cover
Contact Name
Akhirul Aminulloh
Contact Email
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Phone
+6285233467750
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Nusantara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 131 Documents
Pemanfaatan Media Sosial Disparbud dalam Promosi Destinasi Wisata Kabupaten Majalengka Karina Putri Hanifah; Suwandi Sumartias; Retasari Dewi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v4i1.110

Abstract

The Department of Tourism and culture of Majalengka Regency uses social media as one of the strategies to increase tourist visits in Majalengka Regency. This study aims to determine how the tactics paid media, earned media, shared media and owned media used Disparbud Majalengka to promote tourist destinations on social media.. The method used in this study is qualitative descriptive. Focus describes the stages of PESO tactics (Paid Media, Earned Media, Shared Media, and Owned Media) from the concept of ROSTIR Regina Luttrell. Data were collected from interviews, observations and literature studies. Data validity techniques using source triangulation. The results showed that, 1) Disparbud Majalengka has not done Media paid tactics due to cost constraints budgeted by the government; 2) Disparbud Majalengka using earned media tactics although not fully done by Disparbud Majalengka; Instagram Facebook 3) Disparbud Majalengka often shares, creates and promotes content created by the team as well as from followers; 4) Disparbud Majalengka owns and maintains official social media among Instagram, Facebook, Youtube and Twitter. Abstrak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka menggunakan media sosial sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kunjungan wisata di Kabupaten Majalengka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana taktik paid media, earned media, shared media dan owned media yang digunakan Disparbud Majalengka untuk mempromosikan destinasi wisata di media sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Fokus menjabarkan tahapan taktik PESO (Paid Media, Earned Media, Shared Media, dan Owned Media) dari Konsep ROSTIR Regina Luttrell. Data dikumpulkan dari hasil wawancara, observasi dan studi pustaka. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa, 1) Disparbud Majalengka belum melakukan taktik paid media dikarenakan kendala biaya yang dianggarkan pemerintah; 2) Disparbud Majalengka menggunakan taktik earned media walaupun tidak sepenuhnya dilakukan oleh Disparbud Majalengka; 3) Disparbud Majalengka kerap membagikan, membuat dan mempromosikan konten yang dibuat tim maupun dari pengikut; 4) Disparbud Majalengka memiliki dan mengelola media sosial resmi diantara Instagram, Facebook, Youtube dan Twitter.
Peran Brand Image Sebagai Strategi Komunikasi Pemasaran Iklan Kecik Harian Suara Merdeka Meiske Nadia Damayanti; Rahmawati Zulfiningrum
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v4i1.119

Abstract

Before doing marketing activities, several marketing communication strategies are needed. Suara Merdeka, as a legendary newspaper company in Central Java, applies the STP (Segmenting, Targeting, Positioning) strategy to support the role of Suara Merdeka brand image to attract public interest in kecik advertisements. This research method is descriptive qualitative, using the interviews data. The results of this data analysis are then applied using a segmenting strategy where Suara Merdeka uses demographic, geographic, and behavioral segmentation. For the targeting strategy, Suara Merdeka uses Selective Specialization where the company determines the market segment according to its objectives and resources. Thus, two main targets of Suara Merdeka market were formed, namely the Existing Brand and the New Brand. The targeting strategy is narrowed down to several categories such as automotive; house; career; as well as sundries such as services, loss information, and building property materials. In its positioning strategy, Suara Merdeka Merdeka uses its image as a legendary company with a distribution in Central Java, with six regional offices in 29 districts in Central Java. The role of brand image using the STP strategy able to influence consumer interest in placing kecik advertisements at Suara Merdeka. Abstrak Sebelum melakukan kegiatan pemasaran, dibutuhkan beberapa strategi komunikasi pemasaran agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Suara Merdeka sebagai perusahaan koran legendaris di Jawa Tengah, menerapkan strategi STP (Segmenting, Targeting, Positioning) sebagai pendukung peran brand image Harian Suara Merdeka. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran brand image Suara Merdeka menggunakan strategi segmenting, targeting, dan positioning yang dilakukan oleh Suara Merdeka untuk menarik minat masyarakat agar melakukan tindakan pemasangan iklan kecik. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan data wawancara. Hasil analisis data ini kemudian diterapkan menggunakan strategi segmenting dimana Suara Merdeka menggunakan segmenting demografis, geografis, dan perilaku. Untuk strategi targeting, Suara Merdeka menggunakan Selective Specialization dimana, perusahaan menentukan segmen pasar yang sesuai dengan tujuan serta sumber daya yang dimiliki. Sehingga terbentuk dua target utama pasar Suara Merdeka, yaitu Existing Brand dan New Brand. Strategi targeting tersebut mengerucut pada beberapa kategori seperti otomotif; griya; karir; serta serba-serbi seperti jasa, info kehilangan, dan bahan properti bangunan. Pada strategi positioning, Suara Merdeka Merdeka menggunakan citra nya sebagai perusahaan legendaris dengan persebaran di Jawa Tengah, dengan memiliki enam kantor wilayah di 29 Kabupaten di Jawa Tengah. Peran brand image menggunakan strategi STP mampu mempengaruhi minat konsumen untuk melakukan pemasangan iklan kecik di Suara Merdeka.
Bias Gender Pemberitaan Kasus Gisella Anastasia di Okezone.com Stara Asrita
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v4i1.121

