cover
Contact Name
Rose Fitria Lutfiana
Contact Email
rose@umm.ac.id
Phone
+6285646622646
Journal Mail Official
rose@umm.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Articles 244 Documents
Peranan Sekolah Dalam Membentuk Karakter Religius Dan Disiplin Peserta Didik di SMAN 2 Batu Wida Dwi Aryanti; Rohmad Widodo; Budiono Budiono
Jurnal Civic Hukum Vol. 2 No. 2 (2017): November 2017
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v2i2.6862

Abstract

ABSTRAKUntuk memperbaiki karakter peserta didik khususnya karakter religius dan disiplin, maka penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui program pendidikan karakter religius yang dikembangkan di SMAN 2 Batu. (2) mengetahui program pendidikan karakter disiplin yang dikembangkan di SMAN 2 Batu. (3) mendeskripsikan bentuk implementasi dari karakter religius dan disiplin peserta didik di SMAN 2 Batu.Metode Penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian deskriptif, tempat dan waktu penelitian di SMAN 2 Batu selama 4 minggu. Prosedur Penelitian: Tahap pra lapangan, Tahap pelaksanaan/proses lapangan, Tahap analisa data, Tahap kesimpulan, dan Tahap pelaporan. Data Primer hasil wawancara, Data Skunder adalah buku, jurnal, data-data sekolah, sumber datanya adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru agama, petugas tatib, dan beberapa peserta didik dari kelas XI IPA, IPS, dan IBBu. Teknik Pengumpulan datanya menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian: Peneliti sebagai alat utama (Key Instrumen), Instrumen Observasi, Instrumen Wawancara, dan Instrumen Dokumentasi. Teknik Analisis data: Pengumpulan data, Reduksi Data, Penyajian data, dan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) program pendidikan karakter religius seperti: Keputrian, BTQ, infak, sholat berjamaah, perayaan hari-hari besar, dan lain-lain, (2) program karakter disiplin, seperti: Pengenalan lingkungan sekolah, baris-berbaris, seluruh aturan tata tertib, dan lain-lain, program-program tersebut merupakan cara yang efisien untuk membentuk karakter religius dan disiplin peserta didik di SMAN 2 Batu. (3) Bentuk implementasi dari karakter religius dan disiplin peserta didik di SMAN 2 Batu dengan memberikan internalisasi pendidikan karakter religius dan disiplin, membiasakan peserta didik untuk mengikuti seluruh program yang telah dibuat khususnya program religius dan disiplin, memberikan teladan yang baik untuk peserta didik, serta memaksukkan faktor-faktor yang mempengaruhi karakter religius dan disiplin, seperti faktor intern dan faktor ekstern peserta didik.  Kata Kunci : Peranan Sekolah, Karakter Religius, Karakter Disiplin ABSTRACTTo improve the character of students especially religious character and discipline, hence this research aim to: (1) know the education program of religious character developed in SMAN 2 Batu. (2) to know the character education program of discipline developed in SMAN 2 Batu. (3) to describe the implementation of the religious character and discipline of learners in SMAN 2 Batu.The research method used is descriptive research approach, place and time of research in SMAN 2 Batu for 4 weeks. Research Procedure: Pre-field stage, Implementation Phase / Field Process, Data Analysis Stage, Conclusion Stage, and Reporting Stage. Primary data of interview result, Script Data is book, journal, data of school, data source is principal, vice principal, religious teacher, tatib officer, and some students from class XI IPA, IPS, and IBBu. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. Research instrument: Researcher as main instrument (Key Instrument), Observation Instrument, Interview Instrument, and Documentation Instrument. Techniques Data analysis: Data collection, Data Reduction, Presentation of data, and Conclusions.            The results of the study show that: (1) religious character education programs such as: Keputrian, BTQ, infaq, congregational prayer, celebration of big days, etc. (2) disciplinary character program, such as: Introduction of school environment, , the entire rules of order, etc., the programs are an efficient way to shape the religious and disciplinary character of students in SMAN 2 Batu. (3) The form of implementation of the religious character and discipline of students in SMAN 2 Batu by providing internalization of religious character education and discipline, familiarize the students to follow all the programs that have been made especially religious and discipline program, to set a good example for students, as well implies factors that affect religious character and discipline, such as internal factors and external factors students. Keywords : The Role of School, Character of Religious, Character of DisciplineABSTRAKUntuk memperbaiki karakter peserta didik khususnya karakter religius dan disiplin, maka penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui program pendidikan karakter religius yang dikembangkan di SMAN 2 Batu. (2) mengetahui program pendidikan karakter disiplin yang dikembangkan di SMAN 2 Batu. (3) mendeskripsikan bentuk implementasi dari karakter religius dan disiplin peserta didik di SMAN 2 Batu.Metode Penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian deskriptif, tempat dan waktu penelitian di SMAN 2 Batu selama 4 minggu. Prosedur Penelitian: Tahap pra lapangan, Tahap pelaksanaan/proses lapangan, Tahap analisa data, Tahap kesimpulan, dan Tahap pelaporan. Data Primer hasil wawancara, Data Skunder adalah buku, jurnal, data-data sekolah, sumber datanya adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru agama, petugas tatib, dan beberapa peserta didik dari kelas XI IPA, IPS, dan IBBu. Teknik Pengumpulan datanya menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian: Peneliti sebagai alat utama (Key Instrumen), Instrumen Observasi, Instrumen Wawancara, dan Instrumen Dokumentasi. Teknik Analisis data: Pengumpulan data, Reduksi Data, Penyajian data, dan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) program pendidikan karakter religius seperti: Keputrian, BTQ, infak, sholat berjamaah, perayaan hari-hari besar, dan lain-lain, (2) program karakter disiplin, seperti: Pengenalan lingkungan sekolah, baris-berbaris, seluruh aturan tata tertib, dan lain-lain, program-program tersebut merupakan cara yang efisien untuk membentuk karakter religius dan disiplin peserta didik di SMAN 2 Batu. (3) Bentuk implementasi dari karakter religius dan disiplin peserta didik di SMAN 2 Batu dengan memberikan internalisasi pendidikan karakter religius dan disiplin, membiasakan peserta didik untuk mengikuti seluruh program yang telah dibuat khususnya program religius dan disiplin, memberikan teladan yang baik untuk peserta didik, serta memaksukkan faktor-faktor yang mempengaruhi karakter religius dan disiplin, seperti faktor intern dan faktor ekstern peserta didik.  Kata Kunci : Peranan Sekolah, Karakter Religius, Karakter Disiplin ABSTRACTTo improve the character of students especially religious character and discipline, hence this research aim to: (1) know the education program of religious character developed in SMAN 2 Batu. (2) to know the character education program of discipline developed in SMAN 2 Batu. (3) to describe the implementation of the religious character and discipline of learners in SMAN 2 Batu.The research method used is descriptive research approach, place and time of research in SMAN 2 Batu for 4 weeks. Research Procedure: Pre-field stage, Implementation Phase / Field Process, Data Analysis Stage, Conclusion Stage, and Reporting Stage. Primary data of interview result, Script Data is book, journal, data of school, data source is principal, vice principal, religious teacher, tatib officer, and some students from class XI IPA, IPS, and IBBu. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. Research instrument: Researcher as main instrument (Key Instrument), Observation Instrument, Interview Instrument, and Documentation Instrument. Techniques Data analysis: Data collection, Data Reduction, Presentation of data, and Conclusions.               The results of the study show that: (1) religious character education programs such as: Keputrian, BTQ, infaq, congregational prayer, celebration of big days, etc. (2) disciplinary character program, such as: Introduction of school environment, , the entire rules of order, etc., the programs are an efficient way to shape the religious and disciplinary character of students in SMAN 2 Batu. (3) The form of implementation of the religious character and discipline of students in SMAN 2 Batu by providing internalization of religious character education and discipline, familiarize the students to follow all the programs that have been made especially religious and discipline program, to set a good example for students, as well implies factors that affect religious character and discipline, such as internal factors and external factors students. Keywords : The Role of School, Character of Religious, Character of Discipline
Kearifan Lokal Upacara Larungan Telaga Ngebel Dalam Membangun Harmonisasi Sosial Pada Masyarakat Ngebel Kabupaten Ponorogo Try agung Handaya putra; Agus Tinus; Nurbani Yusuf
Jurnal Civic Hukum Vol. 2 No. 2 (2017): November 2017
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v2i2.6863

