cover
Contact Name
Ramadhita
Contact Email
sakina@uin-malang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sakina@uin-malang.ac.id
Editorial Address
Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jl. Gajayana 50 Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sakina: Journal of Family Studies
ISSN : -     EISSN : 25809865     DOI : -
Journal of Family Studies merupakan sarana komunikasi dan publikasi ilmiah yang berasal dari riset-riset mahasiswa di bidang hukum keluarga dengan berbagai aspek dan pendekatan
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 432 Documents
Mahar Perkawinan Adat Suku Buton Perspektif Teori Hudud Muhammad Shahrur (Studi Kasus di Desa Bahari, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan) Lis Anjelina
Sakina: Journal of Family Studies Vol 3 No 1 (2019): Family Issues
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.899 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) hal-hal yang mempengaruhi besaran mahar dalam perkawinan adat Suku Buton di Desa Bahari, 2) hal-hal yang terjadi apabila ada kesepakatan mahar bagi pasangan beda strata sosial pada adat Suku Buton di Desa Bahari, 3) ketentuan mahar perkawinan adat Suku Buton di Desa Bahari perspektif teori hudud Muhammad Shahrur. Jenis penelitian ini yaitu penelitian empirisdengan menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis dan sumber data yang digunakan data primer dan sekunder. Metode pengumpulan datanya menggunakan studi dokumentasi, observasi, dan wawancara. Pengolahan data yang digunakan yaitu dengan tahap pemeriksaan data, klarifikasi, verifikasi, analisis, dan kesimpulan. Hasil penelitian yaitu: 1) hal-hal yang mempengaruhi besaran mahar dalam perkawinan adat Suku Buton yaitu karena perbedaan status sosial, atau pernikahan “silang”, pernikahan karena terjadinya kehamilan diluar nikah dan atau kawin lari. 2) kesepakatan mahar dalam pernikahan “silang” atau beda strata tidak dibenarkan dalam hukum adat, yang boleh menentukan hanya tokoh adat berdasarkan hukum adat yang berlaku. 3) berdasarkan teori hudud Muhammad Shahrur, penetapan mahar perkawinan adat Suku Buton didasarkan pada teori batas minimal, karena ketentuan pembayaran mahar dalam perkawinan adat Suku Buton hanya terdapat batas minimal saja. Sehingga dalam pembayaran maharnya harus diatas batas minimal.
Peran Ahli Waris Dalam Wakaf (Studi di Yayasan Islam Al-Muhaimin Dau Kota Malang) Muhammad Midrorunniam Mubarok
Sakina: Journal of Family Studies Vol 3 No 1 (2019): Family Issues
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.057 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses ahli waris menjadi nadzhir di Yayasan Islam Al-Muhaimin, dan untuk memahami peran ahli waris dalam pengelolaan wakafnya. Artikel ini merupakan hasil penelitian yuridis empiris, dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memperoleh data yang bersifat deskriptif. Data utama adalah data primer berupa wawancara kemudian data sekunder berupa dokumentasi berupa literatur. Hasil pembahasan artikel ini menunjukkan bahwa alasan ahli waris menjadi nadzhir di Yayasan Islam Al-Muhaimin dilatarbelakangi oleh dimulai dari permasalahan meninggalnya pewakif yang mendadak, dan inisiatif dari ahli waris. Akhirnya kesepakatan ahli waris untuk mewakafkan bangunan dan sebidang tanah tersebut kepada umat, akan tetapi tetap dikelola dengan ahli waris sendiri, Tujuannya adalah untuk meneruskan amal jariyah yang telah di berikan oleh pewaris agar selalu teringat, kemudian dalam Undang-Undang Nomor 41 tahun 2004 pasal 1 ayat (4) tentang wakaf menjelaskan bahwa Nadzir dalam konteks ini yaitu ahli waris adalah pihak yang menerima harta benda wakaf dari wakif untuk dikelola dan dikembangkan sesuai dengan peruntukannya. Kemudian menjelaskan tentang tugas- tugas nadzhir yang melakukan antara lain: pengadministrasian harta benda wakaf, mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf sesuai dengan tujuan, fungsi, dan peruntukannya, pengawasan dan pelindungan harta benda wakaf, dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada Kantor Urusan Agama.
