cover
Contact Name
Muhammad Amran Shidik
Contact Email
amranshidik@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bioedu@unimor.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. timor tengah utara,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi
Published by Universitas Timor
ISSN : -     EISSN : 25276999     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 175 Documents
Analisis Struktur dan Komposisi Vegetasi di Hutan Jati Desa Naikasa Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu Ledheng, Ludgardis; Atini, Blasius; Nabu, Yosefina
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 1 No 1 (2016): Jurnal BIO-EDU Volume 1 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuna mengetahui jenis-jenis vegetasi, struktur dan komposisi vegetasi dan implementasi hasil penelitian tentang analisis struktur dan komposisi vegetasi di hutan jati Desa Naikasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuadrat atau transek dengan menentukan plot-plot pengamatan disepanjang garis transek. Pada setiap transek digunakan plot-plot pengamatan dengan ukuran 20m x 20m untuk vegetasi tingkat pohon, 10m x 10m untuk vegetasi tingkat tiang, 5m x 5m untuk vegetasi tingkat pancang dan 2m x 2m untuk vegetasi tingkat anakan. Teknik pengumpulan data yaitu mencatat semua jenis tumbuhan yang terdapat pada tiap plot, menghitung individu tiap jenis dan mengukur diameter batang. Untuk mengetahui jenis–jenis vegetasi, struktur dan komposisi vegetasi, maka teknik analisis data dilakukan dengan cara menghitung kerapatan, frekuensi, dominansi, dan indeks nilai penting. Hasil penelitian dan analisa data ini menunjukan bahwa di hutan jati ditemukan 3 jenis tumbuhan dengan jumlah yang berbeda pada semua tegakan. Pada vegetasi tingkat pohon ditemukan 147 individu, vegetasi tingkat tiang sebanyak 46 individu, vegetasi tingkat pancang sebanyak 27 individu, dan vegetasi tingkat anakan sebanyak 16 individu. Komposisi jenis untuk vegetasi tingkat pohon didominasi oleh Tectona grandis, L dengan jumlah INP sebesar 237,55%, sedangkan yang paling rendah jenis Gmelina arborea dengan jumlah INP 12,27%. Vegetasi tingkat tiang didominasi oleh jenis Tectona grandis,L dengan jumlah INP sebesar 215,13%, sedangkan yang paling rendah jenis Gmelina arborea dengan jumlah INP 7,23%. Vegetasi tingkat pancang didominasi oleh jenis Tectona grandis, L dengan jumlah INP sebesar 179,20%, sedangkan yang paling rendah jenis Gmelina arborea dengan jumlah INP 34,76%. Dan untuk vegetasi tingkat anakan didominasi oleh jenis tectona grandis, L dengan jumlah INP sebesar 124,04%, sedangkan yang paling rendah jenis Gmelina arborea dengan jumlah INP 13,94%.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia catappa L.) dan Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Aeromonas hydrophila Sine, Yuni; Fallo, Gergonius
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 1 No 1 (2016): Jurnal BIO-EDU Volume 1 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan obat semakin banyak digunakan karena relatif lebih aman dibandingkan dengan obat-obatan sintetik. Tumbuhan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ketapang (Terminalia catappa L.) dan jambu biji (Psidium guajava L.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak daun ketapang (Terminalia catappa L.) dan daun jambu biji (Psidium guajava L.) terhadap pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila. Bakteri A.hydrophila merupakan penyebab penyakit motil aeromonas septicemia (MAS) pada ikan air tawar. Pengukuran aktivitas antibakteri dilakukan selama 48 jam dan setiap 24 jam dilakukan pengukuran. Dari pengujian aktivitas antibakteri diketahui konsentrasi 100% merupakan konsentrasi terbaik dalam menghambat pertumbuhan bakteri A.hydrophila. Daun ketapang pada setiap konsentrasi yaitu 25%, 50%, 75%, dan 100% memiliki zona hambat yang lebih luas dari pada daun jambu biji
Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Ekosistem Terumbu Karang Di Perairan Wini Kelurahan Humusu C Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara Manlea, Hermina; Ledheng, Ludgardis; Sama, Yulius M.
