cover
Contact Name
Adhi Surya
Contact Email
J.Kacapuri@gmail.com
Phone
+6287782738533
Journal Mail Official
J.Kacapuri@gmail.com
Editorial Address
UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam kalimantan MAB Gd A lt 2, Jalan adhiyaksa No 2 Kayu Tangi Banjarmasin Kalsel-70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Kacapuri : Jurnal Keilmuan Teknik Sipil
ISSN : 25023179     EISSN : 26566001     DOI : 10.31602
JURNAL KACAPURI terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Diterbitkan oleh Program Studi (S-1) Teknik Sipil Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari. Redaksi menerima sumbangan artikel ilmiah dari para peneliti, pendidikan dan pemerhati masalah-masalah atau scope and focu
Articles 258 Documents
KAJIAN PENGARUH ABU BATU KAPUR SEBAGAI PENGGANTI FILLER PADA CAMPURAN HOT ROLLED SHEET WEARING COURSE (HRS-WC) Jhoniko Melodi; Robby Robby; Salonten Salonten
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2021): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v4i2.6425

Abstract

Kebutuhan akan material perkerasan jalan, terutama pasir, semakin meningkat seiring dengan banyaknya pembangunan jalan di Kalimantan Tengah. Karena itu perlu adanya material alternatif pasir yang dapat digunakan untuk kebutuhan pembangunan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pasir dan abu batu kapur dari Desa Bawan Kabupaten Pulang Pisau dan dari Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas apakah memenuhi persyaratan atau spesifikasi yang telah ditentukan, sehingga dapat digunakan sebagai agregat dalam campuran Hot Rolled Sheet Wearing Course (HRS-WC). Perencanaan campuran menggunakan metode Asphalt Institute. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan abu batu kapur sebagai pengganti filler pada campuran Hot Rolled Sheet Wearing Course (HRS-WC). dibuat dua komposisi campuran dengan masing-masing 5 variasi kadar aspal. Komposisi I (tanpa bahan pengganti filler), Komposisi II (menggunakan pengganti filler). Berdasarkan hasil tes Marshall untuk Komposisi I diperoleh nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 7,35%, stabilitas 1250 kg, VMA 21 %, rongga dalam campuran (VIM) 4,03 %, rongga terisi aspal (VFB) 80,15 % dan hasil bagi Marshall 390,100 kg/mm. Komposisi II diperoleh nilai Kadar Pengganti Filler Optimum sebesar 7,40%, stabilitas 1385 kg, VMA 21,15%, rongga dalam campuran (VIM) 3,90%, rongga terisi aspal (VFB) 82% dan hasil bagi Marshall 320,500 kg/mm.Kata kunci: lapis tipis aspal beton, abu batu kapur, kadar aspal optimum
PEMANFAATAN KAPUR GAMPING SEBAGAI BAHAN TAMBAH PENGISI (FILLER) PADA CAMPURAN LATASTON HRS-WC (HOT ROLLED SHEET- WEARING COURSE Andy Harisandy; Robby Robby; Desriantomy Desriantomy
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2021): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v4i2.6412

