cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 406 Documents
Mengapa Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh (PTJJ)? Rahmi Rivalina Rahmi Rivalina
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.257 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.93

Abstract

Abstrak: Untuk dapat memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat akan layanan pendidikan, berbagai upaya telah dilakukan seperti: optimalisasi layanan pendidikan oleh berbagai lembaga pendidikan yang ada melalui penyelenggaraan pendidikan pada pagi dan siang hari (double shift), penyelenggaraan Paket A, Paket B, dan Paket C, penyelenggaraan ujian persamaan setingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA), dan penyelenggaraan pendidikan terbuka dan jarak jauh (PTJJ). Dari berbagai upaya pemenuhan tuntutan kebutuhan masyarakat akan layanan pendidikan, maka topik yang akan dibahas di dalam tulisan ini adalah khusus mengenai pendidikan terbuka dan jarak jauh. Pertimbangannya adalah karena model pendidikan terbuka dan jarak jauh ini (1) belum banyak diketahui masyarakat luas, belum dipahami secara benar, atau masih “dipandang sebelah mata” oleh sebagian masyarakat, dan (2) sangat lentur (fleksibel) dalam kegiatan pembelajarannya. Pendidikan terbuka dan jarak jauh tidak hanya dibutuhkan oleh masyarakat di negara-negara maju tetapi juga di negara-negara berkembang. Oleh karena itu, cakupan materi yang akan dibahas di dalam tulisan ini adalah mengenai konsep pendidikan terbuka dan jarak jauh, komponen dan karakteristik, rasional penyelenggaraan dan profil peserta didik, dan berbagai bentuk/model penerapan pendidikan terbuka dan jarak jauh di berbagai negara termasuk Indonesia. Tujuan penulis melalui tulisan ini adalah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam rangka pengembangan pemahaman yang sama mengenai peranan pendidikan terbuka dan jarak jauh yang berfungsi saling melengkapi dengan pendidikan reguler/konvensional. Kata kunci: pendidikan formal (persekolahan), pendidikan terbuka dan jarak jauh, belajar mandiri, pendidikan yang fleksibel (luwes)Abstract: In fulfilling the community needs for education services, various programs have been implemented, such as: optimalization of various educational institutions in offering education services by implementing a double-shift schooling system, conducting Package A, Package B, and Package C Equivalent Programs, executing Primary and Secondary Equivalence Examinations, and managing the open and distance learning program. In accordance with the above programs, the proposed issue to discuss in this writing is particulaly limited on the rationale or reasoning for conducting open and distance education program. Among some reasonings for implementing the open and distance learning mode are (1) the potentials of distance learning mode isn’t widely known, (2) the distance learning mode isn’t properly comprehended, or the distance learning mode is not fully acknowledged by some of the communities, and (2) the flexibility of conducting learning activities in the distance learning mode. Not only the community in the developed countries but also in the developing countries need the distance learning services. Therefore, this writing discusses the definition, components and characteristics of open and distance education, rationale of implementing and students profile, and various open and distance education models implemented in some countries including Indonesia. The aim of writing this article is to share knowledge and experiences for developing mutual understanding about the role of open and distance education, and its functions as a mutual complementary with the regular or conventional school system. Keywords: Formal education (schooling system), open and distance education, independent study, flexible education.
HUBUNGAN PENGETAHAN GIZI DENGAN KEBIASAAN MAKAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR Yati Setiati
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.133 KB)

Abstract

The reseach was conducted in SDN Mekar Jaya, East Depok. The purpose of this reseach is to find out the correlation between nutritional knowledge and food habit. Data were collected from one Primary School, 150 SD students and parents were selected randomly. Data were analyzed by Pearson correlation and Distribution Freuency. The result of this study shows that there is a positive Correlation between nutrition knowledge and food habits.
Perkembangan Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh Di Indonesia Sudirman Siahaan dan Rahmi Rivalina
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.385 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.8

