cover
Contact Name
I Gede Purnawinadi
Contact Email
nutrixjournal@gmail.com
Phone
+6285256923813
Journal Mail Official
nutrixjournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Arnold Mononutu, Kec. Airmadidi - 95371 Minahasa Utara - Sulawesi Utara
Location
Kab. minahasa utara,
Sulawesi utara
INDONESIA
Nutrix Journal
Published by Universitas Klabat
ISSN : 25794426     EISSN : 25806432     DOI : -
Nutrix Journal (NJ) is an official peer-reviewed research journal published by the Faculty of Nursing, Universitas Klabat (UNKLAB) in collaboration with the Indonesian National Nurses Association (INNA) of North Sulawesi Province. This journal aims to promote anhancement in nursing and health care through dissemination of the latest research findings. NJ covers a wide range of nursing topics such as nursing education, clinical practice, nursing information technology, advanced nursing issue and policy related to nursing profession. This journal publishes two issues per year in April and October. NJ intended readership includes nurse educator, researcher, manager, and nurse practitioner at all levels. Nurse (English: nurse, originating from Latin: nutrix which means caring for or nurturing), the role of nurses in general is to provide care providers, community leaders, educators, managers and researchers.
Articles 197 Documents
Hubungan Perilaku Sebelumnya Dengan Behavioral Specific Cognition And Affect Pada Kebiasaan Sarapan Pagi Remaja Kasenda, Telvie; Hadjo, Samuel Stanly; Hadjo, Nicely
NUTRIX Vol 9 No 2 (2025): Volume 9, Issue 2, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i2.1433

Abstract

Breakfast is a crucial behaviour for teenagers, as it has a significant impact on their physical and cognitive well-being. This study aims to analyze the relationship between prior related behavior and behavioral specific cognition and affect on adolescent breakfast habits. The population in this study consisted of 410 students at SMP UNKLAB Airmadidi, North Minahasa, in the 2024/2025 academic year. The sample in this study was composed of students who met the criteria. We employed stratified random sampling in this study based on the classes at SMP UNKLAB Airmadidi, North Minahasa, which are divided into three grades: VII, VIII, and IX. Prior related behaviors associated to breakfast habits include knowledge, attitudes, and practices, have a significant effect on specific cognition and affection. Positive past experiences encourage motivation and attitudes that support the habit of regular breakfast, while negative experiences can become obstacles in forming such habits. Therefore, understanding and utilizing previous behaviors is very important in efforts to improve healthy breakfast habits in adolescents. Sarapan pagi merupakan kebiasaan yang sangat penting bagi remaja karena berdampak terhadap kesehatan fisik dan kognitif. Penelitian ini bertujuan manganalisis hubungan perilaku sebelumnya (prior related behavior) dan behavioral specific cognition and affect pada kebiasaan sarapan pagi remaja. Desain penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Populasi pada  penelitian ini  adalah 410  siswa  SMP  UNKLAB  Airmadidi  Minahasa  Utara pada tahun ajaran 2024/2025. Sampel dalam  penelitian ini adalah remaja siswa yang  sesuai dengan  kriteria. Penggunanaan stratified  random  sampling pada  penelitian  ini  yaitu  berdasarkan  kelas  yang  ada  di  SMP UNKLAB  Airmadidi  Minahasa  Utara  yang  terbagi  menjadi  tiga  kelas  yaitu  kelas VII, VIII, dan IX. Besar sampel minimal sesuai dengan metode sampling G*Power dalam penelitian ini adalah 119 sampel. Perilaku sebelumnya terkait kebiasaan sarapan, yang meliputi pengetahuan, sikap, dan praktik, berpengaruh signifikan terhadap kognisi dan afeksi spesifik perilaku pada remaja. Pengalaman positif masa lalu mendorong motivasi dan sikap yang mendukung kebiasaan sarapan rutin, sedangkan pengalaman negatif dapat menjadi hambatan dalam pembentukan kebiasaan tersebut. Oleh karena itu, memahami dan memanfaatkan perilaku sebelumnya sangat penting dalam upaya meningkatkan kebiasaan sarapan sehat pada remaja.
Analisis Hubungan Usia dan Jenis Kelamin dengan Tingkat Distres Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Cendekia Airenda Muliandika; Gugun, Adang Muhammad; Alayyannur, Putri Ayuni
NUTRIX Vol 9 No 2 (2025): Volume 9, Issue 2, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i2.1441