Abstract

Gender bias against women is still common in media coverage. The news of Gisella Anastasia's arrest because of pornographic video news was quite busy being discussed in online media. In her reporting, Gisella tends to be used as an object of discrimination. This study aims to determine the form of sexism in okezone.com's coverage of the Gisella Anastasia case. A qualitative approach is used in this study to fit Sara Mills' critical discourse analysis. Sara Mills focuses on looking at the hidden meanings of biased texts related to women's reporting. Critical discourse analysis examines how the representation of the actor's position through the text, how the position of the reader is represented in the text. Through discourse, researchers can analyze the factors of production and acceptance. The results of the study show that the position of news-producing actors are male and female journalists, while Gisella Anastasia is a woman who is used as a sexual object. News writers tend to provide news to satisfy men's sexual desires by raising the issue of sexism. The gender bias in the reporting of the Gisella Anastasia case is related to sexist language, images that are considered lustful, and the point of view of journalists who have a patriarchal ideology. Abstrak Bias gender terhadap perempuan adalah hal yang masih sering terjadi dalam liputan media. Pemberitaan penangkapan Gisella Anastasia karena berita video porno cukup ramai diperbincangkan di media daring. Dalam pemberitaannya, Gisella cenderung dijadikan sebagai objek yang mengalami diskriminasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk seksisme dalam liputan okezone.com atas kasus Gisella Anastasia. Pendekatan penelitian kualitatif digunakan dsecara deskriptif agar sesuai model Sara Mills. Sara Mills berfokus untuk melihat makna tersembunyi pada teks bias yang berhubungan dengan pemberitaan perempuan. Analisis wacana kritis mengkaji bagaimana representasi posisi aktor melalui teks, bagaimana posisi pembaca direpresentasikan dalam teks. Melalui wacana, peneliti dapat menganalisis faktor produksi dan penerimaannya. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwa posisi aktor penghasil berita adalah jurnalis laki-laki dan perempuan, sedangkan Gisella Anastasia adalah perempuan yang dijadikan sebagai objek seksual. Penulis berita cenderung memberikan berita untuk memuaskan hasrat seksual laki-laki dengan mengangkat isu seksisme. Bias gender dalam kasus pemberitaan kasus Gisella Anastasia terkait dengan bahasa yang seksis, gambar yang dianggap mengundang nafsu, serta sudut pandang jurnalis yang memiliki ideologi patriarki.
Hashtag dan Community Engagement Konten Perkembangan Ekonomi Kreatif Cirebon pada Media Sosial Instagram Dessy Kushardiyanti; Suryadi; Novy Khusnul Khotimah
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v4i1.135