Abstract

AbstrakUpacara Larungan merupakan salah satu tradisi peninggalan leluhur yang diwujudkan dengan melarungkan sesaji ke Telaga Ngebel. Tradisi ini dilaksanakan setiap satu tahun sekali pada tanggal 1 Suro atau 1 Muharram. Tujuan dilaksanakannya larungan ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkah yang telah diberikan. Upacara larungan tersebut memiliki makna mendalam bagi masyarakat Ngebel, karena masyarakat percaya akan datangnya malapetaka apabila tidak melaksanakannya.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) partisipasi masyarakat dalam upacara larungan, (2) kearifan lokal upacara larungan dapat mewujudkan harmonisasi sosial masyarakat, (3) peran pemerintah desa dalam mencegah konflik dengan memanfaatkan kearifan lokal upacara larungan.Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah Pemerintah Desa Ngebel, tokoh masyarakat Desa Ngebel dan masyarakat Desa Ngebel. Pengumpulan data dikumpulkan dengan teknik wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian menunjukkan (1) partisipasi masyarakat Desa Ngebel dalam upacara larungan tergolong aktif dibuktikan dengan keikutsertaan masyarakat dalam rangkain kegiatan yang sudah disusun oleh panitia pelaksana; (2) nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam upacara larungan antara lain: nilai religi, nilai hiburan, nilai kekerabatan, nilai keindahan dan nilai simbolik. Kearifan lokal dalam upacara larungan memiliki kekuatan untuk menumbuhkan rasa persatuan sehingga membuat persaudaraan masyarakat semakin kuat yang menjadikan masyarakat dapat hidup damai dan harmonis; (3) nilai kearifan lokal dalam upacara larungan yang menjunjung semangat persatuan dimanfaatkan pemerintah desa dan stakeholders dalam menyelesaikan konflik yang timbul di masyarakat. Kata Kunci: Kearifan Lokal, Upacara Larungan, dan Harmonisasi AbstractUpacara Larungan is one of the ancestral heritage that is realized by washed away the offerings to Telaga Ngebel. this tradition is carried out once every year on the 1st of Suro or 1st Muharram. The purpose of doing this ban is as an expression of gratitude to the all-powerful God for the blessings that have been given. The upacara larungan has deep meaning for Ngebel society, because people believe it will come disastrous if not implement it.This study aims to describe: (1) community participation in upacara larungan, (2) local wisdom of upacara larungan can realize social harmonization of society, (3) role of village government in preventing conflict by exploiting local wisdom of upacara larungan.This research uses qualitative research with descriptive method. The data sources used are Ngebel Village Government, Ngebel village community leaders and Ngebel Village community. Data collection was collected by interview, documentation and observation techniques. Data analysis techniques used are data reduction, display data, and conclusion drawing/verification.The results of the study showed (1) the participation of Ngebel Village communities in the upacara larungan is classified as actively evidenced by the participation of the community in the series of activities that have been prepared by the organizing committe; (2) the values of local wisdom contained in the upacara larungan include: religious value, entertainmen value, kinship value, beauty value and siymbolic value. Local wisdom in the upacara larungan has the power to foster a sense of unity that makes the community fraternity stronger that makes the people can live in peace and harmony; (3) the value of local wisdom in the upacara larungan that upholds the spirit of unity utilized by the village government and stakeholders in resolving conflicts arising in the community. Keywords:Local Wisdom, Upacara Larungan, and Harmonization
Partisipasi Masyarakat Dalam Penyusunan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa (APBDes) Di Desa Rejotangan, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung Nungky Adeliya; Rohmad Widodo; Nurul Zuriah
Jurnal Civic Hukum Vol. 2 No. 2 (2017): November 2017
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v2i2.6864

Abstract

AbstrakPemerintah desa wajib mengelola keuangan desa secara transparan, bertanggung jawab, partisipatif, dan dilakukan secara tertib dan disiplin. Pelaksanaan APBDes memiliki peran penting dalam mensukseskan pembangunan daerah. Keikutsertaan masyarakat dalam penyusunan APBDes akan meningkatkan kualitas keputusan yang dibuat karena didasarkan dengan kebutuhan riil yang ada di masyarakat. Partisipasi masyarakat pada setiap program pembangunan menjadi kunci utama suksesnya pembangunan.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) partisipasi masyarakat dalam penyusunan APBDes, dan (2) faktor pendukung dan penghambat partisipasi masyarakat dalam penyusunan APBDes. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Sumber data yang digunakan adalah masyarakat Desa Rejotangan dengan kriteria usia diatas 20 tahun. Pengumpulan data dikumpulkan dengan teknik wawancara, dokumentasi dan kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan (1) proses partisipasi masyarakat Desa Rejotangan dalam penyusunan APBDes hanya terwakili oleh orang tertentu yang diundang saat musyawarah perencanaan pembangunan desa; (2) faktor pendukung partisipasi masyarakat dalam penyusunan APBDes yaitu adanya kesempatan yang diberikan pemerintah desa kepada masyarakat untuk menyalurkan aspirasinya terkait dengan pembangunan di desa. Kurangnya informasi yang diberikan pemerintah desa terkait penyusunan APBDes menjadi faktor penghambat dalam penelitian ini.Kata Kunci : Partisipasi Masyarakat dan APBDes AbstractThe village government is obliged to manage village finances transparently, accountably, participatively and conducted in an orderly and disciplined manner. Implementation of APBDes has an important role in the success of regional development. Community participation in the preparation of APBDes will improve the quality of the decisions made because it is based on real needs in the community. Community participation in every development program is the key to successful development.This study aims to describe: (1) community participation in the preparation of APBDes, and (2) supporting and inhibiting factors of community participation in the preparation of APBDes. The research method used is case study with qualitative approach. The data source used is Rejotangan Village people with age criteria above 20 years. Data collection was collected by interview technique, documentation and questionnaire. Data analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation and conclusion.The results of the research show that (1) the community participation process of Rejotangan Village in the preparation of APBDes is only represented by certain people invited during village development planning consultation; (2) supporting factors of community participation in the preparation of APBDes is the opportunity given by the village government to the community to channel their aspirations related to the development in the village. The lack of information provided by the village government related to the preparation of APBDes becomes an obstacle factor in this researchKeywords:Community Participation and APBDes
MODEL PEMBINAAN ANAK JALANAN DI PONDOK PESANTREN SALAFIYAH SABILUL HIKMAH MALANG Anita Dwi Agustin; Rohmad Widodo; Mohammad Syahri
Jurnal Civic Hukum Vol. 3 No. 1 (2018): Mei 2018
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v3i1.7724

