cover
Contact Name
SYARIATI
Contact Email
jurnalsyariati@gmail.com
Phone
+6285643277998
Journal Mail Official
jurnalsyariati@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Sains Al-Qur`an
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
SYARIATI : Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum
ISSN : 24599778     EISSN : 25991507     DOI : https://doi.org/10.32699/syariati
Jurnal Syariati adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Sains Al-Qur`an. Terbit pertama kali tahun 2015. Jurnal ini fokus pada studi Al-Qur`an dan Hukum dengan berbagai pendekatan keilmuan. Redaksi mengundang para ahli, peneliti, dan segenap civitas akademika untuk menulis artikel sesuai dengan topik jurnal. Artikel yang dimuat tidak selalu mencerminkan redaksi ataupun institusi lain yang terkait dengan penerbitan jurnal. Frekuensi terbit jurnal Syariati (Jurnal Studi Qur`an dan Hukum) ialah bulan Mei dan November (2) dua kali setahun. Jurnal ber ISSN Nomor 2459-9778.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 248 Documents
Tantangan dan Penyalahgunaan SP3 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) : Tinjauan Paradigma Antropologis Supratikno, Anang; Slamet Widodo
Syariati: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum Vol. 11 No. 1 (2025): SYARIATI : Jurnal Studi Al Qur'an dan Hukum
Publisher : Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/syariati.v11i1.9829

Abstract

Penerbitan SP3 oleh KPK dalam perkara korupsi tidak hanya menimbulkan perdebatan hukum normatif, tetapi juga harus dipahami melalui kacamata antropologi hukum yang mencerminkan budaya hukum masyarakat Indonesia. Di satu sisi, kewenangan SP3 dianggap memberi kepastian hukum, namun di sisi lain memunculkan kecurigaan publik karena hukum kerap dipersepsi sebagai arena kompromi yang sarat pengaruh kekuasaan. Ambivalensi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara hukum formal dan harapan masyarakat terhadap keadilan substantif. Dengan menggunakan teori hukum progresif, penting untuk menempatkan kebijakan SP3 dalam kerangka yang tidak hanya legal-formal, tetapi juga selaras dengan nilai sosial dan budaya hukum masyarakat agar tidak meruntuhkan kepercayaan publik terhadap integritas sistem peradilan.
Kontribusi Neal Robinson dalam Studi Al-Qur’an: Perspektif Historis-Kritis Serta Relevansinya Di Era Modern Fina Nailurrohmaniyah
Syariati: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum Vol. 11 No. 2 (2025): SYARIATI : Jurnal Studi Al Qur'an dan Hukum
Publisher : Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/syariati.v11i2.8750

Abstract

Artikel ini membahas kontribusi Neal Robinson dalam studi Al-Qur’an, khususnya melalui pendekatan historis-kritis yang mendalam dan analisisnya yang relevan di era modern. Sebagai salah satu sarjana terkemuka di bidang studi Islam, Robinson menawarkan wawasan yang unik tentang struktur, gaya, dan isi Al-Qur’an. Artikel ini mengeksplorasi metode dan pendekatan Robinson dalam memahami Al-Qur’an, termasuk upayanya untuk menjembatani pandangan tradisional dan modern terhadap teks suci ini. Dengan menyoroti karya-karya utamanya, artikel ini menilai relevansi pendekatan historis-kritis dalam konteks tantangan kontemporer, seperti pluralisme agama, hermeneutika modern, dan dinamika globalisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran Robinson tidak hanya memperkaya studi Al-Qur’an secara akademik, tetapi juga memberikan panduan praktis bagi pembacaan Al-Qur’an yang inklusif dan kontekstual di era modern. Artikel ini diakhiri dengan refleksi mengenai potensi adaptasi metode Robinson untuk menjawab kebutuhan kajian keagamaan di masa kini.
Pernikahan Beda Agama dalam Al-Qur’an (Studi KomparatifTafsīr Muqātil Bin Sulaimān dan Tafsīr Al-Kasysyāf) Budiman; Muh Ilham Usman; Rahmat Nurdin
Syariati: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum Vol. 11 No. 2 (2025): SYARIATI : Jurnal Studi Al Qur'an dan Hukum
Publisher : Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/syariati.v11i2.6967

