cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 406 Documents
HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS SISWA SMA PROGRAM BLOCK GRANT KECAKAPAN HIDUP Nurdin Ibrahim
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.158 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar bahasa Inggris antara siswa yang memperoleh Block Grant dan yang tidak memperoleh Block Grant. Penelitian ini dilaksanakan pada SMA Negeri Jakarta yang mendapat Block Grant Kecakapan Hidup dan SMA Negeri Jakarta yang tidak mendapat Block Grant Kecakapan Hidup tahun 2003, yang terdapat di wilayah Jakarta Timur, Pusat dan Utara. Teknik analisis yang digunakan adalah Analysis of Variance (ANOVA) dengan uji lanjut Tukey pada α = 0,05. Penelitian ini jenis expo facto dan rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian faktorial 2x2.Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa: Pertama, secara keseluruhan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar bahasa Inggris siswa yang memperoleh Block Grant dengan yang tidak memperoleh Block Grant. Kedua, terdapat interaksi antara pemberian dana bantuan Block Grant dan kemampuan awal terhadap hasil belajar bahasa Inggris siswa
AUDIOBOOK: MEDIA PEMBELAJARAN MASYARAKAT MODERN Oos M. Anwas
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.439 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v18i1.111

Abstract

Abstrak: Kehidupan masyarakat modern cenderung instan dan praktis, serta familier dengan produk teknologi informasi dan komunikasi. Namun tuntutan pekerjaan dan budaya bertutur ini menjadikan malas untuk membaca apalagi buku teks. Padahal membaca buku sangat perlu dalam mengikuti perkembangan iptek yang begitu cepat. Tulisan ini bertujuan melakukan kajian terhadap audiobook sebagai media pembelajaran alternatif bagi masyarakat modern. Kajian difokuskan pada 1) konsep dan karakteristik audiobook, 2) produksi audiobook, dan 3) manfaat audiobook. Hasil kajian diketahui bahwa audiobook merupakan rekaman audio yang ada dalam buku baik berupa teks, gambar, dan ilustrasi lainnya. Produksi audiobook dapat dilakukan melalui: analisis kebutuhan, membuat rancangan, rekaman dan editing, review revisi, ujicoba, dan pemanfaatan. Produksi juga dapat mengotimalkan musik dan sound effect. Manfaat audiobook dapat memahami isi buku tanpa harus membaca, bahkan bisa sambil melakukan aktivitas seharihari. Audiobook juga sesuai dengan budaya bangsa Indonesia yang senang bertutur dan kurang suka membaca, membantu bagi kaum tunanetra, dapat menyelamatkan buku-buku kuno, sebagai contoh penghayatan buku karya sastra, serta membantu belajar bahasa asing/ daerah. Oleh karena itu pemerintah dan swasta serta penulis dan penerbit buku perlu membuat konten audiobook baik dari buku teks maupun dari buku fiksi. Begitu pula perlunya regulasi yang jelas terutama hak cipta penulis dan penerbit buku.Kata kunci: audiobook, buku teks, buku fiksi, media audio pembelajaran  Abstract: Modern society has a tendency to be instant and practical, as well as to be familiar with information and communication technology products. However, the demands of work and storytelling culture has created a hindrance towards the reading culture, especially the less-stimulated tendency to read textbook whereas reading is necessary as a way to keep up with the rapid development of science and technology. This paper aims to conduct a review of the audiobook as a instructional media for modern society. The study focused on: 1) the concept and characteristics of the audiobook, 2) audiobook production, and 3) the benefits of\ audiobooks. The results of the study show that the audiobook is an audio recording in the consists of text, images, and other illustrations. Audiobook Production can be done through 6 stages: needs analysis, desigining, recording and editing, reviewing/revising, implementing trial, and the utilization. Through production, the music and sound effects can be optimized. One of its primary benefits of audiobooks is that it can enable people to understand the contents of the book while performing daily activities without having to read them. Audiobooks are also the perfect fit for the storytelling culture of Indonesian people who prefer