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan: 1) Modelpembinaan anak jalanan di Pondok Pesantren, 2) Kendala-kendala yang terjadi dalam pembinaan anak jalanan, 3) Mengatasi kendala yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun metode analisis datanya melalui: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menjelaskan bahwa: 1) Pembinaan yang dilakukan di Pondok Pesantren Salafiyah Sabilul Hikmah ini adalah pendekatan secara personal sosial dimana pengurus pondok pesantren harus berinteraksi sosial secara anak per anak agar tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh masing-masing anak serta pembinaan dengan pendekatan secara agama (religius), 2) Kendala yang paling menonjol adalah sulitnya masa peralihan anak-anak yang semula hidup bebas dijalanan dan kemudian hidup di lingkungan pondok pesantren serta kurangnya dana operasional untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari para santri, 3) Mengatasi anak yang susah diatur adalah dengan membuat anak - anak tersebeut merasa nyaman maka itulah guna dari pembinaan melalui pendekatan personal sosial,sedangkan kendala dari keuangan adalah bagaimana pendiri Pondok Pesantren menggunakan uang pribadi dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari para santri.Kata Kunci : Model Pembinaan, Anak Jalanan, Personal sosial dan religi.ABSTRACTThe research objective is to understand and describe: 1) The mentoring model for street children at Islamic Boarding School, 2) The problems in mentoring for street children, and 3) The solution for solving the problems. This research applied the descriptive qualitative research. The techniques for data collection were observation, interview, and documentation. The analysis data started from data collection, data reduction, result of research and conclusion. The result of this research showed that: 1) The mentoring which was done by Salafiyah Sabilul Hikmah Islamic Boarding School was a personal and social approach where Islamic boarding school staffs should make an social interaction to eachof street children so they could understand their real needs, 2) the most problem which faced by street children was the difficulties on their adaptation from the life street to Islamic boarding school which did not have a good financial to support all their daily needs, and 3) To mentor the street childern who could not be taught easily was by making them feelmore comfortable so it aligned with the goal of a personal and social approach, and to cover the lack of financial on the student’s daily needs was by using the staff’s personal money.Keywords: Mentoring Model, Street Children, Personal and social approach, and religion.
PERANAN GURU PKn DALAM MENINGKATKAN WAWASAN KEBANGSAAN DAN CINTA TANAH AIR (WANGSA CITA) DI ERA GLOBALISASI PADA SISWA SMA MUHAMMADIYAH 1 MALANG Eka Nur Cahyaning Asih; Nurul Zuriah; Budiono Budiono
Jurnal Civic Hukum Vol. 3 No. 1 (2018): Mei 2018
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v3i1.7725

