cover
Contact Name
Kencana Verawati
Contact Email
kencanaverawati@unj.ac.id
Phone
+6285273777599
Journal Mail Official
jurnallogistik@unj.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Jakarta Gedung L5 Lantai 2 Kampus A UNJ Jl Rawamangun Muka Jakarta Timur 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Logistik
ISSN : 20855141     EISSN : 27459624     DOI : -
Land Transport Management Port Transport Management Railway Transport Management Multimodal Transport Management Logistics Management Supply Chain Management Safety and Environmental of Transport
Articles 190 Documents
ANALISIS PERHITUNGAN TARIF BIAYA PELABUHAN KAPAL NASIONAL DAN KAPAL ASING DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK Vivian Karim Ladesi; ANINDIYA FITRIANA
LOGISTIK Vol 13 No 2 (2020): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v13i2.18122

Abstract

The selection of this Final Project aims to analyze the calculation of the cost tariff for the port of national ships and foreign ships at the Port of Tanjung Priok and the factors that influence the comparison of the port cost rates for national ships and foreign ships to be used as an evaluation material for the port and determine the port rates so that service services to be more efficient and economical. The method used in the preparation of this final project is the literature method, interview study and field observation study. The tariff for port services must have a balance between the amount of the tariff and the level of service received by service users, including safety, security, smoothness and comfort. In encouraging the investment climate and creating efficient and competitive port service tariffs, it is necessary to rearrange the types of structures, categories and mechanisms for determining port service tariffs. One of the factors causing the comparison of port cost rates which causes foreign ship port rates to be higher is the service factor because services at the port are not efficient so that to get customer satisfaction / port service users still charge a higher tariff for each activity. The selection of this Final Project aims to analyze the calculation of the cost tariff for the port of national ships and foreign ships at the Port of Tanjung Priok and the factors that influence the comparison of the port cost rates for national ships and foreign ships to be used as an evaluation material for the port and determine the port rates so that service services to be more efficient and economical. The method used in the preparation of this final project is the literature method, interview study and field observation study. The tariff for port services must have a balance between the amount of the tariff and the level of service received by service users, including safety, security, smoothness and comfort. In encouraging the investment climate and creating efficient and competitive port service tariffs, it is necessary to rearrange the types of structures, categories and mechanisms for determining port service tariffs. One of the factors causing the comparison of port cost rates which causes foreign ship port rates to be higher is the service factor because services at the port are not efficient so that to get customer satisfaction / port service users still charge a higher tariff for each activity.
ANALISIS PRODUKTIVITAS WAKTU BONGKAR STEEL PRODUCT ANTARA SHIP CRANE DAN GANTRY LIFTING CRANE (GLC) PADA MV. VTC PHOENIX (PT. DAISY MUTIARA SAMUDRA) Ali Afriyanto; Vivian Karim Ladesi
LOGISTIK Vol 13 No 2 (2020): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v13i2.18125

Abstract

Laporan tugas akhir tersebut bertujuan untuk menganalisis produktivitas waktu bongkar steel product antara ship crane dan gantry lifting crane (GLC) pada mv. vtc phoenix (PT. Daisy Mutiara Samudra) yang lebih efektif diantara kedua alat tersebut. Sekaligus sebagai persyaratan kelulusan dari program studi Diploma III Transportasi Universitas Negeri Jakarta. Dalam penyusunan tugas laporan akhir ini dengan mengumpulkan data dalam bentuk primer dan sekunder. Data primer berupa wawancara serta observasi obyek ship crane dan gantry lifting crane. Data sekunder berupa data rekap manifest dan standar operasional prosedur. Waktu yang dibutuhkan untuk membongkar coils menggunakan GLC yaitu 8 jam 23 menit dan waktu yang dibutuhkan untuk membongkar coils menggunakan ship crane yaitu 10 jam. Dapat disimpulakan bahwa alat yang paling efektif dalam bongkar coils ialah GLC, karena mempunyai kapasitas angkut yang besar.
IMPLEMENTASI KENAIKAN TARIF PROGRESIF PADA PETIKEMAS IMPOR DALAM UPAYA MENEKAN DWELLING TIME DI TERMINAL PETIKEMAS KOJA Alisa Yuki Azizah; Kencana Verawati
LOGISTIK Vol 13 No 2 (2020): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v13i2.18132