Abstract

Perkembangan Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh (PTJJ) dapat dilihat dari 2 segi, yaitu (1) kelembagaan atau organisasi yang berkiprah di bidang PTJJ, dan (2) program PTJJ yang diterapkan/ diselenggarakan oleh lembaga/organisasi pendidikan. Dari segi kelembagaan/organisasi, semakin bertambah jumlah lembaga/organisasi yang berkiprah di bidang PTJJ, seperti antara lain: Sekolah Menengah Pertama Terbuka (SMP Terbuka), Sekolah Menengah Atas Terbuka (SMA Terbuka), Universitas Terbuka (UT), perguruan tinggi negeri konvensional yang sekaligus juga menyelenggarakan PTJJ ( dual modes), Jaringan Sistem Belajar Jarak Jauh Indonesia (Jaringan Sistem BJJI) atau Indonesian Distance Learning Network (IDLN), dan SEAMEO Regional Open Learning Center (SEAMOLEC). Dari segi program PTJJ yang diterapkan/diselenggarakan, PTJJ diawali dari pemanfaatan bahan belajar mandiri tercetak (modul) dengan menggunakan jasa layanan pos sampai dengan pemanfaatan kemajuan teknologi Informasi dan komunikasi (TIK), seperti pemanfaatan media siaran (radio/televisi), media rekaman (audio, CD, VCD), media proyeksi (film bingkai suara, film 16mm, powerpoint), dan media jaringan (internet). Penyelenggaraan kegiatan belajar tutorial PTJJ juga mengalami perkembangan, dimulai dari yang bersifat tatap muka sampai dengan tutorial yang menggunakan TIK. Pengelolaan PTJJ juga terus mengalami perkembangan, dimulai dari inisiatif lembaga atau organisasi yang bersifat individual sampai dengan pengelolaan yang dilakukan secara kemitraan melalui konsorsium.
MODEL PEMBELAJARAN PARTISIPATIF FAKIR MISKIN DALAM PENGEMBANGAN USAHA MENUJU KEMANDIRIAN Hamzah Hamzah; Sumardjo Sumardjo; Prabowo Tjitropranoto; Siti Amanah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.091 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v19i1.148

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) peran pembelajaran partsipasi dalam pengembangan usaha fakir miskin menuju kemandirian; dan (2) tingkat partisipasi fakir miskin dalam meningkatkan pengembangan usaha; serta (3) merumuskan model pembelajaran bagi fakir miskin untuk mengembangkan kemandirian usahanya. Penelitian dilaksanakan di tiga kecamatan di Kabupaten Bogor dengan responden sebanyak 254 fakir miskin, yang diambil secara total sampling/sensus. Data di analisis dengan statistik deskriptif. Data yang berskala ordinal ditransformasi menjadi skala interval dan analisis data dilakukan dengan analisis korelasi Pearson. Pembelajaran partisipatif telah berhasil menumbuhkembangkan kemauan dan kemampuan untuk berusaha. Ikrar yang diucapkan pada setiap awal pertemuan pekanan menjadi penggugah kesadaran fakir untuk mengembangkan usahanya. tetapi masih berfokus pada pengembangan usaha secara individu. Tingkat partisipasi dalam memanfaatkan modal pinjaman untuk mengembangkan usahanya tergolong tinggi dalam kehadiran pada pertemuan kelompok, pengembalian pinjaman, dan kegiatan menabung. Model pembelajaran partisipatif bagi fakir miskin yang efektif dilakukan dalam dua tahapan. Tahap yang pertama ialah pemberdayaan masyarakat miskin dengan pembelajaran partisipatif yang diikuti oleh pemanfaatan zakat sebagai modal produktif untuk pengembangan usaha fakir miskin, disertai pendampingan, seperti yang telah dilakukan. Tahap yang kedua adalah penguatan usaha yang dilakukan dengan mendinamiskan kelompok sehingga mereka dapat melaksanakan usaha bersama menuju kemandirian.Kata Kunci : Pembelajaran partisipatif, usaha kelompok, kemandirianAbstract:The objetives of the study are to analyse: (1) the results of participative learning of the participant, and (2) the level of participation in the development of home industry, and (3) formulate effective participatory learning model. The respondents of the study were 254 poor people gathered through total/cencus sampling, in three subdistricts of Bogor. Data were analyzed with descriptive statistics. Data on ordinal scale were transformed into an interval scale, and its analysis was conducted by Pearson correlation analysis. Participatory learning was successful in developing willingness and capability of poor people to establish efforts in developing business. The pledge (consensus/sworn agreement) made at the beginning of the weekly meeting had become a trigger to raise awareness to expand business but still limited to the development of individual businesses. High level of participation was shown by the respondents through the attendance in group meeting and repayment of credit and saving. The effective model for participatory learning is conducted through two steps activities. The first step was to establish willingness and capability of poor people to develop business based on his/her own interest through participatory learning followed by the utilization of zakat (obligatory alms-giving and religious tax in Islam) as productive capital for business development for poor with assistance, as it has done. The second step is strengthening the business by building a dybamic group/community in order to carry out joint efforts toward self independence.Keyword: Participatory learning, group efforts, self-reliance.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINS-TEKNOLOGI-MASYARAKAT (STM) DALAM PEMBELAJARAN MOTOR BAKAR PADA MAHASISWA JURUSAN TEKNIK MESIN POLITEKNIK NEGERI BALI I Putu Darmawa
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.909 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v14i1.447

