cover
Contact Name
Fikriman
Contact Email
jurnalagrosains@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalagrosains@gmail.com
Editorial Address
Kampus A, Fakultas Pertanian, Universitas Muara Bungo Jalan Pendidikan, Sungai Binjai, Kec. Batin III, Kabupaten Bungo, Jambi 37211
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
JAS (Jurnal Agri Sains)
ISSN : -     EISSN : 25810227     DOI : 10.36355/jas
Core Subject : Agriculture,
JAS (Jurnal Agri Sains) adalah open access jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo. JAS menerbitkan hasil penelitian original, skripsi, tesis dan review artikel dalam bidang sosial ekonomi pertanian dan agribisnis. JAS juga menerima karya ilmiah dari luar sepanjang memenuhi kriteria terbitan ini. Penulis diharapkan mengirimkan karya tulisnya yang belum pernah dipublikasikan. Ruang lingkup JAS mencangkup bidang agribisnis, tetapi tidak terbatas pada bidang berikut: pengembangan bisnis, pembangunan dan pengembangan masyarakat, koperasi agribisnis, serta komputerisasi dan multimedia dalam bidang pertanian
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2: Desember 2021" : 10 Documents clear
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL BUDIDAYA SENGON (Studi Kasus : Perusahaan Perseorangan di Desa Bojong Jengkol, Kecamatan Ciampea, Kabupten Bogor) Andreas Rumata Simanjuntak
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 5, No 2: Desember 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v5i2.593

Abstract

Kabupaten Bogor merupakan salah satu penghasil Sengon tertinggi di Jawa Barat. Sengon terkenal murah dan mudah digunakan sebagai kayu untuk industri hasil hutan. Hal ini membuatnya sangat cocok untuk dibudidayakan baik oleh perusahaan besar maupun perusahaan swasta. Bapak A adalah salah satu yang membudidayakan sengon pada pemilik usaha perorangan di Desa Jengkol Bojong Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor. Perkebunan ini sudah berjalan selama tiga tahun tetapi terlihat diameter kayu kecil sehingga jarak tanam antar tanaman terlalu rapat. Oleh karena itu, perlu dilakukan studi kelayakan usaha untuk budidaya tanaman sengon ini di perusahaan swasta milik Bapak A. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kelayakan dari aspek finansial, dan juga kepekaan terhadap penurunan harga output yang lebih rendah dan penurunan imbal hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan dari aspek finansial usaha ini layak untuk dilakukan. Dari segi sensitivitas, usaha ini layak untuk perubahan parameter tidak melebihi batas yang telah ditentukan. Kata kunci: Sengon log, Budidaya Sengon, Analisis Kelayakan, Analisis Sensitivitas. ABSTRACTBogor regency is one of the highest Sengon producers in west java. Sengon famous in its cheap and easy to use as a timber for the forest products industry. This makes it very suitable for cultivation by both large corporations and private firms. Mr A is one that cultivates sengon in individual business owners in the village of Bojong jengkol sub Ciampea Bogor regency. This farm has been running for three years but it looks small diameter timber resulting spacing between plants that are too close. Therefore, it is essential to make a  business feasibility study for the cultivation of this sengon in Mr A’s private firms . The purpose of this study was to identify the feasibility of financial and non financial aspects, and also sensitivity to the decline in output prices lower and yields decline. The results of this study indicate that from the financial aspect, this business is feasible to do. In terms of sensitivity, the business is feasible for parameter changes do not exceed a predetermined limit. Keywords: Sengon log, Sengon cultivation, Feasibility analysis, Sensitivity analysis.  
