cover
Contact Name
Akhirul Aminulloh
Contact Email
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Phone
+6285233467750
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Nusantara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 131 Documents
Peringatan The Economist Terkait Kepemimpinan Vladimir Putin: Analisis Semiotik Sampul Majalah “A Tsar is Born” Zeremy Giovanni
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.211

Abstract

Texts contained on magazine covers, both visual and typographical, appears through rigid editorial process and is presented with a specific purpose. However, signs on a magazine cover may be interpreted differently, according to the reader’s references. Therefore, this study focuses on interpreting the meaning contained in a magazine cover. Researcher argue that The Economist is trying to warn about the development of President Vladimir Putin’s government, which led to the leadership style before the Russian revolution in 1917. This study was carried out using interpretive paradigm with qualitative descriptive method. Collection of data were obtained from the cover of A Tsar is Born and other related secondary data. The analysis was carried out using the semiotic analysis method of Charles Sanders Peirce by paying attention to the trichotomy of objects, representamen, interpretants. Through observation raised eight signs that will become sources of research analysis, namely clothing illustration, ties, one eye medal, Crimean medal, hammer and sickle medal, shoulder decoration, illustration of Putin’s facial expression, and the typography “100 years after the Russian revolution”. The result of the analysis show that each meaning of the sign on the cover of the magazine leads to The Economist’s concern regarding the development of President Vladimir Putin’s leadership in Russia. This concern become consideration for The Economist to warn about this issue, and describe it through the cover of A Tsar is Born. Abstrak Teks yang terkandung pada sampul majalah, baik visual maupun tipografi, muncul melalui proses editorial yang ketat dan ditampilkan dengan tujuan tertentu. Namun, tanda-tanda yang terdapat pada sampul majalah dapat diinterpretasikan berbeda, sesuai dengan referensi pembaca. Maka dari itu, penelitian ini berfokus pada penginterpretasian makna yang terkandung pada sampul majalah. Peneliti berargumen bahwa majalah The Economist berupaya untuk memberikan peringatan terkait perkembangan kepemimpinan Presiden Vladimir Putin, yang semakin mengarah pada gaya kepemimpinan tsar sebelum revolusi rusia tahun 1917. Penelitian dilaksanakan menggunakan paradigma interpretatif dengan metode kualitatif jenis deskriptif. Data didapatkan melalui sampul majalah edisi A Tsar is Born dan data-data sekunder yang berkaitan. Analisis dilaksanakan menggunakan metode analisis semiotika Charles Sanders Peirce dengan memperhatikan trikotomi objek, representamen, dan interpretan. Hasil observasi memunculkan delapan tanda yang akan menjadi sumber analisis penelitian yaitu ilustrasi pakaian, dasi, medali sebelah mata, medali Krimea, medali palu dan arit, hiasan pundak, ilustrasi ekspresi wajah, dan tipografi “100 years after the Russian revolution”. Hasil analisis menunjukan bahwa setiap makna tanda pada sampul majalah mengarah pada kekhawatiran majalah The Economist terkait perkembangan kepemimpinan Presiden Vladimir Putin di Rusia. Hal tersebut menjadi pertimbangan bagi The Economist untuk membahas isu ini, dan menggambarkannya melalui sampul majalah edisi A Tsar is Born.
Podcast Politik Indonesia: Upaya Mencari Calon Presiden Indonesia 2024 Redi Panuju
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.222

