cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 406 Documents
KONTRIBUSI PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI DAERAH TERTINGGAL CONTRIBUTION OF INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY UTILIZATION IN THE UNDERDEVELOPED AREA Oos M Anwas
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.334 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v17i3.559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di daerah tertinggal terutama aspek: 1) pembelajaran siswa, 2) kontribusi terhadap guru, dan 3) partisipasi masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Cijaku Kabupaten Lebak Banten. Sekolah ini merupakan katagori daerah Terdepan Terpencil, dan Tertinggal (3T) yang mendapat program pemanfaatan TIK dari Pustekkom Kemdikbud. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik: wawancara, wawancara mendalam, dan pengamatan. Hasil analisis data diketahui bahwa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran telah memberikan kontribusi bagi siswa terutama aspek: pembelajaran lebih menarik, motivasi belajar meningkat, wawasan bertambah, serta meningkatkan harapan melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, dan mengubah cita-cita untuk meraih hidup yang lebih baik. Kontribusi terhadap guru: memacu untuk terus belajar, mendalami kemampuan TIK, meningkatkan ilmu pengetahuan, pendalaman substansi materi pelajaran, dan metode pembelajaran. TIK juga membantu tugas dan peran guru dalam pembelajaran. Pemanfaatan TIK juga meningkatkan kepercayaan dan tinkat partisipasi masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk mendukung program sekolah lainnya. Diketahui pula bahwa tingkat pemanfaatan TIK ini masih belum optimal karena keterbatasan SDM dalam penguasaan TIK, sehingga kegiatan pelatihan dan pembinaan perlu dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan oleh berbagai pihak terkait.This study aimed to determine the contribution of information and communication technology (ICT) utilization in remote areas, especially in the aspect of: 1) student learning, 2) contribution to the teacher, and 3)  community participation. This research was conducted at the Junior High School 4 Cijaku Lebak Banten. This school was one of schools in frontier, remote and undeveloped areas that received ICT utilization program from Pustekkom, Ministry of Education and Culture. The used a qualitative approach. Data collection was conducted with techniques: interview, in-depth interview, and observation. The results of the analysis of the data showed that the use of ICT in teaching has certain contribution to the students, especially in the aspect of: learning to be more interesting, increasing learning motivation, increasing insight, as well as increasing hope to continue studying to a higher level of school, and changing the aspiration to achieve a better life. Contributions to the teacher include: spurring to continue to learn, exploring the potential of ICTs, improving science, deepening the substance of the subject matter and methods of learning. ICTs also ease teacher’s task and role in learning. Utilization of ICT also increases public confidence and participation in sending their children to a higher level and in supporting other school programs. It was found that the rate of utilization of ICT is still not optimal due to limited human resources in the mastery of ICT, so that the training and development need to be done gradually and continuously by the various stakeholders.
MAKSIMALISASI TUJUAN PEDAGOGIS DALAM PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Bambang Indriyanto
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.809 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.117

Abstract

Abstrak:Kebutuhan teknologi pada saat ini untuk mendukung proses pedagogis untuk mencapai hasil pendidikan yang maksimum tidak bisa dihindari. Namun keberadaan TIK tidak boleh menggantikan tujuan pedagogis. Keberadaaan TIK adalah sarana yang memfasilitasi pencaaian tujuan pendidikan secara maksimal. Berdasarkan pada argumentasi itu, tujuan tulisan ini untuk mengidentifikasi keselarasann antara peran TIK dalam proses pedagogis untuk mencapai hasil pendidikan secara maksimum. Untuk menjawab tujuan tersebut, pembahasan ada tulisan ini akan terdiri dari dua bagian. Bagian Pertama mengetengahkan tentang sifat dari ranah pedagogis, dan bagian kedua tentang peran TIK.Kata kunci: pedagogi, Teknologi Informasi dan Komunikasi, utilitas, kurikulum Abstract:Nowadays, the needs for Information and Communication Technology (ICT) to support pedagogical process to achieve maximum education outcomes is inevitable. Nevertheless, the existence of ICT should not fully replace pedagogical objectives. On the contrary, it should play a role as a “facilitator” to support the achievement of maximum education outcomes. Based on those arguments, the objective of this article is to identify a complementary role of ICT to achieve maximum education outcomes. In doing so, this article consists of two parts; the first part discusses the nature of pedagogical domains while the second, discusses specifically about the roles of ICT.Key words: pedagogy, Information and Communication Technology, utility, curriculum
ORANG TUA, SEKOLAH DAN KEMAJUAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK Gusar Siahaan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.549 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v12i2.406

