cover
Contact Name
Kadek Hengki Primayana
Contact Email
hengkiprimayana@gmail.com
Phone
+6236221289
Journal Mail Official
hengkiprimayana@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kresna Gg III No 2B, Singaraja
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Widyacarya : Jurnal Pendidikan, Agama, dan Budaya
ISSN : 25807544     EISSN : 27212394     DOI : -
Core Subject : Education,
WIDYACARYA: Jurnal Pendidikan, Agama, dan Budaya [ISSN: 2580-7544] dikelola oleh STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang dapat dijadikan referensi akademis maupun bahan memecahkan berbagai persoalan agama dan budaya yang dewasa ini semakin kompleks
Articles 136 Documents
PENGARUH MODEL SAVI (SOMATIC, AUDITORY, VISUALIZATION, INTELLECTUALY) BERORIENTASI PERMAINAN KOTAK POS TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA I Putu Suardipa
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v7i2.3017

Abstract

This study aims to determine: the significant effect of the SAVI model oriented towards the post box game on the learning motivation of class IV Pancasila education. This study uses a quasi-experimental research type. In this study, the population was 110 students, the sample size was 38 students, which was further divided into two, there were 19 students in the experimental class and 19 students in the normal class. Based on the hypothesis that has been tested, the data assessment uses a paired sample t-test, showing the number of respondents for the experimental class is Based on the results of data analysis using an independent t-test, it is known that the tcount = 7.881 with df = 36 at a significant level of 5%, the ttable value is 1.688. From the results of these calculations it is known that tcount> ttable is 4.603> 1.688 and the value of Sig. (2-tailed) < 0.05 (0.001 < 0.05), this indicates that there is a significant difference in effect between students who take part in the SAVI Learning Model oriented towards the Post Box Game in class IV SD Negeri 3 Tamblang and students who take part in the learning with the Conventional Learning Model in class IV SD Negeri 5 Tamblang. In this case, it shows a significant difference in the influence of learning motivation between students who study with the SAVI Learning Model oriented towards the Post Box Game and the Conventional Learning Model for class IV Cluster V, Kubutambahan District.
ANALISIS PROBLEMATIKA TUNJANGAN PROFESI TERHADAP KESEJAHTERAAN SOSIAL GURU DI INDONESIA Rasminto Rasminto; Aliy Rasyid; Yoga Candra Maulana
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v7i2.2427

Abstract

Profesionalisme guru selalu dikaitkan dengan tiga faktor yang sangat penting, yaitu kompetensi, sertifikasi dan tunjangan profesi. Ketiga faktor tersebut diharapkan dapat mempengaruhi kualitas pendidikan. Mengingat temuan ini tidak mendukung kerangka tersebut, maka muncul tiga masalah terkait sertifikasi guru, yaitu; peningkatan hasil belajar siswa yang diajar oleh guru paska sertifikasi, dan rendahnya kualitas proses pembelajaran non profesional yang diajarkan oleh guru paska sertifikasi yakni berupa perilaku guru. Oleh karena itu, guru harus menjadi manusia pembelajar sebagai prinsip dasar, sehingga guru paska sertifikasi dapat mengembangkan dirinya secara berkelanjutan.Citra pendidikan di Indonesia dalam bidang penyelenggaraan masih menimbulkan berbagai perdebatan terutama di kalangan praktisi pendidikan di berbagai jenjang lembaga pendidikan. Diskursus ini juga selalu melibatkan tenaga pengajar, dalam hal ini guru dalam persoalan profesionalisme dan kualitas pembelajaran. Oleh karena itu, faktor-faktor yang mendorong pencapaian positif guru bersertifikat, seperti peningkatan kesejahteraan guru, peningkatan semangat kerja guru, dan peningkatan rasa tanggung jawab, masih diragukan. Hal ini disebabkan faktor kompetensi dan kurangnya pelatihan guru yang dikembangkan secara berkelanjutan.
Survei Kesulitan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Materi Kegiatan Ekonomi Kelas IV SD N 11 Rambang Anjeli Rindianti; Muhamad Idris; David Budi Irawan
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v7i2.3300

