Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training)
Artikel yang diterbitkan pada Journal of S.P.O.R.T melingkupi berbagai macam penelitian yang bertema olahraga pendidikan, olahraga prestasi dan olahraga rekreasi. Olahraga pendidikan melingkupi : Model pembelajaran penjas, metode pembelajaran penjas, dan yang berkaitan dengan olahraga pada tingkat pendidikan. Olahraga prestasi melingkupi : Kepelatihan, manajemen olahraga, gizi olahraga, fisiologi olahraga dsb. Olahraga rekreasi melingkupi : Olahraga kesehatan, Olahraga Masyarakat dsb.
Articles
262 Documents
Pengaruh Gaya Mengajar Ditinjau Dari Percaya Diri Terhadap Hasil Belajar Handspring Senam Lantai
Ridwan Gumilar
Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Vol 3, No 1 (2019): Journal of S.P.O.R.T
Publisher : Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (242.216 KB)
|
DOI: 10.37058/sport.v3i1.749
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang pengaruh gayamengajar ditinjau dari percaya diri terhadap hasil belajar handspring senam lantai mahasiswa PJKR UniversitasSiliwangiTasikmalaya.Teknik analisis menggunakan analisis varians (ANAVA) dua arah, diikuti oleh tes Tukey pada taraf signifikansi α = 0,05. Diperoleh: (1) hasil belajar handspring secara keseluruhan yang diajar dengan gaya mengajar resiprokal lebih baik daripada yang diajar dengan menggunakan gaya mengajar latihan (Fo = 4.19 Ft = 4.00); (2) ada interaksi antara gaya mengajar dengan percaya diri terhadap hasil belajar handspring senam lantai, (Fo = 4.10 Ft = 4.00); (3) bagi mahasiswa yang memiliki percaya diri tinggi, hasil belajar handspringyang diajar dengan gaya mengajar resiprokal lebih baik daripada yang diajardengan gaya mengajar latihan (qo = 4.149 qt = 3.63); (4) bagi mahasiswa yang memiliki percaya diri rendah hasil belajar handspringyang diajar dengan gaya mengajar latihan lebih baik daripadayang diajar dengan gaya mengajar resiprokal (q0 = 7.379 qt = 3.63). Diharapkan kepada seluruh dosen dan guru untuk memberikan senam lantai belajar latihan tertentu saja lebih baik menggunakan perintah gaya mengajar.Pengaruh Gaya Mengajar Ditinjau Dari Percaya Diri Terhadap Hasil Belajar Handspring Senam Lantai
PENGARUH GAYA MENGAJAR KOMANDO DAN MOTOR ABILITY RENDAH TERHADAP HASIL BELAJAR TENDANGAN DOLYO CHAGI TAEKWONDO
Dicky Tri Juniar;
Tatang Iskandar
Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Vol 2, No 1 (2018): Journal of S.P.O.R.T
Publisher : Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (94.425 KB)
|
DOI: 10.37058/sport.v2i1.507
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang pengaruh gaya mengajar komando dan motor ability rendah terhadap hasil tendangan dolyo chagi Taekwondo mahasiswa PJKR Universitas Siliwangi Kota Tasikmalaya. Penelitian dilakukan dilingkungan kampus Universitas Siliwangi pada Mahaiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, karena peneliti merencanakan dan melaksankan kegiatan pengumpulan data yang ada hubungannya dengan hipotesis. Peneliti dengan sengaja dan secara sistematis memasukkan perlakukan-perlakuan ke dalam gejala-gejala alamiah dan kemudian mengamati akibat dari perlakuan tersebut. Pengambilan sampel yang penulis gunakan dengan cara acak sederhana (random assignment). Pembahasan hasil penelitiannya adalah gaya mengajar komando memberikan pengaruh yang signifikan bagi mahasiswa dengan motor ability rendah terhadap hasil belajar tendangan dolyo chagi (q0 = 4,63 qt = 3,63). Dengan skor rata-rata = 34,81 dan simpangan bakunya = 5,69. Terdapat 44% mahasiswa yang memperoleh skor hasil tendangan dolyo chagi dibawah kelompok rata-rata, 12 % mahasiswa berada pada kelompok rata-rata, dan 44% mahasiswa memperoleh skor di atas kelompok rata-rata. Gaya komando lebih emberikan tingkat kedisiplinan yang tinggi bagi mahasiswa dan waktu yang digunakan akan lebih efektif efisien, sehingga diharapkan kepada seluruh dosen dan guru dalam memberikan pembelajaran olahraga kepada peserta didik yang keterampilan geraknya rendah khususnya mempelajari taekwondo lebih baik menggunakan gaya mengajar komando.
