Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE BERBASIS POWERPOINT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM Fitria, Dini; Andriesgo, Johan
J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam JPAI Vol. 5 No. 2 Januari-Juni 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jpai.v5i2.5857

Abstract

This study aimed to determine the application of powerpoint-based scramble learning models in improving student learning outcomes in the field of study of the History of Islamic Culture Class VII One in Madrasah Tsanawiyah PP. Nurul Islam Kampung Baru. This research is a classroom action research, namely research that is practical, situational and contextual based on the problems that arise in learning activities in the field of study of the History of Islamic Culture in Madrasah Tsanawiyah PP. Nurul Islam Kampung Baru. Based on the research conducted, it can be concluded that the implementation of learning the History of Islamic Culture by applying the powerpoint-based scramble learning model is carried out by steps namely: pre-learning, initial activities, core activities, and concluding. After applying the powerpoint-based scramble learning model in class VII One in Madrasah Tsanawiyah PP. Nurul Islam Kampung Baru shows there is an increase in student learning outcomes. This can be seen from, before the action of the class average reached 71.30 and only 9 students or 39.13% who achieved mastery learning, but in the first cycle, using the power point scramble learning model increased with an average the class reached 76.39 and there were 15 students or 65.22% who achieved mastery learning, and the increase continued in the second cycle with the class average reaching 85.74 and 22 students or 95.65% who achieved mastery learning.Keywords: Implementation, Scramble Model, Powerpoint, Learning Outcomes
ANALISIS SISTEM PENDIDIKAN ISLAM DI NEGERI MULLAH REPUBLIK ISLAM IRAN Haris Riadi; Johan Andriesgo
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

After the 1979 Islamic Revolution, Iran was a country that declared itself as an authoritative Islamic Republic. Long before, Iran became the heir to the tradition of Islamic philosophy. Iran is also the center of Shia, a group that claims to base its Ahlul Bayt tradition. No wonder that eventually Iran became an important center of world Islamic civilization. Various acts of this country in the religion of Islam, many are used as references for Muslims in other parts of the world. In this article, we discuss how Iran manages Islamic education. In addition to describing many things about education, such as the education system, education gap, and education funding, the author also compares Islamic education in the Gulf state with Islamic education in Indonesia. Today, after the revolution led by Ayatullah Khomaini on 11 February 1979, which was not only limited in terms of governance but also in the field of Islamic education, the Iranian nation has gained much progress in various fields, especially in the fields of science and technology.Pasca-Revolusi Islam tahun 1979, Iran adalah negera yang mendeklarasikan diri sebagai Negara Republik Islam yang otoritatif. Jauh sebelumnya, Iran menjadi pewaris tradisi filsafat Islam. Iran juga merupakan pusat Syiah, sebuah kelompok yang mengaku mendasarkan pada tradisi ahlul bayt. Tak heran jika akhirnya Iran menjadi pusat peradaban Islam dunia yang penting. Berbagai kiprah negara ini dalam beragama Islam, banyak dijadikan referensi bagi umat Islam di belahan dunia lain. Dalam artikel ini, didiskusikan bagaimana Iran mengelola pendidikan Islam. Selain memaparkan banyak hal tentang pendidikan, seperti sistem pendidikan, perjenjangan pendidikan, dan pembiayaan pendidikan, penulis juga membandingkan antara pendidikan Islam di negara Teluk tersebut dengan pendidikan Islam di Indonesia. Dewasa ini, setelah revolusi yang dipimpin oleh Ayatullah Khomaini pada 11 Pebruari 1979, yang tidak hanya terbatas dalam aspek pemerintahan tetapi juga dalam bidang pendidikan Islam, bangsa Iran telah memperoleh banyak kemajuan dalam berbagai bidang, terutama bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.___________________Keywords: Pendidikan Islam, Iran, Kurikulum.
Penerapan Metode Metafora Berbantu Media Gambar pada Pelajaran PAI untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas V SD Negeri 013 Pulau Kalimanting Putra Hendri; Johan Andriesgo; Andrizal Andrizal
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.689 KB) | DOI: 10.30599/jpia.v6i1.506