Abstract

Pendidikan sebagai suatu upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam pembangunan bangsa dan  negara Indonesia. Oleh karena itu, bidang pendidikan dijadikan sebagai salah satu prioritas dalam pembangunan nasional yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang cerdas, terampil dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga dan masyarakat serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sosok keberhasilan manusia Indonesia di masa yang akan datang ditentukan oleh keberhasilan anak-anak sebagai generasi muda yang harus mampu bersaing dalam menghadapi tantangan hidup yang semakin kompleks. Untuk dapat mewujudkannya diperlukan peranserta dari berbagai pihak dan salah satu di antaranya adalah peranserta pihak orang tua. Orang tua dituntut untuk mewujudkan peranan dan tanggungjawabnya sebaik mungkin dalam mendidik anak-anaknya. Para orang tua hendaknya mulai mengenal dan memahami tantangan hidup yang akan dihadapi anak dengan cara membekali anak-anaknya dengan pendidikan yang bermutu. Peranan orang tua dalam membimbing, mengawasi dan membantu anak dalam proses belajamya haruslah dilakukan seintensif mungkin karena keberhasilan pendidikan anak sangat banyak ditentukan oleh peranan orang tua. Di samping itu, sekolah (baca: guru) merupakan mitra orang tua dalam proses pengembangan potensi diri anak. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) juga
PENGEMBANGAN BAHAN PENYERTA TELEVISI/VIDEO TUTORIAL PARENTING AUTISME DENGAN METODE ABA INTERMEDIATE SUPLEMENT MATERIAL DEVELOPMENT OF AUTISM TUTORIAL VIDEO PARENTING THROUGH ABA INTERMEDIATE METHOD Sri Lestari
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.046 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v17i4.583

Abstract

Bahan penyerta adalah bahan yang dirancang sebagai pendukung pemanfaatan program televisi/ video tutorial yang berguna untuk membantu kegiatan parenting autis dengan metode Applied Behavioral Analysis (ABA) tingkat menengah (intermediate). Dengan dukungan bahan penyerta ini, diharapkan akan meningkatkan efektivitas pemanfaatan program televisi/video tutorial parenting autis. Pengembangan bahan penyerta ini dinilai penting karena bertujuan untuk membantu kegiatan parenting autis di mana anak autis juga memiliki hak untuk mengenyam pendididikan sebagai bagian dari perkembangan diri mereka. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, yaitu mengembangkan bahan penyerta program televisi/video tutorial parenting autis berdasarkan model Dick dan Carey. Bahan penyerta secara umum dinilai bermanfaat untuk membantu orangtua, terapis, atau guru bagi anak autis, mengingat kekhususan anak autis, bukan pada faktor akademiknya melainkan pada faktor komunikasi dan sosial anak. Berdasarkan hasil uji coba, ahli materi, ahli media, dan sasaran (guru, terapis, orangtua anak autis) menyatakan secara umum bahan bahwa bahan penyerta program televisi/video tutorial parenting autisme dengan metode ABA tingkat menengah (intermediate) yang sedang dikembangkan layak disebarluaskan.Suplement material was designed to support the use of television programs/video tutorial. Development of video tutorial supporting learning materials is aim to help autistic parenting activities with intermediate levels of ABA method. Parenting autism is important because children with autism also have the right to acquire education as part of their own development. This type of research is the development research. Autism parenting video tutorial supporting learning materials is developed by Dick and Carey model, and useful to help parents, therapists, or teachers. Because, children with autism given the specificity not on academic factors, but communication and social development. Based on the test results of expert content, media experts, and target consist of teachers, therapists, and parents of children with autism in general expressed that video tutorial supporting learning materials of parenting autism with ABA methods level intermediate is feasible to distribute.
Kumpulan Abstrak Redaksi TEKNODIK
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.54 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v19i1.140