Abstract

an penelitian ini untuk mengetahui: perbedaan hasil belajar motor bakar mahasiswa yang mengikuti pendekatan STM dengan hasil belajar motor bakar mahasiswa yang mengikuti pendekatan konvensional. Tujuan lainnya adalah ingin mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar motor bakar pada mahasiswa yang diajar menggunakan pendekatan STM dengan mahasiswa yang diajar menggunakan pendekatan konvensional setelah diadakan pengendalian terhadap variabel bakat mekanik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan The Posttest-Only Control Group Design dengan melibatkan sample sebanyak 46 orang mahamahasiswa Politeknik Negeri Bali dan diambil secara random sampling. Data dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar dan tes bakat mekanik. Data dianalisis secara statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu analisis kovariansi (anakova) Hasil analisis data menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar motor bakar yang diajar dengan menggunakan pendekatan STM dengan pendekatan konvensional. Setelah bakat mekanik dikendalikan, ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar motor bakar yang diajar menggunakan pendekatan STM dengan pendekatan konvensional. Bakat mekanik tidak memberikan kontribusi terhadap efektivitas penerapan pendekatan STM dalam pembelajaran motor bakar
HUBUNGAN PERSEPSI KOMPETENSI INSTRUKTUR DALAM PENGGUNAAN MEDIA BELAJAR DALAM PRESTASI BELAJAR Asep Saepudin
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1614.659 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.40

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh tingginya prestasi belajar warga belajar pada lembaga kursus menjahit di wilayah Jatinangor, sehingga beradasarkan hasil observasi dan informasi yang diperoleh ditemukan data bahwa hamper 70% lulusan dari lembaga tersebut yang bisa diterima di tempat kerja dan 30% berwirausaha membuka usaha sendiri. Dugaan sementara atas kondisi tersebut diatas banyak dipengaruhi oleh kompetensi instruktur khususnya dalam penggunaan media belajar. Berdasarkan latar belakang di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kompetensi instruktur dalam penggunaan media belajar terhadap prestasi belajar warga belajar pada lembaga kursus menjahit di wilayah Jatinangor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 41 responden yang diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian dilakukan dengan menggunakan korelasi product moment untuk mengetahui pengaruh variabel bebas dengan variabel terikat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi instruktur khususnya dalam penggunaan media belajar memiliki hubungan yang positif terhadap prestasi belajar warga belajar pada lembaga kursus menjahit di wilayah Jatinangor, teruji dan diterima kebenarannya pada taraf kepercayaan 95%. Hal ini dibuktikan dengan nilai korelasi sebesar 0,416 serta koefisien determinasi sebesar 17,3% dan sisanya sebesar 82,7% dipengaruhi oleh faktor lain.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK BERBASIS ASMAUL HUSNA UNTUK MENINGKATKAN NILAI-NILAI RELIGIUS Herwina Bahar; Imam Mutjaba; nFN Ismah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.847 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v20i1.180

