cover
Contact Name
Hamim Jazuli
Contact Email
Hamimjazuli99@gmail.com
Phone
+6285736964063
Journal Mail Official
Hamimjazuli99@gmail.com
Editorial Address
Jl. Selomangleng Nomor 1 Kota Kediri Jawa Timur Kode Pos : 64115
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara
Published by Universitas Kadiri
ISSN : 2579342X     EISSN : 26205149     DOI : 10.30737/mediasosian
Core Subject : Social,
JURNAL MEDIASOSIAN (Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara), dengan nomor P-ISSN 2579-342X (cetak) dan E-ISSN 2620-5149 (online) adalah jurnal ilmiah di lingkungan ilmu sosial dan ilmu politik yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kadiri, meliputi bidang kebijakan publik, layanan publik, bidang sosial kemasyarakatan, budaya dan perubahan sosial serta berbagai fenomena yang terkait atau menjadi dampak dari implementasi politik praktis misalnya kasus-kasus pilkada, pemilu, konflik sosial akibat-akibat dari kebijakan publik atau politik. Mediasosian juga memuat berbagai karya ilmiah dari sudut kajian kearifan lokal. Jurnal Mediasosian memuat karya tulis ilmiah dari berbagai peneliti yang merupakan luaran atau hasil penelitian dari dosen-dosen, mahasiswa hingga para ahli sesuai dengan lingkup ilmiah sebagaimana tersebut diatas.
Articles 196 Documents
Implementasi Kebijakan Mutasi Antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Muhammad Ikrar Martarech; Muhammad Nur Budiyanto; Atrika Iriani
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 10 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/mediasosian.v10i1.7429

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian empiris mengenai implementasi kebijakan mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di tingkat kabupaten yang dianalisis secara komprehensif menggunakan model implementasi kebijakan Thomas B. Smith. Sebagian penelitian sebelumnya lebih berfokus pada aspek normatif-regulatif sehingga belum menggambarkan interaksi antara kebijakan, pelaksana, kelompok sasaran, dan lingkungan kebijakan dalam praktik mutasi ASN. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan mutasi ASN antar-OPD di Kabupaten Banyuasin oleh BKPSDM berdasarkan empat komponen model tersebut, yaitu kebijakan yang diidealkan, kelompok sasaran, organisasi pelaksana, dan faktor lingkungan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan implementasi kebijakan mutasi ASN di Kabupaten Banyuasin berjalan cukup efektif namun belum optimal. Pelaksanaan telah berpedoman pada Peraturan BKN Nomor 5 Tahun 2019, tetapi belum didukung peraturan bupati yang lebih spesifik sehingga menimbulkan variasi penerapan antar-OPD. Kendala meliputi administrasi belum lengkap, masa kerja minimal belum terpenuhi, ego sektoral, lemahnya koordinasi, serta rendahnya pemahaman regulasi. Implikasinya menekankan penguatan regulasi daerah, peningkatan koordinasi, dan sosialisasi sistem merit. Novelty penelitian terletak pada penggunaan model secara integratif di tingkat kabupaten.
Praktik Perlindungan Sosial Pekerja Informal di Perbatasan Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste Dewi Puspita Rahayu; Tamara Adelia Nainggolan; Mafatikhul Huda; Raffael Lois Rudtyanto
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 10 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/mediasosian.v10i1.7435

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi praktik perlindungan sosial bagi pekerja informal di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste, dengan fokus pada petani di Desa Kabuna, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Masalah utama yang dihadapi pekerja informal meliputi ketidakpastian ekonomi, akses terbatas terhadap layanan sosial, dan kondisi geografis yang sulit. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika perlindungan sosial formal dan informal yang ada, serta mengidentifikasi tantangan dan kebutuhan pekerja informal di wilayah perbatasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan sosial di wilayah perbatasan membentuk pola hybrid yang adaptif, yaitu kombinasi antara skema formal seperti BPJS dan mekanisme informal berbasis komunitas seperti gotong royong, diversifikasi pendapatan, serta investasi ternak sebagai bentuk self-insurance. Rendahnya partisipasi dalam skema formal dipengaruhi oleh keterbatasan ekonomi, minimnya sosialisasi, dan karakter pendapatan musiman. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi dengan menunjukkan bahwa pekerja informal di wilayah perbatasan tidak hanya mengalami eksklusi, tetapi juga membangun strategi adaptif dalam menghadapi ketidakpastian. Temuan ini menegaskan pentingnya pergeseran kebijakan dari bantuan konsumtif menuju dukungan produktif yang lebih sesuai dengan kebutuhan komunitas perbatasan.
Kualitas Pelayanan Aparat Desa dan Kepuasan Masyarakat terhadap Pengurusan Surat Keterangan Usaha di Desa Kulo Nur Hikmah Rusli; Muh. Rohady Ramadhan; Muh. Akbar Ali
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 10 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/mediasosian.v10i1.7470

