cover
Contact Name
Endang Susanti
Contact Email
endang@ft.unrika.ac.id
Phone
+6281277109009
Journal Mail Official
endang@ft.unrika.ac.id
Editorial Address
Jl. Batu Aji Baru No.99 Batu Aji Fakultas Teknik Universitas Riau Kepulauan Batam 0778 392752
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
SIGMA TEKNIKA
ISSN : 26145979     EISSN : 25990616     DOI : 10.33373
Core Subject : Engineering,
SigmaTeknika adalah jurnal Fakultas Teknik yang merupakan media publikasi ilmiah internal di lingkungan Fakultas Teknik Unrika dengan fokus pada karya ilmiah berupa tulisan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh dosen atau mahasiswa yang meliputi disiplin ilmu teknik mesin, teknik industri, teknik elektro, teknik sipil dan teknik arsitektur atau ilmu yang relevan
Articles 310 Documents
ANALISA KELELAHAN MATA DISEBABKAN RADIASI SINAR ULTRAVIOLET B (UV-B) PADA PEKERJA LAS DI PT. TRI KARYA ALAM, BATAM Buyung Nul Hakim
SIGMA TEKNIKA Vol 4, No 1 (2021): SIGMATEKNIKA, Vol. 4, N0. 1, Juni 2021
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v4i1.2841

Abstract

ABSTRAK Radiasi sinar ultraviolet yang dihasilkan dari proses pengelasan dapat menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan dan penyakit akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terjadi peningkatan keluhan kelelahan mata sebagai akibat pancaran radiasi sinar ultraviolet pada pekerja las di workshop. Penelitian ini dilakukan dengan disain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional untuk menemukan fakta dengan interpretasi yang tepat dan akurat melukiskan gejala-gejala kelelahan mata pada kelompok pekerja las. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur tingkat radiasi ultraviolet memapar pekerja las, serta mendapatkan data umur, lama paparan dan pemakaian Alat Pelindung Diri melalui kuesioner Dari hasil penelitian diketahui sekitar 90% pekerja las di workshop mengalami keluhan kelelahan mata. Setelah dilakukan analisa data, ternyata keseluruhan pekerja las terpapar dengan tingkat radiasi yang dihasilkan oleh proses pengelasan yang melebihi ambang batas. Analisis hubungan antara factor-faktor yang mempengaruhi keluhan kelelahan mata pekerja ternyata tidak terlihat adanya hubungan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dari pengukuran hasil radiasi ultraviolet di workshop melebihi ambang batas yang diperbolehkan merujuk PERMENAKERTRANS no. PER.13/MEN/X/2011. Kata kunci : sinar ultraviolet, pengelasan, kelelahan mata.  ABSTRACT Ultraviolet radiation produced from the welding process cause health problems and occupational diseases. This study aims to see whether an increase in complaints of eye fatigue as a result of ultraviolet radiation emitted by welding workers in the workshop. This research was conducted with a descriptive analytic design with a cross sectional approach to find facts with the right interpretation and accurately describe the symptoms of eye fatigue in a group of welding workers. Data collection was carried out by measuring the level of ultraviolet radiation exposed to welding workers, as well as obtaining data on the age, duration of exposure and use of Personal Protective Equipment through questionnaires. From the results of the study found that about 90% of welding workers in the workshop experienced complaints of eye fatigue. After analyzing the data, it turns out that all welding workers are exposed to the level of radiation produced by the welding process that exceeds the threshold. Analysis of the relationship between the factors that influence complaints of fatigue in the eyes of workers was not seen a relationship. From this study it can be concluded that from the measurements of ultraviolet radiation results in the workshop exceeds the allowed threshold refer to PERMENAKERTRANS no. PER.13 / MEN / X / 2011.Keyword : ultraviolet radiation, welding, eye fatigue
STUDI PERBANDINGAN KINERJA KONTROLER PROPORSIONAL INTEGRAL DERIVATIVE (PID) DAN FUZZY LOGIC CONTROL (FLC) PADA PENGONTROLAN KECEPATAN MOTOR DC Anton Viantika
SIGMA TEKNIKA Vol 2, No 2 (2019): Sigma Teknika, VOL.2 NO.2, November 2019
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v2i2.3354

