cover
Contact Name
I Gede Purnawinadi
Contact Email
nutrixjournal@gmail.com
Phone
+6285256923813
Journal Mail Official
nutrixjournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Arnold Mononutu, Kec. Airmadidi - 95371 Minahasa Utara - Sulawesi Utara
Location
Kab. minahasa utara,
Sulawesi utara
INDONESIA
Nutrix Journal
Published by Universitas Klabat
ISSN : 25794426     EISSN : 25806432     DOI : -
Nutrix Journal (NJ) is an official peer-reviewed research journal published by the Faculty of Nursing, Universitas Klabat (UNKLAB) in collaboration with the Indonesian National Nurses Association (INNA) of North Sulawesi Province. This journal aims to promote anhancement in nursing and health care through dissemination of the latest research findings. NJ covers a wide range of nursing topics such as nursing education, clinical practice, nursing information technology, advanced nursing issue and policy related to nursing profession. This journal publishes two issues per year in April and October. NJ intended readership includes nurse educator, researcher, manager, and nurse practitioner at all levels. Nurse (English: nurse, originating from Latin: nutrix which means caring for or nurturing), the role of nurses in general is to provide care providers, community leaders, educators, managers and researchers.
Articles 172 Documents
KORELASI INDEKS MASA TUBUH DENGAN KADAR TRIGLISERIDA Marisa Ester Nurdamayanti; Yunus Elon
NUTRIX Vol 3 No 2 (2019): Volume 3, Issue 2, 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.377 KB) | DOI: 10.37771/nj.Vol3.Iss2.409

Abstract

One cause of risk factors for ischemic stroke is high triglycerides in the blood due to excessive fat intake. This study aims to determine the picture and the relationship between BMI (Body Mass Index) and blood triglyceride (TG) levels in adult women. The research method used was analytic survey with Cross Sectional approach. The sample used is adult women aged 26-45 years who live in Cihanjuang Rahayu Village by using purposive sampling technique. BMI is measured by comparing the results of height calculation with body weight. Triglycerides are taken after fasting for 10 hours and analyzed in a laboratory by Lab personnel. Univariate analysis result showed the majority of respondents had an excess BMI of 73.3%, normal triglyceride levels of 93.9%. The results of the correlation test analysis using Pearson Product-Moment Correlation 0.119 with p-value = >0.05. This show that there is no significant relationship between BMI and triglyceride levels. In the future studies it is necessary to compare between male and female sexes and different age groups in order to provide a complete picture if BMI with triglycerides. Keywords: BMI, Body Mass Index, Triglyceride, Obesity Abstrak Salah satu penyebab faktor resiko terjadinya stroke iskemia yaitu tingginya trigliserida dalam darah akibat intake lemak yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan hubungan antara indeks massa tubuh dan kadar trigliserida (TG) darah pada wanita dewasa. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel yang digunakan yaitu wanita dewasa yang berusia 26-45 tahun yang tinggal di Desa Cihanjuang Rahayu dengan menggunakan teknik purposive sampling. Indeks massa tubuh diukur dengan membandingkan hasil perhitungan tinggi badan dengan berat badan. Trigliserida diambil setelah puasa selama 10 jam dan dianilisa dilaboratorium oleh petugas Lab. Hasil analisis univariate menunjukkan mayoritas responden memiliki indeks massa tubuh berlebih sebanyak 73,3%, kadar trigliserida normal sebanyak 93,9%. Hasil analisis Uji korelasi menggunakan Pearson Product-Moment Correlation 0.119 dengan p-value = >0.05. Hal ini menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh dengan kadar trigliserida dalam darah. Pada penelitian selanjutnya perlu membandingkan antara jenis kelamin pria dan wanita serta kelompok usia berbeda agar dapat memberikan gambaran utuh tentang indeks massa tubuh dengan Trigliserida. Kata Kunci: Indeks Massa Tubuh, Trigliserida, Obesitas
THE ASSOCIATION BETWEEN DEPRESSION AND SELF-REPORTED SLEEP QUALITY AMONG HYPERTENSIVE PATIENTS IN A RURAL AREA OF CENTRAL SULAWESI Ferdy Lainsamputty; Indrawan Manitu; Nur Abdillah
NUTRIX Vol 3 No 2 (2019): Volume 3, Issue 2, 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.08 KB) | DOI: 10.37771/nj.Vol3.Iss2.401