Abstract

ABSTRAKWawasan kebangsaan dan cinta tanah air melahirkan sebuah pemahaman, kesadaran, dan sikap dari elemen anak bangsa terhadap pilar kehidupan berbangsa dan bernegara dan menjadikan sebagai orientasi, perwujudan nilai dan tingkah sehari-hari. Melalui peranan guru PKn , pendidikan wangsa cita dapat tumbuh dan meningkat pada anak bangsa, karena guru PKn merupakan seseorang yang harus memiliki kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik sesuai dengan karakteristik pembelajaran PKn. Selain menjadi tenaga pengajar, guru PKn juga diharapkan dapat menjadi tauladan yang baik bagi peserta didiknya, dapat memperbaiki moral siswa dan mampu mengurangi dampak globalisasi pada siswa. Hal ini dikarenakan PKn merupakan pendidikan yang mengajarkan tentang bagaimana rakyat Indonesia harus memiliki wawasan kebangsaan dan cinta tanah air terhadap Negara Indonesia. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian kualitatif. Pengumpulan data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian data tersebut  dianalisis secara deskriptif analisis. Teknik keabsahan data dengan kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Guru PKn sudah mampu untuk meningkatkan wangsa cita siswa di SMA Muhammadiyah 1 Malang. Hal ini terbukti dari sikap siswa yang disiplin, patuh pada guru dan aturan sekolah, serta jujur meskipun belum seluruh siswa yang memiliki wangsa cita tersebut. Namun demikian meningkatkan wangsa cita siswa tidak terlepas dari hambatan yang ada seperti, tidak semua siswa yang mematuh peraturan sekolah dengan baik, dan tidak semua siswa memiliki wangsa cita yang baik pula, khususnya terkait pada era globalisasi yang ada saat ini. Solusi dalam menyikapi hambatantersebut adalah mengajak ikut serta semua guru di SMA Muhammadiyah 1 Malang untuk dapat meningkatkan wangsa cita pada siswa, memanggil siswa yang bermasalah kekantor untuk dibina agar dapat dinasehati dan diberi pengarahan tentang wangsa cita pada dirinya. Selain solusi tersebut guru PKn beserta guru-guru yang lain harus lebih sabar dalam menghadapi siswa.Kata Kunci : Wangsa Cita, Wawasan Kebangsaan, Cinta Tanah Air, Peranan Guru PKn.ABSTRACTThe concept of Nasionalism and patriotism give mean to an understanding, a ware nessand attitude as thechildren’selement thenation against thepillars of national life and make the orientation, value of realization and everyday behavior. As the role of civics teacher, educational of patriotism can grow and increase in children , because the Civics teacher is someone who should have the ability to manage the learning of students with the characteristics of civics lesson. In addition to being a teacher, civics teachers are also expected to be the good models for their students, they can improve students’ morale andwere able to reduce the impact of globalization on the students. Civics is a subject that teaches about how the people of Indonesia should have the nationalism and patriotism toward Indonesia. This study is a qualitative research. The data obtained by observation, interview and documentation. Then the data were analyzed descriptively.The validity of  The data were using the state of credibility, transferability, dependability, and conformability. The civics teachers have been able to increase the wangsacita of students in SMAMuhammadiyah 1 Malang. This was seen as the attitude of the students were disciplined, obedient to the teachers and school rules and being honest even though some of them haven’t got the wangsa citayet. Nevertheless, in improving students’ wangsacita cannot be separated from the existing obstacles such as not all of the students obey the school rules, and not all of the students have the good manner of wangsacita, especiallyin the era of globalization today. The solution in facing these obstacles all the teachers in SMA Muhammadiyah 1 Malang are invited to participate in improving the wangsacita towards the students, calling the troubled students to the office in order to be advised and briefed on the wangsacitaon them. In addition, the Civics teachers along with other teachers should be more patient in dealing with the students.Keywords: Wangsa Cita, Nasionalism, Patriotism, The Role of Civics Teachers.
ANALISIS DAMPAK PENGGUNAAN GADGET (SMARTPHONE) TERHADAP KEPRIBADIAN DAN KARAKTER (KEKAR) PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 9 MALANG Fahdian Rahmandani; Agus Tinus; M Mansur Ibrahim
Jurnal Civic Hukum Vol. 3 No. 1 (2018): Mei 2018
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v3i1.7726