Abstract

Motor Direct current (DC) banyak digunakan di dunia industri kecil dan besar, pada pengaplikasiannya motor DC sering mengalami penurunan atau kenaikan kecepatan akibat dari pembebanan pada motor, sehingga diperlukan suatu rancangan kontroler untuk mengatur kecepatan motor agar berjalan dengan kecepatan yang diinginkan. Kontrol Proportional Integral Derivative (PID) merupakan suatu sistem kontrol yang digunakan untuk menentukan kontrol presisi suatu sistem instrumentasi dengan karakteristik adanya umpan balik (Feedback) pada sistem tersebut. Metode alternatif yang digunakan untuk perbandingan dalam pengaturan kecepatan motor ini adalah kontrol dengan logika fuzzy (Fuzzy Logic Controller (FLC)). Metode logika fuzzy ini digunakan untuk membandingkan kinerja dari kontroler PID dalam aplikasi pengaturan kecepatan motor DC menggunakan simulink matlab. Berdasarkan pengujian yang dilakukan perbandingan kinerja pengontrolan PID dan FLC pada set point 1400 dan 1800 RPM untuk waktu naik (Tr) dan waktu penetapan (Ts) lebih cepat menggunakan kontrol PID dibanding FLC, pada kontrol PID masih terjadi overshoot 12.5 % pada setpoint 1400 RPM dan 1800 RPM sedangkan FLC tidak ada overshoot dan PID tidak mengalami steady state error sedangkan FLC masih mempunyai steady state error 0.56 % pada setpoint 1800 RPM.
PERILAKU STRUKTURAL SAMBUNGAN SEKRUP SEARAH DAN BERLAWANAN ARAH PADA STRUKTUR BAJA RINGAN Anita Dewi Masdar; Sabri Haris; Astuti Masdar
SIGMA TEKNIKA Vol 4, No 2 (2021): SIGMATEKNIKA, VOL. 4, N0. 2, NOVEMBER 2021
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v4i2.3634

Abstract

Salah satu material yang banyak digunakan pada struktur rangka atap saat ini adalah baja ringan. Kondisi ini dikarenakan ketersediaan kayu yang biasa digunakan pada struktur atap mulai terbatas. Pada struktur baja ringan ini, biasanya menggunakan sekrup sebagai alat sambungnya. Jumlah dan posisi sekrup pada sistem sambungan akan mempengaruhi perilaku struktural sambungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perilaku struktural sambungan sekrup searah dan berlawanan arah pada struktur baja ringan dengan jumlah sekrup 3 buah pada sistem sambungannya. Material yang digunakan sebagai spesimen adalah baja ringan dengan profil berbentuk canal dan ukuran penampang 75 mm x 35 mm x 0,75 mm. Alat sambung yang digunakan adalah self driling screw Ø 5 mm. Karakteristik material diperoleh melalui uji tarik dengan mengacu kepada Annual Book of ASTM Standars 1991 Section 3. Perilaku sambungan struktur baja ringan yang diamati yaitu sekrup pada posisi kepala dan ujung searah dan sekrup pada posisi kepala dan ujung berlawanan arah. Pengujian dilakukan dengan menggunakan Universal Testing Machine. Beban yang diberikan adalah beban statik monotonik yang dilakukan secara bertahap sampai mencapai kondisi ultimitnya. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa nilai beban ultimit yang diperoleh untuk pemasangan sekrup dengan posisi kepala dan ujung sekrup berlawanan arah lebih besar dari pemasangan sekrup dengan posisi kepala dan ujung sekrup searah. Sementara itu kegagalan struktur yang terjadi adalah jenis kegagalan ‘tilting’ dimana kerusakan terjadi pada lubang sambungan yang menyebabkan sekrup sekrup berotasi pada bidang gaya tarik.
SISTEM OTOMATISASI LAMPU DAN KEAMANAN PADA RUMAH MENGGUNAKAN SENSOR PASSIVE INFRARED (PIR) BERBASIS MIKROKONTROLER Anton Viantika
SIGMA TEKNIKA Vol 1, No 2 (2018): Sigma Teknika Vol 1 No 2 November 2018
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v1i2.3232

