cover
Contact Name
Kencana Verawati
Contact Email
kencanaverawati@unj.ac.id
Phone
+6285273777599
Journal Mail Official
jurnallogistik@unj.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Jakarta Gedung L5 Lantai 2 Kampus A UNJ Jl Rawamangun Muka Jakarta Timur 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Logistik
ISSN : 20855141     EISSN : 27459624     DOI : -
Land Transport Management Port Transport Management Railway Transport Management Multimodal Transport Management Logistics Management Supply Chain Management Safety and Environmental of Transport
Articles 213 Documents
ANALISIS SOLUSI MASALAH CCH (CUSTOMER COMPLAINT HANDLING) PADA KANTOR POS KCU KENDARI 93000 Suryadi; Dani Leonidas Sumarna; Febriani Sulistiyaningsih
LOGISTIK Vol. 19 No. 01 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i01.70190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab utama pengaduan pelanggan pada PT Pos Indonesia KCU Kendari 93000 serta menyusun rancangan usulan perbaikan berbasis Plan–Do–Check–Act (PDCA). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode studi kasus yang mengintegrasikan analisis kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui sensus data operasional Customer Complaint Handling (CCH) dan volume incoming periode Januari–Mei tahun 2024–2026, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan telaah dokumen. Analisis dilakukan menggunakan complaint rate, analisis tren, Diagram Pareto, Fishbone Diagram, dan metode 5 Whys. Hasil penelitian menunjukkan bahwa complaint rate meningkat dari 43,24 menjadi 145,41 pengaduan per 10.000 kiriman pada periode Januari–Mei 2024–2026. Analisis Pareto mengidentifikasi empat kategori pengaduan prioritas, yaitu keterlambatan (28,32%), pengembalian/retur (27,96%), belum terima (antar ulang) (21,01%), dan permintaan berita acara (10,37%), yang secara kumulatif mencakup 87,66% dari seluruh pengaduan. Analisis Fishbone dan metode 5 Whys menunjukkan bahwa penyebab utama berkaitan dengan aspek sumber daya manusia, metode kerja, sistem informasi, kualitas data pengiriman, dan lingkungan operasional. Berdasarkan temuan tersebut disusun rancangan usulan perbaikan berbasis PDCA yang dipadukan dengan pendekatan Customer Centric dan budaya AKHLAK sebagai kerangka peningkatan kualitas penanganan pengaduan pelanggan. Penelitian ini terbatas pada satu Kantor Cabang Utama PT Pos Indonesia dan belum mencakup implementasi maupun evaluasi efektivitas rancangan perbaikan.
MEMBANGUN EFISIENSI OPERASIONAL BERBASIS KEBERLANJUTAN DAN TEKNOLOGI: ANALISIS SEM TERHADAP KAPABILITAS LOGISTIK BALIK PADA RANTAI PASOK RITEL MODERN Alicya Rosa Kumalaratri; Annisa Rizki Ramadhani; Narendra Fachrul Fani; Nabila Firdaus; Evi Yuliawati
LOGISTIK Vol. 19 No. 02 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i02.58355

