cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 147 Documents
Search results for , issue "Juni" : 147 Documents clear
GAME PUZZLE BERBASIS FUZZY C-MEAN UNTUK MEMETAKAN SOAL UJIAN NASIONAL FISIKA SMA Lukita Yuniati; Abdul Syukur; Romi Satria Wahono
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.214 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v14i1.450

Abstract

Hasil Ujian Nasional Fisika SMA Tahun 2007-2008 yang dilaporkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sebagai penyelenggara Ujian Nasional rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah alokasi yang disediakan untuk menyampaikan materi Ujian Nasional Fisika terbatas, materi soal Ujian Nasional Fisika banyak dan siswa kurang latihan soal Ujian Nasional fisika padahal dril soal Ujian Nasional Fisika sangat perlu untuk persiapan Ujian Nasional Fisika SMA. Agar kegiatan drill soal yang diberikan siswa mendapatkan hasil yang maksimal, guru harus pandai memetakan soal yang akurat. Berdasarkan angket yang disebarkan kepada 50 orang guru Fisika Kota Semarang bahwa guru sulit memetakan soal Ujian Nasional Fisika SMA. Dan berdasarkan angket 120 siswa SMA N 7 Semarang diketahui bahwa dril soal dalam mempersiapkan Ujian Nasional Fisika SMA adalah kegiatan yang membosankan dan tidak menantang. Untuk memudahkan guru memetakan soal Ujian Nasional Fisika pada penelitian ini digunakan fuzzy c-mean. Untuk memetakan soal Ujian Nasional Fisika kegiatan yang mulamula harus dilakukan adalah kegiatan mengelompokkan soal Ujian Nasional Fisika dalam clustercluster tertentu. Metode clustering yang digunakan berbasis fuzzy c-means. Fuzzy c-means adalah suatu teknik pengklasteran fuzzy dimana keberadaan tiap-tiap titik data dalam suatu klaster ditentukan oleh derajat keanggotaan. Proses clustering berbasis fuzzy c-means menunjukkan hasil yang lebih baik dan lebih alami dibandingkan dengan proses kluster dengan pendekatan tegas. Hasil clustering soal Ujian Nasional Fisika SMA berbasis fuzzy c-mean dijadikan dasar pembuatan game puzzle untuk kegiatan dril soal Ujian Nasional Fisika dalam rangka untuk mempersiapkan siswa kelas XII IA dalam menghadapi Ujian Nasional Fisika SMA
PENGEMBANGAN MODEL MEDIA AUDIO PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK BAGI ANAK USIA DINI Faiza Indriastuti
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.222 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v20i1.182

Abstract

Bahasa adalah alat komunikasi yang penting bagi setiap orang. Melalui bahasa, seseorang dapatmengembangkan kemampuan sosialnya. Penguasaan keterampilan sosial dalam masyarakat dimulai dengankemampuan berbahasa, dan dimulai sejak dini. Salah satu aspek tolok ukur dari keterampilan berbahasa adalahmenyimak. Menyimak akan mendukung kemampuan kosakata seseorang sehingga memperlancar kemampuanberkomunikasinya. Peningkatan kemampuan menyimak pada anak usia dini akhir-akhir ini banyak diabaikan. Beberapabahkan hanya fokus pada pengenalan huruf dan angka. Untuk itu, melalui kelebihan-kelebihan media audio, BPMRPKmengembangkan salah satu model pembelajaran yang memfokuskan pada peningkatan kemampuan menyimak anakusia dini, yaitu program Aku Kenal Suara Itu (AKSI).Selain pengembangan AKSI, artikel ini juga membahas efektivitasmodel media audio pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode mix research yang menggabungkan metodepenelitian kuantitatif dan kualitatif, dengan melibatkan 300 anak usia dini dan 88 pendidik PAUD dari 8 propinsi diIndonesia. Hasil dari penerapan model AKSI untuk peserta didik usia dini menunjukkan nilai 150,50 yang berartibahwa desain pembelajaran AKSI layak atau sesuai untuk digunakan sebagai model pembelajaran.Sedangkan hasilpenerapan oleh pendidik dalam pembelajaran, menunjukkan nilai rata-rata 44,50 yang berarti bahwa model ini efektifuntuk digunakan sebagai salah satu desain model pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan menyimak bagianak usia dini. Oleh karena itu, model AKSI sesuai dan efektif untuk digunakan sebagai salah satu model pembelajarandalam meningkatkan kemampuan menyimak bagi anak usia dini kelompok usia 4-6 tahun.
MODEL KONVERGENSI DALAM KOMUNIKASI PEMBELAJARAN Ishak Abdulhak; oos Anwas
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.889 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v8i14.524

