cover
Contact Name
Riong Seulina Panjaitan
Contact Email
editorbahanalam@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
editorbahanalam@gmail.com
Editorial Address
Jln Sunter Permai Raya, Jakarta Utara
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal (INRPJ)
ISSN : -     EISSN : 25028421     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal (INRPJ) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta yang terbit dua kali dalam setahun.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2018)" : 15 Documents clear
Aktivitas Antioksidan Daun Matoa (Pometia pinnata) dengan Variasi Suhu Pengeringan Wahyu Margi Sidoretno; Annisa Fauzana
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.17 KB) | DOI: 10.52447/inspj.v3i1.1086

Abstract

ABSTRACT Drying process is an important factor which is affect natural medicine products quality. The process influence secondary metabolite composition of natural medicines, such as polyphenol compounds, which manage their pharmacological activity. Polyphenol compound is an essential parameter of antioxidant effect of natural products which is degraded by high temperature. Thus, drying process at high temperature can damage total polyphenol content of natural medicine which decrease its antioxidant activity. This research aims to determine antioxidant activity of Pometia pinnata with variance of drying process. The samples was dried at 30, 60 and 90°C. Antioxidant activity then was measured using DPPH method. The result shows that the highest antioxidant activity is given by sample dried at 60C (IC50=49.3608), followed by 30 and 90C. Finally, it can be concluded that the drying process influence antioxidant activity of P. Pinnata leaf.   Keyword: drying, P. Pinnata, antioxidant, polyphenol, secondary metabolite, DPPH. ABSTRAK Proses pengeringan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas obat bahan alam. Proses pengeringan ini mempengaruhi komposisi kandungan metabolit sekunder dalam bahan, seperti senyawa polifenol, yang akhirnya mempengaruhi efek farmakologisnya. Senyawa polifenol merupakan salah satu parameter tinggi rendahnya aktivitas antioksidan suatu bahan alam yang sangat mudah rusak akibat pemanasan. Sehingga, pengeringan bahan pada suhu tinggi mampu merusak komposisi polifenol total suatu bahan alam yang akhirnya menurunkan aktivitas antioksidannya. Oleh karena itu, pemilihan suhu pengeringan pada proses pembuatan simplisia sangat penting untuk mempertahankan mutu bahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan terhadap aktivitas antioksidan daun matoa (Pometia pinnata). Pengeringan dilakukan pada suhu 30, 60 dan 90°C. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH menggunakan microplate reader. Hasil menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan paling tinggi diberikan oleh bahan pada pengeringan 60°C (IC50=49,3608), dan diikuti oleh pengeringan suhu 30°C (IC50=64,8404) dan 90°C (IC50=68,2175). Selanjutnya, tidak ada perbedaan nyata nilai IC50 pada pengeringan suhu 30 dan 90°C. Hasil ini menunjukkan bahwa suhu peningkatan dan penurunan suhu dapat mempengaruhi aktivitas antioksidan daun P. pinnata yang kemungkinan disebabkan oleh perubahan komposisi polifenol totalnya.   Kata kunci: proses pengeringan, P. Pinnata, aktivitas antioksidan, metabolit sekunder, DPPH.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora Pierre ex Froehn) TERHADAP LARVA NYAMUK Aedes aegypti INSTAR III Unsyura Dhipa Budaya
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.762 KB) | DOI: 10.52447/inspj.v3i1.1920

Abstract

Nyamuk Aedes Aegypti merupakan salah satu vector yang dapat menyebabkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit DBD merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di negara-negara yang mempunyai iklim tropis, termasuk Indonesia. Salah satu cara untuk menekan populasi Aedes aegypti yaitu dengan memutus siklus hidupnya pada stadium larva. Salah satu tumbuhan yang memiliki potensi sebagai larvasida alami ialah daun kopi robusta (Coffea canephora) yang mengandung berbagai senyawa aktif diantaranya ialah alkaloid, flavonoid, dan saponin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah kematian larva nyamuk Aedes aegypti dengan pemberian ekstrak etanol 70% daun kopi robusta sebagai larvasida alami. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental, dalam penelitian ini digunakan 25 ekor larva Aedes aegypti pada setiap kelompok kontrol negatif, kontrol positif, kelompok ekstrak etanol 70% daun kopi robusta konsentrasi 1%, 1,8%, 2,9%, dan 5% dengan 4 kali pengulangan. Pengamatan dilakukan dengan dengan cara menghitung jumlah larva Aedes aegypti yang mati tiap 1 jam selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol 70% daun kopi robusta yang digunakan maka semakin banyak jumlah larva yang mati. LC50 dari ekstrak etanol 70% daun kopi robusta berdasarkan program spss v22 sebesar 2,77%. Hal ini menunjukkan bahwa tumbuhan daun kopi robusta memiliki aktivitas sebagai larvasida alami. Kata kunci: Coffea canephora; Daun Kopi robusta; Larvasida
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DENGAN METODE DPPH EKSTRAK DAUN KATUK (Sauropus androgynus (L.) Merr) SERTA UJI STABILITAS PENGARUH KONSENTRASI EMULGATOR ASAM STEARAT DAN TRIETANOLAMIN TERHADAP FORMULASI KRIM Sutriningsih Sutriningsih
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.979 KB) | DOI: 10.52447/inspj.v3i1.1919