Abstract

Perancangan sistem otomasi dan keamanan lampu pada rumah dengan menggunakan passive infrared sensor (PIR) ini dibuat menggunakan mikrokontroler AT89S51 sebagai pengendali utama maupun sensor PIR sebagai indera mikrokontroler yang berguna untuk mendeteksi keberadaan manusia yang akan menyalakan lampu atau alarm secara otomatis. Sistem keamanan dibuat dengan menggunakan User-ID = 1003 dan Password = 0039 yang dimasukkan melalui keypad matriks 4 x 4 dan akan ditampilkan melalui LCD karakter 16x2. Pemrograman mikrokontroler menggunakan bahasa pemrograman C dengan aplikasi compiler IDE Keil C51 Vision. Konsep program yang dibuat yaitu Jika User-ID dan Password sudah benar maka sistem akan membuka kunci elektronik sehingga sensor PIR akan mendeteksi orang yang masuk ke dalam rumah dan akan menyalakan lampu. Jika User-ID dan Password tidak dimasukkan, namun sensor PIR mendeteksi manusia maka alarm akan berbunyi. Setelah melakukan pengujian pada sistem otomatis dengan memasukkan User-ID dan Password sistem bekerja dengan baik. Serta pengujian sistem keamanan saat sensor PIR mendeteksi objek, alarm berbunyi karena tidak ada User-ID dan Password yang dimasukkan ke sistem.
PERANCANGAN ALAT SAVING ENERGY MENGGUNAKAN SENSOR PIR HC-SR501 PADA RUANG KELAS UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN Julius Totu; Endang Susanti; Pamor Gunoto
SIGMA TEKNIKA Vol 4, No 1 (2021): SIGMATEKNIKA, Vol. 4, N0. 1, Juni 2021
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v4i1.3219

Abstract

Saklar lampu penerang didalam ruangan pada umumnya dioperasikan secara konvensionl oleh manusia sehingga kerap kali lupa untuk mematikan kembali lampu pada ruangan tersebut. Dengan berkembangnya tehnology saat ini, intervensi manusia untuk operasional ingin dikurangi dengan merancang sistem otomatisasi saklar lampu yang akan mempermudah dalam operasional. Praktis dan sesuai untuk menghindari pemborosan pada lampu yang akan tetap menyala diluar jam aktifitas. Sistem otomatisasi lampu ruangan ini dirancang dengan menggunakan masukan berupa sensor pendeteksi kehadiran manusia jenis passiv infrared (PIR) HC-SR501. PIR akan memberi logika high atau low pada Atmega328 yang kemudian diproses untuk mengaktifkan LCD dan relay. Selanjutnya relay akan menarik dan melepas kontak untuk menghidupkan dan mematikan lampu.
RANCANGAN BETON NORMAL f’c 19,3 MPa MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR UKURUAN BUTIRAN MAKSIMUM 40 MM DENGAN VARIASI CAMPURAN AGREGAT HALUS Ronny Junnaidy; Raufan Nur; Astuti Masdar
SIGMA TEKNIKA Vol 4, No 2 (2021): SIGMATEKNIKA, VOL. 4, N0. 2, NOVEMBER 2021
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v4i2.3551

Abstract

Beton adalah campuran semen portland atau semen hidrolis lainnya, agregat halus, agregat kasar dan air, dengan atau tanpa bahan tambahan dimana kuat tekan beton akan bertambah seiring dengan bertambahnya umur beton tersebut sampai batas umur 28 hari. Beton dengan kualitas baik dihasilkan dari campuran material penyusun yang berkualitas. Pada penelitian ini dilakukan kajian terhadap penggunaan material lokal yaitu aggregat yang ada di daerah Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota mengingat banyaknya kegiatan penambangan pasir pada kedua daerah ini. Tujuannya untuk mengetahui kualitas beton yang dihasilkan oleh campuran aggregat yang menggunakan material lokal tersebut. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini digunakan agregat halus yang berasal dari pasir Batang Sinamar dan halaban dengan hasil nilai kuat tekan beton 19,59 MPa umur 7 hari dan 20,99 MPa untuk umur 14 hari , Sungai Batang Halaban dan bukit limbuku dengan hasil kuat tekan beton 20,51 MPa untuk umur 7 hari dan 20,98 MPa untuk umur 14 hari, Sungai Bukit Limbuku dan Sinamar dengan hasil kuat tekan beton 18,89 MPa untuk umur 7 hari dan 20,88 MPa untuk umur 14 hari. Diketahui bahwa nilai kuat tekan dari setiap sampel benda uji mencapai hasil yang direncanakan yaitu fc’ 19,3 MPa. Kata Kunci : Material, Mutu Beton, Kuat Tekan.
PENGARUH JENIS ALIRAN AIR TERHADAP KARAKTERISTIK DAN SIFAT MEKANIS ANTI WASHOUT UNDERWATER CONCRETE DENGAN FAKTOR AIR SEMEN 0.35 PADA PENGECORAN DALAM AIR LAUT Harry Kurniawan
SIGMA TEKNIKA Vol 1, No 2 (2018): Sigma Teknika Vol 1 No 2 November 2018
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v1i2.3050