Abstract

Lataston HRS-WC adalah campuran aspal panas bergradasi senjang yang terdiri dari Agregat kasar, sedang, halus dan filler. Campuran ini banyak digunakan dilapangan sebagai lapis permukaan jalan. Pada pelaksanaannya dilapangan, pelaksana sering diperhadapkan dengan tidak tetapnya gradasi yang tersedia khususnya pada fraksi bahan pengisi (filler). Dalam komposisi campuran untuk material bahan pengisi (filler) dibutuhkan dalam jumlah yang cukup besar yaitu 6 % s/d 12 %. Material filler yang ada seperti abu batu dan semen memberikan harga yang cukup mahal. Abu kapur   gamping memiliki ukuran partikel yang sangat halus, abu kapur gamping mengandung unsur pozzolan dan bersifat mengeras dan menambah kekuatan jika bereaksi dengan air. Dalam penelitian ini mencoba menganalisis penggunaan abu kapur dari Desa Sibung Kecamatan Raren Batuah Kapupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah sebagai bahan pengisi (filler) pada campuran HRS-WC.bahan tambah pada campuran Lataston.Kata kunci : Filler, Kapur Gamping, HRS-WC, Marshall
ANALISIS PENINGKATAN NILAI KUAT GESER TANAH GAMBUT DENGAN BAHAN STABILISASI ABU AMPAS TEBU DAN KAPUR Berlin Bondan Pratama; Okrobianus Hendri; Fatma Sarie
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2021): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v4i2.6439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisik tanah gambut pada daerah Jalan Soekarno Palangka Raya sebelum distabilisasi serta menganalisis pengaruh penambahan campuran abu ampas tebu dan kapur terhadap nilai kuat geser tanah gambut. Pemeriksaan sifat fisik tanah meliputi pemeriksaan kadar air, pemeriksaan kadar serat, pemeriksaan berat jenis dan pemeriksaan berat volume. Sedangkan, pemeriksaan sifat mekanik pada tanah asli dan tanah campuran dilakukan dengan uji geser langsung (Direct shear test). Bahan campuran yang digunakan berupa abu ampas tebu dengan variasi 3%, 6% dan 12% ditambah kapur 8% dari berat sampel dengan pemeraman 3 hari dan 5 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah gambut di daerah Jalan Soekarno Palangka Raya memiliki nilai kadar air sebesar 262,53%, kadar serat sebesar 19,05%, berat jenis sebesar 1,26, dan berat volume sebesar 1,24 g/cm3. Hasil pengujian geser langsung pada tanah asli didapatkan nilai kohesi (c) sebesar 0,039 kg/cm2 dan nilai sudut geser dalam (ϕ) sebesar 2,06°. Penambahan campuran abu ampas tebu dan kapur pada tanah asli mengakibatkan nilai kohesi dan nilai sudut geser dalam cenderung mengalami peningkatan di setiap penambahan variasi campuran. Peningkatan nilai kohesi (c), sudut geser dalam (ϕ) dan kuat geser tanah (τ) tertinggi terjadi pada penambahan kapur 8% + abu ampas tebu 12% pemeraman 5 hari yakni masing-masing sebesar 0,143 kg/cm2 dan 4,52°, sedangkan untuk nilai kuat geser tanah (τ) terjadi peningkatan sebesar 153,18%. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan campuran abu ampas tebu dan kapur akan memberikan peningkatan terhadap nilai kuat geser tanah, yang mana tanah tersebut menjadi lebih baik dan stabil. Kata Kunci : Tanah gambut, stabilisasi, abu ampas tebu, kapur, kuat geser
STUDI KELAYAKAN TEMPAT PARKIR PENGUNJUNG ADA SWALAYAN SETIABUDI KOTA SEMARANG Aris Krisdiyanto; Kemmala Dewi; Agustinus Sungsang Nana Patria
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2021): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v4i2.6430

Abstract

ADA Swalayan Setiabudi terletak di lokasi yang strategis dan mudah dijangkau, sehingga ramai pengunjung terlebih pada hari Sabtu dan hari libur. Permintaan ruang parkir menjadi bermasalah ketika kurangnya area parkir pada jam puncak karena permintaan lebih besar dari kapasitas ruang parkir yang ada, dan terhambatnya manuver masuk dan keluar tempat parkir sehingga tertundanya pengunjung yang akan parkir. Penelitian ini bertujuan untuk studi kelayakan ruang parkir pengunjung baik tempat parkir mobil penumpang dan motor di ADA Swalayan Setiabudi, yang selanjutnya dicari pemecahan masalah dalam upaya mengoptimalisasi ruang parkir yang ada sehingga menjadi lebih baik lagi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, yang terbagi menjadi dua yaitu: survei pengamatan di lapangan dan survei melalui kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas parkir di hari puncak tidak memenuhi syarat dikarenakan kendaraan yang parkir per jamnya lebih banyak dari kapasitas parkir. Nilai indeks parkir (IP) < 1 artinya kebutuhan parkir tidak melebihi daya tampung , sehingga masih dikatakan “layak”. Hasil kuesioner analisa tingkat kepuasan pengguna parkir masuk dalam kategori “cukup layak”. Adapun pemecahan masalah yang dapat dilakukan untuk mengoptimalisasikan ruang parkir yaitu dengan penambahan petugas parkir tertutama pada kondisi puncak, memperjelas rambu penunjuk arah yang ada di dalam ruang parkir untuk memperlancar jalur sirkulasi parkir dan menerapkan batasan waktu parkir dengan tambahan tarif, hal ini untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan parkir.Kata kunci: studi kelayakan, parkir, jam puncak, survei lapangan, kuesioner
ANALISIS KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN HOT ROLLED SHEET WEARING COURSE (HRS-WC) MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAH KARET PADAT Rasyid Ridha; Salonten Salonten; Murniati Murniati
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2021): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v4i2.6421