Perceraian Suami Istri Murtad Perspektif Hukum Positif Di Indonesia Dan Maslahah Mursalah Muhammad Hirzi Qomarul Akbar
Sakina: Journal of Family Studies Vol 3 No 4 (2019): Family Issue
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.985 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa menurut perspektif hukum positif Indonesia dan maslahah mursalah yang diterapkan dalam proses hingga adanya putusan oleh majelis hakim Ketapang dengan dengan Putusan Perkara No.0115/ Pdt.G/2013/PA.Ktp. Penelitian ini termasuk jenis penelitian normatif dengan menggunakan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder. Sumber data primer yang digunakan adalah salinan putusan perceraian, undang-undang nomor 1 tahun 1974, perpres nomoer 1 tahun 1991, undang-undang hukum perdata sedangkan data sekunder yang di gunakan adalah buku-buku dan jurnal. Metode pengumpulan data adalah studi pustaka dengan melihat dan membaca bahan hukum primer serta sekunder dengan pendekatan deskriptif dan konten analisis. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini majelis hakim dalam menjalankan proses sidang dan memberikan putusannya sudah sesuai dengan aturan-aturan yang ada dalam hukum positif Indonesia. Kemudian majelis hakim dalam mengambil keuputusannya juga sudah sesuai dengan metode maslahah mursalah. Hal tersebut diimplementasikan dengan memberikan amar keputusan fasakh, atau semacam talak bain sugro dan seterusnya. Menurut pandangan Kompilasi Hukum Islam (KHI) memperbolehkan menyelesaikan sengketa perkawinan ini di Pengadilan Agama walaupun salah satu atau kedua belah pihak murtad, dikarenakan kedua belah pihak melakukan perkawinan dengan syariat Islam.
Tradisi Untalan dalam Perspektif ‘Urf (Studi di Desa Purworejo Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang) Mochamad Iqbal Muhtadi
Sakina: Journal of Family Studies Vol 3 No 4 (2019): Family Issue
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.187 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu menjelaskan tradisi untalan dan konsep ‘urf terhadap tradisi untalan pada perkawinan masyarakat Desa Purworejo, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif, sumber data ada dua, primer dan sekunder. Data primer yaitu dengan metode wawancara dan observasi langsung kepada masyarakat dan dari buku-buku sebagai data sekunder. Hasil penelitian ini adalah tradisi untalan merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan oleh masyarakat desa purworejo. Pada tata cara tradisi tersebut yaitu mengumpulan sejumlah uang dengan cara melempar yang dilakukan oleh keluarga, kerabat dan teman dari mempelai laki-laki. Setelah acara pernikahan pengantin baru tidak boleh bekerja selama empat puluh hari. Hasil dari untalan dijadikan biaya hidup selama empat puluh hari bagi pengantin. Tradisi untalan merupakan tradisi yang termasuk dalam ‘urf shahih, karena di dalam pelaksanaannya tradisi tersebut tidak terdapat pelaksanaan yang menyimpang dan juga tidak menyalahi dasar-dasar ajaran agaman Islam yang telah ditetapkan dan didalamnya terkandung suatu unsur ke-maslahat-an bagi pelakunya. Kandungan maslahat : pertama, memberikan adaptasi bagi pengantin baru. Kedua, mengeratkan hubungan emosional antara suami-isteri dan hubungan menantu-mertua. Ketiga, semakin terjalinnya hubungan yang harmonis di dalam keluarga. Sehingga ketika para pengantin baru melakukan tradisi tersebut hukumnya boleh, termasuk dalam ‘urf shahih
Pandangan Tokoh Agama Terhadap Sistem Distribusi Zakat Fitrah Model Tukar Antar Muzakki (Studi di Masjid An-Nur Dusun Takeran Desa Ngijo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang) Mariyatul Qibtiyah
Sakina: Journal of Family Studies Vol 3 No 1 (2019): Family Issues
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.134 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskrisikan model distribusi tukar zakat yang dilakukan oleh masjid An-Nur, menganalisis dengan pendapat tokoh agama dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia serta mengetahui persamaan dan perbedaan pendapat tokoh tersebut. Artikel ini merupakan jenis penelitian empiri, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh berupa data primer dari wawancara kepada panitia penerima zakat fitrah Masjid An-Nur dan tokoh Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia. Dan dilengkapi data sekunder berupa dokumentasi data yang bersumber dari buku dan berkas lembaga. Hasil penelitian ini adalah Pertama, menurut keseluruhan tokoh agama berpendapat, pendistribusian zakat fitrah secara tukar diperbolehkan selama tidak menyalahi aturan fikih. Mustahiq harus dipilih sesuai kategori 8 asnaf. Jika terdapat muzakki yang berstatus sebagai mustahiq, maka pendistribusiannya harus dilakukan secara teliti. Kedua, Persamaan padangan tokoh agama adalah Keseluruhan tokoh agama memperbolehkan melakukan distribusi tukar zakat. Perbedaannya, pandangan tokoh Muhammadiyah muzakki yang mengeluarkan zakat tidak dapat disebut sebagai mustahiq sehingga zakat tidak kembali kepada muzakki.
