cover
Contact Name
Dwi Septian Wijaya
Contact Email
admin@jurnalmedikahutama.com
Phone
+6281334291827
Journal Mail Official
admin@jurnalmedikahutama.com
Editorial Address
Jl. Gas Alam No. 59 Curug Cimanggis Depok
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Medika Hutama
ISSN : 27158039     EISSN : 27159728     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Hutama adalah jurnal hasil penelitian, studi kasus, dan tinjauan pustaka di bidang Kesehatan dan Kedokteran
Articles 547 Documents
PROSES PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI PADA LAYANAN KEBIDANAN Wulan Rahmadhani
Jurnal Medika Hutama Vol. 1 No. 02 Januari (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.821 KB)

Abstract

Pada 2015, International Confederation of Midwives (ICM) meluncurkan the Midwifery Services Framework (MSF): alat berbasis bukti baru untuk memandu negara melalui proses peningkatan layanan kesehatan seksual, reproduksi, ibu dan bayi baru lahir melalui penguatan dan pengembangan tenaga kerja kebidanan. MSF diselaraskan dengan arsitektur global utama untuk kesehatan seksual, reproduksi, ibu dan bayi baru lahir dan sumber daya manusia untuk kesehatan, dan dengan rekomendasi dari the 2014 Lancet Series tentang Kebidanan. Yang kedua dalam serangkaian makalah ini menjelaskan proses penerapan MSF: pekerjaan persiapan, apa yang terjadi pada setiap tahap implementasi dan siapa yang harus dilibatkan pada setiap tahap. Ini memberikan gagasan tentang skala tugas, dan sumber daya yang akan diperlukan untuk mengimplementasikan MSF dalam konteks negara khususnya Indonesia. Makalah ini akan menarik bagi pembuat kebijakan kesehatan, mitra pembangunan dan asosiasi profesional di negara-negara yang mempertimbangkan pendekatan berbeda untuk memperkuat layanan kesehatan seksual, reproduksi, ibu dan bayi baru lahir mereka, dan akan membantu mereka untuk memutuskan apakah dan kapan penuh atau implementasi parsial/bertahap dari MSF akan menjadi inisiatif yang tepat untuk mengatasi defisit yang diidentifikasi dalam konteks khusus mereka, mengingat ketersediaan sumber daya saat ini dan yang diproyeksikan.
HUBUNGAN STATUS GIZI BALITA DENGAN PERKEMBANGAN BALITA USIA 12-36 BULAN DI DESA NGLANGAK SRAGEN Mei Lia Nindya Zulis Windyarti
Jurnal Medika Hutama Vol. 1 No. 03 April (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.206 KB)

Abstract

Latar belakang : pembangunan nasional pada hakikatnya adalah pembangunan manusia seutuhnya yang harus dimulai sedini mungkin yaitu sejak dalam kandungan dan semasa balita. Pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita berlangsung melalui pola tertentu. Tiga tahun pertama sejak lahir merupakan periode dimana miliaran sel Glial terus bertambah untuk memupuk neuron. Karena otak, tumbuh dengan sangat pesat dan akan mencapai 70-80% pada 3 tahun pertama kehidupan si kecil. ) Status gizi balita berdasarkan ( BB/U ) di wilayah Kabupaten Sragen tahun 2011 ialah terdapat 84,03 % gizi normal, 1,89 % gizi kurang dan 0,01% gizi buruk Studi pendahuluan yang dilakukan di Desa Nglangak kwangen Gemolong Sragen yaitu terdapat 55 balita, ada 4 balita yang mengalami gangguan perkembangan. Gangguan bicara dan bahasa sebanyak 2 balita, dan 1 balita dengan gangguan motorik kasar. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan status gizi balita dengan perkembangan balita usia 12-36 bulan. Metode : Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif, analitik korelasi dengan desain penelitian cross secsional. Hasil : balita yang memiliki gizi normal sebanyak 63.63%, dan memiliki perkembangan yang sesuai dengan tahap perkembangannya sebanyak 67.27 %. Kesimpulan : Ada hubungan Status Gizi dengan Perkembangan balita usia 12 – 36 bulandapat dilihat dari hasil nilai p value = 0.003 Kata kunci : balita, status gizi, perkembangan
THE ANTIBACTERIAL MOUTHWASH OF TAPAK LIMAN LEAVES EXTRACT ( Elephanthopus scaber L ) AGAINST Streptococcus mutans IFMAILY IFMAILY
Jurnal Medika Hutama Vol. 1 No. 02 Januari (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.055 KB)

