cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 406 Documents
MENINGKATKAN KECAKAPANAN BERBAHASA INGGRIS MELALUI PRESENTASI ORAL Zaitun Zaitun; Mutiarani Mutiarani
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.905 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.138

Abstract

Abstrak:Kecakapan berbicara bahasa Inggris guru bahasa Inggris berperan penting dalam membantu peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran bahasa tersebut. Teknik yang tepat untuk meningkatkan kecakapan ini harus diperhatikan oleh mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Pendidikan, dimana mahasiswa calon guru-guru bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah oral presentasi efektif untuk pembelajaran kecakapan berbicara bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest/posttest dengan sampel 52 orang mahasiswa semester II Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Jakarta tahun akademik 2012/2013. Data dari hasil penelitian ini dianalisis secara kuantitatif dan dideskripsikan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa oral presentasi efektif dalam pembelajaran berbahasa Inggris, karena hasil post-test baik dari segi isi materi paparan (content) maupun cara penyajian materi (delivery) lebih tinggi nilainya dibandingkan hasil pretestnya. Oleh karena itu, teknik oral presentasi ini menjadi alternatif pilihan teknik pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru bahasa Inggris pada pembelajaran berbicara bahasa Inggris.Kata kunci: berbicara, kecakapan berbicara, oral presentasi. Abstract:English teachers’ proficiency in speaking English plays a major role to help students achieve the objectives of learning English. The appropriate method to improve this proficiency should be taken into consideration by students in English department where they are prepared to become English teachers. This study is aimed to examine the effectiveness of oral presentation to improve students’ proficiency in speaking English. An experimental method applied in this study in which 52 students of second semester from English department in Muhammadiyah University of Jakarta in the academic year of 2012-2013 were chosen as the sample. The results of the study were quantitavely analyzed and described in percentages. The findings of the study show that students’ post-test results both in the content and delivery technique of the presentation were higher than those in the pre-test. It is hoped that this oral presentation is potential as an alternative technique for English teachers in teaching English speaking skill.Keywords: speaking, proficiency, oral presentation
PENGARUH PENGGUNAAN PENILAIAN BERDASARKAN FORTOPOLIO TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA I Made Astra
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.586 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v13i1.436

Abstract

Dengan diterapkannya di semua tingkat sekolah sekarang yaitu kurikulum tingkat satuan pendidikan, maka guru diharapkan bisa menerapkan kurikulum tersebut dengan baik. Demikian pula dalam hal penilaian guru dituntut mencari sistem penilaian yang tepat, supaya tidak merugikan semua siswa. Salah satu sistem penilaian yang perlu dicoba adalah penilaian berdasarkan fortopolio, yaitu penilaian yang menilai semua hasil kerja siswa. Atas dasar itu telah diteliti pengaruh penggunaan penilaian berdasarkan fortopolio terhadap hasil belajar fisika siswa. Penelitian ini dilakukan di SMA YP UNJ terhadap siswa kelas XI. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen. Dari hasil penelitian diperoleh hasil yaitu ada peningkatan prestasi belajar fisika siswa dengan menggunakan penilaian berdasarkan fortopolio. Untuk itu para guru di sekolah bisa menggunakan cara penilaian tersebut terhadap anak didiknya.
STUDI PENGEMBANGAN MOBILE E-LEARNING PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) M Miftah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1361.528 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.30

Abstract

Pengembangan mobile learning pada pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Indonesia bertujuan untuk mendapatkan program media pembelajaran yang layak dan berkualitas yang dapat dijadikan sebagai media pendukung (supplement), pelengkap (complement), pengganti (substitution), bagi keberhasilan kegiatan belajar peserta didik. Ujicoba program dilakukan pada 16 SMA di 8 kota dengan mengambil 240 responden pada SMA se-Indonesia. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Model uji coba program yaitu modifikasi dari model pengembangan Borg dan Gall. Metode pengumpulan data melalui lembar kuesioner sebanyak 20 butir dan pertanyaan terbuka. Teknik analisis data yaitu, diolah dengan menggunakan program SPSS, selanjutnya data dideskripsikan. Hasil uji coba menunjukkan bahwa dari 40 program mobile learning dengan materi matematika, fisika, dan biologi memiliki kriteria nilai rata-rata tergolong tinggi/baik. Hal ini menunjukkan bahwa, 40 program mobile learning dalam situs m-edukasi.net layak dan berkualitas sebagai media pembelajaran peserta didik.
SURVAI PENDENGAR TERHADAP KONTEN SIAR RADIO PENDIDIKAN Innayah Innayah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.705 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v19i3.170

