cover
Contact Name
Akhirul Aminulloh
Contact Email
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Phone
+6285233467750
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Nusantara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2024)" : 18 Documents clear
Representasi Gangguan Mental Depresi dalam Drama Korea Daily Dose of Sunshine Wulansari, Ratna; Urfan, Noveri Faikar
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.478

Abstract

This research aims to determine the representation of depressive mental disorders, which is based on the increasing number of cases of depression in society, especially teenagers. This research uses the Korean drama Daily Dose of Sunshine as a research object to determine the representation of depressive mental disorders in the drama. The mental health issue that is raised as a drama aims to provide information and education to the public so that they care more about mental health, and can increase public awareness about the importance of mental health without thinking that it can give a bad stigma. This research method uses qualitative research with semantic analysis according to John Fiske's theory. The data collection technique in this research is by watching, observing and recording each scene in the episode which is analyzed based on the research objectives, then the data will be identified by formulating the problem. The data that has been grouped and identified will be examined using John Fiske's theory by grouping data at the Reality Level, Representation Level and Ideology Level. The results of this study show that depressive mental disorders are depicted in various scenes showing dissatisfaction, feelings of hopelessness, excessive sadness, feelings of satisfaction and even rejection or bad actions from society. Mental disorders are sensitive conditions that are still underestimated and underestimated by society, especially in Indonesia. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi gangguan mental depresi, didasarkan pada peningkatan jumlah kasus depresi di masyarakat terutama remaja. Penelitian ini menggunakan drama korea Daily Dose of Sunshine sebagai objek penelitian untuk mengetahui representasi gangguan mental depresi dalam drama tersebut. Isu kesehatan mental yang diangkat menjadi drama bertujuan untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan mental, serta dapat meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya kesehatan mental tanpa berfikir akan mendapat stigma buruk di masyarakat. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan analisis semotika menurut teori John Fiske. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menonton, mengamati, dan mencatat setiap adegan dalam episode yang dianalisis berdasarkan tujuan penelitian, kemudian data di identifikasi dengan rumusan masalah. Data yang telah dikelompokan, diteliti menggunakan teori John Fiske dengan mengelompokkan data pada Level Realitas, Level Representasi, dan Level Ideologi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa gangguan mental depresi digambarkan dalam berbagai adegan yang menunjukan penolakan, rasa keputusasaan, kesedihan yang berlebihan, merasa bersalah hingga penolakan atau perlakukan buruk dari masyarakat. Gangguan mental merupakan kondisi yang sensitif yang masih disepelekan dan dipandang sebelah mata oleh masyarakat terlebih di Indonesia.
Representasi Peran Domestik Ibu dalam Iklan Dancow Bundaku Beda, Tapi #CintaBundaSempurna Rahmawati, Luthfiah Nur; Nanda, Ertika
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.479

Abstract

The form of Dancow's efforts in marketing its products is by advertising or displaying its product advertisements on Youtube social media. Where this ad shows how the affection of a woman as a mother who has a visual impairment (blind) is doing domestic work starting from taking care of children, cooking, preparing lunch and a cup of milk. In general, in Indonesia, stereotypes of women have a very limited role in the domestic sphere, often women are only considered as housekeepers. The purpose of this study is to analyze the description of the representation of domestic roles in the Dancow advertisement version (My mother is different, but #LoveBundaSempurna). The data analysis method used in this research uses Roland Barthes semiotic analysis technique. Based on the discussion and analysis that has been carried out on the advertisement, it is found that there are signs regarding the representation of the domestic role of a mother. Where in this advertisement clearly shows that women have a limited role in the domestic sphere. In fact, this stereotype is true, that advertisements in Indonesia in general often depict or represent the limited role of women in the domestic sphere. It can be concluded that what Indonesian society sees from a woman is that they are more concerned with women in the domestic concept. Abstrak Bentuk upaya Dancow dalam memasarkan produknya yaitu dengan cara memasang iklan atau menampilkan iklan produknya di media sosial Youtube, dimana iklan ini menampilkan bagaimana kasih sayang perempuan sebagai seorang ibu yang mempunyai keterbatasan penglihatan (tuna netra) sedang mengerjakan pekerjaan diranah domestik mulai dari mengurus anak, memasak, menyiapkan bekal dan secangkir susu. Secara umum di Indonesia stereotipe perempuan memiliki peranan sangat terbatas diranah domestik, Seringkali perempuan hanya dianggap sebagai pengurus rumah tangga saja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis gambaran representasi peran domestik dalam iklan Dancow versi (Bundaku beda, tapi #CintaBundaSempurna). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis semiotika Roland Barthes. Berdasarkan dari pembahasan serta analisis yang telah dilakukan pada iklan tersebut dihasilkan bahwa iklan tersebut terdapat adanya tanda mengenai representasi peran domestik seorang ibu, dimana dalam iklan ini jelas menunjukan bahwa perempuan memiliki peran yang terbatas di ranah domestik. Pada kenyataanya stereotipe tersebut benar adanya, bahwasannya iklan-iklan di Indonesia pada umumnya seringkali menggambarkan atau merepresentasikan peran perempuan terbatas diranah domestik. Dapat disimpulkan bahwa apa yang dilihat oleh masyarakat Indonesia dari seorang perempuan yaitu mereka lebih mementingkan perempuan dalam ranah domestik.
Penerimaan Audiens di Kota Surabaya Terhadap Representasi Toxic Relationship Pada Konten #Closethedoor Episode Clara Tan Permata, Permata Aulia Rosul; Claretta, Dyva
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.483