Abstract

Poor quality of sleep may increase burden of hypertensive patients and worsen quality of life. Recognition of individuals’ sleep quality and its related factors might benefit the outcome of hypertension management. The purpose of this study was to investigate the association between depression and sleep quality among hypertensive patients in rural community. A cross-sectional, correlational study design was performed with 149 accidental samples at two public health care areas. Instruments included Depression Anxiety Stress Scale 42 and Pittsburgh Sleep Quality Index. Almost 78% of participants experienced mild to moderate depression and 98.7% of poor sleepers were identified. Significant determinants of sleep quality were exercises and type 2 diabetes mellitus (DM). Depression was associated to sleep quality but was not identified as a determinant. This study suggests future interventions should be directed to increase regular exercises and controlling co-existing disease particularly type 2 DM should be developed to improve sleep quality. Keywords: Depression, hypertension, sleep quality. Abstrak Kualitas tidur yang buruk dapat memperberat beban pasien hipertensi dan menurunkan kualitas hidup. Mengidentifikasi kualitas tidur individu dan faktor-faktor yang terkait dengannya dapat membantu meningkatkan hasil dari manajemen penyakit hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi asosiasi depresi dan kualitas tidur pada pasien hipertensi di daerah pedesaan. Desain penelitian menggunakan pendekatan potong lintang dan deskriptif korelasi dengan 149 sampel insidental pada wilayah kerja dua pusat kesehatan masyarakat. Kuesioner yang digunakan yaitu DASS-42 dan PSQI. Hampir 78% partisipan menderita depresi ringan hingga sedang dan presentase kualitas tidur buruk sebanyak 98.7%. Faktor determinan yang signifikan adalah olahraga dan DM tipe 2. Depresi berhubungan secara signifikan dengan kualitas tidur, tetapi tidak teridentifikasi sebagai faktor determinan. Penelitian ini merekomendasikan dilakukannya intervensi untuk meningkatkan kegiatan olahraga yang regular dan pengontrolan penyakit komorbiditas terutama DM tipe 2 untuk meningkatkan kualitas tidur. Kata Kunci: Depresi, hipertensi, kualitas tidur.
PERUBAHAN TEKANAN DARAH SEBAGAI RESPON TERHADAP AKTIVITAS FISIK: FUTSAL PADA PRIA DEWASA MUDA PEROKOK DAN NON PEROKOK Yunus Elon
NUTRIX Vol 3 No 1 (2019): Volume 3, Issue 1, 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.029 KB) | DOI: 10.37771/nj.Vol3.Iss1.391

Abstract

Latar belakang : Aktifitas fisik adalah cara yang terbaik untuk mempertahankan kesehatan tubuh seseorang. Salah satu aktifitas fisik yang saat ini popular dikalangan anak muda baik perokok maupun non perokok yaitu futsal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tekanan darah yang terjadi pada perokok dan non perokok setelah bermain futsal. Metode : Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experiment) dengan pre-test and pos-test design. Total sampel penelitian berjumlah 40 orang yang didistribusikan secara merata pada kedua kelompok sesuai dengan kriteria. Tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer digital sebelum dan sesudah bermain futsal. Hasil : Rata-rata tekanan darah kelompok perokok sebelum futsal adalah 113.95/77.20 mmHg dan kelompok non perokok 115.15/78.45 mmHg, yang diinterpretasikan sebagai tekanan darah normal. Sesudah bermain futsal rata-rata tekanan darah kelompok perokok menjadi 132.4/81.7 dan kelompok non perokok 130.05/81.10 mmHg. Analisis paired t-test memperlihatkan perbedaan signifikan pada tekanan systolik maupun diastolik sebelum dan sesudah bermain futsal pada kelompok perokok p value <.05. Pada kelompok non perokok terdapat perbedaan signifikan pada tekanan darah sistolik p value <.05, namun tidak pada diastolik p value >.05. Independent t-test memperlihatkan perbedaan signifikan pada tekanan darah sistolik kelompok perokok dan non perokok sesudah bermain futsal p value <.05. Kesimpulan : Kebiasaan merokok walaupun disertai dengan aktifitas fisik akan tetap berpengaruh terhadap status kesehatan seseorang khususnya masalah jantung dan pembuluh darah. Kata kunci: Perokok, Non Perokok, Futsal, Tekanan Darah Sistolik, Tekanan Darah Diastolik
“JUMP”: GAME SIMULASI OLAHRAGA BERBASIS VIRTUAL REALITY DENGAN SENSOR ACCELEROMETER Joe Yuan Mambu; Andria Kusuma Wahyudi; Gerry Hezky
NUTRIX Vol 3 No 2 (2019): Volume 3, Issue 2, 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.429 KB) | DOI: 10.37771/nj.Vol3.Iss2.408

