cover
Contact Name
Edi Kurniawan
Contact Email
jomftkuniks@gmail.com
Phone
+6285278200266
Journal Mail Official
jomftkuniks@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gatot Subroto KM. 7 Jake, Telukkuantan Kec. Kuantan Tengah, Kab. Kuantan Singingi, Provinsi Riau
Location
Kab. kuantan singingi,
Riau
INDONESIA
JOM FTK UNIKS : Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Kuantan Singingi
ISSN : -     EISSN : 27164373     DOI : -
Pendidikan Kimia yang mencakup pengembangan model/media pendidikan dan menerapkan hasil penelitian laboratorium di bidang pengembangan pendidikan kimia yang terintegrasi dengan konsep islam.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 192 Documents
PELAKSANAAN EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI) KELAS III DI MDA AL-MAGHFIRAH DESA SANGAU KECAMATAN KUANTAN MUDIK Nur Azimah; Sopiatun Nahwiyah
JOM FTK UNIKS (Jurnal Online Mahasiswa FTK UNIKS) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Kuantan
Publisher : Universitas Islam Kuantan Singingi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi atau tes sangat berperan dalam perencanaan pendidikan, dalam proses pembelajaran, dan dalam menentukan kedudukan anak didik. Kemampuan guru dalam melakukan evaluasi merupakan kompetensi guru yang sangat penting. Guru sebagai evaluator sudah seharusnya dapat melaksanakan proses evaluasi dengan baik, guru di haruskan lebih memperkaya skill kompetensinya dalam evaluasi dengan lebih memahami tentang teknik dan prosedur evaluasi pendidikan hingga menafsirkan hasil dari pelaksanaan evaluasi tersebut dan didapatkan keputusan yang tepat demi tercapainya tujuan pembelajaran. Penelitian yang penulis lakukan ini termasuk jenis penelitian lapangan yang bersifat deskriptif, yaitu menggambarkan apa adanya dari penelitian yang diteliti. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisa data secara deskriptif. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan analisa data yang penulis uraikan, dapat disimpulkan bahwa dari 10 item aspek yang diobservasi, terdapat 8 item yang telah dilaksanakan oleh guru bidangstudi SKI, dan hanya 2 item saja yang tidak dilaksanakan pada saat evaluasi (Tabel 5.1 dan Tabel 5.2). Jadi pelaksanaan evaluasi dalam pembelajaran SKI kelas III di MDA Al Maghfirah Desa Sangau Kecamatan Kuantan Mudik dapat dikatakan sangat baik dengan nilai persentase 80% karena guru mengetahui dan memahami tujuan diadakannya evaluasi.Walaupun masih banyak kekurangan-kekurangan di berbagai aspek, baik kekurangan dari siswa, maupun dari guru itu sendiri.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN FORMASI REGU TEMBAK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII.A PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MTs BABUSSALAM SIMANDOLAK Putri Rianti; Wigati Iswandhiari; Johan Andriesgo
JOM FTK UNIKS (Jurnal Online Mahasiswa FTK UNIKS) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Kuantan
Publisher : Universitas Islam Kuantan Singingi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembelajaran pendidikan Islam, metode, model dan strategi memiliki kedudukan yang sangat signifikan dalam rangka untuk mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah menerapkan model pembelajaran formasi regu tembak dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi awal yang penulis laksanakan di di MTs Babussalam Simandolak khususnya kelas VII.A dalam pembelajaran bidang studi Akidah Akhlak dimana penulis menemukan beberapa gejala diantaranya adalah: Siswa kurang berpartisipasi aktif dalam pembelajaran Akidah Akhlak. Proses pembelajaran dikuasai sepenuhnya oleh guru (teacher centered) dan siswa kurang dilibatkan dan tidak ada model pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa. Hasil belajar yang diperoleh siswa belum optimal, hal ini terlihat dari nilai evaluasi, dimana dari 30 siswa hanya 12 siswa atau 40 % yang mencapai nilai KKM (75) yang ditetapkan sekolah dan Ketika diadakan remedial untuk ternyata masih banyak yang nilainya dibawah standar KKM 75 yang ditetapkan. Sebagai sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII.A yang berjumlah 30 orang yang terdiri dari14 orang laki-laki dan 16 orang perempuan. Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan cara observasi, test, wawancara dan dokumentasi, maka dianalisis data dengan menggunakan grafik dapat disimpulkan bahwa : Penerapan model Formasi Regu Tembak pada mata pelajaran Akidah Akhlak siswa kelas VII.A di MTs Babussalam Simandolak berlangsung dengan baik, dimana pada awalnya siswa kelas VII.A kurang mampu mengikutinya, tetapi ketika diadakan Siklus I, II dan III ternyata kemampuan siswa meningkat serta menguasai penerapan model Formasi Regu Tembak. Peningkatan hasil belajar siswa kelas VII.A dengan penerapan model Formasi Regu Tembak pada mata pelajaran Akidah Akhlak, terbukti dengan melihat pra Siklus nilai rata-rata ulangan harian adalah 75,23, siswa remedial sebanyak 12 orang siswa. Pada SiklusI nilai rata-rata siswa 77,77 dan yang remedial sebanyak 10 orang siswa. Siklus II nilai rata-rata 81,18 dan yang remedial sebanyak 4 orang, pada Siklus III nilai rata-rata 85,68 dan siswa remedial tidak ada lagi
PEMAHAMAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP PELAKSANAAAN TEKNIK PENILAIAN DIRI (SELF ASSESSMENT) DI KELAS XII TKJ1 SMK NEGERI 2 TELUK KUANTAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Ranti Khairiah
JOM FTK UNIKS (Jurnal Online Mahasiswa FTK UNIKS) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Kuantan
Publisher : Universitas Islam Kuantan Singingi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya. Berdasarkan hasil pengamatan bahwasannya masih ada kekeliruan guru dalam memahami teknik penilaian diri (Self Assessment) , baik cara mengembangkan rubrik penilaian dari instrumen yang dikembangkan dan kesulitan dengan pelaksanaan penilaian diri (Self Assessment). Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana pemahaman guru Pendidikan Agama Islam terhadap pelaksanaan teknik penilaian diri (self assessment) di kelas XII TKJ1 SMK Negeri 2 Teluk Kuantan. Populasi dalam penelitian ini adalah populasi dari penelitian ini adalah guru dan siswa kelas XII TKJ 1 SMK Negeri 2 Teluk Kuantan, yang mana guru berjumlah 1 orang, dan siswa berjumlah 36 orang, dengan 11 orang perempuan dan 25 orang laki-laki. Dan keseluruhan sampel berjumlah 37 orang. Ini termasuk penelitian dengan pendekatan dekriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui, teknik wawancara, dokumentasi, dan observasi. Dan teknik analisa data yang digunakan adalah mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan dari 3 tahapan observasi diketahui bahwasanya pemahaman guru Pendidikan Agama Islam terhadap pelaksanaan teknik penilaian diri (self assessment) di kelas XII TKJ1 SMK Negeri 2 Teluk Kuantan sudah dikategorikan Baik, dengan 14 item indikator pelaksanaan penilaian diri (self assessment), 13 (93%) sudah dilaksanakan oleh guru dan 1 (7%) belum dilaksanakan. Kemudian dari 11 item indikator ketercapaian tujuan penilaian diri (self assessment) dalam proses pembelajaran pendidikan Agama Islam, 8 item (73%) sudah tercapai dan 3 item (27%) belum tercapai
PENERAPAN METODE JURNAL BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH KELAS VII A DI MTS.N SENTAJO Renaldi Addaha
JOM FTK UNIKS (Jurnal Online Mahasiswa FTK UNIKS) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Kuantan
Publisher : Universitas Islam Kuantan Singingi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari hasil obsevasi pada kelas VII a dan wawancara dengan guru mata pelajaran fiqih, peneliti menemukan gejala bahwa motivasi siswa dalam pembelajaran fiqih masih rendah, siswa terlihat kurang semangat mengerjakan tugas-tugas belajarnya, siswa kurang dapat menyampaikan aspirasinya terkait materi pelajaran, mereka umumnya bersikap diam dalam ketidakpahaman tersebut, Siswa juga merasa jenuh dan bosan dalam pembelajaran sehingga siswa kurang memaknai proses pembelajaran, kebanyakan dari siswa menyimpan sendiri permasalahan mengenai apa yang telah dialami ketika berlangsung proses pembelajaran. Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menerapkan metode jurnal belajar pada mata pelajaran fiqih. Kemudian teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan hasil penelitian penerapan metode jurnal belajar terbukti dapat meningkatkan motivasi belajarsiswa pada mata pelajaran fiqih kelas VII a di MTs.N Sentajo, hal ini dapat dilihat Pada pra siklus persentase motivasi belajar siswa terlihathanya 36,6% saja, pada siklus I persentase motivasi belajar siswa sebesar 49,8%, pada siklus II persentase motivasi belajar siswa 60,6% dan pada siklus III persentase motivasi belajar siswa telah mencapai 80%.