Abstract

At the time of casting in waterlogged areas or in concrete water must have special properties, namely the properties to maintain the quality of the concrete mix and prevent the reduction of the quality of cement paste by rinsing water or the occurrence of segregation in the concrete when pouring into the water. To achieve the quality, it is necessary to add additional material which can increase the endurance of the concrete to the water rinse, the mixing of dirt due to dirty water, and facilitate the work when foundry at aqueous or in water. With the development of technology in the concrete additives industry, to get the required concrete properties in water casting, we can add additional materials in the form of anti washout agent. In this research we will discuss the effect of using antiwasout agent 0%; 0.25%; 0.5%; 0.75%, 1% of the weight of the cement against physical properties (slump, slump flow, underwater flow, weight loss) and mechanical properties (compressive strength) in cured concrete and curing in seawater. From the results of the research, it is found that the higher the antiwasout agent pent percentage added, the lower the wasout value in fresh concrete. The highest value of compressive strength of concrete is at dosage 1% AWA.
ANALISA PERFORMA DAYA DAN KARAKTERISTIK OPERASI GENERATOR TURBIN UAP SST 400 TYPE AMS 1250 ALB 4 L BS DI PLTGU TG.UNCANG ( PT.PLN BATAM ) Jimmy Lesmana Yusuf; Toni Kusuma Wijaya; Rreza Nandika
SIGMA TEKNIKA Vol 4, No 1 (2021): SIGMATEKNIKA, Vol. 4, N0. 1, Juni 2021
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v4i1.3150

Abstract

Abstrak                   Teknologi pembangkit tenaga listrik dewasa ini sudah semakin maju, dengan ada nya teknologi combine cycle pada PLTG yang memanfaatkan gas buang pada gas turbine yang kemudian di bangkitkan kembali tenaga listrik. Di batam teknologi PLTGU digunakan oleh PT.PLN batam yang berlokasi di tanjung uncang dengan kapasitas 130 MW. Dengan kapasitas yang cukup besar PLTGU menjadi salah satu penopang ketenaga listrikan di kota batam. Maka dari itu performa pada pembangkit tersebut harus lah baik. Salah satu equipment yang harus di perhatikan adalah performa dari generator. Generator yang yang di gunakan pada PLTGU adalah SST-400 Type AMS 1250ALB4L BS dengan kapasitas peak load nya ada lah 40 MW. Dalam pengoperasian generator itu sendiri harus mengikuti batas – batas dari kurva kapabilitas agar performa generator dapat terus terjaga. Dengan melakukan pengujian dan perhitungan daya reaktif penulis membandingkan persentase error dari daya yang reaktif yang di hasilkan melalui pengujian dan perhitungan terhadap kurva kapabilitas generator itu sendiri. Dari hasil pengujian didapatkan persentase error tertinggi performa daya reaktif generator sebesar 11.6 % pada beban 20 MW dan cosphi 0.99.   Kata Kunci : Generator, SST-400 Type AMS 1250ALB4L BS,kurva kapabilitas,persentase error'. Abstract                    Today's power generation technology is getting more advanced, with the combined cycle technology in PLTG which utilizes exhaust gas in the gas turbine which is then generated again by electric power. In Batam, PLTGU technology is used by PT PLN Batam which is located in Tanjung Uncang with a capacity of 130 MW. With a large enough capacity, PLTGU is one of the pillars of electricity in the city of Batam. Therefore, the performance of the generator must be good. One of the equipment that must be considered is the performance of the generator. The generator used in the PLTGU is SST-400 Type AMS 1250ALB4L BS with a peak load capacity of 40 MW. In the operation of the generator itself, it must follow the limits of the capability curve so that generator performance can be maintained. By testing and calculating the reactive power, the writer compares the error percentage of the reactive power generated through testing and calculations against the capability curve of the generator itself. From the test results, the highest error percentage of the generator reactive power performance is 11.6% at a load of 20 MW and a cosphi of 0.99.Keywords: Generator, SST-400 Type AMS 1250ALB4L BS, capability curve,error percentage'
PERANCANGAN SISTEM MONITORING RUMAH DENGAN SENSOR PASSIVE INFRA RED (PIR) MENGGUNAKAN NODEMCU BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) Lodewik Hutabarat; Endang Susanti
SIGMA TEKNIKA Vol 3, No 2 (2020): SIGMA TEKNIKA, VOL.3 NO.2, NOVEMBER 2020
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigma.v3i2.2740