Abstract

Health is an important factor for every human being. Good health can be maintained through a regular diet and exercise. Sports is one of the physical activities can fulfill these needs. By exercising, a person can minimize the risk of developing an illness. The simplest exercise that can be done is jumping, jumping is an exercise that can be done any day, by jumping the person can burn calories and pumping blood. With the development of technology, the researchers designed a jumping game that can be used by users who did not have time to go to a sporting place. The game uses an Android platform smartphone and accelerometer sensors found on smartphones with virtual reality technology. Virtual Reality is a technology that allows users to interact with the virtual world. This game can display estimation of how many calories are burned while playing games and displaying tall buildings. This game is run by using the VR Headset and is controlled by the user with a vertical jump and running in place. The research aimed to serve as a proof of concept for play and exercise using a smartphone and accelerometer censor and not including evaluation in using it. Keywords: Health, Exercise, Smartphone, Andorid, Accelerometer, Virtual Reality, VR Headset. Abstrak Kesehatan merupakan kebutuhan utama bagi setiap manusia. Kesehatan sendiri bisa diperoleh dengan cara menjaga pola makan dan olahraga secara teratur. Olahraga adalah salah satu aktivitas fisik yang baik bagi kesehatan dan kebugaran tubuh. Dengan berolahraga, pengguna dapat meminimalisir resiko terserang penyakit. . Olahraga yang paling sederhana yang dapat dilakukan adalah melompat, melompat merupakan olahraga yang setiap hari dapat lakukan, dengan melompat pengguna dapat membakar kalori yang disertai dengan peningkatan aktivitas kerja jantung memompa darah. Dengan berkembangnya zaman dan teknologi, peneliti merancang sebuah game melompat yang dapat digunakan oleh pengguna yang tidak sempat untuk ke tempat olahraga. Game tersebut menggunakan smartphone ber-platform android serta sensor acceleromter yang terdapat pada smartphone dengan teknologi virtual reality. Virtual Reality adalah teknologi yang membuat pengguna bisa berinteraksi dengan dunia Virtual. Game ini dapat menampilkan informasi tentang berapa banyak kalori yang terbakar saat bermain game dan menampilkan gedung-gedung tinggi. Game ini dijalankan dengan menggunaka VR Headset dan dikendalikan oleh pengguna dengan cara berjalan dan melompat-lompat. Hasil penelitian ini adalah berupa output program yang membuktikan konsep bermain dan berolahraga menggunakan smartphone dan sensor akselerometer, belum termasuk evaluasi penggunaan. Kata Kunci: Kesehatan, Olahraga, Smartphone, Andorid, Accelerometer, Virtual Reality, VR Headset
HUBUNGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING DENGAN LONELINESS Andreas Rantepadang; Ariel Ben Gery
NUTRIX Vol 4 No 1 (2020): Volume 4, Issue 1, 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol4.Iss1.428