PENERAPAN METODE KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PAI DI KELAS IV SDN 007 TELUK PAUH KECAMATAN PANGEAN Risma Laidani; Andrizal Andrizal
JOM FTK UNIKS (Jurnal Online Mahasiswa FTK UNIKS) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Kuantan
Publisher : Universitas Islam Kuantan Singingi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran kooperatif tipe make a match ini dapat membuat suasana belajar menjadi menyenangkan dan lebih menarik. Dengan keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar mengajar, akan terjalin komunikasi yang baik antara siswa dengan siswa ataupun siswa dengan guru, sehingga informasi yang disampaikan guru akan mudah diterima dan dipahami. Kerja sama antar siswa yang terjalin pada saat mencari pasangan dan keberanian mengemukakan pendapat pada saat membacakanhasil temuannya dalam mencari pasangan merupakan salah satu model pembelajarandengan pendekatan kooperatif. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 007 Teluk Pauh Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi dengan tujuan untuk mengetahui Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Pada Pembelajaran PAI dan untuk mengetahui apakah metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match dapat meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran PAI Di Kelas IV SDN 007 Teluk Pauh Kecamatan Pangean. Langkah-langkah analisis yang dilakukan adalah dengan mereduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Dari hasil penelitian yang dilaksanakan disimpulkan bahwa Setelah penerapan strategi pembelajaran kooperatif "make a match", kompetensi dasar menyebutkan tugas malaikat, hasil belajar peserta didik kelas IV mengalami peningkatan, siklus 1 dengan rata-rata nilai 72,94 dan Siklus 2 dengan rata-rata nilai 80,59. Melalui penerapan strategi pembelajaran "make a match", pada siklus I dan II dapat diketahui tingkat ketercapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Siklus 1 peserta didik yang tuntas sebanyak 11 dari 17 anak, siklus 2 16 anak yang tuntas. Peningkatan prestasi belajar mata pelajaran PAI materi Mengenal Malaikat dan tugas-tugasnya dikarenakan guru menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match dapat menjadikan pembelajaran yang menyenangkan dan menarik bagi siswa sehingga siswa menjadi aktif pada saat proses pembelajaran dan prestasi belajar meningkat
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SCAFFOLDING DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS VII DI SMPN 6 SINGINGI KECAMATAN SINGINGI Risnawati Risnawati; Wigati Iswandhiari; Sopiatun Nahwiyah
JOM FTK UNIKS (Jurnal Online Mahasiswa FTK UNIKS) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Kuantan
Publisher : Universitas Islam Kuantan Singingi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini berangkatdari sering kali dalam proses belajar mengajar, dalam pemilihan model pembelajaran kurang tepat atau tidak disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan. Sehingga siswa kurang aktif terutama dalam proses pembelajaran yakni kurangnya semangat siswa untuk bertanya dan menanggapi materi yang dipelajari. Hal ini tampak dari gejala- gejala bahwa dalam proses pembelajaran siswa masih banyak yang kurang bersemangat dalam mengikuti pembelajaran bidang studi pendidikan agama Islam, jika guru menerangkan siswa hanya mendengarkan dan hanya menungguintruksi dari guru . Data dalam penelitian ini diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan jumlah siswa 15 orang , yang terdiri atas 6 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Hasi penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Scaffolding dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam telah berhasil meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas VII SMP N 6 Singingi, ini terlihat dari hasil observasi bahwa semenjak dari pra siklus sebelum penerapan model pembelajaran Scaffolding nilai siswa hanya menunjukkan angka 12,5% , setelah penerapan model Scaffolding nilai siswa naik menjadi 41% yang kemudian meningkat padasiklus II menjadi 65% yang kemudian meningkat lagi pada siklus III menjadi 78%
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN FACILLITATOR AND EXPLAINING DALAM MENINGKATKAN PRESTARSI BELAJAR SISWA KELAS VII A PADA MATA PELAJARAN SKI DI MTS TI KOTO LUBUK JAMBI KECAMATAN KUANTAN MUDIK Selpita Nengsi; Sarmidin Sarmidin
JOM FTK UNIKS (Jurnal Online Mahasiswa FTK UNIKS) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Kuantan
