cover
Contact Name
Dinda Rakhma Fitriani
Contact Email
mediakom@gunadarma.ac.id
Phone
+622178881112 ext. 516
Journal Mail Official
mediakom@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 25979841     EISSN : 2686469X     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/mkm
Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, Juni dan Desember. Jurnal memuat artikel ilmiah hasil penelitian di bidang komunikasi secara luas, yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Jurnal ini diterbitkan oleh Bagian Publikasi Universitas Gunadarma
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2024)" : 10 Documents clear
ECHOES OF ALLEGIANCE: ANALISIS FRAMING BERITA KEBERPIHAKAN JOKOWI OLEH TEMPO DAN VIVA GROUP Marlene, Marlene; Kho, Gerson Ralph Manuel
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/mkm.2024.v8i2.13385

Abstract

Pada tahun 2024, Indonesia menggelar pesta demokrasi untuk menentukan siapa yang akan menduduki kursi RI 1 lima tahun ke depan. Salah satu faktor yang memengaruhi pilihan masyarakat adalah arah dukungan Presiden Joko Widodo. Jokowi sering menjadi acuan masyarakat melalui pernyataan dan tindakannya yang mencerminkan arah dukungan politiknya. Fenomena ini menarik perhatian media massa, yang seharusnya berperan menyampaikan informasi secara berimbang. Namun sayangnya, media kerap membangun realitasnya sendiri untuk menggiring opini publik. Isu keberpihakan Presiden Jokowi dipilih dalam penelitian ini karena memicu gejolak publik dan gerakan sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis framing berita oleh Tempo dan VIVA Group terkait isu keberpihakan Presiden Jokowi dalam Pemilu 2024. Pendekatan kualitatif digunakan dengan analisis framing model William A. Gamson dan Andre Modigliani untuk membandingkan pembingkaian kedua media. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan konstruksi berita antara Tempo dan VIVA Group. Tempo dan VIVA Group membingkai isu keberpihakan Jokowi dengan cara yang berlawanan, menciptakan persepsi berbeda terhadap peristiwa yang sama. Hal ini menggarisbawahi peran media dalam memengaruhi pandangan publik melalui framing berita.
DOMINASI KECERDIKAN DAN KEPEMIMPINAN STRATEGIS PEREMPUAN DI DRAMA KOREA QUEEN MAKER DARI RESEPSI KHALAYAK Azzahra, Adinda Febriyan; Dwijayanti, Risqi Inayah; Marta, Rustono Farady; Olivia, Helen; Saliman, Timotius
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/mkm.2024.v8i2.13390

Abstract

The media can influence public perceptions of gender roles, including the role of women in leadership positions. The Korean drama ‘Queen Maker’ is an interesting example of the role of visual media in portraying women's struggle for gender equality. Exploring audience reactions to this drama is important to understand how the media can change public perceptions of women's leadership. The theoretical basis for this study is Stuart Hall's Audience Reception Theory. It draws on the concepts of film as mass communication, women in leadership, gender, feminism, stereotypes, and patriarchal culture. This study uses a qualitative approach with a reception analysis method. The data collection tool used is Forum Group Discussion (FGD), a constructivist paradigm with data analysis that includes data reduction activities, data presentation and inference. The results of FGD show that each informant has a meaning (decoding) that can be categorised into three positions: Dominance, Negotiation and Opposition. The results of the study suggest that audiences have a dominant understanding of the portrayal of female leadership in drama, that the female leadership portrayed in the Korean drama Queen Maker shows the resourcefulness and strategic abilities of women in achieving political goals.
MEMPERTAHANKAN REPUTASI BISNIS BERKELANJUTAN MELALUI PENERAPAN SUSTAINABLE BRANDING: STUDI KASUS PADA ASIA PACIFIC RAYON Harahap, Neshayani; Rumyeni, Rumyeni; Yazid, Tantri Puspita
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/mkm.2024.v8i2.13209

Abstract

This study examines the sustainable branding practices implemented by Asia Pacific Rayon (APR), a leading textile producer in Indonesia, in maintaining a strong business reputation. Based on stakeholder theory, which emphasizes the importance of engaging all stakeholders, this research explores APR's strategic focus on transparency and traceability across its supply chain. These practices reflect APR's commitment to ethical operations and alignment with global ESG standards to foster trust and competitiveness.Using a qualitative case study methodology, the study integrates stakeholder interviews, internal documents, and secondary data from APR and its parent company, APRIL. The key initiatives analyzed include stakeholder inclusiveness, communication transparency, a stakeholder-centered approach, and reputation management. Together, these efforts strengthen APR's reputation as a sustainable brand.The findings reveal that APR's alignment of sustainable branding strategies with ESG principles not only reinforces long-term trust but also ensures operational efficiency and resilience in the international market. These results affirm the relevance of stakeholder theory and expand on prior research regarding the integration of sustainability and branding practices.The study concludes that sustainable branding practices, when grounded in transparency and stakeholder engagement, are essential for building a credible and resilient business reputation. The insights contribute to the growing body of knowledge on sustainable branding and offer practical recommendations for industries aiming to integrate ESG principles into their operations. 
STRATEGI PERSONAL BRANDING “LEDIA HANIFA”: KUNCI SUKSES TERPILIH EMPAT PERIODE SEBAGAI POLITISI WANITA DI DPR-RI Dirgantara, Khantia Ridwan; Sjoraida, Diah Fatma; Sjafirah, Nuryah Asri; Setianti, Yanti
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/mkm.2024.v8i2.13082