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder characterized by hyperglycemia resulting from impaired insulin secretion or insulin resistance. Type 2 DM is the most prevalent form, accounting for approximately 90–95% of all diabetes cases worldwide. In addition to causing physical complications, DM is also closely associated with psychological problems, one of which is distress. Distress in diabetic patients can increase blood glucose levels, exacerbate complications, and reduce quality of life. This study employed a descriptive observational design with a cross-sectional approach. The research instrument used was the Diabetes Distress Screening Scale (DDS), consisting of 17 questions. The study was conducted at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. The sample was obtained through purposive sampling, involving 47 type 2 DM patients who met the inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed using the Kruskal–Wallis test with SPSS software. The majority of respondents experienced mild distress (63.8%), followed by moderate distress (29.8%) and severe distress (6.4%). The most influential domains were emotional burden and regimen-related distress, indicating that patients continue to face challenges in accepting their chronic condition and managing daily self-care routines. The Kruskal–Wallis analysis revealed no significant differences in distress levels based on gender (p=0.865) or age (p=0.912). In conclusion, most type 2 DM patients experienced mild distress, with no significant association between age or gender and distress levels. These findings highlight the importance of emotional support and continuous education to improve patients’ quality of life. Diabetes Melitus (DM) merupakan kelainan metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau resistensi insulin. DM tipe 2 merupakan bentuk yang paling banyak diderita, mencapai hampir 90-95% dari seluruh kasus DM di dunia. Selain menimbulkan komplikasi fisik, DM juga berhubungan erat dengan masalah psikologis, salah satunya distres. Distres pada pasien DM dapat meningkatkan kadar gula darah, memperburuk komplikasi, dan menurunkan kualitas hidup. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional deskriptif dengan desain cross-sectional. Instrumen penelitian berupa kuesioner Diabetes Distress Screening Scale (DDS) yang terdiri dari 17 pertanyaan. Penelitian dilaksanakan di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Sampel penelitian diperoleh dengan teknik purposive sampling, didapatkan sebanyak 47 pasien DM tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan dengan uji Kruskal–Wallis menggunakan SPSS. Mayoritas responden mengalami distres ringan (63,8%), diikuti distres sedang (29,8%) dan distres berat (6,4%). Domain yang paling berpengaruh adalah beban emosional dan perawatan diri, yang menunjukkan bahwa pasien masih menghadapi kesulitan dalam menerima kondisi kronis serta mengelola rutinitas perawatan sehari-hari. Analisis Kruskal–Wallis tidak menemukan perbedaan bermakna tingkat distres berdasarkan jenis kelamin (p=0,865) maupun usia (p=0,912). Kesimpulanya sebagian besar pasien DM tipe 2 mengalami distres ringan. Usia dan jenis kelamin tidak berpengaruh secara signifikan dengan tingkat distres. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya dukungan emosional dan edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Efektivitas Terapi Murottal Al-Quran dan Meditasi terhadap Kesehatan Mental untuk Remaja dengan Adiksi Smartphone Alfitri, Rosyidah; Safitri , Rani Safitri; Keswara, Nila Widya
NUTRIX Vol 10 No 1 (2026): Volume 10, Issue 1, 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v10i1.1387