Abstract

Dalam era transformasi digital dan meningkatnya tuntutan terhadap keberlanjutan, perusahaan ritel modern seperti Ritel X, menghadapi tantangan untuk menjalankan operasi logistik yang tidak hanya efisien, tetapi juga ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara praktik Green Purchasing, pendekatan Eco-Design, kualitas hubungan dengan pemasok (Supplier Relationship Quality), dan pemanfaatan teknologi informasi rantai pasok (Supply Chain Information Technology) terhadap efisiensi operasional perusahaan, dengan kapabilitas logistik balik (Reverse Logistics Capability) sebagai variabel mediasi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) yang dikembangkan melalui perangkat lunak AMOS. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner tertutup berbasis skala Likert (1–5) kepada 125 responden internal Ritel X, dengan total 24 indikator dan masing-masing berasal dari empat indikator pengukuran yang ditetapkan sesuai aspek strategis, teknis, serta operasional dalam sistem logistik perusahaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh variabel eksogen secara signifikan mempengaruhi efisiensi operasional, baik secara langsung maupun melalui peran mediasi dari kapabilitas logistik balik. Dapat disimpulkan bahwa integrasi antara strategi keberlanjutan dan digitalisasi proses logistik berkontribusi positif dalam membentuk rantai pasok yang tangguh dan efisien. Observasi ini memberikan dasar bagi manajemen ritel untuk mengembangkan kebijakan berbasis kolaborasi dengan pemasok, optimalisasi sistem informasi, dan penguatan prosedur logistik balik guna menghadapi tantangan operasional di masa mendatang.
PERANCANGAN RUTE PENDISTRIBUSIAN PROGRAM BANTUAN PEMERINTAH BERUPA MAKANAN BERGIZI GRATIS (MBG) DI KECAMATAN KESAMBI KOTA CIREBON, JAWA BARAT Novita Ramadhan Putri; Anggi Widya Purnama; Nurlaela Kumala Dewi
LOGISTIK Vol. 19 No. 02 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i02.66359

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan status gizi masyarakat melalui penyediaan makanan bergizi secara rutin. Pelaksanaan program ini memerlukan sistem distribusi yang mampu memenuhi kebutuhan penerima dengan mempertimbangkan kapasitas kendaraan dan batas waktu pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang rute pendistribusian bantuan makanan bergizi dengan mempertimbangkan armada heterogen dan batasan waktu. Studi kasus dilakukan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Pendidikan Delta dan SPPG Yayasan Miftahul Ulum di Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model HVRPTW yang diselesaikan menggunakan Google OR-Tools berbasis Python. Model mempertimbangkan parameter koordinat, jumlah permintaan, kapasitas armada, jendela waktu, jarak tempuh dan biaya operasional kendaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada SPPG Yayasan Pendidikan Delta, rute usulan mengurangi total jarak tempuh sebesar 11,8%, waktu operasi selama 22 menit, dan biaya operasional harian sebesar 0,2%. Pada SPPG Yayasan Miftahul Ulum, total jarak tempuh berkurang sebesar 5,5%, waktu operasi selama 10 menit, dan biaya operasional harian sebesar 0,2%. Kepatuhan terhadap time window meningkat menjadi 100% pada kedua SPPG, dari 98% pada rute eksisting Delta dan 90% pada rute eksisting Miftahul Ulum. Rute usulan juga menghilangkan pelanggaran time window pada kedua SPPG serta kelebihan muatan yang ditemukan pada rute eksisting Miftahul Ulum. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan HVRPTW dapat mendukung perancangan rute distribusi MBG yang lebih efisien dengan tetap memperhatikan kapasitas kendaraan dan ketepatan waktu pelayanan.
PERANCANGAN ULANG BPR PADA PROYEK LOGISTIK PERBAIKAN KAPAL DI LINGKUNGAN PELABUHAN Arif Nuryono; Widya Spalanzani; Jarot Usman Sahadat
LOGISTIK Vol. 19 No. 02 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i02.66599