Abstract

Personal branding has become a key element in winning political contests, particularly for female politicians who face challenges related to stereotypes and intense competition. This study analyzes the personal branding strategies of Ledia Hanifa, a female politician who has been elected four consecutive times as a member of the Indonesian House of Representatives (DPR-RI) since 2009. Employing a case study method with a qualitative approach, this research utilizes in-depth interviews and literature studies to explore the dimensions of personal branding based on the Brand Identity Prism theory popularized by Jean-Noel Kapferer. The findings reveal that Ledia Hanifa's personal branding encompasses a physical appearance that reflects religiosity, a friendly and humorous personality, Islamic cultural values, collaborative relationships, and a self-image that is perceived as trustworthy and caring. The personal branding strategies implemented leverage both online and offline media to build relationships with the public and reinforce positive perceptions. This study underscores the importance of consistency and technological adaptation in establishing personal branding for female politicians to enhance public attention.
RESPON MINAT BELI KONSUMEN IKLAN SOMETHINC TERHADAP KUALITAS INFORMASI DAN KREDIBILITAS CELEBRITY ENDORSER Farida, Nuke; Damayanti, Vira; Pertiwi, Cholidah Astri
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/mkm.2024.v8i2.13472

Abstract

Meningkatkan minat beli suatu produk merupakan bagian utama dari kegiatan pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kualitas Informasi dan Kredibilitas Sumber pada iklan Somethinc terhadap minat beli. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei menggunakan kuesioner kepada 384 responden yang merupakan pemirsa iklan Somethinc versi Low pH Gentle Jelly Cleanser di Instagram Somethinc Official dengan usia 21-41 tahun. Paradigma penelitian yang digunakan adalah paradigma positivisme. Analisis data menggunakan regresi linier berganda, dan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Elaboration Likelihood Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif secara parsial antara kualitas informasi dengan minat beli dan antara source celebrity endorser dengan minat beli, serta terdapat pengaruh positif secara simultan antara kualitas informasi dan kredibilitas celebrity endorser terhadap minat beli. Kesimpulannya adalah semakin tinggi koefisien kualitas informasi dan kredibilitas celebrity endorser maka semakin tinggi pula koefisien minat beli, dan khalayak iklan lebih tertarik pada jalur peripheral yaitu kredibilitas celebrity endorser model iklan dibandingkan jalur central yaitu kualitas informasi iklan.
Front Matter Mediakom: Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 8 No 2, Desember 2024 Mediakom: Jurnal Ilmu Komunikasi, Editorial
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

APAKAH ADIKSI INTERNET MEMPERBURUK KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI? STUDI META-ANALISIS Rahardjo, Wahyu; Mardianti, Mardianti
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/mkm.2024.v8i2.13460

Abstract

Keterampilan berkomunikasi menarik untuk dicermati dan diteliti mengingat irisannya terhadap disiplin ilmu psikologi dan ilmu komunikasi. Meskipun tidak terlalu banyak, namun beberapa riset terdahulu menemukan korelasi negatif diantara keduanya. Tujuan dari riset meta-analisis ini adalah mengukur dan memastikan secara empiris mengenai korelasi sesungguhnya dari relasi adiksi internet dan keterampilan berkomunikasi dengan mempertimbangkan effect size. Total sampel dalam penelitian ini adalah 12865 orang yang mayoritas berasal dari mahasiswa dengan latar belakang ilmu kesehatan. Studi yang layak yang digunakan dalam meta-analisis ini sebanyak 14 studi dari berbagai variasi negara. Temuan studi meta-analisis ini memperlihatkan bahwa adiksi internet berkorelasi secara negatif dengan keterampilan berkomunikasi dengan kekuatan korelasi di level lemah (r = -0.240; z = -3.774; p < .01; 95% CI [-0.364; -0.115]). Temuan lain memperlihatkan heterogenitas yang baik, sebaran skor yang dianggap simetris, serta tidak adanya bias publikasi. Temuan ini mengisyaratkan adanya variabel-variabel lain yang mungkin saja memiliki korelasi langsung lebih kuat terhadap keterampilan berkomunikasi, atau berposisi sebagai mediator atau moderator dalam mempengaruhi keterampilan berkomunikasi.
PEMANFAATAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PEMASARAN DIGITAL PADA AKUN@TEMUKAMU.WHITEFOREST Winata, Aditya Kuspanca; Nasher, Ahmad
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/mkm.2024.v8i2.14859

