cover
Contact Name
I Gede Purnawinadi
Contact Email
nutrixjournal@gmail.com
Phone
+6285256923813
Journal Mail Official
nutrixjournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Arnold Mononutu, Kec. Airmadidi - 95371 Minahasa Utara - Sulawesi Utara
Location
Kab. minahasa utara,
Sulawesi utara
INDONESIA
Nutrix Journal
Published by Universitas Klabat
ISSN : 25794426     EISSN : 25806432     DOI : -
Nutrix Journal (NJ) is an official peer-reviewed research journal published by the Faculty of Nursing, Universitas Klabat (UNKLAB) in collaboration with the Indonesian National Nurses Association (INNA) of North Sulawesi Province. This journal aims to promote anhancement in nursing and health care through dissemination of the latest research findings. NJ covers a wide range of nursing topics such as nursing education, clinical practice, nursing information technology, advanced nursing issue and policy related to nursing profession. This journal publishes two issues per year in April and October. NJ intended readership includes nurse educator, researcher, manager, and nurse practitioner at all levels. Nurse (English: nurse, originating from Latin: nutrix which means caring for or nurturing), the role of nurses in general is to provide care providers, community leaders, educators, managers and researchers.
Articles 172 Documents
TINGKAT KECEMASAN PADA PERAWAT RUANGAN ISOLASI COVID-19 Frendy Fernando Pitoy; Metty Wuisang; Jonathan Limando
NUTRIX Vol 5 No 2 (2021): Volume 5, Issue 2, 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol5.Iss2.570

Abstract

Abstrak Tenaga kesehatan khususnya perawat merupakan komponen yang sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan pasien yang dirawat. Namun, dimasa pandemic covid-19 tenaga keperawatan akan merasa berbeda dikarenakan rentannya terpapar dengan virus covid-19 dan lebih mungkin akan mengalami kecemasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan perawat ruangan isolasi covid-19 di RSUP Prof. R. D. Kandou Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian descriptive correlation dengan teknik total sampling dengan menggunakan 151 perawat yang bekerja di ruang isolasi covid-19. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa sebagian besar tenaga keperawatan yang bekerja di ruang isolasi covid-19 tidak merasa cemas saat bekerja dengan nilai persentase mencapai 95%. Lebih lanjut data menunjukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan tingkat kecemasan para perawat jika ditinjau dari jenis kelamin dengan nilai p = 0.175 > 0.05, terdapat perbedaan yang signifikan saat ditinjau dari ruang perawatan dengan nilai p = 0.003 < 0.05. Dapat disimpulkan bahwa perawat yang bekerja di ruang perawatan isolasi covid-19 RSUP Prof. R. D. Kandou Manado tidak merasakan kecemasan baik laki-laki maupun perempuan, tapi terdapat perbedaan tingkat kecemasan perawat antara ruang perawatan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat direkomendasikan bagi institusi rumah sakit untuk memperhatikan kariawan yang bekerja di ruangan isolasi covid-19 khususnya diruangan Anggrek 1 dan Irina F. Kata kunci : Covid-19, Tingkat kecemasan, Perawat ruang isolasi Abstrac Health workers, especially nurses, are very important components in improving the health of patients. However, during the COVID-19 pandemic, nursing staff will experience the difference of being exposed to the Covid-19 virus and are more likely to experience anxiety. The purpose of this study was to determine the anxiety level of nurses in the Covid-19 isolation room at Prof. RSUP. R.D. Kandou Manado. A method of descriptive correlation was utilized in this study with 151 nurses working in covid-19 isolation room which are selected using total sampling technique. The results of the study show that most of the nursing staff who work in the COVID-19 isolation room did not feel anxious while working with a percentage value of 95%. Furthermore, the result shows that there is no significant difference in the level of anxiety of the nurses when sex is considered with a p value of 0.175 > 0.05, and there is a significant difference when nursing ward was considered with a p value 0.003 < 0.05. Conclusion that the nurses who work in the Covid-19 isolation room at Prof. R. D. Kandou Manado did not experience any anxiety either male or female, but there is a difference in the level of anxiety of nurses when the nursing word is considered. The recommendation for hospital to pay attention for the employees who work in the Covid-19 isolation room, especially in the Anggrek 1 and Irina F. Keywords: Covid-19, Anxiety Level, Nursing Isolation Room
KECEMASAN DAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA KEPERAWATAN TINGKAT AKHIR Ailine Yoan Sanger; Melania Sepang
NUTRIX Vol 5 No 2 (2021): Volume 5, Issue 2, 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol5.Iss2.576