Abstract

Industri galangan kapal dituntut menyelesaikan proyek perbaikan secara tepat waktu dan efisien karena berkaitan dengan keselamatan operasional dan kepuasan pelanggan. Namun, salah satu peusahaan perbaikan kapal di lingkungan Pelabuhan masih mengalami keterlambatan, di mana proyek yang direncanakan 10 hari terealisasi 15 hari (terlambat 5 hari atau 50%). Keterlambatan terutama terjadi pada pekerjaan konstruksi, outfitting, serta mekanikal seperti baling-baling dan sistem kemudi. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab keterlambatan dan merancang perbaikan proses bisnis perbaikan kapal di lingkungan Pelabuhan pada pengelolaan proyek logistic. Metode yang digunakan berupa Business Process Re-engineering (BPR) dengan jenis kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, analisis pemodelan proses bisnis As-Is dan To-Be. Hasil penelitian ini menunjukkan keterlambatan disebabkan alur kerja belum terintegrasi, koordinasi kurang optimal, keterlambatan material, serta lemahnya monitoring dan pengendalian. Usulan BPR menekankan integrasi perencanaan, kesiapan material, penyederhanaan alur, dan penguatan koordinasi, yang diperkirakan mampu mengurangi keterlambatan 3,5 hari menjadi sekitar 1,5 hari (15% dari waktu rencana).
PERSEPSI PENGGUNA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN JASA ANGKUTAN BARANG DENGAN MODA KERETA API (STUDI KASUS PADA KALOG EXPRESS KIARACONDONG) Neti; Anggi Widya Purnama; Nurlaela Kumala Dewi
LOGISTIK Vol. 19 No. 02 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i02.70584

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat persepsi kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan jasa pengiriman di KALOG Stasiun Kiaracondong, mengidentifikasi atribut pelayanan yang menjadi prioritas perbaikan, serta mengetahui tingkat kepuasan pelanggan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pengguna terhadap kualitas pelayanan jasa angkutan barang KALOG Express Stasiun Kiaracondong. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah menurunnya jumlah pengiriman barang yang diduga berkaitan dengan ketidaksesuaian antara harapan dan persepsi pelanggan terhadap kualitas pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara persepsi dan harapan pelanggan pada beberapa dimensi kualitas pelayanan serta terdapat atribut pelayanan yang memerlukan prioritas perbaikan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan perlu dilakukan secara terarah berdasarkan hasil evaluasi pelanggan. Analisis data dilakukan menggunakan metode Service Quality (SERVQUAL) untuk mengukur kesenjangan antara persepsi dan harapan pelanggan, Importance Performance Analysis (IPA) untuk menentukan prioritas perbaikan atribut pelayanan, serta Customer Satisfaction Index (CSI) untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi SERVQUAL memiliki nilai GAP negatif, yang mengindikasikan bahwa pelayanan yang diberikan belum sepenuhnya memenuhi harapan pelanggan. Dimensi Tangible memiliki nilai GAP terbesar sebesar -5,48, diikuti Reliability sebesar -3,91, Responsiveness sebesar -3,57, Assurance sebesar -1,40, dan Empathy sebesar -0,71. Berdasarkan analisis IPA, atribut yang menjadi prioritas utama untuk segera diperbaiki yaitu A1 (tersedia jaminan keamanan terhadap barang kiriman), R6 (tarif layanan sesuai dengan pelayanan yang diterima), RS2 (karyawan mampu menangani keluhan pelanggan dengan baik), RS3 (informasi dan pelacakan pengiriman mudah diakses), dan RS4 (karyawan siap membantu pelanggan saat dibutuhkan). Sementara itu, hasil perhitungan Customer Satisfaction Index (CSI) menunjukkan nilai sebesar 76,3%, yang termasuk dalam kategori puas, namun masih terdapat peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan agar mampu memenuhi harapan pelanggan secara lebih optimal.
ANALISIS KINERJA WAITING TIME PILOT DAN SERVICE TIME PADA BERBAGAI SEGMEN OPERASIONAL DI KUALA TANJUNG MULTIPURPOSE TERMINAL Anwar; Nika Manik
LOGISTIK Vol. 19 No. 02 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i02.70956