Abstract

Sebagian ulama berpendapat bahwa pernikahan beda agama diperbolehkan, sementara sebagian ulama lainnya meyakini bahwa pernikahan beda agama dilarang. Hal ini menimbulkan permasalahan terkait ayat-ayat tentang pernikahan antar agama dan analisis interpretasi ayat-ayat tentang pernikahan antar agama. Artikel ini berupaya mengungkap makna pernikahan beda agama dalam Al-Qur'an dari perspektif kitab Tafsir Muqātil bin Sulaimān dan kitab Tafsir al-Kasysyāf. Dua kitab tafsir ini ditulis oleh mufasir yang memiliki latar belakang teologi, metode, dan gaya penafsiran yang berbeda. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan. Studi ini mengungkap perbedaan dan persamaan interpretasi pernikahan beda agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muqātil bin Sulaimān dan Az-Zamakhsyari melarang pernikahan seorang muslim dengan kaum musyrik dan kafir. Muqātil bin Sulaimān berpendapat bahwa halal bagi seorang Muslim untuk menikahi ahl al-kitāb (Yahudi dan Nasrani) dengan syarat al-'afāif, yaitu mereka menjaga diri. Sementara itu, kitab Tafsir al-Kasysyāf memiliki beberapa pendapat tentang halal dan haram menikahi ahl al-kitāb. Implikasi dari penelitian ini memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa ada beberapa pandangan yang memperbolehkan dan melarang pernikahan antar agama yang berbeda. Penulis berharap penelitian ini dapat menjadi kontribusi bagi masyarakat dalam bidang Al-Qur'an, khususnya di bidang tafsir.
Melawan Hoax di Era Post-Truth (Tinjauan Al-Qur’an Surah An-Nur Ayat 11-25 Perspektif Tafsīr Maqāṣidi) Zumma Nihayatun Nafi'ah
Syariati: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum Vol. 11 No. 2 (2025): SYARIATI : Jurnal Studi Al Qur'an dan Hukum
Publisher : Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/syariati.v11i2.8638

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap pandangan serta solusi Al-Qur’an terkait fenomena hoax di era post-truth. Al-Qur’an dalam banyak ayat mengutamakan nilai kejujuran dan melarang umat islam untuk menyebarkan berita bohong. Namun, pada realitanya hal ini marak terjadi. Era post-truth menambah parahnya kejadian ini dimana fakta objektif diabaikan dan kebenaran seringkali diabaikan untuk mendukung suatu narasi tertentu. Maka, penulis merasa perlu untuk mencari solusi berdasarkan Al-Qur’an. Metode yang digunakan dalam penleitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan tafsir maqashidi. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa maqashid dalam ayat-ayat hoax adalah hiifz ad-din, hifz an-nafs, hifz al-’aql, dan hifz ad-daulah serta ditemukan solusi Al-Qur’an untuk melawan hoax di era post-truth yakni dengan tabayyun (verifikasi informasi, menanamkan kejujuran dan integritas, meningkatkan literasi dan pengetahuan, meningkatkan tanggung jawab sosial, dan menhindari fanatisme.
Kekuatan Hukum Surat Wasiat di Bawah Tangan dalam Perspektif Hukum Waris Islam di Indonesia: Tinjauan Validitas dan Implikasi Hukumnya Latif Argani; Anang Supratikno; Slamet Suwaryo; Susilo Wardani
Syariati: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum Vol. 11 No. 2 (2025): SYARIATI : Jurnal Studi Al Qur'an dan Hukum
Publisher : Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/syariati.v11i2.9831

Abstract

ABSTRAK Fenomena sosial menunjukkan bahwa masyarakat masih sering membuat surat wasiat tanpa melibatkan notaris, sehingga menimbulkan permasalahan hukum ketika dokumen tersebut dijadikan dasar pembagian warisan. Secara normatif, hukum nasional memberikan kekuatan hukum terbatas terhadap surat di bawah tangan, namun hukum waris Islam masih mengakui keabsahannya selama memenuhi syarat substansial seperti adanya niat pewasiat, kehadiran saksi yang adil, serta isi yang tidak bertentangan dengan syariat. Pengakuan terhadap surat tersebut sangat bergantung pada kesepakatan para ahli waris dan keputusan yudisial dalam proses pembuktian di pengadilan agama. Studi ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan analisis terhadap Kompilasi Hukum Islam (KHI) Pasal 195–214 serta beberapa putusan Mahkamah Agung terkait sengketa wasiat. Hasil penelitian menegaskan bahwa demi menghindari konflik hukum, surat wasiat sebaiknya dibuat secara autentik atau disahkan secara resmi agar memiliki kekuatan hukum yang kuat dan mengikat.
Niat dan Motif dalam Akad Syariah Perspektif Kaidah Fikih Muflih Rofal; Gunawan Gunawan; Asmuni Asmuni
Syariati: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum Vol. 11 No. 2 (2025): SYARIATI : Jurnal Studi Al Qur'an dan Hukum
Publisher : Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/syariati.v11i2.9843