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menanamkan nilai-nilai religius yang menyangkut konseptentang ketuhanan, ibadah, dan moral sejak usia dini sehingga mampu membentuk religiusitas anak yang mengakarsecara kuat dan mempunyai pengaruh sepanjang hidup. Penelitian ini mendeskripsikan penerapan model pembelajarantematik berbasis asmaul husna untuk meningkatkan nilai-nilai religius pada anak usia dini di TK Lab School FakultasIlmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatanpenelitian tindakan kelas (classroom action research) yang diterapkan melalui tiga siklus tindakan. Teknik pengumpulandatanya diperoleh melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkanbahwa penerapan model pembelajaran tematik berbasis asmaul husna sangat efektif untuk meningkatkan nilai-nilaireligius pada anak usia dini. Efektivitas penerapan model tersebut dapat dilihat pada beberapa perubahan positif, baikyang terjadi pada guru maupun yang terjadi pada diri peserta didik, terutama perubahan pada peningkatan nilai-nilaireligius dalam kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menginspirasi pihak-pihak terkait sepertiTaman Kanak-Kanak Islam untuk dapat menerapkan model pembelajaran tematik berbasis asmaul husna. Selain itu,model pembelajaran tematik berbasis asmaul husna dapat menjadi salah satu model pembelajaran yang menunjangkeberhasilan pendidikan karakter yang islami.
PERINTISAN MODEL PEMBELAJARAN TERINTEGRASI TIK DI DAERAH TERDEPAN, TERLUAR, TERTINGGAL, DAN PERBATASAN Sudirman Siahaan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.628 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.459

Abstract

Learning process at the schools in frontier, outer, left, and border (3TP) areas has not commonly been touched with Information and Communication Technology (ICT). It is because the schools have no power access, limited learning sources, and limited teachers with ICT competencies. The applied learning approach is still conventional. In 2015, integrated learning model pilotting was started in 10 schools (5 Elementary Schools, and 5 Junior High Schools) spread in 5 provinces. The focus of this study is how the schools in 3TP areas – with their limited capacity – can initiate an ICTintegrated learning model. The objective is to describe how teachers in the schools of 3TP areas conduct ICTintegrated learning model pilloting. The result of this study is that the teachers firstly learn and map the digital learning content available, integrate them in their Teaching Action Plan (RPP), condition the students to learn the contents that will be discussed in the class, apply the ICT-integrated learning model, and finally evaluate the whole implementation process to improve it. Kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah di daerah terdepan, terluar, tertinggal, dan perbatasan (3TP) pada umumnya belum tersentuh teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Hal ini karena sekolah belum memiliki sumber tenaga listrik, sumber belajarnya terbatas, dan guru yang memiliki kemampuan memanfaatkan TIK dalam pembelajaran juga terbatas. Metode pembelajaran yang diterapkan guru masih yang bersifat konvensional. Pada tahun 2015, perintisan penerapan model pembelajaran terintegrasi dimulai dengan memilih 10 sekolah (5 SD dan 5 SMP) yang tersebar di 5 provinsi. Masalah yang menjadi fokus pembahasan di dalam tulisan ini adalah bagaimana sekolah-sekolah di daerah 3TP yang kondisinya serba terbatas dapat memulai penerapan model pembelajaran terintegrasi TIK. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana para guru di sekolah-sekolah daerah 3TP melaksanakan perintisan penerapan model pembelajaran terintegrasi TIK. Kesimpulan hasil kajian adalah bahwa guru terlebih dahulu mempelajari dan memetakan konten pembelajaran digital yang tersedia dan yang dicari sendiri, mengintegrasikannya ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), mempersiapkan peserta didik untuk mempelajari konten yang akan dibahas di kelas, menerapkan model pembelajaran terintegrasi TIK, dan akhirnya melakukan evaluasi keterlaksanaan model pembelajaran sebagai upaya guru menyempurnakan model.
Efektivitas Media Pembelajaran Matematika Berbasis Software Maple Dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep Aljabar Pada Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Bali Drs. I Ketut Darma, M.Pd. Drs. I Ketut Darma, M.Pd.,
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.155 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.84

