan. Meskipun tiap-tiap tingkat eksitasi tersebut telah didapat, persamaan differensial untuk koefisien-koefisien yang bersangkutan harus diselesaikan untuk mendapatkan gambaran lengkap dari solusi fungsi gelombang umum. We have formulated the excitation states of one-dimensional Gross Pitaevskii equation representing the dynamics of Bose-Einstein condensate, by treating the equation as a macroscopic quantum oscillator. In this letter, we concern at the Gross-Pitaevskii equation coupled by time-dependent function as an external potential. The potential itself creates the gain or loss effect of pulse propagation in nonlinear fiber optics and its effects have been observed as a dark or a bright soliton by simulating the equation. This time, we apply the time-dependent perturbation theory to obtain the excitation states and we also show that each excitation state has the energy correction corresponding to the external potential. Although we can formulate each energy state, one has to solve the differential equation for the coefficients if one wants to know the complete description of the general wave solution.KeywordsExcitation states, Gross-Pitaevskii, Bose-Einstein condensation, gain-loss potential
Penentuan Ion Aluminium (III) Dalam Air Tanah Dengan Metode Ekstraksi Fasa Padat Erdawati Erdawati
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 2 No 1 (2012): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 2 Nomor 1 Juni 2012
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.41 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.021.03

Abstract

Kandungan ion Aluminium (III) dalam air tanah dipekatkan dengan metode ekstraksi fasa padat menggunakan adsorben nanoemulsi kitosan yang dimodifikasi dengan Alizarin, kemudian kompleks Al-alizarin dianalisa dengan menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang maksimum 540 nm. Beberapa parameter untuk menentukan kondisi optimum proses pemekatan seperti pH, volume, berat adsorben dan laju alir sampel divariasikan pada berbagai kondisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 150 ml larutan ion aluminium (III) dengan konsentrasi 1 μg/mL pada pH5.5 dan lajur alir 1,5 mL/menit memberikan hasil perolehan kembali 95%. Presisi dan limit deteksi metode pemekatan terhadap 10 buah sampel uji memberikan nilai akurasi dan presisi 95% dengan limit deteksi 0,13 μg/mLKata kunci : Aluminium, air tanah, ekstraksi fasa padat,nanodispersi kitosan, alizarin
Optimasi Konsentrasi Katalis CaO dari Cangkang Telur Ayam Negeri Dalam Reaksi Transesterifikasi Minyak Jarak Pagar (Jatropha curcas L) Sebagai Bahan Biodiesel Zulmanelis Darwis,; Afrizal Afrizal; Eneng Retnisa Sriutami
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 2 No 1 (2012): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 2 Nomor 1 Juni 2012
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.446 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.021.04

Abstract

Penelitian mengenai penggunaan katalis CaO dari cangkang telur pada reaksi transesterifikasi minyak jarak pagar (Jatropha curcas L) dengan metanol bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi optimum katalis CaO. CaO diperoleh dengan cara kalsinasi cangkang telur ayam negeri selama 6 jam pada suhu 800°C. Hasil karakterisasi dengan XRD (X-Ray Diffraction) menunjukan bahwa katalis CaO hasil kalsinasi pada kondisi tersebut memiliki difraktogram yang sesuai dengan CaO standar. Reaksi transesterifikasi dilakukan dengan merefluks campuran minyak jarak pagar, metanol dan katalis CaO pada beberapa konsentrasi selama 120 menit pada suhu 60°C. Rendemen metil ester ditentukan dengan cara menghitung jumlah gliserol yang dibebaskan dalam reaksi transesterifikasi. Dari hasil Penelitian, diketahui bahwa konsentrasi katalis CaO optimum adalah 10% (%-w) dengan hasil metil ester sebesar 82,62% (%-w). Uji kualitas produk menunjukan nilai densitas (40°C) 0,86 g/mL, , dan viskositas (40°C) 11,67 cSt. serta bilangan asam 0,62 mg KOH/g minyak.KeywordsReaksi transesterifikasi , katalis CaO, X-Ray Diffraction,Rendemen metil ester
Pengaruh Komposisi Asam Benzoat Dan Asam Salisilat Pada Pertumbuhan dan Produksi Aflatoksin Aspergillus Flavus Pada Buah Jagung (Zea mays l.) Irma Ratna Kartika; Stefanus Stefanus; Tri Handayani Kurniati
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 2 No 1 (2012): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 2 Nomor 1 Juni 2012
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.71 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.021.05