to enjoy speaking more but reading less. This way, the audiobooks can also help the blind and visually impaired to obtain knowledge from books especially ancient books as the way to express literary appreciation as well as to learn a foreign/local language. Therefore, the government and private sector as well as authors and book publishers need to make good contents of audiobook developed from the textbook or from a book of fiction. Similarly, clear regulations, particularly copyrights of authors and book publishers is also needed.Keywords: audiobook, textbook, fiction book, instructional audio mediaAbstrak:  Kehidupan masyarakat modern cenderung instan dan praktis, serta familier dengan produkteknologi informasi dan komunikasi. Namun tuntutan pekerjaan dan budaya bertutur ini menjadikan malasuntuk membaca apalagi buku teks. Padahal membaca buku sangat perlu dalam mengikuti perkembanganiptek yang begitu cepat. Tulisan ini bertujuan melakukan kajian terhadap audiobook sebagai mediapembelajaran alternatif bagi masyarakat modern. Kajian difokuskan pada 1) konsep dan karakteristikaudiobook, 2) produksi audiobook, dan 3) manfaat audiobook. Hasil kajian diketahui bahwa audiobookmerupakan rekaman audio yang ada dalam buku baik berupa teks, gambar, dan ilustrasi lainnya. Produksiaudiobook dapat dilakukan melalui: analisis kebutuhan, membuat rancangan, rekaman dan editing, reviewrevisi, ujicoba, dan pemanfaatan. Produksi juga dapat mengotimalkan musik dan sound effect. Manfaataudiobook dapat memahami isi buku tanpa harus membaca, bahkan bisa sambil melakukan aktivitas seharihari. Audiobook juga sesuai dengan budaya bangsa Indonesia yang senang bertutur dan kurang sukamembaca, membantu bagi kaum tunanetra, dapat menyelamatkan buku-buku kuno, sebagai contohpenghayatan buku karya sastra, serta membantu belajar bahasa asing/ daerah. Oleh karena itu pemerintahdan swasta serta penulis dan penerbit buku perlu membuat konten audiobook baik dari buku teks maupundari buku fiksi. Begitu pula perlunya regulasi yang jelas terutama hak cipta penulis dan penerbit buku. Kata kunci: audiobook, buku teks, buku fiksi, media audio pembelajaran Abstract: Modern society has a tendency to be instant and practical, as well as to be familiar with informationand communication technology products. However, the demands of work and storytelling culture has createda hindrance towards the reading culture, especially the less-stimulated tendency to read textbook whereasreading is necessary as a way to keep up with the rapid development of science and technology. This paperaims to conduct a review of the audiobook as a instructional media for modern society. The study focusedon: 1) the concept and characteristics of the audiobook, 2) audiobook production, and 3) the benefits ofaudiobooks. The results of the study show that the audiobook is an audio recording in the consists of text,images, and other illustrations. Audiobook Production can be done through 6 stages: needs analysis,desigining, recording and editing, reviewing/revising, implementing trial, and the utilization. Throughproduction, the music and sound effects can be optimized. One of its primary benefits of audiobooks is thatit can enable people to understand the contents of the book while performing daily activities without havingto read them. Audiobooks are also the perfect fit for the storytelling culture of Indonesian people who preferto enjoy speaking more but reading less. This way, the audiobooks can also help the blind and visuallyimpaired to obtain knowledge from books especially ancient books as the way to express literary appreciationas well as to learn a foreign/local language. Therefore, the government and private sector as well asauthors and book publishers need to make good contents of audiobook developed from the textbook orfrom a book of fiction. Similarly, clear regulations, particularly copyrights of authors and book publishers isalso needed. Keywords: audiobook, textbook, fiction book, instructional audio media
PENDIDIK ONLINE: PERLUASAN TUGAS DARI KELAS KONVENSIONAL MENUJU KELAS MAYA Kusnohadi Kusnohadi
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.187 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.134