Abstract

Radikal bebas menyebabkan penuaan dini, oleh karena itu diperlukan antioksidan untuk mencegah penuaan dini. Daun katuk (Sauropus  androgynus  (L.)  Merr.) memiliki aktivitas antioksidan karena mengandung senyawa flavonoid flavonol yaitu kaempferol dimana senyawa flavonoid dapat berperan sebagai antioksidan. Pada penelitian ini, penentuan aktivitas antioksidan ekstrak dilakukan dengan menggunakan metode DPPH dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm dan hasil antioksidan ekstrak etanol 80% daun katuk sebesar 797,083 ppm. Untuk  pengujian evaluasi dan stabilitas krim, emulgator dapat mempengaruhi stabilitas krim. Asam stearat dan trietanolamin sering digunakan sebagai emulgator anionik dalam berbagai sediaan dan diformulasikan dengan berbagai perbandingan konsentrasi yaitu 5:1, 6:3 dan 7:5. Pada  pengujian ini dilakukan uji organoleptik, uji homogenitas, uji  pH dan uji viskositas selama 4 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada formula I lebih baik dari pada formula II dan III.Kata Kunci : Daun Katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr), Antioksidan, Asam Stearat, Trietanolamin
Studi Kelayakan Kadar Air, Abu, Protein, dan Arsen (As) Pada Sayuran Di Pasar Sunter, Jakarta Utara, Sebagai Bahan Suplemen Makanan Nuryanti Nuryanti
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.736 KB) | DOI: 10.52447/inspj.v3i1.1935

Abstract

Telah dilakukan studi mengenai uji kelayakan bahan baku pembuatan suplemen makanan pada daun dan batang kangkung (Ipomoeae reptans), sawi hijau (Brasscica juncea), daun dan batang bayam hijau (Amaranthus tricolor L), daun dan batang bayam merah (Alternanthera amoena voss), selada (Lactuca sativa L), dan kol (Brassica oleraceae L. var. Capitala L)  yang diperoleh dari Pasar Sunter dengan menggunakan beberapa parameter yaitu uji kadar air dengan menggunakan metode gravimetri, kadar abu dengan metode oven, kadar protein menggunakan metode kjeldahl dan kadar cemaran logam berat arsen denggan menggunakan menggunakan alat instrumentasi Inductively Coupled Plasma – Optical Emission Spectrometry (ICP-OES). Dari hasil penelitian didapat hasil berupa sayuran layak untuk dijadikan bahan baku suplemen makanan yang ditinjau dari kadar air, kadar protein dan kadar cemaran logam berat arsen (As), namun tidak layak untuk dijadikan sebagai bahan baku pembuatan suplemen makanan apabila ditinjau dari segi kadar abunya. Kata kunci      : arsenic, sayuran, ICP-OES
UJI STABILITAS FISIK TERHADAP FORMULASI SEDIAAN GEL RAMBUT DARI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN PARE (Momordica charantia L) Nina Jusnita
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.99 KB) | DOI: 10.52447/inspj.v3i1.1912

Abstract

Berdasarkan data empiris daun pare sering digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit salah satunya yaitu mencegah kebotakan dan  merangsang pertumbuhan rambut atau menyuburkan rambut karena mengandung metabolit sekunder yaitu flavonoid berupa flavonon yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan virus sehingga mempercepat pertumbuhan rambut. Daun pare dibuat menjadi ekstrak menggunakan pelarut etanol 96% kemudian ekstrak daun pare diformulasikan dalam sediaan gel dengan konsentrasi  1%,  2%,  3%, dan 4%. Selanjutnya dilakukan pengujian evaluasi gel ekstrak daun pare yang meliputi uji viskositas, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar kemudian  dilakukan uji kestabilan  fisik selama 8 minggu dengan  kondisi  penyimpanan pada suhu tinggi, ruang dan rendah, kemudian dilakukan uji evaluasi setiap 2 minggu. Selain itu dilakukan juga uji cycling test selama 12 hari untuk  mengetahui ada atau tidaknya pembentukan kristal pada gel ekstrak daun pare. Hasil penelitian menunjukan bahwa gel ekstrak daun  pare  (Momordicha charantia L.) pada setiap kondisi penyimpanan memenuhi semua parameter uji yang dilakukan namun pada konsentrasi 1% dan 2% merupakan sediaan gel yang lebih baik dan stabil. Kata kunci: Ekstrak daun pare; formulsi gel; rambut; stabilitas fisik sediaan

Page 2 of 2 | Total Record : 15