ANALISIS KETIMPANGAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETERNAK DI KOTA JAMBI Hotmauli Febriana Pardosi; Firmansyah Firmansyah; Fachoerrozi Hoesni
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 5, No 2: Desember 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v5i2.668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketimpangan pendapatan rumah tangga peternak di Kota Jambi baik peternak ayam, itik, kambing dan sapi serta untuk mengetahui perbedaan tingkat pengeluaran rumah tangga antar peternak. Penelitian ini menggunakan metode survey yang dilakukan di 6 kecamatan yaitu Telanaipura, Kota Baru, Jambi Timur, Paal Merah, Pelayangan dan Danau Teluk. Analisis data menggunakan analisis ketimpangan pendapatan (koefisien gini dan kriteria bank dunia) serta uji-t untuk analisis perbedaan tingkat pengeluaran peternak. Tingkat ketimpangan pendapatan peternak di Kota Jambi tergolong rendah berdasarkan koefisien gini (0,22) ataupun kriteria bank dunia. Nilai koefisien gini peternak ayam, itik, kambing dan sapi yaitu berturut-turut 0,26; 0,17; 0,22 dan 0,17. Hasil uji-t diketahui terdapat perbedaan tingkat pengeluaran rumah tangga peternak ayam dengan itik, peternak ayam dengan kambing, peternak ayam dengan sapi, peternak itik dengan kambing, peternak itik dengan sapi, serta tidak terdapat perbedaan antar peternakkambing dan sapi.Kesimpulannya bahwa tingkat ketimpangan pendapatan rumah tangga peternak di Kota Jambi berdasarkan koefisien gini secara umum ataupun berdasarkan komoditas tergolong rendah. Berdasarkan Kriteria Bank Dunia, ketimpangan distribusi pendapatan menunjukkan ketimpangan pendapatan rendah. Pada uji beda (uji-t),terdapat perbedaan tingkat pengeluaran rumah tangga peternak antar komoditas unggas dan komoditas unggas dengan ruminansia serta tidak ada perbedaan antar ruminansia.ABSTRACT            This study aims to find out the level of income inequality of farmers' households in jambi city both chicken, duck, goat and cattle farmers and to find out the difference in household spending levels between farmers. This research uses survey method conducted in 6 sub-districts namely Telanaipura, Kota Baru, Jambi Timur, Paal Merah, Pelayangan and Teluk Lake. The data analysis uses income inequality analysis (gini coefficient and world bank criteria) as well as t-tests for analysis of differences in farmers' spending levels. The level of income inequality of farmers in jambi city is relatively low based on this coefficient (0.22) or world bank criteria. The coefficient value of chicken, duck, goat and cow farmers is 0.26; 0,17; 0.22 and 0.17. The results of t-test are known that there are differences in the level of household expenditure of chicken farmers with ducks, chicken farmers with goats, chicken farmers with cows, duck farmers with goats, duck farmers with cows, and there is no difference between goat and cattle farmers. The conclusion is that the level of income inequality of farmers' households in the city of Jambi based on this coefficient in general or based on commodities is relatively low. Based on World Bank Criteria, income distribution inequality indicates low income inequality. In the different tests (t-test), there was a difference in the level of household expenditure between poultry and poultry commodities with ruminants and there was no difference between ruminants.Keywords: income inequality, gini coefficient,  farmers expenses
ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHATANI GAMBIR DALAM MENDUKUNG KOMODITI UNGGULAN LOKAL DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Elviati Elviati; Ardi Sardina Abdullah; Syafrison Syafrison; Fardedi Fardedi; Mismawarni Srima Ningsih
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 5, No 2: Desember 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v5i2.671