Abstract

Kontaminasi aflatoksin pada bahan makanan dan biji-bijian merupakan masalah di seluruh dunia. Aflatoksin yang merupakan metabolit sekunder beracun yang diproduksi oleh Aspergillus flavus, bersifat karsinogen bagi hewan dan manusia, terutama sebagai penyebab kanker hati pada manusia. Pengaruh komposisi 11 campuran asam benzoat dan asam salisilat terhadap pertumbuhan dan produksi A. flavus pada jagung dilakukan dengan pengukuran pertumbuhan miselia, diameter koloni dan kandungan aflatoksin menggunakan HPLC. Hasil yang didapat menunjukan bahwa campuran asam benzoat dan asam salisiliat dengan perbandingan 1:1 (masing-masing konsentrasi asam adalah 2,5 mg/25 mL dalam air) dan waktu kontak 30 menit, dapat menghambat pertumbuhan A. flavus (9,16 mm/hari) dan produksi aflatoksin (872,88 ppb). Hasil ini dibandingkan terhadap standar fungisida (Mancozeb) dengan konsentrasi 5,0 mg/25 mL air, yang menunjukkan daya hambat yang lebih baik dengan kecepatan pertumbuhan A. flavus sebesar 8,08 mm/hari dan produksi aflatoksin sebanyak 596.22 ppb.Kata kunci : Aspergillus flavus, aflatoksin, asam salisilat, asam benzoat, jagung. Contamination of food and feed grains by aflatoxins is a problem throughout the world. Aflatoxins, which are toxic secondary metabolites produced by Aspergillus flavus are potent carcinogens to animals and have been linked to liver cancer in humans. The influence of 11 benzoic acid and salicylic acid composition on growth and aflatoxin production of A. flavus on maize was done by observing the miselial growth through the measurement of colony diameter and the measurement of aflatoxin content using the High Performance Liquid Chromatography method. The result showed that benzoic acid and salicylic acid on the composition of 2.5:2.5 mg/25 mL of distilled water with a contact time of 30 minutes showed the best inhibitory effect on growth and aflatoxin production of A. flavus with a growth rate of 9.16 mm / day and 872.88 ppb aflatoxin content, while the positive control Mancozeb 5.0 mg/25 mL of distilled water showed a better inhibitory effect with the growth rate of 8.08 mm/day and 596.22 ppb of aflatoxin content.Keywords : Aspergillus flavus, aflatoxin, salicylic acid, benzoic acid, corn.
PERMUKAAN ENERGI POTENSIAL HIDROGEN PADA SISTEM GRAFIT TERINTERKALASI INVESTIGASI TEORI FUNGSI KERAPATAN Rahmat Gunawan; Melanie David; Hideaki Kasai; Muhamad A. Martoprawiro; Cynthia L. Radiman; Hermawan K. Dipojono
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 1 No 2 (2011): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 1 Nomor 2 Desember 2011
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3093.794 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.012.01