Abstract

Loneliness dapat terjadi pada siapa saja, terlebih pada usia dewasa mudah, termasuk mahasiswa yang memiliki masalah dalam kemampuan bersosialisasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Psychological well-being yang baik dapat terhindar dari perasaan loneliness. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa hubugan psychological well-being dengan loneliness pada mahasiswa rantau. Desain penelitian yang digunakan yaitu diskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. 188 responden terpilih melalui purposive sampling dengan rentang waktu Februari sampai Maret 2019. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata psychological well-being mahasiswa berada pada 3.55 dengan kategori tinggi dan lonliness 2.22 kategori rendah, sedangkan pada uji statistik pearson correlation menunjukkan ada hubungan antara dua variabel yaitu variabel psychological well-being dengan loneliness p value .000<0.05 dengan nilai korelasi -0.474 termasuk pada kategori sedang dengan arah negarif. Rekomendasi kepada mahasiswa maupun orang tua agar terhindar dari muculnya perasaan loneliness perlu meningkatkan psychological well- being seperti relasi positif dengan orang lain dan bagi penelitian selanjutnya untuk menganlisa pengaruh psychological well-being terhadap loneliness. Keywords: loneliness, psychological, studen, well being Loneliness dapat terjadi pada siapa saja, terlebih pada usia dewasa muda, termasuk mahasiswa yang memiliki masalah dalam kemampuan bersosialisasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Psychological well-being yang baik dapat terhindar dari perasaan loneliness. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan psychological well-being dengan loneliness pada mahasiswa rantau. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. 188 responden terpilih melalui purposive sampling dalam rentang waktu Februari sampai Maret 2019. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata psychological well-being mahasiswa berada pada 3.55 dengan kategori tinggi dan loneliness 2.22 kategori rendah, sedangkan pada uji statistik pearson correlation menunjukkan ada hubungan antara psychological well-being dengan loneliness p value .000<0.05 nilai korelasi -0.474 termasuk pada keeratan hubungan sedang dengan arah negatif. Rekomendasi kepada mahasiswa maupun orang tua agar terhindar dari perasaan loneliness perlu meningkatkan psychological well- being seperti relasi positif dengan orang lain dan bagi penelitian selanjutnya untuk menganalisa pengaruh psychological well-being terhadap loneliness. Kata Kunci: loneliness, mahasiswa, psychological, well being
KELELAHAN DAN GAYA HIDUP PADA PASIEN HIPERTENSI Ferdy Lainsamputty
NUTRIX Vol 4 No 1 (2020): Volume 4, Issue 1, 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol4.Iss1.427

Abstract

Hypertension is a current significant health problem in many countries including Indonesia. Fatigue is a common symptom that often occurs in hypertensive patients that might be worsen by unhealthy lifestyles along with other symptoms of hypertension. The study aimed to explore the relationship between fatigue and lifestyle among patients with hypertension. This was a descriptive correlational study with cross-sectional approach using 68 convenience samples in a general hospital of Central Sulawesi Province, Indonesia. The questionnaires were Multidimensional Assessment of Fatigue (MAF) and Health Promotion Lifestyle Profile II (HPLP II). Descriptive statistics and Spearman rank correlation were used to explore the relationships between variables and domains. Overall, lifestyle was correlated to fatigue (r=0,28, p<0.05). Hypertensive patients with higher degree of fatigue, performed a better lifestyle. More effective strategies such as health education, professional consultation, support and group sharing need to be done to improve the lifestyle of patients. Keywords: Fatigue, hypertension, lifestyle. Abstrak Penyakit hipertensi merupakan masalah kesehatan signifikan yang sedang dialami di banyak negara termasuk Indonesia. Kelelahan adalah gejala umum yang terjadi pada pasien hipertensi yang mungkin diperburuk oleh gaya hidup tidak sehat, bersama dengan gejala hipertensi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan kelelahan dan gaya hidup pada pasien hipertensi. Penelitian ini berjenis deskriptif korelasi berpendekatan potong lintang dengan 68 sampel yang direkrut menggunakan teknik convenience sampling di salah satu rumah sakit umum daerah di Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Kuesioner yang digunakan yaitu MAF dan HPLP II. Statistik deskriptif dan Spearman Rank Correlation digunakan untuk mencari hubungan antar variabel dan domain-domainnya. Secara keseluruhan, gaya hidup berhubungan signifikan dengan kelelahan (r=0,28, p<0,05). Penderita hipertensi yang menderita kelelahan berat, menerapkan gaya hidup yang lebih baik. Strategi yang lebih efektif dalam penyuluhan kesehatan, konsultasi profesional, support dan sharing group, perlu dilakukan untuk meningkatkan gaya hidup. Kata Kunci: Gaya hidup, hipertensi, kelelahan.
HUBUNGAN KARAKTER DENGAN MINAT MAHASISWA KEBIDANAN STIKES BINA USADA MENJADI ENTERPRENEUR I Gede Wirajaya; Alfiery Leda Kio; Nina Rismawati Hakim
NUTRIX Vol 4 No 1 (2020): Volume 4, Issue 1, 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol4.Iss1.431