Abstract

Komoditi gambir merupakan salah satu komoditi tanaman perkebunan yang masih punya cukup peran dalam perdagangan internasional. Peningkatan produktifitas dan perdagangan luar negeri ini tidak sebanding dengan peningkatan pendapatan petani gambir. Agar produktifitas dapat ditingkatkan maka mutu olahan juga perlu di perbaiki agar tersedia pasar yang akan menampung produk gambir petani.Peningkatan pendapatan petani gambir belum sejalan dengan peningkatan produktivitas dan luas lahan, hal ini berkaitan dengan persoalan pasar yang masih mendominasi dari beberapa persoalan usahatani gambir, sehingga akan menyebabkan berkurangnya minat petani dalam melakukan usahatani gambir. Oleh sebab itu peneliti tertarik melakukan penelitian dengan fokus pada keberlanjutanusahatani gambir dalam mendukung komoditi unggulan daerah.Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Lima Puluh Kota, karena merupakan sentra komoditi gambir yang ada di Sumatera Barat dengan, menggunakan metode survey. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan mulai Bulan April sampai Agustus 2021. Hasil penelitian mendapatkan  bahwa  usahatani gambir belum mendapatkan pasar yang baik.Peran kelembagaan pemasaranbelum memberikan konstribusi dalam meningkatkan posisi tawar, petani hanya bisa menjual gambir pada tingkatan pedagang pengumpul.Pemasaran produk gambir hanya tergantung pada pedagang pengumpul (toke) sehingga petani tidak punya nilai tawar dalam menentukan harga.Analisis usahatani gambir ini tetap memberikan kriteria yang layak di lakukan dengan nilai R/C ratio 1,6.ABSTRACK             Gambier commodity is one of the plantation crop commodities which still has quite a role in international trade. This increase in productivity and foreign trade is not comparable to the increase in the income of gambier farmers. In order to increase productivity, the quality of processed products also needs to be improved so that there is a market that will accommodate farmers' gambir products. The increase in the income of gambier farmers has not been in line with the increase in productivity and land area, this is related to market issues that still dominate some of the gambier farming problems, so that it will cause a decrease in farmers' interest in gambier farming. Therefore, researchers are interested in conducting research with a focus on the sustainability of gambier farming in supporting regional superior commodities. This research was conducted in Lima Puluh Kota Regency,because it is the center of gambier commodity in West Sumatera by using the survey method. This research was conducted for 4 months from April to August 2021. The results showed that gambier farming has not yet received a good market. The role of marketing institutions has not contributed to improving their bargaining position, farmers can only sell gambier at the level of collectors. Marketing of gambir products only depends on collectors (toke), so that farmers have no bargaining power in determining prices. This gambier farming analysis still provides criteria that are feasible to do with an R/C ratio value of 1.6.Keyword : Gambier, Marketing, institutional, international market, produktivity
TEKNIK BUDIDAYA DAN PENDAPATAN USAHATANI UWI (Dioscorea SP.) PADA LAHAN SUB OPTIMAL DI PULAU WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI Ristia Rahma; Muhammad Aswar Limi; Hidrawati Hidrawati
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 5, No 2: Desember 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v5i2.724

Abstract

Budidaya di lahan berbatu memiliki banyak batasan dan menjadi kendala bagi petani untuk bercocok tanam dengan keterbatasan akses sumberdaya lahan berbatu. Masyarakat lokal menciptakan inovasi diberbagai daerah yang dapat beradpatasi dengan masalah lingkungan dan mengelola sumberdaya lahan sub optimal secara efektif. Tujuan..dari..penelitian ini..yaitu guna mengetahui teknik pengelolaan pertanian uwi pada lahan sub optimal dan untuk mengetahui pendapatan petani uwi pada saat musim panen. Responden ditentukan berdasarkan jumlah petani Uwi dikawasan Pulau Wangi-wangi Kabupaten Wakatobi sebanyak 112 petani uwi dan diperoleh 28 petani uwi secara acak. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui teknik budidaya Uwi pada lahan sub optimal menggunakan analisis deskriptif dan pendapatan usahatani Uwi pada lahan sub optimal di Pulau Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi dianalisis dengan menggunakan analisis pendapatan. Hasil penelitian dapat disimpulkan teknik budidaya usahatani uwi pada lahan sub optimal di Pulau Wangi-Wangi secara bertahap dari persiapan lahan, persiapan bibit, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen. Pendapatan usahatani uwi berdasarkan 3 kategori luas lahan yaitu dengan skala rata-rata luas lahan 0.01<0.01 ha sebesar Rp7.503.125/musim tanam, luas lahan 0.1<0.2 ha sebesar Rp14.781.688 /musim tanam, dan luas lahan 0.2>0.3 ha sebesar Rp20.393.073/musim tanam.Kata kunci: Teknik Budidaya; Usahatani Uwi; Pendapatan. ABSTRACTCultivation on rocky land has many limitations and becomes an obstacle for farmers to cultivate crops with limited access to rocky land resources. Local communities create innovations in various regions that can adapt to environmental problems and better manage sub-optimal land resources. The purpose of this study was to determine the management techniques of uwi farming on sub-optimal land and to determine the income of uwi farmers during the harvest season. Respondents were determined based on the number of uwi farmers in the Wangi-wangi Island area, Wakatobi Regency as many as 112 uwi farmers and 28 uwi farmers were obtained randomly. Analysis of the data used to determine Uwi cultivation techniques on sub optimal land using descriptive analysis and Uwi farming income on sub optimal land on Wangi-Wangi Island, Wakatobi Regency was analyzed using income analysis. The results of the study concluded that the cultivation technique of uwi farming on sub-optimal land on Wangi-Wangi Island started from land preparation, seed preparation, planting, maintenance, harvesting and post-harvest. Uwi farming income is based on 3 categories of land area, namely with an average land area of 0.01<0.01 ha of Rp.7.503.125/planting season, 0.1<0.2 ha of land area of Rp.14.781.688/planting season, and 0.2>0.3 ha of land area of IDR 20,393,073/planting season.Keywords: Cultivation Techniques; Uwi farming; Income.
ANALISIS PERMINTAAN DAN PENAWARAN DAGING AYAM BROILER DI SUMATERA BARAT Randy Mahendra; Zednita Azriani; Rusda Kahirati
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 5, No 2: Desember 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v5i2.652