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respons pendengar terhadap konten siar pendidikan, konten siar pendidikan yang diminati oleh pendengar, dan respons pendengar terhadap kemenarikan konten siar program pendidikan. Penelitian ini dilaksanakan dalam kurun waktu dari tanggal 08 sampai dengan 10 Oktober 2014 di Tegal, Purbalingga, Kendal, Wonosobo, Sragen, Surakarta, Pekalongan, Bumiayu, Boyolali, Kebumen, Wonogiri, dan Brebes. Metode yang digunakan adalah metode survei. Populasi dari penelitian ini adalah pendengar dari 52 stasiun radio mitra yang menyiarkan konten pendidikan yang dikembangkan oleh Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan (BPMRP) Pustekkom-Kemendikbud. Sampel yang diambil berjumlah 95 pendengar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons pendengar terhadap konten siar pendidikan adalah baik, bermanfaat, dan penting karena dapat menambah wawasan. Konten siar pendidikan yang diminati oleh pendengar yaitu Ensipop, Kata Mutiara, Dongeng Anak Nusantara, Kisah Tokoh, serta Risalah Nabi dan Sahabat. Respons pendengar terhadap kemenarikan konten siar program pendidikan adalah menarik karena komposisi antara kata/kalimat, musik, sound effect, materi dan durasi cukup baik. Oleh karena itu, disarankan agar kemasan konten siar pendidikan ditingkatkan kemenarikannya, variasinya, dan unsur edukasinya dengan durasi 10 menit.Kata kunci: Pendengar, penyiaran, konten siar, radio pendidikanAbstract:The purpose of this study is to find out the response of listeners against education broadcast content, education broadcast content of listeners’ interest, and the response of listeners against education boradcast content’s attractiveness. This research was conducted during the period of October 8th through 10th 2014 in Tegal, Purbalingga, Kendal, Wonosobo, Sragen, Surakarta, Pekalongan, Bumiayu, Boyolali, Kebumen, Wonogiri, dan Brebes. The methodwas survey methods. The population of this research was the listeners of 52 radio station partners that broadcast education content developed by Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan (BPMRP) Pustekkom - Kemdikbud. The sample was 95 listeners. The result showed that the listeners’ response against education broadcast content was good, beneficial, and important because they could provide some information. Education broadcast content of listeners’ interest were Ensipop, Kata Mutiara, Dongeng Anak Nusantara, Kisah Tokoh, and Risalah Nabi dan Sahabat. The listeners’ response against the attractiveness of education broadcast content was attractive as the composition of words/sentences, music, sound effect, material, and duration was fairly good. Therefore it is recommended that education broadcast content packaging should be kept being improved in terms of its attractiveness, diversity, and education sides with duration of 10 minutes.Key words : Listeners, broadcasting, broadcast content, education radio.
SEKOLAH MENENGAH ATAS TERBUKA (SMA TERBUKA): SEBUAH MODEL PENDIDIKAN YANG FLEKSIBEL Sudirman Siahaan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.906 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v12i2.472

Abstract

Data Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional (BalitbangDepdiknas, 2000) mengungkapkan bahwa pada tahun ajaran 1999/2000 terdapat jumlah lulusan SMP/MTs sebanyak 2,66 juta orang. Dari jumlah lulusan ini, yang melanjutkan pendidikan ke tingkat pendidkan berikutnya hanya 1,78 juta anak (66,9%). Pada tahun yang sama, jumlah peserta didik yang putus sekolah pada pendidikan sekolah menengah berjumlah 243.100 peserta didik dari 5,6 juta peserta didik (9,03%). Apabila data ini dapat dianggap sebagai keadaan ratarata setiap tahun, maka akan terjadi akumulasi yang semakin besar dari tahun ke tahun mengenai jumlah peserta didik yang putus sekolah pada pendidikan menengah dan peserta didik yang tidak melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah; terlebih lagi jika tidak dilakukan intervensi. Menghadapi keadaan yang demikian ini, dibutuhkan suatu model/sistem pendidikan alternatif yang inovatif dan fleksibel yang dapat mengatasi masalah/kendala kesempatan belajar. Dalam kaitan ini, SMA Terbuka sebagai sebuah alternatif model/sistem pendidikan yang inovatif dan fleksibel telah dirintis di 7 lokasi di 6 provinsi sejak tahun 2001/2002. Tulisan ini akan membahas berbagai aspek tentang model/sistem pendidikan SMA Terbuka sebagai sebuah model pendidikan yang fleksibel.
PENGEMBANGAN MEDIA CLASSROOM BLOGGING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KEPAHAMAN KONSEP TIK SISWA Dedi Rohendi Lida Ayu Mentari Asep
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.691 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.74