Abstract

Kualitas tidur merupakan masalah yang dialami oleh sebagian besar mahasiswa pada tingkat akhir. Salah satu penyebabnya adalah kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dengan kualitas tidur pada mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Keperawatan Universitas Klabat. Desain penelitian yang digunakan adalah dekriptif-korelasi dengan pendekatan cross sectional, dengan uji statistik spearman’s rho correlation. Sebanyak 111 responden digunakan dalam penelitian ini dengan teknik total sampling. Instrument yang digunakan adalah dalam penelitian ini yaitu Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur dan Hamilton Rating Scale For Anxiety (HARS) untuk mengukur kecemasan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas 46 (41,4%) responden berada pada kategori tanpa kecemasan dan mayoritas 96 (86%) responden mengalami kualitas tidur buruk. Berdasarkan hasil uji statistik didapati nilai p = 0,000 < 0,05 dengan nilai koefisien korelasi 0,456 . Hal ini mengindikasikan bahwa semakin meningkat tingkat kecemasan seseorang maka semakin buruk kualitas tidurnya. Begitu pula sebaliknya. Rekomendasi diberikan bagi mahasiswa agar dapat mempertahankan kesehatan mental agar tetap terjaga dan tidak terjadi kecemasan, serta untuk memperbaiki kualitas tidur menjadi baik sehingga dapat membantu dalam proses belajar mengajar ketika memiliki kualitas tidur yang baik.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN COVID-19 TERHADAP KECEMASAN MAHASISWA KEPERAWATAN YANG PRAKTIK DI RUMAH SAKIT Adlei Brynt Yosafat Hutagalung; Ernawati Siagian
NUTRIX Vol 5 No 2 (2021): Volume 5, Issue 2, 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol5.Iss2.578

Abstract

Abstract Article Title. COVID-19 has the potential of a high death rate as it is very contagious and it could spread within a very little amount of time. The current COVID-19 pandemic has impacted changes in aspects of life, including inflicting anxiety. Anxiety can be found in anyone including postgraduate students. Due to the lack of understanding and knowledge, it has become one of the factors the cause anxiety in nursing students during clinical practice. The purpose of this study was to identify the correlation in the level of knowledge towards anxiety among nursing students, who are currently doing medical practices, in hospitals. The method in this research is correlational descriptive by using a non-probability sampling technique of 105 respondents. Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) will be used to measure the anxiety levels and knowledge on COVID-19. The univariate analysis will be implemented to process data by using frequency and presentation. Bivariate analysis is done by Spearman Rho. Results of the collected data showed that 86 respondents (81.9%) has an excellent level of knowledge while 19 respondents (18.10%) has a satisfactory level of knowledge. Other than that, it has been found that 75 respondents (71.43%) do not have anxiety, 24 respondents (22.86%) has light anxiety and three respondents (2.86%) have moderate to severe anxiety. Analysis showed that there is no significant relationship between gender and knowledge with a sig value = 0.521 (p > 0.05). There is no significant relationship between gender and anxiety with a sig value = 0.079 (p > 0.05). There is no significant relationship between level of education and knowledge with a sig value = 0.807 (p > 0.05). There is a significant relationship between level of education and anxiety with the sig value = 0.019 (p > 0.05). There is no significant relationship between knowledge and anxiety with the sig value = 0.214 (p > 0.05). Correlational value is found to be -0.122, which means there is a relationship that contrasts with the very weak level of closeness. By giving information and medical knowledge to postgraduate students by sharing resources and facilities to address anxiety could improve behavior, attitude, and medical practices within the nursing students in correlation to prevent the spread of COVID-19. Abstrak COVID-19 merupakan potensi kematian yang cukup besar saat ini karena penyebaran yang begitu cepat. Pandemi virus COVID-19 saat ini berdampak pada perubahan aspek kehidupan, termasuk mengakibatkan munculnya kecemasan. Kecemasan dapat menyerang siapa pun termasuk mahasiswa. Kurangnya pengetahuan merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kecemasan pada mahasiswa keperawatan saat menjalani praktik klinik. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap kecemasan mahasiswa keperawatan yang praktik di Rumah Sakit. Metode penelitian yaitu deskriptif korelasional dengan menggunakan teknik non probability sampling yang berjumlah 105 responden. Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan dan tentang pengetahuan COVID-19. Data dianalisis secara univariat dengan menggunakan frekuensi dan presentasi. Analisa secara bivariat dengan Spearman Rho. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan berada berada pada kategori baik (81,90%) dengan 86 responden dan pada kategori cukup (18,10%) dengan 19 responden. Selain itu juga ditemukan bahwa responden yang tidak mengalami kecemasan (71,43%) dengan 75 responden, yang mengalami kecemasan ringan (22,86%) dengan 24 responden dan yang mengalami kecemasan sedang dan berat (2,86%) dengan 3 responden. Analisis menunjukkan bahwa Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan pengetahuan dengan nilai sig = 0,521 (p > 0,05). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan kecemasan dengan nilai sig = 0,079 (p > 0,05). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan dengan nilai sig = 0,807 (p > 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dan kecemasan dengan nilai sig = 0,019 (p > 0,05). Tidak terdapat hubungan yang siginifkan antara pengetahuan dan kecemasan dengan nilai sig = 0,214 (p > 0,05). Nilai korelasi yang didapatkan -0,122 berarti ada hubungan yang berlawanan arah dengan tingkat keeratan sangat lemah. Memberikan informasi dan pengetahuan kesehatan kepada mahasiswa melalui berbagai sumber dan sarana dimaksudkan untuk menangani kecemasan serta meningkatkan perilaku, sikap, dan praktik keperawatan mahasiswa berkaitan dengan pencegahan dan pengendalian COVID-19.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PASANGAN USIA SUBUR TENTANG METODE KONTRASEPSI DENGAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI Lea Andy Shintya; Firginia Miranda Monde
NUTRIX Vol 5 No 2 (2021): Volume 5, Issue 2, 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol5.Iss2.582