IKLIM PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA
Juhrodin Juhrodin
Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Vol 1, No 1 (2016): Journal of S.P.O.R.T
Publisher : Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (237.322 KB)
|
DOI: 10.37058/sport.v1i1.181
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh iklim pembelajaran terhadap hasil belajar mahasiswa, untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar mahasiswa, untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh iklim pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini akan dilaksanakan dengan menggunakan metode deskriptif analisis dengan teknik survey. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini diharapkan mampu mengungkapkan fenomena yang dikaji secara sistematis untuk mendapatkan kebenaran dari permasalahan yang diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester II Program Studi PJKR Universitas Siliwangi sebanyak 284 orang dengan sampel sebanyak 74 orang. Teknik pengumpulan data melalui angket yang dianalisis dengan menggunakan program SPSS.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa : 1) Ada hubungan yang signifikan antara iklim pembelajaran dengan hasil belajar mahasiswa artinya semakin tinggi iklim pembelajaran yang dikelola oleh pihak perguruan tinggi terkait kampus yang kondusif, penataan lapangan yang menunjang sebagai sentra belajar, penciptaan atmosfir belajar yang kondusif, penetapan strategi pembelajaran dan pemanfaatan media dan sumber belajar serta penilaian hasil belajar maka hasil belajar mahasiswa akan semakin meningkat. 2) Ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar mahasiswa artinya semakin tinggi motivasi belajar mahasiswa baik interinsik maupun eksterinsik yang diberikan oleh perguruan tinggi maka hasil belajar mahasiswa akan semakin meningkat. 3) Ada hubungan yang signifikan antara iklim pembelajaran dan motivasi belajar dengan hasil belajar mahasiswa. Artinya bahwa semakin tinggi iklim pembelajaran yang dikelola oleh dosen dan motivasi belajar siswa yang semakin baik maka hasil belajar mahasiswa akan semakin meningkat.Dianjurkan kepada Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi UNSIL Tasikmalaya untuk meningkatkan iklim pembelajaran, Motivasi belajar mahasiswa.Kata Kunci :Hasil, Iklim, Motivasi,Pembelajaran
UPAYA MENGEMBANGKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN MENGGUNTING
Yan Yan Nurjani
Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Vol 3, No 2 (2019): Journal of S.P.O.R.T
Publisher : Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (346.726 KB)
|
DOI: 10.37058/sport.v3i2.1026
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan motorik halus melalui kegiatan menggunting pada anak usia dini di kelompok B TK YBA’45 Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah anak-anak kelompok B TK YBA’45 Tarogong Kidul yang berjumlah 15 anak. Penelitian dilaksanakan pada semester II pada bulan April sampai Mei tahun ajaran 2017/2018. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian pengembangan motorik halus Pra Tindakan menunjukan kriteria kurang baik dengan nilai rata-rata pengembangan motorik halus sebesar 46.65%. Hasil penelitian pada Siklus I menunjukan kriteria cukup dengan nilai rata-rata pengembangan motorik halus sebesar 63.3%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I telah menunjukan keberhasil dalam mengembangkan motorik halus tetapi belum mencapai indikator keberhasilan sehingga diperlukan siklus selanjutnya. Hasil Siklus II pencapaian kriteria baik dengan nilai rata-rata pengembangan motorik halus sebesar 87.8%. Berdasarkan hasil penelitian dan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan menggunting dapat mengembangkan motorik halus pada anak kelompok B semester II di TK YBA’45 Tarogong Kidul sebesar 24.5%.
PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN JUMP SHOOT BOLA BASKET
Rizki Yuliandra;
Eko Bagus Fahrizqi
Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Vol 2, No 1 (2018): Journal of S.P.O.R.T
Publisher : Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (101.354 KB)
|
DOI: 10.37058/sport.v2i1.512
Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan model latihan jump shoot bola basket yang baru. Selain itu, penelitian dan pengembangan ini dilakukan untuk memperoleh informasi secara mendalam tentang pengembangan dan penerapan model latihan jump shoot dan mengetahui efektivitas, efisiensi dan daya tarik hasil pengembangan model latihan ini. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan pendekatan kualitatif serta menggunakan metode Penelitian Pengembangan (Research Development) dari Borg and Gall. Subjek dalam penelitian dan pengembangan ini adalah anggota UKM Basket Teknokrat yang berjumlah 30 0rang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian dan pengambangan ini berupa kuesioner dan angket, yang digunakan untuk mengumpulkan data pada tahap: (1) analisis kebutuhan; (2) evaluasi ahli ; (3) ujicoba kelompok kecil; dan (4) ujicoba lapangan.Tes efektivitasnya adalah hasil validasi dari 3 ahli dan hasil tes uji lapangan. Hasil dari 3 ahli menyatakan bahwa 82,8% layak digunakan dan uji kecil menyatakan 80,8% sangat layak digunakan. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan dapat disimpulkan bahwa: (1) Dengan pengembangan model latihan jump shoot ini, dapat membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan jump shoot bola basket. (2) Memberikan referensi baru latihan jump shoot bola basket.
