cover
Contact Name
Ai Siti Nurjamilah
Contact Email
aisitinurjamilah@unsil.ac.id
Phone
+6285223939772
Journal Mail Official
aisitinurjamilah@unsil.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP, Universitas Siliwangi Jalan Siliwangi No. 24 Kota Tasikmalaya 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
METABASA
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : -     EISSN : 27146278     DOI : -
Jurnal ini merupakan jurnal yang mengkaji masalah ilmu-ilmu pendidikan bahasa dan sastra Indonesia yang meliputi: Bidang Pendidikan Bahasa Indonesia Bidang Pendidikan Sastra Indonesia Bidang Kebahasaan Indonesia Bidang Kesastraan Indonesia
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2020)" : 5 Documents clear
FUNGSI MANTRA KEKUATAN DALAM JANGJAWOKAN: KAJIAN ETNOLINGUISTIK Aulia Pebrianti Wardani; Nani Darmayanti; Agus Nero Sofyan
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai “ Fungsi Mantra Kekuatan dalam Buku “Jangjawokan Inventarisasi Puisi Mantra Sunda”: Analisis Etnolinguistik”. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yaitu metode yang disejajarkan dengan metode observasi. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik catat. Mantra kekuatan yang dianalisis sebanyak tiga data. Berdasarkan hasil analisis data, ke tiga mantra tersebut memiliki sugesti bagi masyarakat penuturnya. Masyarakat penutur percaya bahwa mantra tersebut benar-benar memiliki kekuatan. Fungsi dari ketiga mantra kekuatan tersebut adalah fungsi sosial. Selain itu mantra tersebut dalam fungsinya dalam masyarakat memiliki dua fungsi yaitu sebagai media pengungkapan ekspresi diri dan sebagai religi. Kata kunci: mantra kekuatan, Jangjawokan, fungsi, etnolinguistik
ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA KERINDUAN PADA LIRIK LAGU “HANYA RINDU” KARYA ANDMESH KAMALENG Adi Rustandi; Rendy Triandy; Dheni Harmaen
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakArtikel ini mengkaji makna kerinduan pada lirik lagu “Hanya Rindu” karya Andmesh Kamaleng melalui analisis semiotika Roland Barthes. Tujuan artikel ini dibuat untuk mencari makna kerinduan pada lagu tersebut dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes yang di dalamnya menjelaskan makna denotasi, konotasi, dan mitos. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif interpretif atau cara berpikir induktif, yaitu cara berpikir dari khusus ke umum. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen, yaitu dengan melakukan penelusuran dan perolehan dari berbagai sumber yang terdapat data yang diperlukan. Hasil kajian semiotika terhadap lirik lagu “Hanya Rindu” karya Andmesh Kamaleng ini yaitu pertama, makna denotasinya, pencipta lagu ingin menyampaikan perasaan rindu yang sangat hebat kepada sosok perempuan yang bernama Ibu yang sudah meninggal. Hal ini dibuktikan pada setiap bait lagunya menjelaskan keinginan dan kerinduan bertemu dengan sosok perempuan bernama Ibu. Kedua, makna konotasinya, pencipta lagu merasakan penyesalan yang hebat dalam dirinya karena tidak bisa bertemu lagi dan mengulang waktu ke masa lalu dengan sosok perempuan bernama Ibu. Hal ini dibuktikan pada bait pertama dan ketiga. Ketiga, makna mitosnya, pencipta lagu ingin menyampaikan pesan bahwa mengobati rasa rindu terhadap sosok perempuan yang bernama Ibu yang sudah meninggal bisa dengan melihat foto, video, dan menghadirkan kenangan bersamanya ketika masih hidup. Hal ini dibuktikan pada bait pertama, kedua, keempat, dan kelima. Kata kunci: makna, semiotika, dan lirik lagu.