Abstract

Niat dan motif merupakan elemen mendasar dalam hukum Islam yang memengaruhi validitas dan konsekuensi suatu perbuatan. Dalam akad syariah, niat menjadi faktor utama yang menentukan keabsahan suatu perjanjian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran niat dan motif dalam akad syariah melalui perspektif kaidah fikih, khususnya kaidah “Al-umur bimaqasidiha” (segala sesuatu tergantung pada tujuannya). Pendekatan kualitatif dengan metode studi literature, khususnya terhadap kitab yang berjudul Qawaid Al-Fiqhiyah Bain Al-Ashalah Wa Al-Taujih karangan Muhammad Bakr Ismail sebagai rujukan primer digunakan untuk menganalisis konsep-konsep niat, motif, dan penerapannya dalam bidang hukum tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam akad syariah, niat yang sesuai dengan tujuan syar’i, seperti keadilan dan kemaslahatan, menjadi syarat mutlak keabsahan akad. Sebaliknya, niat yang tidak murni dapat mengakibatkan batalnya akad. Makalah ini menegaskan bahwa kaidah fikih memberikan kerangka metodologis yang penting untuk memahami dan menerapkan hukum Islam secara adil dan proporsional. Kajian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan studi hukum Islam yang lebih integratif dalam aspek muamalah.
Kaidah Tafsir Al-Siyāq Al-Khāṣṣ Yurād Bih Al-‘Āmm dalam Kitab Al-Qawā’id Al-Ḥisān Litafsīr Al-Qur’ān Mohammad Najih Mahmud
Syariati: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum Vol. 11 No. 2 (2025): SYARIATI : Jurnal Studi Al Qur'an dan Hukum
Publisher : Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/syariati.v1i02.10185

Abstract

Al-Qur’an bertugas sebagai pedoman hidup dan solusi problematika. Namun terkadang terdapat pesan yang bisa menimbulkan kerancuan paham dalam menafsirkan jika tanpa didasari seperangat keilmuan al-Qur’an yang di antaranya kaidah tafsir al-Qur’an. Seperti ayat tentang ancaman bagi orang yang memakan harta anak yatim secara zalim (Qs. an-Nisa’: 10). Redaksi tersebut menimbulkan reaksi pertanyaan apakah hanya memakan harta anak yatim yang mendapat ancaman siksa, bagaimana dengan tindakan lainnya. Dengan menggunakan metode kualitatif dan kajian Pustaka (library reseach), artikel ini meneliti beberapa dokumen untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan di atas. Hasilnya, penggunaan kaidah tafsir sangat penting dan perlu dalam menafsirkan al-Qur’an. Pada konteks masalah di atas, kaidah yang dipakai adalah al-siyāq al-khaṣṣ yurād bih al-‘āmm yang dituliskan dalam kitab al-Qawā’id al-Ḥisān. Kaidah tersebut memiliki maksud “konteks yang spesifik namun diartikan dengan maksud universal”, yaitu meskipun redaksi tersebut memiliki konteks yang spesifik atau khusus, namun maksud yang dikehendaki adalah pesan yang bersifat unversal atau umum. Kemudian dari pembahasan tersebut didapat dua kesimpulan terkait pemberitaan yang bersifat umum sebagaimana konteks di atas: i) tindakan maupun ucapan lain yang memiki maksud atau dampak yang sama atau setara, dan ii) tindakan atau ucapan lain yang memiliki maksud atau dampak yang lebih tinggi.
Karakteristik Akad Wadî’ah di Bank Syariah Salim, Agus Salim
Syariati: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum Vol. 11 No. 2 (2025): SYARIATI : Jurnal Studi Al Qur'an dan Hukum
Publisher : Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/syariati.v11i2.10337

Abstract

Artikel ini mendiskusikan tentang karakteristik akad wadî’ah di bank syariah. Diketahui bersama akad-akad yang diimplementasikan di bank syariah telah mengalami pergeseran dari praktik klasik ke modern. Indikasi pergeseran praktik akad tersebut dapat dilihat dari orientasi akad. Akad wadî’ah misalnya, awalnya akad ini dibentuk untuk transaksi yang sifatnya tabaru’ atau tolong menolong, namun dalam perkembangannya akad ini digunakan di bank syariah untuk mendasari transaksi yang sifatnya keuntungan. Wadî’ah dalam implementasinya memiliki dua karakter yakni yad al amanah dan yad ad ḏamanah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui studi pustaka, wawancara berkait tentang operasional lembaga, dan dokumentasi aturan dari DSN-MUI. Hasil dari penelitian ini adalah secara keseluruhan karakteristik akad wadî’ah di Bank Syariah mencerminkan keseimbangan antara kepastian syariah, jaminan keamanan dana nasabah, dan kebutuhan operasional bank. Implikasi penelitian ini merekomendasikan peningkatan transparansi dalam menyampaikan jenis akad yang digunakan kepada nasabah, serta penguatan pengawasan internal agar perbedaan antara wadî’ah al amanah dan ad ḏamanah tetap jelas dan konsisten dengan prinsip syariah.