Abstract

Biodiversity Indonesia has been widely used as a treatment for Indonesian people. One of them is a plant of Tapak liman that efficacious antibacterial. The purpose of this research to know the formulation of the leaf extract of Tapak Liman which can be made as a antiseptic mouthwash and know the inhibiting power test of the leaf extract of the Tapak Liman against Streptococcus mutans. Streptococcus mutans can make the extra-cell polysaccharide consists mainly of a glucose polymer that forms a plaque matrix and can stick on the surface of the tooth causing plaque buildup and bad breath. This research was purely experimental by made the Tapak Liman leaves into a viscous extract, then it was made as the antiseptic mouthwash and testing of its inhibiting power against Streptococcus mutans. The antiseptic mouthwash of leaf extract of Tapak Liman is made into five formulas consist of F0 (base), F1 ( 10% ), F2 ( 20% ), F3 ( 30% ) and Fp as comparator ( Betadin mouthwash ). The antibacterial activity test of the antiseptic mouthwash of Tapak Liman with the diffusion method using the Nutrient Agar media (NA) and data was analyzed by One Way ANOVA. The result of research that the leaf extract of Tapak Liman in 3 concentrations variance can be formulated into the antiseptic mouthwash. The antiseptic mouthwash provides an average diameter – the average resistance of the barrier is F0 (8.40 mm), F1 (12.40 mm), F2 (12.80 mm) and F3 (13.60 mm) and Fp (14.80 mm). Conclusion of research that all of the formula leaf extract of Tapak Liman can be made as the antiseptic mouthwash, and all formulas that give inhibiting power test against the Streptococcus mutans
KUALITAS HIDUP LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEGERI KABUPATEN PANGKEP rahmawati ramli; Wulandari Ladewan
Jurnal Medika Hutama Vol. 1 No. 02 Januari (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.747 KB)

Abstract

Demensia merupakan sindrom terjadinya penurunan memori, berpikir, perilaku,dan kemampuan melakukan kegiatan sehari-hari pada seseorang. Demensia merupakan kumpulan gejala yang berlangsung secara progresif yang ditandai dengan perubahan perilaku, penurunan memori, orientasi, kesulitan dalam berkomunikasi dan mengambil keputusan. Desain penelitian yang di gunakan adalah penelitianan analitik dengan pendekatan cross sectional. Adapun penentuan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan besar sampel sebanyak 75 responden. Uji hubungan dilakukan dengan menggunakan statistik Chi-Square dengan nilai alternatif Fisher’sexacttest diperoleh nilai < 0,05 Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara umur dengan kejadian demensia (r =0,004), tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian demensia (r =0,360), ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan kejadian demensia (r =0,000), ada hubungan antara status dengan kejadian demensia (r =0,000), dan ada hubungan antara frekuensi membaca al-quran dan dzikir dengan kejadian demensia pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Jumpandang Baru Kecamatan Tallo Kota Makassar (r =0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian demensia, ada hubungan antara umur, tingkat Pendidikan, status, frekuensi membaca al-qur’an dengan kejadian demensia pada lansia di Puskesmas Jumpandang Baru Kecamatan Tallo Kota Makassar. Oleh karena itu diharapkan Bagi petugas kesehatan di Puskesmas perlu mengembangkan program kegiatan lansia dan memberi perhatian terhadap lansia agar menurunkan kejadian demensia pada lansia.
PENGARUH COKELAT (Theobroma cacao L.) TERHADAP KESEHATAN KULIT Wilda Ainia Silmi Kaffah
Jurnal Medika Hutama Vol. 1 No. 03 April (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.824 KB)