PENGARUH PENGGUNAAN BAHASA KOMUNIKASI INTERPERSONAL PEDAGANG BERBAHASA SUNDA TERHADAP TINGKAT PENJUALAN DI WILAYAH KABUPATEN PURWAKARTA Rani Sri Wahyuni
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas pengaruh penggunaan bahasa komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh para pedagang berbahasa Sunda terhadap tingkat penjulannya di kabupaten Purwakarta. Purwakarta merupakan wilayah yang terus berkembang dan tidak menutup diri terhadap pengaruh luar. Banyak pendatang yang tinggal di Purwakarta diantaranya pendatang dari China, Arab, dan India yang sudah menjadi penduduk Purwakarta. Pada umumnya pendatang tersebut berprofesi sebagai pedagang yang tersebar dibeberapa wilayah Purwakarta. Walau demikian penggunaan bahasa yang mereka gunakan rata-rata bahasa Sunda. Pada saat berdagang penggunaan bahasa Sunda lebih mendominasi ketika melakukan transaksi dengan para konsumen, hasilnya komunikasi tersebut sangat berpengaruh terhadap tingkat penjualan dan minat beli masyarakat.Yang ingin diketahui dari penelitian ini adalah; bagaimana situasi penggunaan bahasa ketika transaksi jual beli dengan para pembeli yang berasal dari suku/daerah lain. Bahasa apa yang digunakan pada saat para pedagang berinteraksi di ruang public dengan pedagang lain. Dan apakah komunikasi interpersonal berpengaruh terhadap tingkat penjualan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan perspektif penyesuaian identitas dan jenis studi etnografi komunikasi. Subjek penelitian adalah para pedagang berbahasa Sunda yang tinggal di wilayah Purwakarta, baik pedagang di pasar tradisional maupun pedagang di pasar modern yang dipilihsecarapurposif. Pengumpulan data diperolehmelaluiobservasi lapangan, wawancara secara mendalam, rekaman, partisipasi pasif, dana analisis dokumen. Aktivitas komunikasi interpersonal para pedagang berbahasa Sunda sangat berpengaruh terhadap tingkat penjualan, pengaruh tersebut dapat terlihat dari seberapa besar minat beli konsumen yang berbelanja. Berdasarkan hasil observasi di lapangan menunjukan bahwa pedagang yang komunikatif dan menggunakan Sunda terbukti tingkat penjualannya lebih tinggi dan selalu mengalami peningkatan, dibandingkan dengan pedagang yang hanya aktif menggunakan bahasa Indonesia /kaku dan tidak komunikatif dengan pembeli yang berbeda bahasa, baik di pasar tradisional maupun di pasar modern wilayah Purwakarta.Kata Kunci:Pengaruh bahasa, komunikasi interpersonal, dan tingkat penjualan
MANIFESTASI NILAI DIDAKTIS CERITA RAKYAT SANGKURIANG DALAM NOVEL “SUPATA SANGKURIANG” KARYA ALEXANDREIA WIBAWA Budi Riswandi; Sumiyadi Sumiyadi
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak.Folklor adalah bahan-bahan yang diwariskan dari tradisi, melalui kata-kata dari mulut ke mulut maupun dari praktik adat istiadat. Dengan kata lain, folklor pada dasarnya merupakan wujud budaya yang diturunkan dan atau diwariskan secara turun-temurun secara lisan (oral). Nilai didaktis yang terkandung dalam Novel “Supata Sangkuriang” masih erat mempertahankan nilai didaktis yang terdapat dalam cerita rakyat Sangkuriang. Dengan wacana lain, novel tersebut dapat mempertahankan nilai didaktis cerita rakyat Sangkuriang. Nilai didaktis yang terdapat dalam cerita rakyat Sangkuriang dan Novel “Supata Sangkuriang” adalah: 1) Mengendalikan Nafsu, 2) Sabar dan Penyayang, 3) Percaya terhadap Adanya Kekuatan Gaib, 4) Sikap Jujur, 5) Sikap Tidak Sombong, dan 6) Sikap Demokratis.Kata Kunci : Cerita Rakyat, Sangkuriang, Novel
PENAMAAN DESA DI KECAMATAN DAWUAN, KABUPATEN MAJALENGKA: SUATU KAJIAN ETNOLINGUISTIK Dikri Dirwatul Ghozali; Fikri Hakim
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini penulis lakukan guna mengidentifikasi “kisah-kisah” ataupun nilai-nilai budaya di balik penamaan desa di Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka. Metode yang penulis gunakan adalah metode kulalitatif deskriptif dengan teknik simak-cakap. Untuk kajian etnologi atau budaya, penulis melakukan penelitian langsung ke lapangan (Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka) selama tiga hari dan melakukan wawancara terhadap sumber yang kompeten, yakni para tetua atau yang dituakan, yang memiliki kapasitas untuk menjelaskan secara mendalam sejarah ataupun “kisah” di balik penamaan desa di Kecamatan Dawuan. Sedangkan untuk ranah bahasanya, penulis lebih menitikberatkan pada keberterimaan makna yang terkandung. Selain itu, penulis juga menangkap fenomena menarik bahwa beberapa nama desa di Kecamatan Dawuan merupakan bentuk akronim, sehingga penulis juga membahas dari segi proses morfologis yang terjadi dalam penamaan desa-desa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di balik nama-nama desa di Kecamatan Dawuan terdapat informasi mengenai sejarah dan budaya masyarakat setempat. Selain itu, kajian etnolinguistik yang dilakukan juga menunjukkan dengan jelas bahwa bahasa sebagai produk budaya memiliki peran yang cukup signifikan dalam mengejawantahkan suatu informasi agar dapat bertahan dari masa ke masa. (Kata kunci: Etnolinguistik, Budaya, Semantik, Morfologi)

Page 1 of 1 | Total Record : 5