cover
Contact Name
Yussi Pratiwi
Contact Email
jrskt@unj.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jrskt@unj.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Jakarta
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan
ISSN : 23028467     EISSN : 23030720     DOI : https://doi.org/10.21009/JRSKT.
Core Subject : Science,
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan (JRSKT) is the journal for the publication of original studies and occational reviews in the field of science and applied chemistry. It is published electronically two times a year
Articles 93 Documents
OPTIMASI PROSES PRODUKSI EPOKSIDA RAMI (Linum Usitatissimum) TERHADAP KARAKTERISASI BILANGAN OKSIRAN Flora Elvistia Firdaus
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 1 No 2 (2011): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 1 Nomor 2 Desember 2011
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.737 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.012.03

Abstract

Conversion of edible oil; linseed oil (Linum Usitatissimum) to epoxide can be existed by using peracetic acid which can be applied by in situ method. The aim of the research was to identify the effect of temperature and catalyst to the oxirane number of linseed epoxide. The ratio of acetic acid to peroxide were 1/3,66; 1/3,74; 1/3,89; and 1/3,97 (mol/mol); with designated temperature of 600C and 700C, and amount of catalyst were 1,3; 1,5; 1,6; 1,7; and 2,0% (v/v). The highest oxirane number were achieved by the value of 5,8 % mgr KOH/gr with optimized ratio of reactants was1/3,74 and the amount of catalyst was 1,3% (v/v) at temperature of 600 C. The rising of temperature into 700C seems to be much effected in lowering the oxirane number. Keywords:linseed oil, epoxide, oxirane number, temperature, optimized
EKSTRAKSI EMAS DARI LIMBAH PAPAN SIRKUIT TELEPON GENGGAM MENGGUNAKAN TEKNIK MEMBRAN CAIR EMULSI Imam Santoso; Tritiyatma .H N; ana Titian
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 1 No 2 (2011): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 1 Nomor 2 Desember 2011
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.71 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.012.06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persen ekstraksi emas dari limbah papan sirkuit telepon genggam dengan teknik membran cair emulsi menggunakan MIBK sebagai carrier. Reaksinya terjadi secara simultan di permukaan membran, antara senyawa yang akan dipisahkan pada fasa umpan dengan senyawa pembawa pada fasa organik. Logam emas hasil reaksi akan terdifusi ke fasa membran yang pada akhirnya hasil ekstraksi terkumpul dan terkonsentrasi di fasa penerima. Sebelum diaplikasikan ke limbah telepon , terlebih dahulu dipelajari beberapa parameter yang berpengaruh terhadap perolehan persen ekstraksi. Pada penelitian ini kondisi optimum untuk parameter pembuatan fasa emulsi yaitu 1:1, pengaruh kecepatan pembuatan emulsi pada yaitu 1000 rpm. Pengaruh konsentrasi carrier terhadap persen ekstraksi emas dengan konsentrasi MIBK sebesar 3%, pengaruh kecepatan kontak terhadap persen ekstraksi emas adalah pada 1000 rpm. Penerapan kondisi optimum pada limbah papan sirkuit telepon genggam memberikan persen ekstraksi Au sebesar83,24%. Kata kunci: limbah papan sirkuit telepon genggam, MIBK, teknik membran cair emulsi.
PELAPISAN CABE MERAH DENGAN NANOPARTIKEL KITOSAN UNTUK MENGHAMBAT KEHILANGAN VITAMIN C DAN SUSUT BOBOT Riskiono Slamet
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 1 No 1 (2011): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 1 Nomor 1 Juni 2011
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.204 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.011.01