Abstract

Daging ayam broiler merupakan hasil produksi dari industri ayam broiler baik yang diusahakan dengan skala kecil maupun skala besar. Industri ayam broiler mengalami pertumbuhan yang tinggi dikarenakan industri ini didukung oleh permintaan pasar yang tinggi, akses terhadap pasar yang cukup terbuka, harga produk yang jauh lebih murah dibandingkan produk ternak lainnya seperti daging sapi, kerbau, kambing dan daging ayam buras (ayam kampung). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan, penawaran dan harga ayam broiler di Sumatera Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis simultan ( Two-Stage Least Square (2SLS)) dengan bantuan program Eviews 10. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dalam bentuk data deret waktu (time series) tahunan, yaitu data permintaan, penawaran, harga ayam broiler, harga barang lain, perekonomian dan kependudukan di Provinsi Sumatera Barat dari tahun 1997 hingga tahun 2020. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap permintaan daging ayam broiler di Sumatera Barat adalah, harga daging ayam broiler dan harga telur ayam ras. Dimana di Sumatera Barat daging ayam broiler merupakan komoditas dengan konsumsi tertinggi apabila dibandingkan dengan daging dan sumber protein lainnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan penawaran daging ayam broiler di Sumatera Barat adalah harga daging ayam broiler, dan harga daging ayam buras, serta lag penawaran daging ayam buras (jumlah penawaran daging ayam di tahun sebelumnya). Artinya semakin tinggi harga maka akan semakin banyak jumlah daging ayam broiler yang ditawarkan ke pasar. Tujuan ketiga yaitu harga ayam broiler dipengaruhi secara signifikan oleh permintaan ayam broiler dan penawaran ayam broiler. ABSTRACTBroiler chicken meat is the result of the production of the broiler industry, both on a small and large scale. The broiler industry is experiencing high growth because this industry is supported by increased market demand, access to a fairly open market, product prices that are much cheaper than other livestock products such as beef, buffalo, goat and native chicken (free-range chicken). This study analyzes the factors influencing the demand, supply, and price of broiler chickens in West Sumatra. The research method used is simultaneous analysis (Two-Stage Least Square (2SLS)) with the help of the Eviews 10 program. The type of data used in this study is secondary data in the form of annual time series data, namely data on demand, supply, broiler prices, prices of other goods, economy, and population in West Sumatra Province from 1997 to 2020. The study results concluded that the factors that had a significant effect on the demand for broiler chicken in West Sumatra were the price of broiler chicken meat and the price of broiler eggs. Where in West Sumatra, broiler chicken meat is a commodity with the highest consumption when compared to meat and other protein sources. The factors that significantly influence the supply of broiler chicken in West Sumatra are the price of broiler chicken and the price of free range chicken, and the lag in the supply of free range chicken (amount of chicken supply in the previous year). This means that the higher the price, the greater the broiler chicken offered to the market. The third objective is that the price of broiler chickens is significantly affected by the demand for broiler chickens and the supply of broiler chickens.Keywords: Broiler Chicken, Demand, Supply, Price
ANALISIS DAYA SAING DAN DAMPAK KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM BUDIDAYA KOPI ARABIKA ORGANIK TERINTEGRASI (Studi Kasus Kegiatan Budidaya Kopi Arabika Organik dan Terintegrasi di Kelompok Tani Girisenang di Kabupaten Bandung, Jawa Barat) Herly Kurniawan; Elpawati Elpawati; Iwan Aminudin
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 5, No 2: Desember 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v5i2.679