Abstract

Terminal Multipurpose Kuala Tanjung (KTMT) merupakan salah satu simpul pelabuhan strategis di Sumatera Utara yang melayani berbagai jenis komoditas muatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis kinerja pelayanan kapal berdasarkan indikator Waiting Time Pilot dan Service Time. Indikator Service Time tersebut mencakup variabel Berthing Time (BT), Berth Working Time (BWT), Effective Time (ET), Idle Time (IT), Non Operating Time (NOT), serta rasio ET/BT sepanjang tahun 2025. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kuantitatif dengan menganalisis data kinerja operasional kapal secara triwulanan. Sumber data penelitian berasal dari laporan resmi kinerja operasional pelayanan bongkar muat kapal di KTMT tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Waiting Time Pilot mencatatkan angka sebesar 0 menit dari total 1.094 pergerakan kapal. Sementara itu, indikator Service Time mengindikasikan adanya variasi kinerja yang signifikan antarsegmen terminal berdasarkan kriteria BT, BWT, ET, IT, NOT, dan rasio ET/BT. Sebagai ilustrasi, pada segmen General Cargo Internasional, laporan kinerja mencatat rata-rata BT sebesar 120 jam/kapal, BWT 72 jam/kapal, ET 62 jam/kapal, IT 10 jam/kapal, NOT 48 jam/kapal, dan rasio ET/BT sebesar 52%. Temuan ini mengindikasikan adanya perbedaan efektivitas waktu pelayanan kapal antarsegmen terminal. Oleh karena itu, evaluasi secara mendalam terhadap komponen waktu operasi sangat diperlukan guna mengidentifikasi titik-titik pelayanan yang memiliki tingkat kinerja relatif lebih rendah.
OPTIMASI PENGENDALIAN PERSEDIAAN MATERIAL MINIATURE CIRCUIT BREAKER (MCB) MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) PADA PT PLN (PERSERO) UP3 RANTAU PRAPAT Anwar; Amanda Renata Sari
LOGISTIK Vol. 19 No. 02 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i02.70976

Abstract

Persediaan material Miniature Circuit Breaker (MCB) merupakan aspek penting dalam operasional PT PLN (Persero) UP3 Rantau Prapat guna menjamin kelancaran pelayanan kepada pelanggan. Kebijakan persediaan yang belum mencapai tingkat efisiensi atau keseimbangan yang ideal dalam pengelolaannya berpotensi mengakibatkan terjadinya kelebihan persediaan (overstock) maupun kekurangan persediaan (understock) seperti yang terjadi pada bulan Maret 2025 ketika stok akhir MCB hanya tersisa 183 unit. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menetapkan jumlah pemesanan material MCB yang paling efisien dan tepat, menganalisis efektivitas pengendalian persediaan dalam mengurangi risiko overstock dan understock, serta menetapkan waktu yang tepat untuk melakukan pemesanan ulang (reorder point) yang tepat agar ketersediaan material tetap terjaga. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Economic Order Quantity (EOQ), yaitu suatu model kuantitatif dalam manajemen persediaan yang bertujuan untuk meminimalkan total biaya persediaan dengan cara menyeimbangkan antara biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup total penggunaan tahunan, biaya pemesanan, serta biaya penyimpanan material MCB selama periode penelitian berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuantitas pesanan optimal menurut metode EOQ adalah sebanyak 441 unit per pesanan, dengan total penggunaan tahunan sebesar 3.506 unit, biaya pemesanan sebesar Rp. 25.000 per pesanan, dan biaya penyimpanan sebesar Rp. 900 per unit per tahun. Penerapan EOQ menghasilkan total biaya persediaan sebesar Rp. 397.202 per tahun, yang lebih rendah dibandingkan dengan kebijakan perusahaan sebesar Rp. 512.994 per tahun, sehingga terdapat penghematan sebesar 22,57%. Frekuensi pemesanan optimal yang dihasilkan adalah 8 kali per tahun. Titik pemesanan kembali (reorder point) yang tepat ditentukan pada saat stok mencapai 178 unit, dengan mempertimbangkan rata-rata pemakaian bulanan sebesar 292,16 unit, lead time pengadaan 0,5 bulan, dan Safety Stock sebesar 32 unit. Dengan demikian, penerapan metode EOQ berpotensi meningkatkan efisiensi biaya persediaan sekaligus menjaga ketersediaan material MCB secara lebih terorganisir dan terukur.
INTEGRASI METODE ABC DAN FSN TERKAIT TATA LETAK BAHAN BAKU PISAU DI GUDANG PT XYZ Yoshua Ardy Putra; Niken Desyana Salsabila; Riza Hadikusuma; Arizal Putra Pratama
LOGISTIK Vol. 19 No. 02 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i02.71077