Abstract

In this research the possible use of chitosan nanoparticle coating on green peppers (Capsium annuum L) after harvesting and to determined the effect of chitosan nanoparticle coating formulation to control the barrier properties toward water and oxygen.was investigated. Manually green peppers were treated with a solution of 1% ,2% and 3% nanoparticle chitosan and then stored at 200C. The parameters of physcochemical properties such as weight loss and ascorbic acid concentrations, were monitored during storage 4 days until 16 days. Results indicated that the physicochemical properties of weight loss and ascorbic concentration did not show remarkable change during storage period. and the longest storage life 16 The best quality of greeen peppers days were obtained from the chitosan nanoparticle coating at 3% concentration.The results suggest that the biodegradable coating with higher water vapour permeability can be used to maintain the quality and sanitary conditions of freshly harvested green peppers in modified atmosphere packaging. Keywords :chitosan nanoparticle, green pepper, vitamin C, total weight Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh konsentrasi nanopartikel kitosan yang terhadap kandungan vitamin C dan susut bobot cabe merah. Cabe merah dilapis dengan larutan nanopartikel kitosan, disimpan pada suhu 200C, dan kandungan vitamin C serta susur bobot diukur setiap 4 hari sekali selama 16 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cabe merah yang dilapis dengan larutan yang mengandung nanopartikel kitosan 3%, kehilangan vitamin C sebesar 30% pada hari ke 12, sementara cabe merah yang tidak dilapis, kehilangan vitamin C sebesar 53,8%. Sementara kehilangan susut bobot juga menunjukkan pola yang sama dengan vitamin C. Hasil terbaik diperoleh jika cabe merah dilapis dengan larutan yang mengandung 3% nanopartikel kitosan. kata kunci : nanopartikel kitosan, cabe hijau, vitamin C, jumlah bobot
PROFIL FITOKIMIA DAN UJI ANTIBAKTERI BIJI MANGGA ARUM MANIS (Mangifera indica. Linn) Zulhipri Zulhipri
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 1 No 1 (2011): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 1 Nomor 1 Juni 2011
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.693 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.011.02

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang profil fitokimia dan uji antibakteri dari biji mangga Arum manis (Mangifera indica. Linn). Hasil uji fitokimia dan anlisis kromatografi lapis tipis terhadap ekstrak metanol, menunjukkan bahwa biji mangga Arum manis mengandung senyawa fenolik, flavonoid dan terpenoid dengan kandungan tertinggi senyawa golongan fenolik. Uji antibakteri menunjukan ekstrak metanol ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococus aureus dengan nilai konsentrasi hambat minimum masing-masing sebesar 2000 dan 250 µg/mL. Kata kunci: Mangga, fitokimia, antibakter
PENGARUH EKSTRAK METANOL KULIT BUAH JENGKOL TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT Irma Ratna Kartika; Muktiningsih Muktiningsih; Fera Kurniadewi
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 1 No 1 (2011): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 1 Nomor 1 Juni 2011
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.159 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.011.03

Abstract

The study aim is to investigate the phytochemical profile and the effect of methanol extract of Jengkol [Pithecellobium jiringa (Jack) Prain ex King] (Leguminoceae) on reduction of glucose blood sugar level of mice (Mus musculus L.) strain DDY. A 870 g of dried Jengkol from Cipayung was macerated with methanol in order to get dried methanol extract (12,75 g). Meanwhile, phytochemical screening of the extract gave the information that the extract contained phenolic, flavanoid, steroid and saponine compounds. A TLC chromatogram indicated that methanol extract contained five phenolic compounds, seven flavonoid compounds and six mixtures of steroid and saponine compounds. The results showed that the extract of 450 mg/kg BW was able to lower glucose blood level as much as 66,67% more effective than other extract dosages (300 mg/kg BW, 600 mg/kg BW and 750 mg/kg BW) and the control drugs (Amaryl® 0,02 mg/kg BW, Glucobay® 1 mg/kg BW and Glucophage® 10 mg/kg BW). The maximum decrease of glucose level had been reach at day 14 of observation after administration of extracts or drugs. Hyperglycemic mice by glucose induced can be identified as animal model of type 2 diabetes due to unhealthy and unbalanced eating habit. Hence based on experiment outcome above, it can be concluded that extract dosage of 450 mg/kg BW has function as oral anti diabetic drug of type 2 diabetes. Keywords: hyperglycemia, Amaryl, Glucobay, Glucophage, diabetes, methanol extract Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil fitokimia dan pengaruh dosis ekstrak metanol kulit buah Jengkol [Pithecellobium jiringa (Jack) Prain ex King] (Leguminoceae) terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit (Mus Musculus L.) strain DDY dengan waktu pengamatan yang berbeda.Sebanyak 870 g jengkol dari Cipayung yang sudah dikeringkan, dimaserasi dengan pelarut metanol sehingga diperoleh ekstrak metanol kering (12,75 g). Sementara, hasil uji fitokimia memberikan informasi bahwa kulit buah jengkol mengandung senyawa kimia golongan fenolik, flavonoid, steroid, dan saponin. Hasil kromatogram dari KLT menunjukkan bahwa ekstrak metanol kulit buah jengkol mengandung 5 noda yang teridentifikasi sebagai senyawa fenolik, 7 noda yang teridentifikasi sebagai senyawa flavonoid, dan 6 noda yang teridentifikasi sebagai senyawa steroid dan saponin. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ekstrak jengkol dosis 450 mg/kg BB mampu menurunkan kadar glukosa darah sebesar 66,67% lebih efektif dibanding ekstrak dosis lain (300 mg/kg BB, 600 mg/kg BB dan 750 mg/kg BB) dan kontrol obat (Amaryl® 0,02 mg/kg BB, Glucobay® 1 mg/kg BB dan Glucophage® 10 mg/kg BB). Penurunan kadar glukosa secara maksimum terjadi pada waktu pengamatan hari ke-14 setelah pemberian ekstrak atau obat. Mencit yang dibuat hiperglikemia dengan cara diberi glukosa berlebih setiap hari, dapat dijadikan sebagai model hewan yang mengalami diabetes tipe 2 karena pola makanan yang tidak sehat dan seimbang. Oleh karena itu berdasarkan hasil percobaan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa dosis 450 mg/kg BB dapat berfungsi sebagai obat antidiabetes oral tipe 2. Kata Kunci: hiperglikemia, Amaryl®, Glucobay®, Glucophage®, diabetes, ekstrak metanol
PERANAN GARAM-GARAM ANORGANIK DALAM TUBUH SEBAGAI PRINSIP DASAR PADA SISTEM PENGOBATAN SECARA BIOKIMIA Nurbaity Nurbaity
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 1 No 1 (2011): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 1 Nomor 1 Juni 2011
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.78 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.011.04

