cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 406 Documents
DAMPAK BIMTEK DARING PEMBATIK LEVEL DUA TERHADAP KEMAMPUAN TIK GURU PROVINSI JAWA TIMUR Raden Roro Martiningsih
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v25i1.378

Abstract

Duta Rumah Belajar merupakan perpanjangan tangan Pustekkom, yang kini bernama Pusdatin, dalam menyosialisasikan Portal Rumah Belajar kepada guru sehingga guru perlu menjaring Duta Rumah Belajar Tahun 2018 melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) yang dilaksanakan tahun 2018 secara daring. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak Bimtek PembaTIK Level 2 yang diikuti oleh peserta dari Jawa Timur. Bagaimanaupaya peserta Bimtek menyelesaikan tugasnya? Apa manfaat Bimtek bagi peserta? Apa hambatan yang dialami peserta selama Bimtek berlangsung? Bagaimana  solusi pemecahan masalahnya? Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan online survey. Responden dalam penelitian ini adalah 240 pendidik yang menjadi peserta Bimtek Daring PembaTIK Level 2. Data diperoleh dari online survey, observasi, dan wawancara 76 guru dinyatakan lulus. Dampak Bimtek Daring bagi peserta adalah memudahkan guru untuk mengikuti pelatihan. Mereka dapat mengikuti pelatihan dari mana saja, kapan saja, dan tentunya dengan biaya yang lebih murah. Hambatan yang dialami peserta adalah rasa tidak percaya diri. Mereka khawatir bersaing dengan guru lain yang lebih hebat. Selain itu, kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung aktivitas peserta Bimtek Daring PembaTIK Level 2 juga merupakan pemicu peserta menjadi tidak aktif. Hambatan tersebut diatasi dengan komunikasi yang baik antara peserta dan fasilitator. Ambassador of Rumah Belajar is an extension of Pustekkom, which is now named Pusdatin, in socializing the Rumah Belajar Portal to teachers, so it is necessary to capture the Ambassador of Rumah Belajar in 2018 through Online Technical Training. The objective of this study is to describe the impact of Level 2 of PembaTIK Online Technical Training in 2018 in East Java: How the participants do their assignments; What benefit they can get from the Online Technical Training; What obstacles they face during the training; and How they solve the obstacles. This study is a descriptive study with online survey. The respondents of this study are 240 teachers who participate in PembaTIK Online Technical Training of Level Two. The data is acquired from online survey, observation, and interview. Seventy- six teachers are declared to pass the training. The impact of PembaTIK Online Technical Training is that the participants find it easier for them to attend a training. They do not have to come to Pusdatin. They can attend a training from anywhere, at any time, and with lower budget. The obstacles that the participants face is that they are unconfident to compete with other teachers. Besides, the lack of infrastructure that can support the participants’ activities in PEMBATIK Online Technical Training of Level Two is also an obstacle that contribute to the participants’ inactivity. The obstacle is solved by performing good communication between the participants and the facilitators.
Tantangan dan Peluang Produk-produk Profesi Pengembang Teknologi Pembelajaran Di Era Digital Bambang Warsita
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v24i2.673

Abstract

Abstrak: Profesi Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) memiliki peran strategis dalam pembelajaran era digital sekarang. Permasalahannya adalah 1) apa produk-produk yang harus di hasilkan profesi PTP di era digital? dan 2) bagaimana pemanfaatan dan penerapan produk PTP dalam pembelajaran di era digital? Tujuan kajian ini untuk mendiskripsikan berbagai produk-produk yang harus dihasilkan profesi pengembang teknologi pembelajaran, dan pemanfaatan atau penerapan produk tersebut dalam kegiatan pembelajaran di era digital sekarang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-analitis. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan (library research) yaitu menggunakan berbagai literatur dari hasil kajian dan penelitian mengenai produk-produk PTP. Hasil penelitian menunjukkan profesi PTP telah menghasilakan produk-produk berupa; 1) model pembelajaran inovatif berbasis TIK, 2) konten pembelajaran dengan berbagai jenis media, dan 3) aplikasi e-pembelajaran. Kesimpulannya produk-produk profesi PTP ini ditunggu dan dibutuhkan dalam menunjang terselenggaranya proses pembelajaran era digital di berbagai jenis, jenjang dan jalur pendidikan di Indonesia. Sarannya profesi PTP harus selalu meningkatkan kompetensi teknis, dan kreatif inovatif untuk menghasilkan produknya sesuai dengan tuntutan era digital sekarang.
PENGEMBANGAN MEDIA AUDIO “SMART ENGLSIH TODAY” UNTUK SISWA SMP DI DAERAH PINGGIRAN YOGYAKARTA Suparti - Suparti
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v24i2.521

