cover
Contact Name
Yulian Firmana Arifin
Contact Email
jurnal.bpi@ulm.ac.id
Phone
+6281251160862
Journal Mail Official
jurnal.bpi@ulm.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat Jl. A. Yani km 35,5 Banjarbaru
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Articles 137 Documents
Pembuatan Briket Dari Kulit Buah Langsat Lailan Ni`mah
Buletin Profesi Insinyur Vol 3, No 2 (2020): Buletin Profesi Insinyur (Juli-Desember)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v3i2.75

Abstract

Meningkatnya kebutuhan dan harga bahan bakar serta usaha mengurangi emisi CO2 guna mencegah terjadinya pemanasan global telah mendorong penggunaan energi biomassa sebagai pengganti energi bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batu bara, sebagai bahan bakar alternatif yang efisien dan ekonomis untuk kebutuhan sehari-hari Contoh energi biomassa, yakni briket.Briket bioarang adalah arang (salah satu jenis bahan bakar) yang dibuat dari aneka macam bahan hayati atau biomassa. Bahan yang dapat dibuat briket bioarang adalah kulit buah langsat. Penelitian briket biorang dari kulit langasat, bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari briket yang dihasilkan, yakni nilai kalor. Variasi karbon kulit langsat dengan perekat tapioka yakni 75:25; 50:50 dan 25:75. Dari penelitian ini diperoleh nilai kalor tertinggi yang diperoleh dalam penelitian ini, yakni pada perlakuan C, dimana komposisi bahan pembuat briket yaitu Kulit Buah langsat : Tapioka (75% : 25%) yaitu 5558 kal/gr dan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan nilai minimal 5000 kal/gr. Sedangkan, nilai kalor terendah adalah pada perlakuan A yaitu 5061 kal/gr dengan komposisi Kulit Buah langsat : Tapioka (25% : 75%). Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan komposisi bahan pembuat briket bioarang sehingga memberi pengaruh berbeda terhadap nilai kalor.
Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase Jalan Sulingan– Tanjung Selatan Ruas 122 Kecamatan Murung Pudak Budiyarti Budiyarti
Buletin Profesi Insinyur Vol 1, No 2 (2018): Buletin Profesi Insinyur (Juli-Desember)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v1i2.21

Abstract

Pembangunan, Pemeliharaan dan perbaikan drainase secara rutin maupun berkala dapat mengurangi kerusakan pada jalan dan mengurangi genangan air di permukiman. Perencanaan pembangunan saluran drainase ini berada di wilayah Kecamatan Murung Pudak, saluran yang direncanakan merupakan pembangunan baru, sebelumnya di lokasi tersebut hanya ada saluran alam yang terbentuk dari aliran air hujan. Kontrak kerja perencanaan ini selama satu bulan dengan panjang yang direncanakan 2.733 meter di dua sisi jalan. Selain saluran drainase juga dibangun bangunan pelengkap seperti gorong-gorong. Lingkup pekerjaan perencanaan pada proyek ini meliputi pengumpulan data pendukung, survey lokasi rencana pekerjaan dan pengukuran lapangan untuk mendapatkan data yang akurat, dokumentasi Infrastruktur kondisi awal (0%), penyusunan pra rencana yaitu pembuatan gambar sket dan rab rencana penanganan, pembuatan gambar kerja, penyusunan bill of quantity (BQ) dan spesifikasi teknis, serta pembuatan Laporan akhir
Sistem Sambungan Struktur dalam Rumah Panggung Widija Suseno Widjaja; Etty Endang Listiati; IM. Tri Hesti Mulyani; Bernadette Tyas Susanti
Buletin Profesi Insinyur Vol 2, No 3 (2019): Edisi Khusus: Prosiding Seminar Nasional Keinsinyuran 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v2i3.56