Abstract

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN ABAD 21 DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI WEB 2.0THE DEVELOPMENT OF THE 21ST CENTURY LEARNINGMODEL USING WEB 2.0 TECHNOLOGYSaripudinDirektorat Teknologi Informasi dan KomunikasiUniversitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Bandungsaripudin@upi.edu Abstrak: Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat pada abad ini membawa dampak yang sangat signifikan terhadap dunia pendidikan, di mana proses peralihan dari abad industrialisasi ke abad pengetahuan menuntut setiap bidang dalam kehidupan berubah sangat cepat dan harus dapat beradaptasi dengan cepat. Begitu pula dengan pendidikan, karakteristik umum model pembelajaran abad pengetahuan berbeda dengan dengan karakteristik pembelajaran abad industrialisasi. Model praktik pendidikan yang dianggap menguntungkan pada abad industrial, seperti belajar fakta, drill dan praktik, kaidah dan prosedur digantikan dengan belajar dalam konteks dunia nyata, otentik melalui problem dan proyek, inkuiri, discovery, dan invensi dalam praktik abad pengetahuan. Akan tetapi pola belajar yang diterapkan pada masa industrialisasi sudah dianggap tidak cocok lagi di abad pengetahuan, di mana perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berkembang begitu pesat, dan teknologi tersebut merupakan katalis penting untuk gerakan menuju metode belajar di abad pengetahuan.Makalah ini akan membahas perancanganmodel pembelajaran abad 21 dengan cara mengintegrasikan model pembelajaran Project Based Learning, Project Oriented Learning, dan Cooperative Learning dengan teknologi informasi Web 2.0.Kata Kunci: Pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berorientasi proyek, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran kooperatif berbasis Web 2.0.Abstract: The rapid development of information technology in this century has brought a very significant impact on the education sector where the process of transition from century of industrialization to the century of knowledge in every aspect of life is changing and adapting quickly. Within the same manner in the aspect of education, the general characteristics of the learning model in the industrial century is different than in the knowledge century. Among many educational practices considered beneficial to the industrial age are learning facts, drill and practice, rules and procedures have been replaced by learning-in-realworld context through authentic problems and projects, inquiry, discovery, and invention in the knowledge century practice. However, the pattern of learning applied at the time of industrialization has been deemed to be unfit anymore in the age of knowledge in which the development of information and communication technology is evolving very rapidly, and the technology is an important catalyst for movement toward learning methods in the knowledge century.This paper will discuss the design of 21st century learning model, learning model design by integrating Projects Based Learning, Project Oriented Learning, and Cooperative Learning with information technology based on web 2.0.Keyword: Projectbased nearning, project orientedlearning, problem-based learning, Web 2.0 basedcooperative learning.
SEKOLAH MENENGAH TINGKAT PERTAMA TERBUKA (SMP TERBUKA) SEBAGAI BENTUK PENDIDIKAN YANG MERAKYAT Sudirman Siahaan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.497 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v13i1.439

Abstract

Dalam kondisi perekonomian yang sulit, yang menjadi prioritas adalah bagaimana dapat bertahan hidup. Atau, yang menjadi prioritas dalam kehidupan sehari-hari adalah makan atau urusan “perut”. Setiap orang berupaya dengan berbagai cara mendapatkan makanan. Yang dipentingkan adalah “perut kenyang”. Berbagai kebutuhan hidup sehari-hari lainnya cenderung disisihkan untuk sementara dan baru menjadi perhatian apabila perut sudah kenyang. Dalam kondisi yang demikian ini, aspek kesehatan dan pendidikan menjadi “kurang mendapat perhatian”. Penghasilan difokuskan untuk membuat “perut” kenyang. Berbagai bentuk pengeluaran lainnya terpaksa ditunda atau ditekan menjadi seminimal mungkin. Di antara berbagai biaya pengeluaran lainnya yang dinilai sangat mendasar adalah memenuhi kebutuhan akan kesehatan dan pendidikan. Bagaimana menyekolahkan anak-anak apabila kondisi keuangan (a) tidak atau kurang mendukung, atau (b) hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari? Sejalan dengan Wajib Belajar 9 Tahun, para orang tua seyogianya mengupayakan anak-anak mereka dapat menyelesaikan pendidikan 9 Tahun. Sekalipun kondisi masyarakat kurang menguntungkan secara finansial, namun anak-anak usia SMP sebenarnya masih dapat menyelesaikan pendidikan SMP, yaitu melalui Sekolah Menengah Pertama Terbuka (SMP Terbuka) yang tersebar di setiap propinsi. SMP Terbuka dikatakan sebagai bentuk pendidikan yang merakyat karena antara lain: (a) pendidikan yang mendatangi anak-anak, (b) anak-anak tetap dapat membantu orang tua mencari nafkah sehari-hari, (c) anak-anak tidak harus datang setiap hari belajar di SMP, (d) anak-anak tidak perlu memakai seragam, (e) orang tua tidak dibebani berbagai bentuk biaya pendidikan, dan (f) kegiatan pembelajaran mengoptimalkan pemanfaatan berbagai sumber belajar di lingkungan sekitar.
KEMAMPUAN BERBICARA ANAK PENYANDANG AMNESTIK APHASIA (Studi Kasus Pada Anak Autisme Usia 12 Tahun di Desa Kedung, Kebupaten Tangerang) Teguh Susanto
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1371.341 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.32