Abstract

Perkembangan ilmu komunikasi mempengaruhi inovasi pendekatan pembelajaran. Model pembelajaran yang cenderung menggunakan komunikasi linier bergeser kepada komunikasi relasional. Sesuai tuntutan pembelajaran berkualitas dan efektif dikembangkan model pembelajaran dengan pendekatan komunikasi konvergen. Model ini memiliki ciri pelaksanaan belajar secara berkesinambungan dan memanfaatkan jejaring (network), serta berpijak pada kaidah kolektivitas untuk memperoleh saling pemahaman (mutual understanding). Konsekwensinya, pengajar dituntut selain memiliki kemampuan pemahaman bahan belajar, juga kemampuan menciptakan situasi pembelajaran yang kooperatif di antara peserta belajar. Implementasi model ini pada dasarnya memadukan karakteristik pendekatan pembelajaran kooperatif, percepatan pembelajaran, belajar yang menyenangkan, dan memperhatikan keunikan individual peserta belajar.
PENGEMBANGAN SPATIAL THINKING ON MAP TEST (STMT) UNTUK TINGKAT SMA Dwi Angga Oktavianto
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.134 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v21i3.345

Abstract

Abstrak: Soal berpikir spasial yang fokus pada interpretasi peta belum banyak dibuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan soal berpikir spasial model Spatial Thinking on Map Test (STMT). Metode Penelitian menggunakan desain penelitian pengembangan Adams & Wieman. STMT terdiri dari 8 soal. STMT diuji cobakan pada 28 siswa SMA Kelas 10 di SMA Negeri 1 Cawas, Kabupaten Klaten. Data yang didapat kemudian dianalisis dengan SPSS 24.0. Hasil penelitian menunjukkan nilai reliabilitas soal setelah diuji dengan Cronbach’s Alpha sebesar 0,741. Nilai ini termasuk kategori soal yang reliabel. Sedangkan nilai validitas soal nomor 1 sebesar 0,735; nomor 2 sebesar 0,722; soal nomor 3 0,682; soal nomor 4 sebesar 0,669; soal nomor 5 sebesar 0,703; soal nomor 6 sebesar; soal nomor 7 sebesar; dan soal nomor 8 sebesar 0,733. Nilai dari soal nomor 1 sampai 8 tersebut termasuk kategori valid. Berdasarkan hasil uji reliabilitas dan validitas tersebut soal STMT yang dibuat layak digunakan untuk mengukur keterampilan berpikir spasial siswa.
STRATEGI PEMBELAJARAN DAN IMPLIKASINYA PADA PENINGKATAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN Bambang Warsita
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.504 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v13i1.440

Abstract

Aplikasi praktis teknologi pembelajaran dalam pemecahan masalah pembelajaran mempunyai bentuk kongkrit yaitu strategi pembelajaran yang memudahkan peserta didik untuk belajar. Strategi pembelajaran ini merupakan proses memilih dan menyusun kegiatan pembelajaran dalam suatu unit pembelajaran seperti urutan, sifat materi, ruang lingkup materi, metode dan media yang paling sesuai untuk mencapai kompetensi pembelajaran. Pemilihan strategi pembelajaran yang tepat dapat memudahkan peserta didik dalam mencapai kompetensi atau tujuan pembelajaran. Peningkatan efektivitas pembelajaran dapat dilakukan dengan pemilihan strategi pembelajaran yang tepat. Memilih strategi pembelajaran hendaknya tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan pada kriteria atau standar tertentu, misalnya tujuan belajar, materi, karakteristik peserta didik, tenaga kependidikan, waktu, atau biaya.
STUDI PENYELENGGARAAN JARINGAN SEKOLAH Nurdin Ibrahim; Purwanto Purwanto; Oos M. Anwas
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.852 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v8i14.477