Abstract

Midwifery is one of many professions in the world of health assigned to help the process of labor for mothers, including the caregiving during the childbirth and has as well become the only profession to assist women in the pre and post-labor. The large amount of midwife graduates as counted in every year is contributing in the increasing number of unemployment in Indonesia. For those who had been graduated as a midwife in addition with specific skills of taking care for mothers before and after the birth giving, must have not been unemployed after being equipped with the knowledge of entrepreneurship as there should be an opportunity to create business and new job fields for others. STIKES Bina Usada Bali has inserted entrepreneurship subject to become compulsory in the curriculum to help give new vision to the students. This research is aimed to see the influence of entrepreneurship education to the interest of becoming an entrepreneur for midwifery students of STIKES Bina Usada Bali. The cross sectional design was implemented in this research by applying quantitative method of approach. The data were collected in September 2019 through questionnaire distributed to 39 students of midwifery. The data analysis included Kendall’s Tau univariate and bivariate analysis. The univariate analysis showed that most students had moderate characteristics for entrepreneurship numbered 16 of the total students (43.2%) and those with high interest in entrepreneurship was in the number of 18 students (48.6%). Meanwhile, the bivariate analysis with Kendall Tau’s correlation value of -0.775 showed the presence of weak level of correlation with the value of p=0.00 less than ɑ =0.05 (p<0.05) meaning that there was significant relation between the education of entrepreneurship and the interest in becoming entrepreneurs of the midwifery students of STIKES Bina Usada Bali. Keywords: Entrepreneurship Lectures, Entrepreneurs Interest, Midwifery. Bidan merupakan salah satu profesi dalam dunia kesehatan yang memiliki tugas untuk membantu proses melahirkan pada seorang ibu, memberi asuhan pada masa persalinan dan menjadi satu–satunya profesi yang memiliki tugas untuk merawat seorang wanita yang akan melahirkan dan juga setelah melahirkan. Banyaknya lulusan bidan setiap tahunnya menjadi salah satu penyebab meningkatnya jumlah pengangguran di Indonesia. Lulusan bidan yang sudah memiliki kemampuan yang khusus dalam bidang pengasuhan dan perawatan seorang ibu yang sedang mengandung dan setelah melahirkan, seharusnya tidak menjadi pengangguran ketika mereka dibekali pengetahuan tentang entrepreneurship, karena mereka dapat membangun usaha mereka sendiri dan bahkan mampu membuka lapangan pekerjaan. STIKES Bina Usada Bali menambahkan mata kuliah entrepreneurship sebagai salah satu mata kuliah yang wajib diambil oleh mahasiswa untuk memberikan pandangan baru kepada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pendidikan entrepreneurship terhadap minat mahasiswa kebidanan STIKES Bina Usada Bali menjadi seorang entrepreneur. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan pada bulan September 2019 melalui pengisian kuesioner oleh 39 mahasiswa kebidanan. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat Korelasi Kendall’s Tau. Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki karakter entrepreneur sedang sebanyak 16 mahasiswa (43,2%) dan mahasiswa yang memiliki minat tinggi menjadi entrepreneur sebanyak 18 mahasiswa (48,6%%). Analisis bivariat dengan nilai korelasi Kendall’s Tau sebesar -0,775 menunjukkan adanya tingkat hubungan yang lemah dengan nilai p= 0,00 lebih kecil dari α = 0,05 (p<0,05) yang berarti ada hubungan yang signifikan antara pendidikan entrepreneurship dengan minat mahasiswa kebidanan STIKES Bina Usada Bali menjadi entrepreneur. Kata Kunci: Kuliah Entrepreneurship, Minat Entrepreneur, Bidan.
KEBIASAAN SARAPAN DAN KONSENTRASI BELAJAR MAHASISWA I Gede Purnawinadi; Christa Vike Lotulung
NUTRIX Vol 4 No 1 (2020): Volume 4, Issue 1, 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol4.Iss1.429