PERBANDINGAN LATIHAN DENGAN MENGGUNAKAN BOLA UKURAN 4 DAN 5 TERHADAP KETEPATAN MENENDANG BOLA KE ARAH GAWANG
Aditya Gumantan;
Imam Mahfud
Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Vol 2, No 1 (2018): Journal of S.P.O.R.T
Publisher : Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (147.705 KB)
|
DOI: 10.37058/sport.v2i1.503
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan latihan dengan menggunakan bola ukuran 4 dan 5 terhadap ketepatan menendang bola ke arah gawang pada ekstrakulikuler sepakbola SD Negeri 2 Kampung Baru tahun pelajaran 2016/2017. Dan diharapkan bermanfaat bagi peneliti dan guru penjaskes sebagai bahan mengajar dalam kegiatan pembelajaran mata pelajaran penjaskes khususnya sepakbola. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Populasi yang digunakan berjumlah 24 siswa. Sampel yang digunakan adalah semua populasi yang mengikuti ekstrakulikuler sepakbola SD Negeri 2 Kampung Baru yang berjumlah 24 siswa karena populasi tidak lebih dari 100 testi. Pengumpulan sampel menggunakan purposive sampling. Dari hasil penelitian di dapat bahwa latihan dengan menggunakan bola ukuran 4 dan 5 memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat ketepatan menendang bola ke arah gawang. Latihan dengan menggunakan bola ukuran 5 memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap tingkat ketepatan menendang bola ke arah gawang, hal ini dapat dilihat dari hasil penghitungan data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tes akhir bola ukuran 4 sebesar 3,174 lebih kecil dibandingkan dengan bola ukuran 5 sebesar 5,285. Kesimpulan dari penelitian ini adalah latihan dengan menggunakan bola ukuran 5 lebih efektif dibandingkan dengan latihan menggunakan bola ukuran 4 pada siswa ekstrakulikuler sepakbola SD Negeri 2 Kampung Baru.
PENGARUH PENDEKATAN TAKTIS DAN TRADISIONAL TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR KETERAMPILAN SEPAKBOLA
Defri Mulyana
Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Vol 1, No 1 (2016): Journal of S.P.O.R.T
Publisher : Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (61.236 KB)
|
DOI: 10.37058/sport.v1i1.177
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh Pendekatan Taktis dan Tradisional terhadap Motivasi dan Hasil belajar Keterampilan (Keterampilan Dasar dan Keterampilan Bermain). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental : Pre-test and Post-test design, dengan menggunakan uji independent sample t-test dan uji paired sample t-test untuk melihat perbedaan dan pengaruh pendekatan taktis dan pendekatan tradisional. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMKN 2 Tasikmalaya yang aktif mengikuti kegiatan ektrakulikuler sepakbola sebanyak 30 orang. Hasil pengujian untuk independent test untuk motivasi belajar diperoleh perbedaan pada kelompok sebelum antara pendekatan taktis dan pendekatan tradisional dengan nilai thit 2,68. Selanjutnya untuk teknik dasar sepak bola (Stop Passing, Heading, Dribling, Shooting) menunjukan terdapat perbedaan pada kelompok sebelum antara pendekatan taktis dan pendekatan tradisional, dan pada keterampilan bermain sepak bola hasil pengujian menunjukan terdapat perbedaan kelompok sebelum antara pendekatan taktis dan pendekatan tradisional dengan nilai thit 3,97, sedangkan kelompok sesudah antara pendekatan taktis dan pendekatan tradisional dengan nilai thit 5,93. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 1. Motivasi belajar siswa pada kelompok taktis memberikan pengaruh lebih besar dibandingkan dengan kelompok tradisional 2. Pendekatan tradisional lebih besar pengaruhnya terhadap keterampilan teknik dasar sepakbola dibandingkan pendekatan taktis 3. Pendekatan taktis lebih besar pengaruhnya terhadap keterampilan bermain sepakbola dibandingkan pendekatan tradisional.Kata Kunci: Model Pembelajaran Pendekatan Taktis dan Tradisional, Motivasi dan Hasil Belajar Keterampilan Sepakbola.