Upaya Bintaldam V/Brawijaya Dalam Pencegahan Perceraian Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (Studi Kasus di Komando Distrik Militer (Kodim) 0833 Kota Malang) Halimatus Sa'adah
Sakina: Journal of Family Studies Vol 3 No 1 (2019): Family Issues
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.597 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui faktor perceraian bagi anggota TNI AD dan untuk menganalisis upaya bintaldam V/Brawijaya dalam pencegahan perceraian TNI AD dilingkungan Kodim 0833 Kota Malang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan berupa data primer melalui wawancara serta dengan data sekunder dengan teknik dokumentasi dan data laporan yang tersedia. Serta metode pengelolaan data berupa editing, verifikasi, klasifikasi, analisis, dan kesimpulan. Hasil penelitian: Pertama, Faktor terjadinya perceraian bagi anggota TNI AD di Kodim 0833 Kota Malang, yaitu Faktor orang ketiga atau perselingkuhan yang dialami oleh salah satu pihak keluarga, adanya kekerasan rumah tanga dan tidak ada keharmonisan di dalam keluarga. Faktor ekonomi, suami tidak memberi jatah istri sesuai perjanjian. Adanya campur tangan keluarga dan sudah mengesahkan perceraian di Pengadilan Agama. Kedua, upaya pencegahannya yaitu: Upaya Pencegahan, memberikan pembinaan mental bagi prajurut TNI dan memberikan arahan bagi prajurit yang ingin bercerai di lingkungan kodim kota malang. Upaya penyelesaian, membantu memecahkan permasalahan, dengan memberikan dukungan pendampingan bagi anggota TNI dan mediasi kedua belah pihak. Upaya Pengembangan, membantu anggota memelihara kondisi agar lebih baik, dengan melakukan pengawasan bagi anggota TNI yang melanggar aturan akan diberikan surat penekanan dan diberikan rumah dinas bagi keluarga yang rentan akan perceraian.
Pola Pengasuhan Anak Dalam Keluarga Poligami Siri di Desa Jatirejo Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan A.N.Fatich Nasrullah
Sakina: Journal of Family Studies Vol 3 No 1 (2019): Family Issues
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.351 KB)

Abstract

Pokok masalah penelitian ini adalah “Pola Pengasuhan Anak dalam Keluarga Poligami Siri Studi Kasus Di Desa Jatirejo Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan” pokok masalah tersebut kemudian dijabarkan dalam suatu rumusan masalah yaitu 1) Mengapa terjadi Poligami Siri Di Desa Jatirejo Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan? 2) Bagaimana Bentuk Pola Asuh Dalam Keluarga Poligami Siri Di Desa Jatirejo Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan?. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan teknik wawancara yang didasarkan pada studi kasus mengenai latar belakang praktik poligami (nikah sirri) yang terjadi di Desa Jatirejo Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa poligami yang dipraktekkan di desa Jatirejo adalah poligami (nikah sirri), karena selain mereka percaya bahwa poligami itu merupakan sunnah nabi dan adanya anggapan masyarakat bahwa (perkawinan) tetap di pandang sah walaupun tidak dicatatkan juga karena tidak adanya persetujuan istri pertama untuk melangsungkan pernihakannya bahkan kondisi tersebut terus berlanjut sampai sekarang. Alasan lainnya ditemui untuk memuaskan nafsu seksualnya dan menghindari perbuatan zina yang mungkin terjadi. Padahal hal itu menimbulkan banyak permasalahan bagi kehidupan rumah tangga, seperti kesulitan ekonomi bagi istri kedua dimana subjek suami tidak memberikan nafkah uang. Ditinjau dari tipe pola asuh pada keluarga perkawinan poligami dari hasil penelitian memiliki tipe permisif dan otoriter serta tidak banyak yang menerapkan tipe demokrasi. Dalam penelitian ini memiliki kesimpulan, Praktek poligami yang terjadi di Desa Jatirejo sama sekali tidak sesuai dengan ketentuan al-Quran dan Undang-undang Perkawinan serta Kompilasi Hukum Islam.
Upacara Adat Pangantenan Sunda Dalam Implementasi Buku Panduan Pernikahan (Studi di Desa Sirnasari Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat) Husnan Ripa’i
Sakina: Journal of Family Studies Vol 3 No 1 (2019): Family Issues
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.367 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Upacara adat pernikahan Sunda di Desa Sirnmasari Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi dan menjelaskan implementasi buku “Upacara Adat Pangantenan Sunda” tentang pernikahan yang dijadikan sebagai buku pedoman dalam melaksanakan prosesi upacara adat pernikahan Sunda di Desa Sirnasari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Artikel ini merupakan hasil penelitian Empiris dengan menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif. Sumber data yang digunakan ialah sumber data Primer dan Sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan metode pengolahan data yang digunakan peneliti ialah editing, klasifikasi data, verifikasi, analisis dan kesimpulan. Hasil pembahasan artikel ini menunjukan bahwa: 1) upacara adat pernikahasn Sunda ialah sebuah tradisi yang dilakukan dalam prosesi pernikahan Adat Sunda, tradisi ini bukanlah sebuah kewajiban, namun jika tidak melaksanakan masyarakat menganggap belum melaksanakan walimah. Tujuan dari pelaksanaan upacara adat nikah sunda ialah sebagai bukti rasa syukur kepada Allah yang dilakukan dengan bentuk suguhan yang memiliki banyak simbol dan makna yang terkandung didalamnya, khususnya pepatah dalam menjalankan kehidupan berumah tangga. 2). Dalam melaksanakan upacara adat tersebut buku pedoman adat sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebagai pedoman dalam menjalankan upacara adat pernikahan sunda dan pedoman bagi kehidupan berumah tangga.