Abstract

Pembelajaran bahasa Inggris di sekolah cenderung mengabaikan pengajaran listening (menyimak) dibandingkan keterampilan berbahasa lainnya. Padahal keterampilan ini sangat diperlukan sebagai kunci penguasaan keterampilan berbahasa lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alternatif media audio pembelajaran bahasa Inggris untuk keterampilan menyimak yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan belajar. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini terkait dengan rendahnya kemampuan menyimak yang dikuasai siswa dan keterbatasan bahan belajar bahasa Inggris untuk pembelajaran listening yang sesuai dengan kurikulum 2013. Pendekatan yang digunakan dalam penelitan ini adalah pendekatan model ADDIE yang meliputi lima tahapan yaitu analisis, desain, produksi, implemensi, dan evaluasi. Setelah melalui tahap analisis kebutuhan dan analisis kurikulum, desain model ditentukan dan diberi nama Smart English Today (SET). Tahap berikutnya yaitu penyusunan rancangan media yang diikuti dengan proses produksi yang meliputi penyusunan GBIM JM, penulisan naskah dan bahan penyerta, serta produksi program. Hasil pengembangan produksi selanjutnya diimplementasikan pada siswa SMPN 5 Ngawen, Gunungkidul. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa SET layak dipergunakan sebagai bahan belajar bahasa Inggris untuk meningkatkan keterampilan menyimak. Namun, dalam pengembangannya hendaknya perlu diperhatikan dari sisi pengemasan program, durasi, dan tingkat kesulitan materi.English learning at school tends to ignore listening skill teaching, compared to other language skills. In fact, listening skill is highly necessary as key factors to other language skill mastery. The objective of this research is to develop an audio media alternative of English learning for lsitening skill that can be utilized learning material. The problems of this research are related with students’ low listening skill and limited English learning material for listening skill being in line with 2013 curriculum. The approach of this research is ADDIE model approach, consisting of five steps, i.e. analyzing, designing, developing, implementing, and evaluating. After passing through need and curriculum analysis, model design is determined and named Smart English Today (SET). The next step is development comprising of GBIM JM writing, script and companion book writing, and program production. The SET product is, then, implemented to students of SMPN 5 Ngawen, Gunung Kidul. The evaluation result shows that SET is feasible to be utilized as English learning material to enhance students’ listening skill. However, in developing this model, we should consider program packaging, duration, and difficulty levels of the materials.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INTERAKTIF MENGGUNAKAN APLIKASI GEOGEBRA PADA MATERI LINGKARAN Rosid Tamami
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v25i1.649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar yang valid, menarik, dan efektif menggunakan aplikasi GeoGebra pada materi lingkaran. Bahan ajar ini disusun dengan sistematika berupa materi, contoh soal, lembar kerja, dan tes uji kompetensi. Aplikasi GeoGebra dipilih karena mudah digunakan dan mempunyai fitur yang lengkap untuk dapat memvisualkan konsep-konsep matematika dan tidak berbayar (freeware).GeoGebra juga dapat menjadi alat bantu dalam proses menyusun konsep matematis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Penelitian dan Pengembangan (research and development) dengan tahapan penelitian pengembangan mengikuti model 4D dari Thiagarajan yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate. Model 4D ini diadaptasi menjadi 4P yaitu Pendefinisan, Perencanaan, Pengembangan, dan Penyebaran. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 8A sebagai kelas kontrol dan kelas 8B sebagai kelas ekperimen dengan jumlah siswa 55. Hasil analisis validitas bahan ajar oleh 3 validator menunjukkan nilai 3,42 dengan kriteria baik. Keefektivan bahan ajar terindikasikan dari hasil belajar siswa yang mengalami kenaikan dari nilai pre-test dan post-test, untuk kelas ekperimen sebesar 14,82 % dan untuk kelas kontrol sebesar 8,73 %. Nilai gain ternormalisasi kelas ekperimen sebesar 0,36 dengan kategori “Sedang”, untuk kelas kontrol sebesar 0,20 kategori “Rendah”. Kemenarikan bahan ajar terindikasikan dari angket respon siswa, sebesar 78,57% memberi respon sangat positif, 21,43% memberi respon positif, dan 0% memberi respon tidak positif. Dengan demikian, didapat produk akhir bahan ajar GeoGebra yang valid, praktis, menarik, dan efektif.The objective of this research is to develop a valid, interesting, and effective learning material by using GeoGebra applicationon the material of circle. The outline of this learning material arrangement is consisting of Material, Sample Questions, Working Sheet, and Competency Test.GeoGebra application is chosen because it is easy to use and has complete features to visualize mathematical concepts. Besides, it is free (freeware). GeoGebra can also be a tool in the process of compiling mathematical concepts. The research method used is Researchand Development (R and D) method with the Thiagarajan’s 4D research and development steps, i.e. Define, Design, Develop, and Disseminate. In Bahasa Indonesia, the 4D is adapted to be 4P, i.e.Pendefinisian, Perencanaan, Pengembangan, and Penyebaran. The subject of this research is the students of class 8A as the control class and class 8B as the experimental class with the total number of 55 students. The result of learning material validity analysis by 3 validators indicates the score of 3.42, wich belongs to the category of “Good”. The effectiveness of the learning material is indicated by the increase of students’ learning outcomes shown by their pre-test and post-test (the increase is 14,82% in experimental class, and 8,70% in control class). The normalized gain value for the experimental class is 0.36 with the category of “Medium”, for the control class it is 0.20, with the category of “Low”. The attractiveness of learning material is indicated by the result of students’ response questionnaire (78,57% of highly positive response, 21,43% of positive response, 0% of negative response). Therefore, we can get a valid, practical, interesting, and effective final learning material. 
PEMANFAATAN LABORATORIUM MAYA: PELUANG DAN TANTANGAN ahmad ardius kidan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v24i2.679