Abstract

Adolescents are vulnerable to mental health disorders resulting from excessive smartphone use, which can trigger stress, anxiety, and depression, as well as affect behavior and psychological well-being. This study examined the effectiveness of a combination of murottal Al-Qur’an therapy and meditation on the mental health of adolescents with smartphone addiction using a quasi-experimental design with a non-equivalent control group approach. The study was conducted at MTS Al-Ma’arif Singosari from May to July 2025. The sample consisted of two groups intervention and control each comprising 15 respondents selected purposively. The intervention was administered for four weeks, and levels of depression, anxiety, and stress were measured before and after the intervention using the DASS-21 questionnaire. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank test, which revealed a significant decrease in all three variables in the intervention group (p < 0.05), while the control group showed only minor changes. These findings indicate that the combination of murottal Al-Qur’an and meditation is effective in reducing mental health disorders among adolescents with smartphone addiction and can be considered a simple and beneficial non-pharmacological method to improve mental health in school settings. Remaja rentan mengalami gangguan kesehatan mental sebagai akibat penggunaan smartphone yang berlebihan, yang berpotensi memicu stres, kecemasan, dan depresi serta memengaruhi perilaku dan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini menelaah efektivitas kombinasi terapi murottal Al-Qur’an dan meditasi terhadap kesehatan mental remaja dengan adiksi smartphone menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan kelompok kontrol non-ekivalen, dilaksanakan di MTS Al-Ma’arif Singosari pada periode Mei–Juli 2025. Sampel terdiri dari dua kelompok intervensi dan kontrol masing-masing 15 responden yang dipilih secara purposive; intervensi diberikan selama empat minggu dan tingkat depresi, kecemasan, serta stres diukur sebelum dan sesudah intervensi dengan kuesioner DASS-21. Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan penurunan yang signifikan pada ketiga variabel pada kelompok perlakuan (p < 0,05), sementara kelompok kontrol hanya mengalami perubahan yang lebih kecil. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi murottal Al-Qur’an dan meditasi efektif mengurangi gangguan kesehatan mental pada remaja dengan adiksi smartphone, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai metode non-farmakologis sederhana dan bermanfaat untuk peningkatan kesehatan mental di lingkungan sekolah.
Self-Esteem dan Kepatuhan Mengonsumsi Obat Antiretroviral pada Orang dengan HIV Koloay, Amelia Beactrix; Rantepadang, Andreas
NUTRIX Vol 10 No 1 (2026): Volume 10, Issue 1, 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v10i1.1436

Abstract

The success of antiretroviral therapy (ART) depends on patients’ adherence and psychological factors such as self-esteem. This study aimed to examine the relationship between self-esteem and adherence to antiretroviral medication among people living with HIV (PLHIV) in the Airmadidi Primary Health Center area. A descriptive correlational study with a cross-sectional approach was conducted involving 38 participants selected through consecutive sampling. Self-esteem was measured using the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), while adherence was assessed using the Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). The results showed no significant relationship between self-esteem and medication adherence (p = 0.437; p > 0.05). These findings indicate that self-esteem was not associated with ART adherence. Patients are encouraged to maintain consistent adherence, and future studies should explore other factors influencing adherence, including social support, knowledge, and medication side effects. Keberhasilan terapi antiretroviral ditentukan oleh kepatuhan penderita dalam menjalani pengobatan secara tepat dan berkelanjutan, serta self-esteem yang merupakan penilaian individu terhadap kualitas dirinya sendiri yang diekspresikan dalam bentuk sikap sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan self-esteem dengan kepatuhan mengonsumsi obat antiretroviral pada orang dengan HIV di wilayah kerja Puskesmas Airmadidi. Jenis penelitian adalah deskriptif korelasi dengan 38 sampel yang diambil menggunakan teknik concecutive sampling, alat mengukur Self-esteem menggunakan kuesioner Rosenberg Self-esteem Scale sedangkan mengukur kepatuhan menggunakan Morisky Medication Adherence Scale-8. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara self-esteem dengan kepatuhan mengonsumsi obat antiretroviral pada orang dengan HIV dengan nilai p-value=0,437>0,05. Dengan demikian self-esteem tidak berhubungan dengan kepatuhan mengonsumsi antiretroviral. Direkomendasikan untuk responden tetap menjaga kepatuhan mengonsumsi obat antiretroviral secara teratur walaupun kondisi psikologis berbeda-beda, peneliti selanjutnya diharapkan mengeksplorasi faktor yang dapat berpengaruh pada kepatuhan seperti dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, tingkat pengetahuan dan efek samping obat.
Hubungan Stimulasi Orang Tua dengan Perkembangan Bahasa Anak Usia 1 Tahun di Desa Pinilih Kecamatan Dimembe Sendow, Kezia Syalom Christania; Gerungan, Nova
NUTRIX Vol 10 No 1 (2026): Volume 10, Issue 1, 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v10i1.1438