Abstract

Abstrak:Perkembangan teknologi informasi dan Komunikasi (TIK) membawa perubahan dramatis dalam semua aspek kehidupan, termasuk pada bidang pendidikan. Penerapan teknologi informasi dan telekomunikasi melahirkan model baru dalam pembelajaran dengan munculnya online learning. Online learning merupakan model pembelajaran dengan menggunakan jaringan internet sebagai saluran utama komunikasi dan interaksi pembelajaran. Negaranegara maju seperti di Amerika serikat telah lama mengembangkan pembelajaran online, sedangkan di Indonesia model pembelajaran ini mulai tumbuh. Hasil pembelajaran online menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa secara online tidak kalah bila dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan cara biasa. Pembelajaran online juga mampu membangun kemampuan berfikir tingkat tinggi, melatih daya analisis, kolaborasi, dan berkomunikasi pada siswa. Komponen pembelajaran online serupa dengan pembelajaran tatap muka, unsur pembedanya terletak pada setting lingkungan. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan tugas-tugas pendidik pada kelas maya. Metode yang digunakan adalah kajian literatur yang relevan dengan pendidik online. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran online mempunyai keterkaitan erat terhadap tugas-tugas pendidik mulai tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang semuanya harus disesuaikan dengan lingkungan online. Oleh karenanya disarankan agar setiap pendidik perlu mengkaji landasan teori yang mendukung implementasi tugas-tugas pendidik dan berlatih menggunakan teknologi pendukung pembelajaran online.Kata Kunci: pembelajaran online, tugas pendidik Abstract:The development of information and telecommunication technologies brings about dramatic changes toward all aspects in our lives including education. The implementation of information and communication technologies (ICT) brings up a new learning model in the form of online learning. Online learning is a learning model that uses internet as a main channel of communication and learning interaction. Advance countries such as United States of America have been developing online learning for long period of time while on the other side, it has just begun to grow in Indonesia. The result of the online learning shows that online students’ achievement is as good as regular students. Online learning also form a high-level thinking skills, practical and analytical skill, collaborative, and communicative competence of students. Online learning is similar to face-to-face learning. The difference is mainly on the the learning environment. This study aims at describing the duties of educators in the virtual classroom. The methodology used is a literary review which is related to online educator. The result of the study indicates that the application of online learning is closely related to educators’ duties from planning stage, implementation, and evaluation of learning which are adapted to online environment. Therefore, it is suggested for online educators to examine the theoretical base to support their duties and to practice using online learning technology.Keywords: online learning, educators’ duties
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME 4 SIKLUS TERHADAP HASIL BELAJAR K3 DAN PSIKOLOGI INDUSTRI I ketut Gde Juli Suarbawa
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.683 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v12i1.422

Abstract

Model pembelajaran diskusi dengan panduan buku ajar yang diterapkan pada mata kuliah K-3 dan Psikologi Industri menyebabkan prestasi belajar masih rendah, karena menimbulkan miskonsepsi yang dialami oleh mahasiswa dan bersifat resisten terhadap pembelajaran. Untuk itu dibutuhkan model pembelajaran yang tepat, agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan nyaman, dan lebih bermakna melalui penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari empat kegiatan utama yang dilakukan dalam siklus berulang. Setiap siklus terdiri dari: (a) perencanaan, (b) tindakan, (c) pengamatan, dan (d) refleksi. Setelah dilakukan dalam empat siklus diperoleh peningkatan skor aktivitas mahasiswa dari kategori kurang aktif menjadi aktif, peningkatan skor kooperatif mahasiswa dari kurang kooperatif menjadi sering kooperatif, peningkatan skor minat belajar dari kurang berminat menjadi sering berminat, peningkatan kemampuan dosen mengajar dari kategori cukup menjadi baik, dan meningkatkan ketuntasan belajar nilai mahasiswa di atas 5,4 hingga 92,59 % dan nilai A dan B sebesar 77,78 %. Dengan demikian pemilihan model konstruktivisme dalam pembelajaran K-3 dan Psikologi Industri dapat diterapkan  sebagai upaya untuk menumbuhkan cara belajar yang aktif dan meningkatkan interaksi dalam sasaran belajar, dan meningkatkan ketuntasan belajar.
Kumpulan Abstrak Redaksi Teknodik
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1347.17 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.26