Publisher : Universitas Islam Kuantan Singingi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam KuantanS ingingi. Menerapkan strategi pembelajaran dalam proses pembelajaran merupakan suatu cara yang sangat mudah untuk mencapai tujuan pembelajaran. Di proses belajar mengajar perlu memperhatikan srtategi yang digunakan , agar materi yang disampaikan lebih mudah diserap atau ditangkap pesertadidik. Strategi pemebelajaran yang digunakan guru harus bertitik tolak dari tujuan pembelajaran yang berhasil dan berdaya guna, sebab strategi pembelajaran pada dasarnya adalah suatu rencana untuk mencapai tujuan. Adapun tujuan dalam penelitian ini 1).Untuk mengetahui bagaimana Penerapan Strategi Pembelajaran Facilitator And Explaining Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas VII A Pada Mata Pelajaran SKI Di MTs TI Koto Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik. 2). Untuk mengetahui peningkatan Penerapan Strategi Pembelajaran Facilitator And Explaining Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas VII A Pada Mata Pelajaran SKI Di MTs TI Koto Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik. Berdasarkan hasil analisa data penelitian penulis tentang Penerapan Strategi Pembelajaran Facilitator And Explaining Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas VII A Pada Mata Pelajaran SKI Di MTs TI Koto Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik dapat penulis simpulkan dari pratindakan sampai siklus II mengalami peningkat yaitu PraTindakan mencapai 45%, Siklus I mencapai 50,45 %, dan Siklus II mencapai 73, %. Kemudian peningkatan Penerapan Strategi Pembelajaran Facilitator And Explaining Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas VII A Pada Mata Pelajaran SKI Di MTs TI Koto Lubuk Jambi kecematan kuantan mudik yaitu ada peningkatan mulai dari Pra Tindakan sampai siklus II mengalami peningkatan yaitu dengan dibuktikan dengan persentase prestasi siswa, adapun pra tindakan persentasenya 45 %, siklus I persensenya 50,45 % dan siklus II mengalami peningkatan dengan persentasenya 73 %
PENGARUH UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI TERHADAP PENINGKATAN SIKAP SPIRITUAL SISWA DI SMA NEGERI 1 BENAI KECAMATAN BENAI Siska Kurnia Junita; Sarmidin Sarmidin; Zulhaini Zulhaini
JOM FTK UNIKS (Jurnal Online Mahasiswa FTK UNIKS) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Kuantan
Publisher : Universitas Islam Kuantan Singingi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan dan kurikulum pendidikan kita belum memberikan ruang dan waktu yang cukup berarti untuk memberikan pencerahan spiritual siswa. Idealnya, pendidikan harus mampu memberikan pencerahan dan menanamkan serta menumbuhkan sikap spiritual kepada siswa, sehingga mereka mampu bersikap responsif terhadap segala persoalan yang tengah dihadapi masyarakat dan bangsanya. Berdasarkan studi awal di SMA Negeri 1 Benai guru PAI sudah melakukan upaya untuk menanamkan sikap spiritual dalam, namun upaya ini belumlah berpengaruh serta belum memberikan hasil yang maksimal sebagaimana yang diharapkan, hal ini terlihat bahwa iswa belum mampu secara keseluruhan menunjukkan sikap spritual dalam proses pembelajaran PAI. Melihat keadaan seperti ini seharusnya diberikan pembinaan yang lebih intensif untuk menanamkan sikap spritual dalam KI.1 (Kopetensi Inti 1) yaitu “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya” dapat diwujudkan oleh siswa dalam bentuk nyata. Peneitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, data dalam penelitian ini diperoleh dari observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh upaya guru PAI dan Budi Pekerti terhadap peningkatan sikap spritual kepada siswa di SMA Negeri 1 Benai yaitu dengan melihat hasil pra Siklus terlihat bahwa peningkatan sikap spritual siswa hanya pada level 51,78% dengan nilai tertinggi 33 (58,93%) dan terendah 25 (44,64%). Pada Siklus I peningkatan sikap spritual menjadi 60,35% dengan nilai tertinggi 38 (67,86%) dan nilai terendah 30 (53,57%).Pada Siklus II peningkatan sikap spritual siswa sebesar 74,28%, nilai tertinggi 47 (83,93%) dan nilai terendah 38 (67,86%) dan pada Siklus III terlihat pengaruh upaya guru PAI terhadap peningkatan sikap spritual siswa lebih maksimal mencapai angka 97,32%, nilai tertinggi 56(100%) dan nilai terendah 52 (92,86%)
IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN LISTENING TEAM DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD NEGERI 007 TELUK PAUH KECAMATAN PANGEAN Sri Nurhayati