Abstract

A biochemical treatment is a natural treatment system, such as body cells treatment system use inorganik salt existed in human blood and tissues. The inorganic salt can heal all kind diseases, even though these salt existed in smaller amount inside body. These salt are required as active substances to build a million cells. When these substances are inadequate and transported by blood, the disturbance of body balance will occur. These condition are indicated by symptoms and various pains which are called diseases. On the biochemical treatment needs only twelve inorganic salts existed inside body. When a human lacks one of these salt, the various health disturbances will take place. Key works: Inorganic salts, Biochemical treatment system Abstrak Pengobatan secara biokimia adalah sistem pengobatan secara alamiah yaitu sistem pengobatan sel-sel tubuh dengan menggunakan garam-garam anorganik yang terdapat dalam darah dan jaringan. Garam anorganik ini atau dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit walaupun garam ini dalam tubuh terdapat dalam jumlah yang sangat kecil, tetapi sangat diperlukan sebagai bahan aktif untuk membangun bejuta-juta sel. Bila bahan ini tidak mencukupi dibawa oleh darah mengakibatkan gangguan keseimbangan tubuh yang ditunjukkan dengan gejala-gejala atau berbagai keluhan-keluhan rasa sakit yang disebut dengan penyakit. Pada sistem pengobatan secara biokimia ini hanya memerlukan dua belas macam garam-garam anorganik yang meyerupai garam-garam anoganik yang terdapat dalam tubuh manusia. Bila kekurangan salah satu garam-garam ini akan menimbulkan bergagai gangguan kesehatan. Kata Kunci: Garam-garam Anorganik, Sistem Pengobatan Secara Biokimia
PEMANFAATAN SELULOSA BAKTERIAL Nata de coco SEBAGAI ADSORBAN LOGAM CU(II) DALAM SISTEM BERPELARUT AIR Afrizal Afrizal; Agung Purwanto
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 1 No 1 (2011): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 1 Nomor 1 Juni 2011
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.545 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.011.05