Abstract

Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui besaran rata-rata dwelling time di Terminal Petikemas Koja dari sebelum kenaikan tarif progresif dan sesudah dilakukannya kenaikan tarif progresif. Kegiatan penelitian tugas akhir ini dilakukan selama melaksanakan Praktik Kerja Lapangan di Terminal Petikemas Koja yang merupakan sebuah perusahaan dibidang jasa pelayanan bongkar muat petikemas. Perhitungan rata-rata dwelling time dalam penelitian ini tidak memasukkan data petikemas yang dipindahkan ke tempat penimbunan lain (overbrengen). Tingginya dwelling time menjadikan pelabuhan tidak sesuai dengan fungsinya. Dwelling time terdiri dari tiga komponen, yaitu pre-clearance, customs clearance, dan post-clearance. Salah satu faktor yang mempengaruhi dwelling time berada pada importir karena dwelling time cenderung diatur oleh pengirim barang dalam mengeluarkan barangnya dari pelabuhan. Sehingga kualitas layanan bukan menjadi satu-satunya faktor yang mempengaruhi dwelling time, tetapi biaya penyimpanan barang dipelabuhan juga ikut berkontribusi. Kenaikan tarif progresif ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi pelabuhan sebagai gerbang lalu lintas barang, bukan sebagai penyimpanan petikemas karena bisnis utama pelabuhan adalah mempercepat proses pelayanan bongkar muat. Kebijakan tersebut diharapkan juga dapat memberikan efek jera bagi pemilik barang impor untuk segera mengeluarkan barangnya dari kawasan lini satu pelabuhan.
KOMPARASI RECEIVING TIME PADA SAAT MENGGUNAKAN AUTOMATIC GATE SYSTEM DENGAN SISTEM MANUAL DI PT.MUSTIKA ALAM LESTARI (Time New Roman, 16pt) Alditya Nur Cahyo Padlan; Tri Mulyono
LOGISTIK Vol 13 No 2 (2020): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v13i2.18133

Abstract

Manual dengan Automatic Gate System dalam kegiatan kelancaran receiving yang dilakukan PT. Mustika Alam Lestari, agar dalam menangani kegiatan receiving dapat mengetahui permasalahan apa saja yang terjadi. Sehingga pelayanan yang diberikan lebih optimal. Metode yang digunakan dalam penyusunan tugas akhir ini adalah studi Wawancara, dan studi Observasi Lapangan.Kecepatan dari proses keluar masuknya barang dalam kegiatan receiving salah satu faktor penting demi menunjang kelancaran perpindahan barang dari satu tempat ketempat tujuan. Untuk itu PT.Mustika Alam Lestari harus ikut berperan dalam menanggulangi permasalahan yang ada gar terciptanya kelancaran. Kegiatan Penelitian tugas akhir ini dilakukan selama penulis melakukan kegiatan Praktik Kerja Lapangan di PT. Mustika Alam Lestari yang merupakan perusahaan dibidang jasa bongkar muat petikemas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja perbandingan antara Sistem Manual dengan Automatic Gate System yang mempengaruhi proses kegiatan receiving dan apa saja hambatan-hambatan yang terdapat di lapangan penumpukan. Manual dengan Automatic Gate System dalam kegiatan kelancaran receiving yang dilakukan PT. Mustika Alam Lestari, agar dalam menangani kegiatan receiving dapat mengetahui permasalahan apa saja yang terjadi. Sehingga pelayanan yang diberikan lebih optimal. Metode yang digunakan dalam penyusunan tugas akhir ini adalah studi Wawancara, dan studi Observasi Lapangan.Kecepatan dari proses keluar masuknya barang dalam kegiatan receiving salah satu faktor penting demi menunjang kelancaran perpindahan barang dari satu tempat ketempat tujuan. Untuk itu PT.Mustika Alam Lestari harus ikut berperan dalam menanggulangi permasalahan yang ada gar terciptanya kelancaran. Kegiatan Penelitian tugas akhir ini dilakukan selama penulis melakukan kegiatan Praktik Kerja Lapangan di PT. Mustika Alam Lestari yang merupakan perusahaan dibidang jasa bongkar muat petikemas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja perbandingan antara Sistem Manual dengan Automatic Gate System yang mempengaruhi proses kegiatan receiving dan apa saja hambatan-hambatan yang terdapat di lapangan penumpukan.
PENANGANAN PENUMPUKAN PETI KEMAS IMPOR DAN PENGARUH TERHADAP YARD OCCUPANCY RATIO (YOR) IMPOR PADA TERMINAL PETIKEMAS KOJA, TANJUNG PRIOK. Destara Ratria Erni Andara; Tri Mulyono
LOGISTIK Vol 13 No 2 (2020): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v13i2.18134