Abstract

ABSTRAKPenggunaan gadget (smartphone) yang terlalu berlebihan dan tidak sewajarnya akan menimbulkan pengaruh terhadap kepribadian dan karakter peserta didik. Kepribadian peserta didik seharusnya menjadi perhatian khusus dalam menanamkan karakter kepada mereka. Karena antara kepribadian dan karakter tersebut akan sangat berpengaruh terhadap tumbuh-kembang peserta didik. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk: (a) Mengetahui penggunaan gadget (smartphone) oleh peserta didik di SMA Negeri 9 Malang, (b) Mendeskripsikan kepribadian dan karakter peserta didik yang menggunakan gadget (smartphone) di SMA Negeri 9 Malang, dan (c) Mendeskripsikan solusi penggunaan gadget (smartphone) yang ideal oleh peserta didik di SMA Negeri 9 Malang. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian deskriptif kualitatif. Dimana peneliti berusaha memberikan gambaran secara sistematis dan cermat berdasarkan fakta – fakta aktual dan sifat – sifat populasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan masalah – masalah aktual dan mengumpulkan data. Pengumpulan data diperoleh dengan teknik wawancara, angket, observasi dan dokumentasi. Adapun informan yang digali informasinya yakni Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Guru PPKn, Guru Agama Islam, Guru BK, Guru IPS, Guru IPAdan Siswa - siswi Kelas XI SMA Negeri 9 Malang. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut: (a) Hampir semua peserta didik di SMAN 9 Malang memiliki dan menggunakan gadget, khususnya smartphone. Rata-rata waktu peserta didik menggunakan gadgetnya selama 3 sampai lebih dari 7 jam untuk membuka media sosial. (b) Kepribadian peserta didik yang menggunakan gadget (smartphone) cenderung lebih pasif seperti individualis, tertutup, kurang peduli dengan sekitarnya dan rasa sosial dari anak kurang. Sedangkan karakternya memiliki kecenderungan lebih apatis, pola pikirnya cenderung irasional, mencari mudahnya saja dan kurang mempunyai simpati.(c) Penggunaan gadget (smartphone) yang ideal yaitu dengan memberikan banyak pemahaman kepada peserta didik dan menerapkan program yang memiliki hubungan dengan penggunaan gadget (smartphone). Hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan sebagai berikut: (a) Semua peserta didik di SMAN 9 Malang menggunakan gadget (smartphone). (b) Terjadi penyimpangan kepribadian dan demoralisasi karakter peserta didik yang aktif menggunakan gadget (smartphone). (c) Solusi ideal yaitu dengan memberikan banyak pemahaman, dan sekolah sudah menerapkan program berbasis gadget (smartphone).Kata Kunci : Analisis, Penggunaan Gadget (Smartphone), Kepribadian Karakter.ABSTRACTThe use of gadgets (smartphone) which is too excessive and not reasonable will be impacting on the personality and character of students. Personality of students should be particular concern on instilling character for them. Because between the personality and the character will greatly affect the growth and development of students. Thus this research aims to: (a) Knowing the use of gadgets (smartphone) by students at State High School 9 Malang, (b) Describe the personality and character of students who use gadgets (smartphone) in State Senior High School 9 Malang, and (c) Explaining solutions use gadgets (smartphone) which is ideal by students at State Senior High School 9 Malang. This research uses techniques of research descriptive qualitative. Where researchers tried to give an idea systematically and meticulously based on actual facts and the characteristic of certain populations. This research aiming to solve the actual problems and collect the documents. collection of documents were obtained by interview, questionnaire, observation and documentation. As for informant who unearthed the information that is Vice Principal of Student, Teacher of PPKn, Teacher of Islamic Religious, Teacher of BK, Teacher IPS, Teacher of Science and Student Class XI of State Senior High School 9 Malang. Based on research that has been done, the results are as follows: (a) Almost allthe students at State Senior High School 9 Malang have and use gadgets, particularly smartphones. The average time students use the gadget for 3 to more than 7 hours to playing social media. (b) The personality of students who use gadgets (smartphone) tend to be more passive as individualistic and less concerned with the surroundings and the childs less has the social sense. While the characters have a tendency to be apathetic, the mindset is tends irrational, seeking ease and have less sympathy. (c) The use of gadgets (smartphone) ideal that is to give a lot of understanding to of students and implement programs that have a relationship with the use of gadgets (smartphone). The result of research obtained can be summed as follows: (a) All of students at State SeniorHigh School 9 Malang using gadgets (smartphone). (b) There is a personality disorder and demoralization of character for students active using gadgets (smartphone). (c) The ideal solution is to give a lot of understanding, and school has implemented a program the based of gadgets (smartphone).Keywords: Analysis, Using Gadget (Smartphone), Character.