Abstract

Pembelajaran sains disekolah-sekolah telah berubah. Ada kemungkinan pembelajaran sains akan kehilangan makna menjadi sebuah pembelajaran sastra. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti secara terbatas di sekolah terhadap guru-guru yang mengampu mata pelajaran sains, hanya 20% yang melaksanakan kegiatan praktikum; sedangkan 80% sisanya menyampaikan materi pembelajaran tanpa praktikum.Untuk mengatasi kendala ketiadaan perangkat laboratorium, kegiatan praktikum dapat dilakukan melalui Laboratorium Maya yang tersedia di Portal Rumah Belajar. Tujuan penelitian/kajian ini adalah untuk mengetahui peluang dan tantangan dari pemanfaatan Laboratorium Maya dalam proses kegiatan belajar-mengajar. Metode yang digunakan adalah studi literaturmengenai konsep dan teori melalui berbagai dokumen dan literatur yang tersedia. Data didapat dari sumber primer dansekunder. Data dan informasi dianalisis melalui teknik analisis isi dan disajikan secara deskriptif. Penelitian mengungkapkan bahwa pemanfaatan Laboratorium Mayabisa mengatasi berbagai masalah yang dihadapi sekolah, seperti kegiatan praktikum untuk pembelajaran sains. Peluang pemanfaatan Laboratorium Maya antara lain mampu mengatasi berbagai keterbatasan yang berkaitan dengan waktu, kondisi geografis maupun ekonomis. Selain itu, Laboratorium Mayadapatmeningkatkan kualitas eksperimen, efektifitas pembelajaran, keamanan, dan keselamatan.Kemungkinan tantangan pemanfaatan Laboratorium Maya antara lain meliputi ketersediaan perangkat komputer untuk kepentingan praktikum di sekolah, penguasaan guru dan siswa di bidang pengoperasian perangkat (penguasaan keterampilan motorik), ketersediaan sumber tenaga listrik, dan kesediaan/inisiatif guru untuk berinovasi memanfaatkan TIK di dalam aktivitas pembelajaran. Hasil analisis data menyimpulkan bahwa Laboratorium Mayasangat menjanjikan atau berpeluang untuk diterapkan pada kegiatan praktikum di sekolah. Tantangannya adalah kesediaan guru untuk berkontribusi memperkaya ketersediaan materi praktikum pada Laboratorium Maya yang terdapat pada Portal Rumah Belajar. Science learning in schools has been changing. There is a possibility that science learning will lose its essential meaning, turning into a literature learning. Based on the result of the researcher’s limited observation on science teachers at the school, only 20% of them carry out practicum, while the remaining 80% of them deliver learning materials without any practicum. To overcome the constraints of inavailability of laboratory equipment, practicum can be carried out through the Laboratorium Maya (Virtual Laboratory) which is available in the portal of Rumah Belajar. The objective of this study is to study the opportunities and challenges of utilizing Laboratorium Maya in the teaching-learning process. The method applied in this study is literature study on concepts and theories through a variety of available documents and literature. Data are obtained from primary and secondary sources. Data and information are analyzed through content analysis techniques and presented descriptively. The study reveals that the use of Laboratorium Maya can overcome various problems faced by schools, such as practicum for science learning. Opportunities for the use of Laboratorium Maya are able to overcome various constraints related to time, geographical as well as economic conditions. Besides, Laboratorium Maya can improve the quality of experiments, learning effectiveness, security, and safety. Possible challenges for the use of Laboratorium Maya are the availability of computers for practicum purposes in schools, the teachers and students’ computer operating skill, the availability of power sources, and the willingness/ initiative of teachers to innovate in utilizing ICT for learning activities. The result of the data analysis shows that Laboratorium Maya is very promising, or in other words, it offers opportunities to be utilized in practicum in schools. The challenge is the teachers’ willingness to contribute to the availability of practicum materials in Laboratorium Maya in the portal of Rumah Belajar.
FLIPPED CLASSROOM: SEKOLAH TANPA PEKERJAAN RUMAH NFN Mujiono
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v25i1.457