Abstract

Breakfast is useful to meet the energy needs of the body, especially the brain requires nutrition in improving the ability to concentrate in learning. This study aims to analyze the relationship between breakfast habits and the concentration of learning in students at Klabat University. This type of research is an analytic survey through a cross sectional approach which was conducted on 177 general English 1 class students who were selected using a purposive sampling technique. The questionnaire was used to obtain data on breakfast habits and concentration of learning. Analysis of the relationship between variables using the Spearman Correlation test. The results showed that the dominant students rarely had breakfast (39%) and high learning concentration (56.5%). There was a very weak but significant relationship between breakfast habits with the level of student learning concentration (r = 0.162 and p = 0.031). Students awareness about the importance of breakfast needs to be increased through socialization in the classroom and outside the classroom. Keywords: breakfast habit, learning concentration, students Sarapan bermanfaat memenuhi kebutuhan energi tubuh terlebih otak memerlukan gizi dalam meningkatkan kemampuan konsentrasi dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kebiasaan sarapan dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa di Universitas Klabat. Jenis penelitian ini merupakan survei analitik melalui pendekatan cross sectional yang dilakukan pada 177 mahasiswa kelas general english 1 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kuesioner digunakan untuk memperoleh data kebiasaan sarapan dan konsentrasi belajar. Analisis hubungan antar variabel menggunakan uji Korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominan mahasiswa jarang sarapan (39%) dan konsentrasi belajar tinggi (56,5%). Terdapat hubungan yang sangat lemah namun bermakna antara kebiasaan sarapan dengan tingkat konsentrasi belajar mahasiswa (r = 0,162 dan p = 0,031). Kesadaran mahasiswa tentang pentingnya sarapan perlu ditingkatkan melalui sosialisasi di kelas maupun di luar kelas. Kata kunci: kebiasaan sarapan, konsentrasi belajar, mahasiswa
PERBEDAAN SIKAP TERHADAP KEMATIAN BERDASARKAN KARAKTERISTIK PERAWAT Mori Agustina Perangin-angin
NUTRIX Vol 4 No 1 (2020): Volume 4, Issue 1, 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol4.Iss1.423