PENGUATAN PENDIDIKAN POLITIK DALAM MENINGKATKAN SIKAP BELA NEGARA SISWA DI SMA NEGERI 3 MALANG Fitrianur Widya Ningrum; Trisakti Handayani; M Mansur Ibrahim
Jurnal Civic Hukum Vol. 3 No. 1 (2018): Mei 2018
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v3i1.7727

Abstract

ABSTRAKPendidikan politik merupakan usaha yang dilakukan terus-menerus dan berproses untuk meningkatkan pengetahuan politik agar dapat berpartisipasi secara optimal untuk menyelesaikan masalah di bidang politik. Saat ini, praktik dan pemahaman mengenai pendidikan politik masih lemah. Hal itu dikarenakan, merosotnya nilai karakter pada peserta didik serta timbulnya sikap acuh yang disebabkan oleh arus perkembangan jaman dan teknologi yang canggih. Oleh karena itu, pendidikan politik perlu dimaksimalkan kembali agar dapat membina dan mengarahkan peserta didik untuk dapat memahami hak dan tanggungjawabnya sebagai warga negara Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penguatan pendidikan politik dalam meningkatkan sikap bela negara siswa di SMA Negeri 3 Malang, faktor penghambat dan pendukung beserta solusi untuk mengatasi hambatan yang muncul. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi secara langsung dan mendokumentasi hal-hal yang berkaitan dengan penelitian serta wawancara mendalam kepada sepuluh informan. Data dianalisis secara kualitatif yangterdiri dari empat alur kegiatan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Serta, tahapan terakhir ialah keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penguatan pendidikan politik dalam meningkatkan sikap bela negara siswa di SMA Negeri 3 Malang dalam pelaksanaannya dapat meningkatkan sikap bela negara bagi anggota OSIS, dan anggota Paskibra. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan yang dilakukan dan hasil yang didapatkan setelah mengikuti kegiatan tersebut, sehingga mendorong mereka untuk menjalankan hak nya sebagai warga negara yang bersedia membela NKRI. Faktor penghambat berupa adanya anggota OSIS dan anggota Paskibra yang kurang bisa memanejemen waktu dan kesulitan mendapatkan dispensasi dari guru. Faktor pendukungnya berupa dukungan dari sekolah, motivasi diri, komunikasi yang baik antar anggota, dan keteladanan dari guru.Kata Kunci : Pendidikan Politik, Sikap Bela Negara.ABSTRACTPolitical education is an ongoing effort and processes to increase politicalknowledge in order to participate optimally to solve political problems. At present, practices and understanding of political education are still weak. This is because, the decline in character values in students and the emergence of indifference caused by the current development of sophisticated times and technology. Therefore, political education needs to be maximized again in order to foster and direct students to understand their rights and responsibilities as Indonesian citizens. This study aims to find out the implementation of strengthening political education in improving the defense attitudes ofstudents in Senior High School 3 Malang, inhibiting and supporting factors along with solutions to overcome obstacles that arise. Data collection was obtained through direct observation and documenting matters relating to research and in-depth interviews with ten informants. The data were analyzed qualitatively consisting of four activities, namely data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. And, the last stage is the validity of the data using technical triangulation. The results of this study indicate that the strengthening of political education in enhancing the state of defense of studentsin Senior High School 3 Malang in its implementation can improve state defense for members of the Student Council, and members of Flag Hoisting Troop. This can be seen from the activities carried out and the results obtained after participating in these activities, thus encouraging them to exercise their rights as citizens who are willing to defend the Republic of Indonesia. The inhibiting factor is the existence of student council members and Flag Hoisting Troop members who are not able to manage time and have difficulty getting dispensation from the teacher. Supporting factors include support from school, self motivation, good communication between members, and exemplary from the teacher.Keywords: Political Education, Defend the Country
PENGARUH TEMAN SEBAYA TERHADAP PERKEMBANGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH 1 MALANG Moh Salahuddin; Nurbani Yusuf; Budiono Budiono
Jurnal Civic Hukum Vol. 3 No. 1 (2018): Mei 2018
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v3i1.7728