Abstract

Rumah panggung sering dijumpai di daerah banjir atau rob yaitu naikknya permukaan air laut di daerah permukaan dekat pantai. Rumah panggung dibangun dengan harapan pemilik tidak perlu mengurug lantai rumahnya secara berkala. Rumah panggung harus direncanakan dengan kokoh kekuatannya mulai dari struktur bawah sampai struktur atas. Pondasi rumah panggung yang terletak di atas tanah rob sering mempunyai daya dukung yang rendah karena berupa tanah rawa-rawa berlumpur. Agar rumah panggung dapat berdiri lebih tinggi, maka dipasang kolom pipa galvanis yang dapat diatur ketinggiannya dengan sistem hidrolis. Struktur rumah panggung direncanakan dengans struktur yang ringan yang menggunakan struktur bambu yang bertumpu pada kolom-kolom hidrolis. Material rumah panggung ada yang terbuat dari bambu, beton dan baja sehingga konstruksi sambungannya harus direncanakan dan diperhitungkan dengan baik. Sambungan yang akan dibahas adalah sambungan baja dengan beton pondasi dengan menggunakan base plate dan angkur baut. Sambungan pipa hidrolis, sambungan pipa galvanis dengan struktur bangunan bambu serta struktur rumah bambu.Kata kunci: Sambungan Baja Beton, Base Plate, Angkur Baut, Sambungan Pipa-Bambu, Sambungan Batang-Batang Bambu.
Konsep Rumah Menggunakan Energi Surya Rusdi HA
Buletin Profesi Insinyur Vol 1, No 1 (2018): Buletin Profesi Insinyur (Januari-Juni)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v1i1.2

Abstract

Konsumsi energi nasional pada tahun 2013 adalah 1,243 juta setara barel minyak (SBM), 94,6%nya adalah energi fosil. Energi baru dan terbarukan (EBT) hanya 5,4%. Konsumsi energi rumah tangga masih menempati proporsi terbesar, hampir di setiap daerah. Dari hal tersebut sangat beralasan bila pengalihan energi fosil ke EBT perlu difokuskan pada rumah tangga. Tujuan penelitian adalah membuat konsep sistem rumah yang memakai energi suya secara maksimal. Penelitian ini dibatasi sampai dengan membuat usulan konsep untuk rumah tipe 36, terbatas hanya pada ide constructibiliy pemakaian energi surya. Didapat kebutuhan panel surya adalah 800 watt dan battery penyimpanan yang diperlukan berkapasitas 5,346 KWh. Total biaya investasi (conceptual budgetting) adalah sekitar Rp 23 juta, untuk daya maksimum 800 watt. Biaya ini setara dengan biaya perbulan Rp. 91.058,-. Dilihat dari biaya dalam tahap konsep ini, pembuatan rumah dengan konsep tenaga surya cukup layak untuk diimplementasikan.Kata kunci: Energi  baru terbarukan (EBT), Panel  surya
Pengaruh Variasi Campuran Agregat Kelas A terhadap Koefisien Permeabilitas Horizontal Fariz Baihaqi; Rustam Effendi
Buletin Profesi Insinyur Vol 2, No 1 (2019): Buletin Profesi Insinyur (Januari-Juni)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v2i1.35

Abstract

Gradasi aktual LPA setelah dipadatkan akan bergeser keluar melampaui batas atas spesifikasi sebagai pengaruh terhadap perbedaan nilai abrasi. Sehingga perlu didesain campuran gradasi di bawah batas bawah spesifikasi agar setelah pemadatan diharapkan gradasi akan bergeser masuk ke dalam spesifikasi. Material yang digunakan adalah LPA dari lokasi Gunung Kayangan dan Katunun, Kalimantan Selatan yang telah dipadatkan sesuai OMC. Dengan berbagai macam variasi gradasi campuran yang mengacu pada Spesifikasi Bina Marga 2010 revisi ke-3. Metode yang digunakan adalah uji permeabilitas skala laboratorium dengan arah pengaliran horisontal menggunakan alat fabrikasi yang terkalibrasi melalui sampel pasir. Uji analisa saringan dilakukan setelah proses pemadatan dan uji permeabilitas dilakukan agar dapat diketahui ukuran aktual butiran setelah dipadatkan. Persamaan y=0,00018x2 – 0,02674x + 0,95229 dapat digunakan untuk desain di bawah dari batas bawah spesifikasi. Gradasi butiran yang terpotong pada saringan No. 40 cenderung mempunyai nilai koefisien permeabilitas yang besar yakni 5,52 x 10-2cm/det. Pada penerapan di lapangan, dengan memberikan kemiringan permukaan LPA = 3% pada badan jalan kelas I dengan lebar 7 m dan panjang lintasan pengaliran 3,5 m, maka air yang menggenangi jalan akan hilang dalam waktu 2,45 hari. Menurut AASHTO (1993) drainase termasuk ke dalam kategori drainase dengan kualitas baik menuju sedang.Kata kunci: pondasi agregat Kelas A (LPA), permeabilitas horisontal, variasi gradasi, abrasi.
Pengaruh Biaya Kontruksi Rumah Sederhana Murah Pada Industri Perumahan Terhadap Daya Beli Masyarakat Berpenghasilan Rendah Karel Soekma Jaya A
Buletin Profesi Insinyur Vol 3, No 2 (2020): Buletin Profesi Insinyur (Juli-Desember)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v3i2.68