Abstract

PROFESIONALISME GURU DALAM PENERAPAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF PADA RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL Nyayu Khodijah Fakultas Tarbiyah-IAIN Raden Fatah Jl. Prof. K.H. Zainal Abidin Fikry Km. 3,5 Palembang (nyayu_dd@yahoo.com) STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN MODEL MULTIMEDIA TEACHING AIDS PAUD Manikowati Balai Pengembangan Multimedia, Pustekkom Kemdikbud Jl. Lamongan Tengah, Bendan Ngisor, Semarang manikmanikowati@yahoo.co.id
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA CD TUTORIAL TERHADAP HASIL BELAJAR MEMBATIK Dina Ampera; Naomi Juliarti
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.313 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v19i3.166

Abstract

Abstrak:Membatik memerlukan tata cara pembuatan yang bertahap. Akan lebih baik jika tahap-tahap tersebut dijelaskan melalui materi audio-visual sehingga lebih mudah dimengerti oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Media CD Tutorial terhadap hasil belajar membatik siswa SMK Negeri I Berastagi dan seberapa efektifkah penggunaan CD Tutorial tersebut terhadap peningkatan hasil belajar siswa dalam membatik. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap Tahun Ajaran 2013/2014, dengan metode quasi eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar membatik Kelas Eksperimen cenderung cukup (83%), dan hasil belajar membatik Kelas Kontrol juga cenderung cukup (80%). Uji normalitas data pada taraf signifikan 5% dengan dk = 35, diperoleh data hasil belajar membatik Kelas Eksperimen berdistribusi nomal, Lh<Lt(0,0890<0,1610) dan Kelas Kontrol berdistribusi normal, Lh<Lt(0,0911<0,1610). Uji homogenitas, diperoleh Fh<Ft yaitu 1,53 < 1,89 sehingga kedua kelas penelitian memiliki varians sama (homogen). Hal ini membuktikan bahwa terdapat keselarasan antara data hasil penelitian Kelas Eksperimen dengan Kelas Kontrol. Hasil uji hipotesis dengan uji-t diperoleh nilai Sg sebesar 1,28, nilai th sebesar 6,74, sedangkan nilai tt pada taraf signifikansi 5% dengan n = 60 sebesar 1,679. Dengan demikian, th>tt (6,74>1,679). Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan atas penggunaan Media CD Tutorial terhadap hasil belajar membatik. Selain itu, penggunaan CD tutorial menimbulkan kegairahan dan motivasi dalam belajar, yang bermuara pada pencapaian tujuan pembelajaran.Kata Kunci: Membatik, media CD tutorial, tujuan pembelajaranAbstract:Making batik requires step by step procedure. It is better to explain the steps in audio-visual material so that the students can understand them better. This study aims to find out the effect of Media CD Tutorial usage towards batik learning outcomes of SMKN 1 Berastagi students and its effectiveness in improving the students batik learning outcomes. This research was carried out in the second semester of 2013/2014 academic year, with quasiexperimental methods. The result shows that the Experimental Class’ batik learning outcomes tends to be fair (83%), and the Control Class’ batik learning outcomes also tends to be fair (80%). Normality test data on a significant level of 5% with df = 35 results in normal distribution of Experimental Class’ batik learning outcomes, Lh <Lt (0.0890 <0.1610) and normal distribution of Control Class too, Lh <Lt (0.0911 <0, 1610). Homogenity test results in Fh <Ft namely 1.53 <1.89, so both classes have the same variance (homogeneous). This proves that there is harmony between the data of Experimental Class resulted from the research and those of Control Class. Hypothesis test by using t-est results in Sg value of 1.28, the th value of 6.74, whereas tt value at significance level of 5% with n = 60 is 1,679. Thus Th>Tt (6.74> 1.679). It was concluded that there is a significant effect from the Media CD Tutorial usage towards batik learning outcomes. Besides, Media CD Tutorial usage creates passion and motivation of the students to learn, which, in turn, results in the learning objective achievement.Keywords: Making batik, media CD tutorial, learning objective
KONTRIBUSI PENYELENGGARAAN SIARAN TELEVISI EDUKASI (TVE) TERHADAP PENUNTASAN WAJIB BELAJAR PENDIDIKAN DASAR 9 TAHUN Rini Susanti
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.506 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v21i3.467