Abstract

This research traces and analyzes the content of Instagram's social media to see community engagement through a series of online news on Instagram, especially in the creative economy sector. Descriptive qualitative-based research method with content analysis approach by searching # (hashtag) with the keyword Cirebon and grouping several accounts to see engagement based on followers and number of uploads to see activity on the content through captions or image descriptions as well as community involvement as Instagram users. The results of the study state that the role of Instagram social media in terms of content analysis has a major impact and influence on the economic development in the city of Cirebon in terms of opinions, invitations, and education of several Instagram account users because it can be seen that there is community engagement in several uploads to advance the city of Cirebon as a service city in Indonesia. The participation of business actors/entrepreneurs makes a major contribution to the development economy and creative economy because of the findings and the number of entrepreneurs who have goods and services with their own uniqueness and the large use of social media Instagram as one of the uses of technology seen from Rostow's economic theory of development. Abstrak Penelitian ini menelusuri dan menganalisis konten media sosial Instagram untuk melihat community engagement melalui serangkaian berita-berita online di Instagram, khususnya di sektor ekonomi kreatif. Metode penelitian berbasis kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis konten, menelusuri # (hashtag) dengan kata kunci Cirebon dan melakukan pengelompokan beberapa akun guna dilihat engagement berdasarkan followers dan jumlah uggahan untuk melihat aktivitas pada konten tersebut melalui caption atau deskripsi gambar serta keterlibatan masyarakat sebagai pengguna Instagram. Hasil penelitian menyebutkan peran sosial media Instagram ditinjau dari analisis konten memberikan dampak dan pengaruh besar terhadap ekonomi pembangunan di kota Cirebon ditinjau dari pendapat, ajakan, edukasi beberapa pengguna akun Instagram karena terlihat adanya community engagement di beberapa unggahan untuk memajukan kota Cirebon sebagai kota jasa di Indonesia. Peran serta pelaku usaha/wirausaha memberikan kontribusi besar terhadap ekonomi pembangunan dan ekonomi kreatif karena temuan dan banyaknya pelaku wirausaha memiliki barang dan jasa dengan keunikan masing-masing serta besarnya penggunaan sosial media Instagram sebagai salah satu pemanfaatan teknologi dilihat dari teori ekonomi pembangunan Rostow.
Pengelolaan Aktivitas Media Sosial Instagram @cimahikota oleh Pemerintah Kota Cimahi Fasya Al Rahmah; Hanny Hafiar; Heru Ryanto Budiana
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v4i1.145

Abstract

The low engagement of social media accounts and the absence of real-time interaction with the closing of the Instagram comment column made the authors conduct a study entitled "Managing Instagram @cimahikota Social Media Activities by the Cimahi City Government". Through descriptive research methods with qualitative data types, researchers focused on finding out how the cimahikota Instagram social media management is by the Cimahi City Government. This study aims to determine the sharing stage, the optimize stage, the managed stage, and the engagement stage in the management of Instagram @cimahikota social media by the Cimahi City government. This study uses data collection techniques using interviews, observations, literature studies and source triangulation as a data validity technique. The results found in this study are that the Cimahi City government participates in social media due to changes in public information consumption trends. Instagram is chosen for its popularity, and it builds public trust through informative content and captions. There are three types of uploaded content: Mayor and SKPD activities, big days, and tips and tricks. However, cimahikota has not optimally utilized influencers in managing its social media; the stage of managing with media monitoring is not optimal, participating in conversations by uploading additional information and clarifying hoax issues, reaching the target audience by adjusting the appearance of content and utilizing city assets as content. Abstrak Engagement akun media sosial yang rendah, serta belum adanya interaksi real-time dengan ditutupnya kolom komentar Instagram menjadikan penulis melakukan peelitian dengan judul “Pengelolaan Aktivitas Media Sosial Instagram @cimahikota Oleh Pemerintah Kota Cimahi”, melalui metode penelitian deskriptif dengan jenis data kualitatif, peneliti fokus untuk mengetahui bagaimana pengelolaan media sosial Instagram @cimahikota oleh Pemerintah Kota Cimahi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahap share, tahap optimize, tahap manage, tahap engage pada pengelolaan media sosial instagram @cimahikota oleh pemerintah Kota Cimahi. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi pustak serta menggunakan triangulasi sumber sebagai teknik validitas data. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah pemerintah Kota Cimahi berpartisipasi di media sosial akibat adanya perubahan trend konsumsi informasi masyarakat, instagram dipilih dari kepopulerannya, serta membangun kepercayaan publik melalui konten informatif dan caption. Terdapat tiga jenis konten yang diunggah yaitu kegiatan Walikota dan SKPD, hari besar, lalu tips dan trik. Hanya saja, cimahikota belum optimal memanfaatkan influencer dalam pengelolaan media sosialnya,Tahap manage dengan media monitoring namun belum optimal, berpartisipasi dalam percakapan dengan mengunggah informasi tambahan dan melakukan klarifikasi isu hoax, meraih target audiens dengan menyesuaikan tampilan konten dan memanfaatkan aset kota sebagai konten.
Komodifikasi Agama dan Kepentingan Ekonomi Politik Media dalam Sinetron Para Pencari Tuhan Latif Fianto; Fathul Qorib
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v4i1.148

