cover
Contact Name
Sudarmadji
Contact Email
jrl@ity.ac.id
Phone
+6282127738443
Journal Mail Official
jrl@ity.ac.id
Editorial Address
Institut Teknologi Yogyakarta Jalan Gedong Kuning No.2, Jomblangan, Banguntapan, Kec. Banguntapan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55171, Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Lingkungan
ISSN : 14113244     EISSN : 27164470     DOI : 10.37412
Core Subject : Social, Engineering,
Journal Rekayasa Lingkungan provides immediate open access that publishes updates in environmental engineering sciences.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 23 No. 1 (2023)" : 8 Documents clear
KARAKTERISTIK BIOBRIKET AMPAS TEBU PT.MADUBARU PG MADUKISMO YOGYAKARTA Dimas Taufiq Ridlo; Ucik Ika Fenti Styana; Isnatun Hidayah Haq
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 23 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu usaha untuk meminimalisir limbah ampas tebu dan tetes tebu (molase) di PT.Madubaru PG.Madukismo Kecamatan Kasihan Bantul Yogyakarta, dibutuhkan penanganan dan pemanfaatan yang efisien, sehingga limbah ampas tebu dan tetes tebu (molase) dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan briket arang ampas tebu dengan perpaduan perekat tetes tebu (molase). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas briket arang ampas tebu dengan variasi komposisi perekat molase terhadap nilai kalor, lama waktu nyala, dan suhu briket saat dibakar dari hasil penelitian. Pengambilan sampel limbah ampas tebu dan tetes tebu (molase) diambil dari PT.Madubaru PG.Madukismo Tromol Pos 49 Padokan, Tirtonirmolo Kasihan Bantul Yogyakarta. Lokasi pembuatan briket di Laboratorium Kampus II ITY, dan lokasi pengujian dilakukan di Laboratorium Gedung Pusat Antar Universitas (PAU) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Variabel penelitian ini komposisi arang ampas tebu dengan perekat molase 100gr:10gr, 100gr:30gr, 100gr:50gr,dengan ukuran butiran 10 mesh dan 30 mesh. Adapun uji kualitas briket yang dilakukan meliputi : uji nilai kalor pada ayakan 10 mesh saja dengan perbandingan 100gr:10gr, 100gr:30gr, dan 100gr:50gr. Kualitas briket arang ampas tebu yang dihasilkan adalah nilai kalor rata-rata pada ayakan 10 mesh perbandingan 100gr:10gr mendapatkan nilai kalor 5782.9446 kal/gr, perbandingan 100gr:30gr mendapatkan nilai kalor sebesar 5603.7615 kal/gr, sedangkan pada perbandingan 100gr:50gr diperoleh nilai kalor sebesar 5476.4761 kal/gr. Pada pengujian lama waktu nyala ayakan 10 mesh dengan perbandingan 100gr:10gr, 100gr:30, dan 100gr:50gr secara berturut-turut diperoleh waktu maksimumnya yaitu 6 menit 9 detik, 8 menit 27 detik, dan 5 menit 52 detik. Sedangkan untuk jenis ayakan 30 dengan perbandingan yang sama yaitu 100gr:10gr, 100gr:30, dan 100gr:50gr secara berturut-turut diperoleh waktu maksimumnya 4 menit 3 detik, 3 menit 19 detik, 2 menit 32 detik. Untuk pengujian suhu briket pada saat pembakaran pada ayakan 10 mesh dengan perbandingan 100gr:10gr, 100gr:30, dan 100gr:50gr secara berturut-turut diperoleh 177,4⁰C, 406,6⁰C, dan 99⁰C. Kemudian untuk ayakan 30 mesh dengan perbandingan yang sama diperoleh hasil 405,8⁰C, 336,4⁰C, dan 279,4⁰C. Komposisi perekat yang terbaik untuk uji nilai kalor yaitu 100gr:10gr dengan ayakan 10 mesh, sedangkan untuk uji lama waktu nyala briket komposisi terbaik pada perbandingan 100gr:30gr untuk ayakan 10 mesh. Untuk jenis ayakan 30 mesh komposisi terbaik pada 100gr:10gr. Pengujian suhu briket pada saat dibakar komposisi terbaik pada 100gr:30gr dengan ayakan 10 mesh, dan pada ayakan 30 mesh komposisi terbaik untuk suhu optimumnya pada komposisi 100gr:10gr. Dari data yang diperoleh nilai kalor yang diadapatkan telah mencapai batas standar kualitas briket sesuai SNI No. 1/6235/2000.