Abstract

Nowadays, there are many toxic dating relationships that threaten people's lives. This is no exception experienced by Clara Tan, an accomplished model who was a victim of a toxic relationship and then ventured to speak up in the media, one of which was on the Close the Door Podcast. This research aims to analyze the acceptance of audiences in Surabaya City towards the representation of toxic relationships in the content of #CLOSETHEDOOR “Toxic Relationship Tortured Me!!! Clara Tan, ANTM Model Speak Up”. The research method uses a descriptive qualitative approach with data collection in the form of in-depth interviews and documentation. The findings of this study indicate that the reception of Clara Tan's podcast content on Close the Door varies among audiences interpreting toxic relationships. There are 3 (three) audiences agreed that through the close the door podcast content, victims of toxic relationships must dare to speak up, not give space, and dare to say 'no' to actions that lead to toxic. Meanwhile, 2 (two) audiences assessed that the content of this podcast reminds women to be able to take precautions as early as possible before being in a phase of experiencing violence that threatens mental and physical. Abstrak Saat ini marak terjadi hubungan berpacaran yang toxic hingga mengancam nyawa manusia. Hal ini tak terkecuali dialami oleh Clara Tan seorang model berprestasi yang menjadi korban toxic relationship dan kemudian memberanikan diri untuk speak up di media, salah satunya pada Podcast Close the Door. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan audiens di Kota Surabaya terhadap representasi toxic relationship pada konten #CLOSETHEDOOR “Toxic Relationship Di Siksa Saya Habis2an!! Clara Tan, Model ANTM Speak Up”. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan dokumentasi. Temuan penelitian ini menghasilkan bahwa resepsi pada konten podcast Clara Tan di Close the Door berbeda-beda di antara para audiens memaknai toxic relationship. Terdapat 3 (tiga) audiens menyepakati bahwa melalui konten podcast close the door, korban toxic relationship harus berani untuk dare to speak up, tidak memberikan ruang, dan berani berkata ‘tidak’ terhadap tindakan yang mengarah pada toxic. Sedangkan 2 (dua) audiens menilai konten podcast ini mengingatkan untuk perempuan agar mampu melakukan pencegahan sedini mungkin sebelum berada fase mengalami kekerasan yang mengancam mental dan fisik.
Vigilantisme Digital dalam Aksi Boikot Produk Israel di Media Sosial Ningrum, Ayu Jelita; Aminulloh, Akhirul
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.487