Abstract

diterima: 24 April 2013; dikembalikan untuk direvisi: 30 April 2013; disetujui: 07 Mei 2013Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran classroom blogging dan untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa dalam memahami mata pelajaran TIK. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (research and development) dilanjutkan dengan kuasi eksperimen. Sampel diambil dari siswa kelas XI IPA dari salah satu sekolah di kota Bandung. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar judgment pengujian media, alat tes (pretes dan postes) dan angket serta lembar observasi aktivitas guru dan siswa. Dari hasil pengujian terhadap media classroom blogging diperoleh hasil bahwa media ini dipandang layak untuk digunakan, sedangkan berdasarkan pengujian hipotesis diperoleh hasil bahwa dengan menggunakan media classroom blogging terdapat peningkatan kemampuan pemahaman siswa terhadap konsep TIK. Hal ini ditunjukkan dari indeks gain ternormalisasi sebesar 0,78 pada siswa yang menggunakan media classroom blogging yang berada pada kriteria tinggi. Berdasarkan hasil observasi diperoleh data bahwa secara keseluruhan aktivitas guru selama proses pembelajaran di kelas sudah dilakukan dengan tahapan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media classroom blogging. Pada pertemuan pertama pembelajaran dirasa masih belum optimal, dikarenakan siswa belum terbiasa dengan media classroom blogging. Namun dengan sedikit penjelasan, akhirnya para siswa pun larut dalam proses pembelajaran dengan media classroom blogging. Kata kunci: media, classroom blogging, kemampuan pemahaman konsep.Abstract: This study aimed to develop classroom blogging instructional media and to identify the enhancement of student’s comprehension on ICT concept. The method used in this study was research and development followed by quasi-experiment method. Samples were taken from class XI science students in one of schools in Bandung. The instruments used in this study were media testing judment sheet, test kits (pre-test and post-test), questionnaires and observation sheets to investigate the teacher and student activities. The result of classroom blogging media test showed that the media was feasible to use, while the hypothesis test showed that the students’ comprehension ability on ICT concept was increased. The enhancement was indicated by the normalized gain index 0.78 on the students using classroom blogging media in high criteria. The observation data showed that the overall activity of the teacher during thelearning process in the classroom was using classroom blogging media. At the first meeting the study was still not optimal, because the students were not familiar with classroom blogging media. But with a little explanation the students were finally dissolved in the learning process with classroom blogging media. Keywords: media, classroom blogging, concept comprehension skill.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS MAHASISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW Raja Jasal Saleh
Jurnal TEKNODIK Juni
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.689 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v21i1.266