EVALUASI PENGUJIAN KUALITAS AIR SUNGAI OPAK DI KABUPATEN BANTUL PERIODE BULAN JANUARI TAHUN 2022 Santoso
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 23 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Opak adalah sungai yang mengalir di Daerah Istimewa Yogyakarta. Alirannya melintasi Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul. Sungai dikatakan tercemar apabila limbah yang diterima ke dalam sungai melewati standar baku mutu baik secara fisik, kimia, logam, biologis. Daerah Aliran Sungai yang terawat dapat meminimalisirkan kerusakan alam, karena lingkungannya yang terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air Sungai Opak (bagian hulu dan hilir), mengetahui persentase pemenuhan baku mutu air sungai, dan membuat strategi pengendalian pencemaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas air Sungai Opak bagian hulu (Dusun Banyakan) dan bagian hilir (Dusun Ngablak) berdasarkan parameter Suhu Air, TDS, DO, Krom heksavalen, Nitrat-N, pH, Seng terlarut, Tembaga terlarut dinyatakan memenuhi syarat. Sedangkan parameter TSS, BOD, COD, Total Fosfat, Timbal terlarut, Bakteri Koli Tinja, Bakteri Total Koli dinyatakan tidak memenuhi syarat. Persentase pemenuhan baku mutu air sungai bagian hulu dan hilir adalah 53,3 % memenuhi syarat dan 46,6 % tidak memenuhi syarat. Strategi pengendalian pencemaran meliputi menata ulang tata fungsi ruang, menetapkan daya tampung beban pencemaran, koordinasi sinergi stakeholder, melakukan sosialisasi dan pelatihan, meningkatkan pengawasan dan pemantauan terhadap segala aktivitas pembuangan air limbah ke sungai opak, meningkatkan pemantauan kualitas air sungai, meningkatkan pengelolaan limbah.
ANALISIS KERUSAKAN LINGKUNGAN FISIK PADA PENAMBANGAN PASIR SUNGAI DI WILAYAH KALURAHAN SENDANGSARI KAPANEWON PAJANGAN, KABUPATEN BANTUL Asri Fridtriyanda; Dwi Herniti; Andi Pranajati; Alfito Dean Wicaksana
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 23 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalurahan Sendangsari memiliki sumber daya alam berupa cadangan material pasir yang tersebar di sepanjang daerah aliran Sungai Progo. Potensi pasir yang melimpah di Sungai Progo dimanfaatkan warga sekitar untuk meningkatkan nilai ekonomi dengan cara melakukan kegiatan penambangan pasir. Jika kegiatan penambangan dilakukan tanpa kaidah good mining practice maka dapat menyebabkan perubahan lingkungan fisik. Maka dari itu perlu dilakukan analisis kerusakan lingkungan fisik meliputi jarak penambangan dari jembatan, kondisi alur sungai, erosi dan degradasi sungai. Acuan analisis data menggunakan Regulasi Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 63 Tahun 2003 Tentang Kriteria Baku Kerusakan Lingkungan Bagi Usaha Dan/Atau Kegiatan Penambangan Bahan Galian Golongan C Di Wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada unsur jarak dari jembatan dan bangunan sungai menunjukan tolak ukur Baik, dikarenakan jarak dari jembatan dan bangunan sungai > 1000 m ke arah hulu dan tidak ada bangunan jembatan dan bangunan sungai ke arah hilir. Pada unsur perubahan alur sungai menunjukan tolak ukur Rusak, dikarenakan terjadi perubahan alur yaitu alur bercabang. Pada unsur erosi menunjukan tolak ukur Baik, karena tidak terjadi erosi tebing dan bangunan dan tidak ditemukan adanya gejala erosi dan tidak terjadi longsoran dan gangguan kestabilan. Klasifikasi tingkat kerusakan lingkungan yang terjadi pada area penelitian adalah rusak ringan.