Abstract

Seiring dengan perkembangan usianya, seorang anak dapat berbicara dengan baik (struktur sintaksisnya) apabila proses pemerolehan dan pemelajaran bahasanya terus dilatih. Kemampuan berbicara sangat dipengaruhi oleh fungsi otak. Apabila fungsi otak tidak optimal maka saraf yang menghubungkan ke alat pengucapan (komunikasi) pun terganggu atau gangguan bicara (aphasia). Berkaitan dengan gangguan berbicara pada anak, di Desa Kedung terdapat anak yang memiliki kelainan otak atau autisme yang sukar sekali dalam berbicara. Ia hanya dapat mengucapkan beberapa kata saja padahal usianya 12 tahun. Penelitian ini berfokus pada dua pertanyaan penelitian, yaitu: 1) faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi ketidakmampuan Jeje dalam berbicara, dan 2) bagaimanakah cara penanganannya dalam membantu mengatasi ketidakmampuan Jeje dalam berbicara. Selanjutnya, tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui atau mendeskripsikan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi ketidakmampuan Jeje dalam berbicara dan cara penanganannya dalam membantu mengatasi ketidakmampuan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melatih pengucapan kata-kata secara berulang-ulang dengan memperlihatkan objek gambar yang menarik dan bermacam warna dapat membantu mengatasi ketidakmampuan informan dalam berbicara. Hal ini dapat terlihat adanya perubahan dalam pengucapan katanya, misalnya yang awalnya hanya dapat mengucapkan kata “endu” menjadi “ghondu”, meskipun pengucapannya tidak begitu lancar atau pelan-pelan karena ada kendala yang disebabkan oleh penyakit autisnya.
PERPUSTAKAAN ELEKTRONIK PUSTEKKOM: MEMFASILITASI PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONAL, PEDAGOGI, DAN TEKNOLOGI GURU Rahmi Rivalina
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.195 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v19i3.172

Abstract

Abstrak:Tulisan ini menyajikan hasil kajian penulis mengenai keberadaan Perpustakaan Elektronik Pustekkom dalam memfasilitasi peningkatan kompetensi profesional, pedagogi,dan teknologi guru dalam mempersiapkan peserta didik menjadi SDM yang berkualitas di abad 21. Permasalahan yang menjadi fokus pembahasan adalah berbagai kemungkinan yang dapat dilakukan Pustekkom (sebagai institusi yang bertanggungjawab di bidang TIK untuk pendidikkan/pembelajaran) melalui perpustakaan elektroniknya untuk peningkatan kompetensi guru. Tujuan tulisan ini adalah untuk mengkaji berbagai kemungkinan upaya yang dapat dilakukan Pustekkom dalam hal memfasilitasi sekolah atau perpustakaan sekolah dalam mengelola berbagai sumber belajar berbasis TIK bagi kepentingan guru dan peserta didik. Hasil kajian mengungkapkan bahwa Perpustakaan Elektronik Pustekkom telah menjadi jembatan bagi guru dalam mengakses berbagai sumber belajar melalui peran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Bentuk implementasi Perpustakaan Elektronik Pustekkom dapat dilihat melalui program yang telah dikembangkan dan salah satu di antaranya adalah Portal Rumah Belajar. Agar dapat mengoptimalkan perpustakaan elektronik yang berisikan berbagai sumber belajar, Pustekkom perlu berkolaborasi dengan berbagai lembaga di bidang pengembangan kompetensi guru lainnya, baik pemerintah maupun swasta.Kata Kunci: perpustakaan eletronik, kompetensi guruAbstract:This article presents the results of author’s analysis on Pustekkom Electronic Library in facilitating the enhancement of teacher’s professional, pedagogical and technological competence in preparing students to become qualified human resources in the 21st century. The problems studied are various efforts that Pustekkom possibly undertake (as the institution responsible for ICT empowerment for education/learning) through its Electronic Library to improve the teachers’ competence. The objective of this study is to review some efforts that Pustekkom possibly undertake in facilitating schools or school libraries in managing their ICT-based learning resources for the sake of teachers and students. The results shows that Pustekkom Electronic Library is a solution for the teachers to access various learning resources by using ICT. One of Pustekkom Electronic Library’s services is Portal Rumah Belajar. To optimize electronic library’s various learning contents, Pustekkom needs to colaborate with various public or private insitutions dealing with teachers’ competence improvement.Keywords: electronic ibrary (e-Lib), teachers’ competence
PROBLEMATIKA DAN STRATEGI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN TINGGI DI INDONESIA Asep Saepudin
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.935 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v4i15.476