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 1 No 2 (2016): Jurnal BIO-EDU Volume 1 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fakto-faktor penyebab kerusakan terumbu karang dan untuk mengatuhui hasil perbandingan akibat factor manusia dan faktor alam. Manfaat penelitian ini sebagai bahan informasi bagi nelayan tentang pentingnya ekosistem terumbu karang dan sebagai informasi bagi pemerintah setempat dalam hal ini instansi terkait tentang kerusakan ekosistem terumbu karang.Metode penelitian yang digunakan adalah metode jelajah dan metode deskriptif, sedangkan data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, kuisioner dan jelajah. Analisa data yang diperoleh dari lokasi penelitian adalah teknik analisa sumber data yakni data kualitatif dan data kuantitatif, data primer dan data sekunder. Hasil penelitian yang diteliti ditemukan dua faktor penyebab kerusakan ekosistem terumbu karang yaitu faktor manusia dan faktor alam Faktor utama penyebab kerusakan ekosistem terumbu karang di perairan Wini yang diakibatkan oleh faktor manusia yaitu masyarakat mengeksploitasi terumbu karang untuk dijadikkan sebagai bahan baku kapur, kerusakan ekosistem terumbu karang yang diakibatkan olehfaktor alam yaitu terjadi hempasan ombak dan jumlah presentasi kerusakan akibat faktor alam dan faktor manusia yang lebih mendominasi adalah faktor mannusia dengan jumlah prosentase 12 atau 75%.
Inventarisasi Serangga Predator Hama Padi Pada Areal Pertanian Desa Letmafo Kecamatan Insana Tengah Ledheng, Ludgardis; Eno, Theresia; Atini, Blasius
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 1 No 2 (2016): Jurnal BIO-EDU Volume 1 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan akibat serangan serangga hama telah seringkali dialami oleh para petani di Desa Letmafo Kecamatan Insana Tengah. Salah satu contoh tanaman pertanian yang mengalami kerusakan adalah tanaman padi yang di serang oleh hama putih, ulat penggerek, hama wereng coklat, wereng hijau, dan walang sangit. Upaya pengendalian yang dilakukan adalah dengan menggunakan serangga predator hama. Namun, sebelum melakukan upaya pengendalian , hal yang perlu diperhatikan terlebih dahulu adalah mempelajari morfologi dan biologi serangga-serangga yang berperan sebagai hama pada tanaman pertanian. Data yang lengkap tentang inventarisasi serangga predator hama padi pada areal pertanian Desa Letmafo Kecamatan Insana Tengah belum dilaporkan secara lengkap.. Tujuan penelitian untuk mengetahui apa sajakah jenis- jenis serangga predator yang terdapat di areal persawahan padi. Metode yang di gunakan adalah metode jelajah dengan teknik observasi dalam pengamatan dan pengambilan sampel. Identifikasi jenis- jenis serangga predator yang terdapat di areal persawahan padi menggunakan kunci determinasi dari buku sumber Kanisius 1991. Selain itu dengan cara mencocokkan dengan gambar- gambar dan ciri- ciri yang ada dalam buku pedoman dan internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lokasi penelitian Desa Letmafo Kecamatan Insana Tengah ditemukan tujuh (7) jenis serangga predator. Jenis serangga predator ini sebagai serangga yang dapat mengurangi populasi hama padi. Ke tujuh (7) jenis serangga predator tersebut antara lain adalah : capung abdomen bengkak (Paragomphus lineatus Male.), Capung bermata besar (Orthetrum Sabina D.), Capung peluncur (Pantala flavescens L.), Capung jarum (Schnura senegalensis Rambur.), Kumbang kubah (Menochilus sexmaculatus L.), Jangkrik (Gryllus assimilis sp.), Belalang sembah (Mantis religiosa L.).
Isolasi dan Uji Biokimia Bakteri Selulolitik Asal Saluran Pencernaan Rayap Pekerja (Macrotermes spp.) Fallo, Gergonius; Sine, Yuni
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 1 No 2 (2016): Jurnal BIO-EDU Volume 1 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di alam, rayap sangat berguna mengubah kayu mati dan bahan organik lainnya yang mengandung selulosa untuk dijadikan humus. Rayap mampu mendegradasi selulosa karena pada saluran pencernaannya terdapat mikroorganisme simbion seperti bakteri dan protozoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri yang bersimbiosis dengan rayap, kemudian dilakukan karakterisasi morfologi, fisiologi dan biokimia. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Rayap yang digunakan dalam penelitian ini merupakan rayap pekerja (Macrotermes spp.) yang diambil dari tanah. Isolasi dilakukan melalui dua cara yaitu tusuk dan gerus. Isolat tunggal yang diperoleh kemudian diinokulasikan pada media agar miring TSA untuk dilakukan uji fisiologis berupa uji indol, MR-VP, simmon sitrat, urease, fermentasi. Hasil isolasi diperoleh satu isolat dengan ciri koloni berwarna putih dengan bintik hitam di tengah, berbentuk sirkular dengan tepi periferal, tepi luar koloni undulate bergelombang dengan elevasi cembung . Hasil uji biokim