Abstract

Abstrak Selulosa bakterial nata de coco merupakan hasil fermentasi Acetobacter xylinum dalam substrat air kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi awal larutan dan lamanya waktu kontak terhadap proses adsorpsi Cu(II) pada selulosa bakterial nata de coco. Karakterisasi gugus fungsi selulosa bakterial nata de coco dengan FT-IR menunjukkan adanya puncak serapan pada daerah bilangan gelombang 3433,60 cm-1 yang mengindikasikan adanya gugus OH. Sedangkan pada daerah 2922,10 cm-1 dan 1428,90 cm-1, 1372,84 cm-1 dan 1337,87 cm-1 menunjukkan adanya gugus OH dan CH. Bilangan gelombang pada daerah 1060,25 cm-1, 1034,61 cm-1, 1112,93 cm-1 dan 1163,5 cm-1 menunjukkan adanya gugus C-O. Hasil spektrum FTIR selulosa bakterial nata de coco secara umum mirip dengan spektrum FTIR selulosa komersial. Uji pemanfaatan selulosa bakterial nata de coco sebagai bahan adsorban logam Cu(II) dalam sistem berpelarut air diamati bahwa konsentrasi awal larutan dan Lamanya waktu kontak mempengaruhi besarnya adsorpsi Cu(II) oleh selulosa bakteri Nata de coco. Kapasitas adsorpsi mencapai maksimum yaitu sebesar 1,905 mg/g pada saat konsentrasi awal larutan CuSO4.5H2O 10 mM dan waktu kontak 30 menit. Kata Kunci : selulosa bakterial, nata de coco, adsorpsi Cu(II)
KAJIAN CYCLIC VOLTAMMETRY PENGARUH SURFAKTAN GLUCOPONE 215 CSUP DALAM ELEKTROLIT SULFAT Setia Budi; Agung Purwanto; A.R. Daud
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 1 No 1 (2011): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 1 Nomor 1 Juni 2011
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.565 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.011.06

Abstract

The preliminary study on the use of Glucopone 215 CSUP surfactant as an additive in nanoparticles preparation by means of electrochemical deposition has been investigated. Critical micelle concentration (CMC) of Glucopone 215 CSUP was firstly determined both in de-ionized water and sulphate electrolyte using ensiometer. It was found that the presence of ions of the sulphate electrolyte did not make significant change on the CMC value. Electrochemical studies were then carried out using cyclic voltammetry technique. The influence of the addition of Glucopone 215 CSUP was found beyond its CMC, namely at concentration of 1.3 wt.%. In the presence of high concentration of the surfactant, The increase of current at cathodic scan of the cyclic voltammogram was observed at more negative potential than that of without surfactant. This result should be very important in providing suitable co-electrodeposition potential for nanoparticles of Co, Ni and Cu electrodeposition assisted by glucopone 215 CSUP. Keywords: cyclic voltammetry, critical micelle concentration, Glucopone 215 CSUP, electrodepositionAbstrak Surfaktan dapat digunakan sebagai aditif yang dapat mengontrol dan memodifikasi proses pertumbuhan partikel yang dipreparasi dengan metode deposisi elektrokimia. Kajian pendahuluan terhadap pengaruh penggunaan surfaktan Glucopone 215 CSUP terhadap karakteristik elektrokimia elektrolit sulfat telah dilakukan menggunakan teknik cyclic voltammetry. Hasil pengukuran menggunakan tensiometer menunjukkan bahwa ion-ion dari elektrolit tidak menimbulkan perbedaan signifikan terhadap critical micelle concentration (CMC) surfaktan yang dikaji. Pengaruh penambahan surfaktan Glucopone 215 CSUP terhadap cyclic voltammogram teramati ketika konsentrasi surfaktan diatas nilai CMC-nya. Katodik scan dari cyclic voltammogram menunjukkan bahwa pada konsentrasi diatas surfaktan, 1,3 wt.%, titik kenaikan arus katodik bergeser ke potensial yang semakin negatif. Hasil ini memberikan informasi potensial co-electrodeposisi yang sesuai untuk Co, Ni, dan Cu yang dipreparasi dari elektrolit sulfat dengan menggunakan aditif Glucopone 215 CSUP.Keywords: cyclic voltammetry, critical micelle concentration, Glucopone 215 CSUP, elektrodeposisi
DETEKSI BAKTERI PENYEBAB PENYAKIT TYPHUS PADA MANUSIA DENGAN POLYMERASE CHAIN REACTION Muktiningsih Nurjayadi; Fera Kurnia Dewi; Dahlia Dahlia; S, Restu.N S; Fitri W
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 1 No 1 (2011): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 1 Nomor 1 Juni 2011
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.944 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.011.08