Abstract

Global warming atau pemanasan global telah memberikan dampak buruk pada hampir seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk kesehatan. Lapisan ozon yang semakin menipis menyebabkan tingginya paparan sinar ultraviolet terhadap tubuh manusia di mana kulit merupakan bagian tubuh yang paling banyak terpapar oleh sinar ultraviolet. Kulit merupakan bagian tubuh yang paling banyak terpapar oleh sinar ultraviolet. Radiasi sinar ultraviolet disertai dampak zat polutan udara dapat menimbulkan perubahan-perubahan akut seperti eritema, pigmentasi dan fotosensitivitas, maupun efek jangka panjang berupa penuaan dini dan kanker kulit. Menurut penelitian, efek berbahaya dari zat polutan udara dapat diperbaiki oleh antioksidan alami yang aman dan efektif. Senyawa yang berperan sebagai antioksidan dalam tumbuhan salah satunya adalah fenolik. Antioksidan fenolik lebih banyak terdapat pada kakao dibandingkan dengan beberapa tanaman lainnya. Polifenol kakao, terutama flavanol dalam bentuk monomer dan oligomer, telah terbukti bertindak sebagai antioksidan kuat, memiliki potensi untuk menghambat peroksidasi lipid, menghambat dan menetralkan ROS, meningkatkan aliran darah kulit, meningkatkan perlindungan terhadap cahaya matahari, dan berkontribusi terhadap pemeliharaan kesehatan kulit. Flavanol pada kakao telah terbukti lebih kuat daripada polifenol yang terkandung dalam makanan lainnya. Kata kunci: Ultraviolet, Flavanol, Kakao, Kulit
REKONSTRUKSI SISTEM HUKUM KESEHATAN DI INDONESIA DENGAN PENDEKATAN PERBANDINGAN SISTEM KESEHATAN DI NEGARA MAJU: - Dani Habibi
Jurnal Medika Hutama Vol. 1 No. 03 April (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.424 KB)

Abstract

ABSTRAK Kesehatan menjadi kunci bagi berlangsungnya hidup yang sehat bagi warga di suatu negara. Kesehatan juga menjadi suatu kewajiban bagi negara untuk melakukan program untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Indonesia telah melakukan perumusan tentang hak bagi warga negara untuk hidup secara sehat dan ini wajib diberikan oleh negara sebagai wujud pelaksanaan konstitusi yang berlaku di Indonesia yaitu UUD 1945. Pendekatan di dalam penulisan ini yaitu perundanng-undangan dengan menguji dan melakukan rekonstruksi peraturan perundang-undangan di bidang kesehatan dan perbandingan yaitu dengan melihat sistem kesehatan yang berada di negara maju yaitu dengan mengambil contoh dari negara Australia dan Jepang. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa perlunya rekonstrkusi sistem hukum kesehatan di Indonesia mulai dari kelembagaan yaitu pertanggungjawaban BPJS Kesehatan kepada Kementerian Kesehatans ebagai upaya sinkronisasi dan koordinasi di dalam pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan, dan pengaturan mengenai sistem pembayaran dan pelayanan kesehatan yaitu dengan penerapan sistem satu pintu di dalam pemabyararna pajak dari berbagai pungutan yang diwajibkan negara salah satunya yaitu premi tentang kesehatan dengan dasar sensus penduduk dengan memperhatikan besar pendapatan warga negara Indonesia yang dimiliki. Berdasarkan hal tersebut maka pemberian pelayanan kesehatan kepada warga masyarakat menajdi sama dan ditidak dibedakan dan menimbulkan keadilan di bidang kesehatan yaitu pemberian pelayanan kesehatan yang baik sesuai dengan amanat dari konstitusi UUD 1945. Kata kunci: Sistem Hukum Kesehatan, Pembayaran, Pelayanan, Kelembagaan.
UJI ANTIOKSIDAN TABLET EKSTRAK MENIRAN (PHYLLANTHUS NIRURI L.), EKSTRAK RIMPANGTEMU HITAM (CURCUMA AERUGINOSA ROXB.) DAN EKSTRAK BIJI JINTEN HITAM (NIGELLA SATIVA L.) Yulis Adriana
Jurnal Medika Hutama Vol. 1 No. 03 April (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.265 KB)