Abstract

Kontrasepsi merupakan suatu metode yang digunakan untuk mecegah kehamilan dengan menggunakan obat-obatan atau alat alat, yang terdiri dari kontrasepsi yang mengandung hormonal dan non hormonal, bersifat sementara dan permanen. Pemilihan kontrasepsi dapat dipengaruhi oleh pengetahuan tentang metode kontrasepsi dan pemakaian kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan pasangan usia subur tentang metode kontrasepsi dengan pemakaian kontrasepsi di desa Pinasungkulan Utara. Metode penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecuttive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 74 responden. Hasil penelitian, terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan PUS tentang metode kontrasepsi dengan pemakaian kontrasepsi di Desa Pinasungkulan Utara yaitu p value 0,000 < 0,05 dan nilai contingency coefficient 0,695 yang artinya pengetahuan tentang metode kontrasepsi dengan pemakaian kontrasepsi mempunyai hubungan yang kuat dengan arah positif. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi pemilihan jenis kontrasepsi pada PUS, seperti sosial ekonomi, pendidikan, dukungan suami/istri, umur, paritas, serta melakukan penelitian ditempat lain dengan jumlah sampel yang lebih besar. Kata Kunci: pasangan usia subur, pemakaian kontrasepsi, pengetahuan
PERBANDINGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN KOMORBID FAKTOR DIABETES MELLITUS DAN HIPERTENSI PADA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISA Andreas Rantepadang
NUTRIX Vol 5 No 2 (2021): Volume 5, Issue 2, 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol5.Iss2.575

Abstract

Abstrak Hipertensi dan Diabetes mellitus (DM) merupakan faktor komorbid yang berperan penting dalam peningkatan penderita Gagal ginjal kronik yang mengharuskan menjalani hemodialisa supaya kualitas hidup pasien Gagal ginjal kronik dapat dipertahankan atau ditingkatkan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa perbandingan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik dengan komorbid faktor Diabetes Melitus dan Hipertensi pada pasien yang menjalani hemodialisa. Metode penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional, Populasi pada peneilitian ini adalah penderita Gagal ginjal kronik yang menjalani Hemodialisa di RSA Manado, penentuan sampel purposive sampling terdapat 43 sampel yang memenuhi kriteria penelitian, 23 responden komorbid Hipertensi dan 20 komorbid DM. Hasil penelitian didapatkan rata-rata kualitas hidup pada pasien Hemodialisa dengan komorbid DM 55.25 sedangkan pada pasien hemodialisa dengan komorbid hipertensi lebih tinggi yaitu 57.69 untuk hasil uji independent t test didapatkan nilai p-value 0.479 >0.05 yang menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan kualitas hidup pada pasien Gagal ginjal Kronik dengan komorbid DM dan hipertensi. Kesimpulan: secara rata-rata kualitas hidup pasien Gagal ginjal kronik dengan komorbid Hipertensi lebih baik dibandingkan dengan komorbid DM tetapi secara statistik tidak signifikan. Saran: Diharapkan untuk penelitian selanjutnya untuk menambah jumlah sampel dan sampel yang seimbang antara kedua kelompok.
PERSEPSI PEROKOK DI MASYARAKAT MENGENAI HALANGAN BERHENTI MEROKOK Grace Fresania Kaparang; Evelita Mewoh; Nova Lina Langingi
NUTRIX Vol 5 No 2 (2021): Volume 5, Issue 2, 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol5.Iss2.583