Abstract

To support language development in one year old children, stimulation from parents both visual and verbal is essential. This study aimed to determine the relationship between parental stimulation and language development in one-year-old children in Pinilih Village, Dimembe District. The research employed a quantitative method with a descriptive correlational approach. Sampling was conducted using the convenience sampling technique with a total of 60 respondents. The results showed that 54 parents (90.0%) provided good stimulation, and 59 children (98.3%) had age-appropriate language development. The Spearman correlation test revealed a p-value of 0.01 and r = 0.426, indicating a significant relationship between parental stimulation and language development among one-year-old children in Pinilih Village. The correlation strength was categorized as moderate with a positive direction, meaning that higher levels of parental stimulation were associated with better language development in children. Future researchers are recommended to include additional factors that may influence children’s language development, such as child and maternal characteristics, genetic factors, social environment, parental education, limited language exposure, and lack of parental support in providing stimulation. Untuk membantu perkembangan bahasa anak usia 1 tahun, maka dibutuhkan stimulasi dari orang tua yaitu stimulasi visual dan stimulasi verbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stimulasi orang tua terhadap perkembangan bahasa anak usia 1 tahun di desa Pinilih kecamatan Dimembe. Metode penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif korelasi, teknik pengambilan sampel yaitu Convenience Sampling dengan jumlah responden 60 orang. Hasil penelitian menunjukkan 54 orang tua (90,0%) memberikan stimulasi yang baik. Sementara itu, sebanyak 59 anak (98,3%) memiliki perkembangan bahasa yang sesuai dengan usianya. Hasil uji korelasi menggunakan spearman correlation diperoleh nilai p value = 0,01 dan r = 0,426. Hasil ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara stimulasi orang tua terhadap perkembangan bahasa anak usia 1 tahun di Desa Pinilih Kecamatan Dimembe. Kekuatan hubungan berada pada kategori sedang dengan arah korelasi positif, yang berarti semakin baik stimulasi yang diberikan oleh orang tua, maka semakin baik pula perkembangan bahasa anak. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya dapat menambahkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi perkembangan bahasa anak, seperti faktor karakteristik anak dan karakteristik ibu, faktor genetik, lingkungan sosial, pendidikan orang tua, keterbatasan rangsangan bahasa dan kurangnya dukungan orang tua dalam menstimulasi anak.
Whatsapp-Based Supervision by Ward Head Nurses to Improve Compliance With Standard Precautions: A Quasi-Experimental Study Supit, Deetje Sientje; Bawaeda, Olivia; Mandagi, Autry Alvian
NUTRIX Vol 10 No 1 (2026): Volume 10, Issue 1, 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v10i1.1448

Abstract

Standard precautions are crucial for preventing nosocomial infections, but nurse compliance remains suboptimal. This study aimed to evaluate the effectiveness of WhatsApp-based monitoring in improving nurse compliance. A quasi-experimental design with a control group involved 30 nurses in the inpatient ward of a hospital in Tomohon (2025), divided into an intervention (n=15) and a control (n=15) group. The four-week intervention included daily reminders, educational materials, discussions, and feedback via WhatsApp, while the control group received standard briefings. Compliance was measured through observation using WHO and CDC checklists and analyzed using a t-test (p < 0.05). Results showed no initial differences between the groups, but significant improvements in both groups after the intervention (p < 0.001), with better outcomes in the intervention group (p = 0.04). The intervention was deemed beneficial by participants and demonstrated that WhatsApp is effective as a simple and cost-effective monitoring medium. Integration of this approach is recommended to improve patient safety and prevent infections in healthcare facilities. Kewaspadaan standar penting dalam mencegah infeksi nosokomial, namun kepatuhan perawat masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pengawasan berbasis WhatsApp dalam meningkatkan kepatuhan perawat. Desain quasi-eksperimental dengan kelompok kontrol melibatkan 30 perawat di ruang rawat inap rumah sakit di Tomohon (2025), yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n=15) dan kontrol (n=15). Intervensi selama empat minggu mencakup pengingat harian, materi edukasi, diskusi, dan umpan balik melalui WhatsApp, sedangkan kelompok kontrol menerima briefing standar. Kepatuhan diukur melalui observasi menggunakan checklist WHO dan CDC, serta dianalisis dengan uji t (p < 0,05). Hasil menunjukkan tidak ada perbedaan awal antara kelompok, namun terjadi peningkatan signifikan pada keduanya setelah intervensi (p < 0,001), dengan hasil lebih baik pada kelompok intervensi (p = 0,04). Intervensi ini dinilai bermanfaat oleh peserta dan menunjukkan bahwa WhatsApp efektif sebagai media pengawasan yang sederhana dan hemat biaya. Integrasi pendekatan ini direkomendasikan untuk meningkatkan keselamatan pasien dan mencegah infeksi di fasilitas kesehatan.
Hubungan Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi dengan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Sugianto, Noormalita Dewi Riana Sari; Isnaini, Nur; Muzaenah, Tina
NUTRIX Vol 10 No 1 (2026): Volume 10, Issue 1, 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v10i1.1452