Abstract

Permukaan energi potensial untuk sistem hidrogen pada permukaan grafit terinterkalasi alkali (Li, Na dan K) telah diteliti, secara teoritis. Model struktural, sifat energik, dan elektronik dari hidrogen pada sistem alkali/grafit dihitung melalui teori fungsi kerapatan (DFT) dengan menggunakan pendekatan koreksi gradien Perdew-Burke-Ernzerhof (PBE). Perhitungan dilakukan dengan menggunakan basis set plane-wave, dan interaksi elektron-inti dijelaskan menggunakan pendekatan pseudopotential. Pada langkah pertama, permukaan energi potensial diperoleh dengan cara menghitung energi berbagai posisi molekul hidrogen pada permukaan grafit, yaitu di atas atom karbon (top), di atas ikatan C=C (bridge), dan di atas ring (hollow). Diperoleh hasil bahwa molekul hidrogen yang paling stabil adalah pada posisi top, dengan energi sebesar 3,2 eV pada jarak 0,019 A. Selanjutnya semua perhitungan dilakukan pada jarak 3,2 A dari permukaan grafit. Pada langkah berikutnya, permukaan energi potensial atom alkali (Li, Na, dan K) pada permukaan grafit memberi hasil bahwa atom alkali paling stabil pada posisi hollow dengan jarak antara Li, Na, dan K pada permukaan grafit adalah 1,7 A, 2,3 A, dan 2,6 A dengan energi minimum -1,37 eV, -0,66 eV dan -0,96 eV, secara berurutan. Dari data kerapatan muatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan transfer muatan elektron dari atom alkali terhadap orbital elektron pi grafit. Pada langkah terakhir, permukaan energi potensial minimum diperoleh pada variasi posisi hidrogen molekul pada sistem grafit terinterkalasi atom alkali, dan menunjukkan model permukaan energi potensial seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah. Diperoleh bahwa terdapat enam titik energi potensial terendah yang dapat ditempati oleh enem molekul hidrogen yaitu pada posisi bridge dari sistem ini. Jarak antara keenam molekul hidrogen dengan atom Li, Na, dan atom K adalah 2,6 A, 2,7 A, dan 2,8 A, dengan energi minimum -0,082 eV, eV dan -0,071 -0,079 eV, secara berurutan. Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran atom Li memberikan nilai kapasitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan atom Na dan K. Hasil ini mendukung dan menjelaskan secara kualitatif adanya peningkatan kapasitas penyimpanan hidrogen dalam sistem alkali-grafit. kata kunci : Teori fungsi kerapatan, hidrogen, grafit terinterkalasi atom alkali
STUDI PENDAHULUAN PEMBUATAN MINUMAN FERMENTASI-YOGHURT BERBAHAN DASAR BIJI DURIAN DAN ANALISIS KIMIANYA Irma Ratna Kartika
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 1 No 2 (2011): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 1 Nomor 2 Desember 2011
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.409 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.012.04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pembuatan minuman fermentasi berbahan dasar biji durian dan analisis kimianya. Minuman fermentasi ini dibuat dengan memvariasikan lamanya waktu fermentasi (20 jam, 30 jam, dan 40 jam) dan konsentrasi campuran serbuk biji durian dengan air (perbandingan biji durian:air adalah 1:16, 1:18 dan 1:20). Komposisi lengkap dari tiap-tiap yoghurt adalah sebagai berikut: Yoghurt A (5% w/w susu skim, 5% w/w gula pasir, 10% starter bakteri asam laktat, dan 80% biji durian + air (perbandingan biji durian:air = 1:16)), Yoghurt B (5% w/w susu skim, 5% w/w gula pasir, 10% starter bakteri asam laktat, dan 80% biji durian + air (perbandingan biji durian:air = 1:18)), Yoghurt C (5% w/w susu skim, 5% w/w gula pasir, 10% starter bakteri asam laktat, dan 80% biji durian + air (perbandingan biji durian:air = 1:20)), dan Blangko (5% w/w susu skim, 5% w/w gula pasir, 10% starter bakteri asam laktat, dan 80% air). Tiap-tiap campuran tersebut dibagi tiga dan dimasukkan ke tiga botol steril yang diberi label 20 jam (Yoghurt A20, Yoghurt B20 dan Yoghurt C20), 30 jam (Yoghurt A30, Yoghurt B30 dan Yoghurt C30) dan 40 jam (Yoghurt A40, Yoghurt B40 dan Yoghurt C40). Selanjutnya botol diinkubasi pada suhu ruang (28-30oC) berdasarkan waktu yang tertera di masingmasing botol tersebut. Setelah selesai diinkubasi, tiap-tiap botol didinginkan didalam refrigerator sampai dilakukan analisis kimianya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penampilan fisik dari minuman fermentasi biji durian adalah berupa larutan kental atau semipadat yang berwarna krem dan berbau tajam khas produk fermentasi bakteri asam laktat. Selain itu, waktu fermentasi berpengaruh terhadap kandungan kimia dari minuman fermentasi biji durian. Minuman fermentasi biji durian yang memiliki keasaman paling tinggi (0,855 setiap 100mg asam laktat/g sampel) dan kadar gula pereduksi yang paling tinggi (2,641 mg/mL) adalah minuman fermentasi dengan perbandingan biji durian:air = 1:16 pada waktu fermentasi 30 jam. Sementara itu, minuman fermentasi biji durian yang memiliki kandungan protein yang paling tinggi (8,717 mg/mL) adalah minuman fermentasi dengan perbandingan biji durian:air = 1:20 pada waktu fermentasi 30 jam. Kesimpulan penelitian ini adalah biji durian dapat digunakan sebagai media fermentasi bagi bakteri asam laktat. Penelitian selanjutnya adalah uji organoleptik (uji penerimaan konsumen), karakteristik kimiawi, fisika, dan biologis seperti kadar lemak, kadar abu, cemaran mikroba, dan jenis-jenis asam atau senyawa volatil yang terkandung dalam yoghurt biji durian agar dapat memenuhi standar yoghurt yang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Kata Kunci: bakteri asam laktat, biji durian, minuman fermentasi, gula pereduksi, keasaman, Peptida
N-METIL LAUROTETANIN DAN BOLDIN, DUA SENYAWA TURUNAN ALKALOID APORFIN DARI Cryptocarya tawaensis Merr (Lauraceae) Fera Kurniadew; Yana M. Syah; Lia D. Juliawaty; Euis H. Hakim
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 1 No 2 (2011): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 1 Nomor 2 Desember 2011
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.961 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.012.02