Abstract

Pekerjaan rumah yang dibawa pulang oleh para siswa selama ini masih berupa soal-soal akademik. Sesampainya di rumah tidak sedikit siswa merasa kesulitan mengerjakan pekerjaan rumah tersebut. Minimnya waktu belajar disekolah dan kondisi orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan serta seringkali tidak memahami konten atau materi pelajaran menjadi salah satu faktor permasalahan yang dihadapi oleh siswa. Meskipun pemerintah menganjurkan untuk tidak membebankan pekerjaan rumah kepada siswa, akan tetapi kenyataan di lapangan guru-guru masih memberikan soal-soal akamedik sebagai tugas yang harus dikerjakan siswa selama di rumah. Sudah seharusnya guru-guru mempertimbangkan bahwa setiap siswa merupakan pribadi yang unik dengan beragam karakter dan kemampuan. Masing-masing siswa memiliki kecepatan belajar yang berbeda-beda, sehingga tidak cukup bila hanya mengandalkan waktu belajar di dalam kelas. Perlu kiranya guru-guru mengembangkan dan menggunakan model-model pembelajaran yang inovatif, untuk mengakomodasi beragam karakter dan kemampuan masing-masing siswa. Tujuan makalah ini memberikan alternatif model pembelajaran yang tidak membebankan pekerjaan rumah kepada siswa. Melalui model pembelajaran Flipped Classroom, pembelajaran dilakukan dengan cara membalik apa yang secara tradisional dilakukan di kelas sekarang dilakukan di rumah, dan yang secara tradisional dilakukan sebagai pekerjaan rumah sekarang diselesaikan di kelas.
OPTIMASI KETERAMPILAN DIGITAL WRITING DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Eka Lutfiyatun
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v24i2.719