Abstract

Hypertension remains a major contributor to illness and death worldwide, and the limited success in achieving optimal blood pressure control is closely linked to patients’ inconsistent use of prescribed medications. This study seeks to explore the association between adherence to antihypertensive therapy and blood pressure outcomes among individuals diagnosed with hypertension at the Pekuncen I Community Health Centre in Banyumas Regency. Employing an analytical case-control observational design, the research involved 88 Prolanis participants whose adherence levels were evaluated using the MMAS-8 instrument, while blood pressure categories were determined based on JNC VIII criteria. Participants were selected through purposive sampling, and the relationship between variables was examined using the Chi-Square test to ensure statistical rigor. Findings revealed that 65.91% of respondents demonstrated adequate adherence, whereas 64.77% successfully maintained controlled blood pressure levels, highlighting a significant statistical association between adherence and blood pressure regulation (p = 0.000). Furthermore, individuals categorized as nonadherent exhibited a substantially higher likelihood 31 times greater of experiencing uncontrolled blood pressure (OR = 31, 95% CI: 4.508–213.168), underscoring the clinical importance of medication compliance. Overall, the study emphasizes that consistent adherence to antihypertensive therapy is a critical determinant of successful hypertension management and should be strengthened through targeted education, continuous monitoring, and supportive interventions from healthcare professionals. Hipertensi merupakan salah satu kontributor terbesar terhadap angka kesakitan dan kematian di seluruh dunia, di mana rendahnya tingkat pengendalian penyakit ini kerap berkaitan dengan masalah ketidakpatuhan dalam mengonsumsi obat. Penelitian ini berupaya menggambarkan keterkaitan antara kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dan kondisi tekanan darah pada penderita hipertensi yang terdaftar di Puskesmas Pekuncen I Kabupaten Banyumas. Desain yang digunakan yaitu observasional analitik tipe Case-control pada 88 peserta Prolanis, tingkat kepatuhan dievaluasi melalui instrumen MMAS-8, sedangkan status tekanan darah ditentukan berdasarkan kriteria JNC VIII. Proses pemilihan responden dilakukan melalui teknik purposive sampling, dan analisis hubungan variabel menggunakan uji Chi-Square. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa 65,91% peserta menunjukkan kepatuhan yang baik, sementara 64,77% berhasil mempertahankan tekanan darah dalam kategori terkontrol. Analisis lebih lanjut mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara kepatuhan dan kontrol tekanan darah (p-value = 0,000), bahkan menunjukkan bahwa individu yang tidak patuh memiliki kemungkinan hingga 31 kali lebih besar untuk mengalami tekanan darah tidak terkontrol (OR = 31, 95% CI: 4,508-213,168). Secara keseluruhan, hasil ini menegaskan bahwa kepatuhan minum obat menjadi elemen kunci dalam keberhasilan pengelolaan hipertensi, sehingga memerlukan peningkatan melalui edukasi berkelanjutan dan dukungan aktif dari tenaga kesehatan.
Play-Based Emotional Training and Engagement for Normalizing Distress (Pretend) in Preschool Children at Provincial General Hospital of North Sulawesi Molintao, Winarsi Pricilya; Legi, Julita Roslia; Baithesda
NUTRIX Vol 10 No 1 (2026): Volume 10, Issue 1, 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v10i1.1464