Abstract

Abstract Cigarettes are one of the problems that are never resolved when it comes to proper handling. Cigarettes have become a phenomenal object in Indonesia because they are both revered and reviled, although many people are aware of the dangers of smoking, there are still many who insist on smoking. The purpose of this study was to determine the perception of the people of WINERU Village regarding the barriers to smoking cessation. The method used is a mixed quantitative-qualitative method with a sample of 45 participants using a convenience sampling technique. The Indonesian translation of the WHO's Tobacco Questionnaire for Surveys is used. The results obtained based on the research that the most smokers are men then the frequency of smoking is mostly every day. Furthermore, kretek cigarettes are consumed more than other types of cigarettes such as rolled cigarettes, cigars and vaping. Then the majority of smokers try to quit smoking. More sources of information are found on television than in magazines or newspapers and warnings on cigarette packages. However, if participants from television they also see cigarette advertisements that promote their products to be purchased. In addition, qualitatively, participants were prevented from quitting smoking because of the intrinsic influence of psychological problems, personal perceptions and physical symptoms. This research can provide additional information about the dangers of smoking and can encourage smokers in Wineru Village to quit smoking if they are truly committed to quitting. The government can also play an active role in reducing the prevalence of smokers. Also for cigarette companies to consider that the impact of smoking is only negative and not positive for health. Abstrak Rokok menjadi salah satu permasalahan yang tidak pernah tuntas bila dibicarakan tentang cara penanganan yang tepat. Rokok menjadi benda fenomenal di Indonesia karena dipuja sekaligus dicerca, sekalipun banyak orang sadar bahaya rokok, masih banyak yang bersikeras merokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat Desa WINERU mengenai halangan berhenti merokok. Metode yang digunakn ini menggunakan metode mixed kuantitatof-kualitatif dengan jumlah sampel 45 partisipan dengan teknik convenience sampling. Terjemahan Bahasa Indonesia untuk Tobacco Questionnaire for Surveys dari WHO digunakan. Hasil yang didapati berdasarkan penelitian yaitu perokok terbanyak adalah laki-laki lalu frekuensi merokok kebanyakan adalah setiap hari. Selanjutnya, jenis rokok kretek lebih banyak dikonsumsi dari pada jenis rokok lainnya seperti rokok linting, cerutu dan vape. Kemudian mayoritas perokok mencoba berhenti merokok. Untuk sumber informasi lebih banyak didapati lewat televisi daripada majalah atau koran dan peringatan pada paket rokok. Namun, jika partisipan dari televisi mereka juga melihat iklan rokok yang mempromosikan produknya agar dibeli. Selain itu, secara kualitatif, partisipan terhalang berhenti merokok juga karena pengaruh intrinsik masalah psikologis persepsi pribadi serta gejala fisik. Penelitian ini dapat menjadi tambahan informasi tentang bahaya merokok dan bisa mendorong para perokok di Desa Wineru untuk berhenti merokok jika benar-benar berkomitmen untuk berhenti. Pemerintah juga dapat berperan aktif untuk menurunkan prevalensi perokok. Juga bagi perusahaan rokok agar dapat mempertimbangkan bahwa dampak rokok itu hanya negatif dan tidak positif bagi kesehatan. Kata kunci: berhenti merokok, halangan, masyarakat, persepsi
PENGARUH PEMBERIAN TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN KEMOTERAPI Priscillia Merylin Saluy; Puteri Irtha Ariani Tahir; I Gede Purnawinadi
NUTRIX Vol 5 No 2 (2021): Volume 5, Issue 2, 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol5.Iss2.389