Abstract

This article aims to reveal the role of political podcasts in political communication, especially regarding preparations for the 2024 Indonesian Presidential and Vice-President elections. There are two categories of political podcasts based on their creators, namely political podcasts made by private television stations and political podcasts made by individuals. The television station's political podcast is a recycled product of a talk show broadcast that has been broadcast before, after editing certain parts and formatting a video, then uploading it on the YouTube channel. Meanwhile, individual Podcasts are the result of individual production with an interview format between the Host and the resource persons discussing certain themes. The results of the interview recording were uploaded via the YoutTube channel. Podcast narrative becomes qualitative data that shows certain characteristics. The methods used are case studies and social ethnography. The research procedure begins with interpreting the results of the conversations into qualitative data coding based on certain coding. The results of the study show that podcasts made by certain television stations are more careful in conducting interviews, limiting themselves to themes of party structure functions in finding pairs of candidates for President and Vice President, while podcasts made by individuals are more flexible in elaborating thoughts, feelings, and visions for the future. front of the presidential candidate. Abstrak Artikel ini bertujuan mengungkap peran podcast politik dalam komunikasi politik, terutama menyangkut persiapan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia tahun 2024. Ada dua kategori podcast politik berdasarkan pembuatnya, yakni podcast politik yang di buat Stasiun Televisi Swasta dan podcast politik yang dibuat oleh perorongan. Podcast politik stasiun televisi merupakan hasil daur ulang dari siaran talk show yang telah disiarkan sebelumnya, setelah diedit bagian tertentu dan diformat video, selanjutnya diuanggah di channel YouTube. Sedangkan Podcast perorongan merupakan hasil produksi individu dengan format wawancara antara Host dengan nara sumber membicarakan tema tema tertentu. Hasil rekaman wawancara tersebut diuanggah melalui kanal YoutTube. Narasi Podcast menjadi data kualitatif yang memperlihatkan karakteristik tertentu. Metode yang digunakan adalah studi kasus dan etnografi sosial. Prosedur penelitian dimulai dengan memaknai hasil percakapan menjadi kodensasi data kualitatif berdasarkan koding tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa podcast yang dibuat oleh StasiunTelevisi tertentu lebih hati hati dalam melakukan wawancara, membatasi diri tentang tema tema fungsi struktur partai dalam mencari pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, sementara Podcast yang dibuat oleh perseorangan lebih leluasan mengelaborasi pikiran, perasaan, dan visi ke depan Calon Presiden.
Pengaruh Terpaan dan Kredibilitas Instagram @Netflixid Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Trailer Film Bagi Followers Virda Gines Hendarsih; Emilianshah Banowo
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.228

Abstract

The study aims to determine whether there is an influence of the exposure and credibility of the Instagram account @netflixid fulfillment of information needs of film trailers for followers. The approach used is quantitative and uses the positivism paradigm. The uses and gratification theory and new media theory are theories used in this study. Questionnaires become research data collection instrument in collecting the required data. The population in this study is followers of the Instagram account @netflixid with as many as 1 million followers and a sample of 400 respondents from calculations using the Slovin formula. The results of this study are the effect of exposure and credibility on the fulfillment of information needs of film trailers for followers by 31,1% and the influence of other factors. The level of correlation between variables shows a medium level and positive relationship. This study also shows that Ho is rejected and Ha is accepted, which means that there is influence and credibility particularly and simultaneously on fulfillment of information needs of film trailers for followers. Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan agar mengetahui adakah terpaan dan kredibilitas akun Instagram @netflixid memengaruhi pemenuhan kebutuhan informasi trailer film bagi followers. Pendekatan pada kajian ini, yaitu pendekatan kuantitatif dan menggunakan paradigma positivisme. Teori uses and gratification dan teori new media merupakan teori yang dipergunakan pada kajian ini. Kuesioner sebagai instrumen pengambilan data penelitian dalam mengumpulkan data yang diperlukan. Populasi kajian ini merupakan followers akun Instagram @netflixid sebanyak 1 juta dengan sampel sejumlah 400 responden dari hitungan mempergunakan rumus Slovin. Hasil yang diperoleh pada kajian ini memperlihatkan terpaan dan kredibilitas memengaruhi pemenuhan kebutuhan informasi sebesar 31,1% dan sisanya dipengaruhi faktor lainnya. Tingkat korelasi antar variabel menunjukkan tingkat hubungan yang sedang dan positif. Kajian ini pun mempunyai hasil Ho tertolak, sedangkan Ha diterima yang bisa diperjelas bila terpaan dan kredibilitas secara parsial dan simultan memengaruhi pemenuhan kebutuhan informasi trailer film bagi followers.
Pengaruh Fitur Stiker Line dan Voice Call Terhadap Efektivitas Komunikasi Interpersonal Trisnia Anchali Kardia
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.232