Abstract

Kinerja campuran agregat aspal pada konstruksi perkerasan jalan dicoba untuk ditingkatkan dengan cara memodifikasi campuran aspal sehingga didapatkan perubahan sifat campuran aspal, khususnya pada penetrasi dan titik lembeknya dengan menambahkan bahan tambahan karet padat sehingga diharapkan pada penelitian ini bisa mengurangi kepekaan aspal terhadap temperatur dan keelastisannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauhmana manfaat penggunaan karet sebagai bahan tambahan pada campuran aspal panas yang diharapkan penggunaannya dapat meningkatkan mutu perkerasan lentur jalan raya. Pengujian Marshall dengan penambahan karet dengan variasi kadar bahan tambah 2%, 4%, 6%, 8% dan 10% terhadap berat aspal yang diperoleh dari KAO pada benda uji, hasil parameter Marshall memenuhi spesifikasi yang ada. Dari hasil evaluasi sifat karakteristik Marshall diperoleh rentang penambahan kadar karet 0% hingga 7,9%, campuran memenuhi semua spesifikasi yang ditentukan. Kadar penambahan plastik optimum ditetapkan dari nilai parameter Marshall yang memenuhi semua persyaratan spesifikasi dan dilihat dari nilai stabilitas tertinggi, yaitu pada kadar penambahan karet sebesar 7,90%. Penambahan karet sebesar 7,90% dari berat aspal menghasilkan nilai stabilitas naik 9,98% dari nilai stabilitas campuran tanpa menggunakan bahan tambah karet yaitu mengalami kenaikan sebesar 93 kg, nilai flow naik sebesar 0,27 mm, rongga dalam campuran (VIM) turun sebesar 0,80%, rongga terisi aspal (VFB) naik sebesar 4,20% dan hasil bagi Marshall (Marshall Quotient) naik sebesar 11 kg/mm.  Kata Kunci: Aspal Karet, Hot Rolled Sheet Wearing Coaurse, Kadar Aspal Optimum
KAJIAN PEMANFAATAN PASIR LIMBAH TAMBANG PUYA (ZIRCON) DARI DESA TARINGEN, KABUPATEN GUNUNG MAS, SEBAGAI MATERIAL PERKERASAN JALAN PADA CAMPURAN LATASIR Muhamad Zainul Imron; Salonten Salonten; Supiyan Supiyan
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2021): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v4i2.6408

Abstract

Provinsi Kalimantan Tengah merupakan salah satu provinsi terluas di Indonesia, untuk membangun provinsi Kalimantan Tengah ini supaya dalam pembangunannya merata, pemerintah memprioritaskan infrastruktur pembangunan pada bidang perhubungan dengan membuat prasarana transportasi khususnya jalan. Kebutuhan akan material pembangunan jalan terutama pasir semakin meningkat seiring dengan banyaknya pembangunan jalan di Kalimantan Tengah. Karena itu perlu adanya material alternatif pasir yang dapat digunakan untuk kebutuhan pembangunan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pasir dari Desa Taringen, Kabupaten Gunung Mas memenuhi persyaratan atau spesifikasi yang telah ditentukan, sehingga dapat digunakan  sebagai agregat dalam campuran Hot Rolled Sand Sheet (HRSS). Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa, berdasarkan sifat-sifat fisik agregat pasir dari Desa Taringen, Kabupaten Gunung Mas dapat digunakan sebagai agregat pada campuran Lapis Tipis Aspal Pasir (Hot Rolled Sand Sheet). Untuk mengetahui pengaruh pasir, dibuat komposisi campuran dengan 5 (lima) variasi kadar aspal, yaitu komposisi dengan 100% pasir alam dari Desa Taringen. Berdasarkan hasil tes Marshall dengan komposisi tersebut diperoleh nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 7,850%, stabilitas 330 kg, flow 2,9 mm, rongga dalam campuran (VIM) 4,8%, rongga terisi aspal (VFB) 77% dan hasil bagi Marshall 115,5 kg/mm.Kata Kunci: Lapis Tipis Aspal Pasir (Hot Rolled Sand Sheet), Parameter Marshall, Kadar Aspal Optimum.
Analisis Waktu dan Biaya Pembangunan Gedung IKFM, IPS, IPL Dan Parkir Kendaraan Karyawan Aris Sujarwo; Wateno Oetomo
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2022): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v5i1.7527