Abstract

Dalam industri perumahan harga atau biaya kontruksi rumah sangat menentukan harga jual, karena hampir separuh komponen biaya perumahan disumbang oleh biaya kontruksi rumah. Hal ini juga berimbas pada kemampuan daya beli masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Paper ini focus membahas sejauh mana pengaruh biaya kontruksi rumah sederhana murah pada Industri perumahan terhadap daya beli MBR. Untuk mengukur pengaruh tersebut, digunakan analisis perbandingan biaya rumah sederhana murah dengan data standar harga rumah murah menggunakan ketentuan yang telah diatur oleh pemerintah. Empat sampel digunakan dalam menentukan prosentase biaya kontruksi rumah serta melakukan simulasi biaya kontruksi rumah sederhana murah tipe 36 berdasarkan Analisa harga satuan pekerjaan (AHSP) tahun 2018. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa model rumah, pemilihan material, dan perubahan jenis pekerjaan sangat menentukan biaya kontruksi rumah, sehingga mempengaruhi daya beli MBR.Kata kunci: MBR, AHSP, rumah sederhana, daya beli
Rekayasa desain geometrik track sirkuit pada proyek perencanaan sirkuit road race km. 9 Bumi Rahayu dalam rangka akselerasi prestasi atlet balap motor Kabupaten Bulungan Arfiadi Meidiansyah
Buletin Profesi Insinyur Vol 1, No 2 (2018): Buletin Profesi Insinyur (Juli-Desember)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v1i2.15

Abstract

Pada Perencanaan Sirkuit Road Race KM.9  Bumi Rahayu Kabupaten Bulungan,  track engineer yang bertanggungjawab melakukan rekayasa desain geometrik lintasan balap motor (road race) mendapat tugas mendesain lintasan balap dengan salah satu syarat pada kontrak kerja perencanaan adalah output dari produk yang dihasilkan berupa desain track/ lintasan balap harus mampu mengakselerasi kemampuan dan prestasi atlet balap lokal. Rekayasa desain geometrik yang dilakukan cukup sulit karena standarisasi yang sangat minim dan belum ada penelitian tentang geometrik lintasan balap untuk keperluan mendukung akselerasi kemampuan dan prestasi atlet balap. Dengan melakukan pendekatan dari sisi keolahragaan dan mengaplikasikannya pada sisi teknik sipil (rekayasa desain geometrik lintasan), hasil desain dapat memenuhi yang disyaratkan sesuai hasil sampling kepada atlet balap lokal yang berlatih di Sirkuit Bumi Rahayu.
Masalah Lingkungan, Pemanasan Global, dan Masa Depan Industri Kelapa Sawit Indonesia Benny Dwika Leonanda
Buletin Profesi Insinyur Vol 2, No 3 (2019): Edisi Khusus: Prosiding Seminar Nasional Keinsinyuran 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v2i3.50

Abstract

Masalah lingkungan menjadi perhatian utama di dalam pertumbuhan ekonomi dunia. Terdapat kaitan erat antara lingkungan dengan produksi, dan ekonomi. Isu-isu pemanasan global menjadi isu sentral, dan mengancaman kegiatan ekonomi, produksi dan pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Sistem ekonomi saat ini telah berubah, dan terbentuk sistem ekonomi baru yang berbasis kepada lingkungan dan kehendak konsumen. Proses pembangunan yang dijalankan pemerintahpun harus berubah, dan mengarah kepada pembangunan yang berkelanjutan. Demikian juga dengan proses produksi barang-barang harus mengarah kepada sistem bekerlajuntan. Sistem ekonomi yang masih memakai cara yang lama akan menghadapi hambatan, dan halangan. Dengan sendirinya pembangunan dan pertumbuhan ekonomi sebuah negara akan melambat. Tatatan ekonomi baru terbentuk dimana-dimana setiap rencana pembangunan harus berkelanjutan. Isu-isu lingkungan menjadi isu utama, dalam sistem produksi barang. Tidak ada jalan lain bari Pemerintah, dan badan usaha yang mengembangkan produksi dari bahan  alam dan tergantung kepada kondisi alam untuk memenuhi tuntuntan ekonomi baru tersebut. Bagaimanapun tuntutan ekonomi tersebut akan berubah menjadi tuntutan politik, dan akan membuat regulasi-regulasi pembatasan perdagangan antar negara-negera. Sementara Indonesia sangat tergantung kepada sumber daya alam dan mengembangkan produksinya dengan menggunakan bahan alam dan kondisi alam. Sebagai akibatnya perekonomian Indonesia akan melambat, dan produksi berbagai industri akan terhambat.Kata kunci : pemanansan global; industri, kelapa sawit, pembangunan berkelanjutan
Pembuatan dan Aplikasi Bahan Pembenah Tanah Pada Pertanian di Lahan Basah Sub-Optimal Muhammad Helmy Abdillah; Ismed Setya Budi
Buletin Profesi Insinyur Vol 4, No 1 (2021): Buletin Profesi Insinyur (Januari-Juni)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v4i1.94