Abstract

Pada tahun 2015, Direktorat Jenderal Perkebunan memiliki program Desa Pertanian Organik Berbasis Komoditas Perkebunan. Salah satu penerima manfaat dari kegiatan ini adalah Kelompok Tani (KT) Girisenang di Desa Cimekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. KT. Girisenang telah menerapkan budidaya kopi secara organik setelah mengikuti program tersebut. Sesuai dengan prinsip pertanian organik, KT. Girisenang tidak menggunakan pupuk dan pestisida kimia, melainkan diganti dengan pupuk organik dari kotoran ternak domba dan pestisida nabati yang diproduksi dari bahan alam yang tersedia di lingkungannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis daya saing dan dampak kebijakan Pemerintah dalam budidaya kopi arabika yang dibudidayakan secara organik terintegrasi di KT. Girisenang. Metode analisis yang digunakan adalah PAM (Policy Analysis Matrix). Hasil analisis menunjukan bahwa kebijakan Pemerintah dalam penerapan budidaya kopi arabika secara organik dan terintegrasi di KT. Girisenang dapat meningkatkan daya saing kompetitif dan komperatif, serta membawa dampak yang positif bagi usahatani di KT. Girisenang.ABSTRACTIn 2015, the Directorate General of Estate Crops established a program called Organik Farming Village Based on Estate Crops Commodities. One of the beneficiaries of this program is the Girisenang Farmers Group (KT) in Cimekar Village, Cilengkrang District, Bandung Regency. They have implemented the organik farming method on their coffee cultivation after joining the program. By the principles of organik farming, they are not using chemical fertilizers and pesticides but instead are replaced by organik fertilizers from sheep manure and vegetable-based pesticides produced from natural materials available in the environment. The purpose of this study was to analyze the competitiveness and impact of Government policies on the integrated organik cultivation of Arabica coffee in Girisenang Farmers Group. The analysis method used is PAM (Policy Analysis Matrix). The results of the analysis show that the Government's policy in the implementation of integrated organik Arabica coffee cultivation in Girisenang Farmers Group can increase competitive and comparative competitiveness, and have a positive impact on them.Keywords:Impact; Competitiveness; Policy; Organik; Integrated
DAMPAK COVID-19 TERHADAP PENDAPATAN PENJUAL DAGING AYAM BROILER DI PASAR SILA KABUPATEN BIMA Ria Harmayani; Ni Made Andry Kartika; M. Nur Aditya
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 5, No 2: Desember 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v5i2.666