Abstract

Kapasitas lapangan penumpukan salah satu faktor penting demi menunjang kelancaran penumpukan petikemas ekspor di lapangan impor yang disebabkan oleh tingginya YOR di lapangan ekspor. Untuk itu Terminal Petikemas Koja harus ikut berperan dalam menanggulangi permasalahan yang ada agar terciptanya kelancaran. Sebelum pelaksanaan kegiatan impor dilakukan, pihak perusahaan mempersiapkan lapangan penumpukannya yang terdiri dari: perencanaan dermaga, perencanaan bongkar petikemas dan perencanaan lapangan penumpukan. Dimana pada saat pelaksanaan, faktor yang sering menjadi hambatan dalam menangani petikemas impor yaitu, minimnya kegiatan overbrengen oleh pengelola perusahaan, barang yang terkena larangan impor dari instansi terkait serta proses delivery yang tidak bisa di ukur dalam pengambilan petikemasnya oleh pemilik barang. Hasil analisa dari Daily Report dan YOR harian pada bulan Desember 2019 dapat disimpulkan bahwa petikemas yang ditumpuk melebihi kapasitas yang ditentukan dan dapat dikatakan tidak optimal dalam memberikan pelayanan penanganan petikemas impor di TPK Koja. Adapun saran yaitu, mengatur jadwal kedatangan kapal tujuan yang akan sandar di TPK Koja, Perusahaan harus memberikan biaya penumpukan yang tinggi agar proses pengeluaran petikemas impor dari terminal semakin lancar dan akan menjadi optimal, diperlukan adanya penambahan kuota penumpukan untuk petikemas impor dengan menyewa lahan penumpukan kepada perusahaan lain.
EFEKTIVITAS RELOKASI PINTU MASUK CONTRAFLOW TOL DALAM KOTA DI SIMPANG SUSUN CAWANG Hendri Dunant; Arrifa Nur Salma
LOGISTIK Vol 14 No 1 (2021): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v14i1.20496

Abstract

Tingkat efektivitas penerapan sistem contraflow dalam mengurai kepadatan lalu lintas di ruas tol dalam kota dengan merelokasi titik awal contraflow yang sebelumnya berada di Km 1+700 Cawang akan berpindah ke Km 0+200 Halim dengan mengutamakan pengguna jalan tol yang berasal dari ruas tol Cikampek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penulis menggunakan metode deskriptif kuantitatif yaitu mengkaji data dokumen berupa data primer dan data sekunder seperti Standar Operasional Prosedur (SOP), data kondisi lalu lintas volume lalu lintas dan kecepatan lalu lintas pada penerapan relokasi sistem contraflow di ruas tol dalam kota Cawang –Semanggi. Berdasarkan hasil analisa yang didapat penyebab nya adalah banyak sekali kendaraan yang crossing memaksa masuk di titik awal contraflow di Km 1+700 Cawang. Terutama lalu lintas dari arah Jalan Tol Jagorawi, dikarenakan crossing memicu terjadinya konflik yang mengakibatkan gangguan lalu lintas dan dapat membahayakan pengguna jalan. Berdasarkan hasil tersebut maka perlu dilakukan relokasi titik awal atau pintu masuk contraflow sebagai upaya meminimalisir tingkat kepadatan yang terjadi di ruas tol dalam kota agar menciptakan kenyamanan dan transportasi yang lebih baik dalam mewujudkan kesejahteraan logistik.
OPTIMALISASI PROSES CARGODORING PADA TERMINAL PETI KEMAS BANJARMASIN Vivian Karim Ladesi; Salman Ridho
LOGISTIK Vol 14 No 1 (2021): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v14i1.20497