Abstract

Keadaan rumah yang sering ditinggal kosong oleh penghuninya akibat kesibukan mengurus bisnis dan kesibukan dikantor sangat rentan akan adanya aktifitas pencurian. Maka oleh sebab itu diperlukan inovasi baru yang dapat mengantispasi aktifitas pencurian sebagai peralatan tambahan dari sistem penguncian yang telah ada.Kemajuan teknologi informasi saat ini tidak terlepas dari berkembangnya teknologi komunikasi telepon seluler atau dikenal dengan teknologi mobile. Telepon seluler atau smartphone saat ini dapat dimanfatkan diberbagai bentuk alat kontrol atau monitoring, sebagai contoh yaitu: alat sistem monitoring rumah berbasis internet of things (IoT). Alat monitoring ini dapat membantu pemilik rumah untuk mengontrol dan memonitor keadaan didalam rumah dari jarak jauh karena terhubung dengan internet dan aplikasi blynk yang telah diinstal pada smartphone. Perancangan dan pembuatan alat ini menggunakan NodeMCU ESP8266 sebagai otak dari alat monitoring dan sensor passive infra red yang berfungsi untuk mendeteksi keberadaan manusia didalam rumah dimana sensor ini akan menangkap pancaran sinyal inframerah yang dikeluarkan oleh tubuh manusia dan selanjutnya NodeMCU mengirimkan perintah ke buzzer melalui program ArduinoIDE dan Blynk yang kemudian mengirimkan notifikasi ke smartphone sehingga pemilik rumah dapat memantau dari jarak jauh.
PENGARUH PENGGUNAAN ADITIF AWA TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIS BETON DENGAN VARIASI ALIRAN TURBULEN DAN FAKTOR AIR SEMEN 0.45 UNTUK PENGECORAN DALAM LAUT Winarko Bagus Susetyo; Aria Alhadi
SIGMA TEKNIKA Vol 2, No 2 (2019): Sigma Teknika, VOL.2 NO.2, November 2019
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v2i2.3648

Abstract

Beton adalah bahan utama yang paling banyak digunakan sebagai material konstruksi di dunia. Hampir semua jenis konstruksi menggunakan beton sebagai bahan utama, seperti: gedung bertingkat, jalan, pembangunan jembatan, bendungan atau struktur lain yang terletak di bawah permukaan air. Untuk mempertahankan kualitas beton yang dihasilkan pada pengecoran bawah air maka jumlah beton yang dipakai harus ditambah sebanyak 25 – 30 % . Untuk mencegah atau mengurangi permasalahan di atas diperlukan pemakaian jenis beton khusus. Salah satu pilihan yang bisa digunakan adalah anti washout underwater concrete (AWUWC). AWUWC merupakan beton yang diberi bahan tambahan berupa anti washout agent (AWA).  Bahan ini merupakan polimer yang mampu membentuk jel setelah bereaksi dengan air, sehingga jel yang dihasilkan meningkatkan sifat kohesif serta viskositas pada beton segar. Dengan demikian daya tahan beton terhadap kehilangan berat oleh bilasan (washout) air di lokasi pengecoran akan bisa dikurangi atau dihilangkan. Pada penelitain ini akan dibahas pengaruh pengunaan antiwasout agent sebanyak 0%; 0,25 %; 0,5 %; 0,75 %, 1 % dari berat semen terhadap sifat fisik (slump, slump flow, underwater flow, weight loss) dan sifat mekanis ( kuat tekan ) pada beton yang dircor dan direndam (curing) dalam air laut. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa semakin tinggi porsentase antiwasout agent yang ditambahakan maka semakin rendah nilai wasout pada beton segar. Nilai kuat tekan beton tertingi tergadi pada dosis AWA 1 % , namun terjadi ketidak stabilan nilai kuat tekan pada dosis 0.25% dan 0.75 % .

Page 7 of 31 | Total Record : 310