Abstract

Commodification is a process of transforming use value into exchange value. The soap opera The Search for God Volume 12 is the result of efforts to change the use value of religiosity into an exchange rate that can bring financial benefits. This study uses a critical perspective with an approach to the theory of media political economy. The concept of commodification of content offered by Mosco become the scalpel of this study. The data of this study is obtained from the main data source, namely the soap opera series of God Seekers Volume 12 which aired on SCTV. As for secondary data obtained from library studies or literature and internet. The result of the research shows that the soap opera of Para Pencari Tuhan (PPT) is nothing more than a commodification of aspects of spirituality or religion. Religious values that were originally viewed and used on the principle of use value were transformed into exchange values. Religion becomes a commodity in the midst of the industrialization of capitalist society. Media institutions have the power to determine a program will be used as new commodity on television screen. Every program produced by media institutions is a representative between the economic system and the political system. Abstrak Komodifikasi diartikan sebagai proses transformasi nilai guna menjadi nilai tukar. Sinetron Para Pencari Tuhan Jilid 12 adalah hasil upaya perubahan dari nilai guna relegiusitas ke dalam nilai tukar yang bisa mendatangkan keuntungan finansial. Nilai-nilai keagamaan dan ketuhanan dikomodifikasi menjadi tontontan yang layak jual. Kajian ini menggunakan perspektif kritis dengan pendekatan teori ekonomi politik media. Konsep komodifikasi isi yang ditawarkan Mosco menjadi pisau bedah kajian ini. Data kajian ini diperoleh dari sumber data utama, yaitu tayangan sinetron Para Pencari Tuhan Jilid 12 yang tayang di SCTV. Sedangkan untuk data sekundernya diperoleh dari studi kepustakaan atau literatur dan penelusuran internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinetron Para Pencari Tuhan (PPT) tidak lebih dari komodifikasi aspek spiritualitas atau agama. Nilai-nilai agama yang pada mulanya dipandang dan digunakan atas prinsip nilai guna ditransformasi menjadi nilai tukar. Agama menjadi komoditas di tengah industrialisasi masyarakat kapitalis. Lembaga media memiliki kekuatan (power) menentukan program apa saja yang akan dijadikan komoditas baru di layar kaca televisi. Setiap program yang diproduksi lembaga media adalah perwakinan antara sistem ekonomi dengan sistem politik.
Citra Pemimpin Daerah di Media Sosial: Analisis Isi Tweet Mengenai Sutiaji di Twitter Sekar Arum Nuswantari
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v4i2.168

Abstract

This research looks at the discussion of regional leaders from the point of view of political imagery on Twitter. Twitter is one of the media used in political communication, whether for political campaigns or public discussions. This study intends to describe three things. First, to explain how the trend of opinion regarding Sutiaji's image as mayor on Twitter. Second, describe how Sutiaji's image on Twitter is based on image aspects. Third, look at the type of user account that talks about Sutiaji. Researchers analyzed tweets using qualitative content analysis methods, which were collected from June 10, 2022 to June 16, 2022. After tweets were collected, the analysis was carried out using opinion tendencies (positive, neutral, and negative) and image aspects, namely competence, leadership, integrity, and personal characteristics. As a result, Sutiaji's image tends to be neutral in discussions on Twitter. When viewed from the type of account, more negative discussions are uploaded by personal accounts. Many positive discussions came from media and government accounts. Many discussions about aspects of personal characteristics, leadership and competence. Abstrak Penelitian ini melihat pembahasan mengenai pemimpin daerah dari sudut pandang citra politik di Twitter. Twitter merupakan salah satu media yang digunakan dalam komunikasi politik, baik untuk kampanye politik, ataupun diskusi publik. Penelitian ini bermaksud mendeskripsikan tiga hal. Pertama, menjelaskan bagaimana kecenderungan opini mengenai citra Sutiaji sebagai walikota di Twitter. Kedua, mendeskripsikan bagaimana citra Sutiaji di Twitter berdasarkan aspek-aspek citra. Ketiga, melihat jenis akun pengguna yang membahas tentang Sutiaji. Peneliti menganalisis tweet menggunakan metode analisis isi kualitatif. Setelah tweet terkumpul, analisis dilakukan menggunakan kecenderungan opini (positif, netral, dan negatif) dan aspek-aspek citra yaitu kompetensi, kepemimpinan, integritas, dan karakteristik personal. Hasilnya, citra Sutiaji cenderung netral dalam pembahasan di Twitter. Jika dilihat dari jenis akun, pembahasan negatif lebih banyak diunggah oleh akun personal. Pembahasan positif banyak berasal dari akun media dan pemerintah. Pembahasan banyak mengenai apek karakteristik personal, kepemimpinan dan kompetensi.
Paradigm Fitness Indonesia Digital Marketing Communication Through Instagram Teguh Dwi Putranto
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.171