Abstract

AbstractThis research is aimed to know students’ writing ability of Pekanbaru Open University through jigsaw type of learning the cooperative model. The research methode used is Classroom Action Research conducted in two cycles. Research object is 22 sixth semester students of Pekanbaru Open University in 2015.2 academic years. The research data were collected by using test and non-test techniques. The first is used to obtain students’ writing ability data and the second is used to obtain lecturers’ and students’ observation data. The writing ability data is analyzed by assessing the students’ composition, i.e. ideas/topics (20%), contents (40%), enhanced spelling (20%), and writing system (20%). Every item was scored to find out the students’ individual completeness. The observation result data are analyzed qualitatively by describing any learning process of lecturers’ as well as the students’ activities. The reseach result shows that the implementation of the jigsaw type of cooperative learning model has improved the students’ writing ability of Pekanbaru Open University can be seen from the number of students completing any cycles. There are only five students completing the cycle I and 21 students completing the cycle II. The class avearage in choossing the theme/topics was 67.64, the contents was 67,50, enhanced spelling was 68,68, and writing system was 67.77. Overall average score was 67.82. However, in the second cycle there was an increase in choosing the theme/topics was 74.32, the content was 75.55, enhanced spelling was 75.79, and wrinting system was 75.14. Overall average score was 75.23Keywords: writing ability, jigsaw,  cooperative learning  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Pekanbaru melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan selama dua siklus. Objek penelitian ini adalah mahasiswa UT Pekanbaru Semester VI Tahun Ajaran 2015.2 yang berjumlah 22 orang. Pengumpulan data ini dilakukan teknik tes dan nontes. Teknik tes digunakan untuk memeroleh data kemampuan menulis mahasiswa, sedangkan teknik nontes digunakan untuk memperoleh data observasi dosen dan mahasiswa. Data kemampuan menulis dianalisis dengan memberikan penilaian terhadap karangan mahasiswa, yaitu  ide/topik karangan (20%), isi (40%), ejaan yang disempurnakan (EYD) (20%), dan sistematika penulisan (20%). Setiap item diberikan skor untuk mengetahui ketuntasan mahasiswa secara individu. Data hasil observasi dianalisis secara kualitatif dengan mendeskripsikan setiap proses pembelajaran baik aktivitas dosen maupun aktivitas mahasiswa.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa UT Pekanbaru dilihat dari jumlah mahasiswa yang tuntas setiap siklus. Mahasiswa yang tuntas pada siklus I sebanyak 5 orang dan pada siklus II sebanyak 21 orang. Dalam pemilihan tema/topik karangan rata-rata kelas adalah 67,64, isi atau kualitas karangan 67,50, penilaian EYD 68,68, dan sistematika penulisan 67,77. Secara keseluruhan rata-rata kelas mencapai 67,82. Namun, pada siklus II terjadi peningkatan dalam pemilihan tema/topik karangan rata-rata kelas adalah 74,32, isi atau kualitas karangan 75,55, rata-rata skor EYD 75,79, dan sistematika penulisan 75,14. Secara keseluruhan rata-rata kelas mencapai 75,23.Kata Kunci: Kemampuan menulis, jigsaw, pembelajaran kooperatif
STUDI EV STUDI EV STUDI EV STUDI EV STUDI EVALUA ALUA ALUA ALUA ALUATIF PEMANF TIF PEMANF TIF PEMANF TIF PEMANF TIF PEMANFA A A A AA A A A AT T T T TAN AN AN AN AN VIDEO PENDIDIK VIDEO PENDIDIK VIDEO PENDIDIK VIDEO PENDIDIK VIDEO PENDIDIKAN SEK AN SEK AN SEK AN SEK AN SEKOL OL OL OL OLAH AH AH AH AH D D D D DAL AL AL AL ALAM PROSES PEMBEL AM PROSES PEMBEL AM PROSES PEMBEL AM PROSES PEMBEL AM PROSES PEMBELAJAR AJAR AJAR AJAR AJARAN Oos M Anwas
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.61 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterbacaan media video pendidikan sekolah sebagai media pembelajaran. Adapun aspek yang diteliti meliputi aspek: media, pembelajaran, dan materi. Penelitian dilakukan terhadap siswa kelas III SMP pada mata pelajaran Biologi dan Fisika. Hasil analisa data menunjukan bahwa ketiga aspek dalam media video cukup baik. Yang perlu digarisbawahi dari hasil pembahasan diketahui bahwa siswa lebih tertarik pada objek visual yang relatif unik, dan jarang mereka temukan, serta benda-benda yang abstrak yang disajikan melalui media tersebut. Mereka seolah menemukan suasana belajar yang baru dan lebih kondusif dibandingkan dengan belajar tanpa media. Oleh karena itu sebagai rekomendasinya, media video/televisi perlu terus dikembangkan dan disebarluaskan ke sekolah-sekolah untuk dimanfaatkan dengan memperhatikan kebutuhan dan karakteristik media tersebut.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA SMK Hairun Nissa
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.96 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v18i1.106