Abstract

Cryptocarya (Lauraceae), yang dikenal dengan nama daerah “medang” merupakan salah satu kelompok tumbuhan endemik hutan tropik Indonesia. Kelompok tumbuhan ini secara fitokimia merupakan penghasil metabolit sekunder golongan alkaloid, α-piron, flavonoid dan triterpen. Berkaitan dengan hal tersebut di atas, kajian fitokimia terhadap senyawa alkaloid dari spesies Cryptocarya tawaensis Merr (Lauraceae) belum pernah dilaporkan sebelumnya. Hasil penelitian terhadap spesies ini telah berhasil diisolasi dan diidentifikasi dua senyawa turunan alkaloid aporfin, yaitu N-metillaurotetanin (1) dan boldin (2), dimana struktur molekul kedua senyawa tersebut ditetapkan berdasarkan sifat fisika, data spektroskopi UV, IR, 1H-NMR dan serta perbandingan dengan data senyawa standar yang telah dilaporkan. Senyawa 1 pernah dilaporkan sebelumnya dari spesies C. longifolia, sementara senyawa 2 baru pertama kali ditemukan dalam tumbuhan Cryptocarya. Berdasarkan penemuan kedua senyawa tersebut, dapat disimpulkan bahwa C. tawaensis dapat dikelompokkan ke dalam tumbuhan Cryptocarya penghasil alkaloid. Kata kunci: Alkaloid, Aporfin, N-metil laurotetanin, boldin, Cryptocarya tawaensis Merr, Lauraceae
ANALISA KADAR LOGAM TIMBAL (Pb) PADA IKAN MAS HASIL PERSILANGAN YANG DIBUDIDAYAKAN PADA KERAMBA JARING APUNG WADUK CIRATA JAWA BARAT Yusnidar Yusuf
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 1 No 2 (2011): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 1 Nomor 2 Desember 2011
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.996 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.012.05

Abstract

Logam Pb merupakan logam berat non esensial yang tidak dibutuhkan oleh tubuh, pada dosis tertentu dapat memberikan efek toksik terhadap kesehatan terutama pada sistim pernapasan, kardiovaskular, urinaria, endokrin, pencernaan, sistim reproduksi, dan sistim saraf. Ikan mas merupakan sumber protein dan ikan budidaya yang sering dikonsumsi masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar logam Pb pada bagian daging dan bagian kepala, apakah ikan tersebut layak dikonsumsi? Sehingga masyarakat terhindar dari bahaya logam Pb. Ikan mas dikelompokan menjadi 3 kelompok lalu dipisahkan antara daging dan kepala, sampel dikeringkan pada suhu ±103°C selama 18 jam,sampel didestruksi kering pada suhu 450°C selama 18 jam, hasil destruksi dianalisa dengan spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Secara statistic terdapat hubungan antara peningkatan bobot dengan peningkatan kadar logam Pb pada ikan mas dan terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar logam Pb pada bagian kepala dengan kadar logam Pb yang terdapat pada ikan mas hasil persilangan di Waduk Cirata melebihi ambang batas yang diizinkan oleh SNI (Standar Nasional Indonesia) / POM, tidak memenuhi syarat konsumsi. Keywords:Timbal, Ikan Mas

Page 4 of 10 | Total Record : 93