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tata letak penyimpanan bahan baku pisau di gudang PT XYZ serta merancang usulan perbaikan tata letak melalui integrasi metode ABC dan Fast, Slow, Non Moving (FSN). Penelitian ini melakukan pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara semi terstruktur, dokumentasi, serta aktifitas perpindahan dan inbound-outbound periode Desember 2025–Februari 2026. Analisis dilakukan menggunakan metode ABC untuk mengklasifikasikan material berdasarkan tingkat prioritas, metode FSN berdasarkan consumption rate untuk mengelompokkan material menurut tingkat pergerakannya, serta analisis fishbone diagram dan 5W+1H untuk mengidentifikasi akar penyebab permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata letak gudang masih menerapkan sistem penyimpanan acak (random storage), sehingga penempatan material belum mempertimbangkan nilai kepentingan dan frekuensi pergerakan material. Kondisi tersebut mengakibatkan waktu picking melebihi standar operasional, meningkatnya aktivitas rehandling, serta penumpukan material pada staging area. Hasil analisis ABC mengelompokkan 34 material menjadi 15 material kategori A, 10 kategori B, dan 9 kategori C. Sementara itu, analisis FSN berdasarkan Consumption Rate (CR) menghasilkan 13 material fast-moving, 8 slow-moving, dan 13 non-moving. Integrasi kedua metode menghasilkan matriks ABC–FSN yang digunakan sebagai dasar penyusunan rancangan tata letak penyimpanan berbasis Class-Based Storage (CBS). Rancangan tersebut diharapkan dapat mendukung penempatan material sesuai prioritas aktivitas perpindahan dan karakteristik konsumsinya. Namun, peningkatan efisiensi operasional belum dapat dinyatakan sebagai hasil aktual karena penelitian ini belum melakukan pengukuran sebelum dan sesudah penerapan tata letak usulan.
- ANALISIS PENYEBAB KECELAKAAN KERJA PADA AKTIVITAS DRIVER TRUCK MENGGUNAKAN FISHBONE DIAGRAM, HIERARCHY OF CONTROL, DAN PDCA DI PT XYZ Falah Afdhal Mikail; Nidia Sofa; Ratri Kurniasari; Syamsurizal; Restu Jati Saputro
LOGISTIK Vol. 19 No. 02 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i02.71114