Abstract

Pembelajaran di era revolusi industri 4.0 bertujuan untuk meningkatan literasi digital. Salah satunya adalah kompetensi menulis di media digital atau digital writing. Tugas-tugas sekolah pun sudah mulai beralih ke penugasan konten di media digital. Permasalahannya adalah bagaimana menumbuhkan dan mengembangkan minat dan kreativitas serta meningkatkan kompetensi menulis peserta didik menulis di media digital. Tujuan kajian ini adalah mendeskripsikan bagaimana optimasi kompetensi menulis di media digital. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah analisis deskriptif atau kajian literatur yang menghasilkan data deskriptif dari berbagai hasil penelitian tentang pengalaman guru dalam optimasi kompetensi menulis peserta didik di media digital. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pengalaman para pendidik di kelas dalam menggunakan berbagai media penunjang latihan digital writing melalui Edmodo, Wattpad, Blog, dan Wordpress untuk membuat konten berupa ulasan, essai, dan tanggapan dapat menumbuhkan dan mengembangkan sikap kreatif dan produktif peserta didik sehingga dapat meningkatkan kompetensi dalam menulis di media digital. Selain itu, menurut peserta didik, menulis di media digital lebih menyenangkan dan dapat dilakukan lebih efektif, serta menumbuhkan minat menulis. Namun, pelaksanaannya menuntut peserta didik untuk aktif dan pendidik berperan sebagai fasilitator. Sarannya adalah bahwa para pendidik harus selalu menggali potensi peserta didik dengan memanfaatkan berbagai media digital yang ada.Learning in 4.0 industrial revolution era has objective of improving students’ digital literacies. One of the literacies is writing skill in digital media or digital writing. Students’ assignment has been being shifted into digital media. The problem is how to foster and develop students’ interest as well as creativity, and improve their digital writing skill. The objective of this study is to describe how to optimize students’ digital writing skill. The applied method in this study is descriptive analysis or literary review resulting in descriptive data from various researches on teachers’ classical experience in optimizing students’ digital writing skill. The result shows that the teachers’ classical experience in utilizing various media such as Edmodo, Wattpad, Blog, and Wordpress to drill students’ digital writing skill through review, essay, and response can foster and develop students’ productivity and creativity so that it can improve their digital writing skill. Besides, according to the students, writing in digital media is more exciting and effective. It can also foster students’ writing interest. However, it requires students’ active role, and the teacher becomes the facilitator. The recommendation is that the teachers should continuously dig students’ potential capacity by utilizing various available digital media.
PEMBELAJARAN ASTROFISIKA BERBASIS LITERASI AL-QUR’AN DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN Muhammad Shalehuddin Al-Ayubi
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v25i1.780

Abstract

Dalam dunia pendidikan, masih terdapat pemisahan antara pembelajaran keagamaan dengan pembelajaran ilmu pengetahuan yang bersifat umum. Padahal dalam Al-Qur’an, seringkali tersurat ayat-ayat yang membahas ilmu pengetahuan. Salah satunya adalah tentang ilmu astrofisika. Penelitian ini bertujuan menyusun model pembelajaran astrofisika berbasis literasi Al-Qur’an dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Metode penelitian yang digunakan adalah pengamatan fenomena lalu telaah ayat (minal waqi ilannash) serta melalui kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran astrofisika sangat mungkin dilakukan dengan basis literasi Al-Qur’an. Ada beberapa metode yang bisa dilakukan, di antaranya adalah membaca tafsiran ayat tentang langit dan benda-bendanya; mengamati fenomena alam; dan mengolah data hasil pengamatan. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran agama dan pembelajaran ilmu pengetahuan umum atau sains bisa terintegrasi dalam satu konsep yang utuh, tidak terpisahkan.In the field of education, there is still tendency of dichotomy between religious learning and science. In fact, we can find a lot of verses in Qoran that states on science. One of them is about astrophysics. The objective of this research is to develop Koran Literacy-based Astrophysics Learning Model by Using Information and Communication Technology (ICT). The research method is observation on the phenomena which is continued by verse study (minal waqi ilannash) and literature review. The result shows that astrophysics learning is most likely carried out on the basis of Koran literacy. There are some strategies that can be taken. Some of them are reading the interpretation of verses about the sky and its things; observing the nature phenomena; and processing the data of observation result. This indicates that religious learning and science learning can be integrated in a whole concept.
DIAGRAM FISHBONE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS VIII SMPN 2 CIHAMPELAS Reni Listiana Nurlela
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v25i1.706