Abstract

Digital vigilantism is vigilante activity on social media. The act of watching each other and hate speech that occurs in the digital space that is left unchecked can become a manifestation of conflict in the public sphere. This article aims to discuss the social construction of pro and contra groups in digital social movements. This article is the result of a literature review or literature review that explains the phenomenon of digital vigilntism as a social conflict that occurs on social media. The method used is library research, with data obtained from books, mass media articles, research journals, and social media documentation. The results of this literature study show that digital vigilantism is a social conflict that occurs in digital space. Digital vigilantism is a vigilante action carried out between netizens, in the form of netizen journalism, online provocation (online trolling), naming and shaming. The lack of awareness to respect other people's choices or decisions can be evaluated and improved to build clear digital norms. Digital norms can be a boundary and foundation for social media users, especially Indonesians, to become more polite and critical users. Abstrak Vigilantisme digital merupakan kegiatan main hakim sendiri di media sosial. Aksi saling mengawasi dan ujaran kebencian yang terjadi di ruang digital yang dibiarkan saja dapat menjadi manifestasi terjadinya konflik di ruang publik. Artikel ini bertujuan untuk membahas konstruksi sosial terhadap kelompok pro dan kontra dalam gerakan sosial digital. Artikel ini merupakan hasil dari kajian literatur atau kajian pustaka yang menjelaskan fenomena vigilntisme digital sebagai konflik sosial yang terjadi di media sosial. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) yang datanya diperoleh dari buku, artikel media massa, jurnal-jurnal penelitian, dan dokumentasi media sosial. Hasil studi pustaka ini menunjukkan bahwa vigilantisme digital merupakan konflik sosial yang terjadi dalam ruang digital. Vigilantisme digital merupakan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan antar warganet, yang berupa aksi jurnalisme warganet/netizen (netizen journalism), aksi provokasi online (online trolling), memberi penamaan dan mempermalukan (naming and shaming). Rendahnya kesadaran untuk menghormati pilihan atau keputusan orang lain dapat menjadi evaluasi dan perbaikan untuk membangun norma digital yang jelas. Norma-norma digital dapat menjadi batasan dan landasan untuk pengguna media sosial, khususnya yang merupakan masyarakat Indonesia, agar dapat menjadi pengguna yang lebih sopan dan kritis.
Pengelolaan Website Badan Pusat Statistik Republik Indonesia Sebagai Media Informasi Publik dalam Menyebarkan Data Yuniarti, Gusti Rista; Nugroho, Eko; Kholik, Abdul
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.490

Abstract

The Central Bureau of Statistics is a non-ministerial government agency that uses a website as a public information media, especially in disseminating statistical data. The function of the website is very important in accelerating information services for the community. In line with this, this research aims to describe how the management of the BPS RI website, namely www.bps.go.id as a public information media in disseminating statistical data. This research uses the 4C social media management theory including the dimensions of context, communication, collaboration, and connection from Chris Heuer. This research uses a qualitative approach with a descriptive study research method. Interviews, observations, and documentation were used to collect data. The results showed that the website www.bps.go.id has implemented 4C management consisting of (1) context management by using several publication formats, namely tables, infographics, e-books, booklets and videos. (2) Communication management by providing feedback and complaint pages as a forum for the community to provide input related to the website to information on data that has been published. (3) Collaboration management with other ministries and institutions through data information exchange and (4) Connection management by providing updated data and changing the appearance of the website with several innovative features in it. This research also raises new implications related to international networking as a standardization used by BPS RI, namely CSA (Classification of Statistical Activities) and ODIN (Open Data Inventory). Abstrak Badan Pusat Statistik merupakan suatu lembaga pemerintah non kementerian yang menggunakan website sebagai media informasi publik khususnya dalam menyebarkan data statistik, fungsi website sangat penting dalam mempercepat pelayanan informasi bagi masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut, Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana pengelolaan website BPS RI, yaitu www.bps.go.id sebagai media informasi publik dalam penyebaran data statistik. Penelitian ini menggunakan teori pengelolaan media sosial 4C meliputi dimensi context, communication, collaboration, dan connection dari Chris Heuer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi deskriptif. Wawancara, observasi, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website www.bps.go.id telah melaksanakan pegelolaan 4C yang terdiri dari (1) pengelolaan context (konteks) dengan menggunakan beberapa format publikasi yaitu tabel, infografis, e-book, booklet dan video. (2) Pengelolaan communication (komunikasi) dengan memberikan laman feedback dan pengaduan sebagai wadah masyarakat dalam memberikan masukan terkait website sampai dengan informasi data yang sudah dipublikasikan. (3) Pengelolaan collaboration (Kolaborasi) dengan kementerian maupun lembaga lain melalui pertukaraan informasi data dan (4) Pengelolaan connection (koneksi) dengan memberikan data yang update dan perubahan tampilan website dengan beberapa inovasi fitur di dalamnya. Penelitian ini juga memunculkan implikasi baru terkait international networking sebagai standarisasi yang digunakan oleh BPS RI, standarisasi tersebut yaitu CSA (Classification of Statistical Activities) dan ODIN (Open Data Inventory).
Efektivitas Baliho dalam Meningkatkan Citra ‘Idris Sandiya’ sebagai Calon Legislatif DPR RI Dapil Jabar VI Azzahra, Chalissa Libna; Sari, Wina Puspita; Soegiarto, Asep
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.494