Abstract

Peningkatan kecemasan dapat terjadi pada pasien dalam proses kemoterapi. Teknik relaksasi otot progresif adalah teknik relaksasi otot dalam memusatkan perhatian pada suatu aktivitas otot dengan mengidentifikasi otot yang tegang kemudian menurunkan ketegangan sehingga mendapatkan perasaan relaks dan menurunkan kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah ada pengaruh dalam pemberian teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pasien setelah menjalani kemoterapi di RSUP Prof. Dr.R.D Kandou Manado. Metode penelitian ini adalah Pre-eksperimental dengan rancangan one group pre–post test. Hasil penelitian ini adalah menunjukkan ada pengaruhpemberian teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pasien kemoterapidengan p value 0.000< 0.05, tidak ada pengaruh pemberian teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pasien kemoterapibila usia diikutsertakan dengan p value 0.676 > 0.05, tidak ada pengaruh pemberian teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pasien kemoterapi bila pendidikan diikutsertakan dengan p value 0.450 > 0.05. Pemberian teknik relaksasi otot dapat dilakukan kepada pasien yang menjalani kemoterapi untuk menurunkan kecemasan pasien. Kata Kunci: Teknik Relaksasi Otot Progresif, Kecemasan, Kemoterapi
CASE STUDY: ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN STEVENS JOHNSON SYNDROME Jumari Jumari; Solehudin Solehudin; Yeni Koto; Bambang Suryadi; Agus Purnama
NUTRIX Vol 6 No 1 (2022): Volume 6, Issue 1, 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol6.Iss1.591

Abstract

Latar Belakang: Stevens Johnson Syndrome (SJS) adalah kejadian yang sangat jarang, akut, dan potensial mengancam nyawa; merupakan reaksi hipersensitivitas diperantarai kompleks imun yang sering berkaitan dengan penggunaan obat. SJS/TEN mengakibatkan pengelupasan lapisan epidermis luas, terjadi pemisahan lapisan dermal epidermal junction dengan keterlibatan membran mukosa. Keadaan umum dapat bervariasi dari ringan sampai berat. Tujuan penelitian menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien Stevens Johnson Syndrome. Metode: Desain pada penelitian ini adalah dengan rancangan studi kasus menggunakan pendekatan proses keperawatan. Sampel pada penelitian ini adalah Tn. F dengan menggunakan teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling. Penelitian dilakukan pada salah satu pasien rumah sakit swasta di Kota Bogor pada bulan Oktober 2021. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Instrumen penelitian adalah lembar asuhan keperawatan dengan melakukan tahapan yang dimulai dari pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, evaluasi dan dokumentasi keperawatan. Hasil: Keluhan utama ruam merah, kulit mengelupas, mata merah. Riwayat kesehatan sekarang 4 hari SMRS pasien mengeluh demam, sakit tenggorokan, dan kesulitan menelan. terdapat kemerahan diseluruh tubuh, beberapa bagian seperti berair. Bibir bengkak, seperti mengelupas, terasa sakit. Mata kemerahan, pandangan sedikit buram. Badan terasa nyeri dan gatal, demam. Ibu pasien mengatakan muncul gejala seperti ini setelah minum obat dari dokter syaraf. Masalah keperawatan yang terjadi yaitu kerusakan integritas kulit dan nutrisi krang dari kebutuhan. Intervensi diberikan dengan berdasarkan selama 3 hari. Evaluasi: Pasien mengatakan ruam masih terasa tidak nyaman, sudah tidak gatal, pasien mengatakan sakit saat menelan berkurang. Ruam diseluruh tubuh, terdapat luka mengelupas, sebagian sudah kering, masih ada bagian yang basah terutama di lipatan krusta di bibir sebagian besar mengelupas Kesimpulan: masalah integument pada penyakit Stevens Johnson Syndrome setelah dilakukan asuhan keperawatan, berhasil mengatasi masalah keperawatan.
MODEL ENTREPRENURSE: TINJAUAN INTEGRATIF Grace Fresania Kaparang; Anthony Stafford Pangemanan; Nova Lina Langingi
NUTRIX Vol 6 No 1 (2022): Volume 6, Issue 1, 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol6.Iss1.795