Analisis Struktur Dan Komposisi Tumbuhan Tingkat Tiang Dan Anakan Di Hutan Buamese Desa Tulakadi Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu Manlea, Hermina; Ledheng, Ludgardis; Pereira, Fidelia Santos
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 1 No 2 (2016): Jurnal BIO-EDU Volume 1 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui jenis-jenis struktur dan komposisi tumbuhan tingkat tiang dan anakan di Hutan Buamese Desa Tulakadi Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuadrat atau penempatan plot-plot di sepanjang garis transek. Pada setiap garis transek di letakan plot-plot pengamatan secara berselang seling dengan ukuran masing-masing 10 m x 10 m2 untuk tingkat tiang dan 2 m x 2 m2 untuk tingkat anakan. teknik analisa data dapat di peroleh dengan cara yaitu: mencocokan spesies yang ada dalam buku sumber, bertanya pada orang yang lebih tahu dan untuk mengetahui struktur dan komposisi dilakukan dengan cara menghitung kerapat, frekuensi mutlak, frekuensi relatif, dominansi mutlak, dominansi relatif dan indeks nilai penting. Hasil pernelitian ditemukan 7 jenis tumbuhan tingkat tiang dan anakan masing-masing terdapat 7 jenis yang terdiri dari 7 famili yang membentuk suatu struktur komposisi yang terdapat pada Hutan Buamese terutama pada tingkat tiang dan anakan. jika dilihat dari indeks nilai penting, maka untuk tingkat tiang yang memiliki INP tertinggi adalah Typhonium flagelliforme l: 62,697% dan yang memiliki INP terendah adalah: Terminalia catappa l. 28,541% sedangkan untuk tingkat anakan yang memiliki INP tertinggi adalah: Cassia siamea lamk : 25,22% dan yang memiliki INP terendah adalah : Schlaicera oleose merr : 11,06%.
Penerapan Media Animasi dalam Pembelajaran Biologi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMPN Satap Hoka TA. 2015/2016 Dodo, Damianus D.; Oetpah, Fincensius
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 1 No 2 (2016): Jurnal BIO-EDU Volume 1 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneltian ini yang dilaksanakan di SMP Negeri Hoka. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana respon siswa kelas VIII SMP Negeri Satu atap Hoka terhadap pembelajaran Biologi dengan menggunakan media animasi serta bagaimana hasil yang dicapai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengamatan dan metode pemberian soal tes. Metode pengamatan pada setiap siklus, berlansung selama proses belajar mengajar, sedangkan pemberian soal tes dilakukan pada akhir seluruh rangkaian kegiatan pembelajan pada setiap siklus. Hasil dari pengamatan yang dilakukan oleh peneliti selama proses belajar mengajar berlansung , siswa dengan tekun dan tenang menerima pelajaran yang diberikan peneliti, dan perkembangan dari siklus ke siklus mengalami kemajuan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan pembelajaran dengan menggunakan media animasi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal tersebut didapat dari hasil tes yang diberikan pada setiap siklus, dengan nilai rata-rata yang dicapai pada siklus pertama adalah 45% dan pada siklus kedua meningkat menjadi 100%, ini berarti persentase ketuntasan siswa dalam belajar biologi dengan menggunakan media animasi sangat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan media animasi dalam pembelajaran biologi dapat meningkatkan minat belajar dan prestasi belajar siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri Hoka
Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Siswa dengan Metode Demonstrasi pada Materi Klasifikasi Tumbuhan kelas VII SMPN Ankiko Kecamatan Miomaffo Tengah Mataufinaa, Veronika; Sila, Vinsensia U.R
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 1 No 3 (2016): Jurnal BIO-EDU Volume 1 Nomor 3 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prestasi belajar siswa kelas VII SMPN Ankiko dengan metode demonstrasi. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMPN Ankiko yang berjumlah 30 orang siswa. Variabel penelitian ini adalah variabel bebas yaitu metode demonstrasi, variabel terikat yaitu prestasi belajar siswa. Jenis data yang diperoleh adalah data primer berupa data nilai hasil tes Biologi dari siswa sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa dari siklus I dengan persentase ketuntasan kelas 33,33% meningkat menjadi 80% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa kelas VII SMPN Ankiko dapat ditingkatkan dengan metode demonstrasi.