Abstract

The 2024 Indonesian presidential election features campaigns conducted by presidential and legislative candidates using various methods, including billboard media. Billboards have been chosen as effective promotional tools to reach the masses and capture public attention in strategic public spaces such as roads and crowded centers. This research aims to find out the effectiveness of billboard in improving Idris Sandiya’s self-image as a Legislative Candidate of West Java Electoral District six Depok City and Bekasi City, 2024. By surveying the people of North Bekasi, Medan Satria Sub-district. This research uses descriptive quantitative methods. The population of this research was 93.162 people and sample were 100 respondents that calculated using slovin formula. The technique to take sampling uses random sampling with propotionnate stratified random sampling. Using the EPIC Model Theory with four dimensions namely Emphaty, Persuasion, Impact, and Communication. The result of this research shows the result determined using the EPIC Rate as a scale for calculating the effectiveness of billboards in improving self-image. By calculating of the four dimensions get the result of 3,86, This figure is said to be effective because according to the EPIC scale, values above 3,40 are effective. Thus, the use of billboards can be an effective strategy to improve the self-image of legislative candidates. Abstrak Pemilihan Presiden Indonesia 2024 diisi dengan kampanye yang dilakukan oleh calon presiden dan calon legislatif dengan berbagai cara, salah satunya menggunakan media baliho. Media baliho dipilih sebagai sarana promosi yang efektif untuk menjangkau massa secara luas dan menarik perhatian publik di ruang publik yang strategis seperti jalan raya dan pusat keramaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas baliho dalam meningkatkan citra diri Idris Sandiya sebagai calon legislatif dewan perwakilan rakyat republik Indonesia daelah pilihan Jawa Barat 6 Kota Depok dan Kota Bekasi tahun 2024 dengan survei pada masyarakat Bekasi Utara, Kecamatan Medan Satria. Metode penelitian berjenis kuantitatif deskriptif. Jumlah populasi penelitian ini sebanyak 93.162 masyarakat dan sampel sebanyak 100 responden yang terhitung menggunakan rumus slovin. Teknik penarikan sampel penelitian ini menggunakan teknik random sampling dengan metode propotionnate stratified random sampling. Teori penelitian menggunakan EPIC Model dengan empat dimensi yaitu emphaty, persuasion, impact dan communication. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil yang ditentukan menggunakan epic rate sebagai skala perhitungan efektivitas baliho dalam meningkatkan citra diri. Melalui perhitungan keempat dimensi didapatkan hasil sebesar 3,86, angka tersebut dikatakan efektif karena menurut skala EPIC nilai diatas 3,40 adalah tingkatan efektif. Dengan demikian, penggunaan baliho dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan citra diri calon legislatif.
Pengaruh Brand Ambassador Terhadap Brand Awareness Aplikasi Ajaib di Media Sosial Instagram Putra, Aditya Eka; Fianto, Latif; Chun, Nasya Xaverie Liem Wie
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.527