Abstract

Sport has now become a way of life for people. Another growing trend in daily activities and efforts to live a healthy lifestyle is exercise. Additionally, regular exercise can keep the body in shape and boost immunity to a variety of ailments. Sports activities can be done both indoors and outdoors. Outdoor sports can be done in parks and fields, which are generally free. In contrast to indoor sports, which tend to be paid for, such as in fitness centres that has grown, one of them is Paradigm Fitness Indonesia. This study's goal is to know how Paradigm Fitness Indonesia uses Instagram to communicate with customers. This study used Krippendorff's content analysis of Instagram postings @paradigmfitnessindonesia as its methodology during January and June 2022. This study's findings lead to the conclusion that Paradigm Fitness Indonesia conducts marketing communications by displaying posts on Instagram @paradigmfitnessindonesia, which are more dominated by posts containing relating to public relations and publicity. Through these public relations and publicity posts, Paradigm Fitness Indonesia brings up the figures of pageant actors who are required to maintain their body appearance. In addition, Paradigm Fitness Indonesia also creates a challenging program for members every month (monthly challenge) to further build bonds between members, coaches/trainers, and Paradigm Fitness Indonesia. Abstrak Olahraga kini telah menjadi gaya hidup masyarakat. Tren lain yang berkembang dalam aktivitas sehari-hari dan upaya untuk menjalani gaya hidup sehat adalah olahraga. Selain itu, olahraga teratur dapat menjaga tubuh tetap bugar dan meningkatkan kekebalan terhadap berbagai penyakit. Kegiatan olahraga dapat dilakukan baik di dalam maupun di luar ruangan. Olahraga luar ruangan dapat dilakukan di taman dan lapangan, yang umumnya gratis. Berbeda dengan olahraga indoor yang cenderung berbayar seperti di fitness center yang sudah berkembang salah satunya Paradigm Fitness Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Paradigm Fitness Indonesia menggunakan Instagram untuk berkomunikasi dengan pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode analisis konten Krippendorff pada unggahan Instagram @paradigmfitnessindonesia selama bulan Januari dan Juni 2022. Temuan penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa Paradigm Fitness Indonesia melakukan komunikasi pemasaran dengan menampilkan postingan di Instagram @paradigmfitnessindonesia, yang lebih didominasi oleh postingan yang berisi terkait untuk hubungan masyarakat dan publisitas. Melalui unggahan kehumasan dan publisitas tersebut, Paradigm Fitness Indonesia mengangkat sosok-sosok aktor kontes yang dituntut untuk menjaga penampilan tubuhnya. Selain itu, Paradigm Fitness Indonesia juga membuat program yang menantang bagi member setiap bulannya (monthly challenge) untuk lebih membangun ikatan antara member, coach/trainer, dan Paradigm Fitness Indonesia.
Isu Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus dalam Film Dear Nathan: Thank You Salma Rina Nurfiana; Monika Pretty Aprilia
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.176