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menguji apakah penggunaan diagram Fishbone sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi siswa Kelas VIII-E SMP Negeri 2 Cihampelas Kabupaten Bandung Barat. Untuk menguji hal ini, digunakan Pre- Experimental Design sebagai metode penelitian yang digunakan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan menulis teks eksposisi siswa. Sebelum pemberianperlakuan, nilai rata-rata kemampuan menulis teks eksposisi siswa adalah 63,5 dengan persentase siswa yang mencapai ketuntasan belajar mencapai 30%. Setelah diberikan perlakuan berupa penggunaan diagram Fishbone sebagai media pembelajaran, nilai rata-rata kemampuan menulis teks eksposisi siswa naik menjadi 77,5 dengan persentase siswa yang mencapai ketuntasan belajar mencapai 96,7%. Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa penggunaan diagram Fishbone sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi siswa. Hal ini dibuktikan dengan selisih skor kemampuan menulis teks eksposisi siswa antara pre-test dan post-test. Diketahui bahwa selisih nilai rata-rata siswa pada saat pre-test dan post-test kemampuan menulis siswa adalah sebesar 14.The objective of this research is to asses mthe use of Fishbone diagram as a learning medium can improve the students’ exposition text writing skill of Class VIII-E at SMP Negeri 2 Cihampelas, West Bandung District. To do this, Pre-Experimental Design is applied as the research methodology. The test result shows that there is improvement in students’ exposition text writing skill. Before being treated, the students’ exposition text writing skill average score is 63,5 with the percentage of learning completeness by the students of 30%. After being treated with the use of Fishbone diagram as a learning medium, the students’ exposition text writing skill average score increases to be 77,5 with the percentage of learning completeness by the students of 96,7%. The result of statistical test shows that the use of Fishbonediagram as a learning medium can improve the students’ exposition text writing skill. This is indicated by the increase of their exposition text writing skill average score at pre-test and at post-test. It is known that the increase of the students’ exposition text writing skill average score from the pre-test to the post-test is 14.
PENGEMBANGAN VIDEO TUTORIAL SISTEM INFORMASI KELUARGA UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI TEKNIS PENYULUH KELUARGA BERENCANA Susanto AG
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v24i2.587

Abstract

Kebutuhan akan suatu media pembelajaran yang menarik dan efektif bagi Penyuluh Keluarga Berencana menuntut pengembangan media video tutorial yang valid, praktis dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab kebutuhan tersebut, yaitu bagaimana menghasilkan video tutorial Sistem Informasi Keluarga yang valid, praktis, dan efektif.  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model pengembangan Alessi dan Trollip yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu tahap perencanaan, tahap desain, dan tahap pengembangan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, angket, observasi dan tes. Validitas video tutorial dilakukan dengan uji alpa oleh dua orang ahli untuk masing-masing aspek (materi, media, dan desain pembelajaran). Uji validasi  materi menghasilkan nilai 92,8 dan 100,0.  Uji validasi media diperoleh nilai 94,12 dan 100,0. Uji validasi desain pembelajaran diperoleh nilai 83,33 dan 100,0. Dapat diartikan dari nilai-nilai uji tersebut bahwa setelah dilakukan revisi produk maka seluruh aspek dinyatakan sangat valid.  Praktikalitas video tutorial diuji melalui uji beta dan diperoleh rerata nilai sebesar 80,67 yang berarti bahwa video tutorial termasuk kategori praktis. Efektifitas video tutorial terhadap hasil belajar diuji melalui uji lapangan (field test) pada kelas pelatihan, dimana diperoleh nilai rata-rata pre tes 47,53 dan post tes 81,70. Peningkatan hasil belajar sebesar 34,18 dengan Ngain skor sebesar 0,7 termasuk kategori tinggi. Dari hasil tes perbuatan diperoleh rerata nilai 83,23 yang termasuk kategori baik. Dengan demikian, video tutorial sistem informasi keluarga yang dikembangkan dalam penelitian ini telah valid, praktis, dan memiliki efektifitas terhadap hasil belajar Penyuluh Keluarga Berencana.The need for interesting and effective learning media for Planned Family Instructors requires the development of valid, practical, and effective tutorial video media. The objective of this research is to answer the challenge, i.e. how to produce a valid, practical, and effective Planned Family Information System tutorial video. This research is a development research applying Alessi and Trollip development model, consisting of three stages, namely: planning, designing, and development. Data are procured through interviews, questionnaires, observation, and tests. The validity of the tutorial video is tested by using alpa test by two experts for each aspect (material, media, and learning design). Material validity test results in the scores of 92.8 and 100.0. Media validation test indicates the scores of 94.2 and 100.0. The design validation test shows the scores of 83.33 and 100.0. Based on the scores, it can be interpreted – after the product is revised – that all aspects are very valid. The practicality of the tutorial video is tested by using beta test, and the average score is 80,67, which means that this tutorial video is categorized practical. The effectiveness of this tutorial video towards the learning outcomes is tested through field test in the training class, where the average pre-test score is 47,53 and the average post-test score is 81,70. An increase in learning outcomes of 34.17 with the Ngain score of 0.7 is categorized as high category. Based on the practicality test, the average score is 83,23, which is categorized in good category. Therefore, this Planned Family Information System tutorial video is valid, practical, and effective on the learning outcomes of Planned Family Instructors. 

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 More Issue