Abstract

Sejak berdirinya 3 tahun yang lalu, banyak hal telah dilakukan dalam penyelenggaraannya. Berbagai kalangan pemerhati pendidikan mulai mempertanyakan kontribusi siaran TVE terhadap penuntasan Wajar Dikdas 9 Tahun. Penelitian ini dilaksanakan di SMP yang tersebar di 28 Propinsi di Indonesia pada bulan Desember tahun 2006. Metode yang digunakan adalah metoda survei. Populasinya adalah siswa-siswa SMP dan guru yang tersebar di sekolah perintisan dari 28 propinsi. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memanfaatkan siaran TVE secara efektif. Sedangkan guru telah memanfaatkan siaran TVE cukup efektif. Kontribusi siaran TVE ditunjukkan pada setiap peningkatan satu unit skor efektivitas pemanfaatan siaran TVE pada konstanta -5,69 menghasilkan 0,124 peningkatan hasil belajar siswa. Kekuatan hubungan antara efektivitas pemanfaatan siaran TVE dengan hasil belajar siswa berdasarkan uji signifikansi koefisien korelasi ditunjukkan oleh korelasi r = 0,685 dengan persamaan regresi v = -5,69 + 0,124X. Hal ini berarti setiap peningkatan satu unit skor efektivitas pemanfaatan siaran TVE pada konstanta -5,69, menghasilkan 0,124 peningkatan hasil belajar siswa, atau dengan perkataan lain, semakin tinggi efektivitas pemanfaatan siaran TVE, maka semakin tinggi skor hasil belajar siswa. Sebaliknya, semakin rendah efektivitas pemanfaatan siaran TVE, maka semakin rendah skor hasil belajar siswa.
MENUJU KE ARAH PENDIDIKAN BERKUALITAS DI DAERAH TERTINGGAL DAN PERBATASAN MELALUI PEMANFAATAN TIK Sudirman Siahaan Sudirman Siahaan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.462 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.70

Abstract

diterima: 6 Februari 2013; dikembalikan untuk revisi: 11 Maret 2013; disetujui: 26 Maret 2013Abstrak:Pendidikan berkualitas milik siapa? Pertanyaan ini sangat mengusik perasaan dan pikiran. Apakah pendidikan berkualitas, sebagaimana kecenderungan pendapat masyarakat pada umumnya, hanya menjadi “konsumsi” anak-anak dari keluarga yang berpunya (the haves)? Bagaimana dengan anak-anak dari keluarga yang kurang beruntung atau yang berpenghasilan pas-pasan atau mereka yang tinggal di daerah terdepan, tertinggal, terpencil dan perbatasan (DTP) yang jauh dari perkotaan? Tentunya setiap orang akan mengatakan bahwa setiap peserta didik, di mana pun berada, dari keluarga mana pun, berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Dalam kaitan ini, tulisan ini secara khusus akan membahas pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai salah satu upaya untuk menyajikan pendidikan berkualitas di wilayah DTP. TIK dipahami sangat potensial tidak hanya untuk perluasan kesempatan memperoleh layanan pendidikan tetapi sekaligus juga untuk penyelenggaraan pendidikan berkualitas. Pengertian TIK yang dimaksudkan di sini hanya terbatas pada perangkat komputer yang terkoneksi dengan internet atau intranet yang dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran oleh guru yang telah terlatih di bidang pemanfaatan TIK.Kata kunci: Pendidikan berkualitas, pembelajaran, teknologi informasi dan komunikasi, internet dan intranet.Abstract: Quality educational belongs to whom? This question interferes one’ s feeling and mind. Is quality education, as perceived by the community at large, becomes the “consumption” of the haves’ children only? So, how with the children of the disadvataged families or families of adequate income or children of families living in villages far from cities (less-developed or frontiers)? Every one, of course, will no doubt say that every student, wherever they are, from whatsoever families they are, has the rights to the quality education. Accordingly, this article will particularly discuss the utilzation of information and communication technology (ICT) as an effort to provide quality education. It is agreed that ICT has a great potential, not only to widen the educational opportunity but also to provide quality education. ICT in this context is limited to computers connected to internet or intranet access which integratedly utilized in instruction by the ICT-trained teachers.Keywords: Quality education, instruction, information and communication technology, internet, and intranet.
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA DENGAN MIND MAP BERBANTUAN E-LEARNING MELALUI EDMODO Ririn Widiyasari
Jurnal TEKNODIK Juni
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.966 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v21i1.270