Abstract

Salmonella typhi is bacteria that cause typhoid disease in humans. In Indonesia, the morbidity number of typhoid disease tends to be increase. Thus, it has been requiring the alternative for handling or preventing that disease. Recently, the detection method commonly uses for S. typhi detection is Serological test. The weakness of this method is often producing less accurate and not specific detection. The previous research was successfully discovered S. typhi gene that codes protein which is contributed at adherents or colonization those bacteria in epithelial human cell. That result was base to develop detection on S. typhi method by Polymerase chain reaction (PCR). The aim of this research is developing a specific and accurate detection method for S. typhi bacteria by PCR. The research result is performed successfully to amplify the fimbrial-C S. typhi gene using pairs of primer FW-INT 2- REV-1A NEW which was designed and synthesized in previous step. That success showed by the finding of the DNA fragment of 0.2 kilobase (kb) proffers to size of DNA fragment which is hopefully in using S. typhi genome as a template. Specificity and sensitivity test for those primers are still conducting to reproducibility results. Base on the results can be concluded that the research have successfully conducted in developing S. typhi detection method using pairs of S. typhi fimbrial-C primer. Hopefully, the studied of developing detection methods was conducted better compare with former detection methods.Keywords: S. typhi detection method, fim-C S. typhi gene, PCRAbstrakSalmonella typhi merupakan bakteri penyebab penyakit tifus pada manusia. Di Indonesia, angka morbiditas penderita penyakit typhus cenderung meningkat, sehingga diperlukan suatu alternatif untuk penanganan atau pencegahan penyakit tersebut. Sampai saat ini metode deteksi S. typhi yang banyak digunakan adalah uji serologi. Kelemahan metode ini adalah sering menghasilkan deteksi yang kurang akurat dan tidak spesifik. Pada penelitian yang dilakukan sebelumnya, telah berhasil ditemukan gen fimbrial-C S. typhi pengkode protein yang berperan dalam penempelan S. typhi pada usus manusia, hasil ini dijadikan landasan untuk pengembangan metode deteksi menggunakan teknik PCR. Tujuan penelitian ini mengembangkan metode deteksi yang akurat dan spesifik untuk bakteri penyebab penyakit typhus pada manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah berhasil dilakukan amplifikasi gen fimbrial-C S. typhi menggunakan pasangan primer hasil perancangan yaitu FW-INT 2- REV-1A NEW. Keberhasilan tersebut ditunjukkan dengan diperolehnya pita DNA berukuran 0.2 kilo basa (kb) sesuai dengan ukuran pita DNA yang diharapkan dengan menggunakan template DNA genom bakteri S. typhi. Uji sensitivitas dan spesifisitas terhadap primer hasil rancangan sedang di kaji lebih lanjut untuk memperoleh reprodusibiltas hasil pengujian. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa telah berhasil dilakukan pengembangan metode deteksi S. typhi menggunakan pasangan primer fimbrial-C S. typhi. Pengkajian pengembangan metode deteksi yang dihasilkan ini diharapkan dapat lebih baik dibanding beberapa metode deteksi yang sudah ada.Kata Kunci: Metode Deteksi Bakteri typhus, fim-C S. typhi, PCR
OPTIMASI KOMPOSISI KATALIS CAMPURAN Fe2(SO4)3.xH2O dan H2SO4 PEKAT DALAM REAKSI TRANSESTERIFIKASI MINYAK GORENG BEKAS SEBAGAI BAHAN BIODIESEL Zulmanelis Darwis
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 1 No 1 (2011): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 1 Nomor 1 Juni 2011
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.351 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.011.07

Abstract

Penelitian mengenai optimasi komposisi Fe2(SO4)3.xH2O dan H2SO4 pekat dalam reaksi transesterifikasi minyak goreng bekas sebagai bahan biodiesel, bertujuan untuk mendapatkan komposisi katalis campuran Fe2(SO4)3.xH2O dan H2SO4 pekat yang optimum di dalam mengkatalisis reaksi transesterifikasi minyak goreng bekas dengan metano sebagai bahan biodiesel. Komposisi optimum diperoleh dengan membandingkan jumlah gliserol bebas yang dihasilkan pada reksi transesterifikasi menggunakan katalis campuran pada berbagai komposisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah gliserol terbanyak dihasilkan dari reaksi menggunakan campuran katalis dengan perbandingan 1 : 1 yaitu sebanyak 2,6 gram dari jumlah sampel 25 gram. Uji kualitas terhadap produk memberi hasil : viskositas 13,37; bilangan asam 0,62, densitas 0,9068(150C) dan 0,8840 (400C). Dari nilai bilangan asam dan densitas dapat dikatakan produk yang dihasilkan sudah memenuhi standar sebagai bahan biodiesel. Sedangkan untuk nilai viskositas belum bisa ditarik kesimpulan karena perlu pengujian dalam bentuk campuran antara produk reaksi dengan solar. Kata kunci : transesterifikasi, biodisel, katalis

Page 5 of 10 | Total Record : 93