Abstract

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah suatu program pendidikan dalam kurikulum sekolah yang mempelajari kehidupan manusia dalam masyarakat serta interaksi antara manusia dengan lingkungan. Untuk mencapai tujuan dari pembelajaran IPS, terdapat permasalahan yang menyebabkan tujuan pembelajaran tersebut belum tercapai dengan baik, salah satu permasalahan dalam pembelajaran IPS yaitu kesulitan belajar, khususnya pada siswa kelas IV SDN 11 Rambang. Hal ini diperkuat dengan hasil belajar siswa yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar siswa dan faktor penyebab kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi kegiatan ekonomi kelas IV SDN 11 Rambang. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Dengan subjek 8 (delapan) siswa yang terindikasi mengalami kesulitan belajar IPS dan guru kelas IV. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan dari hasil penelitian survei kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi kegiatan ekonomi kelas IV SDN 11 Rambang dapat disimpulkan bahwa, kesulitan belajar yang dialami oleh siswa terlihat dari siswa tidak dapat memahami materi pelajaran seperti siswa kesulitan dalam menjelaskan suatu konsep, siswa kesulitan dalam memberikan contoh, dan kesulitan dalam mengelompokkan materi tentang kegiatan ekonomi, juga terlihat dari nilai hasil belajar siswa rendah dan siswa menunjukkan kepribadian yang tidak baik. Faktor penyebab kesulitan belajar siswa terdiri dari 2 faktor yaitu faktor internal yang meliputi minat, motivasi dan kesehatan, sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan sekolah dan lingkungan keluarga.
PENGARUH METODE TEAM QUIZ BERBASIS VIDEO INTERAKTIF PADA HASIL BELAJAR IPS KELAS V SD NEGERI 45 PRABUMULIH Meisi Christina
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v7i2.3342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode team quiz berbasis video interaktif  pada hasil belajar ips  siswa kelas V SD Negeri 45 Prabumulih. Metode yang digunakan yaitu quasi eksperimen berjenis One-Group Pretest-Posttest. Sampel dalam pelaksanaan ini berjumlah 35 siswa kelas V A. Instrumen yang digunakan adalah tes. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Mean pretest diperoleh 62,26 dan Mean posttest adalah 75. Output pretest dan posstest berdistribusi normal pada kategori untuk signifikan pretest adalah 0,091 > 0,05 dan nilai signifikan posttest 0.064 > 0.05. Perhitungan hipotesis menggunakan nilai sign uji-t dan diperoleh 0,05 < 0,000. Hasil data menunjukkan jika penggunaan signifikan pada hasil belajar ips siswa kelas V SD.
TELAAH ATAS PEMIKIRAN MARIA MONTESSORI TENTANG PENDIDIKAN YANG MEMERDEKAKAN DAN RELEVANSINYA BAGI PENGEMBANGAN SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA Gede Agus Siswadi
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v7i2.2731

Abstract

Pendidikan pada dasarnya merupakan upaya untuk memanusiakan manusia. Namun sebuah fakta yang tanpa disadari justru dalam pendidikan terdapat banyak praktik dishumanisasi yang sifatnya membelenggu utamanya yang terjadi pada siswa dan juga guru. Seorang guru terkadang harus terpaksa untuk mengabaikan esensi mendidik hanya karena sistem pendidikan yang demikian tidak memberikan kebebasan pada guru dalam melaksanakan pembelajaran. Demikian juga yang terjadi pada siswa yang semakin terbelenggu oleh sistem pendidikan yang menyebabkan tersembunyinya potensi yang dimiliki oleh anak didik karena kebutuhan pendidikannya belum terpenuhi. Sehingga diperlukan sebuah gagasan yang mampu mendobrak konsep-konsep pendidikan konvensional yang sangat membelenggu. Kajian ini berupaya untuk menelusuri pemikiran dari Maria Montessori tentang pendidikan yang memerdekakan. Dan berangkat dengan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutik filosofis, maka hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Maria Montessori menggagas konsep pendidikan yang memerdekakan untuk mengembalikan esensi pendidikan yang harus mengabdi pada anak didik. Peran seorang pendidik hanyalah sebagai penuntun anak didik untuk menemukan jati diri dari anak didik, serta mengantarkan anak didik untuk mampu tumbuh dan berkembang sesuai dengan kodrat alamiahnya. Montessori juga menghapus pemberian hukuman dan penghargaan kepada anak didik, karena hal ini justru yang akan melahirkan kelas-kelas anak didik serta melahirkan praktik dishumanisasi yang baru.
Penerapan Model Pembelajaran Make A Match Dalam Pembelajaran IPS Di Kelas IV SD Zahra Rizkiana; Muhamad Idris; David Budi Irawan
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v7i2.3302

Abstract

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah ilmu dari keseluruhan berbagai macam ilmu sosial, ilmu pengetahuan alam dan humaniora yang sudah diolah melalui metode ilmiah dan pedagogis sesuai dengan kepentingan pembelajaran di sekolah.Model pembelajaran make a match adalah model pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa untuk meningkatkan hasil belajar siswa sehingga siswa antusias pada proses pembelajaran dengan mengajak siswa untuk menjawab pertanyaan dengan cara mencocokan kartu yang berisi soal dan jawaban. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran make a match dalam pembelajaran IPS kelas IV SD. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebelum terbiasanya siswa menggunakan model pembelajaran make a match nilai siswa mencapai 50%, kemudian setalah diterapkan model pembelajaran make a match dalam pembelajaran IPS nilai siswa mencapai 78,5% dalam kategori baik. Hal ini menunjukan bahwa model pembelajaran make a match mendapatkan respon cukup baik, karena siswa menjadi lebih antusias dan membuat siswa menjadi aktif dalam proses pembelajaran.