Abstract

Individual communication has been changed by the rapid development of information technology, especially social media. This study aims to analyze the effect of LINE sticker features and voice calls on the effectiveness of interpersonal communication. This research uses a quantitative approach with associative methods. The research population is LINE users for at least 1 year. Data was collected by distributing questionnaires via google form and obtaining samples using the purposive sampling method. The study utilized the Structural Equation Model (SEM) approach with the Smart PLS version 3.2.9 application to analyze research data. The results obtained show that the LINE sticker and voice call features have a positive and significant influence on the effectiveness of interpersonal communication. Abstrak Komunikasi individu telah diubah oleh pesatnya perkembangan teknologi informasi, khususnya media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fitur stiker LINE dan voice call terhadap efektivitas komunikasi interpersonal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Populasi penelitian merupakan pengguna LINE minimal 1 tahun. Data dikumpulkan dari penyebaran kuesioner melalui google form dan untuk mendapatkan sampel menggunakan metode purposive sampling. Penelitian memanfaatkan pendekatan Structural Equation Model (SEM) dengan aplikasi SmartPLS versi 3.2.9 untuk menganalisis data penelitian. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa fitur stiker LINE dan voice call memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap efektifitas komunikasi interpersonal.
Pengungkapan Diri dalam Perseteruan Youtuber Kembar Tasya Farasya dan Tasyi Athasyia Putri Widya Sari
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.244

Abstract

Communication Privacy Management (CPM) theory is a theory that addresses the tension between openness and privacy, between "public" and "private" in a relationship. CPM theory in previous studies has been widely used in social media. This study aims to examine the application of privacy rules and restrictions on the disclosure of private information to the public based on the CPM theory carried out by celebrity and YouTuber Tasyi Athasyia through her social media account in a dispute with her twin Tasya Farasya. The method used in this study is a qualitative content analysis method by analyzing several clarifying videos from the YouTube account Tasyi Athasyia. The object of research on this topic is the disclosure of private information disclosed by Tasyi on her Instagram social media account and retold or narrated on her clarification YouTube video. This study found that in disclosing private information, Tasyi Athasyia has implemented privacy rules and restrictions that serve as guidelines for disclosing to the public with the aim of disclosing private information in the form of understanding and support from the public who previously insulted her. The CPM theory is useful for operationalizing the nature of privacy and has the assumption that communication takes place with cost and rewards considerations emphasizing that the privacy aspect is something that is used in communicating to achieve the ultimate goal rewards. Abstrak Teori Communication Privacy Management (CPM) adalah teori yang membahas ketegangan antara keterbukaan dan privasi, antara "publik" dan "pribadi" dalam suatu hubungan. Teori CPM pada penelitian sebelumnya banyak digunakan dalam media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan aturan dan batasan privasi dari pengungkapan informasi privat kepada publik berdasarkan pada teori CPM yang dilakukan oleh selebgram dan youtuber Tasyi Athasyia melalui akun sosial media yang dimilikinya dalam perseteruan dengan kembarannya Tasya Farasya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi yang bersifat kualitatif dengan menganalisis beberapa video klarifikasi dari akun Youtube Tasyi Athasyia. Objek penelitian pada topik ini yaitu pengungkapan informasi privat yang diungkapkan Tasyi pada akun media sosial Instagram miliknya dan diceritakan atau dinarasikan kembali pada video youtube klarifikasinya. Penelitian ini menemukan hasil bahwa dalam pengungkapan informasi privat yang dilakukan Tasyi Athasyia telah menerapkan aturan dan batasan privasi yang menjadi pedoman dalam pengungkapan kepada publik dengan tujuan dari pengungkapan informasi privat tersebut berupa pengertian dan dukungan dari publik yang sebelumnya menghujatnya. Teori CPM berguna untuk mengoperasionalkan sifat privasi dan memiliki asumsi bahwa komunikasi berlangsung dengan adanya pertimbangan cost and rewards yang menekankan bahwa aspek privasi merupakan hal yang digunakan dalam berkomunikasi untuk mencapai rewards tujuan akhirnya.
Bias Gender dalam Pemberitaan Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Laki-Laki di Media Online Detik.com dan Kompas.com Tiara Mesias Purbaningrum; Mite Setiansah; Wiwik Novianti
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.245