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mahasiswa melalui penerapan model pembelajaran aktif menggunakan teknik Mind Map berbantuan e-learning melalui edmodo pada mata kuliah Matematika Diskrit. Design penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas. Aktivitas mahasiswa dilihat dari memperhatikan yang disampaikan dosen, bertanya dan menjawab pertanyaan, mempresentasikan hasil Mind Map, dan membuat kesimpulan/rangkuman. Dari pelaksanaan kegiatan siklus sebanyak dua kali, dapat diperoleh hasil adanya peningkatan aktivitas memperhatikan penjelasan yang disampaikan dosen, keberanian mahasiswa dalam mengemukakan pertanyaan, kemampuan mahasiswa dalam menjawab pertanyaan, keberanian mahasiswa dalam mempresentasikan hasil Mind Map, dan membuat kesimpulan/rangkuman materi pembelajaran serta adanya peningkatan hasil belajar mahasiswa dimana pada awal observasi, nilai rata-rata hasil belajar mahasiswa sebelum tindakan yakni sebesar 65. Kemudian pada siklus I, meningkat menjadi 74. Nilai tersebut merupakan gabungan dari nilai Mind Map, postest, dan tes akhir atau ujian akhir semester. Jika dibandingkan dengan nilai rata-rata kognitif mahasiswa pada siklus II, maka terlihat adanya peningkatan kembali yakni pada siklus II mencapai 86. Dari hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa dengan teknik Mind Map berbantuan e-learning melalui edmodo dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mahasiswa. Kata kunci : Aktivitas Belajar, Edmodo, E-learning, Hasil Belajar, Mind MapAbstract: The purpose of this research is to improve the activity and results of student learning through the application of active learning model using the Mind Map technique aided through Edmodo e-learning course on Discrete Mathematics. Design research is action classroom research. Student activity seen from attention to their lecturers, asking and answering questions, presented the results of the Mind Map, and make conclusions/ summary. From the implementation of the cycle twice, to get the result an increase in activity attention to the explanation given by the lecturer, the courage of students in expressing their questions, students' ability to answer the questions, the courage students to present the results of the Mind Map, and make conclusions / summary of the learning material as well as an increase student learning outcomes in which at the beginning of the observation, the average value of student results before action which is equal to 64.6. Then in the first cycle, increased to 77.75. The value is a combination of the value of the Mind Map, posttest, and final tests. When compared with the average value of cognitive students in the second cycle, the visible presence of the rebound in cycle II reached 86.22. From these results, it was concluded that the Mind Map technique aided through Edmodo e-learning can enhance the activity and results of student learning. Keywords: Edmodo, E-Learning, Learning Activity, Learning Outcomes, Mind Map  
SAMPLING DALAM PENELITIAN PENDIDIKAN Rini Susanti
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.341 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.543

Abstract

Penelitian dalam ilmu pendidikan dapat berupa kualitatif maupun kuantitatif. Dalam penelitian kuantitatif, data dikumpulkan dengan mengukur variabel dari subjek penelitian untuk mendapatkan data yang objektif, bebas nilai dan teruji. Proses pengumpulan dapat dilakukan atas seluruh subjek yang dinamakan populasi atau atas sebagiannya yang disebut sampel. Jika data dikumpulkan dari sampel, maka sampel harus dipilih dari populasi sebelum pengumpulan data. Pemilihan sampel dari populasinya dinamakan sampling. Sampling dapat dilakukan secara random atau tidak. Keduanya berbeda dalam peluang semua subjek terpilih menjadi anggota sampel. Dalam sampling random, seluruh subjek populasi memiliki peluang yang sama, sedang dalam sampling nonrandom tidak. Sampling random dapat dijalankan dalam tiga langkah: menentukan kesalahan sampling, menentukan jumlah sampel, dan menggunakan teknik sampling yang tepat. Menurut karakter populasi, sampling random dapat berupa : sederhana, berstrata atau kluster. Menurut alasan sampling, sampling nonrandom dapat berupa : purposif, kuota, insidental, ketersediaan atau sistematik.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 More Issue