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh model pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif komparatif dengan metode eksperimen. Kelompok eksperimen menggunakan model pembelajaran kontekstual sedangkan kelompok kontrol menggunakan model pembelajaran ekspositori. Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 17 Jakarta pada bulan September – November 2013. Sampel dari penelitian ini adalah siswa SMK kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran sebanyak 36 siswa. Pemilihan kelompok dilakukan secara acak sederhana. Hasil perhitungan rata-rata hasil belajar Bahasa Indonesia pada kelas eksperimen sebesar 21,06, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 18,72. Hasil pengujian normalitas data dengan dengan uji Liliefors diperoleh data kedua kelompok berdistribusi normal. Hasil pengujian homogenitas menggunakan uji Bartlett diperoleh data kedua kelompok homogen. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan Uji t dengan taraf signifikan á = 0,05. Dari hasil pengujian diperoleh nilai th = 1,75 > t (0,05, 34) = 1,69, thitung > ttabel, sehingga diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran kontekstual terbukti lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia siswa SMK.Kata kunci: model pembelajaran, kontekstual, ekspositori, bahasa IndonesiaAbstract:This research aims to reveal about the impact of contextual learning models towards learning achievement in Indonesian Language. This research uses quantitative comparative approach with experimental method. Contextual teaching and learning (CTL) model was implemented for experimental group and expository model teaching and learning was implemented for control group. The research was conducted at the Vocational School (SMK) 17 Jakarta on September- November 2013. Samples from this study were 36 vocational school students class XI majoring in Office Administration. Sample selected by simple random sampling. Data were collected using learning output test. The result of the study was analyzed with t-test. Calculations showed average score for experiment class were 21,06, while the control class is 18,72. Both data were normally distributed and had homogeny variances. Hypotesis test using ttest at significance level á = 0,05 in t value 1,75 which was higher than F table 1,69, so it is concluded that contextual learning model had proven to be effective in improving learning outcomes of Indonesian Language. To determine the learning model that will be used in the classroom, teachers also need to consider the student characteristics and competence..Keywords: learning model, contextual, expository, bahasa.
PUSAT SUMBER BELAJAR GUGUS MENUNJANG UPAYA PENGEMBANGAN PROFESIONAL GURU SECARA BERKELANJUTAN Arief S. Sadiman
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.899 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v12i2.401

Abstract

Salah satu prioritas utama pembangunan pendidikan di Indonesia adalah peningkatan mutunya. Untuk menunjang kebijakan tersebut pemerintah Indonesia dan pemerintah Amerika bekerjasama melalui program Decentralized Basic Education (DBE) untuk membantu meningkatkan mutu tersebut, khususnya di jenjang pendidikan dasar. Program yang dimulai pada tahun 2005 tersebut terdiri dari tiga komponen dan salah satu komponennya, yaitu komponen 2 (DBE 2) berfokus pada upaya peningkatan mutu proses belajar mengajar. Bersama dengan 14 perguruan tinggi mitra di Indonesia dan mitra lainnya DBE 2 telah mengembangkan dan melaksanakan paketpaket pelatihan yang diakreditasi perguruan tinggi mitranya sehingga para guru yang mengikuti pelatihan DBE 2 memperoleh SKS yang diakui apabila mereka melanjutkan pendidikannya ke jenjang S-1. Untuk menunjang keberlanjutan pelatihan-pelatihan tersebut telah dibentuk 113 Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) di 113 gugus sekolah binaan DBE 2. Lewat PSBG inilah berbagai teknologi diperkenalkan mulai dari yang sederhana ke yang lebih tinggi. Pengembangannya dilakukan dalam tiga tahap mulai dari yang paling sederhana dengan bantuan seperangkat sumber belajar hingga ke tingkat yang lebih tinggi tergantung pada komitmen dan keaktifan warga gugus tempat PSBG berada. Tahapan terakhir adalah tersambungnya PSBG dengan internet dan para warganya dapat mengakses serta memanfaatkan berbagai sumber belajar yang ada di sana untuk menunjang proses belajar mengajar di kelas masing-masing. Keberlanjutan program PSBG ini merupakan tantangan yang telah disiasati sejak awal program dimulai. Setelah empat tahun dibina, terasa sekali dampak positif program ini di lapangan, bukan saja karena telah membuat PKG lebih berfungsi dengan baik, merangsang kreativitasdan kemauan untuk maju para guru sehingga diharapkan program dan pendekatan PSBG ini dapat terus dikembangkan untuk membantu upaya pengembangan professional guru secara berkelanjutan.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 More Issue