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahuai pengaruh teman sebaya terhadapperkembangan motivasi belajar siswa kelas VIII A SMP Muhammadiyah 1 Malang. Penelitian ini termasuk penelitian ex-post facto dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluru kelas VIII di SMP Muhammadiyah 1 Malang dan sampelnya adalah siswa kelas VIII A dengan jumlah 33 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelian ini menggunakan dokumentasi dan angket koesioner. Uji prasarat analisis menggunakan uji normalitas dan uji linearitas, uji hipotesis menggunakan uji korelasi Product moment. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan positif dan signifikanantara pergaulan teman sebaya dengan motivasi belajar yang di tunjukan dari hasil rhitung yang dipeolah dengan bantuan SPSS sebeser 0,575, sedangkan rtabel dengan N = 33 pada taraf kesalahan 5% sebesar 0,344, sehingga ρ hitung > ρ tabel (0,575 > 0,344). Selanjutnya ditemukan bahwa mayoritas siswa memiliki skor pergaulan teman sebaya yang berada pada kategori sedang dengan presentase 66,7% dan mayoritas siswa peda motivasi belajar jugatermasuk dalam kategori sedang dengan presentase yaitu sebesar 75,8%.Kata Kunci : Pergaulan teman sebaya, Motivasi belajar, SMP Muhammadiyah 1 Malang.ABSTRACTThe purpose of this research is to know how the thepeers’s influence towarddevelopment of students’s learning motivation at VIII A Class SMP Muhammadiyah 1 Malang. The kind of this research used ex-post facto with quantitative research. The population is the whole VIII class at SMP Muhammadiyah 1 Malang and the sample is the students who is in Class VIII A with amount 33 people. The data collection in this research used documentation and questionnaire. Test prerequisite analysis using normality test and linearity test, hypothesis test using product moment correlation test. The result of thisstudy showed that there was a positive and significant correlation between peerassociation with learning motivation which showed from the result of rhitung which if with the help of SPSS shift 0,575, while rtabel with N = 33 at 5% error level 0,344, so r hitung>r tabel (0,575 > 0.344). Furthermore it was found that the majority of students have peer social scores that are in the medium category with a percentage of 66.7% and the majority of students pedamotivasibelajr also included in the category of premises premisesdenga 75.8%.Keywords: Peers association, Learning motivation, SMP Muhammadiyah 1 Malang.
PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ANTIKORUPSI MELALUI HABITUS KETELADANAN DI SMP MUHAMMADIYAH BOARDING SCHOOL YOGYAKARTA Moh Wahyu Kurniawan; Rini Setiyowati
Jurnal Civic Hukum Vol. 3 No. 1 (2018): Mei 2018
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v3i1.7729