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penyelengaraan jaringan sekolah, terutama dalam tahapan penyediaan, pelayanan, dan pembinaan jaringan. Metode pengumpulan data menggunakan Focus Group Discussion (FGD) terhadap pakar dan praktisi yang telah menyelenggarakan jaringan sekolah. Hasil analisis data diketahui bahwa faktor pendukung aspek penyediaan jaringan adalah SDM yang terstruktur dengan tugas, fungsi dan tanggung jawab yang jelas; dan adanya berbagai alternatif aplikasi web server open source. Faktor penghambatnya adalah: kurang dukungan pengambil kebijakan seperti pimpinan, kurang kerjasama pihak terkait, penyedia jasa internet dan lain-lain. Dalam aspek pelayanan faktor pendukung adalah content, kemudahan akses, registrasi, discount pulsa internet, jaminan keamanan, tidak adanya tagihan, dan lain-lain. Situs yang berbasis teks, user friendly, fasilitas link, FAQ, download, helpdesk, space, dan promosi langsung kepada user untuk menjaga loyalitasnya. Faktor penghambat adalah belum tersedianya fasilitas search engine content yang memadai dan menyulitkan provider untuk promosi; kurangnya insentif bagi user, kesinambungan pelayanan, e-mail gratis, dan target yang akan dicapai.
TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI DAN GAYA HIDUP MAHASISWA Ahmad Sihabudin Ahmad Sihabudin
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.577 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.77

Abstract

Ahmad SihabudinFISIP Universitas Sultan Ageng TirtayasaJalan Raya Jakarta KM. 04 Pakupatan, Kota Serang – Banten(sihab_tea@yahoo.com)diterima: 11 Maret 2013; dikembalikan untuk direvisi: 29 maret 2013; disetujui: 25 Maret 2013Abstrak:Tulisan ini menjelaskan suatu gaya hidup yang meluber lewat komunikasi massa, dan jaringan ICT atau media kovergen ini melahirkan pola kehidupan yang demokratis, artinya, suatu gaya hidup tidak lagi menjadi privelese suatu kelompok dalam stratifikasi sosial. Dalam konteks kebudayaan massa, atau biasa juga disebut kebudayaan populer, masyarakat menjadi homogen. Siapa saja dapat mengambil alihnya,dari strata manapun ia berasal, pada saat ia bermaksud mengidentifikasikan dirinya ke dalam kelompok sosial yang dicitrakan oleh kebudayaan massa tersebut. Berkembangnya teknologi komunikasi dan informasi (information and communication technology / ICT) selama dekade terakhir membawa tren baru di dunia industri komunikasi yakni hadirnya beragam media yang menggabungkan teknologi komunikasi baru dan teknologi komunikasi massa tradisional. ICT amat berpengaruh dan mempercepat penyemaian budaya, gaya hidup, dan nilai baru. Efek Media, sebagian besar merupakan efek yang dikehendaki komunikator: efek-efek bersifat jangka pendek (segera dan temporer); efek-efek itu ada kaitannya dengan perubahan - perubahan sikap, pengetahuan maupun tingkah laku dalam inividu.Kata Kunci: TIK, Media Konvergen, dan Gaya Hidup.Abstract: This paper describes a lifestyle that is spilling through mass communication, and ICT networks or convergent media brings about a pattern of democratic life, that is, a way of life that is no longer a privilege of a group in the social stratification. In the mass culture context, or also called popular culture, society becomes homogeneous . Anyone can take over, whichever strata he comes , when they intends to identify themselves to certain social group described by the mass culture. The development of information and communication technology over the past decade brought a new trend in the communications industry that was presence of a variety of media that combined new communication technologies and traditional mass communication technologies . ICT is very influential and accelerates seeding culture, lifestyle, and new values. Media effects are largely communicator desired effects: they are of short-term effects (immediate and temporary); the effects have something to do with changes in attitudes , knowledge and behavior ofinividual.Keywords: IC , Media Convergence, Lifestyle.
PERKEMBANGAN DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN JARAK JAUH Edy Mulyana; Asep Saepudin
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.537 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.550