Abstract

Penelitian survey bertujuan untuk mengetahui pendapatan penjual daging ayam broiler di Pasar Sila Kabupaten Bima, dilaksanakan selama dua bulan dari bulan Agustus sampai September 2020. Responden sebanyak 10 orang penjual atau semua pedagang daging ayam broiler di Pasar Sila. Analisa data dalam penelitian ini yaitu semua data hasil penelitian dianalisa deskriptif. Variabel yang diamati meliputi variabel independen yaitu biaya tetap, biaya tidak tetap, penjualan, pendapatan dan Break Even Point/BEP dan variabel dependen yaitu usia, pendidikan, tanggungan keluarga, dan pengalaman berdagang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan penjual daging ayam broiler sesudah pandemi di Pasar Sila Kabupaten Bima masih dalam kondisi baik, sehingga dapat dikatakan bahwa usaha penjual daging ayam broiler berada pada posisi yang menguntungkan dan tidak memberikan dampak signifikan. Pendapatan bersih daging ayam broiler sebelum pandemi yaitu sebanyak Rp.7.300.000/bulan dan pendapatan bersih usaha daging ayam broiler sesudah pandemi yaitu sebanyak Rp. 8.915.000/bulan.BEP harga daging ayam broiler sebelum pandemi yaitu sebanyak Rp. 1.076.510/hari, sedangkan BEP harga daging ayam broiler sesudah pandemi yaitu sebanyak Rp. 1.387.793/hari. Diharapkan kepada pemerintah dan dinas terkait dapat melakukan sosialisasi dan pembaharuan informasi secara rutin yang berkaitan dengan penjualan ayam broiler pada saat pandemi Covid-19 serta diharapkan kepada penjual maupun pembeli di Pasar Sila untuk selalu mematuhi penerapan prokes dalam usaha meminimalisir penularan dan terbentuknya kluster baru Covid-19.ABSTRACTThe survey research aims to determine the income of broiler chicken sellers at Sila Market, Bima Regency, carried out for two months from August to September 2020. The respondents were 10 sellers or all broiler meat traders in Sila Market. Analysis of the data in this study, namely all research data were analyzed descriptively. The observed variables include independent variables, namely fixed costs, variable costs, sales, income and Break Even Poin/BEP and the dependent variables are age, education, family dependents, and trading experience. The results showed that the income of broiler meat sellers after the pandemic at Sila Market, Bima Regency was still in good condition, so it can be said that the broiler meat seller's business was in a profitable position and did not have a significant impact. The net income of broiler chicken before the pandemic was Rp. 7,300,000/month and the net income of broiler meat business after the pandemic is Rp. 8,915,000/month. BEP the price of broiler chicken before the pandemic was Rp. 1,076,510/day, while the BEP price of broiler chicken after the pandemic is Rp. 1,387,793/day. It is hoped that the government and related agencie
ANALISIS USAHA TAMBAK IKAN BANDENG PADA DAERAH SEKITAR AKTIVITAS PERTAMBANGAN Irmasila, Irmasila; Yunus, Lukman; Limi, Muhammad Aswar
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 5, No 2: Desember 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v5i2.694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pendapatan yang dapat diperoleh melalui budidaya tambak bandeng di Kabupaten Konawe pada daerah sekitar aktivitas pertambangan. Kecamatan Bondoala merupakan salah satu sentra produksi bandeng terbesar dan terluas di Kabupaten Konawe. Oleh karena itu dipilih untuk penelitian. Pemilihan lokasi juga didasarkan pada kenyataan bahwa di Kecamatan Bondoala terdapat perusahaan pertambangan yang dekat dengan pemukiman masyarakat, yang akan berdampak pada kondisi tambak secara langsung maupun tidak langsung. Dalam penelitian ini digunakan 24 responden sebagai sampel. Analisis data deskriptif kuantitatif digunakan untuk menganalisis pendapatan usahatani tambak ikan bandeng. Hasil analisis menunjukkan pendapatan yang dihasilkan dalam satu musim tanam (enam bulan), budidaya tambak bandeng sebesar Rp 6.079.847.ABSTRACTThis study aims to see how much income can be obtained through milkfish pond cultivation in Konawe Regency in the area around mining activities. Bondoala District is one of the largest and most comprehensive milkfish production centers in the Konawe Regency. Therefore it was selected for research. The location selection is also based on the fact that in the Bondoala District, there are mining companies close to community settlements, which will impact the condition of the ponds directly or indirectly. In this study, 24 respondents were used as samples. Quantitative descriptive data analysis was used to analyze the income of milkfish pond farming. The analysis results show that the income generated in one growing season (six months), milkfish pond cultivation is IDR6,079,847.Keywords: Milkfish Pond; Mining Activities; Konawe Regency
MINAT PETANI TERHADAP PENGGUNAAN TEKNOLOGI FEROMON SEKS PADA BUDIDAYA BAWANG MERAH DI KECAMATAN ARGAPURA KABUPATEN MAJALENGKA Fajar Solehudin; Thomas Widodo; Yoyon Haryanto
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 5, No 2: Desember 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v5i2.667