Abstract

Penggunaan lahan basah menemui berbagai kendala kesuburan dan kesehatan tanah serta sulit dalam pengelolaan air, karena itu perlu dikembangkan model intensifikasi dalam pemanfaatan lahan basah sub-optimal. Dari berbagai model intensifikasi tersebut, salah satunya dengan teknik konservasi tanah. Teknik konservasi tanah yang dapat dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan sisa panen tanaman pertanian, perkebunan dan material sisa agroindustri yang sangat melimpah jumlahnya. Dalam tulisan ini, dipaparkan metode pembuatan dan hasil implemensi kompos, bokashi dan biochar sebagai pembenah tanah mineral serta hasil implementasi abu batubara sebagai zeolit pada gambut. Tujuan penulisan ini untuk memberikan informasi tentang potensi dan manfaat jerami padi, tandan kosong kelapa sawit (TKKS), kayu apu dan abu boiler hasil pembakaran batubara maupun serat dan cangkang kelapa sawit sebagai pembenah tanah. Potensi pembenah tanah berbahan dasar jerami padi, tandan kosong kelapa sawit (TKKS), kayu apu dan abu boiler hasil pembakaran serat dan  cangkang, terbukti mampu mengoptimalkan ketersediaan hara dalam tanah, mengurangi penggunaan pupuk sintetis serta mendorong ekosistem kesehatan dan kesuburan tanah. Pembenah tanah berupa bahan organik dapat menjadi buffer capacity bagi tanah mineral, memunculkan sifat slow release fertilizer pada kegiatan pemupukan serta mengurangi efek dan kerusakan lahan, sedangkan implikasi abu batubara sebahai zeolit mampu menyediakan mineral dan memperbaiki karakter fisik gambut.Kata kunci :  agroindustri, ameliorasi, sub-optimal, TKKS, biochar
Perkerasan Rigid di Wilayah Container Distribution Center Pelabuhan Trisakti untuk Tipe Kontainer 20 feet dan Alat Berat Reach Stacker tipe Kalmar DRT450 Nissa Ayu
Buletin Profesi Insinyur Vol 2, No 1 (2019): Buletin Profesi Insinyur (Januari-Juni)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v2i1.29

Abstract

Perubahan fungsi lapangan penumpukan yang semula digunakan untuk peti kemas kosong menjadi penuh menyebabkan terjadinya kerusakan akibat ketidakmampuan konstruksi awal terhadap beban baru yang bekerja. Untuk itu diperlukan peningkatan fasilitas pelabuhan sebagai salah satu aksi untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan danmeningkatkan kepuasan stakeholder. Paper ini membahas mengenai peningkatan perkerasan rigid lantai lapangan penumpukan peti kemas sebagai fasilitas utama pelabuhan. Langkah–langkah yang dilakukan adalah survei kondisi lapangan eksisting, menentukan metode perbaikan yang sesuai dengan fungsi, berkoordinasi dengan pihak operasional,melakukan desain perkerasan dengan beban alat berat reach stacker dan peti kemas ukuran 20 feet, serta pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan yang sesuai dengan syarat dan rencana kerja. Hasil desain dari peningkatan lapangan penumpukan tersebut adalah perkerasan rigid dengan Mutu Beton K-300, tulangan Wiremesh M10 rangkap dan tebal lantai beton 300 mm. Kata kunci: perkerasan rigid, peti kemas, reach stacker, pelabuhan trisakti

Page 7 of 14 | Total Record : 137