Abstract

Hospitalization can trigger emotional distress in preschool children due to separation, unfamiliar surroundings, and invasive procedures. This study aimed to determine the effectiveness of Play-Based Emotional Training and Engagement for Normalizing Distress (PRETEND) in reducing emotional distress. A quasi-experimental design with a pretest-posttest control group involved 44 children aged 3–5 years at the North Sulawesi Provincial Hospital (2025), divided into intervention (n=22) and control (n=22) groups. Distress was measured using the OSBD-R, as well as questionnaires on child involvement, parental satisfaction, and perceived benefits. The results showed a significant decrease in distress scores in the intervention group from 6.77 ± 1.27 to 0.45 ± 0.67, while the control group remained high (5.36 ± 1.56). Child involvement was classified as moderate–high, parental satisfaction was very high, and program perceptions were very positive. It was concluded that PRETEND was effective in reducing emotional distress and increasing parental involvement and satisfaction. This intervention is recommended as part of child closure practice, with further research to assess long-term effects. Hospitalisasi dapat memicu distress emosional pada anak pra-sekolah akibat perpisahan, lingkungan asing, dan tindakan invasif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas Play-Based Emotional Training and Engagement for Normalizing Distress (PRETEND) dalam menurunkan distress emosional. Desain quasi-eksperimen dengan pretest-posttest kelompok kontrol melibatkan 44 anak usia 3–5 tahun di RSUD Provinsi Sulawesi Utara (2025), yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n=22) dan kontrol (n=22). Distress diukur menggunakan OSBD-R, serta kuesioner keterlibatan anak, kepuasan orang tua, dan persepsi manfaat. Hasil menunjukkan penurunan signifikan skor distress pada kelompok intervensi dari 6,77 ± 1,27 menjadi 0,45 ± 0,67, sementara kelompok kontrol tetap tinggi (5,36 ± 1,56). Keterlibatan anak tergolong sedang–tinggi, kepuasan orang tua sangat tinggi, dan persepsi program sangat positif. Disimpulkan bahwa PRETEND efektif menurunkan distress emosional dan meningkatkan keterlibatan serta kepuasan orang tua. Intervensi ini direkomendasikan sebagai bagian praktik keperawatan anak, dengan penelitian lanjutan untuk menilai efek jangka panjang.
Correlation Between Body Mass Index, Blood Pressure, Uric Acid, Total Cholesterol Levels and Age Siagian, Ernawaty
NUTRIX Vol 10 No 1 (2026): Volume 10, Issue 1, 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v10i1.1474