Abstract

Proyek  konstruksi  merupakan  suatu  rangkaian  kegiatan  yang  saling  berkaitan untuk mencapai suatu tujuan tertentu baik bangunan maupun konstruksi yang didalamnya terdapat Batasan waktu, biaya dan mutu. Untuk itu dibutuhkan suatu metode atau Teknik pengendalian kinerja proyek yang sifatnya konsisten dan terintegrasi agar kinerja proyek tidak berada dibawah kinerja yang telah direncanakan.  Konsep  earned value merupakan  salah satu metode yang dapat digunakan untuk kepentingan pengendalian kinerja proyek. Dalam penelitian kali ini metode earned value akan digunakan untuk menganalisis bagaimana kinerja waktu dan biaya yang ada di proyek pembangunan Gedung ikfm, ips, ipl dan parkir kendaraan karyawan rsud sidoarjo.jika performa pekerjaan dianggap tetap dari kinerja terakhir kali yang didapatkan maka  hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja waktu yang didapatkan yakni pada  minggu ke-15 diperoleh hasil spi sebesar 0,923, meskipun spi dibawah 1 namun jadwal proyek diselesaikan tepat waktu sesuai jadwal yang direncanakan, namun sebaliknya kinerja biaya menunjukkan hasil yang kurang baik yakni ditandai dengan hasil cpi  sebesar0,827. Yang berarti proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah   direncakan   namun   dengan   biaya   yang   lebih   besar   yakni   sebesar9.899.287.561,59. penelitian ini menunjukkan bahwa metode earned value bisa memprediksi hasil akhir serta memberi gambaran status kinerja proyek yang sedang berlangsung secara komprehensif.Kata Kunci: Earned Value, RSUD Sidoarjo, Kinerja Waktu dan Biaya
ANALISIS FASILITAS BERLALU LINTAS PADA ZOSS DI KABUPATEN MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN (TRAFFIC FACILITY ANALYSIS ON ZOSS IN MAROS REGENCY SOUTH SULAWESI PROVINCE) Abdul Azis
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2022): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v5i1.7391

Abstract

ZoSS diterapkan untuk melindungi pejalan kaki khususnya anak sekolah dari bahaya kecelakaan lalu lintas akibat kendaraan yang melaju melebihi batas normal yang disebabkan oleh kelalaian manusia dalam pengoperasian kendaraannya. Tujuannya adalah untuk menganalisis kondisi lalu lintas di zona aman sekolah (ZoSS). Peneliti menggunakan metode analisis survei untuk pengumpulan dan pengolahan data menggunakan metode kuantitatif berdasarkan data statistik. Volume lalu lintas penduduk selama 6 hari kerja. Hasil survei kecepatan dan volume lalu lintas meliputi kecepatan sesaat kendaraan yang melewati ZoSS yang diukur dengan speed gun, populasi survei adalah semua kendaraan yang melintas di jalan sekolah, dan ukuran sampel minimal 30 kendaraan. Metode pemilihan sampel adalah simple random sampling. Analisis data menggunakan statistik Z-test. Pengumpulan data primer dilakukan dengan observasi langsung ke lokasi penelitian. Kecepatan yang diamati dalam penelitian ini adalah kecepatan lokal. Kesimpulannya adalah keadaan volume puncak tertinggi KM. 12 Kabupaten Maros pada pukul 07.56-08.00 WITA selama 42.75 SMP/5 menit, waktu kedatangan dan volume puncak tertinggi untuk trayek pada pukul 02.06-12.10 WITA pada 40.9 SMP/5 menit untuk waktu pulang. Hasil pengolahan data didapatkan volume lalu lintas di Jalan Poros Kabupaten Maros tidak melebihi kapasitas, hal ini menunjukkan volume lalu lintas masih stabil.Kata Kunci: volume, lalu lintas, ZoSS, stabil
IMPLEMENTASI AUTODESK REVIT UNTUK QUANTIIY TAKE OFF PADA PEKERJAAN STRUKTUR JEMBATAN Ahmad Fawzi Pratama; Budi Witjaksana
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2022): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v5i1.7603