Abstract

The phenomenon of the Korean Wave in Indonesia has led to various Indonesian companies to make South Korean artists as their brand ambassadors. One of these companies is PT Ajaib Group, which has chosen Lisa Blackpink as its brand ambassador. This research aims to analyze the influence of using Lisa Blackpink in marketing content towards Ajaib Application’s brand awareness on @Reaction_Blackpink’s Instagram followers. This study is a quantitative research with an associative approach. The sampling technique used is non-probability sampling, specifically purposive sampling. This study collected data by distributing an online questionnaire to 158 respondents who are fans of Lisa Blackpink, are aware of the Ajaib application, and know that Lisa Blackpink is the brand ambassador of Ajaib Application. The research analysis method SEM-PLS using SmartPLS. In this study, it is found that there is a positive and significant influence of marketing communication content on Instagram using Lisa Blackpink towards Ajaib Application’s brand awareness among the Instagram followers of @Reaction_Blackpink. The magnitude of the influence of marketing communication content on Instagram using Lisa Blackpink towards Ajaib Application’s brand awareness among the Instagram followers of @Reaction_Blackpink is 0.543. Abstrak Fenomena Korean Wave di Indonesia membuat berbagai perusahaan Indonesia menjadikan artis Korea Selatan sebagai brand ambassador perusahaannya, salah satunya adalah PT Ajaib Group yang menjadikan Lisa Blackpink seagai brand ambassador. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dan seberapa besar pengaruh penggunaan Lisa Blackpink dalam konten pemasaran terhadap brand awareness Aplikasi Ajaib pada followers Instagram @Reaction_Blackpink. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Teknik penarikan sampel yaitu non-probability sampling, purposive sampling. Penelitian ini mengumpulkan data dengan menyebarkan kuesioner secara online kepada 158 responden yang merupakan penggemar Lisa Blackpink, mengetahui aplikasi Ajaib, dan mengetahui bahwa Lisa Blackpink merupakan brand ambassador dari aplikasi Ajaib. Metode analisis penelitian ini adalah SEM-PLS menggunakan SmartPLS. Penelitian mendapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara konten komunikasi pemasaran pada Instagram menggunakan Lisa Blackpink terhadap brand awareness Aplikasi Ajaib pada pengikut Instagram @Reaction_Blackpink. Besar pengaruh konten komunikasi pemasaran pada Instagram menggunakan Lisa Blackpink terhadap brand awareness Aplikasi Ajaib pada pengikut Instagram @Reaction_Blackpink adalah sebesar 0.543.
Identity Branding: Kampoeng Kajoetangan Sebagai Wisata Ikonik Kota Malang Widodo, Herru Prasetya; Ghofur, Muhammad Abdul; Ince, Alfrida Nona
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.528

Abstract

One of the cities in East Java Province is Malang City, which offers a number of tourist destinations, including Kajoetangan Village, Arema Blue Village, Jodipan Colorful Village, Malang Square, and Malang Monument. Of the many tourist attractions available, Kampoeng Kajoetangan is one of the new tourist attractions that requires identity branding. The purpose of creating identity branding is to introduce these tourist attractions to the wider community or tourists, give them their own identity, and be a differentiator from other tourist attractions. Kampoeng Wisata Heritage Kajoetangan Malang is one of the cultural tourism villages that, with its characteristics, has Dutch architectural houses as well as religious cemeteries and culinary tours. The results of this study indicate that the identity branding of Kampoeng Wisata Heritage Kajoetangan is generally applied to almost all of them. A brand as a product has components that form a brand identity, including attractions, facilities and infrastructure, transportation, culinary, and religious tourism. Brand as organization has several components, including institutions, which include government, pokdarwis, society, and culture. A person's brand has several components, including managers and pokdarwis themselves. Brand as a symbol, which has several components, including a logo, brand name, tagline, and also a brand story. Abstrak Salah satu kota di Provinsi Jawa Timur adalah Kota Malang yang menawarkan sejumlah destinasi wisata, antara lain Kampung Kajoetangan, Kampung Biru Arema, Kampung Warna-Warni Jodipan, Alun-Alun Malang, dan Tugu Malang. Dari sekian banyak tempat wisata yang tersedia, Kampoeng Kajoetangan tersebut merupakan salah satu tempat wisata baru yang membutuhkan adanya branding identitas. Tujuan dari membuat branding identitas tersebut untuk memperkenalkan tempat wisata tersebut ke masyarakat luas atau wisatawan serta mempunyai identitas sendiri dan menjadi pembeda dengan tempat wisata lainnya. Kampoeng Wisata Heritage Kajoetangan Malang merupakan salah satu kampung wisata budaya yang dengan ciri khas mempunyai rumah berarsitektur Belanda dan juga Makam Religi dan wisata Kuliner. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa branding identitas Kampoeng Wisata Heritage Kajoetangan pada umumnya hampir diterapkan semuanya. Brand as product memiliki komponen-komponen yang membentuk brand identitas diantaranya atraksi,fasilitas dan infrastruktur, transportasi, kuliner dan wisata religi. Brand as Organization memiliki beberapa komponen diantaranya kelembagaan yang meliputi pemerintah, Pokdarwis dan masyarakat serta budaya. Brand as Person memiliki beberapa komponen juga diantaranya Pengelola dan juga Pokdarwis sendiri. Brand as Symbol yang memiliki beberapa komponen antara lain logo, nama merek, tagline dan juga kisah merek.

Page 2 of 2 | Total Record : 18