Abstract

Keberhasilan seorang siswa juga merupakan keberhasilan seorang guru. Hal itu dikarenakan guru memiliki sebuah tanggung jawab atas keberhasilan anak didiknya. Keberhasilan siswa dapat dilihat dari keaktifannya dalam proses belajar mengajar. Sehubungan dengan mata pelajaran PAI yang lebih memerlukan penjelasan agar siswa lebih memahami materi yang disampaikan guru, metode metafora menjadi salah satu solusinya. Metode pembelajaran ini menjelaskan sesuatu dengan mengungkapan sesuatu yang lain dimana masih memiliki kedekatan sifat atau sesuatu yang ingin ditonjolkan. Selain untuk mendekatkan makna satu kata dengan kata yang lain, dengan menggunakan metode metafora akan dapat memberikan proyeksi animistis. Dengan memberikan proyeksi ini sesuatu yang mungkin tidak dapat dijelaskan atau sesuatu yang abstrak, akan menjadi lebih jelas dan konkret. Dari hasil penelitian terdapat peningkatan keaktifan belajar mata pelajaran PAI pada siswa kelas V melalui penerapan metode metafora berbantu media gambar. Hal ini dibuktikan sejak Pra Siklus nilai rata-rata keaktifan belajar siswa hanya 41,25%. Pada Siklus I nilai rata-rata keaktifan belajar siswa 61,25%. Pada Siklus II nilai rata-rata keaktifan belajar siswa naik menjadi 82,50%. Pada Siklus III nilai rata-rata keaktifan belajar siswa naik menjadi 95%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran metafora dapat meningkatkan keaktidan siswa Kelas V SD Negeri 013 Pulau Kalimanting Kecamatan Benai.
Analysis of Teacher Knowledge on The Implementation of School or Madrasah Accreditation Johan Andriesgo; Syarifah Ivonesti; Muhammad Aufa Muis
At-Tarbiyat Vol 5 No 1 (2022): Islamic Education In Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam An-Nawawi Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37758/jat.v5i1.389

Abstract

This study aims to describe the teacher's knowledge of school or madrasa accreditation implementation. The research method that the author uses in this research is descriptive quantitative using documentation, interviews, and observations. The location of this research is in SD/MI in Kuantan Singingi Regency. The study results obtained that teachers' knowledge of school or madrasah accreditation was still minimal, namely around 42% of teachers had moderate knowledge of accreditation, 8% of teachers who had insufficient knowledge of accreditation, 50% of teachers who had high category knowledge.
PENERAPAN METODE LEARNING STARTS WITH A QUESTION UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQH KELAS VIII A Sri Wahyumi; Johan Andriesgo; Ikrima Mailani
AL-HIKMAH (Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam) Vol 1 No 2 (2019): AL-HIKMAH (Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam)
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (LPPM) UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/al-hikmah.v1i2.506

Abstract

The low motivation of student learning in fiqh subjects in class VIII A at MTs TI Koto Lubuk Jambi, Kuantan Mudik District, which is marked by pre-research results that show the lack of enthusiasm of students in learning and teachers have not used varied learning methods, so researchers want to conduct classroom action research (PTK) in order to see how the teaching and learning process that researchers do goes according to what is expected. This study aims to determine how the application of the Learning starts with a question method in fiqh subjects at Mts TI Koto Lubuk Jambi, Kuantan Mudik District and whether this method can increase learning motivation. The research conducted is Classroom Action Research, to obtain the data needed, this study uses data collection techniques namely observation, interviews and documentation. From this study it can be concluded that the application of the Learning starts with a question method in increasing student motivation in fiqh subjects in class VIII A in Mts TI Koto Lubuk Jambi, Kuantan Mudik Subdistrict, Kuantan Singingi Regency is successful in accordance with the learning plan. This is known from the observations of the observation sheet with the percentage of application reaching 100%. Through the application of the method, it can improve students' motivation in class VIII A in fiqh subjects at MTs TI Koto Lubuk Jambi, Kuantan Mudik District. This is evident from, in pre-action (pre-cycle) only 12.41% of the observations of students' motivation, then in cycle 1 it increased to 35.85, in cycle 2 it again increased to 53.79%, as well as cycle 3 the results of observations of student motivation to become 80.68%.
ANALISIS PROBLEMATIKA MUTU PENDIDIKAN TINGKAT DASAR BERDASARKAN HASIL AKREDITASI DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Johan Andriesgo; Haris Riadi; Joni Hendra K
JURNAL AL-TANZIM Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.817 KB) | DOI: 10.33650/al-tanzim.v4i2.1099