Abstract

Tanaman merupakan sumber antioksidan alami. Komponen terbesar dari tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan adalah flavonoid. Diantara tanaman yang dapat dijadikan sebagai sumber antioksidan alami adalah rimpang temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.) , herba meniran (Phyllanthus niruri L.) dan biji jinten hitam (Nigelia sativa L.). Telah dilakukan formulasi tablet yang mengandung bahan aktif kombinasi tiga macam ekstrak berasal dari herba meniran (Phyllanthus niruri L.) jumlah 100 mg , rimpang temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.) jumlah 200 mg dan biji jinten hitam (Nigella sativa L.) 250 mg dengan variasi bahan penghancur dan pengisi dibuat dengan metode granulasi basah . Tablet kombinasi tiga ekstrak diuji variasi penyimpangan bobot , kekerasan, waktu hancur, ketebalan , dan uji aktivitas antioksidan . Penetapan uji aktivitas antioksidan IC50 dengan metode DPPH dilakukan terhadap masing-masing ekstrak dan tablet dan kemudian dibandingkan aktivitas antioksidannya . Penetapan IC50 aktivitas antioksidan menunjukan nilai IC50 tablet formula I adalah 90. µg/mL , tablet formula II adalah 84.89 µg/mL , tablet formula III adalah 89.07 µg/mL, sedangkan IC50 masing-masing ekstrak herba meniran 246.01 µg/mL, ekstrak rimpang temu hitam 381.57 µg/mL dan ekstrak biji jinten hitam 477.55 µg/mL . Penelitian menyimpulkan bahwa tablet kombinasi ketiga ekstrak memenuhi persyaratan tablet yang baik dan mempunyai aktivitas antioksidan yang sinergis bila dibandingkan dengan masing-masing ekstrak tunggal.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS TIDUR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Haryati
Jurnal Medika Hutama Vol. 1 No. 03 April (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.317 KB)

Abstract

Latar Belakang: Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang diperlukan untuk melanjutkan fungsi bio-psiko-sosial dan budayanya. Tidur mempengaruhi kualitas hidup dan kesehatan. Kualitas tidur yang buruk dapat mengakibatkan penurunan kesehatan fisiologis dan psikologis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor yang mempengaruhi kualitas tidur mahasiswa kedokteran Universitas Halu Oleo. Metode Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah 174 mahasiswa kedokteran Universitas Halu Oleo pada tahun akademik kedua dan ketiga. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportional Random Sampling. Data kualitas tidur diperoleh dengan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan analisis data menggunakan uji statistik chi-square dengan interval kepercayaan 95% (alpha = 0,05). Hasil Penelitian: Usia rata-rata responden adalah 20 (rentang 18-21) tahun dan 127 (73%) responden adalah perempuan. Mahasiswa dengan aktivitas fisik tinggi sebanyak 112 (64,4%) orang, pola tidur dengan kategori baik sebanyak 98 (56,3%) orang, dan mahasiswa dengan stres emosional dengan kategori rendah sebanyak 120 (69,0%) orang. Lebih dari separuh mahasiswa (89,1%) memiliki kualitas tidur yang buruk. Analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tidur adalah pola tidur (p-value = 0,019) dan stres emosional (p-value = 0,021). Aktivitas fisik mahasiswa secara statistik tidak mempengaruhi kualitas tidur (p-value = 0,519). Simpulan: Kualitas tidur mahasiswa kedokteran Universitas Halu Oleo dipengaruhi oleh pola tidur dan stres emosional.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN UPAYA PENCEGAHAN RISIKO JATUH OLEH PERAWAT DALAM PATIENT SAFETY DI RUANG PERAWATAN ANAK RUMAH SAKIT BHAYANGKARA MAKASSAR Andi Mappanganro
Jurnal Medika Hutama Vol. 1 No. 02 Januari (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.33 KB)