Pengaruh Latihan Long Passing Menggunakan Sasaran Berurutan Terhadap Ketepatan Long Passing Dalam Permainan Sepak Bola
Rd. Rizal Shufi Mubarok;
Abdul Narlan;
Haikal Millah
Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Vol 3, No 2 (2019): Journal of S.P.O.R.T
Publisher : Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (470.046 KB)
|
DOI: 10.37058/sport.v3i2.1150
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang Pengaruh Latihan Long Passing Menggunakan Sasaran Berurutan pada UKM Sepak Bola Universitas Siliwangi 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Berdasarkan hasil pengolahan data uji statistic, ternyata secara empirik latihan long passing menggunakan sasaran berurutan berpengaruh terhadap ketepatan long passing pemain UKM Sepak Bola Universitas Siliwangi 2019.
Pengembangan Model Latihan Jump Shoot Bola Basket
Rizki Yuliandra;
Eko Bagus Fahrizqi
Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Vol 3, No 1 (2019): Journal of S.P.O.R.T
Publisher : Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (129.972 KB)
|
DOI: 10.37058/sport.v3i1.750
Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan model latihan jump shoot bola basket yang baru. Selain itu, penelitian dan pengembangan ini dilakukan untuk memperoleh informasi secara mendalam tentang pengembangan dan penerapan model latihan jump shoot dan mengetahui efektivitas, efisiensi dan daya tarik hasil pengembangan model latihan ini. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan pendekatan kualitatif serta menggunakan metode Penelitian Pengembangan (Research Development) dari Borg and Gall. Subjek dalam penelitian dan pengembangan ini adalah anggota UKM Basket Teknokrat yang berjumlah 30 0rang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian dan pengambangan ini berupa kuesioner dan angket, yang digunakan untuk mengumpulkan data pada tahap: (1) analisis kebutuhan; (2) evaluasi ahli ; (3) ujicoba kelompok kecil; dan (4) ujicoba lapangan.Tes efektivitasnya adalah hasil validasi dari 3 ahli dan hasil tes uji lapangan. Hasil dari 3 ahli menyatakan bahwa 82,8% layak digunakan dan uji kecil menyatakan 80,8% sangat layak digunakan. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan dapat disimpulkan bahwa: (1) Dengan pengembangan model latihan jump shoot ini, dapat membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan jump shoot bola basket. (2) Memberikan referensi baru latihan jump shoot bola basket.
HUBUNGAN PANJANG TUNGKAI, POWER TUNGKAI DAN KOORDINASI MATA-KAKI DENGAN KEMAMPUAN PASSING PADA PEMAIN UNIT KEGIATAN MAHASISWA OLAHRAGA FUTSAL PERGURUAN TINGGI TEKNOKRAT
Eko Bagus Fahrizqi
Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Vol 2, No 1 (2018): Journal of S.P.O.R.T
Publisher : Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (242.118 KB)
|
DOI: 10.37058/sport.v2i1.508
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dari panjang tungkai, power tungkai dan koordinasi mata baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama dengan kemampuan passing atau mengoper pada futsal. Penelitian ini dilakukan pada pemain unit kegiatan mahasiswa futsal perguruan tinggi teknokrat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan korelasional. Sampel terdiri dari 30 orang. Sebelum melakukan penelitian terlebih dahulu dilakukan ujicoba terhadap instrument tes yang akan digunakan dalam penelitian. Ujicoba ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah instrumen yang akan diuji valid dan reliabel. Teknik analisis data adalah uji normalitas, uji homogenitas dan uji linearitas. Instrumen penelitian untuk mengukur anggota tubuh panjang tungkai dengan anthropometer dan kekuatan tungkai menggunakan standing broad jump . Tes koordinasi mata-kaki dan tes kemampuan passing. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat hubungan yang positif antara panjang tungkai dengan kemampuan passing atas koefisien korelasi r x1y = 0.355 dan memberikan pengaruh sebesar 40.14%. (2) terdapat hubungan yang positif antara power tungkai dengan kemampuan passing atas koefisien korelasi r x2y = 0.303 dan memberikan pengaruh sebesar 60.66%. (3) terdapat hubungan yang positif antara koordinasi mata kaki dengan kemampuan passing atas koefisien korelasi r x3y = 0.527 dan memberikan pengaruh sebesar 27.22 %. (4) terdapat hubungan yang positif antara panjang tungkai, power tungkai dan koordinasi mata kaki secara bersama-sama dengan kemampuan passing atas Rx123y = 0.560 memberikan pengaruh sebesar 31.36%.