Abstract

This research aims to find out about the problems of education quality faced by SD / MI in Kuantan Singingi Regency based on the results of the 2019 accreditation. The research was revealed in 97 schools/madrasah at SD/MI.  It was designed as a qualitative descriptive research. Data were collected through interview, observation, and documentation. The findings show that the problems faced by schools/madrasah based on the achievements of the accreditation results in 2019 are on fulfilling the standards of educators, education personnel, educational facilities and infrastructure standards. Fulfillment of the standards of educators and educational staff including those related to academic qualifications of educators, educators’ certificates ownership, teachers’ educational suitability background and their teaching staff adequacy. Whereas the standard of facilities and infrastructure are related to the completeness of facilities and infrastructure such as: teacher's room, library, UKS, circulation, canteen ownership, and learning aids.
Manajemen Pemasaran Pendidikan Sekolah Luar Biasa Johan Andriesgo; Syarifah Ivonesti
Jurnal Kependidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jkpi.2023.13.2.1-9

Abstract

Peningkatan jumlah anak disaability semakin meningkat setiap tahunnya. Sehingga kebutuhan Sekolah Luar Biasa diperlukan Lembaga sekolah yang mendukung hal ini. Bukan hal yang mudah untuk mengajak masyarakat agar mau menyekolahkan anak untuk bersekolah di Sekolah Luar Biasa. Terlihat dari jumlah disabilitas yang ada di Bengkalis ± 50% yang sekolah di Sekolah Luar Biasa. Oleh karena, itu dibutuhkan suatu strategi atau teknik tertentu dalam menarik minat masyarakat untuk memasukan atau menyekolahkan anak yang berkebutuhan khusus. Diantara berbagai macam strategi yang bisa digunakan oleh pihak pengelola adalah dengan melibatkan berbagai unsur yang menjadi acuan didalam melakukan strategi pemasaran yaitu product, price, place, promotion, people, pshycal evidence, process. Penelitian ini berbentuk library research dengan mengumpulkan data-data dari buku-buku, jurnal dan kamus-kamus, arsip terkait dengan permasalahan. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN GIVING QUESTION AND GETTING ANSWER UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS V PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MIS SIROJUTTHOLIBIN DESA SIMPANG RAYA KECAMATAN SINGINGI HILIR Agung Setiawan Alkahfiono; Bustanur Bustanur; Johan Andriesgo
JOM FTK UNIKS (Jurnal Online Mahasiswa FTK UNIKS) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Kuantan
Publisher : Universitas Islam Kuantan Singingi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh suatu permasalahan yang terjadi di kelas V MIS Sirojuttholibin pada mata pelajaran Akidah Akhlak, yang diantaranya yaitu keaktifan belajar siswa yang masih rendah dari kelas-kelas yang lainnya dan juga peserta didiknya kurang aktif didalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang penerapan metode pembelajaran giving question and getting answer untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas V pada mata pelajaran akidah akhlak di MIS Sirojuttholobin Desa Simpang Raya Kecamatan Singingi Hilir. Penelitian ini bersifat penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian seluruh siswa kelas V di MIS Sijoruttholibin Desa Simpang Raya Kecamatan Singingi Hilir, yang berjumlah 25 orang yang terdiri dari 13 orang siswa laki-laki dan 12 orang siswa perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan keaktifan belajar siswa dari pra siklus sampai dengan siklus III yakni, pada pra siklus hanya mencapai 41% saja siswa yang aktif di dalam proses pembelajaran, kemudian dengan rata-rata persentase keaktifan belajar siswa pada siklus I meningkat mencapai 26% menjadi 67 %, pada siklus II dengan rata-rata persentase keaktifan belajar siswa meningkat menjadi 71,5% dan pada siklus III dengan rata-rata persentase keaktifan belajar siswa meningkat lebih baik menjadi 81%.
PENERAPAN METODE METAFORA DENGAN BANTUAN MEDIA GAMBAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 013 PULAU KALIMANTING KECAMATAN BENAI Putra Hendri Hendri; Johan Andriesgo; Andrizal Andrizal
JOM FTK UNIKS (Jurnal Online Mahasiswa FTK UNIKS) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Kuantan