Abstract

Obesity increases blood pressure, thereby increasing the risk of heart disease and is recognized as a major factor in the development of hypercholesterolemia and increased uric acid levels. This study aimed to evaluate the relationship between Body Mass Index (BMI), serum uric acid levels, total cholesterol, systolic and diastolic blood pressure, and age. Using a purposive sampling method, 49 respondents participated in a descriptive correlation study. Blood sample analysis was performed to determine total cholesterol and uric acid levels, as well as blood pressure and body mass index (BMI) measurements. Univariate and bivariate analyses based on correlation tests were part of the analytical strategy. A significant relationship of 0.014 < 0.05 between gender and cholesterol was observed. Age and systolic blood pressure variables were statistically significant (p < 0.05). The statistical significance of systolic and diastolic blood pressure was determined at 0.000 < 0.05. With a significance value of 0.006 < 0.05, there was a statistically significant relationship between diastolic blood pressure and body mass index. The statistical significance of uric acid and age was found to be 0.040 < 0.05. Managing lifestyle and maintaining a healthy weight are crucial in preventing hyperuricemia, high blood pressure, and lipid abnormalities. Obesitas meningkatkan tekanan darah sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan diakui sebagai faktor utama dalam perkembangan hiperkolesterolemia dan peningkatan kadar asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT), kadar asam urat serum, kolesterol total, tekanan darah sistolik dan diastolik, serta usia. Dengan menggunakan metode sampling purposif, 49 responden berpartisipasi dalam studi korelasi deskriptif. Analisis sampel darah dilakukan untuk menentukan kadar kolesterol total dan asam urat, serta pengukuran tekanan darah dan indeks massa tubuh (IMT). Analisis univariat dan bivariat berdasarkan uji korelasi menjadi bagian dari strategi analitis. Hubungan yang signifikan sebesar 0,014 < 0,05 antara jenis kelamin dan kolesterol diamati. Variabel usia dan tekanan darah sistolik terbukti secara statistik signifikan (p < 0,05). Signifikansi statistik tekanan darah sistolik dan diastolik ditentukan sebesar 0,000 < 0,05. Dengan nilai signifikansi 0,006 < 0,05, terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara tekanan darah diastolik dan indeks massa tubuh. Signifikansi statistik asam urat dan usia ditemukan sebesar 0,040 < 0,05. Mengelola gaya hidup dan menjaga berat badan yang sehat sangat penting dalam mencegah hiperurisemia, tekanan darah tinggi, dan kelainan lipid.
Karakteristik Bio Impedence Analysis Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Thaher, M. Iman Tarmizi; Putri, Catherine Dwi Augusthi; Laeto, Arwan Bin
NUTRIX Vol 10 No 1 (2026): Volume 10, Issue 1, 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v10i1.1478

Abstract

Technological developments have led to an increase in sedentary lifestyles and unhealthy eating habits, which can affect physical fitness and potentially disrupt students' health. This study aimed to assess the bioimpedance analysis characteristics of new students at the Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya. The method used was a descriptive observational approach with a quantitative design, involving 74 active students from the Faculty of Medicine. Research data were collected using electronic forms and a bioimpedance analyzer, then entered into Ms. Excel and analyzed for characteristics using SPSS. The results showed that the mean body mass index, calorie requirements, visceral fat, body age, and muscle mass were higher in male students, while the average elements of total fat and subcutaneous fat were higher in female students. As many as 26.9% of male students are classified as obese, and 23.1% have high visceral fat. As many as 42.3% of female students are classified as having very high total fat. Approximately 23.1% of male students have a high muscle mass. In conclusion, male and female students show varied bioimpedance analysis characteristics due to various influencing factors. This study highlights important notes to consider in maintaining students' physical fitness to prevent degenerative diseases. Perkembangan teknologi menimbulkan peningkatan gaya hidup sedentari dan pola makan tidak sehat, yang dapat mempengaruhi kebugaran tubuh dan berpotensi mengganggu kesehatan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menilai karakteristik Bio Impedance Analysis mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif observasional dengan desain kuantitatif, yang diikuti oleh mahasiswa aktif Fakultas Kedokteran sebanyak 74 mahasiswa. Data penelitian dikumpulkan menggunakan formulir elektronik dan alat Bio Impedance Analyzer, lalu data dimasukkan ke dalam aplikasi Microsoft Excel dan dianalisis karakteristiknya menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan rerata elemen indeks massa tubuh, kebutuhan kalori, lemak viseral, usia tubuh dan massa otot lebih dominan pada mahasiswa laki-laki. Sedangkan rerata elemen lemak total dan lemak kulit lebih tinggi pada kelompok mahasiswa perempuan. Sebanyak 26,9% mahasiswa laki-laki memiliki status obesitas dan sebanyak 23,1% tergolong memiliki lemak viseral yang tinggi. Sebanyak 42,3% mahasiswa perempuan tergolong memiliki lemak total yang sangat tinggi. Sebanyak 23,1% mahasiswa laki-laki memiliki massa otot yang tergolong tinggi. Kesimpulannya, mahasiswa laki-laki dan perempuan menunjukkan karakteristik Bio Impedance Analysis yang bervariasi akibat berbagai faktor yang mempengaruhinya. Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan kepada mahasiswa untuk memonitor komposisi tubuh guna mencegah penyakit-penyakit degeneratif.