Abstract

Perlu adanya terobosan yang bisa membantu perhitungan Quantity Take-Off. Terobosan haruslah berupa solusi yang mudah untuk diimplementasikan. Penelitian ini membahas sebuah perangkat lunak Autodesk Revit, dengan perangkat lunak ini pengguna bisa merancang bangunan serta struktur menggunakan pemodelan 3D dan menyajikan gambar kerja   2D serta Quantity Take-Off material. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah   melakukan permodelan 3D, perhitungan volume, dan perhitungan   biaya dengan bantuan software Revit. Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam mencapai tujuan penelitian. foto lapangan dalam penelitian ini adalah sebagai salah satu acuan dalam  permodelan 3D, harga satuan dalam penelitian ini adalah untuk menghitung biaya pekerjaan. Gambar  nantinya digunakan untuk acaun membuat permodelan jembatan di software Revit yang kemudian bisa diketahui untuk volume pekerjaannya. Rekapitulasi dari total semua volume pekerjaan yang didapatkan setelah melakukan permodelan 3D. Volume pekerjaan struktur jembatan: • Pondasi Beton fc’ 20 MPa : 267,57 M³ • Baja Tulangan Struktur 420A : 46.874,53 Kg • Struktur Baja : 28.974,69 Kg • Strous pile Diameter 400mm : 288M 2. Biaya pekerjaan : • Pondasi Beton fc’ 20 MPa : Rp. 320.011.996,85,- • Baja Tulangan  Struktur   420A   :   Rp.   870.804.549,90,-   •   Struktur   Baja   :   Rp. 104.600.948,88,- • Strous pile Diameter 400mm : Rp. 200.213.732,16,-Kata Kunci: Autodesk Revit, Implementasi Revit, Quantity Take Off
Pengaruh Penambahan Campuran Kapur Dan Abu Sekam Padi Pada Stabilisasi Tanah Gambut Terhadap Nilai Kuat Tekan Dan Kuat Geser (Studi Kasus: Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan) Benny Syaputra; Akhmad Gazali; Eka Purnamasari
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2022): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v5i1.7232

Abstract

Tanah gambut sering menimbulkan masalah pada bangunan-bangunan yang ada diatasnya, salah satu alternative yang digunakan untuk memperbaiki kualitas tanah ialah dengan stabilisasi. Stabilisasi merupakan usaha dalam memperbaiki sifat fisik dan mekanik tanah, yaitu dengan penambahan zar adiktif berupa kapur dan abu sekam padi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai kuat tekan dan kuat geser tanah gambut sebelum dan sesudah distabilisasi menggunakan kapur dan abu sekam padi serta pengaruh variasi waktu pemeraman terhadap nilai kuat tekan dan kuat geser. Penambahan kapur 10%, dan abu sekam padi 5%, 10%, 15%, dengan waktu pemeraman 0 hari, 4 hari, dan 7 hari. Tanah diambil dari Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan. Nilai kuat tekan bebas tertinggi terjadi pada campuran kapur 10% + abu sekam padi 15% dan waktu pemeraman 7 hari dengan nilai didapat sebesar 1,793 kg/cm2 titik1 , 1,983 kg/cm2 titik 2, dan untuk kuat geser nilai kohesi tertinggi teradi pada kadar campuran kapur 10% + sekam 15% dengan waktu pemeraman 7 hari sebesar 0,38 titik1, 0,35 titik 2, dan nilai sudut geser 60,5 titik 1, 60 titik 2. Kata kunci : Kuat Tekan, Kuat Geser, Tanah Gambut