Abstract

AbstrakPenelitan ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang habituasi atau pembiasaan nilai-nilai pendidikan antikorupsi di sekolah dengan basic islamic boarding school. Metode penelitian menggunakan pendektaan kualitatif dengan metode fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di SMP Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta. Informan dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru, pembina ekstrakulikuler, pembina asrama serta siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai pendidikan antikorupsi melalui keteladan dapat dilakukan secara holistik baik melalui pembelajaran, ekstrakulikuler maupun pembiasaan di asrama. Pendidikan antikorupsi sebagai pendidikan akan nilai kedepannya harus mendapatkan penangan yang serius untuk membangun generasi antikorupsiKata Kunci: Pendidikan antikorupsi, Boarding School.AbstractThis research aims to provide an overview of the integration strategy of anticorruption education in schools on the basis of islamic boarding school. The research method uses kualtitatif approach with phenomenological method. This research was conducted in SMP Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta. The informants ie principals, teachers, extracurricular builder, builder dormitories, and students. collecting data through interviews, observation and documentation. The results showed that the integration of anti-corruption education is done through habituation in a dormitory, habituation through extracurricular activities, as well as familiarity with the culture of the school. Anti-corruption education as the future value of education will have to get serious treatment in order to build the next generation of anti-corruption.Keywords: Anti-corruption education, Boarding School 
STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) MELALUI PENGEMBANGAN POTENSI PARIWISATA KABUPATEN MANGGARAI BARAT Rosmiati Rosmiati; Trisakti Handayani; Rohmad Widodo
Jurnal Civic Hukum Vol. 3 No. 1 (2018): Mei 2018
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v3i1.7730

Abstract

ABSTRAKPemerintah Kabupaten Manggarai Barat mempunyai peran penting dalam memajukan daerahnya, salah satunya dengan mengembangkan potensi yang ada. Dengan mengoptimalkan potensi yang ada di Manggarai Barat, khususnya dari sektor pariwisata agar bisa meningkatkan Pendapatan Daerah. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mendeskripsikan upaya pengembangan potensi pariwisata dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, (2) Menganalisis kendala yang dihadapi Pemerintah Daerah dalam pengembangan potensi pariwisata, (3) Menjelaskan solusi yang dilakukan Pemerintah Daerah dan mengatasi kendala. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan yang digali informasinya adalah sekretaris dinas kebudayaandan pariwisata, kepala bidang pengembangan, kepala bidang promosi, pemandu wisata dan pengunjung wisata di Kabupaten Manggarai Barat. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil sebagai berikut:(1) Strategi Pemerintah Daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui pengembangan potensi pariwisata telah dilakukan dan dimasukan dalam Renstra, namun belum begitu maksimal, (2) Kendalanya yaitu: faktor masyarakat, kurangnya kualitas SDM, anggaran dana terbatas, belum optimalnya sarana dan prasarana, kurangnya kerjasama, ketatnya persaingan pasar dan masih belum tersedianya sarana promosi. (3) Solusinya yaitu mengadakan pokdarwis, meningkatkan kualitas SDM, mengoptimalkan pengeluaran maupun pemasukan dana, peningkatan sarana dan prasarana, meningkatkan koordinasi antar dinas, peningkatan kualitas produk, mengoptimalkan sarana promosi.Kata Kunci : Strategi, Pemerintah Daerah, Potensi Pariwisata.ABSTRACTFurthermore, the local government of West Manggarai holds the crucial role indeveloping the region by means of optimizing the existing potentialities. In accordance with the societal perception regarding the condition of eastern regions of Indonesia that are categorized as underdeveloped regions, it is of requirement for local government to alternate such paradigm. It might be by optimizing the potentialities that entail West Manggarai, particularly on tourism sector, in addition to increase the revenue. Therefore this research was intended to: (1) describe the efforts of developing the tourism potentiality in developing the locally-generated revenue in West Manggarai; (2) analyze the barriers faced by the local government in developing the tourism potentiality; (3) formulate the possible solutions for local government to overcome the barriers. Moreover, this research accommodated descriptively qualitative research design in whichthis research was to systematically and conscientiously provide a vision of actual facts and characteristics of particular population. In addition, it aimed to solve the actual issues and collect the data. Furthermore, the data were originally collected from observation, interview, and documentation. In fact, the informants recruited included the secretary of Department of Tourism and Culture, the head of field development tour-guide (1 person), and tourist (1 person) of West Manggarai. Alluding to the research that had been piloted,there were some results as being explicated as follows: (1) the strategies of localgovernment in developing the revenue by means of developing the tourism potentiality had been implemented and inserted into the strategic plan, but they had not been maximally successful yet; (2) the barriers faced in developing the tourism potentiality comprised societal factor, lack of quality regarding human resource, limited budgets, ineffectiveness of supporting facilities, lack of collaboration with private parties, the sharp competition ofmarket, and the unobtainability of tourism promotion facilities, such as websites; and (3) the possible solutions to overcome the barriers were by: establishing aware group of tourism, upgrading the quality of human resource, optimizing the expenditures and revenues, developing the supporting facilities, strengthening the coordination of each department, upgrading the quality of products, and optimizing the promotion facilities.Keywords: The Strategies, Local Government, Tourism Potentiality.