Abstract

Problematikan dan peningkatan kualitas mutu bagi perguruan tinggi merupakan dua hal penting yang perlu diperhatikan. Kenyatan menunjukan bahwa selama ini perguruan tinggi tidak terlepas dari persoalan (problematika) yang berkenaan dengan tiga hal, yaitu: (1) masih rendahnya pemerataan dalam memperoleh pendidikan, (2) masih rendahnya kualitas dan relevansi pendidikan, dan (3) masih lemahnya manajemen pendidikan. Kondisi tersebut perlu segera diselesaikan melalui reformasi pendidikan yang mengarah kepada peningkatan kualitas mutu dengan pendekatan konsep manajemen mutu terpadu atau Total Quality Manajement (TQM). Walupun konsep tersebut pada mulanya dikembangkan dalam dunia bisnis dan industri, namun dapat diterapkan pula pada bidang pendidikan, khususnya di perguruan tinggi. Kendatipun demikian, berbeda dengan manajemen bisnis atau industri, penerapan Total Quality Manajement (TQM) dalam mencapai manajemen kualitas mutu di Perguruan Tinggi (management for quality in higer education institutions) lebih difokuskan pada pada dua hal, yaitu: Pertama, stimulasi dari koherensi proses belajar. Kedua, Analisis kebutuhan berbagai kelompok peserta didik. yakni mahasiswa sebagai peserta didik. Oleh karenanya orientasi terhadap peserta didik adalah kunci management for quality in higer education institutions.
ANALISIS KEBUTUHAN KONTEN MODEL MULTIMEDIA ALAT BANTU GURU UNTUK PAUD Manikowati Manikowati
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.884 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.76

Abstract

diterima tanggal 6 Mei 2013, dikembalikan untuk direvisi tanggal 14 Mei 2013, disetujui tanggal 24 Mei 2013Abstraks: Multimedia pembelajaran dengan karakteristik yang dimiliki, dapat mengembangkan apapun konten pembelajaran. Untuk itu, diasumsikan multimedia pembelajaran mampu memberikan kebermanfaatan yang sangat tinggi kepada guru sebagai alat bantu pembelajaran yang kemudian disebut multimedia teaching aids, termasuk untuk pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan tingkat kebutuhan guru PAUD akan multimedia sebagai alat bantu mengajar dan batasanbatasan konten yang cocok dikembangkan melalui multimedia teaching aids beserta contoh konkritnya. Analisis kebutuhan ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Adapun instrumen yang digunakan berupa petikan hasil presentasi guru dan hasil diskusi kelompok terfokus. Berdasarkan pengolahan dan analisa data, diperoleh bahwa tingkat kebutuhan guru akan multimedia pembelajaran sebagai alat bantu mengajar sangat tinggi. Berhubungan dengan konten yang cocok dikembangkan untuk pembelajaran anak usia dini menggunakan multimedia alat bantu guru, telah diperoleh batasan-batasan konten beserta 30 konten.Kata kunci: analisis, konten, multimedia, alat bantu, PAUDAbstract: Instructional multimedia with its characteristics can develop any learning contents. Therefore, it is assumed that it gives more advantages for the teacher as a teaching aid, called multimedia teaching aids, including for the early childhood learning. This research was to show the level of early childhood teacher’s needs toward multimedia teaching aids and the appropriate content requirements to be developed through multimedia teaching aids with the real examples. The need analysis was conducted by using qualitative method. The instruments used were taken from teachers’ presentations and from the results of focus group discussion. Based on data processing and analysis, it was obtained that the need level of early childhood teachers on multimedia teaching aids was high. Dealing with the appropriate contents to be developed for early childhood learning through multimedia teaching aids, it was gained some requirements of contents with 30 real contents being developed.Key words: analysis, content, multimedia, teaching aids, the early childhood

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 More Issue