Peningkatan Hasil Belajar Biologi dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada Siswa Kelas VIII SMP Aurora Kefamenanu Oetpah, Fincensius; Sila, Vinsensia U.R
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 1 No 3 (2016): Jurnal BIO-EDU Volume 1 Nomor 3 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul peneltian adalah “Peningkatan Hasil Belajar Biologi Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada Siswa Kelas VIII SMP Aurora Kefemananu”. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar biologi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas, yang dilaksanakan pada semester II di SMP Aurora Kefamenanu tahun ajaran 2015/2016. Yang menjadi subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Aurora Kefamenanu yang berjumlah 21 orang. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa data nilai hasil tes biologi siswa sebagai subjek penelitian. Alat pengumpulan data yang dipakai dalam penelitin ini adalah tes. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa hasil belajar biologi mengalami peningkatan. Hal ini dapat ditunjukkan melalui presentasi ketuntasan siswa. Maka dari hasil tes yang diperoleh, peneliti menyimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar biologi
Identifikasi Tipe Sel Hemosit Larva Serangga Trigona Sp (Hymenoptera : Apidae) dan Fungsinya Terhadap Pertahanan Tubuh Bay, Maria Marselina; Anggraeni, Tjandra
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 1 No 3 (2016): Jurnal BIO-EDU Volume 1 Nomor 3 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tipe hemosit serangga telah banyak digambarkan, namun pengklasifikasian secara komperhensif masih sulit untuk dilakukan karena setiap individu serangga memiliki bentuk yang sangat berbeda pada berbagai kondisi. Secara umum tipe hemosit seranga dikelompokkan ke dalam enam jenis utama. Sel-sel itu adalah: prohemosit, plasmatosit, granulosit (yang mungkin sama seperti sistosit atau koagulosit), sel-sel spherule (spherulosit), oenositoid dan adipohemosit. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui tipe sel hemosit larva serangga Trigona sp yang telah dilaporkan berperan sebagai vektor penyebab penyakit darah pada tanaman pisang. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Uji Hayati Serangga, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung. Hemolimf diambil dari pembuluh darah pada bagian punggung menggunakan jarum yang halus (Haemotokrit-Kapillaren). Kemudian sampel hemolimf diteteskan pada kaca objek yang telah diberi larutan turk. Untuk penghitungan total hemosit (Total Hemocytes Count (THC)) dihitung menggunakan mikroskop cahaya (pembesaran 40 X). Hasil identifikasi menunjukkan bahwa larva Trigona sp memiliki 5 jenis hemosit, yaitu : Plasmatosit, Prohemosit, Oenositoid, Sel sperul dan Granulosit. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat lima jenis tipe hemosit larva serangga Trigona sp, yaitu : plasmatosit, prohemosit, oenositoid, sel sperul dan granulosit.

Page 3 of 18 | Total Record : 175


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 2 (2025): BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi - August 2025 Vol. 10 No. 1 (2025): BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi - April 2025 Vol. 9 No. 3 (2024): BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi - December 2024 Vol. 9 No. 2 (2024): BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi - August 2024 Vol. 9 No. 1 (2024): BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi - April 2024 Vol. 8 No. 3 (2023): BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 8 No. 2 (2023): BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 8 No 1 (2023): BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 7 No 3 (2022): BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Volume 7 Nomor 3 Tahun 2022 Vol 7 No 2 (2022): BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Volume 7 Nomor 2 Tahun 2022 Vol 7 No 1 (2022): BIOEDU: Jurnal Pendidikan Biologi Volume 7 Nomor 1 Tahun 2022 Vol 6 No 3 (2021): Jurnal BIO-EDU Volume 6 Nomor 3 Tahun 2021 Vol 6 No 2 (2021): Jurnal BIO-EDU Volume 6 Nomor 2 Tahun 2021 Vol 6 No 1 (2021): BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Volume 6 Nomor 1 Tahun 2021 Vol 5 No 3 (2020): Jurnal BIO-EDU Volume 5 Nomor 3 Tahun 2020 Vol 5 No 2 (2020): BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Volume 5 Nomor 2 Tahun 2020 Vol 5 No 1 (2020): BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Volume 5 Nomor 1 Tahun 2020 Vol 4 No 3 (2019): BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Volume 4 Nomor 3 Tahun 2019 Vol 4 No 2 (2019): BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Volume 4 Nomor 2 Tahun 2019 Vol 4 No 1 (2019): BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Volume 4 Nomor 1 Tahun 2019 Vol 3 No 3 (2018): BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Volume 3 Nomor 3 Tahun 2018 Vol 2 No 1 (2017): Jurnal BIO-EDU Volume 2 Nomor 1 Tahun 2017 Vol 1 No 3 (2016): Jurnal BIO-EDU Volume 1 Nomor 3 Tahun 2016 Vol 1 No 2 (2016): Jurnal BIO-EDU Volume 1 Nomor 2 Tahun 2016 Vol 1 No 1 (2016): Jurnal BIO-EDU Volume 1 Nomor 1 Tahun 2016 More Issue