Abstract

Pelayanan administrasi desa dalam pengurusan Surat Keterangan Usaha (SKU) sering menghadapi kendala seperti keterbatasan informasi, ketidakjelasan prosedur, dan keterlambatan pelayanan yang memengaruhi pengalaman masyarakat dalam memperoleh layanan publik. Meskipun penelitian tentang pelayanan publik desa telah banyak dilakukan, kajian yang secara khusus menyoroti pengalaman masyarakat dalam pengurusan layanan administratif seperti SKU di tingkat desa masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas pelayanan aparat Desa Kulo dalam pengurusan Surat Keterangan Usaha serta faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan masyarakat terhadap pelayanan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus di Desa Kulo pada Desember 2025. Data diperoleh melalui wawancara dengan delapan informan yang terdiri atas tiga aparat desa dan lima masyarakat pengguna layanan, observasi, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa dengan bantuan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan aparat desa dipersepsikan cukup baik. Dimensi keandalan dan empati menjadi aspek yang paling menonjol, sedangkan dimensi daya tanggap, jaminan, dan bukti fisik masih memerlukan peningkatan. Kepuasan masyarakat dipengaruhi oleh sikap aparat, kejelasan informasi, kemudahan prosedur, profesionalisme, serta kesesuaian antara harapan dan pengalaman pelayanan. Temuan ini memperkuat kajian kualitas pelayanan publik desa dengan menunjukkan peran dimensi SERVQUAL dalam membentuk kepuasan masyarakat terhadap layanan administratif desa.
Inovasi Strategi Pemerintah dalam Penanganan Anak Tidak Sekolah: Studi Kasus di Kabupaten Sidenreng Rappang Nurfadilla Nasir; Abdul Jabbar; Sandi Lubis
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 10 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/mediasosian.v10i1.7473

Abstract

Permasalahan Anak Tidak Sekolah (ATS) masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan pendidikan daerah, terutama di wilayah dengan karakteristik sosial dan geografis yang kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis inovasi strategi Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang dalam menangani ATS serta menilai dampak awal kebijakan daerah terhadap upaya penanggulangannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pejabat Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), serta didukung oleh telaah dokumen kebijakan. Analisis dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana dengan dukungan pengodean tematik berbasis NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penanganan ATS ditopang inovasi tata kelola kolaboratif, integrasi lintas sektor, serta pendekatan policy co-creation yang melibatkan pemerintah desa dan masyarakat. Implementasi kebijakan yang adaptif berkontribusi pada perbaikan sistem pendataan, penguatan pendidikan nonformal, dan peningkatan partisipasi anak dalam layanan pendidikan. Temuan ini menegaskan pentingnya inovasi berbasis tata kelola kolaboratif dalam menjembatani kesenjangan antara desain kebijakan dan realitas pendidikan lokal.
Dinamika Tata Kelola Desa dalam Penyediaan Air Bersih di Desa Mario Yenni Bahar Said; Muh. Rohady Ramadhan; Sandi Lubis
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 10 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/mediasosian.v10i1.7476

Abstract

Penyediaan layanan air bersih merupakan layanan publik dasar yang menjadi tanggung jawab pemerintah desa dan berimplikasi langsung pada kesejahteraan masyarakat. Namun, praktik penyediaannya di tingkat desa sering menghadapi berbagai tantangan tata kelola. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika tata kelola pemerintah desa dalam penyediaan layanan air bersih di Desa Mario, Kabupaten Sidenreng Rappang, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta merumuskan model tata kelola yang adaptif dan partisipatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis secara tematik dengan bantuan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola air bersih dibentuk melalui praktik policy co-creation yang melibatkan pemerintah desa, unit pengelola, dan masyarakat secara kolaboratif. Tata kelola berlangsung secara adaptif melalui koordinasi informal dan responsivitas terhadap kebutuhan warga, meskipun menghadapi keterbatasan infrastruktur dan anggaran. Keberlanjutan layanan sangat ditentukan oleh kapasitas kolaboratif, partisipasi masyarakat, serta peran pemerintah desa sebagai fasilitator dalam penciptaan nilai publik.
Etika Pelayanan Publik dan Tantangan Tata Kelola Pemerintahan Desa Abd. Rohman; Nanang Bagus
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 10 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/mediasosian.v10i1.7494

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi etika pelayanan publik serta mengidentifikasi tantangan tata kelola pemerintahan desa melalui pendekatan konfiguratif. Fokus kajian diarahkan pada penerapan prinsip equality, loyalty, dan responsibility dalam praktik pelayanan administrasi desa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi untuk memperoleh pemahaman komprehensif mengenai dinamika etika pelayanan di tingkat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga prinsip etika telah diimplementasikan secara normatif dan prosedural, tercermin dalam pelayanan formal yang tidak diskriminatif, kepatuhan aparatur terhadap regulasi, serta responsivitas dalam penyelesaian administrasi. Namun demikian, implementasi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, beban kerja administratif, serta relasi sosial komunitarian yang membentuk ruang diskresi aparatur. Temuan ini menegaskan bahwa etika pelayanan publik di tingkat desa bukan hanya persoalan integritas individual, melainkan hasil interaksi antara budaya sosial lokal, diskresi aparatur, dan desain kelembagaan. Penelitian ini berkontribusi melalui perumusan model konfiguratif etika pelayanan desa yang memperkuat pemahaman mengenai hubungan antara nilai etis dan kualitas tata kelola pemerintahan lokal.