KARAKTERISTIK BETON DENGAN CAMPURAN PASIR PANTAI SEBAGAI AGREGAT HALUS Muhammad Rifki; Sri Haryanti Prasetiowati; Edy Masduqi; Agustina Setyaningrum
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 23 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Didalam bidang perekayasaan material, beton secara umum tergolong material komposit yang terdiri dari semen sebagai metriks dan agregat sebagai bahan pengisi yang berfungsi sebagai bahan penguat. Agregat dapat berupa agrekat halus misalnya, pasir dan agregat kasar yaitu kerikil. Pembangunan dibidang struktur dan konstruksi saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat, baik dalam pembangunan gedung, jalan raya, jembatan, perumahan, bendungan, bandara dan juga pembangunan lainnya. Beton merupakan salah satu bahan bangunan yang diminati oleh masyarakat selain baja dan kayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Rancangan penelitian dengan menggunakan empat variasi benda uji dengan pasir sungai, pasir pantai yang dicuci dan tidak dicuci. Rancangan benda benda uji tersebuta adalah benda uji A(5500 gr semen : 12000gr Pasir Sungai : 16000 gr Kerikil), benda uji B(5500 gr semen : 12000gr Pasir pantai dicuci : 16000 gr Keriki), benda uji C (5500 gr semen : 13000 gr pasir pantai dicuci : 15000 gr kerikil) dan benda uji D (5500 gr semen : 13500 gr pasir panta tidak dicuci : 15500 gr kerikil) .Ukuran cetakan beton yang akan digunakan adalah 15 cm × 30 cm dan berbentuk silinder. Pengujian kuat tekan dilakukan setelah ± 28 hari sekaligus dengan di Laboratorium di Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Sumberdaya Mineral “ Balai Pengembangan Jasa Konstruksi (BALAI BJK) “. Untuk uji slump dilakukan pada beton cair.. Hasil dari penelitian menunjukkan benda uji A menghasilkan kuat tekan beton rata – rata 17,08 Mpa, kuat tekan beton benda uji B rata – rata 15,47 Mp,, kuat tekan beton benda uji C rata – rata 12,40 Mpa, kuat tekan benda uji D .Hasil uji nilai Slump untuk keempat benda uji berkisar 9-15.
PERBANDINGAN KINERJA WATER METER DIGITAL DAN WATER METER MEKANIK TERHADAP FINANSIAL PERUMDA AIR MINUM TIRTA AJI WONOSOBO Anggi Liliani; Handayani Sri Winarno; Nurul Muyasaroh; Heru Bagus Hermawan
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 23 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERUMDA Air Minum Tirta Aji Wonosobo meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dengan pengembangan aksesoris berupa penggunaan water meter digital dan mekanik. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja water meter digital dan mekanik, mengetahui kendala yang menyebabkan ketidakakuratan kedua water meter, dan menganalisa pengaruh kinerja kedua water meter terhadap finansial PERUMDA Air Minum Tirta Aji Wonosobo. Metode penelitian dilakukan dengan survey lokasi pemasangan water meter digital dan mekanik, identifikasi masalah, observasi, wawancara, dan studi literatur. Pengumpulan data dan pengolahan data bersumber dari data primer dan sekunder. Hasil akurasi water meter digital terdapat 8 water meter yang akurat menguntungkan, dengan kepekaan 0,0111 m3/jam, sedangkan water meter mekanik terdapat 9 water meter yang akurat merugikan, dengan kepekaan 0,0224 m3/jam. Water meter digital dinilai lebih akurat dan peka membaca aliran air dibandingkan water meter mekanik. Kendala yang mempengaruhi ketidakakuratan pada water meter digital adalah perubahan aliran air dan kotoran, sedangkan pada water meter mekanik adalah aliran air bertekanan rendah, pencurian air sebelum water meter, gear yang sudah aus, dan kesalahan dalam pemilihan kelas water meter. Tarif yang dihasilkan water meter digital sejumlah Rp 13.281,50/bulan, yaitu lebih menguntungkan dibandingkan water meter mekanik sejumlah Rp 11.300,00/bulan. Dalam segi biaya pemasangan, water meter mekanik lebih ekonomis dan terjangkau.