Abstract

News about sexual violence against men are often found in both print and online media in daily life. This study analyzes the news on sexual violence against men published by the online media detik.com and kompas.com. This study aims to analyze how the online news media detik.com and kompas.com construct the reality of sexual harassment experienced by men and what forms of framing are found in their reporting. This research is descriptive qualitative using Sara Mills' critical discourse analysis method. The online media detik.com and kompas.com are the subjects of this study, while the objects are online news articles about cases of sexual violence against men throughout 2022. The results show that articles in kompas.com positioned the victims as objects and did not provide space for them to tell their perspectives. Kompas.com writer has a tendency to put himself in the perpetrator’s perspective and has not prioritized the victims. Some articles in detik.com positioned the victims as the subjects and other articles prioritized the perpetrators. Articles that support victims provide a chance for them to tell both details and impact of the incident. Meanwhile, articles that are biased tend not to give opportunities for victims to speak out. Abstrak Pemberitaan tentang kasus kekerasan seksual terhadap laki-laki sering ditemui baik di media cetak maupun online dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menganalisis tentang pemberitaan kekerasan seksual kepada kaum pria yang dipublikasikan oleh media online detik.com dan kompas.com. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana media berita online detik.com dan kompas.com mengkontruksi realitas pelecehan seksual yang dialami oleh laki-laki dan apa saja bentuk framing yang terdapat dalam pemberitaannya. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif deskriptif dengan metode analisis wacana kritis Sara Mills. Media online detik.com dan kompas.com adalah subjek pada penelitian ini, sedangkan artikel berita online tentang kasus kekerasan seksual terhadap laki-laki sepanjang tahun 2022 merupakan objek penelitiannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa artikel di media online kompas.com menempatkan korban sebagai obyek dan tidak memberikan ruang bagi korban untuk menceritakan kronologis kejadian melalui perspektifnya. Penulis berita kompas.com memiliki kecenderungan untuk menempatkan dirinya pada posisi pelaku dan belum mengutamakan korban dalam teks berita. Artikel pada media online detik.com ada yang bersifat netral serta memposisikan korban sebagai subyek dan artikel lainnya lebih memprioritaskan pelaku. Artikel yang mendukung korban memberikan kesempatan kepada mereka untuk menceritakan baik dari detail kejadian dan dampak dari kejadian tersebut. Sebaliknya, artikel yang bersifat bias cenderung tidak memberikan kesempatan bagi korban untuk bersuara.
Dramaturgi dalam Motif Sharing di Instagram pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang Salsabillah Malicha Putri; Deny Wahyu Apriadi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.249

Abstract

The existence of social media made it easy for everyone to interact. The rising use of social media in Indonesia resulted in the emergence of the sharing phenomenon. This research intended to describes the motives of sharing on instagram, as well as overview of the front stage and the back stage. The method that has been employed for this research is qualitative research with type of descriptive research. The dramaturgy theory of Erving Goffman is used to describe the motives of sharing on Instagram. Based on the result of the research, there are five motives of sharing on instagram. First, the social relations in which made the students feel happy and recognized when they got likes and comments. Second, the self-representation, in this case, the students wanted to show good self-representation. Third, entertainment and learning in which coul be seen from the individuals’ behavior of sharing unique and interesting posts. Fourth, Instagram could be used as a diary that stored all activities. Fifth, the motive for expression in which students have a habit since then to tell all the activities carried out to others. The front stage is everything displayed by the individuals when they were interacting with others. The front stage consisted of the setting and the personal front. The setting is related to photo selection and the features that are used, meanwhile the personal front is related to the feed, story, caption, and their manner. Furthermore, the back stage is related to the real-life situation. Abstrak Adanya media sosial memudahkan setiap orang untuk berinteraksi. Maraknya penggunaan media sosial di Indonesia mengakibatkan munculnya fenomena sharing. Penelitian ini menggambarkan tentang motif sharing di instagram, serta gambaran panggung depan dan panggung belakang. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teori dramaturgi Erving Goffman digunakan untuk menggambarkan motif sharing di Instagram. Berdasarkan hasil penelitian terdapat lima motif sharing di Instagram. Pertama, relasi sosial yang membuat mahasiswa merasa senang dan diakui ketika mendapat like dan komentar. Kedua, representasi diri, dalam hal ini mahasiswa ingin menampilkan representasi diri yang baik. Ketiga, hiburan dan belajar yang terlihat dari perilaku individu membagikan postingan yang dirasa menarik dan unik. Keempat, Instagram bisa dijadikan buku harian yang menyimpan segala aktivitas. Kelima, motif berekspresi di mana mahasiswa memiliki kebiasaan sejak untuk menceritakan segala aktivitas yang dilakukan kepada orang lain. Panggung depan adalah sesuatu yang ditunjukkan individu ketika mereka berinteraksi dengan orang lain. Panggung depan terdiri dari setting dan personal front. Setting berkaitan dengan pemilihan foto dan fitur yang digunakan, sedangkan personal front berkaitan dengan feed, story, caption, dan sikap mereka. Selanjutnya, panggung belakang terkait dengan situasi kehidupan nyata.
Penggunaan Platform Video Pendek Sebagai Strategi Komunikasi Pemasaran Digital untuk UMKM Miftahul Rozaq; Rah Utami Nugrahani
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.271