Abstract

Facing death is not the expected experience for nurses, but nurses cannot avoid this situation. Death attitude is the most important factor influencing healthcare’s professionalism. This study aimed to identify the death attitudes based on nurses’ characteristics using the Mann-Withney and Kruskal Wallis test. The Spearman rho test was also carried out to see the relationship between the dimensions of death attitudes. The instrument used was the Death Attitudes Profile-Revised (DAP-R) questionnaire consisting of 32 statements divided into 5 categories: fear of death (7 statements), death avoidance (5 statements), neutral acceptance (5 statements), escape acceptance (5 statements), approach acceptance (10 statements) using 7 Likert scales. The result of this study was there is no significant difference between gender, level of education, length of work and palliative training (sig> 0.05). There is a significant relationship between fear of death and neutral acceptance (sig value of 0.014 <0.05). It is needed further study to identify factors that influence nurses' death attitudes. Keyword: death attitudes, nurse, palliative Menghadapi kematian bukan pengalaman yang diharapkan perawat, namun perawat tidak bisa menghindari situasi tersebut. Sikap terhadap kematian merupakan salah satu faktor yang paling penting yang mempengaruhi prilaku profesional tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan sikap terhadap kematian berdasarkan karakteristik perawat dengan menggunakan uji non parametric Mann-Withney dan Kruskal Wallis. Uji Spearman rho juga dilakukan untuk melihat hubungan diantara dimensi sikap terhadap kematian. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Death Attittudes Profile-Revised (DAP-R) yang terdiri dari 32 pernyataan yang dibagi menjadi 5 kategori yaitu takut terhadap kematian (7 pernyataan), menghindari kematian (5 pernyataan), menerima kematian sebagai bagian alamiah (5 pernyataan), menerima kematian sebagai bentuk kelepasan dari penderitaan (5 pernyataan), menantikan kehidupan setelah kematian (10 pernyataan). Kuesioner ini terdiri dari 7 skala Likert. Hasilnya adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar jenis kelamin, tingkat pendidikan, lama kerja dan pelatihan paliatif (sig > 0.05). Terdapat hubungan yang signifikan antara takut terhadap kematian dengan menerima kematian sebagai bagian alamiah, dengan nilai sig 0.014 < 0.05. Perlu dikaji lebih dalam faktor faktor yang dapat mempengaruhi sikap perawat terhadap kematian. Kata kunci: Sikap terhadap kematian, perawat, paliatif
HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI KOPI DAN MEROKOK DENGAN TEKANAN DARAH LAKI-LAKI DEWASA Steven Hezkia Tri Kurnia; Evelin Malinti
NUTRIX Vol 4 No 1 (2020): Volume 4, Issue 1, 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol4.Iss1.420

Abstract

High blood pressure is one of the causes of mortality in Indonesia. Many Indonesians are smoker and has a coffee consumtion habit. The purpose of this study was to determine the relationship between smoking habits and coffee consumption on blood pressure of adult men in Kampung Mokla, West Bandung Regency. The method used in this study is a cross sectional method with a non-probability sample collection technique, namely convenience sampling. A total of 62 respondents participated in this study. More than half of respondents have the habit of smoking and consuming coffee. Most respondents are moderate smokers in terms of the number of cigarettes consumed per day. The type of filter cigarette consumed more than the type of clove cigarrete. The duration of smoking> 20 years has the highest number of respondents. Based on the level of coffee consumption most respondents classified as having a low and moderate consumption level. Whereas the duration of coffee drinking wa >10 years. About ¾ of respondents experienced an increase in blood pressure and even hypertension. Chi square test showed that there was a significant relationship between the number of cigarettes per day and the length of time drinking coffee with systolic blood pressure (p <.05). Increased blood pressure can be influenced by various factors, so that further research on risk factors in patients with hypertension with a larger sample size needs to be done. Keywords: blood pressure, coffee consumption, smoking habits Tekanan darah merupakan tekanan yang dihasilkan pada saat darah mengeluarkan tenaga untuk melawan dinding pembuluh darah arteri. Tekanan darah tinggi (Hipertensi) merupakan salah satu yang menyebabkan kematian cukup tinggi di Indonesia. Masyarakat Indonesia banyak yang merokok dan mengkonsumsi kopi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok dan konsumsi kopi terhadap tekanan darah laki-laki dewasa di Kampung Mokla Kabupaten Bandung Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode cross sectional dengan teknik pengumpulan sampel non-probability yaitu convenience sampling. Sejumlah 62 responden yang ikut serta dalam penelitian ini. Responden memiliki karakteristik perokok ringan, sedang dan berat, dan konsumsi kopi tingkat rendah, moderat dan tinggi. Responden memiliki rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik yang termasuk dalam kategori hipertensi tahap I. Hubungan antara kebiasaan konsumsi kopi dan merokok dengan tekanan darah pada laki-laki dewasa dianalisis dengan menggunakan analisis chi square, dan didapati tidak terdapat hubungan signifikan (p>.05). Terdapat hubungan signifikan antara jumlah rokok perhari dan lamanya minum kopi dengan tekanan darah sistolik (p<.05). Peningkatan tekanan darah dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, sehingga penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor resiko pada penderita hipertensi dengan jumlah sampel yang lebih besar perlu dilakukan. Kata kunci: Konsumsi Kopi, Merokok, Tekanan darah

Page 2 of 18 | Total Record : 172