PENGARUH MIKROORGANISME LOKAL (MOL) TERHADAP KUALITAS KOMPOS DAUN JATI (TECTONA GRANDIS) KERING Dewi Rahyuni Rahyuni; Lusiana Lusiana; Sri Yuniyarti; Akhsin Zulkoni
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 23 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikroorganisme lokal (MOL) adalah mikroorganisme yang hadir dari bahan-bahan alami sebagai medium pertumbuhannya, yang dapat menjadi bioaktivator. Buah nanas, buah tomat dan nasi basi termasuk bahan-bahan yang dapat dibuat MOL. Daun jati kering yang gugur di musim kemarau bisa dimanfaatkan menjadi kompos. Penambahan MOL akan meningkatkan laju dekomposisi bahan organik oleh mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh MOL yang terbuat dari buah nanas, buah tomat dan nasi basi terhadap kualitas kompos daun jati kering. Penelitian bersifat eksperimental yang dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 (tiga) ulangan. Faktor yang diuji adalah jenis MOL, meliputi MOL buah nanas, MOL buah tomat, dan MOL nasi basi. Parameter yang diukur yakni kualitas kompos daun jati kering (C organik, N total, C/N rasio, P tersdia dan K tersedia). Data dianalisis menggunakan Anova α 5%. Bila ada pengaruh yang nyata, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil α 5%. Berdasar analisis statistik, menunjukkan bahwa jenis MOL berpengaruh sangat nyata terhadap kualitas kompos daun jati kering. Perlakuan MOL dalam proses pengomposan dari yang terbaik, berturut-turut adalah MOL nasi basi, MOL buah tomat dan terakhir MOL buah nanas. Seluruh kualitas kompos daun jati kering yang terukur telah memenuhi SNI19-7030-2004.
PENGARUH WARNA SINAR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG TANAH Warsiyah Warsiyah; Rita Dewi Triastianti
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 23 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang tanah (nama ilmiah : Arachis hypogaea) merupakan tanaman dari suku leguminoceae (kacang­-kacangan) yang sangat populer di telinga orang Indonesia. Kacang tanah mempunyai banyak manfaat yang tak kalah pentingnya dengan tanaman lain pada umumnya. Kacang dapat diformulasi menjadi berbagai produk makanan yang berkualitas tinggi. Produk kacang tanah yang dikemas dalam bentuk paket­-paket tertentu, dijadikan bahan tambahan dalam pembuatan produk roti, selai kacang, untuk kepentingan kuliner sayur asam, karedok, pecel, dan lainnya, semua jenis tanaman membutuhkan cahaya, cahaya merupakan salah satu faktor yang penting untuk membantu pertumbuhan disemua jenis tanaman, maka peneliti tertarik untuk meneliti beberapa warna sinar lampu terhadap pengaruh waktu dan pertumbuhan tanaman tersebut, di dunia kesehatan mengonsumsi kacang tanah sangat bagus dalam pemeliharaan jaringan epitel dan memperbaiki permeabilitas pembuluh darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh warna sinar lampu terhadap waktu dan pertumbuhan tanaman kacang tanah. Metode penelitian yang digunakan diskriptif analisis, lampu/bolam 5 watt dengan vareasi warna sinar lampu putih, warna sinar lampu kuning, warna sinar lampu biru dan warna sinar lampu merah. Hasil penelitian, tinggi tanaman yang tanpa perlakuan atau tanpa menggunakan lampu pertumbuhanya lambat dengan rata-rata 53 cm/15 hari, sedangkan hasil penelitian dengan perlakuan atau yang menggunakan lampu sinar lebih cepat pertumbuhanya yaitu hasil penelitian yang menggunakan lampu warna sinar putih rata-rata 69,92 cm/15 hari, hasil penelitian yang menggunakan lampu warna sinar kuning rata-rata 86,5 cm/15 hari, hasil penelitian yang menggunakan lampu warna sinar biru pertumbuhanya yang paling cepat dengan rata-rata 113,88 cm/15 hari tetapi hasil penelitian tanaman yang menggunakan lampu warna sinar merah paling cepat rusak dengan ciri-ciri di pinggir daun berwarna hitam kecoklat-coklatan dengan tinggi tanaman rata-rata 58,19 cm/15 hari, suhu rata-rata 30,360c/15 hari. Jadi lampu warna sinar yang paling bagus untuk pertumbuhan tinggi tanaman kacang tanah adalah warna sinar lampu biru.
PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK DOMESTIK (LDPE) UNTUK BAHAN CAMPURAN PEMBUATAN BATAKO Sutra Cahmulan; Basuki Basuki; Suyatno Suyatno; Warsiyah Warsiyah
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 23 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah plastik adalah salah satu sumber pencemaran lingkungan hidup di Indonesia. Plastik merupakan produk serbaguna, ringan, fleksibel, tahan kelembaban, kuat, relatif murah karena berbagai kemudahan tersebut, seluruh dunia bernafsu untuk menghasilkan lebih banyak produk berbahan baku plastik. Namun, tanpa disadari, karakter dasar plastik, ditambah cara penggunaan yang tidak ramah lingkungan, justru merusak lingkungan hidup. Salah satu sampah plastik yang cukup dominan adalah plastik berbahan dasar LDPE (Low Density Polyethylene) dikarenakan plastik berbahan dasar ini memiliki sifat yang tahan terhadap temperature yang cukup tinggi dan memiliki kekentalan yang tinggi. Penelitian ini dilakukan selama 7 hari, pencetakan batako dengan menggunakan alat pencetak manual berukuran (30x15x10)cm. Cetakan diisi dengan total bahan dengan massa 8 kg yang merupakan campuran pasir:semen:LDPE dengan perbandingan 7:1:0, 6,5:1:0,5, 6:1:1, dan 5,5:1:1,5. Pengukuran daya serap air dilakukan pada hari ke-7. Pengukuran kuat tekan batako dilakukan pada hari ke-8. Data hasil penelitian dianalisis dengan metode analisis Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang selanjutnya ditabelkan menggunakan tabel annova. Hasil pengukuran berat, daya serap air dan kuat tekan dari semua variasi yang telah di ukur, Penambahan sampah plastik domestik LDPE berpengaruh terhadap kuat tekan batako. Kuat tekan batako rata-rata tertinggi terdapat pada perlakuan A yaitu sebesar 25,952 Kg/cm2 dengan variasi perbandingan pasir:semen:LDPE = 7:1:0. Sedangkan kuat tekan batako rata-rata terendah terdapat pada perlakuan D yaitu sebesar 10,192 Kg/cm2 dengan variasi perbandingan pasir:semen:LDPE = 5,5:1:1,5. Penambahan sampah plastik domestik LDPE berpengaruh terhadap daya serap air batako. Daya serap air batako rata-rata tertinggi terdapat pada perlakuan C yaitu sebesar 9,555% dengan variasi perbandingan pasir:semen:LDPE = 6:1:1. Sedangkan daya serap air batako rata-rata terendah terdapat pada perlakuan A yaitu sebesar 1,389% dengan variasi perbandingan pasir:semen:LDPE = 7:1:0.

Page 1 of 1 | Total Record : 8