Abstract

Walaupun istilah teknologi informasi dan sistem informasi seringkali dipertukarkan penggunaannya, namun keduanya memiliki nuansa arti yang sama, yaitu bagaimana sebuah organisasi berusaha untuk menggunakan perangkat komputer, aplikasi, dan sarana telekomunikasi untuk meningkatkan kinerjanya secara signifikan. Ditinjau dari segi pengertiannya, sistem informasi dapat dianalogikan sebagai sebuah permintaan (demand), dimana kebutuhan akan sarana pengolahan data dan komunikasi yang cepat dan murah. Sedangkan teknologi informasi merupakan jawaban (supply) terhadap kebutuhan tersebut dalam bentuk penciptaan produk-produk berbaru teknologi perangkat keras dan perangkat lunak. Teknologi Informasi sebagai sebuh alat dapat digunakan pada berbagai bidang dan unit kerja. Pemanfaatan Teknologi informasi pada bidang pendidikan, selain efektif digunakan pada program pendidikan jarak jauh (distance educational) juga memenuhi karakteristik sebagai sebuah inovasi bagi pengembangan pendidikan yang relatif ajeg baik aspek: relative advantage, compability, Complexity, Triability, maupun Obsevability.nya.  
PENGEMBANGAN PERANGKAT BERCERITA UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL Subyantoro Subyantoro
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.022 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v12i1.420

Abstract

Tujuan penelitian tentang bagaimanakah model bercerita berbasis analisis fungsi tokoh cerita anak-anak adalah untuk mendapatkan prototipa model bercerita dengan berbasis analisis fungsi tokoh cerita anak-anak yang dapat meningkatkan kecerdasan emosional anak usia operasional konkret melalui pendekatan penelitian dan pengembangan.  Penggunaan model bercerita melalui buku panduan bercerita dan VCD bercerita ternyata memampukan anak-anak mendapatkan gambaran dan melaksanakan kegiatan bercerita yang mengarah pada pengembangan kecerdasan emosional. Keadaan yang demikian ini terlihat dari kecenderungan meningkatnya kecerdasan emosional anak-anak usia operasional konkret yang dijadikan sebagai uji coba model. Pelaksanaan pembelajaran bercerita atau pemberian cerita kepada anak akan bermakna apabila cerita yang dipilih memperhatikan aspek-aspek psikologis anak yang mencakup jenis cerita, cara bercerita, tema cerita, tokoh cerita, alur cerita, dan latar cerita; adanya penjalinan interaksi dalam proses penceritaan antara penyimak dan pencerita, dan diberikannya tindak lanjut yang bermakna bagi anak.
IMPLIKASI PENERAPAN TEORI PERKEMBANGAN MODAL JEAN PIAGET DALAM PENDIDIKAN MORAL ANAK Farihen UMJ
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1152.376 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.24

Abstract

Perkembangan moral Jean Piaget merupakan model teori pendekatan kognitif yang secara intrinsik lebih sesuai dengan hakikat manusia sebagai makhluk yang berpikir. Di Indonesia secara umum teori pendekatan kognitif ini banyak menjadi model dan praktik dalam pembelajaran, walaupun diterapkan kurang utuh; sehingga orientasi pembelajaran difokuskan pada pengembangan kognitif secara sempit. Dari perspektif hakikat manusia di atas model pendekatan kognitif Piaget, pada satu sisi, memiliki titik-titik similarisasinya yang hakiki dalam nilai-nilai Islam. Tetapi pada sisi lain, teori Piaget memiliki titik-titik kelemahan, karena perilaku moral tidak selalu merupakan refleksi pengetahuan moral. Maka Islam menyediakan nilainilai komplementasi yang memberi ruang penerapan moral bagi anak secara konsisten, walaupun memasuki tahap perkembangan moral autonomous yang bercorak subjektif dan relatif.

Page 3 of 15 | Total Record : 147


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 More Issue