Permohonan Perubahan Biodata Akta Nikah karena Murtad Muhammad Alif Ilham Ramadhan
Sakina: Journal of Family Studies Vol 3 No 4 (2019): Family Issue
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.501 KB)

Abstract

Permohonan perubahan biodata akta nikah yang ditujukan ke Pengadilan Agama Kabupaten Malang merupakan perkara sederhana, Perkara Nomor 0084/ Pdt.P/ 2019/PA.KAB.MLG menarik dikaji karena para pemohon merupakan pasangan suami istri yang telah berpindah agama dan pada saat melangsungkan perkawinan di KUA terjadi kesalahan pencatatan pada nama pasangan suami istri tersebut. Dalam putusan perkara ini Majelis Hakim menolak putusan tersebut, namun terjadi dissenting opinion, Ketua Majelis Hakim dalam pertimbangannya menerima permohonan tersebut, sedangkan dua hakim anggotanya menolak perkara tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis empiris, pendekatan yang digunakan ialah pendekatan kualitatif. Dalam metode pengumpulan data peneliti menggunakan metode wawancara, dan dokumentasi. Legal standing para pemohon, hakim yang menolak menyatakan bahwa para pemohon tidak memiliki legal standing karena sudah tidak berstatus Islam hal ini bertentangan dengan asas personalitas keislaman dan pernikahan mereka telah Fasakh (batal). Hakim yang menerima menyatakan bahwa para pemohon memiliki legal standing berdasarkan kewenangan absolut dan relatif. Secara absolut para pemohon memiliki legal standing karena secara formil mereka masih Islam dan mengacu pada isi surat Mahkamah Agung tanggal 31 Agustus 1983 ditujukan Pengadilan Tinggi Ujung Pandang yang intinya kewenangan Pengadilan Agama dilihat pada hukum di awal pernikahan. Secara relatif mereka berdomisili di Kabupaten Malang.
Peran Pesantren At-Tanwir: Upaya Dalam Menghadapi Pernikahan Anak Perspektif Gender (Studi Kasus Di Dusun Sumber Gadung, Desa Slateng, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember) Hilmi Inaya Fikriya
Sakina: Journal of Family Studies Vol 3 No 1 (2019): Family Issues
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.498 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yakni mengetahui faktor terjadinya pernikahan anak di Dusun Sumber Gadung dan peran Pesantren At-Tanwir dalam menghadapai pernikahan anak. Kemudian akan dianalisis menggunakan perspektif gender. Penulis menggunakan jenis penelitian empiris, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus data, dikumpulkan melalui data primer yakni wawancara kepada masyarakat Sumber Gadung dan dilengkapi dengan data sekunder yang kemudian diedit, diperiksa dan disusun secara cermat dan dianalisis. Tahap yang selanjutnya yaitu dengan mengolah data, berikut tahapannya: proses pemeriksaan data, klarifikasi data, verifikasi data, analisis data dan kesimpulan. Faktor terjadinya pernikahan anak di Dusun Sumber Gadung yaitu faktor pendidikan, sosial dan melimpahnya Sumber Daya Alam. Pertama, pendidikan akan kalah dengan kontruksi masyarakat yang mengatakan bahwa anak perempuan usia 17 tahun dan belum menikah dianggap sebagai perawan tua. Kedua, faktor sosial yakni adanya kekhawatiran orang tua soal jodoh anaknya. Ketiga, kekayaan Sumber Daya Alam memudahkan syarat pernikahan anak meskipun belum bekerja. Peran yang dilakukan Pesantren At-Tanwir yakni preventif dan antisipatif. Preventif seperti pendidikan yang setara bagi semua jenis kelamin telah berhasil membawa perempuan ke ruang publik dan meminimalisir terjadinya pernikahan anak. Sedangkan antisipatif seperti telah berdampak kepada menciptakan rumah tangga yang harmonis dan pembekalan skill bagi perempuan.

Page 5 of 44 | Total Record : 432