Abstract

The short video platform via social media has become very popular in Indonesia and is one of the main tools for strategic communication for entrepreneurs. However, research regarding the use of short video platforms as a strategic communication tool for entrepreneurship is still limited and has not been discussed in depth. This study aims to identify and classify various uses of short video platforms as strategic communication tools for entrepreneurship. This research was conducted using a qualitative approach using a descriptive case study method with 12 entrepreneurs on the island of Java, Indonesia. In-depth interviews and observations were conducted to examine the use of short video platforms and communication strategies used by entrepreneurs. The results of the study show that the use of short video platforms by entrepreneurs includes; following viral content, using music features, educational content, and live streaming. While the communication strategies used include; entertainment and humor, sharing information and promotions, co-branding, and using people/influencer elements. Abstrak Platform video pendek buatan pengguna melalui media sosial menjadi sangat popular di Indonesia, dan menjadi salah satu alat utama untuk komunikasi strategis bagi wirausaha. Namun, penelitian terkait penggunaan platform video pendek sebagai alat komunikasi strategis untuk kewirausahaan masih terbatas dan belum dibahas secara mendalam. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menklasifikasikan berbagai penggunaan platform video pendek sebagai alat komunikasi strategis untuk kewirausahaan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode studi kasus deskriptif kepada 12 wirausaha di pulau Jawa, Indonesia. Wawancara mendalam dan observasi dilakukan untuk menkaji penggunaan platform video pendek dan strategi komunikasi yang digunakan wirausaha. Hasil penelitian menunjukkan, penggunaan platform video pendek oleh wirausaha antara lain; mengikuti konten viral, penggunaan fitur musik, konten edukasi, dan live streaming. Sedangkan strategi komunikasi yang digunakan antara lain; entertainment dan humor, membagikan informasi dan promosi, co-branding, dan penggunaan elemen orang/ influencer.
Dramaturgi Panggung Depan Terdakwa Ferdy Sambo Gabirel Langga
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.274