Abstract

Banyaknya pengguna internet di Indonesia yang mencapai 215,63 juta orang serta dengan konten internet yang sering diakses merupakan media sosial maka melakukan pemasaran melalui internet tepatnya di media sosial merupakan hal yang sangat tepat. Seperti yang diterapkan oleh tempat usaha temukamu whiteforest yang ingin terus memperluas komunikasi pemasarannya dengan melalui media sosial instagram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan penelitian kualitatif yang terdiri dari wawancara dan dokumentasi. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Difusi inovasi yang diperkenalkan oleh Everett Rogers (1962) dan konsep intergrated marketing communication yang dikembangkan oleh Schrutz (1980an). Hasil yang Peneliti dapatkan dari wawancara dengan pihak temukamu whiteforest mengenai strategi pemanfaatan instagram sebagai media komunikasi pemasaran telah menerapkan serta memenuhi lima karakteristik difusi inovasi yang digagas oleh Everett Rogers serta beberapa bentuk aktivitas intergrated marketing communication yang digagas oleh Schrutz, kelima bentuk yang digunakan tersebut yaitu advertising, sponsorship, public relation, personal selling, dan sales promotion. Terdapat satu bentuk yang tidak di gunakan yakni Sponsorship karena belum terlalu terfokus kearah tersebut. Hal itu menunjukkan bahwa strategi pemanfaatan instagram sebagai media komunikasi pemasaran memiliki peran penting dalam menjalankan suatu bisnis yang dikomunikasikan melalui media sosial instagram.
TINDAK PENGHINAAN TERHADAP KORBAN KEJAHATAN LINGKUNGAN DI GAZA DALAM IKLAN ZARA Santhi, Indah Mustika
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/mkm.2024.v8i2.14282

Abstract

Tindak penghinaan merupakan salah satu bentuk kejahatan dalam kategori tindak pidana hukum berdasarkan subjek hukum dan objek hukum. Penelitian ini bertujuan untuk membongkar tanda dan mitos yang tersembunyi di balik kontroversi kampanye iklan ZARA: Atelier. Iklan ZARA Atelier membuktikan bahwa komunikasi visual dalam iklan tidak pernah bersifat netral, melainkan sarat dengan potensi tafsir yang dipengaruhi konteks sosial, budaya, dan politik. Secara semiotik, tanda-tanda visual yang dimaksudkan sebagai ekspresi artistik justru dimaknai publik sebagai representasi penderitaan, kematian, dan kehancuran akibat konflik Gaza. Pergeseran makna ini memperlihatkan ketidakstabilan relasi penanda–petanda (Saussure), di mana interpretasi publik lebih dominan dibandingkan niat kreator. Dari perspektif etika komunikasi, iklan ini melanggar prinsip penghormatan terhadap martabat manusia dan tanggung jawab sosial karena menampilkan simbol-simbol yang menyinggung trauma kolektif suatu bangsa. Dari sisi hukum, iklan ini dapat dipersepsikan sebagai bentuk penghinaan terhadap objek nyawa, tubuh, kebebasan, dan perasaan manusia, yang berarti berimplikasi pada pelanggaran nilai-nilai kemanusiaan universal. Bahkan, dari perspektif keadilan lingkungan dan ekologis, iklan tersebut menambah dimensi reviktimisasi simbolik, karena memanfaatkan representasi kehancuran ruang hidup dan penderitaan manusia sebagai komoditas estetika pemasaran. Hal ini artinya bahwa pentingnya kepekaan kultural, historis, dan etis dalam periklanan global. Kegagalan memahami sensitivitas audiens tidak hanya membuat sebuah iklan kontroversial, tetapi juga problematis secara moral, etis, dan hukum. Iklan semacam ini memperlihatkan bahwa praktik komunikasi visual yang mengabaikan konteks sosial-politik berisiko menimbulkan dampak ideologis, reviktimisasi, dan keretakan kepercayaan publik terhadap merek.
PEMAKNAAN PEMILIH PEMULA DALAM KAMPANYE DIGITAL PRABOWO-GIBRAN PADA PILPRES 2024 Amaliah, Sitti Nur; Rohmawati, Yuning Ika
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/mkm.2024.v8i2.14483

Abstract

The Presidential Election (Pilpres) in 2024 is an essential political event and is a highly anticipated moment for the Indonesian people in determining the country's leader for the next five years. From the number of voters recorded in the Permanent Voter List (DPT), it is estimated that in the 2024 election, the vote will be dominated by those from the millennial and Z generations (17-43 years old). In the technology-based era, digital political campaigns are the main focus in communicating with voters and influencing their decisions. This study aims to analyze the meaning of novice voters and provide an overview of how they respond to the Prabowo-Gibran pair's digital campaign in the context of the 2024 Presidential Election through a reception analysis method. This research uses an interpretive paradigm through a qualitative approach with reception theory by Stuart Hall. Data were obtained through observation, interviews with novice voters and documentation. The research shows that there is a variation in the meaning of novice voters in the digital campaign. Most novice voters responded positively (dominant hegemonic position), finding digital campaigns effective in shaping positive perceptions and influencing political views. However, there are also novice voters who accept some of the ideology but reject its implementation (negotiated position), and who reject the overall campaign message (oppositional position).

Page 1 of 1 | Total Record : 10