Abstract

Transportasi merupakan moda sebagai means bagi manusia atau individu untuk mencapai tujuan, satu titik menuju satu titik tujuan lainnya. Indonesia merupakan negara kepulauan maka transportasi bermain peran penting bagi kelangsungan hidup serta bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pelabuhan yang baik menurut Undang Undang kepelabuhanan nomor 17, tahun 2008, dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi. Kegiatan pada pelabuhan berupa perpindahan kargo Cargodoring, yaitu proses pergerakan barang dari gudang atau lapangan penumpukan ke dermaga atau apron yang di bawa oleh alat bantu angkut. Pengamatan hanya mencakup beberapa aspek salah satunya pada Waktu putar head truck yang lama selama proses cargodoring. Terminal Peti kemas Banjarmasin, PT Pelindo III Persero, cabang Kalimantan Selatan, dapat ditemukan permasalahan lambatnya turn-around-time head truck atau kegiatan cargodoring yang mengakibatkan keterlambatan pada waktu keberangkatan atau departure kapal. Untuk mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan head truck untuk melakukan cargodoring. Penuilis melakukan Pengamatan langsung secara terlibat. Dengan melakukan perbaikan pada lintasan didalam pelabuhan untuk dapat mendukung peningkatan kecepatan pada chassis dan juga gerak pada alat angkat pada lapangan penumpukan atau container yard, yang dapat menghasilkan produktivitas yang lebih baik pada kegiatan bongkar dan muat.
PENGARUH PANDEMIK COVID-19 TERHADAP GERAKAN TRANSPORTASI DI JABODETABEK Sylvira Ananda Azwar; Yusuf Abdurrohman
LOGISTIK Vol 14 No 1 (2021): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v14i1.20498

Abstract

The research method used is by distributing questionnaires to respondents who are Jabodetabek people. The analyzes carried out were analysis of travel destinations, analysis of origin and destination areas, and analysis of modal choices during the Covid-19 pandemic to large-scale social restrictions (PSBB). The results of distributing questionnaires with 150 respondents stated that there was a decrease in movement in Jabodetabek by a percentage of 38%. The decrease occurred in 36% of recreational trips, 34% of education, 28% of work and 23% of social activities. The rate of increase in private vehicles is 25%. From these results it can be stated that the Covid-19 pandemic has an influence on the movement of people and transportation in Jabodetabek. Some suggestions in this regard are increasing travel supervision and tightening health protocols in each mode, as well as improving services on public transportation when trips have returned to normal by adding schedules and fleets to public transportation to reduce congestion so as to maintain health protocols in public transport.
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN PEKERJA PT. DAISY MUTIARA SAMUDRA DI DERMAGA 101 DENGAN MENGGUNAKAN METODE HIRARC Kencana Verawati; Nurul Falah
LOGISTIK Vol 14 No 1 (2021): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v14i1.20499

Abstract

Analysis of the safety risks of PT. Daisy Mutiara Samudra at Dermaga 101 using the HIRARC method, HIRARC is a tool or method for identifying, assessing and controlling hazards based on activities in each workplace. The results of hazard identification carried out in 3 places on the pier 101 - 102, there are 14 hazards related to safety workers. From the results of identification of the hazard factors, there are 3 factors, namely food factors, facilities factors, human factors. Based on the results of the risk assessment, it is known that the highest percentage of risk level at wharf 101 is moderate risk, which is 58%. So that the recommendation given by the author to overcome these risks is the addition of facilities and improvement of the worker management system.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN DALAM PENERAPAN SISTEM BOARDING PASS DI GATE KEBERANGKATAN TERMINAL TERPADU PULO GEBAN SITI SAHARA; Delvia Yuliana
LOGISTIK Vol 14 No 1 (2021): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v14i1.20507

Abstract

The Pulo Gebang Integrated Terminal is the first type A passenger terminal in Indonesia to implement a boarding pass system. The boarding pass system in December 2019- January 2020 is in the trial phase, but in February-March 2020 this system has been implemented 100%. The purpose of this study is to determine whether the passengers are satisfied in using the boarding pass system at the Departure Gate of the Pulo Gebang Integrated Terminal. The research method was carried out by distributing questionnaires to passengers at the Pulo Gebang Integrated Terminal and conducting a few mini interviews with the passengers. This type of research used in this research is quantitative research. In distributing the questionnaire, a purposive sampling. The results of the study were the level of satisfaction with the officers was 82.6%, the level of satisfaction with the terminal facilities was 82.4%, the level of satisfaction with the accessibility was 84.3%, the level of satisfaction with security and comfort was 96%, and the level of satisfaction with the tariffs by 81.8%.

Page 10 of 19 | Total Record : 190