Abstract

Serangan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) berdampak signifikan terhadap produktivitas tanaman bawang merah. Salah satunya ialah serangan hama ulat bawang (Spodoptera exigua), yang merupakan hama utama dalam budidaya bawang merah. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan serangan hama ini bisa menyampai 100% kerusakan jika tidak ditangani secara tepat. Dalam penanganannyapetani belum begitu paham sehingga masih banyak menggunakan bahan kimia sebagai solusi utama, padahal ada alternatif lain seperti penggunaanferomon seks.Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis secara deskriptif sejauh mana minat petani, menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh serta menentukan strategi dalam peningkatkan minat petani terhadap penggunaan feromon seks. Penelitian dilakukan di 3 desa yaitu Desa Cibunut, Tejamulya dan Sukasari Kaler Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka dengan jumlah sampel sebanyak 69 orang diambil. Variabel penelitan meliputi umur, lama pendidikan, lama berusahatani, kegiatan penyuluhan, ketersediaan sarana dan prasarana dan ketersediaan sumber informasi serta variabel terikat yaitu minat petani terhadap penggunaan feromon seks. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minat petani termasuk kedalam kategori tinggi. Faktor-faktor yang berpengaruh yaitu lama pendidikan, kegiatan penyuluhan dan ketersediaan sarana dan prasarana. Strategi peningkatan minat petani dalam penggunaan teknologi feromon seks ialah dengan dilakukannya peningkatan masing-masing indikator yang berpengaruh serta ditambah dengan adanya kegiatan penyuluhan secara rutin terkait teknologi feromon seks dan diadakannya petak percontohan.ABSTRACT            Attacks by plants-disturbing organisms have a significant impact on the productivity of shallots. One of tehem is the attack of the shallot pest (Spodoptera exigua) which is the main pest in the cultivation of shallots. The results of previous studies show that this prst attack can reach 100% of the damage if it is not handled properly. In handling it farmers do not really understand so they still use chemicals as the main solution, even though there are other alternatives such as the use of sex pheromones. The purpose of this study is to analyze descriptively the extent to which farmers are interested, analyze the influencing factors and determine strategies to increase farmers interest in the use of sex pheromone technology. The research was conducted in 3 villages, namely Cibunut, Tejamulya and Sukasari Kaler villages, Argapura sub-districts Majalengka district with a total sample of 69 people. Research variabels include age, length of education, length of farming, extension activities, availability of infrastructure and availability of information sources and the dependent variable is farmers interst in the use of sex pheromones. The results of this study indicate that the interest of farmers is included in the high category. The influencing factors are the length of education, extension activities and the availability of infrastructure. The strategies to increase farmers interest in the use of sex pheromone technology is tp increase each influential indicator and add to regular outreach activities related to sex pheromone technology and the holding of pilot plots.  Keywords : farmers interest, sex pheromone technology, onion caterpillars.
STRATEGI PENGENDALIAN HAMA TANAMAN PADI DALAM PENINGKATAN PRODUKSI PERTANIAN OLEH DINAS PERTANIAN KABUPATEN KARAWANG Rizki Azhari; Rudyk Nababan; Lukmanul Hakim
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 5, No 2: Desember 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v5i2.785

Abstract

Dalam Peraturan Daerah Kabupaten Karawang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Organisasi Perangkatt Daerah Kabupaten Karawang. Dalam rangka meningkatkan produktivitas tanaman padi pada lahan yang luas dan perkembangan kecamatan tersebut, masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Karawang wajib melindungi tanaman padi dan dampak kerugian yang disebabkan oleh OPT, sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1992  tentang  Sistem Budidaya Tanaman pada Pasal 20 ayat (1) bahwa perlindungan tanaman dilaksanakan dengan sistem pengendalian hama terpadu, dan ayat (2) pelaksanaan perlindungan tanaman sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), menjadi tanggung jawab masyarakat dan Pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan secara kualitatif yang dilakukan dengan studi pustaka, studi lapangan, dan wawancara. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa perancangan strategi pengedalian hama tanaman padi dalam upaya meningkatkan produktivitas padi di Kabupaten Karawang sudah baik dalam pengendalian hama tanaman padi oleh penyuluh pertanian Kabupaten Karawang. Namun tidak dapat di pungkiri ada beberapa kekurangan dalam ke efektifan pelaksanaan program atau kegiatan tersebut, seperti sarana dan parasarana yang kurang memadai, petani kurang memahami cara menggunakan alat yang modern, petani tidak memenuhi syarat dari dinas pertanian dalam penyemprotan pestisida  sehingga pelaksanaan masih belom maksimal karena masih banyak yang perlu di perbaiki lagi dan di tingkatkan lagi. ABSTRACT In the Karawang Regency Regional Regulation Number 6 of 2014 concerning the Organization of the Karawang Regency Regional Apparatus. In order to increase the productivity of rice plants on a large area of land and the development of the district, the community and the Karawang Regency Government are obliged to protect rice plants and the impact of losses caused by OPT, as stated in Law of the Republic of Indonesia Number 12 of 1992 concerning Plant Cultivation Systems in Article 20 paragraph (1) that plant protection is implemented with an integrated pest control system, and paragraph (2) the implementation of plant protection as referred to in paragraph (1), becomes the responsibility of the community and the Government. This research uses a descriptive method with a qualitative approach carried out with literature studies, field studies, and interviews. The results of this study indicate that the design of rice plant pest control strategies in an effort to increase rice productivity in Karawang Regency has been good in controlling rice pests by agricultural extension agents in Karawang Regency. However, it cannot be denied that there are several deficiencies in the effectiveness of the implementation of these programs or activities, such as inadequate facilities and infrastructure, farmers do not understand how to use modern tools, farmers do not meet the requirements of the agricultural office in spraying pesticides so that implementation is still not optimal because there is still much that needs to be improved and improved again.Keywords: Strategy Design, Pest Control, Pest Trap Light

Page 1 of 1 | Total Record : 10