Abstract

Patient safety merupakan suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman. Mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan upaya pencegahan risiko jatuh oleh perawat dalam patient safety di ruang perawatan anak Rumah Sakit Bhayangkara makassar 2018. Desain penelitian yang digunakan yaitu survei analitik dengan pendekatan cross sectional Study. Penelitian ini dilakukan dengan membagikan kuesioner dan observasi langsung oleh peneliti. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 31 responden yang memenuhi kriteria inklusi, tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu dengan total sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisa bivariat. Uji hubungan dilakukan dengan menggunakan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kemaknaan ɑ < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan upaya pencegahan risiko jatuh oleh perawat dalam patient safety di ruang perawatan anak Rumah Sakit Bhayangkara Makassar (ρ=0,008), ada hubungan antara motivasi dengan upaya pencegahan risiko jatuh oleh perawat dalam patient safety di ruang perawatan anak Rumah Sakit Bhayangkara Makassar (ρ=0,014), ada hubungan antara fasilitas dengan upaya pencegahan risiko jatuh oleh perawat dalam patient safety di ruang perawatan anak Rumah Sakit Bhayangkara Makassar (ρ=0,022). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan pengetahuan, motivasi, fasilitas dengan upaya pencegahan risiko jatuh oleh perawat dalam patient safety di ruang perawatan anak Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Berdasarkan penelitian ini pengetahuan, motivasi dan fasilitas menjadi faktor yang berpengaruh terhadap upaya pencegahan risiko jatuh
FORMULASI DAN UJI EVALUASI FISIK SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL 96% BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L) SEBAGAI PEWARNA RAMBUT ALAMI MOHAMMAD ZAKY MOHAMMAD ZAKY
Jurnal Medika Hutama Vol. 1 No. 03 April (2020): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.183 KB)

Abstract

Bunga Rosella (Hibiscuc sabdariffa L) mengandung antosianin yang menghasilkan warna merah yang dapat digunakan sebagai pewarna alami.Preparasi sampel menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dengan penambahan HCl 1% serta dilakukan freezedrying untuk mendapatkan ekstrak kering, Formula sediaan pewarna rambut terdiri dari pirogalol 0,5%, xanthan gum 1% serta ekstrak etanol 96% bunga rosella dengan konsentrasi 0%, 15%, 30% dan 40% serta puriffied water sebagai pelarut. Pengujian terhadap sediaan meliputi uji organoleptik, uji pH, uji kestabilan warna yang di hasilkan, uji iritasi, uji kestabilan warna terhadap matahari, uji kestabilan warna terhadap pencucian, uji viskositas dan uji kesukaan.Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa ekstrak bunga rosella dapat mempengaruhi warna rambut uban yang diperoleh. Sediaan berupa gel, pH sediaan kisaran 2,3-2,9 yang menyebabkan gatal pada uji iritasi dan viskositas kisaran 18632-12742 cps. Pewarnaan rambut dari rambut uban menjadi warna Luminous b’t orange terjadi pada konsentrasi ekstrak 40%. Hasil stabilitas terhadap pencucian dapat bertahan sampai 4 kali pencucian, uji stabilitas terhadap sinar matahari menunjukkan tidak terjadi perubahan warna pada rambut yang diberi perlakuan, pada uji kesukaan menunjukan bahwa formula ke-4lebih disukai oleh responden.

Page 2 of 55 | Total Record : 547