Abstract

Kecelakaan kerja pada aktivitas driver truck masih menjadi persoalan serius yang mengancam keselamatan pekerja sekaligus kelancaran operasional perusahaan logistik, termasuk di PT XYZ yang mencatat kenaikan kasus dari 18 kasus (tahun 2023) menjadi 45 kasus (tahun 2025). Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penyebab kecelakaan kerja pada aktivitas driver truck, menyusun rekomendasi pengendalian, serta merancang rencana implementasinya di PT XYZ. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara semi-terstruktur terhadap enam informan (tiga driver dan tiga pihak manajemen operasional), observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan bantuan perangkat lunak NVivo 14 dan dipetakan ke dalam enam kategori fishbone diagram, yaitu man, machine, method, material, measurement, dan environment, kemudian ditindaklanjuti dengan analisis hierarchy of control dan siklus Plan-Do-Check-Action (PDCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor manusia merupakan penyebab paling dominan, terutama microsleep saat mengemudi dan rendahnya kepatuhan terhadap SOP keselamatan, diikuti oleh kondisi kendaraan (rem dan ban), tekanan tenggat pengiriman, lemahnya pengawasan, muatan berlebih, serta faktor lingkungan. Berdasarkan sepuluh faktor dominan yang teridentifikasi, disusun tiga rekomendasi pengendalian teknik dan tujuh rekomendasi pengendalian administratif, dengan alat pelindung diri diposisikan sebagai lapisan perlindungan terakhir. Rekomendasi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam rencana implementasi berbasis siklus PDCA agar perbaikan berjalan terstruktur dan berkelanjutan. Berbeda dari penelitian K3 transportasi sebelumnya yang umumnya hanya mengidentifikasi faktor penyebab, penelitian ini mengintegrasikan tiga metode secara berurutan fishbone diagram, hierarchy of control, dan PDCA untuk menghasilkan kerangka analisis menyeluruh dari identifikasi akar masalah hingga rencana implementasi yang dapat ditindaklanjuti langsung oleh manajemen perusahaan logistik.
Analysis ANALISIS PENEMPATAN BARANG KONSUMSI DENGAN METODE FSN ANALYSIS DAN CLASS BASED STORAGE UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PROSES PENGAMBILAN DI GUDANG PT. ARD Annurdillah Rovika Dewi; Khairul Anshar; Anwar
LOGISTIK Vol. 19 No. 02 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i02.71606

Abstract

Penempatan barang yang belum mempertimbangkan tingkat pergerakan menyebabkan proses pengambilan barang di gudang menjadi kurang efisien dan dapat meningkatkan waktu operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penempatan barang konsumsi di gudang PT. ARD menggunakan metode Fast, Slow, Non-Moving (FSN) Analysis dan Class Based Storage (CBS) guna meningkatkan efisiensi penyimpanan dan proses pengambilan barang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data persediaan periode Januari–Desember 2025 yang meliputi persediaan awal, barang masuk, barang keluar, persediaan akhir, ukuran produk, stok maksimum, serta waktu pengambilan barang. Klasifikasi FSN dilakukan berdasarkan nilai Turn Over Ratio (TOR), kemudian hasil klasifikasi digunakan sebagai dasar dalam menentukan kebutuhan area penyimpanan dan pembagian blok menggunakan metode CBS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 64 jenis produk, terdapat 30 produk kategori fast moving, 20 produk kategori slow moving, dan 14 produk kategori non-moving. Total kebutuhan area penyimpanan sebesar 270,2696 m² atau sekitar 31,80% dari luas gudang sebesar 850 m². Total jarak perpindahan sebelum perbaikan tata letak sebesar 115.357,92 meter/tahun, kemudian menurun menjadi 68.593,00 meter/tahun setelah dilakukan penempatan barang berdasarkan tingkat pergerakan. Dengan demikian, terjadi pengurangan jarak sebesar 46.764,92 meter/tahun dan diperoleh efisiensi jarak sebesar 40,54%. Total waktu picking sebelum dilakukan perbaikan tata letak mencapai 20.818 menit/tahun atau sekitar 346 jam 58 menit, sedangkan setelah penerapan usulan penempatan berdasarkan tingkat pergerakan barang, total waktu picking menurun menjadi 9.397 menit/tahun atau sekitar 156 jam 37 menit. Dengan demikian, terjadi pengurangan waktu sebesar 11.421 menit/tahun atau sekitar 190 jam 21 menit. Berdasarkan perhitungan efisiensi, penurunan tersebut menghasilkan efisiensi waktu picking sebesar 54,86%. Sehingga kapasitas gudang masih mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan penyimpanan. Berdasarkan hasil analisis, produk fast moving direkomendasikan ditempatkan pada area depan gudang, produk slow moving pada area tengah, sedangkan produk non-moving ditempatkan pada area belakang. Penempatan berdasarkan tingkat pergerakan tersebut diharapkan dapat memperpendek jarak tempuh operator, mengurangi waktu pengambilan barang, serta meningkatkan keteraturan dan efisiensi pemanfaatan ruang penyimpanan.