JOM FTK UNIKS (Jurnal Online Mahasiswa FTK UNIKS) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Kuantan
Publisher : Universitas Islam Kuantan Singingi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi pembelajaran Listening Team bertujuan membentuk kelompok- kelompok yang mempunyai tugas atau tanggung jawab tertentu yang berkaitan dengan materi. Strategi ini di aplikasikan pada materi Pendidikan Agama Islam, diharapkan akan dapat merubah sistem metode pembelajaran pada PAI yang selama ini cenderung monoton dan membosankan, sehingga siswa diharapkan lebih aktif. Menciptakan minat belajar yang tinggi dalam mengikuti proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa yang terlibat langsung dalam penerapan metode Listening Team dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V di SD Negeri 007 Teluk Pauh Tahun 2015/2016. Penerapan strategi pembelajaran Listening Team pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas V SD Negeri 007 Teluk Pauh, terlihat bahwa guru telah dapat melaksanakan pembelajaran melalui proses-proses atau langkah- langkah strategi pembelajaran Listening Team sesuai dengan indikator-indikator strategi pembelajaran Listening Team. Penerapan strategi pembelajaran Listening Team pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas V SD Negeri 007 Teluk Pauh dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari rata- rata nilai dan jumlah siswa yang memenuhi standar KKM, yaitu Pra Siklus nilai rata-rata kelas 64,05 dan jumlah siswa yang memenuhi KKM hanya 3 orang, sedangkan pada Siklus I nilai rata-rata kelas 67,65 dan siswa yang memenuhi KKM sebanyak 7 orang, pada Siklus II diketahui nilai rata-rata kelas menjadi 69,70 dan jumlah siswa yang memenuhi KKM sebanyak 12 orang serta pada Siklus III nilai rata-rata kelas menjadi 71,95 dan jumlah siswa yang memenuhi KKM sebanyak 17 orang. Faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan strategi pembelajaran Listening Team adalah sebagai berikut: a) Siswa aktif dalam sesi wawancara, tanya jawab dan diskusi. Siswa mampu mengemukakan pendapat atau analisanya mengenai materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru; b) Guru telah melaksanakan seluruh indikator-indikator pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran Listening Team dengan baik dan c) Guru menutup sesi pembelajaran dengan memberikan penguatan terhadap materi pembelajaran.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KANCING GEMERINCING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS II PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SD NEGERI 005 KEBUN LADO KECAMATAN SINGINGI Suci Puspita
JOM FTK UNIKS (Jurnal Online Mahasiswa FTK UNIKS) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Kuantan
Publisher : Universitas Islam Kuantan Singingi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan, dengan kata lain hasil belajar akan menjadi optimal, kalau ada motivasi. Karena motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dalam pencapaian prestasi. Seseorang melakukan usaha karena adanya motivasi. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Model pembelajaran kooperatif tipe kancing gemerincing dikembangkan oleh Spancer Kagan. Model pembelajaran ini memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan kesempatan untuk berperan serta sehingga dapat meningkatkan pengetahuan siswa sekaligus dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa dan guru Pendidikan Agama Islam kelas II SD Negeri 005 Kebun Lado Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi. Jumlah siswa kelas II adalah sebanyak 20 orang yang terdiri dari 10 orang siswa laki-laki dan 10 orang siswa perempuan. Berdasarkan hasil pengumpulan data, diketahui bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe kancing gemerincing dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas II SD Negeri 005 Kebun Lado Kecamatan Singingi. Keberhasilan ini disebabkan dalam proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif teknik kancing gemerincing ini siswa menjadi lebih aktif dalam mengikuti proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Setelah dianalisis diketahui terdapat peningkatan yang signifikan antara tingkat motivasi belajar siswa Kelas II SD Negeri 005 Kebun Lado dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam sebelum penerapan dan setelah penerapan model pembelajaran kooperatif teknik kancing gemerincing. Dengan hasil 2 = 12.05 dan harga kritik Chi Kuadrat χ2 hitung ≥ χ2 tabel)