Abstract

The courtroom is one of the communication contexts of the defendant Ferdy Sambo. The purpose of this study is to explain the communication of the defendant Ferdy Sambo in the South Jakarta District Court using Goffman's approach. This research is qualitative in nature and the method used in this research is the interpretive qualitative paradigm. Researchers used research objects and subjects in the trial of the Joshua murder case and the communication behavior of the defendant Ferdy Sambo at the South Jakarta District Court. The data used in this study consisted of primary and secondary data. The main information of this research was obtained by conducting direct observation as research material on the broadcast of the testimony of the defendant Freddy Sambo on television media. However, other sources of information that are the material of this research are literatures that support this research. This research reveals that the South Jakarta District Court courtroom is a space of verbal and non-verbal communication, where the defendant Ferdy Sambo avoided the death penalty. The defendant Ferdy Sambo used verbal and non-verbal communication as his strategy to gain sympathy from law enforcement so that his sentence was commuted by the judge in the case of Brigadier Joshua. Communication of the defendant Ferdy Sambo in managing impressions by presenting the front stage as a consideration in the decision in the case. Abstrak Ruang sidang merupakan salah satu konteks komunikasi terdakwa Ferdy Sambo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan komunikasi terdakwa Ferdy Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan menggunakan pendekatan Goffman. Penelitian ini bersifat kualitatif dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma kualitatif interpretif. Penelitian ini menggunakan objek penelitian dan subjek dalam persidangan kasus pembunuhan Joshua dan perilaku komunikasi terdakwa Ferdy Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Informasi utama penelitian ini diperoleh dengan melakukan observasi langsung sebagai bahan penelitian terhadap tayangan kesaksian terdakwa Freddy Sambo di media televisi. Namun, sumber informasi lain yang menjadi bahan penelitian ini adalah literatur-literatur yang mendukung penelitian ini. Penelitian ini mengungkapkan bahwa ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan merupakan ruang komunikasi verbal dan non-verbal, di mana terdakwa Ferdy Sambo terhindar dari hukuman mati. Terdakwa Ferdy Sambo menggunakan komunikasi verbal dan nonverbal sebagai strateginya untuk mendapatkan simpati dari penegak hukum agar hukumannya diringankan oleh hakim dalam kasus Briptu Joshua. Komunikasi terdakwa Ferdy Sambo dalam pengelolaan kesan dengan menampilkan panggung depan sebagai pertimbangan dalam putusan dalam perkara.
Makna Cinta Kasih Sayang pada Video Musik Lagu Kirana-Dewa 19 Luthfan Wagas Wiratirta; Adrio Kusmareza Adim
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.289

Abstract

Affection love is an essential basic feeling that you always want to get and give. The Kirana song music video is a communication tool that contains messages and information on the meaning of affection love, which has many followers and unique, so it is necessary to examine the signs. The sign interpretation by constructivist analysis triadic semiotics of Charles Sander Pierce's which is built from primary and secondary data. The results of the research on the kirana song music video have the theme of getting lost in affection love. Affection love in the kirana song music video is represented by a combination of traditional and contemporary symbols. Dewi Kirana in the two dimensions of life is the main sign that represents and is a symbol of affection love. Verbal signs of affection love in the kirana song music video use various poetic language styles. Affection love is needed by every human being and youth is a critical age in trying to get a sense of affection love. Lack of affection love can cause humans to be helpless, directionless and frustrated and encourage negative actions. Affection love can be felt by directing it to positive feelings and controlling emotions. Storyline of kirana song begins with Dewi Kirana falling into a feeling of alienation, stranded in fake affection love and solving problems with negative actions and ends with Dewi Kirana's arrows. Abstrak Cinta kasih sayang suatu rasa dasar hakiki yang selalu ingin didapatkan dan diberikan. Video musik lagu Kirana merupakan salah satu alat komunikasi yang mengandung pesan dan informasi makna cinta kasih sayang yang unik sehingga perlu diteliti makna tanda-tanda yang digunakan. Untuk memaknai tanda dilakukan analisis semiotika triadik Charles Sanders Pierce’s secara konstruktivisme yang dibangun dari data primier dan sekunder. Hasil penelitian video musik lagu kirana mempunyai tema ketersesatan cinta kasih sayang. Cinta kasih sayang dalam video musik lagu Kirana direpresentasikan dengan perpaduan simbol tradisional dan kekinian. Dewi Kirana dalam dua demensi kehidupan adalah tanda utama yang merepresentasikan dan merupakan simbol cinta kasih sayang. Tanda verbal cinta kasih sayang dalam video musik lagu Kirana digunakan berbagai gaya bahasa yang puitis. Cinta kasih sayang sangat dibutuhkan setiap manusia dan remaja adalah usia yang kritis dalam usaha mendapatkan rasa cinta kasih sayang. Kurang rasa cinta kasih sayang dapat menyebabkan manusia tidak berdaya, tidak punya arah dan frustasi serta mendorong melakukan tindakan bersifat negatif. Alur cerita Lagu kirana diawali Dewi Kirana terjun pada rasa terasing, terdampar pada rasa cinta kasih sayang palsu dan pemecahan masalah dengan tindakan negatif dan diakhiri dengan arahan panah Dewi Kirana.

Page 5 of 14 | Total Record : 131