Abstract

Cases of sexual violence against women in Indonesia continue to increase from various sectors, including education. Universities are places that have the highest percentage of cases when compared to other education sectors. Film is one of the media used to describe the culture and reality that is happening in today's society and is used as a medium of communication to convey messages to the public. The film Dear Nathan: Thank You Salma talks about the issue of sexual violence against women in the campus environment. In the film, the victim is described as a woman who is weak and powerless over the power possessed by the perpetrator and supported by a patriarchal culture and a culture of victim blaming. The researcher was used qualitative method as a research approach and uses a textual analysis research methodology by interpreting, exploring the finding, revealing the construction of ideology, and values that exist in a text with other texts. The object of this research is the depiction of the issue of sexual violence in the campus environment in the film Dear Nathan: Thank You Salma. The result of this research is the finding of sexual violence experienced by the victim and the resistance made by the victim ended in vain. Abstrak Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan di Indonesia terus mengalami peningkatan dari berbagai sektor, tidak terkecuali di lingkungan pendidikan. Perguruan tinggi menjadi tempat yang memiliki persentase kasus yang paling tinggi jika dibandingkan dengan sektor pendidikan lainnya. Film menjadi salah satu media yang digunakan untuk menggambarkan budaya dan realitas di masyarakat saat ini dan dijadikan sebagai media komunikasi untuk menyampaikan berbagai pesan kepada khalayak. Film Dear Nathan: Thank You Salma menjadi salah satu film yang menceritakan tentang isu kekerasan seksual terhadap perempuan di lingkungan kampus. Dalam film tersebut korban digambarkan sebagai perempuan yang lemah dan tidak berdaya atas kuasa yang dimiliki pelaku serta didukung dengan adanya budaya patriarki dan budaya victim blaming. Peneliti menggunakan metode kualitatif sebagai pendekatan penelitian dan menggunakan metodologi penelitian analisis tekstual dengan cara memaknai, mengupas dan mengungkapkan konstruksi ideologi, nilai-nilai yang ada di dalam sebuah teks dengan teks lainnya. Objek dari penelitian ini adalah penggambaran isu kekerasan seksual di lingkungan kampus dalam film Dear Nathan: Thank You Salma. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya adanya kekerasan seksual yang dialami korban dan perlawanan yang dilakukan korban berakhir sia-sia.
Newsmaking Criminology: Korban Kejahatan Susila dalam Berita Media Online Husen Mony; Desi Wahyuni
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.181

Abstract

In the perspective of newsmaking criminology, news about crime does not represent facts. Often, the media orchestrate the other side of the actual event to attract attention. The purpose of this study was to determine: 1) newsmaking criminology in the news of victims of sexual crimes; 2) a prominent dimension in the news. The method uses quantitative content analysis, with the national online media news population. The main concept is newsmaking criminology with 6 dimensions. The result is that these 6 dimensions appear in the news under study. The dimensions of identity and photo exploitation are raised through the loading of photos of the victims' families; the words used distort the meaning of the event and the behavior of the perpetrator; while victim blaming and news objectivity are present through shifting the focus of news to family issues; Stereotypes arise through information on the behavior of the victim that causes the perpetrator to commit his actions. The conclusion of this research is the most prominent dimension in reporting, from 828 news articles, which are published in 5 national online media, namely: 1) the use of words or phrases, as many as 59 findings; and 2) identification of 31 findings. Abstrak Dalam perspektif newsmaking criminology, berita tentang kejahatan tidak merepresentasikan fakta. Seringkali, media mengorkestrasi sisi lain dari peristiwa sebenarnya untuk menarik perhatian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) newsmaking criminology dalam berita korban kejahatan susila; 2) dimensi yang menonjol dalam berita tersebut. Metodenya menggunakan analisis isi kuantitatif, dengan populasi berita media online nasional. Konsep utamanya newsmaking criminoogy dengan 6 dimensi. Hasilnya adalah 6 dimensi tersebut muncul dalam berita yang diteliti. Dimensi identitas dan eksploitasi foto dimunculkan lewat pemuatan foto keluarga korban; kata-kata yang digunakan mendistorsi makna peristiwa dan perilaku pelaku; sedangkan victim blaming dan objektifitas berita hadir melalui penggeseran fokus berita ke isu-isu keluarga; stereotype muncul melalui informasi perilaku korban yang mengabitkan pelaku melakukan perbuatannya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dimensi yang paling menonjol dalam pemberitaan, dari 828 artikel berita, yang termuat pada pada 5 media online nasional, yaitu: 1) penggunaan kata atau frasa, sebanyak 59 temuan; dan 2) pencantuman identitas, sebanyak 31 temuan.

Page 4 of 14 | Total Record : 131