Publisher : Universitas Islam Kuantan Singingi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagi seorang guru keberhasilan siswa pada materi yang diberikan adalah sebuah keberhasilan bagi guru. Hal itu dikarenakan seorang guru memiliki sebuah tanggung jawab terhadap profesinya atas keberhasilan anak didiknya. Maka dengan adanya metode pembelajaran yang tujuannya adalah untuk memudahkan pengertian manusia didik atau siswa tentang suatu konsep dengan melalui pertimbangan akal, diharapkan siswa lebih mudah aktif pada materi yang telah disampaikan. Sehubungan dengan mata pelajaran pendidikan agama Islam yang lebih memerlukan penjelasan agar dapat membuat anak didik lebih memahami materi yang disampaikan guru, metode metafora akan memberikan gambaran yang lain, dimana sesuatu yang akan diungkapkan dapat dijelaskan dengan ungkapan sesuatu yang lain yang tentunya masih memiliki kedekatan sifat atau sesuatu yang ingin ditonjolkan. Selain untuk mendekatkan makna satu kata dengan kata yang lain, maka dengan menggunakan metode metafora akan dapat memberikan proyeksi animistis, dengan memberikan proyeksi ini sesuatu yang mungkin tidak dapat dijelaskan atau sesuatu yang abstrak, akan menjadi lebih jelas dan konkret. Ada peningkatan keaktifan belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada siswa kelas V melalui penerapan metode metafora dengan bantuan media gambar, hal ini dibuktikan sejak Pra Siklus nilai rata-rata keaktifan belajar siswa hanya 41,25%. Pada Siklus I nilai rata-rata keaktifan belajar siswa 61,25%. Pada Siklus II nilai rata-rata keaktifan belajar siswa naik menjadi 82,50%. Pada Siklus III nilai rata-rata keaktifan belajar siswa naik menjadi 95%.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN FORMASI REGU TEMBAK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII.A PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MTs BABUSSALAM SIMANDOLAK Putri Rianti; Wigati Iswandhiari; Johan Andriesgo
JOM FTK UNIKS (Jurnal Online Mahasiswa FTK UNIKS) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Kuantan
Publisher : Universitas Islam Kuantan Singingi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembelajaran pendidikan Islam, metode, model dan strategi memiliki kedudukan yang sangat signifikan dalam rangka untuk mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah menerapkan model pembelajaran formasi regu tembak dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi awal yang penulis laksanakan di di MTs Babussalam Simandolak khususnya kelas VII.A dalam pembelajaran bidang studi Akidah Akhlak dimana penulis menemukan beberapa gejala diantaranya adalah: Siswa kurang berpartisipasi aktif dalam pembelajaran Akidah Akhlak. Proses pembelajaran dikuasai sepenuhnya oleh guru (teacher centered) dan siswa kurang dilibatkan dan tidak ada model pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa. Hasil belajar yang diperoleh siswa belum optimal, hal ini terlihat dari nilai evaluasi, dimana dari 30 siswa hanya 12 siswa atau 40 % yang mencapai nilai KKM (75) yang ditetapkan sekolah dan Ketika diadakan remedial untuk ternyata masih banyak yang nilainya dibawah standar KKM 75 yang ditetapkan. Sebagai sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII.A yang berjumlah 30 orang yang terdiri dari14 orang laki-laki dan 16 orang perempuan. Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan cara observasi, test, wawancara dan dokumentasi, maka dianalisis data dengan menggunakan grafik dapat disimpulkan bahwa : Penerapan model Formasi Regu Tembak pada mata pelajaran Akidah Akhlak siswa kelas VII.A di MTs Babussalam Simandolak berlangsung dengan baik, dimana pada awalnya siswa kelas VII.A kurang mampu mengikutinya, tetapi ketika diadakan Siklus I, II dan III ternyata kemampuan siswa meningkat serta menguasai penerapan model Formasi Regu Tembak. Peningkatan hasil belajar siswa kelas VII.A dengan penerapan model Formasi Regu Tembak pada mata pelajaran Akidah Akhlak, terbukti dengan melihat pra Siklus nilai rata-rata ulangan harian adalah 75,23, siswa remedial sebanyak 12 orang siswa. Pada SiklusI nilai rata-rata siswa 77,77 dan yang remedial sebanyak 10 orang siswa. Siklus II nilai rata-rata 81,18 dan yang remedial sebanyak 4 orang, pada Siklus III nilai rata-rata 85,68 dan siswa remedial tidak ada lagi