Abstract

Abstract The unemployment rate of nurses is increasing and there are still many who adhere to the traditional perspective of the nursing profession as employees. This global competitive era, as well as this pandemic, requires out-of-the-box nurses who dare to open nursing practices as entrepreneurs in overcoming the rising of unemployment. The study attempted to investigate entrepreneurial nurse model with Whittemore and Knafl's integrative review design, analyzing the quality of the articles with the Alberta Heritage Foundation's QualSyst tool. The search strategy is with the keywords "perawat wirausaha" and "nurse entrepreneur", written in English and Indonesian, with articles published in the last 10 years. The results of an integrative review of five eligible articles resulted in an entreprenurse model. The entreprenurse model shows that the factors that influence entrepreneurship or entrepreneurial tendencies were starting from the student level (course period - urgency to get a job) and creativity. Then, departing from that, the identification of opportunities is carried out to become entreprenurse, however, there are also perceived barriers felt by the entreprenurses. Recommendations to the Faculty of Nursing to invest by providing opportunities for students to practice entrepreneurship in college and for nurse entrepreneurs to share their lived experiences that can provide insight into the identification of opportunities and how to overcome obstacles in entrepreneurship in the field of nursing. Keywords: entreprenurse, model Abstrak Angka pengangguran perawat semakin meningkat dan masih banyak yang menganut perspektif tradisional dari profesi keperawatan sebagai pegawai. Era kompetitif global dan juga pandemik ini, memerlukan perawat out-of-the-box yang berani membuka praktik keperawatan sebagai wirausahawan dalam mengatasi bertambahnya angka pengangguran. Studi ini mencoba menginvestigasi tren perawat wirausaha dengan desain tinjauan integratif Whittemore dan Knafl, menganalisis kualitas artikel dengan QualSyst tool dari Alberta Heritage Foundation. Strategi pencarian adalah dengan kata kunci “nurse entrepreneur” dan “perawat wirausaha”, berbahasa Inggris dan Indonesia, dengan artikel yang dipublikasi 10 tahun terakhir. Hasil tinjauan integratif dari lima artikel eligible menghasilkan model entreprenurse. Model entreprenurse menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi kecenderungan wirausaha atau kewirausahaan yaitu dimulai dengan tingkat mahasiswa (course period - urgensi mencari pekerjaan) dan kreativitas. Kemudian, berangkat dari itu, ada identifikasi peluang dilakukan untuk menjadi entreprenurse, tapi ada juga persepsi hambatan yang dirasakan oleh entreprenurse. Rekomendasi pada Fakultas keperawatan untuk dapat berinvestasi dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk praktek entrepreneurship di bangku kuliah dan kepada perawat wirausahawan untuk dapat berbagi pengalaman yang dapat memberikan wawasan mengenai identifikasi peluang dan cara mengatasi hambatan dalam kewirausahaan dalam bidang keperawatan. Kata Kunci: entreprenurse, model
TINGKAT STRES IBU DALAM PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN DARING ANAK SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Yanti Yulianti; Denny Paul Ricky
NUTRIX Vol 6 No 1 (2022): Volume 6, Issue 1, 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol6.Iss1.793

Abstract

Mother’s Stress Level in Assisting Children Online- Learning During Pandemic Covid-19 at Kecamatan Parongpong. Online learning in school-age children during Covid-19 pandemic has a special burden on mother and put they in a risk of stress. The purpose of this study is to determine the stress level of mother in assisting school-age children online learning during pandemic. The research design was quantitative descriptive. The sample of this study was 50 mothers of school-age children and obtained by random sampling method. Perceived Stress Scale (PSS-10) questionnaire were used for collecting data and analyzed by descriptive (univariate) analysis. The result showed the stress level of mother was in moderate stress. Mother's stress level is caused by several things, such as the various mother’s roles during pandemic, the mother's education background, family’s cost of living and cost of education during pandemic. The main factors influence the stress level of the mother need to be analyzed further for the next study. Keywords: Covid-19, Mother, Online learning, Stress level. Pembelajaran daring pada anak usia sekolah di pandemi Covid-19 memberikan beban tersendiri bagi ibu sehingga beresiko menimbulkan stres pada ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat stres ibu yang mendampingi anak usia sekolah selama pembelajaran daring di masa pandemi. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah 50 orang ibu yang mendampingi anak usia sekolah dalam pembelajaran daring yang didapatkan dengan metode random sampling. Data dikumpulkan dengan mengunakan kuesioner Perceived stres Scale (PSS-10) dan dianalisa dengan analisis deskriptif (univariat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stres ibu yang mendampingi anak usia sekolah dalam pembelajaran daring selama masa pandemi adalah stres sedang. Tingkat stres ibu disebabkan oleh beberapa hal seperti berbagai peran yang harus dilakukan ibu, tingkat pendidikan ibu, biaya hidup dan biaya pendidikan selama pembelajaran daring. Perlu dianalisis faktor yang sangat berpengaruh pada tingkat stres ibu yang mendampingi anak belajar dengan metode daring di masa pandemi. Kata Kunci: Covid-19, Ibu, Pembelajaran daring, Tingkat stres.

Page 5 of 18 | Total Record : 172