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian adalah, untuk mengetahuai: 1) perbedaan hasil belajar matematika pada mahasiswa yang diajar dengan berbantuan media berbasis Maple dengan mahasiswa yang diajar tanpa bantuan media berbasis Maple, dan 2) perbedaan hasil belajar matematika pada mahasiswa yang diajar berbantuan media berbasis Maple dengan mahasiswa yang diajar tanpa berbatuan media berbasis Maple setelah diadakan pengendalian terhadap variabel bakat skolastik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan The Posttest-Only Control Group Design melibatkan sample sebanyak 100 orang mahasiswa Politeknik Negeri Bali, diambil secara random sampling. Data dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar dan tes bakat skolastik. Data dianalisis secara statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu analisis kovariansi (anakova). Hasil analisis data menunjukan bahwa: 1) hasil belajar matematika pada kelompok diajar menggunakan bantuan media pembelajaran berbasis Maple secara signifikan lebih tinggi daripada hasil belajar kelompok yang diajar dengan tanpa bantuan media berbasis Maple. Pembelajaran dengan menggunakan bantuan media pembelajaran berbasis Maple secara signifikan berpengaruh terhadap hasil belajar matematika, 2) setelah dilakukan pengendalian variabel bakat skolastik rata-rata skor hasil belajar matematika mahasiswa diajar menggunakan menggunakan bantuan media pembelajaran berbasis Maple secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa yang diajar tanpa menggunakan bantuan media berbasis Maple. Media pembelajaran berbasis Maple pada pembelajaran matematika tetap berpengaruh terhadap hasil belajar matematika walaupun pengaruh variabel bakat skolastik telah dikendalikan. Media pembelajaran berbasis Maple efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika mahasiswa Politeknik Negeri Bali. Media pembelajaran berbasis Maple dapat digunakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan Efvetivitas pembelajaran Matematika di Politeknik. Kata kunci : Media Pembelajaran, Maple, Hasil Belajar Matematika, Politeknik.Abstract: The aim of this research was to find out: 1) the math learning output differences between students taught with assistance of maple based media and those taught without assistance of maple based media, and 2) the math learning output differences between students taught with assistance of maple based media and those taught without assistance of maple based media after conducting control of scholastic talent variable. This research was a pseudo experimental enquiry used the posttest-only control group design involving samples of 100 students of Bali State Polytechnics that taken randomly. Data were collected using learning output test and scholastic talent test. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistic which was covariance analysis. The data analysis showed that: 1) the math learning output of the groups touched with maple-based learning media was significantly higher than of those without assistance of maple-based media. Learning through maple-based media assistance had significant influence to the math learning output, 2) after controlling the scholastic talent variable the average score of math learning output of students taught with assistance of Maple-based media was significantly higher than the score of students taught without assistance of Maple-based media. Maple-based learning media in math learning remained influential to the math learning output even though the influence of scholastic talent variables had been controlled. Maple-based learning media was effective in increasing the mat learning output of students of Bali State Polytechnic. Maplebased learning media can be used as an effort to increase the effectiveness of Math learning in Polytechnic.Keywords: Learning media, maple, math learning output, polytechnic
FLIPPED CLASSROOM MATERIAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT TECHNOPRENEUR SISWA SMK Ali Basyah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.288 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v21i3.320

Abstract

Abstrak: Kemajuan negara dicapai dari seberapa besar lulusan pendidikannya dapat menghasilkan wirausaha. Apabila lebih dari 4% lulusan dapat menjadi wirausaha maka kemajuan negara mudah dicapai. SMK memiliki aims pada lulusannya yang dikenal dengan BMW yaitu bekerja, melanjutkan dan berwirausaha. Kelas wirausaha Multimedia diharapkan meningkatkan minat dan kemampuan siswa terjun dalam wirausaha khususnya technopreneur. Minat siswa SMK setelah lulus hampir 65% ingin bekerja, 33% ingin melanjutkan, hanya 2% siswa yang berminat berwirausaha terutama yang berlatar belakang keluarga pengusaha. Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan pada Kurilkulum 2013 revisi 2017 ini menerapkan program Kelas Terbalik (Flipped Classroom) untuk menumbuhkan semangat berwirausaha yang maksimal. Studi pada tahun 2017 didapatkan bahwa minat awal siswa berwirausaha hanya 3%, pada semester ganjil dapat tumbuh hingga mencapai 30% sedangkan diakhir semester genap (kelulusan) berdasarkan penelusuran minat terjun dalam technopreneur mencapai 55%. Dengan rincian 34% murni berwirausaha baru, 12% melanjutkan usaha keluarga dan melanjutkan studi, 54% berwirausaha sambil melanjutkan studi. Kesimpulan dari studi ini adalah melalui Flipped Classroom Material dapat menumbuhkan minat berwirausaha pada siswa Kelas XII Multimedia SMK Negeri 1 Mojokerto.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 More Issue